"Beautiful lie"
by: lavenderviolletta
Naruto by : Masashi Kishimoto
[Hinata H. x Sasuke U. ]
Romance/hurt/comfort
3 bulan berlalu setelah kepergian Sasuke, selama 3 bulan itu pun Sasuke tidak pernah menghubungi Hinata, begitupun dengan Hinata yang tak pernah menghubungi Sasuke. Mereka seakan saling melupakan satu sama lain, selain itu kepergian Sasuke membuat Hinata dan Itachi menjadi semakin dekat, setelah menyelesaikan kuliahnya Hinata kini bekerja di perusahaan Hiashi ayahnya sebagai Direktur utama perusahaan Hyuuga, Hiashi mempercayakannya pada Hinata karena ia yakin bahwa putri sulungnya ini dapat membantunya untuk meneruskan perusahaan yang telah lama berada di bawah kepemimpinannya, Hinata juga tidak sendiri, ia di temani Neji sepupunya sebagai wakil Direktur perusahaan Hyuuga, selain itu Itachi juga selalu membantu Hinata di dalam urusan bisnisnya, tak heran jika mereka selalu bersama karena Itachi selalu ikut dimana Hinata sedang meeting ataupun beradu tender bersama perusahaan lain.
.
"sudah waktunya makan siang hime". Itachi yang tiba-tiba datang di ruangan kerja Hinata membuat Hinata menatapnya sekilas dan dengan cepat pandangannya kembali pada layar laptop yang berada di mejanya.
"kau duluan saja Ita-kun, masih ada beberapa berkas yang belum aku baca dan aku tanda tangani".
"hm.. cukup , kau bukan robot yang terus selalu di sibukan dengan urusan pekerjaan seperti ini". Kata Itachi sambil menutup laptop yang masih di pakai Hinata.
"eh, tapi ini belum selesai Ita-kun, laporannya akan di bawa meeting bersama perusahaan Yamanaka sore ini, jika aku tidak menyelesaikannya sek.."
"aku bersamamu, kau lupa hm?". Kata Itachi sambil menggenggam tangan Hinata mencoba untuk membuatnya tenang.
"tapi Ita-kun bagaimana aku bisa mandiri jika kau terus-terusan membantuku".
"hm? Bagaimana bisa juga aku membiarkanmu dalam kesulitan, dan lagi aku telah berjanji pada diriku sendiri dan juga pada Sasuke untuk terus menjaga dan melindungimu".
"Arigatou Itachi-kun, hmm.. Sasukee.."
"kau merindukannya? Kau sama hal nya denganku, aku juga sangat merindukannya, kabarnya Hotel Uchiha di Kanada kini berkembang pesat di bawah kepemimpinan Sasuke".
"ah? Benarkah? Syukurlah kalau begitu".
"hm, tapi yang aku sesalkan kenapa dia tidak kembali ke Jepang, dan sepertinya dia sangat menikmati kehidupannya sekarang".
"hm.. begitu yah.."
"hm,, tapi ku pastikan dia akan hadir di pesta pertunangan kita".
.
.
.
.
.
.
Sasuke POV:
3 bulan sudah aku tidak melihatnya, tidak mendengar suaranya dan tidak mendengar kabarnya, bagaimana kehidupannya sekarang? Apakah dia telah bahagia bersama Itachi? Atau apakah dia mengalami siksaan batin yang aku rasakan selama ini? Merindukanya, memimpikannya? Tch.. berhenti Sasuke, berhenti untuk terus mengharapkannya.
End of Sasuke POV:
.
"Sasukeeeee-kun".
"bisakah kau mengetuk pintu dulu sebelum masuk Karin?".
"hmm.. memangnya kenapa? Bukankah kau juga selalu masuk ke apartement ku tanpa mengetuk pintunya?". Balas Karin sambil melingkarkan tangannya pada leher Sasuke.
"tch, di sini kantor, kau harus menjaga sikapmu, apa pantas seorang sekertaris masuk ke ruangan Direktur tanpa mengetuk pintu dan bersikap seperti ini". Kata Sasuke sambil melepaskan tangan Karin yang melingkari lehernya.
"okeyy.. Uchiha-sama". Balas Karin sambil mengerucutkan bibirnya, kesal.
.
.
.
.
"Ita-kun?".
"Hn?".
"aku ingin bertemu dengan Sasuke".
"kau benar, aku juga ingin bertemu dengannya".
"aku me-merindukannya".
"hm? Kau sangat ingin bertemu dengannya?".
"walau bagaimana pun dia juga temanku kan Ita-kun?".
"setelah urusan meeting mu bersama perusahaan Yamanaka selesai, kita berangkat kesana".
Kata Itachi sambil memberikan dua tiket pesawat menuju Kanadanya pada Hinata.
"Arigatou Ita-kun". Hinata memeluk Itachi erat begitu dia melihat tiket pesawat yang di perlihatkan Itachi.
Itachi membalas pelukan Hinata dan membelai rambut Hinata lembut. "aku juga merindukannya Hime, kau tenang saja kita akan segera bertemu dengannya".
.
.
.
.
.
Hinata POV:
Kami-sama, perasaan apakah ini, aku merasa sangat bahagia, sebentar lagi aku akan bertemu dengannya, bertemu dengan orang yang sangat aku rindukan, seperti apakah wajahnya sekarang?
End of Hinata POV
.
Seorang berambut perak dan berkacamata menyambut kedatangan Hinata dan Itachi di bandara, dengan perlahan Kabuto membungkukan setengah badannya menghormati kedatangan tuannya.
"selamat datang Itachi-sama, Hinata-sama".
"Hn,". Balas Itachi singkat.
Kabuto segera membukakab pintu mobil untuk Hinata dan Itachi, serta membawakan dua koper sedang yang di bawa Itachi dan Hinata ke dalam bagasi mobil, dengan cepat Kabuto melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan bandara.
.
.
.
"Saat ini Sasuke mungkin telah beristirahat di apartement nya dan mungkin kita bisa menemuinya besok pagi".
"hm, aku mengerti Ita-kun, aku sangat tidak sabar untuk menunggu besok pagi".
"sekarang tidurlah, kau pasti sangat lelah, kamarku disini, aku sengaja membuat kamar kita berdekatan ini untuk memudahkanku untuk menjagamu".
"Arigatou Ita-kun". Kata Hinata sambil memasuki kamarnya.
"Hinata"
"yah?"
"Ohyasuminasai".
"Ohyasumi Ita-kun".
.
.
.
.
Pagi hari berkabut tebal itu menyelimuti keadaan di Kanada pagi ini, Musim hujan membuat orang enggan untuk melakukan rutinitas pekerjaannya, sama halnya dengan Sasuke yang masih terbaring di tempat tidurnya.
"ting.. tong.. ting.. tong"
"tch. harus sepagi ini kah?".
"ting.. tong.. ting.. tong".
"damn!".
.
.
"Karin !". bentak Sasuke pada Itachi dan Hinata yang berdiri di depan pintu apartementnya.
"Karin? Who she is?". Tanya Itachi datar.
"Itachi? Hinata?". Kata Sasuke sambil menggosok-gosok kedua matanya.
"kau masih belum berubah eh? Baka outoto". Balas Itachi sambil mengacak-ngacak rambut Sasuke.
"tch. " dengan cepat Sasuke manangkis tangan Itachi yang berada di kepalanya.
"Hinata merindukanmu".
Semburat merah menjalar di kedua pipi mulus Hinata, wajahnya bak kepiting rebus sekarang karena menahan malu atas apa yang di katakan Itachi pada Sasuke.
"masuklah, ku buatkan coklat panas untuk kalian".
.
.
.
.
.
"Sasuke, aku bangga dengan apa yang telah kau kerjakan di sini, apa yang aku katakan benar kan Hime?".
"Hime?". Kata Sasuke bingung
"hm? Sasuke aku lupa memberitahumu, musim semi nanti aku akan bertungan dengan Hinata".
"benarkah?". Tanya Sasuke dengan pandangan yang terus tertuju pada coklat panas yang ada di tangannya tanpa melihat Itachi dan Hinata yang berada di hadapannya.
"sebenarnya aku ingin langsung menikahinya, tapi dia menolaknya". Kata Itachi sambil menoleh ke arah Hinata.
"hn, jadi maksud kedatangan kalian ke sini untuk memberitahu hal ini padaku?".
"salah satunya iya, tapi tujuan kita datang menemuimu ke sini karena kita sangat merindukanmu Sasuke".
"..."
Dddrtttt... ddrrttt... dddrrttt...
"ah, Obito?". Kata Itachi begitu melihat panggilan masuk di layar ponselnya.
"ada apa Ita-kun?".
"hm, sepertinya ada masalah yang cukup serius jika Obito sudah menghubungiku, Hinata aku tinggal sebentar kau berbincang-bincang lah dulu dengan Sasuke, kau bilang kau merindukannya kan?". Kata Itachi sambil mengelus pipi Hinata lembut. "aku segera kembali". Ujarnya dan pergi meninggalkan Hinata dan Sasuke.
.
Hening melanda diantara keduanya, Sasuke yang terus asik memainkan ponselnya tanpa menyapa ataupun melihat Hinata sedikitpun, Hinata yang merasa risih dengan keadaan seperti ini pun mulai membuka mulutnya untuk memecah keheningan.
"Bagaimana kabarmu Sa- Sasuke-kun?". Tanya nya dengan sedikit gugup.
"Hn, seperti yang kau lihat".
"bagaimana dengan pekerjaanmu?".
"Hotel Uchiha berkembang pesat di bawah Pimpinanku". ucapnya penuh bangga.
"Yukatta". balas Hinata sambil menundukan wajahnya.
"Sudah sejauh ini kah?". tanya Sasuke sambil menatap Hinata.
"eh?".
"Hubunganmu dengan Itachi?".
"..."
"tch.. kenapa tidak langsung menikah saja?".
"aku tidak akan menikah".
"hm?".
"aku akan menikah jika kau juga menikah".
"..."
"sepertinya kau tidak suka dengan ke datanganku disini".
"kau hanya membuang waktumu disini".
"yah, kau benar aku membuang waktu banyak untuk orang yang sangat ingin aku temui, dan aku tidak menyesalinya, aku senang bisa melihatmu lagi Sasuke".
.
Sasuke terdiam sejenak ketika mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Hinata, mencoba untuk mencerna apa yang barusan di katakan wanita
berambut indigo yang kini tengah menatapnya dalam. perlahan Sasuke berjalan mendekati Hinata dan duduk di sampingnya, kedua onyx nya memandang
Hinata sendu, seolah memendam kesedihan dan kerinduan yang sangat mendalam.
"Hinata, masih adakah kesempatan untuku?".
"eh?".
"kesempatan untuk bisa memilikimu".
"kau naif Sasuke, bukankah dulu kau yang memintaku untuk bersama Itachi?"
"aku akan merebutmu kembali darinya"
"kau gila Sasuke !".
"kau yang membuat ku seperti ini".
.
.
.
tap.. tap.. tap..
suara langkah kaki Itachi terdengar mendekat menuju ruangan dimana Hinata dan Sasuke berada, dengan cepat Hinata berdiri mengambil jarak
menjauhi Sasuke, Sasuke yang melihat tingkah Hinata hanya bisa berdecik kesal.
"Ita-kun sepertinya Sasuke akan segera pergi ke kantor untuk mengurusi pekerjaannya".
"hm? Sasuke, bagaimana jika hari ini kau libur saja, maksudku bagaimana jika hari ini kita berlibur?".
"eh? kau bercanda Ita-kun? bagaimana mungkin Sasuke bisa berlibur bersama di tengah kesibukaanya seperti ini?".
"ide bagus !". timpal Sasuke.
"yosh.. baiklah, bagaimana dengan Rocky? sudal lama juga aku tidak meninjakan kaki ku untuk bermain ice skating disana". ujar Itachi memberi usul.
"menarik". balas Sasuke datar.
.
.
.
Salah satu magnet wisata Kanada adalah Rocky Mountains atau Pegunungan Rocky.
Puncak gletser yang runcing menjulang di antara hamparan lembah yang luas
Pegunungan dengan pemandangan yang fantastis ini membentang dari Kanada, melintasi Amerika Serikat, hingga berujung ke Meksiko.
Pada musim dingin, Puncaknya yang diselimuti putihnya salju dan tekstur pegunungan yang elok bak lukisan akan membuat siapa saja terpesona melihatnya.
Itachi menyatukan kedua alisnya ketika dia melihat wanita berambut merah yang selalu bergelayut manja di tangan Sasuke,
seolah tak menyukai keagresifannya.
"dia Karin, sekertarisku". kata Sasuke datar begitu melihat wajah tanpa ekspresi Itachi yang seolah menuntut jawaban.
"Hn". balasnya datar.
"ku rasa kau salah memilih wanita baka outoto, ayo Hime". ujarnya begitu melewati Sasuke dan karin sambil menggandeng tangan Hinata.
"huh. apa maksudnya Sasuke-kun? kakak mu itu tampan tapi sangat menyebalkan, sayang sekali".
Sasuke hanya menatap Karin sekilas dan kemudian berjalan meninggalkan Karin sendiri di belakangnya.
"tunggu aku Sasukeeee-kun". teriaknya sambil berlari menyusul Sasuke di belakangnya.
.
.
.
.
"hosh.. hoshh.. hoshh.." bisakah kau berjalan lebih pelan Sasuke". gerutu Karin kesal karena merasa di cuekan Sasuke.
Sasuke terus berjalan tanpa menghiraukan omelan Karin, tetapi langkahnya tiba-tiba berhenti ketika mata onyxnya melihat pemandangan
yang tak ingin di lihatnya, melihat kemesraan Hinata dan Itachi terlihat jelas di kedua pupil onyxnya saat ini, Karin yang melihat Sasuke berhenti pun
ikut menghentikan langkahnya, matanya mengikuti arah kemana onyx Sasuke melihat, dengan cepat Karin pun melihat Hinata yang di gendong oleh Itachi karena kesusahan berjalan di atas tumpukan salju.
"waahh.. mesra sekali, kau juga harusnya seperti itu padaku". ujar Karin.
seolah tak menghiraukan perkataan Karin Sasuke hanya terus menatap kedua insan yang kini tengah bercanda ria di hadapannya, kedua tangan Sasuke mengepal erat seolah memendam kebencian yang mendalam.
"Sasuke-kun ajari aku bermain sky seperti Itachi-kun pada Hinata". Lagi-lagi Karin mengeluarkan kata-kata manjanya pada Sasuke.
.
.
.
"ayo Hinata sedikit lagi".
"ini sulit Ita-kun aku menyerah".
"hm.. ayolah Hime sedikit lagi kau pasti bisa".
Hinata kembali mencoba untuk bermain ice skating nya kembali, sedikit demi sedikit ia mulai terbiasa menggunakan Sepatu es dengan pisau yang melekat pada bagian bawah.
"aku bisa Ita-kun".
"bagus.. sekarang kau bisa mengejarku?". Kata Itachi sambil meluncur diatas salju meninggalkan Hinata yang masih kesulitan untuk meluncur seperti yang di lakukannya.
"tunggu Ita-kun, kyyaaaaaaaaaa…" teriaknya terpeleset, namun tubuhnya berhenti melawan grafitasi bumi sehingga tidak menyentuh tanah berlapis es itu. Mata lavendernya perlahan terbuka, "Sa-sasuke". Ujarnya begitu melihat Sasuke yang kini telah menahan tubuhnya hingga tidak terjatuh. "kau ceroboh". Balas Sasuke sambil melepaskan pelukannya pada Hinata. Sedikit bayangan melintas di benak Hinata, dia teringat ketika pertama kali bertemu Sasuke di klub malam, ketika dia terjatuh akibat pukulannya tidak mengenai Sasuke, Sasuke menahan tubuhnya dengan memeluknya Sambil berkata seperti yang barusan di katakannya.
"arigatou Sasuke".
"hn".
"kau baik-baik saja Hime?".
"Hai, Ita-kun, sepertinya kakiku sedikit terkilir".
"naiklah, kita kembali ke penginapan saja,".
Untuk yang kedua kalinya Sasuke melihat Hinata di gendong Itachi, tangan Hinata yang melingkar pada leher Itachi membuatnya semakin merasakan sakit atas apa yang di lihatnya. Perlahan Hinata dan Itachi pun pergi meninggalkan Sasuke yang masih berdiri mematung di belakangnya.
.
.
.
"Sasuke". Gumam Hinata di dalam hatinya.
.
.
.
.
.
Jarak antara Hotel Uchiha dengan pegunungan rocky yang cukup jauh membuat mereka harus menyewa penginapan di salah satu villa yang berada di sana, kamar Hinata dan karin bersebelahan berada di lantai dua, sedangkan kamar Sasuke dan Itachi berada di lantai bawah.
"cklek.."
"eh? Sasu?". Sasuke dengan cepat menutup mulut Hinata ketika Hinata akan berteriak menyebut namanya. Dengan cepat Sasuke mengunci kembali pintu yang tadi di bukanya.
"apa yang kau lakukan Sasuke". Tanya Hinata begitu melihat Sasuke yang tiba-tiba berjalan mendekat ke arahnya, mengunci pergerakan Hinata dengan menyudutkan Hinata hingga punggungnya beradu dengan dinding yang ada di belakangnya, tagan Sasuke berada di samping kiri dan kanan Hinata, pandangan onyx yang tajam menatap manik lavender yang kini tengah menatapnya takut, menuntut sebuah jawaban.
"I could not take it anymore"
"apa maksudmu? Ku minta kau keluar sekarang Sasuke, bagaimana jika Ita-kun".
"if only he that is in your mind now? What about me? I love you Hinata when you understand me?"
"you're late, do not you also have had Karin now? Forget me Sasuke".
"tch. Bagaimana jika aku tidak bisa?".
"kau harus bisa melakukannya Sasuke, lupakan aku dan mulailah kehidupanmu yang baru".
"say if you do not love me anymore"
"…"
"aku tau kau masih menyimpan perasaan seperti yang aku rasakan".
"I still love you so much, but for our good I'm going to kill this feeling"
"you lied to your self Hinata".
"lie for the good, it is a beautiful lie"
.
Sasuke terdiam, perlahan dirinya menjauhi Hinata memberi jarak diantara keduanya, perlahan dia berbalik melihat sosok dirinya yang kini berada di dalam cermin dengan Hinata yang berada di belakang nya, tangannya mengepal kuat "Praaaaaaaaaaaaaaannnggg !" "Sasukeee…" teriak Hinata.
Darah segar kini bercucuran di tangan kanan Sasuke akibat pukulan yang di lakukannya pada cermin yang berada di hadpannya, tetesan darah mulai membasahi lantai, Hinata dengan cepat menghampiri Sasuke, memegang tangan Sasuke yang terluka.
"kau bodoh !" ujarnya, Hinata mengambil tisu yang berada tak jauh di belakangnya dan dengan cepat ia pun membersihkan darah kental yang keluar dari tangan Sasuke.
"apa yang kau lakukan Sasuke?". Tanya Hinata sambil membalut tangan Sasuke dengan perban karena darah nya yang tak mau berhenti keluar.
"gomen Sasuke". Hinata kembali berkata di sela-sela tangisannya, Sasuke hanya menatap Hinata dengan pandangan kosong.
.
"tok.. tok.. tok.. Hinataaa? Ada apaa? Kau baik-baik saja kan?". Teriak Itachi sambil berkali-kali mengetuk pintu kamar Hinata.
"Ita-kun".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gomenasai Mina-san update nya lama.. ternyata disini belum terjadi konflik antara Sasuke dan Itachi hehehee… prediksi salah,, terimakasih untuk semuanya arigatougozaimas .. see you next chap..
