My Nerdy Yunie ( ChangKyu Side )

.

.

.

Disclaimer : mereka cuma milik Tuhan, Changmin milik Cho seorang. Hehehehehehe

Pairing : ChangKyu, Yunjae, Yoosu

YAOI, typos, membosankan, aneh, pasaran

Rating T, M-

.

.

.

.

.

Ceklek

" Eomma... Kami pulang!" Teriak Changmin

Yunho menarik koper miliknya kedalam rumah dan berjalan menuju ruang tamu. Karena terdengar suara dari arah sana.

" Eomma..." Panggil Yunho

Kibum dan Siwon menoleh dan menatap bingung kearah Yunho. Tiba - tiba Changmin datang dibelakangnya.

" Kami pulang" Ucap Changmin

" Minnie! Yun...ho?" Teriak Kibum

" Ne eomna, ini aku. Yunho" Ucap Hyung lalu tersenyum

" Kyyaaaaaaaa! Anak eomma tampan!" Sang eomma berteriak tidak jelas kemudian menghampiri Yunho dan memeluknya.

Changmin memandang kedua makhluk itu kemudian tersenyum.

Pluk

" Appa..." Changmin menoleh dan mendapati sang appa disampingnya

" Good job Min!"

" Hehehehe... Gomawo appa..."

" Kalian pasti lelah? Tidur saja eoh?!" Ucap Kibum menginterupsi

" Ne..." Jawab Changmin dan Yunho bersamaan.

Changmin memasuki kamarnya setelah berpamitan dengan orangtua dan hyungnya. Dia berbaring dan menatap langit kamarnya.

" Tinggal melihat reaksi Jae hyung dan besok aku akan menemui Kyu... Kyuu... Bogoshippo..." Lirihnya pelan dan kemudian menutup matanya.

.

.

.

.

.

~ Chapter 9 ~

.

.

.

.

~ Changmin POV ~

.

Hyung dan aku turun dari mobil saat mobil yang kami tumpangi berhenti di parkiran sekolah. Mulai hari ini hyung membawa mobil sendiri. Hyung terlihat menghela nafasnya. Mungkin menghilangkan rasa gugupnya.

" Gwaenchana hyung?" Tanyaku

" Hum" Hyung mengangguk

" Santai saja, seperti yang sudah kita pelajari"

" Ne Min, kajja"

Aku tersenyum dan mengangguk.

Aku dan hyung berjalan menuju komplek sekolah. Lihat yeoja yang mulai menoleh kearah kami.

Pasti...

" KYYAAAAAA~~~ TAMPPAANN! "

" Omo Changmin dengan siapa?"

" Kyaaaa... Nugu!"

" Minniieeeee opppaaa..."

Ck...

Efeknya sungguh besar. Lihat saja para yeoja dan uke itu tidak bisa mengalihkan pandangannya pada kami, atau lebih tepatnya pada hyungku?

Aku menoleh kearah hyung. Dia terlihat santai, sepertinya dia mulai terbiasa dengan pandangan kelaguman dan pujian dari orang sekitarnya.

Aku menoleh keatas, tepatnya ke kelas Jae hyung. Aku tersenyum tipis saat dia melihat kami dengan wajah merah menahan marah. Hahahahaha! Kau memang Jjang Changmin!

Aku dan hyung berpisah saat ditangga. Semoga saja dia bisa sampai ke kelas dengan selamat tanpa cacat! Aku berjalan menuju kelasku. Saat sampai didepan kelas, aku melihat bebek itu sedang mengajak Kyu bercanda. Terlihat Kyu tersenyum bahkan tertawa.

Hmmm..

Manis...

Dan aku mengakui bahwa aku merindukannya.

Aku melangkahkan kakiku menuju tempat dudukku.

" Eoh? Changmin ah! Kau darimana saja?" Sapa sang ketua kelas, Onew

" Hehehehe... Berlibur bersama hyungku"

Deg

Tatapanku dan Kyu bertemu namun dengan segera dia menolehkan wajahnya menuju Junsu. Ada apa eoh? Aku berbuat salah?

Aku melangkahkan kakiku dengan riang menuju bangkuku.

" Hey hey annyeong!" Sapaku dengan riang ditengah Kyu dan Junsu

" Hai Min... Kau terlihat er... terbakar?" Tanya Junsu

" Ne, aku berlibur dipantai..."

" Oh..."

Aku menolehkan kepalaku menuju Kyu yang tidak menjawab sapaanku.

" Kyuuuu~~~~" Aku mencoba memeluknya dari samping

" Lepas pabbo!"

" Aish! Tidak seru!"

Aku melepaskan pelukanku dan duduk disampingnya. Aku menatap Kyu, ada yang beda.

Tapi apa?

.

.

Jam istirahat aku mengajak Junsu dan Kyu menuju kelas hyungku. Junsu membelalakkan matanya kaget melihat hyung tapi Kyu hanya menatap hyung kemudian kembali fokus pada pspnya. Hyung masih saja dikerumuni oleh yeoja - yeoja tak jelas.

" Ya!" Seseorang berteriak, aku tahu itu siapa

Semua orang yang mengelilingi hyung menyingkir saat Jae hyung berjalan dengan wajah garangnya menuju hyung. Aku tersenyum. Pasti dia sangat senang.

PLETAK

" Appo!"

Kenapa dia menjitakku bukan berterima kasih padaku karena merubah hyung cupu menjadi hyung kingka eoh?

" Ya! Apa yang kau lakukan pada hyungmu! Kenapa dia begini!" Bentak Jae hyung

Memang ada yang salah dengan hyung? Hyungku tampak sangat tampan kok? Jae hyung menghadapkan dirinya pada hyung.

" Apa tiang listrik ini memaksamu? Apa yang dilakukannya sampai kau seperti ini?" Tanya Jae hyung, dia bertolak pinggang

" Kau tidak suka penampilanku?" Tanya hyung

" Bagaimana aku bisa suka kalau kau dikelilingi yeoja - yeoja aneh yang minta digaruk ini! Kajja ikut aku!" Ucap Jae hyung kemudian menarik hyung dengan paksa

Aku tersenyum, mungkin ini yang terbaik untukku. Melepaskan Jae hyung untuk berbahagia dengan hyungku.

" Kajja, kita ke kantin saja. Lapar" Ajakku lalu menarik lengan Kyu dan Junsu

SREETT

Aku menoleh. Barusan Kyu menepis tanganku.

" Aku bisa sendiri" Ucapnya lalu berjalan terlebih dahulu bersama bebek dan jidat hyung

Eh? Dia... Menghindariku?

Wae?

Di kantin tidak ada yang aku bicarakan dengan Kyu. Dia terlalu fokus pada pspnya. Sampai...

" Kyuniee~~~~"

Seorang namja manis memeluk leher Kyu dari belakang dan menggoyangkan tubuh Kyu.

Apa - apaan dia? Mau cari mati?

Kenapa memeluk Kyu seperti itu!

YA!

" Hmm? Waeyo Taeminnie ah?" Tanya Kyu tapi matanya tetap fokus pada psp

" Temani aku ne?"

" Kapan?"

" Nanti malam saja. Otte?"

" Ne, jam tujuh aku ke rumahmu"

" Nee~~"

Cup

Aku membulatkan mataku. Namja centil itu mencium pipi Kyu! Ku ulangi, Pipi Kyu!

Dia!

Mencium!

Kyu Ku!

Eh?

Kyu ku?

Trakk

" Changmin ah? Waeyo? Kenapa mematahkan sumpitmu?" Tanya namja bernama Taemin itu

Junsu, Yoochun hyung dan Kyu menoleh dan memandangku aneh.

" Eh? Ka-kayunya sangat rapuh" Ucapku

" Ohh... Ya sudah, aku tunggu dirumah ne Kyunie ah?" Ucap namja centil itu lagi

" Ne, Taeminnie ah..."

Taemin kemudian melepaskan pelukannya dan meninggalkan kami.

" Kau memiliki hubungan dengannya?" Tanyaku datar

Dadaku tiba - tiba memanas melihatnya. Aish! Kenapa juga Kyu tidak menolak ciumannya tadi?!

" Apa urusannya denganmu?" Tanyanya dengan nada tak kalah datarnya

Mwo? Kenapa dengannya? Kenapa tatapannya seperti itu padaku?

Tak lama hyung dan Jae hyung datang, mereka duduk bersebelahan namun tetap bergandengan tangan.

" Bagaimana Jae hyung kau makan kalau kau tidak melepaskan tanganmu darinya hyung?" Tanyaku

" Aku akan menyuapinya"

" Mwo?" Bukan hanya aku, namun Junsu, Kyu dan Yoochun hyung bahkan Jae hyung kaget mendengarnya

Aku memang mengajarinya hal romantis dan manis sewaktu disana. Tapi...

Hyung memang Jung sejati sepertinya, dengan cepat bisa membuat hati pasangannya hanya tertuju padanya. Aku memandangi mereka, hyung menyuapi Jae hyung dengan sangat perhatian. Namun, aku tidak merasa sesak lagi melihat kejadian itu.

Wae?

Apa aku benar - benar sudah bisa merelakan Jae hyung untuk hyungku?

Aku tersenyum tipis, aku turut bahagia jika kau bisa bahagia bersamanya Jae hyung...

" Yun? In-ini benar kau?"

Deg

Suara ini!

Aku menoleh dari hyung dan Jae hyung.

" Ahra ya..." Ucap hyung pelan

" Bogoshippo!" Teriaknya kemudian dengan seenak jidatnya memeluk hyung

Aku melirik ke arah Jae hyung. Dia sudah mengeluarkan aura hitam...

" Ah-ahra ya... Lepas..."

" Kau ini!" Ucap yeoja ular itu kemudian melepaskan pelukannya " Akhirnya kau merubah penampilanmu! Apa demi aku? Apa kau menungguku?"

Mwo?

Apa katanya?

Harusnya aku memberi kau kaca bukan? Mengacalah! Untuk apa hyung merubah penampilannya demi dirimu yang bahkan meninggalkannya walaupun dulu hyung baru saja akan menganggapmu temannya? Ck...

" Percaya diri sekali" Ujarku

" Eoh? Minnie ah! Apa kabar? Kau makin tampan, tapi lebih tampan hyungmu sih..."

Aku bergedik ngeri mendengarnya.

" Tidak usah memanggilku Minnie! Menggelikan...!"

" Waeyo? Ah Yun! Hari ini kajja kita jalan! Aku sangat merindukanmu"

Ck...

" Maaf ahjumma! Tak bisakah kau lihat Yunie Ku sangat terganggu denganmu?" Jaejoong menginterupsi omongan yeoja ular itu

" Ppffttt..." Aku menahan tawaku

" Ah-ahjumma? Apa kau buta? Siapa kau? Dan panggilan apa itu? Yunie mu? Menggelikan..."

" Mwo! Ya!"

" Joongie, sudahlah. Ahra, kenalkan dia namjachinguku. Jaejoong" Ucap hyung

" MWO?!"

Rasakan!

Aku sungguh menikmati wajah syoknya.

Aku tersenyum senang.

" Aish! Berisik!" Ucap Jaejoong meninggi

" Andwe! Tidak mungkin! Dia namja?! Dan dia namjachingumu? Aku akan mengadukan pada orangtuamu Yun!"

Ck...

Dia memang namja, tapi ratusan kali lebih cantik daripada dirimu...

" Kami dijodohkan..." Ucap hyung

" Ya! Kau dipaksa? Omona!"

" Aniya! Sudahlah Ahra... Dia namjachinguku. Aku berubah karenanya. Kajja Joongie" Ucap hyung lalu menarik tangan Jae hyung

Yeoja yang ditinggal itu seperti kehilangan nyawanya. Memangnya enak?!

" Dengar itu ahjumma nenek sihir. Mereka itu saling mencintai. Awas kau mengganggu mereka!" Ancamkunlalu pergi

Aku melangkahkan kakiku keluar dari kantin, tapi sepertinya ada yang kurang. Apa ya?

Omo!

Aku meninggalkan Kyu dan Junsu! Tapi... Hahh... Aku masih tidak mengerti dengan Kyu. Dia kenapa sih, kenapa malah mau diajak jalan dengan namja centil itu? Menyebalkan!

Aku duduk dikelas sendirian itu karena aku meninggalkan Kyu dan Junsu di kantin tadi. Tak lama Junsu dan Kyu datang karena bel sudah berbunyi. Kyu tetap menatap layar pspnya.

Aku salah ya?

.

.

.

" Kyu, antarkan aku ke tempat Yoochun ne?" Ajak Junsu saat bel pulang sekolah berbunyi

" Eum"

" Aku ikut, hyung pasti kesana"

Junsu mengangguk dan akhirnya aku berjalan bersama mereka. Kyu mengobrol seperti biasa dengan Junsu, tapi ketika menjawab pertanyaanku dia hanya menjawab dengan 'ya', 'tidak' atau 'tidak tahu' dan itu sungguh membuatku amat sangat kesal.

" Min?"

" Hyung..."

" Kau mau kemana?"

" Ke kelas Jae hyung, karena aku tahu hyung akan kesana"

" Oh... Tapi hari ini aku tidak bisa pulang bersama"

" Gwaenchana hyung. Kita bersama saja ke parkiran"

" Ah, ne"

Kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju kelas Jae hyung.

" Joongie..." Panggil hyung saat tiba didepan kelas Jae hyung

" Yunhoooo... Kau menemuiku?" Bukannya Jae hyung yang mendekat malah yeoja centil itu yang menghampiri hyung " Yun! Namja itu membentakku! Menyebalkan!"

Ck...

Tukang fitnah...

" Mwo? Ya! Kau duluan yang menggebrak mejaku! Yeoja gila!"

Aku sungguh senang Jae hyung bersikap tegas dan tidak mempan untuk di bully.

" Yun..." yeoja centil itu mencoba merengek pada hyungku

" Mian Ahra, aku kemari menjemput Jaejoong. Kami akan pergi. Kajja Joongie..." Ucap hyung membuatku tersenyum puas dan bahkan menahan tawa begitu juga Yoochun hyung saat Jaejoong tersenyum mengejek pada yeoja itu.

" Annyeong Ahra sshi"

Hyung meninggalkan kami. Aku menatap malas yeoja itu, tapi karena melihat hyung sudah pergi dia segera mengambil tas dan langsung pergi begitu saja.

" Kajja Su, kita pergi"

" Ne... Antarkan Kyu dulu ne?"

" Memangnya?"

" Tidak ada yang mengantarnya"

Mwo?

" Aku akan pulang bersamanya" Ucapku

Junsu menatapku heran, begitu juga Kyu.

" Bukannya kau tidak bawa mobil?" Tanya Junsu

" Memang!"

" Lalu?"

" Sana pergi" Usirku

" Ya! Evil!"

" Aku pulang dengan Junsu hyung" Kyu menatapku tajam

" Aniya! Kau pulang denganku!"

" Siapa dirimu mengaturku?!"

" Ck..."

Greep

Aku menarik tangan Kyu, dia mencoba memberontak namun aku mengeratkan genggamanku padanya.

" Ya! Lepas!"

" Aniya!"

Aku terus menariknya menuju atap sekolah dan memerangkapnya didinding.

" Kau kenapa mendiamkanku?" Tanyaku tegas

" Aku tidak mengerti maksudmu"

" Kau menghindariku Kyu! Jawab!" Bentakku

Perlahan Kyu mendongak dan menatapku tajam. Darimana dia dapat tatapan itu? Aku balas menatapnya.

PLAAAKKKK

" Eh...?" Aku memegangi pipiku yang baru saja ditamparnya " Ap... Apa yang kau laku..."

PPLLLAAAKKKK

Belum selesai berbicara dia menamparku kembali kali ini lebih keras.

" Kyu!"

" YA! Memangnya kau siapa eoh?!" Kyuhyun memajukan langkahnya, membuatku mundur selangkah " Kau menghilang tanpa kabar setelah meniduriku! Kau pikir kau siapa eoh!"

Deg

Dia marah karena itu?

" Kau pikir bagaimana perasaanku saat tidak menemukanmu saat bangun tidur?! Memangnya aku orang yang kau sewa untuk tidur bersamamu! Walaupun waktu itu pengaruh obat perangsang seharusnya kau juga perhatikan perasaanku! Apa kau tidak punya perasaan?!" Ucapnya tetap menatapku tajam namun kali ini matanya berkaca - kaca

" Kau! Apa harus kuingatkan kalau aku MENCINTAIMU Jung Changmin?!"

Terlihat Kyu mengambil nafas, sepertinya siap untuk berbicara kembali.

" Kau harusnya mengerti betapa khawatirnya aku saat kau menghilang. Aku berpikiran macam - macam apalagi Jung ahjumma tidak memberitahuku kemana kau pergi.. Akubtahu kau tidak mencintaiku tapi... Setidaknya jangan perlakukan aku semaumu..." Ucap Kyu menunduk

Nada bicaranya merendah. Aku benar - benar tidak tahu kalau dia akan khawatir seperti ini.

" Hiks..."

Deg

Deg Deg

Deg Deg Deg

Deg Deg Deg Deg

" Ky-Kyu..."

" Hiks! Jangan pernah menemuiku lagi namja pabbo!" Kyu berteriak dan mendongakkan kepalanya

Menampakkan wajahnya yang basah karena airmatanya. Jantung merasa tidak tenang saat dia menangis seperti ini. Apa mungkin...?

" Kyuhyun ah..."

" Jangan panggil namaku! Hiks!"

Kyu berbalik dan hendak pergi namun aku segera menahannya dan menariknya menuju pelukanku.

" Lepas pabbo! Hiks! Lepas!" Teriak Kyu dengan keras sementara itu dia trus berontak dalam dekapanku

" Mian... Mianhae Kyu..." Lirihku

" Egois!"

" Ne, aku egois... Mianhae..."

" Hiks... Jung pabbo!"

" Ne, aku memang pabbo... Mianhae..."

" Brengsek!"

" Ne, aku memang berengsek"

" Lepas... Hiks..."

" Aniya..." Ucapku pelan mencoba menenangkannya yang sedang dipenuhi aura hitam kelam

" Hiks..."

" Mianhae... Mianhae Kyu... Aku bodoh, brengsek, egois... Mianhae ne?"

Cup

Aku mencium kening Kyu dan merasakan tubuhnya menegang.

" Mi-min..." Kyuhyun mendongak dan menatapku

" Hey, evil yang satu ini sungguh jelek saat menangis" Ucapku sembari mengelap airmatanya

" Hiks... Pabbo!"

Kyu menubrukkan tubuhnya kearahku dan lengannya melingkar dipinggangku. Aku terkekeh melihatnya.

" Uljima Kyu..."

" Hiks..."

Setelah Kyu tenang aku menelepon supirku tak lama dia datang dan aku mengantarkannya pulang. Aku memasuki rumahnya, dia langsung menuju dapur membuatkanku minum dan membawa kue untukku.

" Gomawo" Ucapku

Kyu hanya mengangguk kemudian duduk disampingku.

" Jadi... Kau membawa hyungmu itu demi Jae hyung?" Tanyanya

" Aniya... Aku membantunya agar Jae hyung tidak marah lagi dengannya"

" Tapi, bukannya kalau Jae hyung bertengkar dengan hyungmu kau bisa lebih mudah mendapatkannya?"

Aku menghadapkan tubuhku kearahnya.

" Apa kau akan senang jika aku berusaha membuat Jae hyung menjadi milikku?"

" Eh?"

Kyu menggigit bibir bawahnya kemudian menunduk.

" Ne... Asal kau bahagia Min"

" Hah..." Aku membaringkan kepalaku pada pangkuan Kyu yang sekarang menatapku kaget

" Mi-min..."

" Aku akan bahagia jika hyung mendapatkan yang terbaik Kyu sekalipun itu artinya aku harus melepaskan Jae hyung untuk Yunho hyung"

" Eh?"

" Toh... Jae hyung juga tidak tahu perasaanku padanya"

" Kau kan bisa mengatakannya"

" Aniya... Itu hal percuma, karena dimata Jae hyung hanya ada Yunho hyung" Ucapku menatap Kyu " Sekarang, biarkan aku disampingmu"

" M-mwo? Maksudmu?"

" Ajari aku mencintaimu Kyu" Ucapku serius

" Kau mengasihaniku?"

" Aniya... Aku ingin belajar mencintaimu seperti hyung dulu mencoba mencintai Jae hyung. Apa sudah terlambat?"

Kyu kembali berkaca - kaca dan menutup wajahnya. Aku menarik tangan yang menutupi wajahnya,

" Jangan menangis..."

" Pabbo! Kenapa baru bilang sekarang eoh!"

" Hey hey... Sejak kapan evil cengeng eoh?" Aku terkekeh membuatnya kesal dan memukul - mukul tubuhku " Ya! Appoh Kyu! Ish! Daripada memukulku bagaimana kalau kau menciumku saja?"

" Ya! Pervert!"

Aku tidak memperdulikan perkataaanya, aku menarik tengkuknya untuk mendekat dan menempelkan bibirku dengan bibirnya. Menyesap dan mengulum bibirnya.

" Nghhh..."

Aahh... Suaranya sangat manis lebih manis dari bayanganku...

Aku memaksa masuk kedalam mulutnya dan dengan senang dia membuka mulutnya sehingga lidahku sekarang bergelut dengan lidahnya.

" Mmhhmm... Miinhh..,"

Dan...

Entah sejak kapan dia sudah duduk diperutku dan terus memperdalam ciumannya. Dia mencengkram kemeja depanku dengan erat.

" Hah... Hah... Hah..."

Saat melepaskan ciuman, kami berlomba mengambil nafas. Sungguh, ini ciuman yang sungguh menggairahkan!

" Kyu... Ambil tasku" Ucapku pelan

Kyu hanya mengangguk dan bangkit dari duduk nyamannya diatas perutku. Dan berjalan menuju tasku. Aku bangkit dan bersandar pada sofa.

" Ini" Kyu duduk disampingku dan memberikan tasku

Aku membuka tasku dan memberikan sebuah boneka padanya,

" Mwo?!" Kyu menatap boneka strawberry itu

Ne, boneka itu aku beli saat di Hawaii... Boneka strawberry dengan tangan dan kaki yang melekat pada tubuh strawberry itu.

" Kenapa memberikanku ini?" Tanyanya

" Saat melihatnya aku seperti melihatmu, jadi aku membelinya. Aku membeli dua, dan yang satu aku taruh dirumah"

" Boneka... Ng... Couple?"

Aku terkekeh mendengarnya.

" Sepertinya begitu"

Aku melirik kearahnya dan terlihat dia menyembunyikan wajahnya dibelakang boneka setinggin empatpuluh senti itu. Manis sekali kelihatannya...

Aku tidak tahu kenapa tadi bicara seperti itu, yang aku tahu aku tidaka mau namja centil itu merebut perhatian Kyu dariku. Mungkinkah ini yang disebut cemburu?

Aku hanya ingin Kyu menjadi milikku seorang!

Omong - omong, nanti malam bukankah Kyu akan pergi dengan namja centil itu? Hmmm... Aku harus cari cara untuk membatalkannya! Apa ya... Hmmm...

Ah!

Aku mengambil tasku dan mencari sebuah kotak. Ah! Ketemu! untung saja tadi tidak ada pemeriksaan disekolah! Hahahahaha...! Kau pintar Jung Changmin!

" Kau memegang apa Min?"

Aku menoleh dan mendapati Kyu menatap benda yang kupegang.

" Oh... Hanya film, kajja kita nonton saja!" Ucapku lalu beranjak dari sofa dan menyalakan dvd didepan sofa itu

Setelah menyalakannya aku langsung berbaring kembali dipangkuan Kyu yang sedang memeluk boneka strawberrynya.

" Film apa memang?" Tanya Kyu penasaran

" Kau akan tahu nanti... Ah! Sudah mulai" Ucapku kemudian fokus kedepan sampai...

BUUGGHH...

BUUGHHH

" YA! Appo Kyu...! Aw... Aw!" Kyu memukuliku dengan bonekanya

" Kenapa kau malah mengajakku menonton ini pabbo Jung?!"

" Aw...!" Aku bangkit menghindari pukulannya

" Matikan!"

" Tidak mau! Sudah tonton saja" Ucapku kembali tidur dipangkuannya

" PERVERT!"

Aku tersenyum penuh kemenangan.

Haha...

Kena kau Kyu...

.

~ Changmin POV End ~

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

.

.

Update!

Bang mimin ajak mas KyuKyu nonton apa yaaaa...

Rate naik ga chap depan?!

Duh, bang Mimin blm sadar juga ne, mesti diapain biar sadar yaaa?

Guest : ne, udah update walau ga cepet ^^

mufidatul andriani : eoh? Unas ya? Udah mau mulai? Hwaiting ne! Jitak aja tuh si bang Mimin! Ngeselin banget disini

dedekyu : ne, ini udah ada Changkyunya... otte?

Rly. C. JaeKyu : wkwkwkwkwk... biarin.. dikit doank kok ^^

liea. friezty : ne... tapi masih belom blg saranghae ke mas KyuKyu?

Geust : Ne, mending yunjae kan?

jaena : ne... semuanya udah tu... kora " sampe 4x... hehehehhe... hantu kamar mandi? Nugu? :p

ditstysandra : wkwkwkw... maacih udh suka ff ini. Ne... ini udah dilanjut. Aq juga suka ChangKyu kok. Walau ga rela bagi bang mimin sama mas KyuKyu

Yaya Saya : neee...udh lanjut ^^

joongmax : hahahaha.. ne, kan udah warning. Chap kemaren HoMin

CutCat88 : ooohhhh nooo! Bang Mimin ceme kok! Wkwkwkwkw Blm blg saranghae tu si bang Mimin

FiWonKyu0201 : yuw, blm sadar juga tu! Kita gorok aja! Hehehehehe...

M : pan ini persaudaraan bukan crack pair walau bang Mimin goda si Yunpa duluan :p si Yunpa ingetnya si Jaemma kok pas kissu. Histeria? Naek 2x donk! Wkwkwkw

nonapanda : Ne, tbc mank ganggu... ini udh lanjut ne?

Thanks ya, udah mau baca, tulis ripiu, follow juga fav ff Cho #bow

Mian kalo chap ini mengecewakan...

.

So, see ya next chap ^^

Brb liad ff sebelah...

Wkekekekekek...