Mr. Detektif

Sekali lagi gue kasih tahu bahwa gue log in di ffn pakai email, dan email gue aktif terus di hp. Jadi kalau lu kirim review, follow ataupun favorite, saat itu juga bakal di kirim ke email gue (tergantung sinyal internet dan paket data gue). Entah lu punya akun atau tidak dalam ffn, review lu tetap masuk ke email gue. Dan saat itu juga gue bakal baca. Review bagi gue adalah apresiasi tertinggi dari readers, masa iya gue lewatin begitu saja. Mengenai kenapa gue g bales review, jezz… internet gue non unlimited, harap maklum ya. Selain terima kasih yang sebanyak-banyaknya, gue g tahu lagi musti ngomong apa.

Sebagai rasa terima kasih, gue update ff ini. Kalau ini telat dari janji gue, gue minta maaf. Gitu aja, happy reading!

Kihyun FF

Rate: T (kalau gue ganti M, cuma bisa dibuka kalau reader atur rate ke All)

Genre: Romance, Crime

Mature ada dan akan ada lagi

Musim Cinta

Kasus Kyuhyun hampir berakhir, setelah memberikan peringatan pada anak cucu Cho kedua yang tinggal di Korea, Letnan Kim akan menyegel berkas milik Kyuhyun lalu menyimpannya dalam lemari arsip. Kepolisian tinggal mengikuti arahan pemerintah, jadikan pemberitahuan masal bahwa Kyuhyun beserta keluarganya adalah aset negara. Mereka adalah orang-orang yang dapat perlindungan khusus. Apabila ada siapapun dengan sengaja atau tidak melakukan tindak kejahatan terhadap mereka, akan ada tuntutan hukum dengan sanksi berat.

Luo baru saja pulang dari tugas itu, tugas mendatangi Jong Hyun dan Jong Hun, memberi pengertian seperti saran Letnan Kim. Pengertian bahwa Cho bersaudara pewaris Kian Farma itu harus menjaga sikap terhadap saudara jauhnya, Cho Kyuhyun juga saudara-saudara yang lain. Dia juga menambahkan akan berhadapan dengannya atau petugas-petugas lain kalau sampai berencana bahkan berbuat buruk pada mereka. Bukan hanya dua bersaudara Cho itu, seluruh kerabat dari Cho yang tinggal di Korea akan mendapat ancaman yang sama. Ok, itu bukan peringatan, tapi ancaman yang dikeluarkan langsung dari mulut Luo. Bagi Luo mengancam akan menimbulkan efek jera pada mereka, lagipula untuk keselamatan Kyuhyun, tidak bisa main-main. Luo akan merasa bersalah kalau Kyuhyun terluka untuk kesekian kalinya, karena Kyuhyun adalah satu dari tiga namja yang sangat diidamkannya.

"Upss!", seorang petugas wanita membalikkan badannya saat menemukan Luo berdiri telanjang di ruang ganti pria. "Kenapa tak memakai bajumu di kamar mandi!", protes yeoja itu.

"Ini ruang ganti, siapapun boleh ganti baju disini. Telanjangpun diperbolehkan. Lagipula kenapa kau masuk ruang ganti pria?" Luo tak mengindahkan dengusan teman kerjanya. Dia asik menggosok rambut basahnya dengan handuk yang entah milik siapa. "Aku baru mandi, segar sekali", katanya pamer.

"Aku juga tahu kau baru mandi", protesnya. "Aku mencari Kibum, bukan untuk melihatmu telanjang. Pakai sesuatu untuk menutupi selangkanganmu!"

Bukannya segera bergerak, Luo menengok kebawah. Memang dia telanjang, lalu kenapa? Disini tidak ada larangan untuk telanjang, kalau yeoja itu datang dialah yang harus menyesuaikan diri. Luo menggeser tubuhnya, berdiri di cermin besar dan berposter seperti bina raga. Dia kekar, abs-nya sempurna dan proporsi tubuhnya pas. Dengan kulit kecoklatan eksotisnya, dia bisa berbangga diri saat tak pernah ada seorang yeojapun menolaknya. Kecuali yeoja buta tentunya.

Ketika si yeoja menoleh, bukannya kagum melihat Luo yang pamer dengan keindahan tubuhnya, dia malam memasang wajah jijik. Dan inilah satu dari yeoja buta itu. Matanya melihat tapi hatinya buta. Itu terbukti dari si yeoja yang memilih kekasih seorang kriminal dari pada rekan kerjanya sendiri, atau orang lain yang lebih baik.

"Kubilang pakai bajumu!", bentak yeoja itu.

"Kau tak mengatakan seperti itu tadi"

"Terserah, yang penting aku tidak mau melihatmu telanjang!"

"Kalau begitu berpura-puralah tak melihatku", kata Luo santai.

"Cih!", decih si yeoja. "Aku punya mata dan mataku tidak buta" Iya, hatinya yang buta. "Setidaknya pakai handukmu!"

"Handukku hilang"

"Lalu yang kau pakai menggosok rambutmu itu?"

"Ini milik Kibum!

"Pantas"

"Pantas apanya?"

"Selain tak punya malu, kau juga suka menggunakan barang orang lain tanpa ijin. Pantas Kyuhyun lebih memilih Kibum daripada kau" Luo murka kalau membahas soal itu. Dia sudah minta berkali-kali agar Kibum memutuskan Kyuhyun, tapi selalu ditolak dengan berbagai alasan. Apalagi hampir semua orang termasuk Letnan Kim mendukung hubungan mereka. Kalau Kibum bukan temannya, dengan tangannya sendiri akan diputuskan hubungan keduanya. "Suka suka kau lah. Kau telanjang atau tidak, aku juga tak akan tertarik padamu. Katakan dimana Kibum dan aku segera pergi dari sini!"

"Asal kau tahu yeoja tengik, tubuhku lebih bagus dari Kibum, prestasiku lebih tinggi darinya dan pengalamanku berpacaran lebih banyak dari dia juga"

"Tapi yang kutahu tubuh bagusmu, prestasi dan juga pengalaman cintamu tak membuat Kyuhyun tertarik", tegas yeoja itu. "Aduh sayang, aku tak mau berdebat dengan orang sepertimu. Aku cuma mau Kibum"

"Kibum tak mau denganmu"

"Ok, kuralat. Kyuhyun mau Kibum dan aku perantaranya. Ada telepon untuknya, sekarang!"

Luo dan si yeoja adu mata. Saling melotot memancarkan listrik-listrik kebencian diantara keduanya. Si yeoja dengan tampang bengisnya masih berdiri di dekat pintu ruang ganti sambil mengepalkan kedua tangannya. Luo, dia tersingung karena dibilang kalah dari Kibum soal Kyuhyun. Dia tahu unggul segalanya dari Kibum, tapi cinta tak pernah berpihak padanya. eh, sebenarnya selalu, tapi tidak untuk dirinya dan Kyuhyun. Luo masih berdiri juga, di depan cermin dengan tubuh bugilnya. Dia akan mengeram kalau tidak dikagetkan seseorang yang sama telanjangnya keluar dari bilik mandi.

"Kalian sedang apa?"

Melihat Kibum sama-sama telanjang, Luo tertawa keras. Kemenangan satu sama dengan si yeoja. Tadi siapa yang mengatakan kalau dia tak tahu malu, membedakannya dengan Kibum yang ternyata sama tak tahu malunya dengan Luo. Si yeoja saja yang tak tahu kalau hampir semua detektif disini tak punya malu, mereka bisa saling telanjang dalam ruangan yang sama kalau sedang istirahat sepulang tugas. Lagipula, mereka tak mungkin tertarik satu sama lain.

"Kenapa kau tertawa?", tanya Kibum penasaran.

"Kenapa kau telanjang?", bentak yeoja itu. Dia cuma ditanggapi kerutan dahi oleh Kibum. "Bangsat Kibum, seharusnya tak kubela kau di depan Luo" Si yeoja mencak-mencak, menendang tempat sampah di dekatnya namun tidak terguling.

"Kau membelaku untuk apa?"

"Aishhh. Cepat pakai bajumu!", bentaknya lagi.

"Aku perlu mengeringkan tubuh dulu. Handukku hilang", jawabnya sama santai seperti jawaban Luo tadi.

"Handukmu dicuri Luo", katanya keras.

"Kau mencuri handukku?", tanya Kibum sesantai orang bodoh bertanya pada orang bodoh lainnya. Pasalnya dua namja dewasa saling telanjang dan saling tanya jawab, kalau tidak disebut orang gila pasti orang bodoh.

"Pinjam. Handukku tertinggal di loker. Itu, kau pakai handukku saja!", jawab orang bodoh satunya sambil menunjuk handuk yang tergantung di lemari loker.

Selain tidak tahu malu, memakai barang orang tanpa ijin, Luo juga seorang pembohong. Si yeoja melotot, mengeratkan giginya berasa mau menerkam duo orang bodoh kurang ajar di depannya. "Aku tak mau tahu, dalam waktu lima menit kau sudah harus berada di depan mejaku atau kubilang pada Kyuhyun kalau kau tak datang kesini hari ini!", ancamnya sambil memalingkan tubuh dengan kasar.

"Kyuhyun meneleponku?", tanggapnya biasa saja. "Dia bisa menelepon ke nomorku, kenapa harus perantara dia?" Sambil menarik handuk Luo dari lemari, Kibum dan temannya itu adu balap mengeringkan badan. "Ada apa dengan yeoja itu?"

"Dia sakit hati karena Max mengancam memenjarakan kekasihnya"

"Sudah kubilang untuk mencari kekasih lain padanya", tutur Kibum. "Tapi dia bilang cinta"

"Biar dia makan cinta kekasih penjahat tercintanya itu!"

Luo terkekeh besama Kibum.

"Ngomong-ngomong…", lanjutnya setelah selesai tertawa dan mulai prosesi pasang baju. "Kapan kau putus dengan Kyuhyun?"

Kibum berhenti menggenakan celana panjangnya. Dia menyempatkan duduk dan berpikir sejenak. Entah demi persahabatan atau demi Kyuhyun, Luo ikut duduk di dekat Kibum, menunggu temannya itu berfikir.

"Entahlah", jawabnya membuat Luo menghela nafas malas.

"Daripada kau tersiksa batin berkencan dengan Kyuhyun sedangkan hatimu memilih pacar kecilmu itu, lebih baik kau putuskan dia. Biar aku yang menggantikan posisimu!", katanya bijak. Terlalu bijak untuk sebuah maksud yang jelas sudah diketahui seluruh anggota kepolisian.

"Aku sudah tak berhubungan lagi dengan Ren", jawabnya lesu tapi tidak sedih. "Aku mau dengan Kyuhyun saja"

"Kau putus dengan pacar kecilmu itu?" Kibum mengangguk. "Lalu kau mau terus dengan Kyuhyun sebagai pelampiasan? Kau tahu Kibum, Kyuhyun itu bukan orang yang tepat untukmu. Dia punya scandal besar dengan keluarga dan pemerintah. Kalau terus bersamanya, bisa jadi sisa hidupmu terbuang sia-sia. Cari kekasih lain saja!" tutur Luo. "Kyuhyun bisa membawamu pada masalah terus-menerus, atau kau bisa mati kapan saja sebagai tumbalnya. Kalau saranku, selamatkan dirimu dan serahkan dia padaku!", kata Luo mantap.

"Kupikir juga begitu" Luo ingin merangkul Kibum, mengutarakan kesenangan hatinya karena pendapat Kibum barusan. "Tapi sepertinya aku menyukainya!" Dan Luo mengharamkan keinginannya tadi. Merangkul Kibum itu najis sebelum temannya itu memutuskan Kyuhyun dan menyerahkan padanya. "Aku selalu merindukannya kalau kita jauh"

"Apa?", tanya Luo kaget. Dia tidak boleh percaya kalimat Kibum barusan.

"Apanya yang apa?" Kibum ikut terkaget.

"Kau bilang selalu merindukannya?", tanya Luo sambil pasang muka horor.

"Kau salah dengar!", jawab Kibum sambil bergegas memakai celananya. Dia menggosok rambutnya sedikit lagi agar tak terlalu basah. "Aku lupa handphoneku lowbatt, mungkin aku memang ditelpon Kyuhyun" Kibum segera mengambil kemeja, pistol, dan beberapa barang pribadi. "Lima menitku habis, kita bisa bicara lagi nanti!", pamitnya sambil tersenyum paksa. Kibum tergesa keluar sambil telanjang dada, menghindar dari Luo adalah pilihan tepat saat ini. Kibum tak mau terjadi pertumpahan darah cuma gara-gara Kyuhyun. Dia belum mau mati karena memang belum mau berpisah dengan Kyuhyun.

Sotong

"Kau mau uangnya kuberikan dalam bentuk cek atau kutransfer ke rekeningmu? Kalau kau mau cash, aku tak punya uang cash sebanyak itu", kata Kyuhyun sambil menata diri merebah ke ranjang Kibum. "Membawa uang cash dalam jumlah banyak beresiko kena rampok"

Kibum baru datang, baru masuk kamar dan Kyuhyun sudah membicarakan soal uang. Dia mengerti kalau hubungan mereka akan segera berakhir. Seperti perjanjiannya dulu, Kyuhyun aman dan Kibum dapat uangnya. Nyatanya Kibum sendiri tidak begitu rela berpisah dengan Kyuhyun. Dua juta dolar tidak lagi membuatnya terpesona, tapi pemilik uang itulah yang lebih mempesona sekarang ini.

"Perjanjiannya kau akan bertugas menjagaiku sampai kapan?"

"Sampai kasusmu berakhir" Kibum melepas jas, melemparnya ke sofa. Dia juga melongarkan dasinya lalu menjatuhkan diri di sofa yang sama. "Setelah itu semua terserah padamu, mau ada polisi tiap hari menjagaimu atau kau mau menyewa bodyguard sendiri. Kalau dari kepolisian cukup membayar kompensasi wajar, tidak semahal kalau menyewa bodyguard"

"Begitu ya?" Kyuhyun bersandar ke ranjang dan mulai memainkan smarphone-nya. "Kalau menurutmu bagaimana baiknya?"

"Sewa detektif pribadi lebih aman"

"Kau mau aku menyewamu? Lalu memberimu uang lebih banyak?"

Kibum tak menjawab, karena bukan itu maksudnya.

"Aku akan membayarmu lagi setelah keluar dari sini. Renovasi rumah butuh waktu yang lama, sedangkan aku tak bisa tinggal disini lebih lama lagi. Apartemen Eunhyuk selalu kosong, dia pulang ke sini selalu tinggal di rumahku atau rumah partner-nya itu, jadi aku bisa gunakan apartemennya untuk sementara waktu"

"Pembantumu?"

"Kubawa serta. Apartemen Eunhyuk bisa menampung mereka semua"

Kyuhyun kaya, itu kenyataan yang tak bisa dilupakan Kibum. Kalau soal uang jelas Kibum kalah telak. Seumpama Kibum mau Kyuhyun tetep tinggal, memperpanjang kontarknya sebagai kekasih untuk seumur hidup tentu akan susah kalau membadingkan kekayaan mereka berdua. Memang Kibum bukan orang yang kekurangan, tapi untuk hal ini harta Kibum tak mungki bisa membuat Kyuhyun memperpanjang kontraknya. Perlu cara lain, menyewanya sebagai detektif pribadi contohnya, tapi Kyuhyun baru saja menolaknya. Selain itu Kibum sendiri adalah detektif pemerintah, tak bisa disewa siapapun tanpa ijin atasannya. Kewajibannya melayani negara, bukan melayani seorang Cho Kyuhyun.

Kibum melepas sepatu sebelum berdiri. Dia mengeluarkan dasi yang sudah longgar lalu kemejanya dan juga ikat pinggang. Kibum berjalan ke ranjang, menjatuhkan diri di matras, tengkurap di sebelah Kyuhyun.

"Kau sudah makan?" Tumben sekali. Pertanyaan Kyuhyun hampir seperti prosesi pacaran remaja labil. "Pembantuku membuat makanan enak hari ini"

"Aku sudah makan dengan Luo. Kami punya kedai langganan yang murah meriah tapi tak kalah enak" Bukan menyindir Kyuhyun yang apa-apa harus serba sehat, enak dan mahal. Kedai itu memang langganan hampir seluruh pegawai kantor polisi, apalagi kalau tanggal-tanggal tua, kedainya akan ramai. "Kau mau dengar apa yang kulakukan hari ini?"

"Tidak"

"Kenapa? Ini soal penyelesaian kasusmu"

"Tidak. Aku mau tahu beres saja. Lagipula ini sudah kesekian kalinya kau meninggalkanku dengan alasan dipanggil Letnan Kim ke kantor. Letnan Kim tidak pernah memanggilmu selama kau ditugaskan untuk menjagaiku" Kyuhyun meletakkan smarphone-nya di meja. "Kau bosan bersamaku kan? Makanya terus cari alasan untuk menjauh"

"Tidak, siapa bilang begitu?" Kibum berguling, telentang lalu menggeser badannya lebih dekat pada Kyuhyun. "Aku memang berbohong, bukan karena bosan padamu"

"Lalu untuk apa? Membiarkanku sendirian, agar ada yang menculikku lagi? Kelihatannya kau senang kalau aku diculik dan disiksa, kau jadi ada pekerjaan kesana kemari dengan alasan menyelamatkanku"

Demi Tuhan Kibum tak mungkin setega itu. Kehilangan Kyuhyun waktu diculik Changmin dan Jessy saja sudah membuatnya ketar-ketir, tidak mungkin dia sanggup melihat Kyuhyun diculik lagi. Kibum sering ijin ke kantor karena dia rindu bekerja, dia rindu berjemur di terik matahari, rindu berjaga di semak-semak sepanjang malam, juga berlarian, berkelahi lalu adu tembak. Dia rindu mendapat luka dan tentu saja merindukan keberhasilan menangkap penjahat dengan aksi heroik ala detektif. Kibum ingin menjadi kekasih Kyuhyun, tanpa ada embel-embel sewaan dan bodyguard. Jadi selain bisa bermesraan layaknya pasangan lainnya, Kibum tetap bisa menjalani rutinitas pekerjaannya.

"Aku ingin bekerja lagi"

"Menjagaiku bukan bagian dari pekerjaan?"

"Pekerjaan. Tapi aku butuh yang lebih penting, yang lebih heroik"

"Aku tidak penting maksudmu?"

Kibum jadi gelagapan, salah kata. Segera dia duduk bersandar di tempat yang sama dengan Kyuhyun. Dia mau menjelaskan kalau Kyuhyun itu penting, bukan cuma untuk negara tapi untuk diri Kibum sendiri.

"Kyu…"

Atau lebih baik Kibum jujur.

"Kalau aku mengembalikan 2 jutamu, bagaimana?"

"Berarti kau tipe orang yang dermawan. Aku bisa terima kembali, nanti bisa disalurkan pada badan amal" Kibum bukannya senang dibilang dermawan, dia malah lesu. Kibum memurukkan kepalanya di bahu Kyuhyun, mendengus lemah tak bergairan. "Memangnya kenapa tiba-tiba kau menolak uang sebanyak itu?"

"Tidak apa-apa. Aku ingin jadi dermawan saja", jawabnya frustasi.

Kibum dan Kyuhyun tak bicara lagi. Kyuhyun kembali sibuk dengan smartphone-nya setelah dapat sms. Kibum sampai ikut membaca isi pesan di handpnone Kyuhyun. Tentang pekerjaan. Siwon mengatakan kalau perusahaan mereka menang tiga tender. Semuanya klien lama yang merilis produk baru. Selalu suka dengann ide-ide cemerlang dari perusahaan Kyuhyun, maka dari itu tak segan mereka menjalin kerja sama lagi.

"Kyu.."

Kyuhyun meletakkan smartphone-nya lagi sebelum menanggapi Kibum. "Apa?"

"Kita bicara jujur-jujuran saja"

"Aku jujur, kau saja yang suka berbohong"

"Bukan itu" Kibum menegakkan badannya sebelum mulai. "Sepertinya aku menyukaimu"

"Jadi itu alasanmu mengembalikan uang dariku? Kau mau jadi kekasihku betulan?" Kibum mengangguk mantap. "Karena apa? Bisa mendapatkan uang lebih banyak dari itu maksudmu?" Bagian ini Kibum mengerutkan dahi. Kibum tahu derajatnya jauh dibawah Kyuhyun, tapi tidak menyangka Kyuhyun menuduhnya demikian. "Aku tidak tertarik"

"Ya sudah, tidak apa-apa", kata Kibum sambil menggeser diri ke tepi. "Aku mencoba jadi dermawan, simpan uang darimu itu. Soal yang tadi, lupakan saja!" Kibum beranjak, menjauh dari Kyuhyun sambil memereteli kancing kemejanya.

"Kau mau kemana?", tanya Kyuhyun bingung dengan tingkah Kibum.

"Mandi"

Ketam

Kyuhyun hampir termakan omongan manis Kibum. Bukan sesuatu yang manis sebenarnya. Kibum ingin benar-benar pacaran dengannya, itu manis menurut fersi Kyuhyun sendiri, tapi kemudian dia mengingkarinya. Kibum bukan tipe orang yang romantis, tapi apa yang dikatakannya tadi sedikit banyak membuat Kyuhyun senang. Sesuatu yang manis menurut Kyuhyun akan berakhir pahit, makanya dia menolak Kibum. Bisa jadi Kibum memang menginginkan harta lebih banyak dari 2 juta dolarnya. Bisa juga Kibum dompleng popularitas darinya, secara dia dapat perhatian khusus dari pemerintah. Biar pangkatnya naik, mungkin saja.

Setelah pintu kamar mandi ditutup penyesalan itu baru datang. Bagaimana kalau Kibum serius? Bagaimana kalau detektif itu memang mulai menyukainya, seperti yang terjadi padanya?

Kalau menengok hari-hari kemarin, dimana dia ingin punya kekasih namja tapi tak pernah kesampaian, sedih sekali. Bukan Kyuhyun jual mahal, atau dia pilih pilih, itu karena dia belum menemukan orang yang cocok. Dan ketika hari itu dia terbaring di rumah sakit dengan luka di sekujur tubuh dan kakinya yang patah, orang itu datang. Berwujud seorang detektif kaku berparas tampan. Kyuhyun jatuh cinta, namun belum yakin. Dengan mengajak Kibum pacaran kontrak senilai 2 juta dolar, Kyuhyun ingin meyakinkan hatinya. Dia tidak peduli kalau awalnya Kibum tak menyukainya, dia juga tak peduli kalau Kibum sudah punya kekasih, yang dia peduli saat itu harus jadi kekasih Kibum.

Keberuntungan hampir semua berpihak padanya. Nilainya yang tinggi di mata pemerintah, kekayaan dan ketampanannya sudah pasti mudah menggaet Kibum ke pelukannya. Kyuhyun rela bersakit-sakit tidur dengan Kibum walau sebenarnya dia belum siap, hanya karena kedatangan Eunhyuk yang mendadak membuatnya cemburu. Takut Kibum tertarik dengan sepupunya itu, takut Kibum cuma minat pada uang yang ditawarkannya, jadi dia harus tawarkan sesuatu yang lain. Bermodal percaya pada Kibum, dia serahkan semuanya

Barusan Kibum membuka peluang cinta selebar-lebarnya, tapi otak jenius Kyuhyun malah memikirkan kemungkinan lain. Kemungkinan Kibum memanfaatkan uangnyalah, populatitasnyalah, lalu apa lagi? Ujung-ujungnya dia menyesal punya otak jenius dan mulut tak bisa di rem.

Masih duduk dengan posisi yang sama, Kyuhyun menoleh pada pintu kamar mandi. Dia sudah putuskan, saat Kibum keluar dari kamar mandi, dia akan mengajaknya bicara masalah yang tadi. Tentu saja menerimanya jadi kekasih sungguhan.

"Sedang apa kau?", tanya Kibum yang nyatanya sudah keluar dari kamar mandi tanpa Kyuhyun sadar.

"Ha?"

"Sedang apa kau, bengong begitu?"

"Tidak ada"

Kibum tidak membahasnya lagi. Dia pindah fokus ke lemarinya, mengambil pakaian lalu mengenakannya. Kibum menggunakan celana jins hitam dan polo kaos, memakai ikat pinggang, menyisir rambut dengan rapi, menambahkan gel dan berakhir menyemprotkan minyak wangi ke bajunya.

"Kau mau kemana?" Kyuhyun cemas, pasalnya Kibum tidak terlihat ingin berangkat tidur dengan dandanan itu. "Kau mau keluar?"

"Ya", jawabnya sambil menyisipkan dompet ke saku belakang celana. "Aku akan menemui Chang dan Max, mungkin mereka butuh bantuan. Kau tidur saja, akan kusuruh Jung berjaga di luar kamar. Kalau ada apa-apa cepat telepon aku"

"Apa teman-temanmu sedang mengusut kasus baru?" Kibum ragu menjawab, namun dia tetap mengangguk. "Kau tidak seperti ingin membantu memecahkan kasus. Penampilan dan gayamu seperti orang mau ke diskotik"

Hampir tepat, Kibum memang akan keluar menemui Chang dan Max yang tadi sore katanya akan berpesta di café karaoke. Kibum sendiri menolak untuk ikut, namun karena barusan moodnya dibuat buruk oleh Kyuhyun, dia memutuskan datang kesana. Keadaan Kyuhyun sudah sangat baik, ada Jung, tukang kebun dan tiga pembantu Kyuhyun di rumah ini, kalau Kibum meninggalkannya sekali lagi sepertinya tidak akan jadi masalah.

"Bukan ke diskotik, aku menemui mereka di tempat lain"

"Kau pulang jam berapa?"

Kibum mau protes, untuk apa Kyuhyun tahu kapan dia akan pulang? Namun urung ketika sadar tugasnya menjagai Kyuhyun masih belum habis saat ini. Kyuhyun berhak tahu kemana dan kapan dia akan kembali, karena Kibum masih terikat kontrak, juga terikat pekerjaan dengannya.

"Aku akan pulang pagi. Kau mau titip sesuatu?"

Kyuhyun ingin bicara, tidak ingin lainnya. Tapi ya sudahlah, mungkin Kibum butuh waktu berkumpul dengan teman-temannya. Siapa tahu kalau hari ini juga dia mengatakan menerima Kibum jadi kekasih betulan, tapi Kibum tak percaya lalu dia menyangka Kyuhyun mempermainkannya. Semuanya akan gagal begitu saja. Masih ada hari esok, Kyuhyun bisa bersabar. Kesabaran selalu berbuah manis, seperti yang selau dipraktekkan dalam menghandle pekerjaannnya.

"Tidak"

"Kau ingin bicara sesuatu?"

"Tidak juga"

"Sebelum aku keluar…"

"Besok saja"

"Kau yakin?"

Jadi sebenarnya siapa yang tidak rela disini? Kyuhyun tak rela Kibum keluar rumah dan sepertinya Kibum sendiri tak rela keluar sebelum mendengar sesuatu dari Kyuhyun.

Kibum angkat tangan setelah Kyuhyun menggeleng mantap. Dia memutuskan bergegas, memakai kaos kaki, sepatu kets dan juga meraih jaket dalam lemarinya. Kibum sempatkan menghampiri Kyuhyun, mengecup pucuk kepalanya lalu melenggang tanpa meninggalkan kalimat lagi.

Nyatanya keluar dari kamar, dia tidak segera pergi. Kibum memutuskan ke dapur, mengambil minum lalu membawanya ke ruang tamu. Dia duduk disana setelah meletakkan air putihnya di meja. Memikirkan hal barusan, mood buruk yang menjadikannya berbohong, meninggalkan Kyuhyun lagi demi kepentingannya sendiri. Seharusnya dia menahan diri, berbuat baik pada Kyuhyun sebelum mereka bebar-benar berpisah. Dan tanpa meminum airnya, dia memutuskan kembai ke kamar. Menemui Kyuhyun.

"Ada yang terlupa?", tanya Kyuhyun yang tadinya sudah memejamkan mata. Dia terganggu dengan datangnya Kibum membuka pintu dengan kasar. "Kunci mobil?"

"Tidak" Kibum melepaskan dan melempar jaketnya ke sofa bertumpuk dengan jasnya. Dia juga melepas sepatu dan kaos kakinya di tempat yang sama. "Kupikir Chang dan Max sedang ada tugas dan butuh bantuan, ternyata mereka pergi karaoke. Barusan mereka menelepon, aku urungkan niat untuk datang" Dia berpindah ke lemari, mengeluarkan kaos oblong dan cenala pendeknya. Kibum berganti pakaian saat itu juga. "Lebih baik tidur dari pada diolok-olok mereka karena tak bisa menyanyi"

"Kau tak bisa menyanyi?"

Kyuhyun menggeser tubuhnya, memberi ruang untuk Kibum tidur disampingnya.

"Bisa, sekedar lagu kebangsaan. Tadi kau mau mengatakan sesuatu padaku, berhubung aku tak jadi pergi, katakan saja sekarang" Kibum menjatuhkan diri di sebelah Kyuhyun. Mendesah lega setelah punggungnya bertemu dengan empuknya matras sebelum kemudian memberi atensi pada Kyuhyun. "Memang kau mau bicara apa?"

"Soal kekasihmu. Kau sudah memberikan uang itu padanya?"

Kibum menggeleng. "Aku putus dengannya sebelum sempat memberikan uang itu. Cek-nya masih ada di laci kalau kau mau mengambilnya lagi"

Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. Kalau itu benar, dia tidak perlu repot-repot menyuruh Kibum memutuskan kekasihnya. Kalau Kibum bohong, bagaimanapun caranya Kyuhyun akan buat mereka putus. "Kau baru mengembalikan 2 juta dolar, kalau kuminta uang itu juga kau mau dapat apa? Ambil saja!"

"Tidak, tidak. Nanti kukembalikan padamu"

"Aku tidak mau, berikan saja pada orang lain"

"Kau memang kaya, tapi jangan buang-buang uang"

"Setiap kali aku mengeluarkan uang, aku akan dapat berkali kali lipat", kata Kyuhyun congkak. "Berikan saja pada orang lain" Kibum meliriknya prihatin, prihatin karena telah menyukai orang kaya yang loyal atau lebih tepat disebut boros. "Kenapa?"

Kibum menggeleng.

"Kau tidak merasa sayang menolak semua uang dariku?"

"Aku sudah merasa cukup dengan gajiku. Kupikir-pikir lagi, buat apa punya uang banyak kalau cuma ditimbun di bank"

"Kau bisa mengajak kekasihmu liburan, mentraktirnya makan dan membelikannya barang-barang mahal"

"Aku tak punya kekasih. Baru saja kubilang padamu sudah putus dengannya, dan sebentar lagi putus denganmu juga"

"Kalau begitu kau harus mempertahankanku. Sekali lagi minta aku jadi kekasihmu dan aku akan menerimamu dengan syarat aku satu-satunya untukmu"

"Jangan main-main denganku?"

Kyuhyun tidak menjawab. Dia diam, Kibum ikut diam. Detik berikutnya mereka saling lirik, saling pandang kemudian tersenyum bersamaan.

"Kau mau jadi kekasihku, Kyu? Aku janji kau akan jadi satu-satunya kekasih bagiku"

"Kau tidak romantis, tapi karena kau memenuhi syarat, aku menerimamu"

Lalu keduanya saling mendekat, saling melekat dan saling jatuh cinta.

Kerang

"Auuuu!", teriak Kibum ketika tiba-tiba kepalanya ditabok berulang kali.

Kyuhyun tersentak bangun, begitu juga Kibum. Ketika Kyuhyun sibuk menyembunyikan tubuh telanjangnya di balik selimut, Kibum malah terbengong hebat. Ada penyusup masuk kamarnya. Bentuknya namja, namja cantik dengan segala pesonanya namun sayang mukanya sangar. Kibum ingat wajah seperti itu, wajah yang gambarnya diperlihatkan Luo tempo hari padanya. Sepupu jahat Kyuhyun, Kim Heecul.

"Kau meniduri sepupuku?", tanyanya sambil menuding tepat di depan bola mata Kibum.

"Dia kekasihku", jawab Kibum sekenanya.

"Dia juga sepupuku"

"Ya aku tahu" Dan sebuah tempelengan mendarat di kepala Kibum sampai si empunya kepala mendesis kesal. Dia mau melawan namun tak enak hati dengan Kyuhyun. Heechul dilihat dari perawakannya saja kalah jauh dari Kibum, sekali pukul pasti pingsan. Tapi mendengar kejahatannya selama ini, tampaknya Heechul licik dan bermulut kasar. "Kenapa kau memukulku?" Sekali lagi Heechul mendaratkan tangannya. Maunya ke kepala, karena Kibum berkelit, akhirnya tangan Heechul mengenai pipinya.

"Karena kau meniduri sepupuku"

"Dia kekasihku, terserah kita mau berbuat apa"

"Dia dalam perlindunganku", kata Heechul tegas.

"Dia dalam perlindunganku", balas Kibum mengeluarkan kalimat yang sama.

Ketika Heechul hendak memukul lagi, Kibum menangkap tangannya. Benar saja, Heechul tak berkutik lagi. Mulutnya saja nyerocos tapi tangannya tak bisa gerak sama sekali.

"Bangsat, lepaskan aku atau kulaporkan polisi!"

"Kibum lepaskan dia!', perintah Kyuhyun.

"Aku akan lapor polisi!", ancam Heechul setelah dilepaskan Kibum. Tangannya sakit, merah di pergelangan. Tandanya dia tak pernah dikasari sebelumnya.

"Hyung dengarkan aku!", pinta Kyuhyun. "Kibum ini kekasihku"

"Kata Eunhyuk kau memacari seorang detektif, kenapa malah memacarinya?"

"Ya dia memang detektif, Hyung!", terang Kyuhyun. "Kau mau lapor polisi untuk apa, dia sendiri polisi"

"Oh!", seru Heechul. "Kenapa tak bilang dari tadi"

"Kau main pukul saja, tak mau tanya dulu"

"Aku cemas padamu, tiba-tiba kau ada dikamar yang bukan milikmu, telanjang dengan namja tak dikenal, tubuhmu bekas dicumbui, kau pikir aku tak takut kalau kau diperkosa olehnya?" Lagi-lagi Heechul menuding Kibum.

"Sejak kapan kau mencemaskan keadaanku?", tanya Kyuhyun sambil berdecak sebal. "Karena kau sudah tahu Kibum kekasihku, jangan bicarakan soal ini lagi. Hubunganku dengan Kibum, bukan urusanmu"

"Cih!"

"Sekarang katakan untuk apa kau datang kemari?"

"Menemui detektif Kim. Aku perlu bicara dengan orang yang melindungimu itu"

"Dia Detektif Kim!", tunjuk Kyuhyun pada Kibum.

"Aku Kim Kibum"

"Ya ampun, kau tidur dengan detektif yang melindungimu sendiri, Kyu" Eluh Heechul. "Cepat mandi, aku ajak kalian makan siang. Kutunggu di luar!"

Heechul keluar cepat, membuka dan menutup pintu dengan kasar.

"Bagaimana sepupumu bisa ada disini?"

Kyuhyun angkat bahu. "Dia selalu seperti itu. Aku akan mandi duluan!"

Ubur Ubur

Heechul memindahkan dua sosis dan telur mata sapinya ke piring Kyuhyun lalu mengisi piringnya dengan roti gandum dan menetesi olive oil. Heechul juga mengambil potongan jeruk sunkish yang dipesannya pada pembantu, lalu sayuran warna warni. Terakhir mayonaise tawar di tepi piringnya. Piringnya penuh, penuh dengan tumbuhan mentah kecuali roti gandumnya.

Kyuhyun menuang isi piringnya ke piring Kibum, sedangkan dia makan roti dengan selai blueberry. Lalu Kibum, diam saja. Makan yang ada, anggap itu semua rejeki. Toh yang masak pembantu Kyuhyun, belanja pakai uang Kyuhyun juga. Dia tinggal makan, tak perlu protes.

"Jadi kenapa kita makan disini, kau bilang akan mengajak kami makan siang?"

"Ini belum siang. Lagipula kalian belum sarapan, kita makan disini sama saja" Heechul memasukkan daun berwarna ungu kemulutnya, lalu daun hijau berbentuk runcing-runcing. Katanya itu salad, tapi Kyuhyun lebih suka menyebutnya makanan kambing. "Aku mau menukar balik asetku"

"Tidak sekarang", jawab Kyuhyun tegas.

"Lalu kapan? Aku mau infestasi di perusahaan temanku"

"Nanti Hyung, aku pasti kembalikan semua asetmu. Sekarang aku masih butuh pertukaran aset kita"

"Aku tidak mau punya aset di Korea", tolak Heechul.

Kibum membuka suara. "Aku tak tahu permasalahan kalian, tapi sekarang kalian dilindungi disini. Kau bisa tinggal di Korea selama kau mau. Kalau bisa, kembali kesini sekalian"

"Kau dengar kata-kata Kibum, Hyung!"

"Terima kasih, tapi aku nyaman tinggal di luar negeri" Heechul menghentikan makannya. "Kibum, kau tahu waktu itu seseorang menanyaiku soal ini? Soal pertukaran aset antaraku dengan Kyuhyun. Mereka bertanya dari nadanya mengatakan seolah-olah aku yang menukarkan asetku dengan milik kekasihmu ini", terangnya sambil mencibir keji ke arah Kyuhyun. "padahal dia yang menukarkannya"

"Ada orang-orang dalam perusahaanku yang akan mengalihkan kekayaanku. Mereka bisa mendapat tanda tanganku tanpa aku sadar yang kutanda tangani, Hyung. Besabarlah sedikit, setelah aku berhasil menemukan orang itu, menendangnya keluar dari perusahaan, baru aku kembalikan semua keposisi semula" terang Kyuhyun. "Aku sudah kehilangan uang puluhan juta dolar karena kelalaianku mengeluarkan tanda tangan, Hyung. Mengertilah!"

"Sewa orang pintar untuk menyelidiki pegai-pegawaimu biar si bangsat itu cepat ketemu"

"Aku sudah menyewa beberapa, tapi kau juga tahu kalau perusahaanku punya pegawai yang tak sedikit. Butuh waktu untuk penyelidikan skala besar" Kyuhyun menengok pada Kibum. "Perusahaanku dalam masalah, jadi terpaksa aku melakukan itu"

Jadi penukaran aset itu berlaku sebaliknya? Heechul tak ada salah sama sekali soal itu. Jangan-jangan, klien yang memutuskan kontrak dan kejadian koma-nya Kyuhyun dulu bukan salah Heechul juga. Waktu di rumah sakit kemarin Kyuhyun mengatakan padanya kalau Heechul tak ada hubungannya dengan kasus Kyuhyun, apa itu tandanya memang benar Heechul tak salah apapun?

"Kau pasti mengira aku licik", kata Heechul pada Kibum. "Tapi kau perlu tahu, kekasihmu ini lebih licik dariku"

"Hyung, kau mengatai sepupumu sendiri", protes Kyuhyun.

"Nyatanya kau memang licik"

"Demi kebaikan itu perlu kulakukan, tapi jangan sebut aku licik. Aku cuma terlalu jenius"

"Jenius kepalamu!", protes Heechul. "Tahu begini, kubiarkan saja kau mati saat obat itu merusak otakmu"

"Heechul hyung, kau kasar sekali!"

"Terserah aku mau bicara apa", katanya ketus. "Jadi kapan kau akan kembalikan asetku?"

"Beri aku sebulan. Untuk infertasimu, kau bisa pakai uangku dulu"

Heechul mengiyakan tanpa protes. Lagipula selicik-liciknya Kyuhyun juga demi kebaikan sepupunya itu sendiri. Heechul sebagai keturunan Cho yang sayang saudara-saudaranya, pasti tak tega kalau perusahaan Kyuhyun digerogoti musuh dari dalam. Yang penting dia masih bisa menggunakan uang Kyuhyun untuk infestasi bisnisnya sendiri.

"Kau juga jangan menandatangani apapun yang berasal dari Korea"

"Aku tahu", kata Heechul kasar. "Aku sudah selesai makan. Setelah ini ada pertemuan dengan temanku. Kibum, kalau kau tak ada acara, bisa antar aku ke tempat pertemuan itu!"

"Tidak masalah!", jawab Kibum setelah menelan makanannya.

"Masalah, aku tidak mau ditinggal sendirian disini", protes Kyuhyun.

Heechul mendecih. "Cuma mengantar seberapa lamanya? Lagipula disini ada banyak orang, tak ada yang berani menyakitimu

"Aku sedang dalam mode tak ingin berpisah dengan Kibum"

"Kau ikut saja", tawar Kibum.

"Sekalian jalan-jalan?", pinta Kyuhyun.

"Kalau itu maumu"

"Aku mau sepatu baru. Aku juga lama tak beli es krim di luar, kau mau belikan untukku kan?"

"Apapun itu!", jawab Kibum sok romantis.

Heechul mendecih sekali lagi. Mencibir pasangan yang sedang kasmaran di depannya.

Udang

Kyuhyun sudah menjelaskan semuanya pada Kibum bahwa Heechul memang tak punya salah apapun padanya. Semua tentang Heechul yang dituduhkan selama ini tidak benar. Sama seperti pertengkarannya dengan Changmin gara-gara Jessy dulu. Semuanya rumor belaka. Kyuhyun memang jenius memanipulasi banyak hal, tapi dalam hal cinta dia tak sejenius itu, buktinya saat Kibum menanyakan masalah Heechul, dia segera menjelaskan semuanya. Mungkin takut Kibum salah paham lalu meninggalkannya atau takut Kibum melaporkannya ke polisi dan memenjarakannya. Dia juga bersedia dibawa ke kantor polisi untuk mengklarifikasi berita kejahatan Heechul. Asal Kibum yang meminta, dia akan turuti.

Setelah klarifikasi, Kyuhyun menunggu Kibum yang berdalih ke kamar mandi. Dia menunggu di depan meja Max. Supaya Kyuhyun ada teman untuk diajak ngobrol selama Kibum ke toilet. Untungnya Luo dan yeoja pendukung hubungan Kibum dan Kyuhyun sedang tidak ada di tempat, jadi keadaan kantor adem ayem walau ada Kyuhyun disitu.

"Kibum memperlakukanmu dengan baik kan?"

"Tentu saja. Memangnya kenapa?"

Pertanyaannya keliru. Max mau tanya kenapa pipi Kibum tadi terlihat merah? Apa Kyuhyun memukulnya? Tapi karena tidak mungkin Max terang-terangan menuduh Kyuhyun, dia membalik pertanyaannya.

Max menggeleng. "Baguslah kalau Kibum baik padamu", jawab Max sambil tertawa garing. "Ngomong-ngomong, kau masih mencintai Kibum kan?"

"Pertanyaanmu aneh"

"Ada seseorang lain yang suka denganmu?"

"Siapa? Kau? Maaf, aku masih mencintainya. Dan sepetinya aku tak mau mencintai orang lain selain Kibum"

"Bukan. Bukan aku, tapi temanku", terang Max. "Lupakanlah. Yang penting kau bahagia dengan Kibum. Nanti aku bilang padanya kalau kalian tidak ingin berpisah"

Kyuhyun tahu siapa yang dimaksud Max. Itu Luo, karena detektif satu itu sering sekali cari muka kalau berada di dekatnya. Pernah merayunya beberapa kali, tapi Kyuhyun tak tertarik. Waktu menelepon Changmin kemarin, sahabatnya itu juga bercerita kalau Luo merayunya. Jadi bisa dikatakan kalau Luo itu namja perayu. Untungnya Changmin juga sama tak tertariknya seperti Kyuhyun.

"Max, sebenarnya aku mau mengajak Kibum kencan malam ini, tapi aku tak tahu tempat mana yang bagus. Kibum juga sering berada di luar rumah, bisa jadi sudah pernah kesemua tempat. Aku maunya kencan ke tempat yang sama sekali belum pernah dikunjunginya atau kukunjungi. Kau punya saran?"

"Kencan? Malam ini?"

"Iya"

Max menggosok hidungnya. Berpikir sejenak sebelum berkata-kata.

Max jenis namja romantis, dia tahu bagaimana memperlakukan pasangan dengan baik. Tempat-tempat romantis dia juga tahu, tapi kalau romantis fersi orang kaya seperti Kyuhyun, dia agak sanksi.

"Sebenarnya aku tahu banyak tempat yang keren, tapi aku tak yakin kau mau kesana"

"Aku mau"

"Masalahnya itu bukan tempat khusus orang kaya"

"Yang kaya aku, bukan Kibum. Aku bisa menyesuaikan diri" Bukan menyombongkan kekayaan sebenarnya, hanya keyataan saja. "Ayolah, beritahu aku"

"Kau yakin?"

"Asal tempatnya sekeren yang kau katakan, aku sangat yakin", kata Kyuhyun mencoba akrab dengan Max untuk dapat list tempat kencan terbaik. "Kapan kapan kusponsori kencanmu dengan kekasihmu. Ke Jeju atau ke Busan, terserah kau"

"Benarkah?", tanya Max girang. "Kutulis alamatnya untukmu!"

Max menyelesaikan tugasnya sebelum Kibum bergabung dengan mereka. Setelah kertas diserahkan dan dikantongi oleh Kyuhyun, Kibum datang dan mengajak Kyuhyun segera pergi.

"Terima kasih bantuannya, Max!"

"Ahh, senang kalau bisa membantumu, Kyu"

"Kalian saling membantu apa?"

"Bukan urusanmu, segera pulang sana!", usir Max sambil membuat gesture pengusiran dengan kedua tangannya. "Nikmati kencanmu!", teriak Max sebelum Kyuhyun dan Kibum keluar kantor.

Kibum bergandengan tangan dengan Kyuhyun ke arah mobil mereka. Mengabaikan petugas-petugas yang memandanginya curiga. Mereka memang sepasang kekasih, sudah sepantasnya terlihat mesra saat jalan berdua.

"Kau memberitahu Max kalau kita akan berkencan?", tanya Kibum sembari dia membuka pintu mobil untuk Kyuhyun.

"Ya. Aku minta saran darinya" Ketika Kibum sudah menyusulnya ke mobil, Kyuhyun menambahkan. "Dia orang yang romantis, punya segudang pengalaman kencan dan tak pernah mengecewakan pasangan"

"Dari mana kau itu?"

"Dari caranya bicara dan dari bentuk bantuan yang diberikannya padaku" Kyuhyun menyerahkan daftar yang dibuat Max tadi. "Bawa aku kesalah satu tempat itu sekarang!"

Kibum meneliti daftarnya, dia tahu semua tempat-tempat itu tapi tak pernah sekalipun pergi kesana. "Yang paling dekat saja. Kita bisa kunjungi yang lainnya nanti"

"Ok!", sahut Kyuhyun. "Satu lagi, tadi Max tanya sesuatu padaku tapi belum sempat kujawab"

"Pertanyaan apa?" Kibum menyahut sambil menyalakan mobilnya.

"Apa kau mencintaiku?"

"Tentus saja aku mencntaimu. Kalau dia tanya lagi, aku yang akan menjawabnya"

Kyuhyun mengangguk-angguk puas. "Aku juga mencintaimu", katanya sambil tersenyum sendiri.

Jadi sebenarnya siapa yang menanyakan pertanyaan tadi?

To be continue

Tidak begitu bagus, tapi semoga terhibur

See you next time!