Title: The Time

Author: Besajoy

Disclaimer: The poster and the story belong to ME and the casts belong to GOD.

Genre: Romance, Friendship, AU, etc.

Rating: T

Cast:

Main cast:

Cho Kyuhyun (Namja)

Lee Sungmin (Yeoja)

Support cast: Find by yourself.

Summary: Ketika pertemuan antara Kyuhyun dengan Sungmin menjadi suatu malapetaka bagi keduanya, namun akankah anggapan itu akan berlaku untuk selamanya di kehidupan mereka?

Warning:

This is a genderswitch fanfiction that changes the uke's gender from "boy" to "girl". So if you don't like this kind of fanfiction, better you don't read this and then go away.

Important note: the characters have different age gaps with others in a few characters.


Slide awal dari sebuah file power point muncul di layar sebagai pembukaan. Hanya judul cerita dan keterangannya di bawahnya.

"Baiklah, ini dia judul ceritanya. Judul memang sengaja diangkat dari judul cerita karangan yang terpilih untuk diangkat. Sengaja untuk menghargai karya penulisnya," Siwon mulai menjelaskan slide pertama. "Dan disini ada keterangan 'diadopsi dari film Stardust'. Jadi sebenarnya cerita ini juga mengangkat film lama Stardust, dengan sedikit percampuran dari karangan buatan kalian. Tujuannya agar para penonton teater lebih mudah mengikuti jalannya cerita nanti."

Slide kedua, menampilkan bagian video teaser dari film Stardust itu.

"Bagi kalian yang belum tahu film Stardust itu seperti apa, berikut ini ada cuplikan singkat tentang film itu," Siwon lantas meng-klik tombol play pada layar laptop lewat tanda panah putih yang ada di sana.

Suasana tenang mengiringi jalannya pemutaran teaser film yang ternyata merupakan film bertema fantasy-romance. Munculnya serangkaian konflik yang ada di dalam sana juga hanya menimbulkan suara-suara kecil yang tidak mengganggu ketenangan suasana.

"Nah, itu dia tadi sekilas mengenai film Stardust," ucap Siwon sebagai penutup slide kedua dan mulai memindahkan slide kepada slide ketiga. Tema dan latar.

"Baik, sekarang kita mulai membahas tentang rancangan cerita untuk pementasan teater kita. Dimulai dari tema dan latar," ucap Siwon lagi. "Temanya ada tema utama dan sub-tema. Untuk tema utama kita akan mengangkat tema fantasy, dan sub-temanya itu romance. Makanya saya sengaja menyisipkan kalimat 'diadopsi dari film Stardust', karena memang tema fantasy cukup sulit digambarkan untuk sebuah pementasan teater, sehingga ketika kita menyampaikan informasi ini orang jadi lebih bisa memahami jalannya teater kita. Mengapa mengangkat tema-tema ini? Karena teater kita memang jarang mengangkatnya, apalagi untuk tema romance. Mungkin hanya setiap setahun sekali diangkat, dan untuk angkatan kakak kelas 12-nya tema ini belum pernah diangkat. Selain itu juga, dari karangan-karangan kalian, karangan dengan tema ini pulalah yang paling menarik diantara karangan kalian yang sudah cukup menarik bagi para pengurus yang menilainya. Untuk latar, kita menggunakan latar bumi dan langit. Di cuplikan film singkat Stardust tadi sudah dijelaskan maksud dari pengangkatan latar ini. Untuk lebih jelasnya lagi tentang dua unsur ini, kita akan masuk bagian berikutnya."

Slide keempat, sinopsis singkat cerita.

"Baik, dan inilah sinopsis dari cerita. Sebenarnya ini merupakan sinopsis dari film Stardust, hanya saja untuk jalan cerita itu sendiri secara rincinya nanti akan sedikit dirombak," tutur Siwon. "Jadi ceritanya, ada seorang pemuda bernama Tristan, yang tinggal di sebuah desa yang dikelilingi tembok besar bernama The Wall. Tristan jatuh cinta pada Victoria, yang sudah memiliki kekasih bernama Humprey. Untuk membuktikan kadar cintanya lebih besar, Tristan berjanji membawakan Victoria bintang jatuh yang mereka lihat bersama. Lalu perjalanan mendapat bintang jatuh itu membawa Tristan ke daerah misterius dan terlarang di luar dinding perbatasan desanya. Tak disangka Tristan menemukan bintang jatuh tersebut dalam wujud gadis cantik bernama Yvaine. Bukan hanya Tristan yang menginginkan bintang jatuh itu. Empat putra Raja Stormhold menginginkan bintang itu untuk mendapatkan tahta. Serta tiga penyihir jahat yang dipimpin Lamia menginginkan jantung si bintang jatuh agar mereka muda kembali. Dalam petualangannya tersebut, Tristan dan Yvaine pun harus bahu membahu saling membantu menyelamatkan diri dari kejaran orang-orang yang mengincarnya yang sepak terjangnya cukup sadis. Nah sepak terjang mereka inilah yang membawa mereka ke dalam pusara cinta yang berujung bahagia."

"Jadi pada akhirnya Tristan dengan Yvaine bukan dengan Victoria? Lalu Victoria tetap bersama Humprey?" salah seorang anggota tiba-tiba melontarkan pertanyaan.

"Ne, Tristan pada akhirnya bersama Yvaine dan Victoria tetap bersama Humprey," jawab Siwon. "Jadi disini yang menjadi tokoh utamanya itu Tristan untuk namja dan Yvaine untuk yeoja. Jadi, ada dua orang yang terpilih untuk menjadi pemeran utamanya pada kali ini," lanjutnya seraya membocorkan sedikit rahasia mengenai jumlah pemeran utama seraya tersenyum misterius. Sukses membuat para anggota teater mulai penasaran, siapakah orang yang akan menempati posisi tersebut.

Terbesitlah niat Donghae untuk menggoda Kyuhyun sesaat setelah ia mendengar kabar yang berhembus dari mulut sang instruktur teater. Kedua matanya mendelik ke arah samping kiri seraya menyenggol tubuh Kyuhyun yang berada di sana dengan siku kirinya. "Ehem—biasanya kau akan semangat kalau Siwon hyung sudah menyinggung masalah peran utama."

"Tsk," Kyuhyun berdecak seraya berusaha menjauhkan siku Donghae dari sisinya dengan muka masam. "Jangan bersikap menyebalkan, Hae."

Donghae terkikik mendengar gerutuan yang dilontarkan Kyuhyun padanya. Rasanya menyenangkan juga menjahili orang yang selama ini hobinya menjahili orang—dan dia pun pernah kena ranjau sialnya. Ia memang ingin melakukan itu kali ini, mumpung ada kesempatan emas datang. "Apanya yang menyebalkan, Kyu? Bukankah aku bicara fakta? Seharusnya kali ini pun kau antusias juga. Mumpung kau belum pernah memainkan peran dalam tema—"

"—Hae, berhenti! Jangan cerewet!" Kyuhyun segera menghentikan ucapan Donghae karena sudah terlalu jengkel dengan gaya bicara Donghae yang seakan tidak tahu apa-apa padahal ia yakin jika orang itu sudah tahu akan sifatnya, makanya ia mengira pula kalau perkataan Donghae mengandung maksud dan tujuan untuk memojokkannya, dan ia paling tidak suka berada dalam situasi seperti itu. "Siwon hyung sedang bicara."

"Mengalihkan pembicaraan," sahut Donghae dengan senyum kepuasannya karena sudah berhasil menjahili si setan kecil itu.

"Lalu bagaimana pembagian peran-perannya? Siapakah dua orang yang menjadi peran utamanya pada kali ini?" akhirnya Siwon berbicara kembali setelah sekian detik ia memberi jeda. "Baiklah kalau begitu, langsung saja kita masuk ke slide terakhir, yaitu bagian penokohan."

Setelah slide dimajukan lagi sebanyak satu buah, suasana menjadi lebih tegang. Mengerti dengan kondisi ini, Siwon lantas kembali berceloteh. "Baik, saya jelaskan dulu. Berhubung ini untuk acara natal dan tahun baru, jadi seharusnya pemeran-pemeran penting dipegang oleh kelas 12 semua, karena ini merupakan kesempatan terakhir mereka untuk bisa tampil di atas panggung teater kita. Akan tetapi, kita ingin sedikit merubah sistem itu kali ini. Jadi, akan ada dua orang kelas 11 yang akan menjadi salah dua pemeran utama yang ada yakni sebagai Victoria dan Humprey. Sedangkan peran-peran utama lainnya nanti akan diperankan oleh kelas 12. Jadi, untuk kelas 10 dan 11 yang tidak dipilih sebagai peran utama, mianhamnida kalian akan menjadi peran figuran."

Kasak-kusuk yang mulai terdengar dari kelas tingkat dua SMA mulai menyeruak. Tentu saja mereka ingin berada di posisi dua peran utama itu, karena bagian itulah yang paling banyak dapat untung nantinya dari berbagai hal, mulai dari ketenaran hingga harta akan berada dalam genggaman mereka yang beruntung itu.

Dan kemudian, otak Sungmin mulai mencerna maksud ucapan Siwon itu.

Karena ini merupakan kesempatan terakhir mereka.

Mereka? Kelas 12 maksudnya?

Berarti Sungmin juga ditempatkan dalam posisi sebagai peran utama?

Atau jangan-jangan langsung ditempatkan di posisi peran paling utama?

Jikalau itu terjadi—tidak. Sungmin tidak siap dan tidak mau siap untuk itu. Ia masih ingin menjaga kesucian dirinya dari dunia romansa remaja yang terlalu kotor baginya, apalagi ini di dalam suatu drama, segalanya menjadi serba fana. Dan ia tidak mau bersentuhan dengan dunia palsu jika itu untuk urusan cinta-percintaan, apapun bentuknya.

Semua kemungkinan bisa saja terjadi, karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, selama dunia masih berada di bawah naungan Tuhan. Hal itu selalu menjadi prinsip yang dipegang Sungmin dalam hidupnya.

Dan tak dapat lagi dipungkiri, rasa cemasnya mulai menggetarkan batinnya saat ini. Jangan sampai, Tuhan. Jangan sampai…

"Tapi, jangan khawatir. Untuk kelas 10 dan 11 nanti akan ada pementasan teater lainnya, yang dimana kalian yang menjadi pemeran utamanya. Jadi, masih banyak kesempatan untuk kalian," lanjut Siwon bijak. Ia memberi jeda sebentar kemudian berkata lagi, "Baiklah, langsung saja saya beritahukan, ini dia pemeran-pemeran utamanya pada kali ini."

Suasana mendadak hening. Ketegangan begitu terasa dari seluruh anggota teater yang ada khususnya tingkat dua dan tiga SMA, terkecuali sang ketua yang sudah tahu sebelumnya.

Berselang detik kemudian, slide baru ditampilkan ke layar. Mengagetkan berbagai pasang mata yang melihatnya, dan membuat berbagai gejolak rasa yang melihatnya itu mulai bermain dalam batin mereka masing-masing, usai tahu pembagian peran yang tercantum di slide itu, terutama yang mendepat peran-peran utama.

"Saya menolak!"

Seruan itu tiba-tiba saja berteriak lantang, dan itu berasal dari dua suara yang berbeda. Cukup mengejutkan bagi orang lain yang kedua telinganya dihantam oleh teriakan tersebut.

"Sudah kukira, Kyuhyun akan menolak," gumam Zhoumi yang menyaksikan si humas teater itu segera melontarkan penolakannya, sesuai perkiraannya sebelumnya. Anak itu memang malas sekali berurusan dengan urusan romansa.

Namun, satu hal yang tidak disangka Zhoumi adalah—Sungmin pun menolak, dan anak baru itu dengan beraninya langsung melontarkan penolakannya pada kakak senior yang baru saja ia lihat pada hari ini. Ia pikir Sungmin adalah anak yang lugu dan penurut yang akan bersikap fleksibel dan menerima apapun keputusan yang dibuat. Ternyata tidak seperti itu sepenuhnya.

Akan tetapi, disisi lain Zhoumi merasa beruntung melihat Sungmin bersikap demikian. Dengan begitu peluang untuk Siwon merubah keputusannya itu semakin terbuka lebar, walaupun kemungkinan itu kecil karena Zhoumi mengenal Siwon sebagai orang yang berpegang teguh akan setiap keputusan yang beliau buat, dan setiap keputusan dari beliau untuk teater pasti akan berbuah manis nantinya. Namun Siwon juga pernah merubah keputusan beliau jikalau ada orang yang mengoreksi itu dengan baik. Semoga untuk kali ini penolakan yang diutarakan oleh kedua belah pihak bisa membuat Siwon merubah keputusan beliau—karena penolakan dari mereka pasti ada alasannya.

Baik Kyuhyun dan Sungmin sama-sama terkejut mengetahui kedua belah pihak mengajukan penolakan mereka bersamaan, padahal rasa kaget mereka sebelumnya karena tahu merekalah yang mendapat dua peran paling utama belum juga sirna. Setelah mereka melempar tatapan muak satu sama lain, Kyuhyun mulai angkat suara. "Hyung, saya tidak mau dapat peran utama kalau untuk tema romance begini. Jujur saja saya belum pernah punya pengalaman untuk urusan itu, dan saya juga sudah sering mendapat posisi peran utama. Mengapa anda tidak memilih yang lain saja? Bukankah ini menjadi kesempatan terakhir mereka untuk bisa mendapatkan peran utama? Lalu mengapa harus saya?!" ucapnya dengan emosi tingkat tinggi. Cukup sudah, ia tidak mau ditimpa kesialan lagi karena yeoja terkutuk itu. Ia harus bisa melempar peran utama ini pada yang lain.

Pernyataan dari Kyuhyun menambah keterkejutan Sungmin, karena ia baru tahu jika ada orang yang belum pernah merasakan dunia percintaan di usia remaja yang sudah cukup matang selain dirinya. Namun perkataan itu bisa ia jadikan bahan pula untuk menambah pendapat yang akan ia utarakan untuk bisa membatalkan pembagian peran utama yang laknat ini. "Jeongmal mianhamnida jika saya kurang sopan, tapi saya juga ingin mengungkapkan alasan penolakan saya disini. Jujur saja, saya juga belum pernah berpengalaman dalam soal cinta-percintaan, sedangkan di dalam sebuah drama, jika orang akan memainkan suatu peran, maka untuk lebih menjiwai suatu karakter dalam peran itu, maka orang yang memainkannya harus punya pengalaman walaupun sedikit di dunia nyatanya. Oke, untuk genre fantasy mungkin itu tidak menjadi masalah, karena tema ini tidak akan mungkin terjadi di dunia nyata. Semua murni khayalan manusia yang membuatnya, sehingga semua orang bisa mendapatkan pengalaman untuk memasuki dunia fantasy melalui sebuah media tertentu seperti drama. Tetapi untuk genre romance—ini merupakan suatu hal yang lazim di dunia nyata sehingga pengalaman di dunia nyata itu perlu. Sedangkan untuk kali ini, baik saya atau Kyuhyun sendiri belum pernah punya pengalaman untuk genre romance ini di dunia nyata kami. Dan ini kurang pantas untuk menempatkan posisi sebagai peran utama—paling utama, malah. Dan lagi, saya masih baru di sini, di teater ini. Mungkin ini menjadi kesempatan pertama dan terakhir saya untuk bisa berdiri di atas panggung dan bermain drama, tapi saya juga tahu diri. Saya tahu peran paling utama itu yang paling menggiurkan untuk setiap teater, tapi saya belum lama di sini, dan saya belum pernah bermain drama di sini juga. Sedangkan teman-teman yang lain sudah lebih lama bernaung di sini dan berperan banyak di sini. Saya kira teman-teman yang lain lebih pantas untuk mendapatkan peran paling utama kali ini. Jadi, seperti itulah alasan saya, gamsahamnida."

Entah mengapa tepukan tangan mendadak terdengar riuh usai Sungmin menuturkan alasan penolakannya. Kyuhyun sendiri sedikit terperangah akan cara Sungmin menyampaikan perasaannya akan ketidaksetujuan sebuah keputusan yang telah ditetapkan kepada pihak atas. Ia akui bahwa ia sedikit merasa kagum akan penuturan kata-katanya yang cukup hati-hati dan terperinci, serta sedikit tertolong karena Sungmin juga sudah sedikit menyinggungnya dan berpihak padanya, yang akan memperkuat peluang pengubahan keputusan dalam hal peran utama itu.

Siwon menarik kedua ujung bibirnya ke atas, seraya memandang kedua orang yang telah menghujani penolakan padanya satu-persatu. "Saya sudah mengira kalian berdua akan menolak," ujarnya, yang lagi-lagi menambah kadar kekagetan dari kedua belah pihak yang jadi tujuan Siwon berbicara seperti itu. "Jeongmal gamsahamnida atas pendapat kalian berdua, saya terima itu. Pendapat kalian cukup masuk akal."

Helaan nafas dihembuskan oleh Kyuhyun dan Sungmin sejenak, sedikit lega walaupun belum sepenuhnya, karena ikrar pengubahan keputusan belum dilontarkan. Akan tetapi, minimal peluang itu lebih besar sekarang.

Siwon kembali angkat bicara lagi usai berhenti selama beberapa detik setelah perkataannya tadi berujung pada tanda titik. "Namun, yang harus diketahui oleh kalian berdua—dan juga oleh semuanya, bahwa semua orang berhak mendapatkan peran utama dalam tema apapun serta kondisi apapun, tidak memandang lamanya mereka berkecimpung dalam dunia drama, atau banyaknya pengalaman mereka di dunia nyata. Jika kalian belum berpengalaman dalam suatu tema drama yang sudah lumrah terjadi di dunia nyata, kalian bisa mendapatkan itu di dunia teater, minimal untuk tahu gambaran perasaan yang dirasakan oleh orang-orang yang sudah berpengalaman pada tema itu, baik di dumia drama ataupun di dunia nyata. Caranya bagaimana? Tentu saja berlatih, kalian akan dilatih disini untuk bisa menjiwai suatu karakter dengan lebih mudah."

Meskipun benar, namun lebih berat untuk bisa menerima pernyataan berikutnya itu oleh kedua belah pihak yang berbeda jenis kelamin itu. Merupakan suatu pertanda buruk bahwa pendapat mereka ujung-ujungnya akan sia-sia begitu saja.

"Dan untuk Kyuhyun—" lanjut Siwon, seraya memusatkan perhatiannya kepada Kyuhyun kali ini, membuat yang ditatap merasa jengkel, apa lagi yang akan diucapkan oleh sang kakak senior itu. "—saya tahu kamu sudah sering mendapat peran utama untuk tema-tema yang lain, dan bukankah itu hal yang bagus? Kalau tema-tema yang lain kamu bisa memerankan suatu peran dengan baik, maka untuk kali ini pun demikian. Pementasan teater kali ini dalam rangka natal dan tahun baru, jadi akan dianggap lebih spesial, dan akan jadi lebih serius. Jadi saya melihat hal itu cukup penting untuk dirimu kali ini, dan itu bisa menopang lawan mainmu yang sama sekali belum pernah terlibat untuk bermain di teater kita ini sebelumnya. Bantu dia dalam berlatih nanti—terutama untuk masalah adaptasi karakter karena dari yang saya lihat selama ini adaptasimu terhadap suatu karakter yang berbeda-beda cukup baik. Ini juga bisa melatih koordinasi yang baik di antara kamu dan juga lawan mainmu karena nantinya kalian akan bermain peran secara bersama-sama."

Kyuhyun spontan membelalakan matanya.

What the hell?! Perkataan macam apa itu?!

Padahal selama ini Kyuhyun tidak pernah akur juga dengan Sungmin, bagaimana nanti jadinya jika mereka bermain peran bersama-sama?!

Bukan hanya Kyuhyun, namun Sungmin juga terkejut—lagi. Mendapatkan peran utama yang nantinya akan bersanding dengan musuhmu sendiri—ayolah, itu merupakan suatu malapetaka. Bahkan alasan penolakannya yang ia sudah susun sedemikian panjangnya itu tidak bisa membantu.

Sepertinya kiamat sudah berada di pelupuk matanya sekarang.

"Sedangkan untuk Sungmin—" kini Siwon melempar pandangannya ke arah Sungmin, menatap sosok itu dengan kadar intens yang sama dengan yang tadi ia lakukan kepada Kyuhyun. Sungmin pun yang tadinya menatap sejenak—dengan rasa muak yang masih dan akan selalu bertahan—ke arah Kyuhyun itu berpaling pula ke arah sang pembina teater, dengan perasaan was-was ceramah apa yang akan ia dapatkan. "Justru karena kamu baru disini, ini merupakan kesempatanmu sekali seumur hidup untuk bisa bermain peran paling utama di teater ini. Kamu pun memiliki prestasi-prestasi di bidang teater sebelum kamu bersekolah di SMA ini, dan itu yang membuat kamu punya potensi bagus yang sayang sekali jika tidak dimanfaatkan dalam teater ini. Dan saya pun tahu kalau kamu pernah bermain teater di negeri orang dan saya juga menyaksikan itu secara langsung. kemampuanmu juga cukup baik saat saya melihatmu waktu itu. Maka dari itu saya yakin kamu bisa memainkan peran utama dengan baik untuk kali ini. Saya tidak tahu kalau kamu susah beradaptasi dengan suatu hal yang baru atau tidak, tapi itu bisa tertangani seiring pelatihan itu dijalani."

Sungmin melotot.

Alasan macam apa itu?!

Ingatan Sungmin masih menyimpan dengam baik di dalam otaknya untuk memori kala waktu dirinya dan Siwon bertemu sebelum ini di teater luar negeri. Sama seperti teater di sini, di teater sana Siwon juga menjadi instruktur, meski bukan yang utama.

Tapi itu tidak bisa jadi alasan. Ini akan menjadi sangat tidak adil bagi anggota yang lain. Rasisme akan selalu menyakitkan hati bagi yang menjadi korban baik secara langsung atau tidak langsung.

Alasan itu pun cukup mengejutkan banyak pihak yang mendengarnya, termasuk Kyuhyun. Jadi selama ini mereka sudah saling kenal?! Begitulah inti dari kalimat yang terlontar dari pikiran mereka masing-masing.

Dan itu sangat memuakkan bagi Kyuhyun. Tsk, lagi-lagi menyangkut masalah hidup di luar negeri lagi, batinnya jengkel.

"Tapi saya pun dan Sungmin tidak berteman baik, hyung. Bahkan akur saja tidak pernah," dengan blak-blakannya Kyuhyun kembali berbicara, masih berusaha agar pihak atas bisa mengganti posisi peran paling utama yang menjadi jatahnya pada yang lain, dan itu membuat Sungmin sedikit kesal padanya. Bisa-bisanya orang itu dengan kurang ajarnya mengumbar suatu aib buruk yang menyangkut dirinya pada pihak atas. Namun ia sedikit berharap semoga itu bisa membantu.

"Ne, bagaimana bisa kami bermain peran secara bersama-sama dengan baik jika kami sendiri pada kenyataannya tidak pernah akur satu sama lain? Koordinasi kita tidak akan pernah baik karena itu. Apakah oppa tidak berpikir dua kali untuk penempatan dua pemeran paling utama yang jatuh kepada kami berdua? Ini akan jadi sangat buruk untuk kami dan juga pementasan teater nantinya," ucap Sungmin yang pada akhirnya memilih untuk ikut bersikap jujur—meskipun itu merupakan aib—dan kembali berusaha memperkuat argumen penolakan.

Lemparan-lemparan argumen itu bisa dibilang cukup seru bagi yang menontonnya, termasuk Zhoumi. Ia tidak menyangka kalau ternyata Sungmin juga mempunyai mulut yang jago berkilah, selain Kyuhyun. Dua orang itu masih berusaha agar posisi mereka digantikan oleh teman-teman mereka yang lain, dan itu menjadi sebuah harapan juga bagi Zhoumi. Meski kalaupun harapan itu pupus dan ternyata mereka mau tak mau memainkan peran utama Zhoumi tidak terlalu mempermasalahkannya juga karena ia tahu bahwa Kyuhyun ogah-ogahan untuk berurusan dengan hal cinta-percintaan dan Kyuhyun juga tidak mungkin menyukai Sungmin karena Kyuhyun membenci yeoja—yang bagi Kyuhyun memuakkan—itu, namun tetap saja ia menaruh harapan itu untuk dikabulkan, semoga saja.

Akan tetapi Siwon justru tersenyum semakin lebar mendengar argumen yang dilempar untuknya itu. "Kata siapa? Saya lihat kalian justru akur disini, kompak memberi dan saling memperkuat argumen penolakan kalian—" ucapnya tenang.

"Tapi ini urusannya beda, hyung!" emosi Kyuhyun justru meledak saat Siwon dengan tenangnya berkata demikian. Bagaimana mungkin Siwon hyung bisa berpikiran konyol seperti itu?! hal itu terlintas di pikirannya secara spontan dan seketika emosinya langsung terpancing.

"Kyuhyun, jaga sikapmu!" segeralah Sungmin membentak Kyuhyun yang berada di seberangnya—walaupun tidak persis. Ia tidak habis pikir, orang itu hobi sekali bersikap tidak sopan pada orang lain yang lebih tua. Walaupun ia juga sebenarnya jengkel karena bisa-bisanya Siwon berpendapat seperti itu, namun ia masih bisa mengendalikan emosinya.

"Kyu, tenanglah," Donghae pun segera menenangkan dan berusaha membantu mengontrol emosi teman di sebelahnya itu seraya mengusap bahunya. Tidak mengherankan lagi baginya kalau Kyuhyun memiliki sifat yang egois dan emosinya mudah terpancing jika ada orang yang tidak menuruti keinginannya, termasuk keinginan untuk digantikan posisinya yang mendapat peran paling utama itu.

"Sama saja," Siwon tetap bersikap tenang meskipun salah satu pelempar argumen penolakan sudah beremosi tinggi dan bersikap tidak sopan padanya. Juniornya itu memang memiliki watak yang keras kepala, sebagai seorang instruktur ia tentu tahu sifat itu dimiliki oleh Kyuhyun, dari pelatihan teater selama tiga tahun ini. "Jika kalian tidak pernah akur, berusahalah untuk akur kali ini. Nanti juga seiring dengan berjalannya waktu persiapan dan pelatihan, kalian nanti akur dengan sendirinya karena kalian memang dituntut untuk akur."

Mwoya?!

Kyuhyun dan Sungmin saling melempar tatapan mereka dengan sinis kepada satu sama lain. Akur dengan orang itu?! Tidak sudi! Begitulah kira-kira arti tatapan mereka itu.

Siwon lantas melanjutkan ucapannya. "Sudahlah, sekarang kalian sudah tahu peran-peran kalian seperti apa. Keputusan ini sudah mutlak tidak bisa diubah-ubah lagi. Minggu depan diusahakan skenarionya sudah siap. Persiapkan diri kalian untuk itu."

Raga Sungmin langsung tak bertenaga setelah divonis suatu keputusan tetap yang bagaikan hukuman mati itu padanya. Ini lebih buruk dari yang diperkirakannya, bukan hanya ia yang diharuskan untuk memasuki dunia romansa dalam sebuah dunia fana yang menjadi masalah, namun lawan mainnya itu sendiri.

Seharusnya dari awal ia tidak mengikuti ekskul ini.

Penyesalan langsung hinggap di benak Sungmin.

Belum juga kejengkelannya akan sikap seorang ketua yang memiliki sifat playboy itu yang mendekatinya reda, kini ia dihantam masalah baru yang jauh lebih menyebalkan. Dan ia tidak bisa keluar begitu saja sekarang dan menghindar dari masalah. Mau tak mau masalah ini harus ia hadapi karena sudah terlanjur masuk ke dalamnya.

"Tsk!" Kyuhyun berdecak kesal seraya memukul meja dengan tangan kanannya karena usaha penolakannya berujung sia-sia. "Main dengan orang itu?! Yang benar saja!"

"Sudahlah, Kyu," kali ini Donghae menepuk-nepuk bahu Kyuhyun seraya menghiburnya dengan senyum terbaiknya. Ia tidak menyangka juga jika ternyata temannya ini sampai sebegini kesalnya mendapat peran utama. "Gwaenchana, Kyu. Peran utama itu yang mendapat untung paling banyak—"

"Oh iya, sebentar lagi pementasan teater untuk kelas 11 dan 10 juga akan dipersiapkan, yang akan diselenggarakan usai ujian evaluasi semester satu nanti. Jadi persiapkan juga diri kalian ke depan, untuk anggota kelas 10 dan 11," Zhoumi segera menyambung ucapan Siwon dengan mengumumkan sesuatu.

"—Ne, aku tahu itu, Hae," Kyuhyun memotong ucapan Donghae dengan cepat dan bernada lebih pelan kali ini karena bersamaan dengan Zhoumi mengumumkan suatu hal pada adik-adik kelasnya. "Tapi tema dan lawan mainku itu yang jadi masalah. Dan itu akan merusak semua kebahagiaanku dari untung yang kudapat nantinya."

"Memangnya ada masalah apa antara kau dengan yeoja yang bernama Sungmin itu? Aku ingin tahu. Bisa kau cerita padaku nanti?" tanya Donghae—tentunya dengan nada pelan juga.

Kyuhyun mengangguk, sebagai isyarat jawaban iya pada Donghae. "Baiklah, nanti pulang dari sini kita ke kafeku. Yang jelas masalah itu sangat membawa kesialan bagiku hingga sekarang, dan mungkin akan terus berlanjut selama aku masih bersekolah di SMA ini. Sial!"

TBC


A/N:

Dalam pandangan saya, berlaku "Tiap sekolah punya prosedur ekskul yang berbeda-beda, walaupun jenis ekskul itu sama. Tergantung dari sekolah bagaimana mengaturnya." Jadi, apabila ditemukan awkward moment pas bagian sesi ekskulnya, ga usah awkward lagi. Baca aja deskripsi yang saya bikin di sini. Itu saya bikin detail biar pada bisa bayangin, soalnya emang gambaran adegan di otak saya tuh begitu, ga tau aslinya gimana kalo teater XD