Title: Grandma's surprise visits

Genre: Romance-little comedy

Rate: there are some kind of that stuff so- M

Cast: HunHan, KaiSoo, ChanBaek, ChenMin, LayHo

Disclaimer: All peoples i used here not actually like that. except for HunHan, KaiSoo, LayHo, ChanBaek, ChenMin, they"re actually loves each other :3 they belongs to each other, and belongs to meee :v and EXO-L

oh, ya aku minta maaf karna g ngasih tanda, apa cerita masih berlanjut ato enggak...

soalnya, aku paling g sukaaa liat TBC, ngerasa di php-in gitu... jadi yah... aku nggak ngasih TBC-TBC an, aku hanya berharap semoga aku nggak kena TBC *?*

"NENEK!" Chanyeol dan Baekhyun membelalakkan matanya ketika menyalakan saklar lampu. Nenek benar-benar menyiapkan ini semua.

Sejenak kemudian, Chanyeol dan Baekhyun berpandangan, akhirnya tertawa lepas. Chanyeol berlari ke tempat tidur dan menjatuhkan dirinya disana, membuat mawar-mawar itu bertebaran ditubuh Chanyeol.

Baekhyun mengikuti Chanyeol, ia menghempaskan dirinya juga disisi yang lain. Lalu mereka terkikik bersama.

"ini wangi!" kata Baekhyun dengan eye-smilenya. Chanyeol mengangguk semangat, "apa kau menyukainya?". Baekhyun tersenyum lebar, "sangat suka!".

Chanyeol mengguling-gulingkan tubuhnya disana, "ah, aku merindukan ini!". Ia memandang Baekhyun, "aku bersyukur, bahwa tubuhmu sangat kecil, jadi aku tak perlu khawatir kau tindih!".

"tapi aku harus khawatir kau tindih! Dan kau tendang!" kata Baekhyun. Chanyeol tertawa, "Baekhyun-ah, apa kau nyaman disini? Apa kau senang?". Baekhyun segera menganggukkan kepalanya,"tentu saja! Ini sangat menyenangkan".

"ah-iya, Baekhyun, kau tidak mandi?" tanya Chanyeol. Baekhyun menggeleng, "aku takut kedinginan". "ya-sudah, kalau begitu aku juga tidak mandi!".

Chanyeol tersenyum bahagia, lalu memutar tubuhnya. Kakinya ia selonjorkan di headboard tempat tidur, Baekhyun mengikutinya. Chanyeol menarik selimut dan menutupi dirinya, lalu membenarkannya juga ditubuh Baekhyun, "ini akan hangat!" ujarnya sambil menepuk perut Baekhyun. Baekhyun tersenyum.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"Baekhyun, kenapa kau waktu itu bergabung dengan situs perjodohan?" tanya Chanyeol, ia menolehkan kepalanya kesamping. Jaraknya dengan Baekhyun sangat dekat, hanya dua hidung Kai, ia sudah menempel disana.

Baekhyun menolehkan kepalanya, lalu bersemu ketika matanya langsung bertabrakan dengan mata Chanyeol. Ia segera menolehkan kepalanya lagi menghadap langit-langit. "bukan aku yang mendaftar, itu teman menyebalkanku!" ujar Baekhyun. "untung saja itu kau!" lanjutnya.

Chanyeol tersenyum lalu membalikkan seluruh tubuhnya menghadap Baekhyun, dan menumpukan kepalanya ditangannya. "jadi kau senang bahwa itu aku!". Baekhyun tersipu lalu mengangguk.

Chanyeol kembali membalikkan tubuhnya menghadap langit-langit, "aku senang bahwa aku melihat sapi itu".

Baekhyun menolehkan kepalanya, "sapi apa?" tanya Baekhyun heran. "sapi yang ada dibajumu! Kau jadi terlihat berbeda!" jawab Chanyeol. "berbeda seperti apa?". Chanyeol tersenyum nakal, "kau berbeda dengan sapi dibajumu!". "yak!" Baekhyun memukul kepala Chanyeol. Lalu mereka tertawa.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Baekhyun menggerak-gerakkan kakinya yang dinaikkan di headboard, Chanyeol juga. Selimutnya pun tersingkap. "uh, Baekhyun, kakimu sangat mungil!" kata Chanyeol lalu tertawa. Baekhyun mengeluarkan tangannya. Ia merentangkannya keatas, "ini lebih mungil!".

"uwa! Benar juga!" Chanyeol ikut merentangkannya keatas menyandingkannya dengan tangan Baekhyun. Ia mengambil tangan kiri Baekhyun lalu menempelkannya di tangan kirinya.

Zzt! Baekhyun kesetrum, untung tidak mati.

"Baekhyun-ah, ini pas!". Wajah Baekhyun memerah. "Baekhyun, apa kau merasa kesetrum?" tanya Chanyeol sambil menepuk-nepukkan tangannya dengan tangan Baekhyun. Baekhyun mengangguk, "tegangan tinggi!".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Selanjutnya, mereka mengobrol panjang hingga terdengar suara lenguhan Baekhyun. Chanyeol menoleh, dan mendapati Baekhyun sudah memejamkan matanya.

Chanyeol tersenyum lalu kembali membalikkan tubuhnya menghadap Baekhyun, "aku bersyukur bahwa itu kau yang akan menemaniku" Chanyeol mengelus pipi Baekhyun, "jaljayo Baekhyun-ah!". Dan mereka tertidur dengan kaitan tangannya.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Ctek!. What the... "NENEK!" Kai menghampiri tempat tidurnya, lalu mengacak rambutnya frustasi. Ia menoleh pada Kyungsoo yang masih terbengong di pintu, "ini pasti perbuatan nenek. Nenek benar-benar..." ia menunjuk-nunjuk tempat tidurnya, "apa ini? Warna merah, bunga mawar?".

Kyungsoo tersenyum pada akhirnya lalu ikut menghampiri tempat tidurnya. "apa kau tidak apa-apa?" tanya Kai pada Kyungsoo tidak enak. Kyungsoo tersenyum menggeleng,"gwaenchanayo...".

"baiklah, apa kau mau mandi?" tanya Kai sambil melepas jaketnya. "tidak, aku sudah mandi dirumah tadi" jawab Kyungsoo. "kalau begitu, aku mandi dulu, setelah ini kita bahas proyek itu" kata Kai. Kyungsoo mengangguk.

Sementara menunggu Kai mandi, Kyungsoo menata barang-barangnya. Ia melirik pada barang Kai, "apa aku harus menatakannya juga?" tanyanya pada diri sendiri. Sedikit berpikir lalu menoleh ke kamar mandi, "yah, aku akan menatakannya, daripada tidak ada pekerjaan!" katanya.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Kai keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia merasa itu akan canggung jika ia hanya memakai handuk dipinggang, jadi ia akhirnya memakai kaos dan celana pendek ketika keluar dari kamar mandi.

"uh-Kai, kau sudah selesai? Ehm, aku menatakan barangmu. Eh-tapi aku tidak menyentuh apapun selain baju dan kotak-kotak itu, aku tidak membukanya. Maaf jika aku mengganggu" Kyungsoo mendadak merasa bersalah.

Kai terbengong dengan Kyungsoo, bagaimana dia bisa sepolos itu. Kai menggosok lagi kepalanya dengan handuk lagi, "ani-gwaenchanayo". "gomawoyo hyung!" lanjutnya lalu tersenyum, Kyungsoo ikut tersenyum.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"uh-sekarang kita bahas proyek itu?" tanya Kyungsoo. Kai terkesiap, "ah-iya...". Kai lalu menengok kekanan-kirinya, "sepertinya kita membahas proyek itu disini saja!" ia menunjuk tempat tidur.

"tunggu, kita perlu ini, ini... ini.. dan ini..." Kai mondar-mandir mengambil peralatan, sementara itu Kyungsoo terus tersenyum memperhatikannya sambil beralan ke tempat tidur. "nah, sekarang kita bisa mulai!".

"oh-tunggu dulu!" Kai kembali turun dari tempat tidur, ia mengambil meja lipat dan telefon. "kita butuh ini..." ia menaruh meja lipatnya diantara depannya dan Kyungsoo. "dan kita butuh ini..." ia memencet tombol telfon, "halo, apa ada ayam yang sudah mati...".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"selesai, sekarang kita mulai!". Kai menaruh sebuah buku gambar dan pensil diatas meja lipat itu. "sebenarnya, aku sudah membuat rancangannya... jadi konsepnya adalah 'ayam kalkun di hari paskah'..." Kai mulai berbicara serius, Kyungsoo segera memperhatikan.

"jadi, ada orang yang ingin kalkun dihari paskah, dan dia tidak bisa mendapatkannya. Dan ini adalah sebuah misi untuk berbagi kalkun dihari paskah..."

"timku sudah membuat rancangan backround nya, hanya saja, kita belum punya karakternya...". Kyungsoo mengangguk-angguk, "jadi sekarang kita akan membahas bagaimana bentuk karakter sang penolong?" tanyanya. "ya, dan juga kita perlu membahas cerita kronologinya...".

"menurutmu, sebaiknya kita mulai darimana? Kronologi atau karakter?" tanya Kai meminta pendapat. "kurasa, kita akan bisa membayangkan karakter jika kita mendengar ceritanya dulu..." jawab Kyungsoo. Kai mengangguk-angguk, "baiklah, jadi cerita dulu...".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Ting-tong!. Kai dan Kyungsoo menoleh ke pintu kamar mereka. Disamping pintu itu ada sebuah layar kecil menyala, "Tuan Kai, ada tamu untuk anda" suara virtual seorang wanita terdengar dari layar itu.

Kai tersenyum lalu menghampiri layar kecil itu, "ah, ayamku sudah datang!", lalu ia keluar dari kamar. Kyungsoo tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, "ayam kalkun, well...".

Kai kembali duduk ditepat tidur dengan bungkusan besar ditangannya, "ini peralatan yang paling ditunggu...". Kyungsoo tertawa, ia mengambil buku gambar serta pensilnya, "kau suka sekali dengan ayam?". Kai ikut tertawa, "chicken mania!".

"kenapa kau suka ayam?" tanya Kyungsoo dia melebarkan matanya, Kai tersenyum, "kau tau hyung, aku memberikan julukan Dyo untukmu". "Dyo?".

"ya, kau tau, karakter huruf, D-titik-O itu seperti karakter wajahmu" kata Kai. Lalu Kyungsoo tertawa, "baiklah, jadi kau akan memanggilku si D.O?". "menarik, Dyo hyung?".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"jadi, kenapa kau suka ayam?" tanya Kyungsoo lagi. Kai mengambil satu potong ayam, "ayahku menyukainya", Kai tersenyum lemah, "ia biasanya memakan ini denganku".

Kyungsoo yang sejak tadi ternyata menggambar menghentikan kegiatannya, "maafkan aku...". "gwaenchanayo hyung, aku bersyukur ada ayahmu..." Kai tersenyum. "aku selalu membayangkan bahwa ayah selalu berbicara denganku lewat Tuan Do". "Kai, aku jadi merindukan ayahku..." kata Kyungsoo lalu mulai menggambar lagi.

"apa ayahmu juga menyukai ayam kalkun?" tanya Kyungsoo. "itu favoritnya, kita selalu menunggu hari paskah untuk membuat kita makan banyak ayam tanpa omelan ibu, ibu bahkan yang membuatkannya".

Kai memberikan satu kotak nugget dengan saus nacho pada Kyungsoo, "itu sebabnya aku ingin membuat game ini. Dan akhirnya dengan senang hati Tuan Do menyetujui pembuatan game ini. Aku sangat bersyukur untuk itu".\

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"kau sedang menggambar?" tanya Kai, Kyungsoo mengangguk, "aku sudah memiliki gambaran tentang karakternya..". "seperti apa... hoahm" suara Kai terlihat melemah.

"entahlah, tapi aku baru saja menyelesaikan, hei..." Kyungsoo melihat Kai sudah tertidur. Kai melipat tangannya diatas meja dan menenggelamkan kepalanya disana. Kyungsoo tersenyum, "kau yang mengajakku melembur mengerjakan ini..." ujar Kyungsoo pada Kai pelan, lalu ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Kai.

Kyungsoo memperhatikan wajah Kai lekat-lekat, dan mulai mendekatkan dirinya pada wajah Kai. Kemudian sejenak ia tersenyum, "aku merasa senang bisa belajar denganmu, kau memang orang jenius yang polos...". Kyungsoo tidak tau bahwa Kai ingin macam-macam dengannya, sejak mereka pertama bertemu.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Kai membuka matanya lalu terkejut, "astaga! Aku ketiduran, jam berapa ini?" ia menengok pad am dinding, "jam sebelas?". Kai melihat kosong didepannya, hanya ada meja yang dipakainya tidur dan buku gampar yang tergeletak diatas bantal. Tidak ada Kyungsoo dan ayamnya.

Ia menoleh ke pintu kamar mandi, dan mendapati Kyungsoo keluar dengan piyama dari nenek, sambil mengeringkan rambutnya. Piyama itu memang kebesaran untuk Kyungsoo, itu sedikit memperlihatkan dadanya.

Leher jenjang Kyungsoo, Kyungsoo terlihat sangat putih dan mulus karna cahaya lampu kuning kamarnya, tapi ia bertaruh bahwa kulit Kyungsoo memang menggilakan. Astaga Kyungsoo, jangan lakukan ini padaku. Kau kemanakan ayamku? Apa kau ingin kumakan?. Kai kalang kabut dalam hati.

"oh-Kai kau sudah bangun? Ah-ayammu aku masukkan ke lemari pendingin". Kai menelan ludahnya, "bisakah kau ambilkan air di lemari pendingin?" Kai meminta secara acak. Ia terlalu gugup, dan itu mengganggunya. "baiklah".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Beberapa menit Kai bisa bernafas lagi dengan baik. Namun setelah Kyungsoo kembali ke kamar lalu memanjat ketempat tidur dengan merangkak, catat! Merangkak. Dada Kyungsoo dengan bebasnya terekspos karna kerah piyama yang menggantung kebawah. What the fuck D.O!. Kai benar-benar membutuhkan CPR.

"Kai, kau tidak apa-apa? Ini air minummu" Kyungsoo memberikan sebotol air mineral pada Kai. "g-gomwoyo!" Kai menerima dengan cepat, lalu langsung meneguknya.

"oh-ya Kai, aku sudah menggambar karakternya, bagaimana menurutmu?" kata Kyungsoo sambil memberikan buku gambar pada Kai. Kai menaruh botol mineralnya lalu mengambil buku gambar dari tangan Kyungsoo, lalu mengamati gambarnya.

Gambarannya sangat bagus. Itu seekor kucing berwarna coklat dengan mata yang besar, "kenapa dia terlihat sedih?". "uhm-itu, dia merindukan ayahnya" jawab Kyungsoo. Kai tertawa, "jadi bagaimana bisa?".

"jadi, dia adalah seekor kucing yang ingin menyelamatkan ayahnya yang diculik oleh penjahat. Dan ia ingin mendapatkan bantuan dengan cara membagikan kalkun pada semua teman-temannya dihari paskah, semakin banyak ia mendapat kalkun semakin banyak ia akan mendapt bantuan untuk menyelamatkan ayah!" jelas Kyungsoo.

Kai mengangguk-angguk, "menarik", "jadi sekarang apa metode untuk mendapatkan kalkun-kalkun itu? Bermain tembak-tembakan? Atau melompat? atau bertarung" tanya Kai. Mata Kyungsoo langsung berbinar, ia mengambil handphonenya di sampingnya, lalu memencet-mencetnya dan meberikannya pada Kai, "bagaimana jika seperti ini?".

Kai menerima handphone Kyungsoo lalu tertawa, "pororo seperti biasanya, huh?". Kyungsoo mencibir, "ayam kalkun seperti biasanya, huh?", Kai tertawa.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Kai memperhatikan game itu, lalu tersenyum lebar, "yes! Ini benar-benar menarik!". "jadi untuk mengumpulkan kalkunnya dia akan berlari dan menghindari rintangan. Setelah itu dia harus berhenti dipos-pos untuk membagikan kalkunnya! Wah, Daebak!" Kai menepukkan tangannya. "game ini sekarang sedang populer kan?". Kyungsoo mengangguk semangat, "pororo run, minion rush, subway surfer!".

"jadi sekarang siapa nama karakternya?" tanya Kyungsoo. "benar juga... uh-Kkamjong? Oh-no way! Dyo? Tidak...". "bagiamana jika Mipo-mipo?" usul Kyungsoo. "Mipo-mipo?" tanya Kai. "ya, gabungan dari nama perusahaanku dan perusahaanmu, Mindie dan Pololo" kata Kyungsoo. "apa menonton pororo memberikan banyak dampak hebat untuk anak?" kata Kai, Kyungsoo tertawa.

"kita akan melanjutkannya besok, yang penting kita sudah punya bahan untuk dipresentasikan!" Kai menutup buku gambar dan mejanya, lalu menaruhnya dibawah tempat tidur. "sekarang kita istirahat" kata Kai berbaring lalu menarik selimutnya. Kyungsoo juga mengikutinya. "selamat tidur hyung" Kai tersenyum pada Kyungsoo disampingnya. "selamat tidur" Kyungsoo tersenyum.

"oh-ya hyung, Mipo-mipo tidak lagi sedih karna rindu ayah, dia sudah punya teman yang lucu disini" ujar Kai tersenyum lalu menutup matanya. Apa dia tau kalau itu gabungan antara karakterku dengannya?. Tanya Kyungsoo dalam hati. Kemudian ia tersenyum dan segera menutup matanya juga.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"oh tuhan, NENEK!" Suho membelalakkan matanya, Lay menghampirinya, lalu mereka tertawa. "nenek ada-ada saja..." ujar Suho seraya meletakkan tasnya dilantai. Lay tersenyum, "ini sangat bagus!".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"apa kau ingin mandi? Disana kamar mandinya" kata Suho menunjukkan pada Lay. "kau duluan saja" Lay mempersilahkan. "uh-aku tidak, kau duluan saja, aku masih perlu membereskan barang-barangku" tolaknya. "baiklah".

Lay mengambil peralatan mandi dan piyama dari nenek lalu memasuki kamar mandi. Suho segera membereskan barang-barangnya.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Tidak beberapa lama kemudian Lay telah selesai mandi, "aku sudah selesai". "oh, tapi aku belum selesai dengan barangku. Sepertinya aku akan mandi dulu. Lay-ssi kau tidak apa-apa dengan ini?" tanya Suho. Lay tersenyum, "gwaenchanayo".

"kau pilihlah bagian lemari sesukamu, aku belum membereskan bajuku. Kita akan berbagi lemari, karna hanya ada satu disini" kata Suho sambil mengambil piyama dan peralatan mandinya juga. "terima kasih" jawab Lay.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Lay menata baju-bajunya. Ia memilih bagian yang lebih tinggi karna ia tau kalau Suho lebih pendek darinya. Ia juga bahkan menata aksesoris bola basket di atas lemari.

"kau bermain basket?" tiba-tiba Suho sudah ada dibelakangnya. Lay membalikkan badannya dan mendapati Suho yang sangat cantik berada disana. "uh-tidak dengan sesungguhnya, aku hanya hobi" kata Lay gugup, ia menggaruk tengkuknya.

Kemudian mereka kembali melanjutkan beres-beresnya. Mereka agak merasa sedikit canggung satu sama lain, mengingat Suho yang tidak sama sekali mengenal Lay. Terkadang bahu mereka bersentuhan, membuat mereka berkali-kali mengucap maaf. Jika ada Chen, Kai, Chanyeol, dan Sehun disana, pasti Suho akan dikatai kakeknya kakek.

"Lay-ssi boleh aku mengambil sedikit bagian di meja ini? Aku ingin menaruh foto disini" pinta Suho. "silahkan, tentu saja boleh. Kau tidak ingat bahwa aku yang menumpang?" kata Lay tertawa. Ia merasa sedikit lucu pada Suho yang terlalu formal padanya, "Suho-ssi, sebaiknya mulai sekarang kita harus benar-benar berteman. Yah, seperti, kau tidak perlu bersikap formal padaku. Bisakah kita berteman?" tanya Lay.

Suho tersenyum, "baiklah, kita berteman". "panggil aku hyung" kata Suho, "dan setelah kau menjadi temanku, kau akan mengikuti mereka menjadikan aku sebagai kakek" lanjutnya. Mereka tertawa, "setidaknya, kau akan meminta izinku jika kau akan marah padaku" kata Lay. "oh-tidak, sang kakek akan selalu berkuasa" mereka tertawa lagi.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Suho menaruh foto di meja nakas samping tempat tidur, "ini ibuku" kata Suho pada Lay. "dia selalu cantik" Lay memperhatikan foto itu. Suho menoleh padanya dan menatapnya lekat. "kau mirip ibumu" kata Lay sambil menutup lemarinya lalu berjalan ke tempat tidur.

Lay duduk bersila ditempat tidur, Suho duduk menghadapnya, "ibumu pasti bahagia karna masalahmu sudah selesai. Entah kenapa, tapi aku merasa bahwa ini menyenangkan melihat seseorang yang menangis". "aku bisa merasakan cinta yang besar di sana, ketulusan". "ya, aku harap ibu bahagia" kata Suho.

Lay membaringkan tubuhnya, "ibumu pasti orang yang kuat". Suho menggelengkan kepalanya, "tidak, ibu hanyalah wanita yang sabar. Ia tidak marah, tapi ia menangis" ujar Suho.

"kesabaran itu dibutuhkan kekuatan hati hyung" kata Lay, "tidak selalu orang yang kuat itu tidak menangis. Orang yang kuat adalah orang yang tetap bertahan meskipun ia disakiti".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Suho ikut berbaring, "bagaimana dengan ibumu?" tanya Suho. Mereka tidur berhadapan, "apa dia cantik sepertimu?". Lay tersenyum, "ya, dia cantik".

"Lay, kita sudah berteman sekarang, jadi kita bisa berbagi" ujar Suho. Suho menggenggam tangan kiri Lay, "berbagi akan selalu menyenangkan". "ya aku tau, tapi kurasa aku tidak bisa seterbuka itu" kata Lay.

"kenapa? Apa ternyata kau sebenarnya adalah mafia pedagang beras?" canda Suho. Lay tertawa, "bukan begitu hyung". Ia lalu menggenggam tangan Suho yang ada di tangannya, "hanya saja, kadang ada hal yang tidak perlu di bagi. Karna itu hanya akan membuat luka yang baru".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"hyung, kau masuk dulu, aku meninggalkan handphoneku diruang tamu" kata Chen. Xiumin mengangguk, lalu membuka pintu kamarnya. Ctek! Alamak!. "eheuheuheufftt" Xiumin menahan tawanya. Tidak berap lama kemudian Chen kembali, "kau ken... NENEK!".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"wah, mawar ini pasti mahal, aku bisa membawanya kepameran kampus! Mawar termahal didunia, karna akan dipakai bercinta oleh dua sejoli manis dimalam pertama mereka! Wah, daebak! nenek hebaattt..." kata Chen dengan penekanan kesal disetiap katanya. "kau gila..." Xiumin mendorong kepala Chen.

"kenapa? Itu kan yang diharapkan nenek" kata Chen sarkatik. "kau terlalu berlebihan, ini hanya dekorasi. Tidak mengganggu apapun" ujar Xiumin.

"oh-ya? bagaimana jika kukatakan sekarang aku di buat horny oleh ini! Ini sudah mengganggu yang dibawah sana!" Chen melepas bajunya dan membuangnya asal, ia masih mengenakan kaos dalam. "kau benar-benar gila...".

Xiumin juga melepas bajunya, ia tidak menggunakan kaos dalam. "apa yang kau lakukan?" tanya Chen. "kenapa? ini tidak mengganggu bukan?" goda Xiumin. "huh, kau tidak bisa dipercaya".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"bagaimana tidak mengganggu, jika sekarang aku sedang berfantasi liar tentangmu!" omel Chen. "benarkah? Lalu apa yang mengganggu, hanya fantasi kan?" Xiumin semakin menggodanya. "hyung! Apa kau ingin melakukan itu dimalam pertama kita? Hah? Kau jangan macam-macam!" tantang Chen.

"kau pikir aku takut? Kau hanya perlu membayangkan aku mengulum juniormu. Aku menurun dan menaikkan kepalaku, dan menyedot kuat juniormu dalam mulutku. Lalu kau mendesah, setelah itu kau menarik rambutku dan meminta lebih, lalu... eunggh~" Xiumin melenguh ketika tiba-tiba tangan Chen sudah memelintir nipple-nya dengan lembut.

Ia menoleh pada Chen yang tersenyum nakal. Tangan Chen mulai menelusuri tubuh setengah telanjangnya. Tangan satunya, sibuk membelai-belai paha dan dearh selngkangan Xiuin. Ia sedikit menggelinjang ketika Chen kembali menyapukan tangannya lembut diperut sekitar juniornya.

Chen mulai menurunkan tangannya kebawah, lalu berhenti diatas gundukan Xiumin. Chen menekannya lalu mulai meremas-remasnya. "ah-Chenh-chenhhh, hentikanhh!" Xiumin memukul-mukul paha Chen.

Chen segera mengambil tangannya lagi, lalu tersenyum sinis, "lain kali jangan berani menantangku, atau aku akan melakukan lebih! Aku sudah tidak sabar menantikan waktu itu~" Chen berbisik ditelinga Xiumin lalu menjilat dan menggigitnya sedikit. Xiumin mencubit perut Chen, "kau sungguh orang gila yang sangat gila!".

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

"kenapa kau melakukan itu?" tanya Chen saat mereka sudah bersiap tidur. Mereka sudah mebersihkan sedikit ereksi mereka. Xiumin menutup resleting celananya sambil mengerucutkan bibirnya imut, "aku hanya ingin mengerjaimu, karna besok kan hari ulang tahunmu".

"apa itu yang harus dilakukan ketika merayakan ulang tahun seseorang, huh? Mengerjainya?" tanya Chen. Ia mendekati Xiuin lalu memeluknya dari belakang dan menaruh tangannya digundukan Xiumin lalu menurunkan lagi resletingnya, ia sedikit mengecup bahu Xiumin, "sayangnya kau tak berhasil".

Xiumin memutar badannya menghadap Chen, lalu memukul kepala Chen keras, "yak! Kau pikir kau saja yang bisa mengerjai orang? Menyebalkan!". Lalu ia kembali menutup resletingnya dan menjatuhkan dirinya ditempat tidur.

GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS GRANDMA'S SURPRISE VISITS

Chen menghampirinya lalu tidur menindihnya, "tapi kau belum mengucapkan selamat untukku" bisiknya ditelinga Xiumin. Xiumin merasa bulu-kuduknya kembali meremang, "selamat ulang-tahun semoga cepat tua, bye!" ia menarik selimut untuk menutupinya.

"terima kasih, kau orang yang pertama" kata Chen lalu kembali mengecup leher dan bahu Xiumin. Ia ikut tidur didalam satu selimut bersama Xiumin. Sambil memeluk pinggang Xiumin.

Ini adalah malam ulang-tahun sekaligus malam pertama yang menentukan kejantanannya. Selamat ulang-tahun Chen!

Nenek mencintaimu!

hoi-hoi Alfred Swift here~

sori telat...

nenek habis sakit, dan memprediksi bahwa itu adalah sakit jantung (serem). dan setelah berbicara lama dengan sahabat terbaik nenek (baca: internet), dia mengatakan bahwa nenek memang sakit jantung.

tapi, ladalah, nenek periksa ke bidan (heran, kenapa bidan bisa tau sakit yang lain selain sakit kehamilan, tapi kenapa bidan gak tau kalau sakitnya itu disini *nunjukkeyboardlaptop*-hehe ini kan yang sekarang trend di fb). syukur nya kata bidan, aku cuma masuk angin, preeeet *kentutnya keluar* ups sori!.

eh, ini chapter, kado ku untuk Chen Oppa serta deongsaengku yang barengan nika-eh ultahnya.

perckapan

deongsaeng/ nek, ayolah update, kou gak kesian sama rider tercintamu?

nenek/ iya huhuhu...

deongsaeng/ nek, kou gak ngirim kado untuk chen, inilah yang jadi kado untuknyaa... untukku jugaa

nenek/ iya huhuhu... aku lagi ngusahain.. buntu dekk...

deongsaeng/ nek, ntar aku beliin pentol deh...

nenek/ beneran? (mulai nulis...)

deongsaeng/ nek, kok berenti?

nenek/ writer block lagi dek...

deongsaeng/ nek, lanjutin lah... sayang kali gak update, ini ultah Chen Oppa loh, aku gak kou kado pulak...

nenek/ oi, kou pengen aku lompat dari gedung hah? prustasi nihhh..

-itulah tadi cuplikan kegalaoan ku menulis chapter ini, trims-

n13zelf: no way! he is the ultimate seme! i take that on.. ngek, tenang aja... Sehun is very jantan... aku tidak bakal menistain perjuangan hebatnya

Initial D 0326: yeay! berhasiiil... nggak yah?

Re-Panda68: my baby, Sehun is very manly, and Luhan is very ehm-manly (aku diplototin sama dia). tenanglah, dia akan baik-baik saja... dan btw, aku akan ngushain sesuatu untuk kamu.. ukeyyy

chenma: sori y cu, ku nggak ASAP, malah bikin kau berASAP-ASAP, uhu-uhu... luhan is trying to be manly, but dia akan tau segimana kuatnya sehun itu. hahahaha

Brigitta Bukan Brigittiw: haha, nenek memang neli deh,, nenek lincah..

Tabifangirl: oh tidaaaaaakkk.. luhan tidak boleh enjadi seme, dia adalah the ultimate uke, eskipun agresip, hehe gapapa kn?

HunHanina: beneran mimisan? horeeeeeee...

oh chaca: hei (kamu kok tauuu?) ehn...

Syifa Nurqolbiah: tenang dear, enggak uke kok sehun itu, liat aja, nanti pasti menang sehun, kalo dia gak menang... pasti dia menang.. first night lainnya ancurrr.. belum pernah ngalamin soalnya.. ups!

cucunya alfred: my cucu cimit-cimit, sehun tentulah menjadi seme, jayalah sehun ku... bangkitlah libido luhan.. *apaan gila yah?* eh, kita sama ya cu.. penikmat uke galak, mehahahaha *cepakkk!*

Istri Sehun yang Tertukar: tidak bakalan sainganku... (kamu istri tertukar sehun, aku yang asli, mehhaha) suai kita adalah seemeee nya luhaaann...

ariviavina6: tengkyu-tengku.. i lopyu! muachh.. *kamu lari*

hunniehan: oh noooooo... luhan tetaplah uke yang menli... hehehe

KYJaeeee: iyossshhh... nenek ny juga enak punya cucu yang cetar membahana!

Anaknya SulayKaisoo (hahahaha): ini masih lanjut koookk.. hehehe, terima kasih banyak ya karna sudah menyukai kulit sawo atang nan manis saya... *appa ada orang gila*