DUUGH..DUUGH..DUUGH!!
"BUKA PINTUNYA"
"BRENGSEK. SIALAN. WANITA JALANG. BUKA PINTUNYA"
DUUGH..DUUGH..DUUGH!!
Naruto mengumpat kata kasar dan menggedor pintu apartemen Shion yang sekarang ia sambangai.
Amarah Naruto yang tidak bisa terkontrol lagi memuncak dan membuatnya murka karena bukti perselingkuhan Shion kekasihnya dengan seorang pria di club malam.
"APA YANG KAU LAKUKAN NARUTO. KENAPA BERTERIAK SEPERTI ITU DIAPARTEMEN KU. KAU GILA YA" ucap Shion tak kalah ikut berteriak yang sudah membuka pintu apartemennya dan ikut marah karena Naruto berteriak teriak didepan apartemennya.
"Kau bilang aku yang gila. Kau yang gila dasar wanita jalang. Lihat ini!!" ucap Naruto yang menggeram dan mencampakkan bukti foto Shion itu kewajah nya.
Shion terkejut dengan foto foto tersebut yang menampakkan dirinya bersama dengan kekasih gelapnya selain Naruto.
'Sial. Bagaimana dia bisa tau' batin Shion melihat lembaran foto dirinya itu.
"A.aku dijebak Naruto" Shion langsung berubah berpura pura menjadi lirih dan memasang wajah sendu demi mencari alasan didepan Naruto yang sudah terlihat sangat murka melihatnya.
"Cehh. Kau terlalu sering memberi alasan Shion. Ini sudah kedua kalinya kau berhianat padaku" ucap Naruto yang menggeram.
"Kali ini aku serius Naruto. Aku dijebak. Pada saat itu aku sedang mabuk. Tiba tiba saja seorang pemuda mendekatiku. Aku yakin aku dijebak seseorang. Mungkin temanmu Sasuke yang menjebakku. Karena dia tidak menyukai hubungan kita. Percayalah Naruto. Aku benar benar mencintaimu" Shion memohon bersujut dikaki Naruto dengan berpura pura menangis.
Shion hanya berpura pura berakting saja didepan Naruto. Kalau tidak karena butuh uang Naruto saja, Shion tidak mau melakukan hal yang merendahkan dirinya sendiri dengan bersujud memohon ampun ke Naruto. Ciih !!
Hati Naruto meluluh dengan pernyataan Shion. Seperti terkena sihir yang dilakukan Shion. Naruto mudah percaya dengan perkataan Shion dan merasakan tak rela jika kekasihnya menangis.
"Maafkan aku Shion. Aku begitu mudahnya percaya. Aku yakin kau tulus mencintaiku" Naruto berjongkok dan langsung memeluk kekasihnya itu.
Shion tersenyum licik didalam dekapan Naruto. Begitu bodohnya Naruto bisa terkena tipu daya muslihat Shion.
"Hiks..Naruto..aku mencintaimu..hiks" tangis Shion yang dibuat dibuat.
Uciha Corp
Naruto memasuki kantor milik keluarga Uciha itu dengan raut wajah yang terlihat sangat marah. Seluruh karyawan Uciha memandang aneh dan bingung melihat salah satu rekan kerja boss mereka datang dengan wajah yang bisa dikatakan tidak sangat bersahabat.
Tanpa mengetuk atau permisi, Naruto mendobrak pintu ruangan presdir utama Uciha. Dan kebetulan sang presdir Uciha sedang berada diruangnya bersama dengan istrinya.
Sang istri dari Uciha terkejut saat seseorang yang dilihatnya sekarang mendobrak secara tiba tiba pintu itu dengan keras. Sedangkan presdir Uciha yang memilih untuk bersikap tenang tanpa terkejut dengan kehadiran sahabatnya yang terlihat murka dengannya.
"Kau merusak pintu ruanganku" ucap Sasuke tenang.
"BRENGSEK KAU SASUKE"
Naruto berjalan kearah Sasuke yang duduk dikursi kebesarannya, menarik kerah leher baju Sasuke lalu melayangkan tinjuan keras di wajah presdir Uciha.
BUUGH..BUUGH..
"AAH..SASUKE-KUN" Sakura terkejut saat Naruto melayangkan pukulan keras diwajah suaminya.
"Kau mencoba mempermainkanku heehh Uciha. Sialan kau. Kau kira aku akan terkena tipuan kau yang menjebak Shion. Haah" Naruto menarik kembali kerah baju Sasuke yang sudah tersungkur akibat pukulannya.
"Cehh. Ternyata kau tertipu dengan alasan yang dibuatnya lagi Dobe" Sasuke mendecih remeh.
"BRENGSEK..." Naruto kembali hendak melayangkan pukulannya namun terhenti karena teriakan Sakura.
"HENTIKAAAAN"
Seluruh karyawan yang mendengar suara gaduh dari ruangan presdir berbondong bondong mengintip dari luar ruangan. Melihat kejadian apa yang terjadi.
Sakura mendekat kearah Sasuke yang tersungkur. Lalu melepaskan tangan Naruto yang mencengkram kerah baju suaminya.
"LEPASKAN SUAMIKU NARUTO" ucap Sakura dengan melepas paksa cengkaraman Naruto.
"KAU BODOH. KAU YANG DIPERMAINKAN OLEH WANITA JALANG ITU. KAU SUDAH TERHASUT DENGAN MULUT MANISNYA..Hiks" ucap Sakura dengan nada tinggi dan tidak diperdulikan Naruto.
Sasuke sedikit meringis sakit karena sudut bibirnya yang luka akibat pukulan keras Naruto. Memegang sudut bibirnya dengan ibu jarinya.
Tanpa berkata lagi, Naruto berbalik arah dan berjalan menuju keluar dari ruangan presdir Uciha itu. Namun sebelum langkahnya sampai menuju pintu, Sasuke yang sudah bangkit dibantu istrinya itu, mengatakan sesuatu kepada sahabatnya.
"Jika kau merasa kau tidak percaya dengan bukti yang kukirimkan padamu. Kau bisa melihatnya sendiri dengan mata kepalamu"
"Datanglah ke club malam ini. Dia ada disana bersama dengan pria itu. Kau akan tau bagaimana dia sebenarnya" ucap Sasuke yang membuat Naruto menghentikan langkahnya.
Naruto mendengarkan perkataan Sasuke dan memilih tidak menjawab lalu kembali melanjutkan keluar dari ruangan presdir Uciha itu.
"Sasuke-kun kau tidak apa apa?" lirih Sakura melihat keadaan suaminya.
"Aku tidak apa apa"
"Akan kupastikan dia akan melihat bagaimana wanita jalang itu sebenarnya" ucap Sasuke dan menyeka sudut bibirnya yang berdarah.
Dumb..Dumb..Dumb..
Suara dentuman lagu yang terdengar sangat keras di club malam yang Naruto datangi terdengar nyaring menusuk telinga Naruto.
Banyaknya manusia yang mengikuti alur lantunan suara yang DJ mainkan menyemaraki ruangan itu. Tak sedikit pula banyak terlihat orang orang yang menegak minuman beralkohol. Ada juga sebagian lelaki hidung belang yang tengah asik dikerumuni wanita wanita berpakaian minim.
"Ciih..menjijikan" umpat Naruto saat matanya tertuju pada salah seorang pria tua yang dikerumuni wanita wanita sexy.
Bukan pria itu yang dicarinya. Melainkan seorang wanita yang diyakini sahabatnya Sasuke telah berkhianat padanya. Keingintahuan Naruto dengan ucapan sahabatnya itu yang meyakini bahwa Shion wanita yang licik dan berhianat padanya, mencari tau kebenaran itu apa memang benar adanya.
Celingak celinguk mencari keberadaan kekasihnya di tengah tengah kerumunan orang orang yang asik mengikuti aluran musik DJ tapi tidak menemukan keberadaan Shion sama sekali.
"Cehh. Sialan kau teme. Kau membohongiku. Akan kupastikan kau menerima pukulan ku yang kedua kalinya" gumam Naruto dengan umpatannya.
Karena tidak mendapat tanda tanda keberadaan Shion di club malam itu, Naruto pun beranjak untuk segera pergi meninggalkan tempat laknat itu. Namun sebelum kakinya menjejali pintu keluar club, tak sengaja matanya melihat sesosok yang diyakini kekasihnya itu, tengah duduk bersama seorang pria yang sama dengan yang ada difoto di meja bar club malam tersebut. Dan yang membuat Naruto terkejut lagi dan lebih memanas lagi, Shion dan lelaki itu berciuman dengan sangat mesra.
Hati Naruto seakan memanas. Aura murka langsung muncul di sekujur tubuh Naruto. Mengepalkan tangannya dan bersiap untuk memukul pria yang terlihat bermesraan dengan kekasihnya Shion.
"Bagaimana hubunganmu dengan pria kaya itu ?" ucap laki laki yang sedang bersama Shion itu dan diyakini bernama Sasori.
"Yaah begitulah. Dia terlalu bodoh untuk mempercayaiku"
"Haha kau memang licik sayang" ucap pria surai merah itu dan langsung menyambar bibir Shion dengan ganas.
Namun ciuman ganas pria itu dan Shion terhenti karena Naruto datang dan langsung memukul Sasori secara brutal.
BUUGH..BUUGH..BUUGH..
"SASORI-KUN"
Sasori tersungkur akibat pukulan Naruto. Shion langsung menolong Sasori yang terjatuh. Semua orang didalam club malam itu langsung menoleh kan perhatian kearah gaduh yang terjadi dclub malam itu.
Shion pun terkejut saat tau Naruto yang berada diclub malam itu juga. Terlebih lagi Shion juga ketawan selingkuh.
"Na.Naruto"
"Heehh. Dasar wanita jalang. BRENGSEK kau menipuku rupanya" umpat Naruto.
Naruto kembali menyingkap Shion yang menolong Sasori dan kembali memukul Sasori. Adu pukul terjadi Sasori tidak tinggal diam dan membalas pukulan telak mengenai wajah Naruto yang membuat pelipis mata Naruto terluka.
"Hikss..HENTIKAAAN" teriak Shion.
Semua orang mengurumi mereka berdua yang berkelahi. Sasuke yang mengikuti Naruto tanpa sepengetahuan sahabatnya itu langsung menghentikan Naruto.
"BERHENTI DOBE"
Sasuke langsung menarik tubuh Naruto yang terus saja memukul Sasori. Petugas keamanan club pun datang menghampiri kedua pria yang adu pukul itu.
"ADA APA INI.." ucap salah satu petugas.
"Tidak ada apa apa. Hanya sedikit masalah saja" jawab Sasuke dengan nada tenang menghampiri petugas itu.
"Ayo Dobe kita pergi. Tidak ada gunanya kau membuang tenagamu disini"
"Cehh. Wanita jalang busuk. Akan kupastikan kau akan menderita seumur hidupmu" umpat Naruto sekilas menoleh kearah Shion dengan tatapan sengit penuh murka.
Shion tampak terlihat takut dengan tatapan sengit Naruto melihatnya. Naruto dan Sasuke beranjak pergi dari tempat itu lalu Shion menolong kekasihnya Sasori.
"Tunggu Dobe. Kau mau kemana ?" Sasuke mengejar Naruto yang berjalan cepat menuju parkiran mobil.
"LEPASKAN AKU"
"Heehh. Sekarang kau baru sadar kalau dia memang wanita jalang Dobe" ucap Sasuke seakan mengejek Naruto.
"Sialan kau Teme. Kau ingin berkelahi denganku HAAHH" Naruto langsung kembali mengeram dan mendekati kearah Sasuke lalu menarik kerah bajunya.
"Kenapa? Kau mau memukulku? Pukul aku. Ayo pukulah"
Tangan Naruto yang sudah bersiap memukul Sasuke perlahan menurun dan tak jadi memukul sahabatnya. Cengkraman Naruto di kerah baju Sasuke melonggar dan terlepas.
"Ceehh. Kau terlalu bodoh Dobe percaya dengan omongan wanita jalang itu" ucap Sasuke.
"Kau benar Teme. Selama ini aku terhanyut dengan semua ucapannya. Sialan. Dasar wanita jalang berengsek"
"Jangan fikirkan lagi wanita itu Dobe. Sekarang pikirkan rumah tangga mu dengan Hinata. Kau terlalu bodoh memohon cinta dengan wanita yang mempermainkan dirimu sehingga tak memperdulikan perasaan seorang wanita yang memiliki perasaan tulus padamu" ucap Sasuke sehingga membuat Naruto tertegun tanpa bergeming.
Naruto mencerna perkataan sahabatnya. Memang benar, selama ini Naruto terlalu jahat dan terlalu sering menyakiti hati perempuan yang menyandang sebagai istrinya. Tidak pernah mengakui keberadaan Hinata sebagai istrinya. Selalu berkata dengan umpatan kasar menyayat hati.
Semua kejadian kejadian bejat yang dilakukan Naruto tehadap Hinata itu terlintas dipikirannya.
"Astaga. Aku memang pria bodoh, jahat dan memang bejat. Aku menyiayiakan Hinata yang mencintaiku setulus hati"
"Heehh. Akhirnya kau menyadarinya Dobe" ucap Sasuke.
Naruto tidak membalas perkataan Sasuke dan beranjak masuk mobil.
"Terima kasih Teme. Kau memang sahabat terbaikku" ucap Naruto didalam mobil lalu menginjak pedal gas pergi dari pekarangan parkir club malam itu.
"Kau memang sahabat Dobe ku" Sasuke menyunggingkan senyuman disudut bibirnya.
To Be Continued
