Chapter 9
She is? Luhan
Main cast :
XI LUHAN
OH SEHUN
Cast Other
XI YIFAN—KRIS—
KIM JONGIN
PARK CHANYEOL
BYUN BAEKHYUN
HUANG ZITAO
KIM HAN BIN—iKON—
And Other
.
.
Main Pair : HunHan
Slight Pair : KaiHan, HanHan, ChanBaek, KaiSoo.
.
.
Rated : T-M?
.
.
.
.
..
.
GS For Uke
.
.
.
.
.
.
Sorry for typo(s)
.
.
.
.
.
.
.
.
Oohdinda72016
.
.
.
.
.
.
.
"Hei kenapa kau melamun lagi, hoobae cantik" goda BI lagi.
"Ah—hehe.. tidak sunbea, tidak hehe" cengir Luhan tanpa dosa.
"Panggil saja aku Oppa, kau memanggil Sehun Oppa masak tidak denganku? Mau bukan?" Tanya Han Bin—lagi—
"Ahh hehe baiklah sun—ehh Oppaa" raut wajah Luhan menjadi jadi, menjadi jambu air yang sangat matang.
"Apa kau sedang sakit?" Tanya BI sambil menjulurkan telapak tangannya ke dahi Luhan dan..
Srett..
"Eh maaf maafkan Aku Luhan, aku hanya khawatir padamu. Maafkan aku ya?" ucap tak enak BI saat tiba-tiba tangannya di tolak tiba-tiba oleh Luhan.
"Ahh ania Oppa, aniaa. Aku masuk ke kelas dulu ya? Emm—dosen Jung sebentar lagi akan masuk. Permisi Oppa" ucap Luhan membungkuk sopan lalu bergegas pergi dari hadapan BI. Yang ditinggal pun hanya tertawa kecil
"Lucunya dia.." gumamnya "Apa dia mudah bersemu seperti itu saat berdekatan dengan namja tampan seperti ku? Wkwk" Hanbin tertawa sendirinya—
"Hei bung! Mengapa tertawa sendirian disini?" Tanya namja datang dari belakang lalu melampirkan tangannya ke pundak BI.
"Ada gadis istimewa Bob" jawab BI dengan santainya berjalan berdampingan dengan namja disampingya—Bobby—
"Siapa? Target baru?"
"Target? Kau kira aku sedang bermain game tembak-menembak. Aku selalu serius dengan wanita, tidak sama dengan mu" ucap BI langsung masuk kelas dan mendapatkan deathglare langsung dari pria pucat dari ujung kelas—Oh Sehun—
"Lihatlah, dia sepertinya masih dendam padamu" bisik Bobby yang melihat kejadian tidak asing ini.
"Biarkan saja, namanya juga pihak kalah. Pihak kalah selalu dendam dengan pihak menang" ucap BI santai sambil meletakkan tas nya dan mulai mencari buku special nya—buku yang berisi karangan lagu yang ia ciptakan dan segalanya tentang music—
"Ya! Jangan terlalu cuek, tatapan matanya semakin hari semakin menakutkan" bisik Bobby lagi sambil mengeluarkan earphone—kebiasaan saat pelajaran dimulai—
"Aku tidak perduli, aku yakin setelah ini ia akan semakin dendam denganku.." ucapnya sambil mencari pensil dan pengahpusnya.
"Ya bodoh! Apa memangnya yang akan kau perbuat? Jangan bertindak bodoh lagi!" ucap Bobby cemas.
"Aku tidak perduli sudah ku katakan. Lagipula aku yang bertemu dengan gadis itu, dibandingkan dengannya." Ucap Hanbin mulai menulis lirik lagu yang belum ia selesaikan
"Hei bodoh! Apa ini masalah wanita lagi. Aiisshh! Aku sudah bilang KIM HANBIN, jangan memulai masalah wanita dengan Sehun lagi. Apa kau tidak waras?" Bobby meletakkan telapak tangannya ke dahi BI "Tidak panas, sebelum berakhir dengan tragis. Berhentilah." Nasihat Bobby
"Ini baru dimulai, tidak mungkin ku akhiri" ucap Hanbin mulai mengisi balok-balok lirik pada bukunya.
"Huftt, percuma saja menasihati batu sepertimu" ucap Bobby menyerah lalu memasang earphonenya dan meletakkan tangannya dimeja untuk dijadikan bantalnya—selama waktu pelajaran—
Namja yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerak dua laki-laki itu hanya bisa menatap tajam pada salah satunya. Ia sangat tidak suka dengan sikap munafik namja itu. Sok baik, sok manis, apalagi sok—ahh sudahlahh.. sedangkan namja disampingnya hanya memandang bingung temannya ini
"Ya Sehun, nanti jam ke 4 kita ada dikelas AR2 bersiaplah!" ucap Chanyeol
"Untuk apa?" balas Sehun datar
"Kau lupa? Tadi pagi kan aku sudah bilang, bahwa kita ada sosialisasi ke hoobae. Kau lupa?"
"Tidak. Bangunkan aku jika waktunya" ucapnya menutup mata
"Ehmm.. pemalas" gumam Chanyeol mulai membuka buku-nya karena dosen sudah masuk kelas.
"Seperti kau tidak saja!" balas Sehun sinis
Chanyeol hanya mendengus kesal, ia sudah lelah terhadap sikap teman kecilnya ini.—very sucks—
Chanyeol sedang menoleh ke kanan kiri. Kemana perginya dia—Kai—tidak biasanya ia terlambat seperti ini. Akhirnya, ia hanya mengendikkan bahunya saja. Tidak terlalu memikirkan sahabatnya—tepatnya mantan sahabat menurut Kai—
Sedangkan namja yang sedang difikirkan Park sedang duduk termenung di ruang Dance. Ruang dimana ia bersama ketiga sahabatnya dulu suka menghabiskan waktu membolosnya disini, Kai tersenyum kecut mengingat itu. Kai menatap sekeliling ruang dance ini, dulu disanan dipojok ruangan iya belajar bermain beatbox dan bernyanyi ala rapper bersama Chanyeol sedangkan Sehun menari ditengah-tengah ruangan ini. Sehun? Seketika senyum nya hilang menjadi senyuman kecut, ia masih mengingat kata-kata Sehun tadi pagi
"Kedua kalinya kau menggumam kata 'Manis' pada seorang gadis. Apa kau benar-benar mencintainya?"
"Bersainglah secara sehat"
Kata kata Sehun masih terngiang bebas di otaknya. Ia tidak habis fikir sudah kedua kalinya ia menyukai gadis yang sama dengan Sehun, dan akhirnya gadis itu akan berakhir pada nya—Sehun—ia menyandarkan kepalanya ke dinding belakangnya lalu membuang nafas melalui mulutnya dengan pelan
'sampai kapan hubungan kita akan terus seperti ini Sehun?' batin Kai lalu memejamkan matanya hanya sampai..
Drrtt..
Drrttt..
Telpon masuk ke handphone Kai dan itu -Kris-
"Ada apa anak ini menelfon? Bukannya dia ada dikelas?" gumam Kai "Halo? Ada apa Kris?" Tanya Kai
"Kai aku sedang berada di gangnam"
"Gangnam? Ada urusan apa sampai kau berada disana?" bingung Kai
"Ceritanya sangat panjang. Aku minta tolong kepadamu, tolong jaga Luhan Kai. Antar dia pulang sampai dalam apartemen, lalu tolong periksa dalam kulkasnya ada makanan atau bahannya atau tidak jika tidak tolong pesankan makanan, mungkin aku disini akan sampai seminggu"
"MWO? Se—seminggu? Apa kau gila Kris?"
"Aku masih sehat untungnya Kai, sudahlah tidak usah cerewet. Selama seminggu aku tidak ada tolong jaga Luhan baik-baik. Dia itu ceroboh, dan ingat jangan sampai Sehun mendekati nya" ancam Kris
Kai hanya menghela nafas pelan "Tidak kau suruh aku melakukannya, ada apa sampai seminggu? Apakah itu sangat penting?" Kai sangat penasaran
"Aku bilang ini darurrat Kai dan penting. Aku disini bersama Tao. Katakana ini pada Luhan, karena minggu besok orangtua kami datang dari China. Aku juga ingin kau menjemput mereka bersama Luhan dan—"
"Ya ya naga burik! Kau piker aku babu apa? Semua pekerjaan itu aku yang mengerjakan? Untuk Luhan oke-oke saja, tapi—"
"Kau menyukai Luhan bukan aku tahu itu? Buatlah orangtua ku menyukai mu, pasti Luhan akan sama begitu. Sudahlah, ini amanat dariku. Jika terjadi apa-aapa pada Luhan, luka sedikitpun akan kubunuh kau Kamjjong!"
"Aish ya ya! Arraseo arraseo. Ceritakan padaku apa yang terjadi sampai kau pergi begitu lama. Apa Luhan tau alasanmu?" Tanya Kai
"Tidak, tapi orangtua ku tahu. Sudahlah kututup, aku sangat sibuk. Jaga Luhan!"
PIP
"YA! YA! Jika kau bukan temanku aku tidak akan me—" ocehan Kai teralih saat pintu ruang dance dibuka dan itu adalah..
"Eh? K—kai? Kau disini? Ke—kenapa biisa? Bukannya kau ada kelas? Ma—afkan aku menganggu aku akan per—"
"Hei, bicaramu cepat sekali? Bertanya satu-satu Do? Do? Do?" ucap Kai dengn mimic wajah berfikir
"Do Kyungsoo Kai-ssi" jawab Kyungsoo lemah
'Namaku saja tidak tahu, apalagi hatiku..'
"Ahh iya iya. Do Kyungsoo, departemen Musik bukan?" Tanya Kai "Kemari, duduklah" ucap Kai menepuk bangku kosong sebelahnya untuk diduduki
"Bolehkah?" Tanya Kyungsoo dengan mata doe-nya O _O
"Ahhah, kau imut sekali.."
BLUSHH
Wajah Kyungsoo sukses memerah malu ditambah rasa senang karena baru ini ia berbicara secara dekat dengan Kai—Biasnya—sontak ia menundukkan kepalanya
"Hei, kenapa diam saja? Duduklah, aku tidak merasa terganggu akan kedatanganmu" ucap Kai sambil tersenyum menampakkan lesungnya.
"Ahh—ba—baiklahh" ucap Kyungsoo grogi lalu beranjak dari pintu dan menuju arah Kai,duduk tepat disamping Kai.—Namja yang dicintainya sejak semester 1 dan sekarang sudah semester 6. Bayangkan saja berapa tahun perasaan itu ada—
"Ka—kau sedang apa disini?" coba Tanya Kyungsoo masih setia menatap sepatu kinclongnya
"Hei, jika bertanya lihatlah orang yang sedang kau tanyai.." ucap Kai setengah tertawa
"Ahh.. iya, maaf tidak sopan ya? Maafkan aku.. maafkan aku" Kyungsoo berdiri lalu membungkuk kepada Kai. Ia merasa sangat bodoh karena baru kali ini ia dekat dengan seorang yang amat sangat ia perhatikan dari dulu dan—
"Eh eh, kenapa kau minta maaf? Seperti itu? Sudahlah, duduk. Duduk. Aku tidak apa Dyo" ucap Kai
"Dyo?" ucap Kyungsoo bingung dengan panggilan yang Kai berikan kepadanya.
"Iya. Dyo? Kau tidak suka?"
"Dyo? Ah tidak seperti itu, tidak. Hanya saja, pertama kali ini kau memanggilku dengan sebutan yang berbeda. Tidak Kai, aku suka!" ucap Kyungsoo tidak sadar
"Kau suka?"
"Eh?" kyungsoo linglung dan sukses memerah
"Kau suka kupanggil Dyo?"
"Em.. bisa jadi, emm… aku suka saja, ba—baru kali ini ada yang memanggil namaku dengan berbeda. Hehe i—iiya begitu." Ucap grogi Kyungsoo
"Ahh begitu, tapii—"
"Eh iya Kai tadi aku kan bertanya kenapa kau ada disini? Bukannya kau ada kelas?" Tanya Kyungsoo untuk menghindari pembicaraan yang membuat hati-nya seakan akan pecah.
"Bagaimana kau bisa tahu aku ada kelas?"
"Eh? Bukan bukan, aku tahu karena Chanyeol tadi buru-buru memasuki kelas, kau satu kelas bukan dengannya?" Tanya Kyungsoo, lalu menutup matanya dan mengigit pelan bibirnya—ia salah omong—
"Ahh Chanyeol-ssi? Iya aku satu kelas dengannya, dan juga dengn sahabatnya. Ehmm.."
Kyungsoo jadi tidak enak karena telah membuat nada bicara Kai berbeda. "Ma—"
"Aku hanya bosan dikelas, aku ingin ketenangan saja untuk hari ini.."
Kyungsoo yang sedari tadi tidak mengedipkan matanya saat menatap Kai berubah menjadi tatapan sendu, ia jadi tidak enak karena telah menjadikan suasana ini menjadi canggung.
"Ahh" Kai melihat arloji-nya "10 menit lagi jam istirahat. Aku harus menemani Luhan, baiklah. Aku permisi dulu Dyo?" ucap Kai membereskan barang-barangnya dan memakai jaket biru dongkernya "Aku pergi. Jangan lupa makan siang" ucap Kai mengusak-usak rambut Kyungsoo pelan lalu pergi.
Kyungsoo hanya melebarkan matanya kaget dan senang. Tapi, sedetik—
"Luhan?"
Apakah ia harus menahan sakit lagi, ia tahu Kai pernah mencintai wanita Sehun—Jung Serine—yang membuat keadaan mereka seperti ini sampai sekarang—Kai Sehun—dan sekarang ia harus menahan sakitny—lagi—saat nantinya ia akan tahu bahwa Kai—orang yang dicintainya—menyukai oranglain selain dirinya? Apakah cinta satu pihak sangat menyakitkan seperti ini? Tanpa sadar Kyungsoo meneteskan airmatanya, ia lelah dengan perasaan suka diam-diamnya yang sudah ia jalani kurang lebih dari 3 tahun ini, dan disaat ia sudah merasa dekat dengannya—Kai—ia malah menyukai gadis lain lagi? Ia masih termenung dengan pikiran nya yang berkecabang kesana kemari.
"Hahh! Mungkin Luhan Kai anggap sebagai Adik saja. Kai sahabat Kris, Kris kakak Luhan. Okey tenang Dyo." Saat mengucapkan kata 'Dyo' ia tersenyum "Tenang"
Lalu Kyungsoo pergi meninggalkan ruang Dance, yang ia piker akan tenang saat melihat foto Kai bersama team Dance kampus ini, ternyata membuat hatinya berdenyut keras.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Baekk, aku bosan. Pelajaran dosen Kim sangat membosankan" bisik Luhan
"Diamlah! Dosen Kim bisa mendengarnya" ucap Baekhyun sangat pelan.
"Tapi, Baekk aku sangat bo—"
"Noona Byun dan Noona Xi? Apakah ada yang ingin kalian tanyakan? Tanyakan kepada saya? Jangan malu.." ucap Dosen Kim memang terlihat tenang tapi nada dibalik ketenangan itu yang membuat semua siswa merinding.
"Ania, kami hanya—"
"Kami bosan, bolehkah kami ke kantin sekarang. Saya lapar Pak.." ucap Luhan setenang-tenangnya air sungai dan mendapat tatapan terkejut dari semua siswa yang ada dikelas itu—AR2—
"Jadi kau lapar? Baiklah kau boleh ke kantin? Apa kau juga lapar Noona Byun?" Tanya Dosen Kim pada Baekhyun yang menggenggam erat kedua tangannya yang sekarang berubah menjadi dingin. "Ah.. ti—tid—"
"Iya, Baekhyun juga lapar Pak. Jadi bolehkah? Baiklah, Ayoo Baekk"
Semua siswa tambah memandang terkejut dengan tingkah polos Luhan malahan ditambah
"Dosen Kim, apakah sudah boleh ke kantin? Aku juga sangat lapar, bolehkah juga aku ikut ke kantin dengan Luhan dan Baekhyun?" ucap polos Lay
"Tent—"
"Tentu saja Lay, ayo kita ke kantin" ucap Luhan akan menarik lengan Baekhyun tapi—
"Horeee" teriak Lay sangat keras
Semua siswa dikelas sangat cengo apalagi dosen Kim, Baekhyun yang sedari tadi di sangkut pautkan mendesah pelan sangat lelah dengan kedu temannya yang sangat polos. Sangat. Sangat. Polos.
"Baiklah, kalian ke kantin sekarang. Besok lusa ada pelajaran saya lagi bukan? Kalian saya beri nilai D sebagai gantinya ke kantin. Ayo silahkan ke kantin Noona-noona."
Kata-kata dosen Kim sukses membuat mata mereka bertiga membulat, terutama Baekhyun yang melebarkan matanya sambil sukses menganga. Nilai D? apa kata adiknya—Byun Taehyung—jika ia tahu kakaknya yang super cantik ini mendapatkan nilai D. ia pasti akan sukses di bully, karena sejak pertama adiknya itu selalu membully-nya dengan kata-kata "Kau masuk departemen Arsitektur yang benar saja? Kau itu pantasnya sekolah di sekolah make-up. Tebalkan eyeliner mu!", "Aku yakin rata-rata nilaimu nanti pasti mendapat C/D atau malah F wkwkw!","Lihat saja jika aku sudah meneruskan sekolahku keperguruan tinggi. Aku akan mengalahkanmu dair segala hal Eonni haha"
Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya cepat sambil memasang wajah tidak rela lalu melihat dosen Kim yang wajahnya sudah memerah karena menahan emosi.
"Maafkan Luhan dan Lay soensangnim. Kami hanya bercanda, kami tidak akan ke kantin" ucap Baekhyun dengan tatapan memelas.
"Sudah terlamabat. Bukannya enak? Saya beri jam istirahat lebih cepat,"
"Tapi So—"
"KELUAR!"
Baekhyun menghela nafas kesal,
"Beiklah soensangnim.." ucap Baekhyun lemas membereskan isi tasnya begitu pula Luhan dan Lay.
"Maafkan aku Baekk" bisik Luhan dari sisi kiri
"Aku juga ya" bisik Lay dari sisi kanan
Oh tuhan kapan Baekhyun mempunyai teman waras! Hapus saja Baekhyun dari bumi ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Hei! Ayo kantin! Sudah istirahat" Chanyeol membangunkan Sehun
"Eunggh, kau duluan saja sana!" ucap Sehun masih enggan membuka mata.
"Hei! Kau tadi belum sarapan bodoh! Sehabis istirahat kita akan mengoceh panjang pada hoobae, ayolah Seh—"
"Aish iya iya, aku sudah bangun! Ayo!" ucap Sehun bangun lalu menenteng tas malas keluar kelas.
"Dasar—" ucapannya terhenti saat melihat gadis bereyeliner tebal duduk sendirian di lapangan basket dengan pandangan lesu. "Kenapa dia disana sendirian?" gumam Chanyeol
"Hei yoda! Cepatlah! Aku lapar!" teriak Sehun dari luar kelas
"Arraseo..arraseo" teriak balik Chanyeol lalu keluar kelas.
.
.
.
.
.
.
"Baekk, ayo ke kantin saja. Jangan melamun seperti ini, maafkan aku dan Lay ya?" ucap Luhan
"Sudahlah, kau saja yang ke kantin. Aku hanya ingin disini saja!" jawab Baekhyun dengan nada—ketara sekali—malas.
"Apa kau marah padaku?"
"Tidak"
"Apa kau kesal padaku?"
"Tidak"
"Apa kau benci padaku?"
"Aish diam bodoh! Aku bilang tidak ya tidak. Aku tidak lapar, pergilah!"
"Baekk, kenapa kau malah membentakku?" ucap Luhan merengek
"Karena aku sudah berkata aku tidak lapar dan malas. Pergilah saja ke sana bersama Lay, pasti Kai Oppa juga menunggumu. Tadi di menelfonku mencari dirimu.."
"Kai Oppa menungguku? Tapi, Baek? Ayo kia ke kantin saja"
"Luhan.."
"Baik-baik, aku sendirian saja! Telfon jika kau lapar!" ucap Luhan kesal lalu pergi meninggalkan Baekhyun sendirian di tepi lapangan Basket.
"Dasar bocah!" gumam Baekhyun "Semoga eomma, appa, dan Tae tidak tahu aku dapat nilai D! apalagi dia! Aaaa—"
"Nilai D? kau mendapat nilai D?" ucap namja dari belakang Baekhyun, dan Baekhyun kenal suara ini. Suara seseorang yang sedang ia jauhi.
"Kau"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Dimana Kai Oppa? Apa jangan-jangan Baekhyun bohong agar aku pergi! Ahh menyebalkan sekali" teriak pelan Luhan mengerucutkan bibirnya lucu dan menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.
"Hei Little Deer, mengapa sangat imut sekali eoh?"
"Eh?" Luhan berbalik. "Oppa! Kau darimana saja!"
"Kau menunggu lama eoh? Baekhyun bilang padamu? Maaf ya? Oppa baru saja dipanggil oleh pelatih Kang. Ayo, duduk tuan puteri, sekalian aku akan memberitahu sesuatu" ucap Kai membukakan kursi untuk Luhan duduki.
"Terimakasih Oppa, apa yang ingin Oppa ber—"
"Hai, Kau lagi?" ucap namja lain dan sontak membuat Luhan dan Kai menoleh kearahnya. Berbeda dengan Luhan yang melihatnya dengan tatapan terkejut, tidak dengan namja dihadapan Luhan—Kai—memandang namja itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Opp—oppa?"
Kai sontak melihat Luhan terkejut, Oppa?
"Iya aku.. hehe.. dimana-mana ada dirimu hoobae manis. Apa mungkin kita berjodoh?" ucap BI—ya dia Han Bin—dengan nada menggoda.
"Ahh.. ehm—Oppa mau duduk. Silahkan.." tawar Luhan
"Bolehkah aku duduk disini?" Tanya BI sambil menunjuk bangku kosong sebelah Luhan, dan Luhan mengangguk "Bolehkan Oppa?" Tanya Luhan pada Kai yang sedari tadi tidak merespon kedatang namja lain ini. Kai hanya mendesah pelan dan mengangguk.
"Woahh terimakasih Kim Jongin.." ucap Han bin dengan nada bahagia tapi ada makna di dalam pengucapannya.
.
.
"Sehun kau ingin pesan apa?" Tanya Chanyeol pada Sehun yang entah focus kemana.
"Sehun apa kau mau Bubble Tea?" Tanyanya lagi.
"Sehun apa kau—" tanyanya berhenti saat melihat punggung Sehun menjauhi nya dengan mengepalkan tangan dan mendekati meja yang berisi dua namja dan satu yeoja mungil saat ini ia hanya melihat Sehun membawa pergi dan menarik kasar tangan gadis itu dari meja itu dan membawa pergi gadis itu dari dalam kantin. Saat ia menoleh pada dua namja itu mereka adalah Kim Han Bin—Musuh terbesar dari sahabat-sahabatnya—dan didepannya ada Kai? Apa Kai?—mantan sahabatnya—ia mengerutkan dahi, mengapa bisa ada Kai? Duduk dengan hanbin? Siapa gadis mungil itu. Tatapan bingung lagi ia berikan saat Kai berusaha mengejar Sehun dan gadis itu. Sedangkan, Han bin? Ia hanya tersenyum miring tidak melakukan apa-apa. Apa yang sebenarnya hanbin inginkan?
.
.
.
.
.
.
"Oppa lepas. Mengapa oppa menarikku seperti ini.." teriak Luhan sambil berjalan mengikuti langkah Sehun karena langkah Sehun terlalu cepat dan lebar. Jadi, Luhan susah menyesuaikan jalannya.
"Oppa! Sakit hikss" Luhan mendung
"Diamlah!" bentak Sehun dan seketika membuat Luhan takut dan diam mengikuti arah Sehun membawa Luhan pergi.
Dan berakhirlah mereka disini, di dalam gudang ujung koridor kampus. Menarik Luhan masuk dan mengunci pintu gudang itu.
"Oppa..hikss..mengapa oppa kasar sekali? Mengapa kau menguncinya? Oppa—"
"Diamlah Luhan!"
Luhan diam dan menunduk meneteskan airmata sebanyak-banyaknya.
Sehun semakin sakit melihat Luhan-nya, Miliknya menangis karena perbuatannya. Sehun pun memeluk Luhan dengan erat, sambil berkata
"Maafkan aku.. maafkan aku Lu.." ucapnya sambil mengelus surai Luhan dengan halus
"Kenapa oppa sangat kasar kepadaku? Oppa jahat.. "
"Aku tidak jahat sayang.. aku tidak seperti itu.." ucapan halus Sehun makin mengeratkan pelukannya
"Tapi..hikss..kenapa oppa menarik kasar tanganku seperti tadi? Hikss.. gege.." tangisan Luhan menjadi-jadi. Sehun menjadi smakin panic, bagaimana caranya ia mendiamkan rusa kecilnya ini.
"Ssstt diamlah Lu, aku hanya tidak suka kau berdekatan dengan laki-laki lain.." SEHUN TO THE POINT.
Luhan masih belum mengerti
"Aku hanya ingin makan dengan Kai Oppa dan Hanbin Oppa saja. Memangnya kenapa..hikss..hikss"
"Aku bilang aku tidak suka" terdengar nada geraman dari Sehun
"Tidak suka..hikss..kenapa..hikss..?" masih polos.
"Aku cemburu melihatmu dengan laki-laki lain kecuai aku, aku mencintaimu, aku menyayangimu, aku menyukaimu, apa jawabanku masih kurangg menjelaskan kenapa aku tidak suka ada laki-laki lain yang berdekatan denganmu selain aku?" Aww Sehun jujur sekali. Tidak seperti Sehun.
Luhan sukses membeku ditempat, apakah sunbaenya ini baru mengatakan cinta padanya. Ia mengedipkan matanya lucu masih mencerna kata-kata Sehun. Kegiatannya terhenti saat Sehun melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Luhan mengarahkan tepat kedepan wajahnya dan Luhan semakin mengedipan matanya cepat smakin bingung. Apa yang akan Sehun lakukan padanya? Tanpa sadar ia menutup matanya dan mendengar kata-kata
"Aku mencintaimu.."
Sebelum
Bibir Sehun sukses mendarat dibibir mungil Luhan hanya menempelkan saja sebelum Sehun sedikit menjilati bibir Luhan. Jilatan kecil itu saja sudah membuat Luhan melenguh tanpa sadar. Seakan mendapat ijin ia mempercepat jilatannya menjadi mengulum bibir mungil Luhan. Luhan semakin keras melenguh saat bibir nya dilahap rakus oleh Sehun, lenguhan itu menyebabkan mulutnya terbuka dan tanpa menunggu lama dan ada kesempatan Sehun memasukan lidahnya ke dalam goda hangat Luhan menjelajahi setiap deretan gusi Luhan. Luhan benar-benar melenguh keras, "Engghh" Sehun semakin gencar mengerjai mulut Luhan dan mulai mengelus-elus pinggang ramping Luhan sedikit-demi sedikit tangannya bergerak mengusap punggu Luhan dan menjadi usapan nafsu, libido Sehun meninggi! ASTAGA TAHAN SEHUN! Sehun akan mengusap bagian dada Luhan sebelum Luhan mendorong kasar Sehun seakan ia butuh nafas. Sehun yang mengerti itu langsung mlepaskan ciumannya dan mengelap entah saliva siapa yang tertinggal di ujung bibirr Luhan.
Sambil terengah-engah
"Opp—oppa mengambil First Ki—ssku?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc or end?
.
.
.
.
Aku next lebih cepat ya, aku next sehari sesudah lanjut chap 8. Hehe. Cepet gasih? Udah berusaha cepet ini, dan maaf jika terlalu pendek.
Terimakasih yang suda review maupun hanya membaca, aku tetap senang. Terimakasih atas sarannya. Hehe^^ aku terrapin insaallah.
Maaf jika alur terlalu cepat, tapi daku tak tahan jika tidak ada moment ayah dan buncan. Wkwk'
Maaf for typo ya?
.
.
.
.
.
.
See u next chap^^
