Setelah Donghae melihat keadaan Hyukjae dia segera pulang kerumahnya dia tidak berniat sama sekali untuk kembali kesekolah padahal acara exkul belum selesai, saat ini yang Donghae hanya waktu untuk sendirian dan memikirkan semuanya secara baik.

Donghae berbaring dikasurnya memandang langit-langit kamarnya, dan memejamkan wajahnya dan pemuda tampan ini tertidur.

"Donghae...". Panggil pemuda yang lebih tua beberapa tahun darinya, Donghae menatap Donghwa Hyungnya dengan pandangan sendu.

"Kau mengecewakan Hyung, kau menyakitinya Hae". Donghae menatap Hyungnya dengan pandangan sendu bahkan matanya sudah dilapisi cairan bening, Donghae hanya bisa menggumamkan kata maaf berkali-kali.

"Jangan menyakitnya! Jaga dia baik-baik, dia sangat mencintaimu dan kau sepertinyanya mencintainya".

Donghae terbangun dari tidurnya mimpinya bener-benernya seperti nyata, Donghae mengusap wajahnya berkali-kali.

"Bodohnya aku, memang seharusnya aku tak boleh menyakitnya". Donghae tertawa pelan

"Bahkan Donghwa Hyung menegurku secara tidak langsung". Donghae kembali memejamkan matanya kembali untuk terlelap.

~~~ALUMNI MESUM~~~

Hyukjae hanya berbaring lemah dikasurnya seluruh badannya ditutupi oleh selimut, pemuda manis ini sedang sakit tetapi dia menolak makanan yang harusnya masuk kedalam tubuhnya semenjak kepulangan Donghae dari rumahnya.

"Aku harus melupakannya".

"Tapi... aku sangat mencintainya bodoh". Ujarnya pelan Hyukjae terdiam dan akhirnya dia tertidur karena kecapean.

Matahari menyinari Seoul suara burung pun terdengar, sinar matahari menganggu tidur seorang namja manis.

"Hyukie~ bangun! Makan dan minum obat! Umma tidak mau mendengar penolakan lagi cepat jangan manja!". Wanita tua yang membangunkannya akhirnya keluar dari kamarnya, dan karena Hyukjae juga laper dia terpaksa keluar kamarnya dengan bantuan kursi roda.

"Akhirnya sudah mau makan lagi? Ck dasar! Cepat habiskan makananmu!". Hyukjae hanya melihat ummanya sambil memutarkan matanya malas.

"Hyukie, umma seminggu akan pergi nenekmu sakit dan kau tidak mungkin ikutkan jadi umma sudah menyuruh junsu untuk merawatmu selama umma pergi". Hyukjae hanya menghela napas pelan

"Baiklah aku juga kangen pada junsu, kapan umma pergi?"

"Nanti siang sayang! Kau berhati-hati dirumah kalau junsu belum datang nanti".

~~~ALUMNI MESUM~~~

Donghae terganggu tidurnya saat ada seseorang yang memeluknya erat dan mengecup pipinya pelan.

"Hm.. Kibum? Untuk apa kemari pagi-pagi?". Kibum terlihat kesal atas pertanyaan Donghae

"Hyung tidak kangen denganku?". Donghae hanya tersenyum kecil dan mengacak rambut Kibum pelan.

"Tunggu Hyung dimeja makan, kita sarapan bareng hyung ingin mandi dulu". Kibum hanya terkekeh dan keluar dari kamar Donghae.

Akhirnya Donghae sudah selesai dengan tugas mandinya dan keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama Kibum, bahkan saat sudah sampai ruang makan dimeja makan sudah tersedia banyak makanan yang sepertinya buatan Kibum.

"Rajinya masak segini banyak". Celetuk Donghae pelan, dan hanya ditanggapi tertawa dari Kibum

"Ayo Hyung kita makan!". Suasana makan sangat sunyi Donghae hanya diam dan Kibum juga hanya diam.

"Kibum ada yang ingin bicarakan padamu". Ujar Donghae santai saat dia sudah menghabiskan semua sarapannya.

"Kau tau aku berpacaran denganmu karena permintaan Hyungku, aku selalu mencoba mencintaimu kukira itu sudah berhasil selama ini, tapi kehadiran seseorang yang membuatku sadar bahwa aku tak pernah mencintaimu, aku hanya sayang sebatas seorang Hyung terhadap Dongsaengnya". Ada jeda sedikit dikalimatnya Donghae.

"Aku sadar saat bertemu dengannya, aku sudah tertarik dengannya saat aku mencoba mendekatinya dengan cara yang salah mungkin saat itu aku sadar bahwa aku mencintainya".

"Hyung kau tidak ingat janjimu pada Donghwa Hyung!".

"Dia menyuruhku untuk menjagamu bukan menggantikan posisi hatinya, lagi pula Hyungku terlalu bodoh bisa mencintai pemuda seperti kau". Donghae tertawa pelan

"Kurasa hubungan kita cukup sampai disini Kim Kibum! Dan ingat jangan pernah mencoba kembali mencelakainya!". Ujar Donghae tegas sambil menatap mata Kibum tajam.

~~~ALUMNI MESUM~~~

Hari sudah sore dan sekarang Hyukjae sedang disupermarket berdua dengan Junsu, padahal Junsu sudah menolak saat Hyukjae memaksa ikut saat Junsu ingin keluar untuk membeli bahan makan tetapi karena Hyukjae merayu sepupunya ini dengan berbagai alasannya Junsu tidak tega menolaknya.

"Junsu jangan lupa membelikan susu strawberry dan ice cream buatku!". Junsuk memukul pelan kepala sepupunya.

"Orang sakit mana boleh makan ice cream!". Hyukjae mempoutkan bibirnya kesal

"Hey yang sakit hanya kakiku kalau kau lupa, bukan organ dalam tubuhku bodoh!". Junsu hanya tertawa, dan Hyukjae mengatainya bodoh.

"Lee Hyukjae?". Panggil seseorang saat melihat Hyukjae sedang asik becanda dengan Junsu, Hyukjae melebarkan matanya sekilas dan kembali menormalkan keadaannya.

"Ah Sunbae, sedang apa disini?". Tanya Hyukjae ramah sambil tersenyum paksa

"Hanya membeli sesuatu, kau dengan siapa?". Tanya Donghae saat melihat Junsu ada disebelahnya, Hyukjae tersenyum samar.

"Junsu sayang, kenalkan ini sunbae ku disekolah namanya Donghae". Donghae hanya melihat seakan tak percaya apa yang telah dilahatnya.

"Sunbae aku duluan, sepertinya kekasihku sudah ingin pulang! Ayo sayang!". Junsu hanya menurut apa yang dikatakan Hyukjae dia tidak mengerti situasi ini jadi lebih baik ikuti saja apa kata sepupunya.

"Hyukie bodoh! Pemuda tampan itu siapamu? Kekasihmu? Kau berantam dengannya?".

"Bukan bodoh! Sudah jangan dibahas!". Hyukjae memukul pelan bahu Junsu.

Saat sampai dirumah Hyukjae kembali terlihat murung setiap bertemu Donghae keadaannya selalu begini bahkan tadi dia mogok makan dan akhirnya Junsu memaksanya makan bahkan tega mengancamnya akan menginjak kakinya kalo dia menolak untuk makan bener-bener sepupu kurang ajar.

"Hyukie~ besok sore jam 4 sampai malam mungkin jam 12 malam aku akan keluar, aku ada janji dengan kekasihku". Hyukjae memutarkan matanya malas.

"Kau tega membiarkan aku sendirian dirumah? Malah berkencan dengan kekasihmu!".

"Kau tak kasihan pada sepupumu? Aku dan kekasihku jarang bertemu karena rumahku yang ada didesa ayolah kumohon~". Hyukjae hanya menghela napas pelan.

"Baiklah sudah hilangkan wajah memuakanmu itu didepanku!".

~~~ALUMNI MESUM~~~

Donghae hanya terdiam sambil terduduk disofa, entah apa yang sedang dipikirkan pemuda tampan ini.

"Apa benar orang yang bersama Hyukjae itu pacarnya, tapi sepertinya aku pernah melihat pemuda itu tapi dimana yah". Donghae memejamkan matanya sejenak untuk mengingat sesuatu.

"Ah Yoochun! Iya pemuda itu kekasih Yoochun ck aku pernah bertemu dengannya waktu mereka sedang berkencan". Donghae tertawa lega

"Jadi Lee Hyukjae sedang ingin bermain hm~".

Donghae teringat kalau Yoochun pernah bercerita kalau dia dan pacarnya jarang bertemu, Donghae segera menelepon Yoochun yang merupakan teman kuliahnya.

"Hey yo Jidat"

"Ck tumben ikan satu ini meneleponku, ada apa?". Donghae hanya tertawa rupanya temennya sudah tau Donghae ingin menanyakan sesuatu kalau meneleponnya.

"Pacarmu Junsu sedang ada di seoul kan?"

"Tau darimana kau? Iya dia sedang menginap dirumah sepupunya yang sedang sakit kalau tidak salah namanya Hyuk apalah aku lupa".

"Lee Hyukjae! Dia calon pacarku, kapan kau akan berkencan dengan pacarmu?".

"Oh Shit man! Kau dan Kibum sudah berakhir? Jam 4 sore mungkin pulang jam 12 malem". Donghae hanya tertawa dan memutuskan sambungan teleponnya sepihak.

~~~ALUMNI MESUM~~~

"Kau sudah mau pergi ? tolong bawa aku kebawah saja aku ingin menonton tv diruang tamu". Junsu hanya mengangguk menjawab pertanyaan Hyukjae, dan akhirnya Junsu membantu Hyukjae untuk turun kebawah karena kamar Hyukjae ada dilantai dua.

"Kau kalau ingin makan sudah aku siapkan, jangan memporak porandakan rumahmu saat aku pergi Hyukkie!".

"Hahaha! Sudah sana pergi, jangan lupa pulang bawa sesuatu untukku, atau kuadukan ke umma kau bukannya menjaga sepupumu malah berkencan dengan kekasihmu!". Junsu memukul kepala Hyukjae keras, dan langsung pergi keluar rumah begitu saja.

Hyukjae sedang asik menonton acara komedi yang ada dilayar televisi yang sedang dia nikmati, bahkan pemuda manis ini tertawa terbahak-bahak dan hampir menangis, tiba-tiba suara bel rumah Hyukjae berbunyi beberapa kali.

"Heh siapa yang bertamu, apa Junsu sudah pulang? Tapi mana mungkin Junsu menekan bel, mungkin teman umma atau appa". Hyukjae mendorong pelan kursi roda yang dia pake menuju pintu rumahnya, dan dia membukakan pintu tersebut.

"Selamat ... Lee Donghae". Desis Hyukjae pelan, dan pemuda manis ini langsung mendorong pintunya agar tertutup "Tunggu Hyuk!". Cegah Donghae saat Hyukjae mulai menutup pintunya bahkan Donghae menahan pintu tersebut dengan bahu kanannya.

"Pergi!". Hyukjae mendorong kuat pintu rumahnya "Akkh! Sakit Hyukie". Desis Donghae pelan karena bahunya dipakai untuk menahan agar pintu tersebut tidak tertutup, dan karena mendengar teriak kesakitan Donghae pemuda manis ini langsung membuka pintu untuk melihat keadaan Donghae.

"Kau tidak apa-apa?". Bahkan nada suaranya sangat datar

"Bahu-ku sangat sakit Hyuk, sepertinya luka parah rasanya seperti patah tulang dibahuku!". Donghae sedikit mengarang keadaan bahunya, memang bahunya sakit seperti ngilu mungkin hanya lebam.

"Masuklah aku akan menggobati lukamu, lalu kau segera pulang sunbae". Donghae tersenyum samar atau lebih tetepnya ber smirk, dan akhirnya Donghae sudah duduk disofa ruang tamu rumah Hyukjae.

"Tunggu sebentar aku akan mengambil obat untuk dioleskan ke-bahumu". Hyukjae dengan bantuan kursirodanya pergi untuk mengambil obat yang akan digunakan untuk luka Donghae, dan akhirnya Hyukjae kembali kedepan Donghae dengan membawa kotak p3k.

"Kau! Apa yang kau lakukan". Pekik Hyukjae kencang pada awalnya tetapi pelan pada akhir ucapannya dan namja manis ini segera menundukan wajahnya yang memerah, pekikan dan semburat merah dikedua pipinya karena melihat Donghae yang tiba-tiba membuka bajunya.

"Hei, kau aneh bahuku yang sakit bagaimana cara mengobatinya kalau aku masih memakai atasan Hyuk". Hyukjae hanya menatapnya serba salah karena malu bahkan berteriak karena hal sepele.

~~~ALUMNI MESUM~~~

Hyukjae mendudukan dirinya disebelah Donghae, dan tangan Hyukjae mulai mengoleskan luka lebam dibahu Donghae oleh obat yang dia bawa.

"Sshh pelan sedikit Hyuk". Karena Hyukjae kesel melihat Donghae dia malah menekan kuat luka dibahu Donghae, dan tiba-tiba tangan Donghae mencengkram kuat bahu Hyukjae.

"Kau tau rasanya sangat sakit!". Hyukjae mencoba melepaskan tangan Donghae yang ada dibahunya tetapi tidak terlepas karena cengkramannya terlalu kuat. "Sunbae! Ini sakit lepaskan tolong". Bukannya melepaskan Donghae malah mendekatkan wajahnya ke wajah Hyukjae.

"Kau mau apa?". Donghae hanya terkekeh pelan dan memuji namja dihadapannya dengan sebutan manis, dan bibir Donghae tiba-tiba menempel dibibir Hyukjae hanya menempel Donghae menutup matanya untuk menikmati sensasi ini, sementara Hyukjae melebarkan matanya tetapi tidak melakukan perlawanan apapun.

Bibir Donghae mulai melumat pelan bibir mungil tapi berisi milik Hyukjae sangat pelan, tampan ini melumat bibir bawah dan atas Hyukjae dengan pelan dan sangat hati-hati. Kesadaran Hyukjae mulai kembali saat Donghae mulai menghisap rakus bibirnya bahkan mengigit kecil bibir Hyukjae.

"Leppashh". Hyukjae mendorong kuat bahu Donghae, tetapi tangan Donghae lebih cepat dengan menahan kuat tengkuk Hyukjae. "Akhh!". Hyukjae akhirnya membuka mulutnya saat Donghae menggigit kuat bibir bawahnya karena tidak mendapat aksen untuk menikmati lebih dalam sensasi mulut Hyukjae.

Hyukjae menggerakan kepalanya kekanan dan kiri berharap ciuman mereka terlepas, tetapi itu tidak berhasil Donghae mulai membelai lidah Hyukjae bahkan seluruh isi mulut Hyukjae dia nikmati isap, lumat, gigit walaupun lawan mainnya tidak merespon. Donghae melepaskan tautan keduanya karena pemuda tampan ini merasakan tepukan halus didadanya.

Hyukjae langsung menundukan wajahnya saat ciuman tadi terlepas, bahkan bahunya terlihat bergetar. "Mianhae.. mianhae". Donghae memeluk Hyukjae erat dan berulang kali membisikan kata maaf untuknya "Tolong Hyung kau pergi dari sini, aku memohon padamu". Hyukjae berujar sangat lirih hatinya terasa sakit saat ini, tetapi Donghae malah memeluknya lebih erat saat mendengarnya.

"Hyungg jangann". Donghae mulai mengecup leher Hyukjae pelan, lama kelamaan kecupan tersebut menjadi gigitan kecil pada leher Hyukjae "Nghh Hyung stopp!". Donghae tetep menggigit, menghisap pelan leher Hyukjae tidak perduli dengan kata-kata yang didengarnya.

Donghae menggigit pelan dan menghisap pelan adam apple milik Hyukjae "Donghaee cukuphh" tangan pemuda tampan ini makin berani, tangannya mulai meraba-raba seluruh bagian depan tubuh Hyukjae sampai akhirnya tangan Donghae menemukan nipple Hyukjae.

"Haee jangann, hmm eungg". Hyukjae melengguh pelan saat tangan Donghae mengelus pelan nipple Hyukjae bahkan tangannya sudah mulai menarik-narik pelan nipple tersebut. "Teruss Hyung". Desahan terdengar lagi saat tangan Donghae menarik dan memilin nipple Hyukjae, bibir Donghae juga semakin gencar menghisap kuat kulit leher Hyukjae.

Sekitar leher dan bahu Hyukjae sudah dipenuhi oleh kissmark milik Donghae, tangan Donghae tiba-tiba menaikan baju yang Hyukjae sebatas leher, mulutnya mulai mengecupi pelan nipple Hyukjae giginya mengigit gemas nipple Hyukjae. "Haee! Berhentii ini sudah terlalu jauh shh". Mulutnya memang berkata berhenti, tetapi tangan Hyukjae malah menekan pelan kepala Hyukjae agar melakukan tindakan lebih.

Donghae mulai menjilat pelan nipple Hyukjae, dan melahap nipple pink kecoklatan itu menghisap, emut, dan mengigit nipple Hyukjae dengan giginya. "Haee nghh teruss". Tangan Hyukjae bahkan ikut serta dengan memelintir nipplenya sendiri.

"Aku mencintaimu Hyukjae". Donghae menatap tepat dimata Hyukjae, tetapi Hyukjae hanya diam tidak menjawab ucapan Donghae, tangan Donghae mulai meremas pelan penis Hyukjae yang masih terbungkus oleh celananya. "Penis mu menengang Hyuk". Donghae melepaskan baju yang dia pakai dan baju yang Hyukjae kenakan

"Jangan Hae hyung". Hyukjae menahan gerakan tangan Donghae dengan tangannya, tetapi Donghae menahan tangan Hyukjae dan menyingkirkannya agar tidak mengganggu kegiatannya, tangan Donghae sudah berhasih membuka celana panjang yang dikenakan Hyukjae. "Apa kakimu tidak apa-apa?". Hyukjae hanya menggeleng dan menggigit bibirnya kuat saat Donghae mencium pelan paha bagian dalamnya, dan ciuman dipaha bagian dalam itu menjadi jilatan kecil, bahkan Donghae mulai menggigiti paha dalam Hyukjae dengan sangat napsu.

"Hae~ ahh". Hyukjae mendesah tertahan saat tangan Donghae meremas penisnya dari luar celana dalam pemuda itu, Hyukjae mendesah lebih saat Donghae menciumi dan menjilati pelan penis Hyukjae dari luar celana dalam. "Boleh aku buka ?". Hyukjae yang sudah diambang kesadarannya hanya mengangguk pasrah saat Donghae bertanya seperti itu.

Akhirnya tubuh Hyukjae benar-benar telanjang tanpa penghalang apapun, Donghae memegang penis Hyukjae "Penis-mu lumayan besar juga ck". Donghae terkekeh pelan, dan hal itu malah membuat Hyukjae bersemu merah karena malu, Donghae mulai menjilati dan menggigit pelan penis milik Hyukjae "Engghh haee gelii" penis Hyukjae mulai dimasukan kedalam mulutnya, Donghae mengoral penis Hyukjae sangat pelan.

"Hyungg lebih cepett kumohon" sshh ahhh desahan samar Hyukjae menghiasi sesi percintaan mereka, jari telunjuk Donghae mengelus pelan hole Hyukjae dan dengan tiba-tiba 2 jari Donghae menerobos paksa man hole Hyukjae tanpa persiapan apapun. "Hyung rasanya aneh, eungg aahh keluarkan". Bukannya mengeluarkan jarinya Donghae malah menggerakan jarinya secara kasar seperti membuat pola gunting "Sshh akhh Donghaee pelan-pelann rasanya anehh". Hyukjae memejamkan matanya erat.

Donghae yang sudah tidak bisa menahan rasa nafsunya langsung membuka kancing celananya, dan membuka celana panjang sekaligus celana dalam yang dia kenakan, penisnya sudah sangat tegang dan siap membobol hole Hyukjae, Donghae mendorong pelan tubuh Hyukjae agar berbaring disofa.

"Kau siap?". Tanya Donghae, sambil memijat penisnya pelan agar lebih meneggang dan keras dan Hyukjae hanya diam seperti memproses perkataan Donghae, tanpa menunggu jawaban dari lawannya Donghae langsung menggesek pelan penisnya ke man hole Hyukjae pelan, enghh Donghae menggeluh pelan.

Donghae mendorong pelan penisnya, "Akkhh enghh! Sakithh Hae keluarkan!". Bukannya mengeluarkan miliknya pemuda tampan ini malah meyentakan kasar penisnya ke hole Hyukjae, dengan sekali sentak dan dorongan kuat seluruh penis Donghae berhasil masuk kedalam hole Hyukjae.

"Eunghh shit! Kenapa hole mu sempit dan ketat sekali Hyukjae". Hyukjae hanya menangis pelan sambil menggigit bibirnya sendiri untuk menahan isakannya.

"Hey jangan menangis baby~". Donghae menciumi pelan bibir Hyukjae. "Jangan menangis? Ini sakit bodoh!". Donghae sempat heran kenapa Hyukjae masih bisa mengumpat saat seperti ini.

"Ini pasti akan nikmat, tahan sebentar". Donghae mulai menggerakan pinggangnya pelan, penisnya mulai bergerak keluar masuk dengan pelan, tidak ingin menyakiti Hyukjae karena gerakannya. "Nghh Donghaee~ perihh shh". Donghae sadar dia baru saja mengenai titik sensitif Hyukjae, dan dengan pelan penisnya mengenai prostat Hyukjae lagi.

"Akhhh~ disituu haee! Lebih cepat~". Donghae tersenyum, dan mulai menggerakan pinggangnya cepat, penisnya berulang kali mengenai prostat Hyukjae.

"Aku mau sampai~". Hyukjae akhirnya mengeluarkan cairan spermanya, dan Donghae masih semangat membobol hole Hyukjae, berulang kali mengenai prostat Hyukjae. "Akhhh! Aku juga ingin keluar~". Akhirnya Donghae mengeluarkan sperm nya didalam hole Hyukjae.

~~~ALUMNI MESUM~~~

Hyukjae mencoba duduk dari posisi sebelumnya yang tiduran, dan Donghae membantu Hyukjae untuk duduk, kemudian Donghae duduk disebelahnya.

"Kenapa memaksakan untuk duduk?". Hyukjae malah tertawa mendengar ucapan Donghae "Lebih baik mulai saat ini, kita tidak pernah saling kenal Sunbae". Donghae sempat bingung mendengar ucapan Hyukjae, tetapi sekarang Donghae hanya tersenyum.

"Kau tidak ingin memaksa-ku untuk putus dari Kibum hm?".

"Tidak! Pergilah sekarang kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan bukan". Kali ini Donghae bener-benar kaget atas ucapan Hyukjae.

"Jadi kau mengira aku hanya ingin tubuhmu saja begitu?". Suara Donghae terdengar tajam sepertinya dia mulai kesal dengan Hyukjae.

"Iya, sekarang kau sudah bisa merasakan tubuhku! Jadi pergi". Hyukjae bahkan menjawab pertanyaan Donghae dengan berterik, Donghae hanya menatap Hyukjae dengan pandangan dingin seperti menahan sesuatu.

"Aku mohon padamu Donghae, mulai saat ini jauhi aku! Jangan dekati aku lagi, berhenti menyakiti aku". Hyukjae berbica sangat pelan dan perlahan airmatanya mengalir, Donghae mengerti kenapa Hyukjae berbicara seperti itu.

"Hyukkie, apa kau mengerti arti aku mencintaimu?". Donghae memeluk Hyukjae erat, dan menghapus pelan airmata Hyukjae. "Aku serius padamu, aku serius pada perasaanku padamu Hyukjae". Sebuah kecupan mendarat dipipi Hyukjae.

"Bohong! Lalu bagaimana dengan Kibum?".

"Bodoh! Apa kau pikir aku berani melakukan ini padamu, kalau aku masih mempunyai hubungan dengan orang lain?".

"Berani, buktinya kau dulu waktu pertama kali bertemu denganku melakukan tindak pelecehan!".

"Itu hanya padamu Hyukjae~". Hyukjae yang kesal dengan jawaban Donghae memberikan pukulan keras dikepala pemuda tampan itu.

"Bodoh!".

"Saranghae Hyukjae~".

"Nado saranghae Lee Donghae sunbae~".

"Kau? Hyukjae akan kuadukan kepada umma kalau kau malah berbuat mesum dirumah saat aku tinggal pergi! Bereskan kekacauan ini bodoh! Dan kau Pemuda aneh cepat pergi dari sini".

"Junsu! Kau tidak bisa seenaknya mengusir Donghae!".

-THE END-

Maaf endnya aneh banget yah, dan juga maaf updatenya sangat lama haha maklum lagi kena efek males (?). ada yang masih nungguin update-an ff ahra yang lain gak? Kalau ada bakalan di selesaian semua, kalau ga ada dibiarinin aja :v

Jangan lupa yang udah baca tinggalin jejaknya yahhh