SECRET ROOM

Cast

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Chapter 9

Note : Maaf fanfic dibuat pendek dengan sengaja ~ :D

Ada yang harus dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu, karena dunia hanya mengizinkan mu menggengam erat satu hal sedangkan yang lain harus dilepaskan, di ikhlaskan lantas dilupakan.

Vincent menghentikan aktifitasnya dan tersenyum lembut menatap Kyuhyun. Apa yang Vincent tebak adalah sesuatu yang tepat. Saat ini yang ada dihadapanya adalah Kyuhyun yang terjebak masalalu Marcus, jadi seharusnya kebahagian Kyuhyun bukanlah miliknya.

"Apa kau menyesalinya? Kau memanfaatkanya selama ini tetapi bukan kah kau sendiri yang terkurung dalam permainanmu?" Vincent duduk bersandar pada kepala ranjang besar itu Kyuhyun hanya diam sejak tadi. Bahkan hasratnya yang menggebu entah pergi kemana.

"Aku tidak menyesali apapun! Aku memang merencanakan semua ini, jadi jangan pernah berfikir jika aku menyesali semua" Kyuhyun ia marah karena perkataan Vincent yang salah atau justru perkataan itu tepat sasaran padanya.

"Kau tau ? apa yang seharusnya berada di belakang memang tidak untuk merebut apa yang ada dimasa depan Marcus, apa jika aku kembali kau akan baik-baik saja?"

"Bukankah Sungmin sudah bersumpah jika setengah jiwanya adalah milik ku? maka jika aku memintanya memberikan padamu bukanlah hal yang salah!"

"Lantas bagaimana dengan setengah jiwa lainya milik Sungmin? Bukankah ia juga pantas mendapatkan pilihan?" Vincent bukan tidak ingin bersama dengan Kyuhyun. Bahkan jika ia memang mempunyai niat buruk maka dengan sangat mudah dirinya akan membiarkan Sungmin hilang dengan begitu tubuh ini akan sepenuhnya menjadi miliknya.

Lantas Sungmin tidak akan pernah ada. Yang mati dikemudian adalah Sungmin.

"berhenti berdebat masalah ini dengan ku Dear, aku hanya ingin memulai semua dari awal maka sebaiknya kita lupakan Sungmin" Kyuhyun megelus dengan lembut pipi putih bak butiran salju itu. Ia menatap dalam pada manik foxy dihadapanya. Kini warna manik itu berubah tidak seperti milik Sungmin.

"Baiklah, jika itu pilihanmu maka ku harap kau tidak akan menyesal karena mulai saat ini aku tidak akan mengembalikan tubuh ini pada Sungmin tetapi sebelumnya aku ingin memberikan mu ini" sebuah surat yang tertulis dari kertas lusuh Vincent ulurkan. Kyuhyun diam sejenak sebelum akhirnya mengambil surat itu lalu meletakanya di atas meja.

"Aku tidak akan menyesal"

Seharusnya memang seperti itu Cho. Bukankah dari awal memang tujuanmu untuk menghidupkan kembali Vincent dengan cara menunggu tubuh Sungmin yang merupakan renkairnasi Vincent dengan begitu kau dapat dengan mudah menyatukan kembali jiwa Vincent yang tetap hidup

Lantas mengapa sekarang kau merasa ada sesuatu yang berat menindih jantungmu saat kau tahu jika kau akan kehilangan Sungmin? Sungmin bahkan tidak mengingat apapun tentang mu karena memang jiwanya tidak ada hubungan apapun dengan mu.

Tapi kau melupakan satu hal, jika jiwa yang tidak ada hubunganya itu berada dalam tubuh yang terikat dengan benang merah padamu. Kau melupakan jika jiwa yang telah memberikan sebagianya untuk mu agar kau tetap hidup ternyata juga mempunyai rasa sehingga ia bisa jatuh.. jatuh cinta atau jatuh sehancur-hancurnya karena tahu bukan ia yang kau inginkan?

.

.

.

Aku sudah mendengar semuanya..

Aku tertawa hingga sesak sampai tidak sadar jika air mataku tidak berhenti mengalir..

Aku menyerah dan kuserahkan semuanya pada Vincentuntukmu .. untuk kebahagiaanmu.

Aku tidak pernah merasakan sakit seperti ini sebelumnya saat aku mengetahui jika aku bukanlah yang di inginkan, padalah sebelumnya aku terbiasa hidup sebagai seseorang yang tidak di inginkan.

Rasa sakit ini muncul karena harapan, harapan kosong yang tumbuh tidak bersambut

Merasa melambung saat kau mengatakan telah menungguku selama beratus-ratus tahun lantas kemudian terjatuh sedalam-dalamnya saat mengetahui jika bukan aku yang kau tunggu.

Kata kata manis mu, permainan piano mu, rasa rindumu, rasa sakit mu bahkan rasa cinta yang selalu kau berikan untuk ku ternyata hanyalah kesalah pahamanku sepihak. Aku sekali lagi menyadari bahwa aku tidak pernah di inginkan.

Jika memang kehidupanku hanya untuk mengembalikan ia yang kau tunggu, maka akan ku berikan karena jika aku tetap hidup tidak ada satu orang pun yang menungguku.

Jika memang keberadaanku hanya untuk menggantikan ia yang kau cintai, maka aku akan ambil kefanaan miliknya sehingga ia bisa nyata dan kau bisa memeluknya. Tidak lagi hanya memeluk bayanganya yang berada pada ku.

Jika memang hanya tubuhku yang kau inginkan maka aku akan memberikanya, lantas membiarkan jiwaku menghilang dikegelapan. Sehingga kau bisa memeluk tubuh itu dengan jiwa seseorang yang kau sayangi.

Aku akan memberikanya padamu.. separuh jiwaku yang telah ku janjikan dahulu. Tetapi biarkan aku tetap memiliki separuh jiwa lainya bersamaku.

Akan ku bawa mati separuh jiwa ini bersama dengan perasaan yang tidak semestinya tumbuh. Akan ku simpan sehingga aku tetap pernah memiliki kenangan tentang mu.

Cho Kyuhyun yang berada dibalik kamar dengan senyum hangat dan tangan dingin yang selalu memeluk ku hangat.

Cho Kyuhyun yang melantunkan nada sendu dari tiap tuts piano dan mengajaku berdansa lalu mengatakan rindu dengan mata sendunya.

Cho Kyuhyun yang memeluk tubuhku dengan erat dan membisikan kata-kata cinta untuk lee Sungmin.

Cho Kyuhyun yang berhasil merebut cintaku namun tidak mencintaiku…

Aku berharap takdir tidak mempertemukan kita kembali kelak, karena aku ingin hidup dan cintai sebagai Sungmin..

Tidak sebagai Vincent, maka aku harap setelah ini benang merah itu akan terputus.

Maka dikehidupan berikutnya lee Sungmin dan cho Kyuhyun akan bertemu sebagai orang asing yang tidak saling mengenali.

Berbahagialah dengan ia yang kau tunggu, Marcus. Maka kebahagian ku akan menyertaimu

Kertas lusuh itu hanya bisa dipandang nanar oleh manik hazel yang tidak berkedip. Ada banyak rasa bersalah dan sakit yang menusuk. Sebuah tangan halus memeluknya dari belakang dengan erat. Itu tangan Sungmin namun saat ini sudah menjadi milik Vincent.

"Kau mendapatkan keduanya tetapi melepaskan salah satu diantaranya" Vincent berbisik kecil.

"Aku hanya butuh satu diantara keduanya maka yang lain tidak ku perlukan" Kyuhyun membalikan badanya dan memeluk tubuh mungil itu.

"Jika begitu cintai aku sepenuhnya, kembalilah sebagai Marcus tidak sebagai Kyuhyun"

"Akan ku lakukan"

Kyuhyun meremas kertas coklat itu dan membiarkanya jatuh bersamaan dengan api yang membakar kertas lusuh itu menjadi abu lalu terbang tertiup angin malam yang berhembus. Membiarkan Sungmin pergi bersama dengan kenanganya. Toh bukankah Sungmin sudah menyerahkan tubuhnya untuk Vincent? Maka seharusnya Kyuhyun tidak pantas dipersalahkan atas semua ini. karena Sungmin pun sudah memberikan izin atas apa yang telah Kyuhyun lakukan kepadanya.

"Berhenti memikirkan Sungmin dan tatap aku yang berada didepanmu" Vincent meraih wajah Kyuhyun dan mengecup bibir merah itu.

Memang seharusnya masa lalu tidak ikut campur atas apa yang ada dimasa depan sehingga kau tidak akan melukai siapapun. Namun apa daya ketika masa lalumu membuat mu tidak bisa melangkah ke masa depan yang bahkan lebih baik. Kau hanya bisa terus menatap kebelakang dan berjalan mundur. Membawa yang seharusnya tertinggal dan tanpa sadar meninggalkan apa yang bisa kau dapatkan.

.

.

.

Satu.. tiga.. lima. Seperti menghitung hari sudah menjadi kebiasaan Kyuhyun. Entah apa yang ia tunggu dengan menghitung hari, bukankah seharusnya ia sudah berhenti menghitung apapun sejak Vincent kembali?

"apa aku ada hanya untuk melihatmu melamun ?" Vincent memeluk tubuh Kyuhyun dari belakang. Sudah lima hari ia berada dalam tubuh Sungmin dan sejak itu pula Sungmin tidak lagi menampakan dirinya dihadapan Kyuhyun.

"Kau merasakanya bukan? Jiwa Sungmin sudah semakin melemah" Vincent tersenyum kecil. Bagaimanapun tubuh ini masih tetap bisa merasakan keberadaan jiwa Sungmin meski ia sudah berada didalamnya. Vincent belum bisa menguasai tubuh Sungmin sepenuhnya sebelum jiwa Sungmin benar-benar kehabisan waktunya dan menghilang.

"hanya butuh 2 hari untuk menyempurnakan keberadaan mu" Kyuhyun menggengam tangan halus yang memeluknya. Tangan itu tidak lagi hangat. Semakin mendekat waktu yang ada hanya membuat Kyuhyun semakin berfikir banyak. Hatinya berontak membiarkan Sungmin menghilang tapi fikiranya terus berkata 'jangan' untuk mencegahnya.

"Apa kau ingin bertemu denganya untuk terakhir kali? Aku akan mengembalikanya" Vincent duduk diatas pangkuan Kyuhyun. Tawaran yang bagus bukan? Setidaknya Kyuhyun dapat meminta maaf ataupun berterimaksih.

"Tidak"

Jawaban singkat itu berhasil membuat senyum diwajah Vincent terlihat. Hei ia sudah mengenal Marcus sejak dulu dan ia tahu betul bahwa ekspresi wajah milik Marcus penuh dengan keraguaan juga rasa cemas. Ia tahu benar, bahwa hati Marcus tidak lagi sepenuhnya milik vincent. Karena peranya sebagai Kyuhyun sudah membuat sebagian hatinya berperan mencintai Sungmin.

Mustahil memutuskan benang merah yang terikat takdir. Karena bagaimanapun juga kau maupun aku bukanlah tuhan.

Bulan sudah berada pada posisi paling atas, sinarnya sudah menerobos masuk ruangan sunyi dan besar. Sosok itu sibuk memandangi sosok lain yang tengah tertidur dengan nyenyak disampingnya. Tanpa sadar senyum kecil terulas disana, ya selama ini ia tidak pernah melihat sosok itu tidur dengan sangat nyaman.

Karena sejak pertemuanya dulu sosok itu selalu terbangun lebih dulu atau ia yang tertidur lebih dulu.

Ia turun dari tempat tidur besar itu dan berjalan keluar kamar, gelap. Ia lupa kapan terakhir kali berjalan dengan kedua kakinya dan kapan terakhir kali melihat bulan tepat bersinar diatas kepalanya. Ia berjalan menuju taman kosong dan mendudukan tubuhnya diatas ayunan kayu yang bergelantung pada dahan pohon besar yang sangat tua.

"Kau Menyesal?" suara lembut dari belakang menyapu pendengaranya. Sosok itu hanya tersenyum kecil lalu menggelengkan kepalanya.

"Tidak, aku tidak menyesal.. hanya saja rasanya seperti aku sudah tertidur beratus-ratus tahun lamanya"

"Tentu, kau berada diambang batas kehidupan juga kematian... waktu disana berjalan sangat lambat sedangkan disini hanya baru 5 hari terlewatkan"

"Malam ini tepat 6 vincent, dan hanya tinggal 1 hari lagi" Sungmin berguma pada sosok lain yang hanya dirinyalah bisa melihat. Bagai pinang dibelah dua, sosok Vincent yang transparan dihadapanya sangatlah mirip. Seperti berkaca pada cermin lalu pecah. Maka banyangan mu akan mejadi labih banyak .

"maafkan aku Sungmin"

"untuk apa ? tidak ada siapapun yang salah disini karena baik Kyuhyun ataupun kau memang ditakdirkan bersama sedangkan aku hanyalah perantara yang tuhan berikan... mungkin karena itu kehidupanku selama ini tidak terikat oleh siapapun.. sehingga jika hal ini terjadi maka tidak akan ada yang menangisi kepergian atau kehilanganku"

"Jangan berkata seperti itu"

"Ini kebenaran Vincent, aku yang hidup pun tidak dinantikan siapapun" Sungmin tersenyum tetapi air matanya mengalir. " yang aku kira menungguku pun pada akhirnya hanya menunggu sisi lain dari kehidupanku yang lalu, bukankah itu artinya tidak ada yang menunguku dikehidupan yang sekarang?"

"apa selama ini kau berada ditempat itu? Dikegelapan seperti itu seorang diri?"

"Ya, tapi aku tidak seorang diri karena Marcus bersamaku"

"Aku iri karena kau benar-benar dicintai olehnya.. bahkan hingga waktu berlalu tanpa terhitung hanya dirimu yang ditunggu olehnya" Apa akan ada seseorang yang rela melakukan seperti itu untuk ku? Tentu saja jawabanya adalah mustahil.

"Vincent" sebuah suara berat memanggil nama itu, pandangan Sungmin tertuju pada sosok tampan yang menatapnya sendu. Ah tatapan itu bukanlah buat dirimu lee Sungmin.

"Sedang apa disini?"

"Sedang menunggu mu Cho Kyuhyun" Sungmin tersenyum kecil melihat Kyuhyun yang mengerenyitkan dahinya.

"Sungmin" seseorang yang berdiri dihadapanya sekarang adalah Sungmin. Perlahan tapi pasti kaki Kyuhyun melangkah mendekat. Rasana ingin berlari memeluk tapi ada yang menahan kakinya. Mengikatnya kuat hingga ia hanya bisa berjalan perlahan dengan beban berat di dadanya.

"Tenang saja, aku kembali hanya untuk mengucapkan selamat tinggal" Sungmin menggerakan ayunan itu. Kyuhyun saat ini berdiri disampingnya tanpa kata.

Sungmin tidak marah. Sungmin tidak berteriak atau menangis atas permainan yang sudah Kyuhyun lakukan padanya. Sungmin tetap tersenyum untukya.

"sesungguhnya aku tidak ingin menampakan diriku kembali karena aku rasa kertas yang ku berikan padamu sudah cukup menyampaikan segalanya namun Vincent memaksaku" ayunan itu berhenti dan saat ini Sungmin berdiri tepat dihadapan Kyuhyun. Berhenti tepat dihadapan pria yang berhasil mengacak-acak kehidupanya menjadi teka teki yang terpecahkan sekaligus bersamaan dengan kehidupan miliknya yang saat itu juga hancur.

"Bisakah untuk terakhir kalinya kau menyentuhku? Sentuh aku sebagai Sungmin bukan Vincent maka aku berjanji setelah itu aku tidak akan pernah muncul dihadapanmu lagi" Sungmin menatap manik hazel itu dengan sendu. Meraih tangan besar itu dan meletakanya di pipi putih miliknya.

"Sentuh aku sebagai Kyuhyun bukan sebagai Marcus dengan kenanganya akan vincent, karena aku memang tidak mengenalinya"

"Apa setelah itu kau akan menghilang?" entah pertanyaan yang Kyuhyun ajukan saat ini sesungguhnya pun tidak ia mengerti maknanya. Entah mengharapkan Sungmin benar-benar menghilang atau sebaliknya? Kyuhyunpun tidak mengerti.

Namun bagi Sungmin Pertanyaan itu seketika menusuk jantung namja manis itu. Jangan menangis. Jangan menangis. Hanya mantra itu yang terus ia ucapkan dikepalanya. Karena Sungmin hanya tau, Kyuhyun melakukanya untuk vincent.

"Ya, kau tidak perlu khawatir Kyu.. aku akan berikan tubuhku untuk Vincent dan penantianmu akan berakhir.. kau tidak akan merasakan sakit lagi"

Karena setelah ini sakitmu lah yang akan aku bawa pergi. Itulah yang berada difikiran Sungmin.

"Baiklah akan ku lakukan" dengan lembut Kyuhyun mengangkat tubuh mungil dihadapanya. Wajah Kyuhyun tersenyum. Sungminpun begitu.

"Akan ku lakukan sebagia ucapan terimakasih ku sekaligus permintaan maaf atas apa yang telah ku lakukan selama ini" Kyuhyun mengecup hangat dahi Sungmin.

Ya, tidak apa. Walau hanya sebagai tanda terimakasih ataupun kata maaf, setidaknya sekali saja kau akan memeluk ku, mencium ku dan merengkuh ku hangat .. sebagai Lee Sungmin.

TBC