Title: A Prince for A Princess

Author: KJR3497

Genre: Romance, Fantasy, AU, Adventure
Rating: T++

Length: Chapter (8/...)

Disclaimer: Yesung is Ryeowook's and Ryeowook is Yesung's. No doubt!
Warning: Genderbender, OOC, typos, dll
Pairing: YeWook

.

.

Don't like don't read! I told you!

.

.

*Chapter Eight*

.

.


Ryeowook masih berada di posisi memeluk Yesung sementara Yesung merengkuh pinggang Ryeowook dengan sebelah tangannya. Mereka berdua sama-sama mewaspadai bahaya yang segera menghadang.

Suara langkah kaki yang begitu besar dari arah tempat yang gelap itu membuat mereka tidak dapat melepaskan pandangan sedikit pun dari sumber suara itu berasal.

Yesung semakin mengeratkan rengkuhannya pada Ryeowook ketika ia melihat warna merah menyala yang samar dari suara langkah kaki yang perlahan mendekat itu.

'Tidak salah lagi. Pasti dia yang datang,' batin Yesung dalam hatinya.

"Pasang pelindungmu sekarang Ryeowookie," perintah Yesung dengan nada tegas seolah tak ingin ucapannya dibantah oleh siapapun.

"Tapi Ye…"

"Kubilang sekarang!" sela Yesung menghentikan protes Ryeowook, membuat pangeran itu mau tidak mau segera membuat pelindung dari air untuk melindungi dirinya dan Yesung.

"Aku tidak menyuruhmu untuk melindungiku. Lindungi dirimu sendiri. Sekarang dengarkan aku. Ambil kotak perbekalan dan map kita disana lalu segera kembali kesini. Kita akan segera lari dari sini," lanjut Yesung sambil menatap kedua mata Ryeowook dengan tatapan serius.

Ryeowook segera mengangguk. Ia melepaskan pelindung air yang dipasangnya pada Yesung dan segera berlari membereskan seluruh perlengkapan mereka, memasukannya ke dalam kotak perbekalan serta mengambil map.

Yesung sendiri masih waspada dengan mahkluk yang akan datang menyerang mereka. Ia membuat pelindung untuk dirinya sendiri dan juga mengeluarkan tombak yang selalu digunakannya untuk bertarung.

Ryeowook hendak kembali ke tempat Yesung saat sebuah jaring melingkupi tubuhnya, namun jaring itu terhalang oleh pelindung Ryeowook.

Sraatt

Dengan sebuah belati Yesung segera memutus jaring yang dengan perlahan memusnahkan pelindung air Ryeowook itu dan segera menarik Ryeowook menjauh. Ia melempar tombaknya ke arah jaring itu berasal namun sayang puluhan jaring lain muncul dan segera menangkap serta meremukkan tombak itu dengan mudahnya.

Ryeowook terkesiap saat tombak itu hancur begitu saja. Tentunya tombak Yesung bukan cuma sekedar tombak biasa. Tombak Yesung adalah tombak sihir yang akan sangat sulit dimusnahkan jika tidak memiliki sihir yang setara atau lebih tinggi tingkatannya.

Ryeowook memandang Yesung yang tengah mendekapnya. Yesung terlihat begitu serius, mata birunya menyala terang bagaikan sebuah nyala api biru yang menghanguskan.

"Yesung tombaknya…"

"Tidak masalah. Aku bisa membuatnya lagi nanti," ucap Yesung dengan cepat menyela ucapan Ryeowook yang belum selesai.

Matanya terus menerus fokus ke arah dimana sebuah warna merah menyala di dalam kegelapan mengamati mereka sejak tadi.

"Keluar kau makhluk busuk. Apa kau takut setelah kehilangan boneka yang bisa kau permainkan seenaknya?" ucap Yesung menantang membuat Ryeowook ikut memfokuskan pandangannya ke arah yang sama dengan Yesung.

Duumm duumm duumm

Bunyi langkah kaki yang begitu besar perlahan makin mendekat. Yesung memegang tangan Ryeowook dan segera beranjak menjauh dari sumber suara itu, menjaga jarak mereka.

Sesosok makhluk dengan tiga bola mata berwarna merah menyala dengan ukuran yang bukan main besarnya mendatangi mereka. Makhluk itu berbentuk laba-laba raksasa dengan warna coklat tua yang dipadu dengan abu-abu. Tubuhnya diselimuti oleh bulu-bulu halus dan tipis. Kedelapan kakinya besar dan tajam seperti mempunyai mata pisau di masing-masing bagian. Mulutnya dipenuhi oleh jaring-jaring yang siap dibidikkan kapan saja. Secara keseluruhan makhluk di hadapan Yesung dan Ryeowook hanya bisa digambarkan dengan satu kata, mengerikan!

"Akhirnya kau menampakkan sosokmu yang sesungguhnya," ucap Yesung dengan nada dingin membuat Ryeowook hanya bisa menatap Yesung dan sang laba-Taba bergantian.

"Dia yang mengontrol dirimu? Bagaimana bisa? Dia kan hanya la…"

"Khu khu khu ternyata kau yang telah menghancurkan kendaliku atas namja itu ya yeoja mungil? Tidak kusangka kau cukup hebat juga sampai bisa menemukan benang pengendaliku."

Perkataan Ryeowook disela oleh sang laba-laba. Ryeowook cukup terkejut saat laba-laba itu bisa berbicara sedangkan Yesung malah menanggapinya dengan biasa. Bukankah banyak binatang yang bisa bicara? Zhoumi salah satu contohnya.

"Yesung dia bisa bicara," bisik Ryeowook dengan polosnya sambil memandang Yesung.

Yesung memutar kedua bola matanya. Terkadang Ryeowook begitu pintar tapi terkadang kepolosannya melebihi seorang anak kecil. Sifat Ryeowook memang berubah-ubah dan sangat tidak terduga.

"Tentu saja dia bisa bicara. Dia bahkan bisa memakai sihir jadi bicara tentu bukan perkara sulit baginya Ryeowookie," jawab Yesung dengan sabar menanggapi kepolosan Ryeowook. Ryeowook mengangguk-angguk imut lalu kembali menatap sang laba-laba.

"Yesung tadi dia bilang aku sudah berhasil membebaskanmu dari benang pengendalinya jadi kau tidak akan berubah kan?" bisik Ryeowook lagi kepada Yesung.

"Sepertinya tidak. Buktinya tadi aku bisa menolongmu. Lain ceritanya jika aku kena benang pengendalinya lagi. Asal kau tahu dia cukup hebat sampai bisa membuatku lengah dan kalah," jawab Yesung sambil ikut berbisik pada Ryeowook.

"Tapi kenapa waktu kau dikendalikan kau cuma bisa pulih jika terluka? Aku masih penasaran."

Ryeowook kembali berbisik pada Yesung sambil melirik sang laba-laba yang sepertinya menatap mereka dengan rasa ingin tahu karena mereka berbicara dengan cara berbisik-bisik sedari tadi.

"Entahlah. Kau bilang benang pengendalinya ada di seluruh alat gerak dan juga kepalaku kan? Kemungkinan dengan rasa sakit yang kurasakan saat terluka benang itu akan kehilangan sinyalnya sementara karena saraf-saraf di seluruh tubuhku sedang mengirimkan sensor rasa sakit ke otak. Lagipula jika aku terluka sepertinya ia juga merasakan sebagian dari rasa sakit yang kualami sehingga lebih mudah menekan dan mengontrolnya saat rasa sakit itu menyerang," jelas Yesung panjang lebar.

Ryeowook kembali menganggukkan kepalanya pertanda dirinya telah mengerti dengan penjelasan Yesung.

"Sudah selesai acara kalian untuk berbisik-bisik dan menyusun strategi?" suara sang laba-laba tiba-tiba muncul dan mengagetkan Yesung dan Ryeowook.

Yesung dan Ryeowook segera menatap sang laba-laba yang sudah terlihat tidak sabar itu. Ryeowook berusaha untuk tetap bersikap tenang. Ia mengulas senyum kecil pada sang laba-laba.

"Eumm tuan laba-laba tidak bisakah kau melepaskan kami? Kami tidak berniat mengganggu siapun disini," ucap

Ryeowook berusaha memberikan penawaran pada sang laba-laba.

"Tidak mengganggu? Apa masuk ke dalam sarangku tanpa ijin dan mengusik ketenanganku itu yang dinamakan tidak menganggu?"

Sang laba-laba membalas ucapan Ryeowook. Mata merahnya menatap dingin ke arah Yesung. Ryeowook segera melihat raut wajah Yesung yang sedikit terlihat salah tingkah.

"Apa yang kau lakukan sih sebenarnya? Kenapa kau sampai bisa masuk ke sarangnya dan mengganggunya?" tanya Ryeowook sebal.

Yesung hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Aku penasaran karena daerah sarang tuan laba-laba ini memiliki penampilan paling gelap dari yang lain dan juga jangan lupakan aura yang terasa begitu kuat dari dalam sana. Saat aku masuk aku tidak sengaja mendengar suara hingga akhirnya aku melepaskan sihirku disana."

Yesung menjelaskan dengan suara pelan, malu akan tindakan bodoh yang dibuatnya.

"Peraturannya tidak ada yang boleh keluar dari hutan ini setelah mengganggu ketenanganku," ucap sang laba-laba.

Ia mengeluarkan benangnya ke arah Yesung dan Ryeowook membuat kedua orang itu berpencar ke arah yang berlainan untuk menghindar dari serangan sang laba-laba. Benang itu terbagi menjadi dua dan kemudian mengejar Yesung dan Ryeowook di tempat yang berlainan.

"Yesung!" teriak Ryeowook saat dirinya dan Yesung dibawa menjauh karena kejaran benang-benang tersebut.

Yesung tidak bisa menjawab Ryeowook atau bahkan mendekat ke arahnya. Benang-benang itu benar-benar memisahkan keduanya.

Yesung berhenti sejenak di atas sebuah pohon dan segera menggunakan sihirnya untuk membuat dirinya tak terlihat dan memasang pelindung. Ia ingin segera pergi ke tempat Ryeowook. Terlihat jelas dari raut wajahnya bahwa ia sangat mengkhawatirkan Ryeowook saat ini bahkan lebih dari ia mengkhawatirkan dirinya sendiri.

Krraak

Pelindung yang dibuat oleh Yesung terkoyak saat benang yang mengejarnya itu menggumpal menjadi satu ikatan tajam dan menembus bagian pelindungnya.

"Kurang ajar. Ia tahu aku memakai sihirku dan menyembunyikan diri," umpat Yesung.

Dengan kesal dipegangnya benang-benang itu dan dicengkramnya dengan erat.

"Fragor," ucap Yesung cukup keras dan sebuah ledakan tercipta dari tangannya, menghanguskan benang-benang itu hingga menjadi abu.

Ledakan itu tidak membuat tangan Yesung terbakar, hanya saja sisa benang yang lengket menempel di tangannya.

"Sangat menjijikan," maki Yesung saat melihat tangannya.

Tanpa membuang waktu Yesung segera mencari Ryeowook namun benang-benang dari sang laba-laba terus mengejarnya dan membuatnya cukup kewalahan. Tenaga Yesung sudah hampir habis karena dipergunakan sang laba-laba untuk bertarung melawan Ryeowook sebelumnya dan hal itu membatasinya dalam menggunakan sihir.

"Ugh seakan tidak ada habisnya," keluh Yesung.

Ia mengambil napas sejenak dan mendinginkan kepalanya sebelum mengambil tindakan.

'Ini harus segera disudahi sebelum aku kehabisan tenaga dan jadi tak bisa melakukan apa-apa,' batin Yesung dalam hati.

Yesung menghentikan larinya dan membalikkan tubuhnya menghadapi benang-benang yang masih mengejarnya. Dengan gerakan sigap ia segera berlari menembus benang-benang itu dan meledakkannya dengan cepat. Yesung kembali ke tempat laba-laba itu berdiam, tidak menghiraukan cairan lengket yang membasahi beberapa anggota tubuhnya akibat meledakkan benang-benang itu secara brutal.

"Kemampuanmu cukup berkembang ternyata setelah sempat melawanku sebelumnya. Sebagai tanda penghargaan aku akan membiarkanmu menyerang duluan," ucap sang laba-laba dengan sombong.

.

.

*A Prince for A Princess*

.

.

Ledakan keras terdengar dari tempat Ryeowook berlari. Ia jadi cemas memikirkan tentang Yesung namun benang-benang dari si laba-laba terus saja mengejarnya tanpa henti. Ryeowook memusatkan pikirannya untuk melawan benang-benang itu sambil terus berlari. Ia memikirkan pelajarannya dulu dalam mengendalikan angin. Ada satu cara untuk mengentas semua benang-benang ini tapi Ryeowook masih takut untuk menggunakannya, apalagi setelah kejadian itu.

Ryeowook ingin memperhitungkan dahulu senjata yang akan dipakainya namun suara ledakan dari sisi hutan membuatnya semakin gugup apalagi dia harus berpikir sambil berlari menghindari benang-benang itu yang tentunya menguras tenaganya.

Greepp

Sebuah benang berhasil mengejar dan meraih sebelah kaki Ryeowook serta melilitnya dengan kuat hingga membuat Ryeowook terperosok ke belakang.

"Ugh kurang ajar. Tidak ada cara lain sepertinya," keluh Ryeowook pasrah.

"Ventus circuitio," ucap Ryeowook dan saat itu juga muncul pusaran-pusaran angin dalam jumlah banyak dengan bentuk menyerupai roda gigi yang tajam di sudut-sudutnya. Angin itu dengan putaran cepat dan tajam memotong benang itu sampai potongan terkecilnya.

Ryeowook berdiri di sebuah batang pohon tidak jauh dari pusaran angin-angin itu. Ia segera memasang pelindung dari air di sekitar tubuhnya. Angin itu menghilang secara perlahan bersamaan dengan hancurnya benang-benang laba-laba yang mengejarnya. Ia menatap sendu sejenak memikirkan hal yang baru saja dilakukannya. Teknik itu adalah teknik yang digunakannya untuk berlatih sewaktu kecil dan juga teknik yang membuat eommanya meninggal. Sekarang ia telah mampu melakukannya walau harus dalam keadaan terdesak.

"Eomma aku berhasil melakukannya," ucapnya lirih.

Duuaarr

Suara ledakan kembali didengarnya dari tempat sang laba-laba tadi. Dengan cepat Ryeowook melangkahkan kakinya menuju tempat laba-laba itu berada. Tidak salah lagi Yesung pasti sedang bertarung dengan si laba-laba itu. Ryeowook semakin mempercepat langkahnya saat suara itu terdengar semakin jelas.

Sraatt

Tubuh Ryeowook berputar di udara secara reflek saat sebuah tangan laba-laba yang tajam menghujam batang pohon tempatnya berdiri saat itu. Ryeowook berhasil mendarat di atas tanah dengan mulus. Ia terus berlari menuju ke arah Yesung. Walau cukup jauh, bisa dilihatnya Yesung yang terlempar keras hingga membentur sebuah batang pohon besar karena serangan dari sang laba-laba.

"Yesung!"

Ryeowook berteriak saat melihat itu. Ia memaksa kaki mungilnya yang telah kelelahan untuk berlari lebih cepat menuju ke tempat Yesung. Yesung terperosok, ia mencoba untuk bangun namun ia kembali terjatuh walau tak sampai menyentuh tanah karena Ryeowook sudah berada di depannya dan menopangnya. Ryeowook menepuk pipi Yesung pelan.

"Yesung apa kau baik-baik saja?"

Yesung mengangguk kecil.

"Gwaenchana. Aku hanya harus menyelesaikan pertarungan ini dalam sekali serang… tenagaku sudah hampir habis," ucapnya sedikit terengah-engah.

"Tapi dia kuat Yesung. Tidak mungkin hanya sekali ser…"

"Sshhtt… biar aku yang menanganinya oke? Kau menjauh dulu dari sini dan pasang pelindungmu. Aku tak mau kau terluka."

Yesung menaruh telunjuknya di depan bibir Ryeowook, membungkamnya hingga tak bisa mengeluarkan kata-kata.

"Bodoh aku juga tak ingin kau terluka. Aku akan ikut bertarung Yesung. Jangan anggap aku lemah."

Cuupp

Yesung mengecup bibir Ryeowook sekilas.

"Jangan membantahku dan turuti ucapanku jika tidak aku akan menciummu lagi. Aku tahu kau tidak lemah tapi sekarang aku mau kau menuruti perkataanku. Aku tidak bisa fokus jika bertarung sambil memikirkan keadaanmu. Tolong jangan membantah."

Yesung menatapnya dengan serius membuat Ryeowook mau tidak mau menurut kepadanya.

Ryeowook melepaskan pegangannya pada Yesung membiarkan namja tampan itu untuk berdiri.

"Cepat pergi Ryeowookie," ucap Yesung terdengar lebih halus.

Ryeowook menuruti Yesung mau tak mau. Dengan perlahan ia menjauh dari tempat Yesung dan memakai pelindungnya namun matanya tidak beralih dari sosok Yesung yang ada di depan.

Yesung menoleh sebentar ke arah Ryeowook dan tersenyum kecil walau Ryeowook tak akan dapat melihatnya. Paling tidak sekarang ia bisa bertarung dengan lebih serius jika tidak mengkhawatirkan Ryeowook. Dengan sisa-sisa kekuatannya yang masih ada Yesung merapalkan mantera pelindungnya untuk Ryeowook membuat yeoja mungil itu memakai pelindung yang dilapisi pelindung.

"Obscurum ensis."

Sebuah pedang dengan warna emas pada pegangannya dan warna hitam pada bilahnya muncul di tangan Yesung. Yesung menancapkan pedang itu ke batang pohon tempatnya berpijak, menjadikannya sebagai penopang untuk tubuhnya yang sudah lelah.

"Sudah merasa lelah anak muda? Apa kau menginginkan kematianmu sekarang? Aku akan membuatnya cepat dan tak menyakitkan, bagaimana?"

Sang laba-laba meluncurkan ejekannya di hadapan Yesung membuat namja itu merasa kesal.

"Diam kau laba-laba jelek. Aku tak akan mati sebelum berhasil membunuhmu dan lolos darimu."

Yesung menyeringai.

"Umbra exemplum," lanjut Yesung kemudian.

Seketika itu juga dari tubuh Yesung muncul sinar hitam yang menggelapkan hutan itu membuat sang laba-laba tidak dapat melihat posisi Yesung saat ini.

Sinar itu tidak berlangsung lama namun cukup membuat sang laba-laba kaget ketika sinar itu hilang dalam sekejap. Pandangan sang laba-laba berkabut dan mata merahnya berubah menjadi abu-abu. Dalam penglihatannya Yesung bisa dengan seenaknya berpindah dari satu tempat ke tempat lain seperti melakukan teleportasi, bahkan menginjak tubuhnya pun bisa. Dengan marah sang laba-laba mengibaskan kedelapan tangannya dan menggunakan benangnya untuk menangkap Yesung namun hasilnya nihil, benang-nya hanya akan menembus tubuh Yesung yang seperti transparan dan kemudian menghilang.

Dari jarak yang cukup jauh Ryeowook dapat melihat sang laba-laba yang bingung menyerang entah siapa dan Yesung yang masih bertumpu di atas kedua lututnya sambil memegangi pedangnya membuatnya jadi penasaran dengan apa yang terjadi. Namun Ryeowook mengingat kata Yesung jika ia ingin menyerang sang laba-laba dalam sekali serang dan sekarang bukan saatnya untuk mengacaukan sihir yang Yesung buat.

Yesung bernapas terengah-engah berusaha memfokuskan pikirannya. Mata abu-abu sang laba-laba menunjukkan bahwa ia sudah masuk dalam ilusi yang dibuat oleh Yesung barusan, namun Yesung tidak boleh sembarangan bertindak. Begitu pikirannya teralihkan atau tenaganya habis maka sihir itu akan hilang. Ia menoleh sebentar ke tempat Ryeowook. Tampaknya yeoja itu tidak ikut terkena ilusi yang diciptakan Yesung karena sekarang ia memandang lurus tepat dimana Yesung yang sebenarnya berada.

"Syukurlah pelindungnya masih bekerja. Dia tidak terkena ilusinya," ucap Yesung pelan sebelum kemudian kembali memusatkan pikirannya.

Sang laba-laba begitu keras kepala menyerang tanpa henti membuat Yesung jadi makin kewalahan untuk menghadapinya. Wajah tampan Yesung telah dipenuhi oleh keringat dingin yang bercucuran. Sedikit lagi dan ia tak akan mampu menahannya. Yesung menyerah, ia mencabut pedangnya dan segera melompat ingin menebas sang laba-laba. Begitu sihirnya terlepas mata sang laba-laba kembali berwarna merah dan pandangannya tak lagi berkabut. Ia bisa melihat posisi Yesung dari sudut matanya. Namja itu hendak menghunuskan pedang ke arahnya.

Braakk

Yesung dengan cepat terpental kembali menghantam sebuah batang pohon dan jatuh menimpa beberapa cabang pohon sebelum akhirnya tergeletak di tanah karena sabetan dari salah satu tangan sang laba-laba.

"Dasar bodoh. Reflekku sangat cepat. Kau tahu sendiri kan? Sekarang nikmati kematianmu."

Sang laba-laba segera mengarahkan dua buah tangannya yang tajam hendak menusuk Yesung.

"TIIIDAAAKKK!"

Secara tiba-tiba Ryeowook sudah berada di depan tubuh Yesung dan mendekap tubuh Yesung dengan erat sambil memejamkan matanya. Ia memang melihat pertarungan Yesung dari jauh dan ketika Yesung menghantam pohon karena serangan laba-laba itu, Ryeowook segera berlari mendatanginya mengabaikan semua pesan Yesung agar ia tak mendekat.

Bruusshh

Wuusshh

Sebuah gelombang air yang besar menyerang sang laba-laba dan seakan tak puas dengan gelombang air itu tiba-tiba hembusan angin dingin menghantamnya bertubi-tubi. Dua buah serangan langsung itu membuatnya kaku seakan tidak bisa menggerakan tubuhnya.

"A.. apa yang terjadi?" tanya sang laba-laba saat melihat kedelapan kakinya yang mulai membeku menjadi sebuah es.

Es itu merambat secara pelan menuju ke seluruh tubuhnya hingga ke atas kepalanya membuatnya menjadi sebuah balok es raksasa.

Ryeowook membuka matanya saat tangan Yesung mengusap punggungnya.

"Ryeowook buka matamu dan lihat ke belakang."

Dengan perlahan Ryeowook membuka matanya. Ia bisa melihat mata Yesung yang nampak serius memandang sesuatu di belakangnya sebelum kemudian mengikuti arah pandangan Yesung.

"Lihat itu. Apa kau yang melakukannya?" tanya Yesung kemudian.

Ryeowook menggelengkan kepalanya. Ia benar-benar tidak tahu. Saat itu yang ada di pikirannya hanya menyelamatkan Yesung dari laba-laba itu walau harus mengorbankan dirinya sendiri. Perasaannya kacau dan emosinya tak dapat terkontrol. Di dalam hatinya hanya ada satu suara dan suara itu adalah keinginan untuk menyelamatkan Yesung.

"Aku tak tahu. Aku tidak melihat apa yang terjadi," ucap Ryeowook pelan.

"Apa kau sudah baik-baik saja?" lanjut Ryeowook mengusap pipi Yesung yang sedikit berisi itu.

Yesung memegang tangan Ryeowook yang mengusap pipinya.

"Aku baik-baik saja. Tak usah cemas. Sekarang lebih baik kita cepat pergi. Aku takut balok es itu tidak bisa menahannya lebih lama dan lagi aku telah kehabisan tenaga," ucap Yesung sembari mencoba untuk berdiri.

Ryeowook menopang kedua bahu Yesung ikut membantunya berdiri. Yesung benar-benar merasa lemas saat ini hingga rasanya ia harus memaksakan kakinya untuk berjalan. Pertarungan dengan sang laba-laba benar-benar menguras tenaga dan waktu. Mereka sudah menggunakan tenaga untuk bertarung dari pagi hingga matahari akan terbenam bahkan tanpa makanan sama sekali.

Kraakk

Bunyi itu membuat Yesung menoleh ke arah balok es berisi laba-laba itu dengan cepat. Mata merah sang laba-laba menatap penuh kebencian kepada Yesung. Ia berusaha bergerak mencari cara agar bisa keluar dari balok es tersebut.

"Ryeowook ayo cepat kita pergi," ucap Yesung panik.

Ryeowook segera mengambil semua perlengkapan mereka dan meraih tangan Yesung yang terulur kepadanya kemudian secepat mungkin mereka berlari. Hari sudah gelap dan matahari sudah masuk ke dalam tempatnya sejak tadi membuat keduanya kesulitan mencari jalan. Mereka berdua terus berlari memaksakan kaki-kaki yang telah kehabisan tenaga itu untuk menghindar dari tempat sang laba-laba sejauh mungkin.

"Yesung kita akan kemana sekarang?" tanya Ryeowook di sela-sela mereka berlari.

"Aku sendiri tidak tahu yang penting kita melarikan diri dulu," ucap Yesung terus menarik-narik tangan Ryeowook yang berlari di belakangnya.

"Tapi aku sudah lelah berlari Yesung dan ini sudah malam kita harus segera mencari tempat untuk beristirahat," keluh Ryeowook sambil menghapus peluh di wajahnya dengan sebelah tangan.

"Iya aku mengerti maafkan aku tapi kita kurang jauh darinya. Aku takut dia bisa mengejar kita. Tenagaku sudah habis Ryeowookie dan aku sendiri sudah lemas tolong bersabarlah."

Ryeowook memandang punggung Yesung dan menghela napasnya. Ucapan Yesung tadi terlihat seperti sedang memohon, membuatnya tak tega untuk menambahkan argumen lain. Lagipula mereka sedang berlari jadi jika mereka terus berbicara tentu saja itu hanya akan mengurangi tenaga mereka.

Yesung dan Ryeowook memasuki area hutan yang sangat aneh. Hutan itu dikelilingi oleh kabut tipis berwarna keunguan. Walau gelap Ryeowook masih dapat dengan jelas melihatnya.

"Yesung sepertinya ada yang aneh dengan hutan ini."

"Kenapa Ryeowookie?"

Yesung menjawab seadanya. Pandangannya mulai kabur dan tidak fokus lagi sehingga ia tidak bisa memperhatikan keadaaan sekelilingnya.

Mengingat Yesung yang sudah kelelahan Ryeowook tidak melanjutkan kembali perkataannya walau hatinya merasakan ada yang tidak beres dengan aura keunguan yang dipancarkan oleh bagian hutan itu. Yesung berhenti melangkahkan kakinya. Ia melepaskan pegangannya pada Ryeowook dan membungkuk, menopangkan tangan pada kedua pahanya sambil bernapas terengah-engah. Tiba-tiba saja Yesung terjatuh dan berbaring di tengah-tengah hutan itu dengan napas tersendat-sendat.

"Yesungie gwaenchana?"

Ryeowook segera menghampiri Yesung dan mengusap keringatnya.

Yesung menggeleng pelan.

"Gwaenchana. Aku hanya butuh istirahat. Aku sudah tidak kuat lagi berjalan. Biarkan aku tidur sebentar."

Yesung menutup matanya pelan dan berusaha menstabilkan deru napasnya. Tidak berapa lama kemudian dengkuran halus terdengar, ia tertidur.

"Yesung perasaanku tidak enak. Jangan tidur disini," ucap Ryeowook lirih namun terlambat sudah.

Yesung sudah tertidur dan Ryeowook tidak mungkin tega membangunkannya lagipula ia sendiri juga kelelahan setelah sepanjang hari ini harus bertarung dan berlari.

Ryeowook ingin tetap terjaga dan melihat keadaan sekitarnya untuk mewaspadai jika saja perasaan tak enaknya terbukti. Ia terus berusaha untuk membuka matanya namun suasana hutan yang diselimuti oleh kabut ungu itu seakan memanjakannya dan memaksanya untuk memejamkan mata.

Tidak berapa lama kemudian Ryeowook menguap. Matanya terlalu berat untuk dibuka dan tubuhnya terlalu lelah. Mungkin tidur beberapa saat tidak akan membahayakan, begitu pikirnya. Ryeowook menyerah dan membiarkan seluruh alam bawah sadar menguasainya. Ia berbaring di samping Yesung dan meletakkan kepalanya di sebelah tangan Yesung yang terbuka, menyamankan diri di sana.

Sebelum benar-benar tertidur Ryeowook sempat mengingat pesan yang diberikan Zhoumi padanya sebelum ia berangkat ke Thodien. Tolong berhati-hatilah pada hutan hipnotis, begitulah pesan Zhoumi yang diingatnya namun Ryeowook mengabaikannya. Pikirannya sudah tidak fokus dan yang ia inginkan saat ini adalah tidur dan menyegarkan tubuhnya yang lelah.

.

.

*A Prince for A Princess*

.

.

Ryeowook terbangun karena merasakan deru napas hangat seseorang di ceruk lehernya. Dengan perlahan ia membuka matanya dan menemukan Yesung tengah berada di atasnya dan menindih tubuhnya. Kepalanya terbenam di antara ceruk leher Ryeowook.

"Ngg… Yesung kau sudah bangun?"

Ryeowook mengusap matanya pelan dan berusaha mengangkat kepala Yesung dari ceruk lehernya. Ia merasa kaget saat melihat ada kabut samar berwarna keunguan di kedua bola mata biru milik Yesung. Yesung menggenggam salah satu tangan Ryeowook yang memegang sisi kepalanya dan mulai menjilati kelima jarinya satu per satu lalu memasukkannya ke dalam mulutnya, mengulumnya bagaikan sebuah permen lollipop dan tangan satunya ia gunakan untuk mengelus paha putih Ryeowook yang terekspos karena ia masih menggunakan baju atasan longgar milik Yesung.

"Ngghh… Yesung apa yang kau lakukan?"

Ryeowook tidak bisa menahan desahannya saat sentuhan Yesung mulai memberikan sensasi yang aneh bagi tubuhnya.

"Aku menginginkanmu Ryeowookie," ucap Yesung melepas jari telunjuk Ryeowook dari dalam mulutnya.

Yesung mencium bibir Ryeowook sekilas kemudian ia mulai beralih menciumi ceruk leher Ryeowook membuat Ryeowook merasa geli. Tangan Yesung yang satunya tidak berhenti bermain-main di paha mulus Ryeowook dan semakin merambat ke bagian atas.

"Yesung… ada apa ini?"

Ryeowook menahan desahan yang keluar dari bibir mungilnya. Sangat sulit berbicara dengan baik dalam keadaan seperti sekarang ini. Yesung menatapnya dengan tatapan lembut namun penuh dengan gairah dan cinta. Yesung mengecup bibir Ryeowook lalu tersenyum lembut padanya.

Secara tiba-tiba Ryeowook merasa kepalanya sedikit pusing dan pandangannya berkunang-kunang. Seluruh lelah yang dirasakan tubuhnya hilang dalam sekejap berganti dengan sebuah perasaan meledak-ledak yang muncul di hatinya. Perasaan ingin memiliki Yesung dan perasaan mencintainya serta tak ingin melepasnya. Secara perlahan kabut ungu itu mulai menyelimuti kedua bola mata emas milik Ryeowook, menghilangkannya dalam gairah dan cinta yang dirasakannya.

Yesung mendekatkan bibirnya ke telinga Ryeowook membuat Ryeowook bisa merasakan deru napasnya dan menggeliat kecil di bawah kungkungan Yesung.

"Aku mencintaimu," ucap Yesung dengan suara husky-nya tepat di telinga Ryeowook.

Ryeowook mengangguk perlahan.

"Aku juga mencintaimu," ucapnya pelan.

Yesung segera melumat bibir Ryeowook dengan lembut lalu memainkan tangannya di atas perut Ryeowook. Ryeowook hanya bisa menikmati segala perlakuan Yesung padanya dan mengalungkan kedua tangannya di leher Yesung membiarkan namja tampan itu untuk melakukan segalanya. Disaksikan oleh gelapnya malam, pepohonan rimbun dengan akar gantung yang berusia tua, dan deru angin malam sebagai saksi bisu serta bulan purnama yang bersinar samar-samar.

Keduanya tidak sadar bahwa area yang mereka masuki saat ini adalah hutan hipnotis. Hutan dengan kabut keunguan yang setiap malamnya mengorek perasaan terdalam yang ada pada setiap orang, membuat mereka mengakui hal yang terpendam secara tidak sadar. Menggunakannya untuk memecah belah atau untuk menyatukan, tergantung pada hati setiap manusia.


TBC


Huwaaa cerita macam apa ini? Kenapa jd begini ya? Saya jd bingung sendiri. Mianhae sudah lama saya ga update sepertinya. Bersamaan dengan ff ini saya pengen bilang kalo saya hiatus sementara. Sebenernya ga mau juga hiatus tp karena pc saya rusak dan ngetik di hp itu banyak godaannya dan sangat susah bin ribet jadi ya saya memutuskan untuk hiatus. Sekali lagi mianhae ne?^^ Saya bersyukur kalo ada yg masih mau nungguin ff ini update. Terima kasihku untuk kalian semua.

Ah dan saya ingin sedikit menjelaskan kalau Yesung itu dikontrol bukan dirasuki. Kalo dikontrol kan seakan Yesung itu robot tp kalo kerasukan jd lbh kaya ada setan yg masuk ke tubuhnya. Nyahahahaha.

Nah untuk yg berharap lebih dr adegan terakhir yang aneh itu mian krna kalian harus kecewa. Saya sendiri masih mikir keras setelah nulisnya. Kenapa saya ampe bisa bikin adegan terakhir yg menjurus itu. Dan keliatan kan betapa canggungnya saya nulis adegan terakhir? Jadi maafkanlah...^^

Saya bales review dulu ok? :)

septy3424: wah uda penasaran sama endingnya ya? Tp ini baru mw nyampe tengahnya? Mw ga ditungguin? Hehehe. Gomawo uda RnR

hana: hehehe ne uda lepas kok kendalinya. Gomawo uda RnR

cloudsarrah: kalo soal drama nanti ada saatnya kok. Kalo dipanjangin... hmmm... gimana ya? Tiap chapter uda ada scenenya sndiri dan emg dibuat 3k+ jadi mian kalo krng pnjg ya. Gomawo uda cinta dan jg RnR ff ini

Angels15: Ne uda semangat kok. Tp pc-nya nih yg ga mw diajak semangat. Uda dilanjut. Gomawo uda RnR

dyahYWS: sip uda dilanjut kok. Gomawo uda RnR

Kim Sooyeon: Hehehe. Jjinjayo? Gomawo ya uda RnR

littleyewook: iya dong baby wook beraksi kmaren. Gantian sama yeye. Ah moment disana dikit ya? Uda keganti blm di chap ini? Gomawo ya uda RnR

Guest: Hehehe gomawo ya. Uda dilanjut kok. Gomawo lg uda RnR

cloud prince: wah hati-hati sesek napas lho kalo ditahan terus ntar pingsan lg. Mian ya ga bisa kasih flashback pertarungan yeye sama laba-laba. Cuma uda kujelasin dikit kan kenapa dia amle bisa dikontrol? Karena yeye lg lengah. Hehehehe. Gomawo uda RnR

Kirefa: wkwkwk cuma yesung kok. Yap prtarungan blm berakhir. Masih ada sedikit disini. Gomawo uda RnR

Yulia CloudSomnia: Ah masa iya? Beneran ga pede sama adegan bertarungnya. Sip uda dilanjut. Gomawo uda RnR

clovery94: hehehe krng panjang ya? Masa sih? Sama-sama 3k+ kok. Mungkin karena isinya pertarungan semua apa ya? Gomawo uda RnR

hawook: ah iya kyanya cerita ini emg trlalu full yewook ya? Wkwkwkwk. Dongsaengnya kan uda mati. Mw diceritain gimana? Kyu jd cockblocker di yewook nih? Ntar coba dipikirin dulu ya. Gomawo uda RnR

sushimakipark: wah kamu ultah ya? Mian ya telat kasih ucapan saengil chukahamnida. Ah masa bener kyu? Aku cuma sebut namja tampan dan tinggi. Bnyk kan yg tampan dan tinggi. Changmin misalnya. Yg ini krng bnyk ga momentnya? Hehehe. Gomawo uda RnR ya

Devi AF: hmm aku jg ga tau knapa bisa ampe bikin fantasy macem ini. Mungkin kebanyakan ngayal sama bengong. Soal bikin mantera aku minta tolong sama temenku yg suka main game online sisanya kalo ga ada dr panduan dia aku ke google translate deh. Agak sulit ya bayanginnya. Pernah baca naruto ga? Kalo pernah mungkin agak mirip kaya boneka pengendali yang dimainin sasori tp klo itu pake cakra yg ini pake sihir. Gomawo ya uda RnR

Kang Shin Ah: sip uda dilanjut. Gomawo uda RnR

Tity KIM: ne gwaenchana. Uda dilanjut nih. Boleh siapa aja kok panggilnya tp bnyk yg manggil aku chil. Gomawo ya uda RnR

EternalClouds2421: ah dpt feelnya kah? Syukurlah. Sempet khawatir jg. Ups baby pake elemen anginnya yg lebih kuat tuh. Gomawo uda RnR

Nawalixu: hehe uda dilanjut kok. Gomawo uda RnR

bluerose: ne gwaenchana. Yg kendaliin yeye tuan laba-laba. Sip uda dilanjut. Gomawo uda RnR

giraffeturtle: wkwkwk wookie emg keren kok. Gomawo ya uda RnR

meidi96: ah kebayang ya? Syukur deh aku jd lega. Sip uda dilanjut nih. Gomawo ya uda RnR

Guest: power ok kepepet emg keren... XD jd mirip anime ya? Mian. Uda dilanjut kok. Gomawo uda RnR

dheek . enha1: wookie ga trluka karena... karena hmm... karena ada adegan di chapter ini. Nyahahahaha. Uda dilanjut kok. Gomawo uda RnR

Ri Yong Kim: ga bakal mati kok. Tuh makhluknya uda keluar. Bukan kyuhyun kok. Cuma masih temenan kyanya #plak Gomawo uda RnR

lailatul . magfiroh . 16: itu yg dtng tuan laba-laba. Amin semoga yewook selamet ya. Uname twitter ryeonggu69. Mention aja buat followback. Gomawo ya uda RnR

ryeofha2125: sip uda dilanjut nih. Makhluk yg dateng laba-laba kok. Yap dia yg ngendaliin Yesung. Gomawo uda RnR

fieeloving13: ikutan lap keringet ah. Wkwkwk gomawo uda RnR

ryeongi: wkwkwk semangat bener chingu. Sip uda dilanjut kok. Gomawo uda RnR

R'Rin4869: annyeong jg saeng. Aku bingung nih tambahin deskripsi yg kamu contohin soalnya uda sampe sejauh ini sih. Telat bgt ya? Coba ntar kuambil celah buat ngasih detailnya lg. Wook ga suka bunga saeng dia lebih suka jerapah #plakk daripada wookie yg dibikin kesurupan gimana kalo dua-duanya aja yg dibikin terhipnotis? Gomawo uda RnR

hanazawa kay: yap yeye dijadiin semacam boneka tali gt sama laba-laba. Baby wookie kan lumayan pinter jd cepet tanggap lah. Gomawo ya uda RnR

LQ: yg dtng laba-laba. Nyahahahaha. Uda dilanjut nih. Gomawo uda RnR

Eunsoo: eh klo cepet-cepet ntar nabrak lg. Gomawo ya uda RnR

Sekali lagi mian karena ga bisa update cepet nantinya mengingat saya lagi hiatus. Terima kasih banyak jika kalian masih mau menunggu ff ini dan juga terima kasih buat seluruh reader, sider, dan yg uda follow dan favorite ff ini. Kalian selalu membuatku semangat untuk melanjutkan. Last but not least.

Mind to RnR?^^


- Ryeowook's Aegi -