Fr3Ya-cHaN : Halo semuanya! Sudah lama- (ditimpuk readers pake sandal)
Anthony + Michael : HAHAHAHAHAHAHA!
Fr3Ya-cHan : Nyebelin! Jeje! Kejar mereka trus pukulin!
Jennifer : Eh, gw yang harusnya merintah bukan lu!
Fr3Ya-cHaN : (menyodorkan kaus punya kau-tahu-siapa)
Jennifer : ! (ngejar Anthony dan Michael)
Ray + Nathania + Fr3Ya-cHaN : HAHAHAHAHAHA!
Christian : Woi!
"I want to remember my past, because that I will have my future"
Prince and Princess
Chapter 7 : The Past
Terdengar desahan napas yang memburu dan erangan kesakitan. Para suster dan dokter sibuk membantu seorang wanita melahirkan di ruangan bertembok putih itu. Sementara suami dan anak laki-lakinya menunggu di luar dengan cemas.
"Otou-sama, ada apa dengan Okaa-sama?" tanya anak laki-laki yang masih berumur 3 tahun itu.
"Tidak ada apa-apa. Tenang saja, Tsubasa," jawab ayahnya menenangkan putranya yang heran dan cemas mendengar ibunya menjerit-jerit di balik pintu yang sudah 30 menit dimasuki ibunya. Padahal dirinya sendiri amat sangat gelisah.
"Anaknya lahir!" seru seorang suster yang keluar dari ruangan tersebut. Bergegas ayah dan anak itu -yang langsung digendong oleh ayahnya- masuk. Mereka berdua melihat seorang bayi yang ada di dekapan ibunya yang berkeringatan dan tampak senangnya.
"Selamat, Yang Mulia. Bayinya amat sehat dan cantik," kata dokter itu sambil tersenyum.
Waktu itu jam 12 malam lewat 1 detik. Waktu yang menunjukkan pergantian hari dari tanggal 31 Desember dengan 1 Januari. Hari itu merupakan pergantian tahun dan hari kelahiran putri Kerajaan Sakura, Mikan Sakura.
~Prince and Princess~
"Mikan, kau di mana?" seru Tsubasa sambil mencari adiknya yang berumur 4 tahun. Hari sudah mulai gelap dan adiknya itu masih belum pulang juga. Tsubasa bingung harus mencari ke mana lagi. Dia sudah mencari di kamar adiknya, kamarnya, kamar orangtuanya, kamar para pelayan, taman, WC bahkan got di depan kerajaan sudah dia cari tapi adiknya belum kelihatan batang hidungnya juga.
Tsubasa berhenti sejenak, berpikir dan berjalan ke arah kota.
~Prince and Princess~
"Na na na na~" terdengar nyanyian dari orang yang Tsubasa cari dari tadi. Mikan sedang memakai jas hujan berwarna pink dan membawa payung berwarna pink juga. Ternyata 5 menit dari adegan Tsubasa di atas, turun hujan yang amat deras sehingga menyebabkan pangeran yang malang itu terguyur hujan.
Posisi Mikan saat ini berada di perbatasan Kerajaan Sakura dan Kerajaan Hyuuga yang letaknya 30 km dari istana. Kalau bagaimana Mikan sampai situ, cuma Author yang tahu.
Perbatasan dua kerajaan itu merupakan hutan pohon Sakura. (Ray : Memangnya ada 'hutan pohon Sakura'? Semuanya : Gak ada!) Ok, coret yang bagian 'hutan pohon Sakura' diganti dengan 'kumpulan pohon Sakura'. (Semua: Kayaknya gak ada bedanya deh)
Mikan sedang menciprat-cipratkan genangan air dengan kakinya sambil terus bernyanyi. Dia melirik sebuah pohon Sakura yang besar dan melihat bayangan seseorang di (Jennifer : STALKER! Fr3Ya-cHaN: BUKAN!) salah satu cabang pohon itu. Awalnya Mikan tidak yakin, tapi kemudian dia bergerak mendekati pohon Sakura itu.
Dan dengan lihainya, Mikan memanjat pohon itu dalam waktu 30 menit. Dia melihat ada seorang anak laki-laki yang sedang menangis, seorang anak laki-laki berambut hitam. "Hei, kau tidak apa-apa?" ujar Mikan sambil menyodorkan payung ke arahnya. Anak laki-laki itu berbalik dan menatap ke arah Mikan. Matanya yang berwarna crimson itu langsung menajam melihat siapa yang memperhatikan dirinya.
"Sedang apa kau disini? Pergi!" bentak anak itu kasar. Mikan yang merasa tersinggung segera berkata, "Tidak mau! Kau 'kan sedang menangis! Tidak mungkin aku membiarkanmu begitu saja!"
"Aku bilang pergi, ya pergi!"
"Tidak mau!"
"Old hag!"
"Apa itu sejenis makanan?"
"Dasar Polkadot bodoh!"
"Hey! Apa yang polka- KAU MENITIP CELANA DALAMKU!"
"Ah, berisik! Kau yang menunjukkannya!"
"Dengar, aku cuma ingin menghiburmu karena kau butuh orang yang bersandar!"
"Bilang saja kalau kau cuma merasa kasihan!"
Mikan terdiam sejenak dan kemudian tertawa terbahak-bahak. "Kenapa kau tertawa? Dasar gila!" tanya anak laki-laki itu kasar. "'Tuh 'kan, kau butuh tempat bersandar! Kau ini benar-benar tertutup, ya!"
"Apa maksudmu?" tanya anak laki-laki itu bingung. "Kau bilang kalau aku cuma merasa kasihan padamu, itu menunjukkan kalau sebenarnya kau ingin tempat bersandar tapi bukan atas rasa kasihan. Aku cuma ingin mendengarkan ceritamu, aku terbiasa akan hal itu di istana."
"Istana? Kau seorang putri?" tanya anak laki-laki itu. "Benar! Namaku Mikan Sakura! Siapa namamu?" tanya Mikan balik.
"…Natsume. Natsume Hyuuga."
~Prince and Princess~
"Mikan! Akhirnya kau pulang!" seru Tsubasa melihat adiknya itu. Dia langsung berlari dan memeluk Mikan. "Mikan," terdengar suara perempuan.
"Okaa-sama!" seru Mikan dan berlari memeluk mamanya. "Mikan, kami ada kabar baik untukmu." kata Yukihara. "Kau akan bertunangan, Mikan" sambung Yuka. Dan hasilnya adalah….Tsubasa pingsan, Yukihara yang dari tadi tersenyum membenturkan kepalanya ke tembok berkali-kali dan Mikan yang tersenyum (?).
"Eh, aku senang sekali!" seru Mikan riang. Dasar anak-anak jaman dulu ya…
~Prince and Princess~
-skip time-
-Hari H-
Hari ini adalah hari pertunangan Mikan dengan hanya-Author-tahu-siapa. Mikan sudah didandani dan memakai gaun berwarna putih dengan hiasan pita jingga. Setelah berkali-kali memberi salam kepada para tamu, Mikan mendekati mamanya yang kebetulan sedang meminum anggur.
"Okaa-sama, siapa 'sih yang akan bertunangan denganku?" tanya Mikan penasaran. "Ah, orang itu-" jawaban Yuka terputus karena terdengar bunyi terompet dan seruan "Kerajaan Hyuuga telah datang!".
Para tamu langsung menundukan kepalanya dan tampaklah 3 orang di pintu masuk. Yang satu adalah orang dewasa, berambut hitam dan bermata hitam, lalu anak laki-laki, berambut hitam dan bermata merah crimson, dan anak perempuan, berambut hitam dan bermata merah crimson.
Mereka bertiga mendekati Yuka dan Mikan. Yuka berbicara dengan raja Hyuuga yaitu Hijiri Hyuuga dan Mikan malah menatap anak laki-laki itu dan berseru, "Natsume? Sedang apa kau di sini?".
"Berisik, polkadot." jawab Natsume kasar. Tentu saja Mikan cemberut masam. Anak perempuan yang menyaksikan perjumpaan mereka yang kasar langsung berkata, "A-Anu, maaf, namaku Aoi Hyuuga dan umurku 2 tahun. Walaupun Natsume nii-sama agak menyebalkan namun tolong dimaafkan."
"He, namaku Aoi-chan, ya? Kenalkan, namaku Mikan Sakura! Senang berkenalan denganmu!" ujar Mikan riang sambil tersenyum dan entah kenapa mereka langsung akrab sambil saling berpikir kalau orang yang baru dikenalnya itu manis.
"Oh ya, Natsume! Kenapa kau ke sini?" tanya Mikan cepat. "Polkadot, aku di sini karena ayahku yang bodoh itu membuat aku bertunangan dengan Tuhan-tahu-siapa." jawab Natsume acuh. "He, aku juga sama!" jawab Mikan jujur.
Keduanya menyadari sesuatu dan terdiam sambil berdoa bahwa yang dipikirkan mereka bukan kenyataan. "Mikan," kata Yuka "rupanya kamu sudah kenal dengan Natsume, tunanganmu, ya!"
Hening
"HEEEE!" jerit Mikan dan Tsubasa(?) yang entah kapan sudah di situ. "O-Okaa-sama! Aku nggak mau!" sergah Mikan cepat.
"Lah, kamu 'kan sudah setuju?" tanya Yuka. "Itu 'kan karena Mikan gak tau!" seru Tsubasa kesal.
"Aku gak mau, Okaa-sama!"
"Benar! Lebih baik Mikan menikah denganku!"
"Iya, aku lebih baik menikah dengan Tsubasa-niisama!"
"Kalian 'kan saudara!"
"Sudah, lebih baik Mikan menikah dengan Otou-sama saja!" seru Yukihara(?). Yuka yang kesal akhirnya kehilangan kesabaran.
BUK! BUK! BUK!
Walhasil, ketiga orang itu duduk bersimpuh dengan benjol di kepalanya. "Kalian tuh ya! Kekanak-kanakan banget sih! Mikan, kau sendiri yang setuju dan tersenyum senang! Tsubasa, Mikan itu adikmu! Kau benar-benar sister-complex! Yukihara, Mikan itu anakmu! Kau ini psikopat apa? Mentang-mentang anakmu manis, hah?" bentak Yuka seram.
"Ma-Maaf, Ma'am…" ujar ketiganya pelan.
Dan akhirnya Mikan dan Natsume dibiarkan berdua di taman. Merka berjalan-jalan keliling taman tanpa bicara satu sama lain. "Ne, Natsume." ujar Mikan. "Waktu itu, kenapa kau menangis?"
Natsume semula hanya menatap Mikan, menghela napas dan menggandeng tangan Mikan untuk pergi dari situ. "Na-Natsume? Kita mau ke mana?" seru Mikan.
Mereka akhirnya sampai di hutan terlarang. "Natsume, ini 'kan hutan terlarang? Kita gak boleh masuk ke sini!" rengek Mikan yang tidak dipedulikan oleh Natsume.
Mereka berhenti di sebuah danau besar yang diselimuti dengan kunang-kunang dan disinari oleh cahaya bulan. "Duduk," perintah Natsume sambil menepuk daerah tanah di sebelahnya. Mikan menuruti kemauan Natsume. "Aku" kata Natsume pelan "Aku menangis karena ibuku meninggal sebulan yang lalu."
"Ibuku meninggal karena kecelakaan. Memang sudah lama tapi tetap saja aku masih bersedih." aku Natsume. Dia menengok ke arah Mikan dan mendapati Mikan sedang menangis. "Ke-Kenapa kau menangis?" tanya Natsume bingung.
"Ha-Habis Natsume…i-ingin me-menangis' ujar Mikan tersendat-sendat. Bola mata Natsume membesar dan dia berpikir, Ah..
Natsume menarik tangan Mikan dan memeluknya. Ini air mataku, ya…
Natsume semakin memeluk Mikan dengan erat.
Setelah sekian lama, Mikan akhirnya berhenti menangis. Mikan mengambil tangan Natsume dan menautka jari kelingking mereka berdua. "Mulai sekarang aku akan selalu berada di sisimu supaya kau tidak sendirian lagi!" ujar Mikan senang. "Benarkah?" tanya Natsume.
"Aku berjanji, Natsume."
Natsume berdiri dan mengulurkan tangannya. Mikan tidak bergeming. "Ada apa, Mikan? Ayo kita kembali." kata Natsume. Mikan tersenyum dan mengulurkan tangannya. Mereka bergandengan tangan.
Kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, Mikan tersandung dan terjatuh menimpa Natsume. Dan saat keduanya membuka matanya, bibir mereka bersentuhan.
"Cepat berdiri, polkadot" ujar Natsume kesal di bibir Mikan. Mikan spontan berdiri. "I-Itu ciuman pertamaku, tau!" seru Mikan kesal sambil memerah. "Cis, salahmu sendiri, Ichigo-kara" kata Natsume kesal. Ah, Mikan. Asal kau tahu saja, itu juga ciuman pertama Natsume dan Natsume sempat mukanya memerah.
Fr3Ya-cHaN : Selesai!
Michael : Selesai? Bagian Hotaru dan Rukanya mana?
Fr3Ya-cHaN : Ah, iya! Aku lupa + males! Pokoknya Mikan tuh ketemu sama Hotaru itu kayak yang pertama kali mereka ngomong di aslinya. Baca aja Gakuen Alice volume 1. Kalo Ruka, dikenalkan Hotaru.
Anthony : Gak lucu banget, sih
Fr3Ya-cHaN : Gak peduli!
