PANDORA ( LISTEN )

Tittle : PANDORA

Author : FinaAhn

Main Cast(s) : Oh Sehun, KAI, Xi Luhan, Do Kyungsoo, Kris Wu, Lay Zhang

Genre : TG, YAOI, Fantasy, GJ, and WTH … -_- . Tapi tetep RCL ya …. ^^

Rate : belum M ^^

Setting Place : tempat semacam Red Riding Hood ^^

Warning : NO COPAS !

Notes :

Ini setting waktunya abad pertengahan ya, jadi kostumnya kayak orang-orang di abad itu (lebih jelasnya, kayak Narnia / Red riding Hood) . Terus, untuk bajunya The Wizards itu kayak kostumnyTohoshinki yang di MV Survivor (MV Japan) dan ini bukan cerita vampire loh, lebih mirip Avatar lah. Cuman author modifikasi, hehe :D . Buat readers, meskipun FF ini abal dan JELEK PARAH. Tolong beri komen ya, soalnya itu bakal jadi masukan buat author untuk kerja lebih baik lagi ^^ . Kamsahamnida ^^

'LISTEN' begin …

Sehun's Side

Entah harus kusebut apa yang kami lakukan saat ini. Dengan kuda yang kami curi dari kota, kami menerobos hutan Kenthlar. Tempat di mana kakak Kai disandera oleh bangsa Stuhn. Kuharap Kris tahu apa yang ia putuskan saat ini, membebaskan sandera bangsa Stuhn adalah tindakan yang bodoh. Bukan maksudku tidak mau menyelamatkan kakak Kai. Tapi hanya dengan melihat Suho yang bertempur dengan Kris, sepertinya aku tidak mau mencari urusan dengan Stuhn. Itu mengerikan.

Kami hanya memiliki 4 kuda, jadi tidak semuanya menaiki kuda sendiri-sendiri. Kai bersama Kyungsoo, Chen bersama Chanyeol dan leader kami Kris berkuda sendirian. Adult is different. Sedangkan aku, tentu saja dengan Luhan. Aku tidak mau dia memluk pinggang orang lain seperti yang ia lakukan saat ini padaku dan satu orang yang sebenarnya benar-benar kami butuhkan saat ini. Tao.

Jika boleh aku jujur, seharusnya Tao ada bersama kami di sini. Kekuatannya menunda waktu akan benar-benar sangat berguna dalam pertarungan ini.

"berhenti di sini"

Kyungsoo memberi perintah yang membuat kami berhenti mendadak. Ayolah, ada apa lagi dengannya ?

"kalian melihat pohon besar itu ? itu adalah gerbang menuju perkampungan Stuhn. Tapi kalian tidak akan mampu melawan seluruh keluargaku bila tidak dapat melihat mereka" tunjuk Kyungsoo pada kedua pohon besar berjarak 7 meter dari kami.

Aku mengernyitkan dahiku, semua kakakku pun melakukan hal yang sama. Menatap Kyungsoo dengan tatapan bingung.

"lalu, apa yang harus kami lakukan ?"

Tanya Kris pada Kyungsoo.

"Kita harus menunggu, aku akan membuatkan ramuan untuk kalian. Kalian tampak sangat kelelahan"

Kyungsoopun segera turun dari kuda itu, dan menghilang di balik pohon besar di belakang kami. Kamipun mengistirahatkan diri kami karena tidak ingin mengambil resiko dengan menerobos kedua pohon besar berjarak 7 meter dari tempat kami.

Luhan tampak sangat lelah dengan memijat-mijat pundaknya menggunakan tangannya sendiri. Kai tampak melihat ke arah Kyungsoo pergi, sepertinya ia mengkhawatirkan stuhn itu. Kris menyandarkan tubuhnya pada sebuah pohon dan menghembuskan nafasnya kasar. Chen … well dia hanya tidur sambil membaringkan tubuhnya ke pohon besar.

"Horus … Isis …"

Kudengar Kris sedang menyebutkan nama kedua orang tuaku. Tolong jangan saat ini.

"apa kau tahu tentang mereka Sehun ?"

DAMN !

"tidak banyak, hanya kekuatan dan kedudukan mereka yang kutahu"

Maaf Kris, aku harus berbohong. Jika tidak, kau akan kesusahan untuk bertarung dengan para Stuhn nantinya.

"kudengar mereka yang terhebat pada reinkarnasi ke-66666, aku bertanya-tanya seperti apa anak mereka"

Timpal Kai yang duduk di depanku sambil memainkan pisau kecilnya. Jujur saja, aku merinding saat ini.

"kau benar, akan sulit untuk memusnahkan anak Horus dan Isis. Tapi, aku punya rencana lain Kai …"

Ucapan Kris membuatku tidak tenang, aku menatapnya datar. Terlihat seperti biasanya.

"Nut dan Amon sepertinya cukup mudah dikalahkan. Bahkan dalam bentuk dewanya, kenapa kita tidak membunuh keturunan mereka saja ? lagipula kita hanya membutuhkan satu gelas glube darahnya"

Tanganku meremas kuat, kulihat Luhan yang sudah terlelap di pundakku. Sungguh, aku tidak mau gadis yang sangat kucintai ini meninggalkanku.

"kau pintar Kris, tapi sampai saat ini kita belum menemukan keturunan itu …"

Aku menoleh pada Kris, ia tampak berfikir. Tolong jangan katakan kau mempunyai rencana.

"aku pernah mendengar , jika seseorang dilahirkan dari cahaya bulan maka rambutnya akan berubah menjadi putih dan matanya akan menjadi sebiru langit malam. Mungkin, seseorang yang seperti itulah keturunan Amon dan Nut"

Rambut putih ? mata biru ? aku melihat Luhan dengan seksama. Tidak ada tanda seperti itu pada diri Luhan, mungkin mata birunya akan tampak ketika ia marah atau sedih seperti yang dikatakan paman ChenMin. Tapi, rambut putih ? kupikir ia tidak mempunyainya.

"mungkin, itu bisa jadi … Tapi, kita tidak pernah menemukan seseorang dengan ciri fisik seperti itu" timpal Chen yang ternyata sudah terbangun dari tidurnya.

"atau mungkin kita tidak bisa melihatnya. Dia pasti telah dilindungi oleh mantra yang sangat kuat …"

Kris mengucapkannya dengan nada yang tidak kusukai. Seolah ia sangat ingin menghancurkan gadis di sampingku ini dengan apapun caranya.

Kai, Chen, dan Chanyeol menundukkan kepalanya, berfikir keras dengan apa yang diucapkan oleh Kris. Akupun juga, aku berpikir keras bagaimana menjaga Luhan tetap selamat sedangkan aku berada dalam grup yang ingin membunuhnya.

"tuan …"

Kudengar suara Kyungsoo dari arah selatan. Ia membawa sekeranjang penuh buah-buahan dan beberapa makanan untuk kami. Tapi, dari mana ia mendapatkan keranjang itu ?

"maaf, terlalu lama. Aku harus mencari beberapa ranting dan mengubahnya menjadi keranjang ini, terlalu banyak buah yang kudapat"

Membuatnya ? wow, jika itu aku maka aku akan menghabiskan waktu 5 hari untuk menyelesaikannya.

"tidak apa. Jadi, bagaimana dengan ramuan yang kau bicarakan ?" tanya Kris pada Kyungsoo.

"akan kubuat, aku hanya perlu beberapa alat. Batu dan alas …."

"aku akan membuatkannya"

Kris mengarahkan tangannya pada tanah di sampingnya. Membuatnya padat dan kokoh seperti piring, dia mengepalkan tanganya dan mengambil segenggam penuh tanah lagi.

"pakailah ini"

Ucap Kris sambil melayangkan alat penumbuk mini itu pada Kyungsoo. Mata Kyungsoo berbinar saat menerima itu, dan … kulihat Kai mengembangkan senyum tipisnya. Haha, stuhn itu benar-benar berhasil membuat Kai jatuh padanya.

Kami memakan semua buah dan beberapa sayur yang didapat oleh Kyungsoo. Ini lezat, dan sangat menyegarkan, aku bertanya-tanya apakah ini yang membuat para stuhntetap cantik walaupun umur mereka sudah ratusan tahun.

Kyungsoo membuat ramuan dengan bahan yang sangat kutahu. Sari lebah crocy, minyak bunga hanler dan telur ayam jenis proup. Bahan-bahan itu biasa di dapatkan di pegunungan tinggi yang dipengaruhi sihir kuat di sekitarnya. Jika manusia memakan itu, aku yakin mereka akan menjadi mayat dalam hitungan detik. Ini adalah makanan penyihir, Kyungsoo mulai merapalkan mantra pada racikna itu. Terlihat cahaya biru, kuning dan hijau yang terpancar dari racikan itu sedetik kemudian, ramuan itu sudah selesai dibuat dengan warna … ungu ? atau maroon ? entahlah itu aneh.

"basuhkan ini ke wajah kalian dan kalian akan dapat melihat stuhn dengan mudah, meskipun saat mereka bersembunyi"

Ujar Kyungsoo sambil memberikan ramuan itu pada telapak tangan kami. Pertama, aku ragu dengan ramuan ini, ini dibuat oleh stuhn yang (bukan menyinggung tapi …) terpayah jadi , wajar kan ? Tapi kulihat seluruh kakakku yang sudah membasuhkan ramuan itu pada wajah mereka. Tidak ada yang terjadi, mereka tetap tampan. Bahkan Luhan pun tetap cantik setelah membasuhkannya.

Aku memberanikan diriku membasuhkan ramuan ini. Wow, kurasa ini berhasil. Mataku mempunyai kemampuan melihat seperti seekor bunglon dan elang. Keren.

"Kyungsoo, kurasa kau berbohong saat kau mengatakan bahwa kau tidak bisa melakukan apapun"

Kris mematrikan senyum puasnya saat menatap Kyungsoo yang juga menatapnya. Sadar bahwa ia tengah dipuji, Kyungsoo hanya tersenyum malu sambil menundukkan kepalanya.

"kita berangkat" perintah Kris pada kami.

Kami mengikuti Kris dari belakang dan mencoba sewaspada mungkin. Kita tidak akan pernah tahu kapan Suho dan seluruh bangsanya akan menyerang.

"mencari sesuatu ?"

Sial, itu Suho.

"sebenarnya … iya" Kai menyalakan mata marahnya pada Suho.

"kurasa hari ini The Wizards sangat ingin bersama dengan para stuhn, bahkan kalian menyempatkan waktu dengan mengunjungi kami saat pulang dari Gosrack"

Gaya bicara Suho yang sangat membuatku mual itu. Akh, aku ingin membunuhnya.

"kami tidak akan pernah kemari jika tidak ada yang mendesak kami ! Licik !"

Okay, Chanyeol bahkan sudah tersulut emosi saat ini. Ini berbahaya.

"wowowowo, tenanglah kawan … sepertinya aku tahu siapa yang kalian cari, mungkin aku bisa membantumu ?" Suho mematrikan senyum liciknya.

Beberapa mata kuning mulai tampak di belakangnya dan sekitar kami. Para stuhn mulai keluar dari sarangnya dengan mata kucing mereka. Itu pertanda mereka lapar, dan ini pertanda buruk bagi kami dan juga ini adalah saat yang paling benci.

"aku menemukan seorang pria tampan dengn tubuh elok yang mengunjungi hutanku. Berburu seekor rusa putih yang mana itu adalah Kyungsoo, ia berhasil membidik Kyungsoo tepat di kakinya yang bisa kaulihat sekarang. Dan … ya, kami menggunakan alasan Kyungsoo sebagai saudara dan harus dilindungi, tapi itu hanya alasan palsu. Sebenarnya aku lebih ingin Kyungsoo lenyap, hahaha"

Kulihat mata Kai yang semakin menyiratkan amarahnya. Kyungsoo menitikkan airnya, aku tahu .. pasti sangat sakit jika keluargamu sendiri menginginkanmu untuk segera lenyap dari duniaini. Pasti itu pula yang membuat Kai semakin marah.

"kau benar, aku hanyalah stuhn yang lemah. Tapi, setidaknya aku mempunyai banyak hal yang melebihi dirimu Suho"

Suho membelalakkan matanya saat mendengar Kyungsoo berbicara selantang itu padanya. Bukan hanya Suho, semua dari kami menatap Kyungsoo tidak percaya. Kutemukan mata Kyungsoo yang sudah memancarkan rasa amarah yang sangat dalam.

"kau hanya iri padaku, selama ratusan tahun kau selalu membuatku terlihat lemah di hadapan semua orang hanya karena keelokanku melebihi dirimu. Kau memerintahkan seluruh bangsa Stuhn untuk memakan hati para manusia tampan hanya karena kau ingin membalas dendam pada kejadian 250 tahun yang lalu. Di mana pasanganmu meninggalkanmu, dan berlari padaku"

Kami terperangah mendengar seluruh cerita Kyungsoo, Kyungsoo tersenyum licik pada Suho yang membalas tatapannya. Aku bisa merasakan dendam di antara Kyungsoo dan Suho bertemu dalam tatapan mata mereka. Aku bersumpah, baru kali ini aku melihat Kyungsoo yang marah dan itu sangat menyeramkan.

"beraninya kau ? membahas tentang kejadian yang sudah terlupakan ? itu hanyalah masa lalu Kyungsoo, sadarlah kau memanglah stuh n lemah yang selalu merepotkan keluargamu, bangsamu !"

Mata Kyungsoo perlahan berubah menjadi kuning keemasan, muncul ekor putih berbulu panjang dari belakangnya, telinga putih musang mulai terlihat di kepalanya, seluruh tubuhnya ditutupi oleh bulu putih, kaki dan tangnnya mengeluarkan cakar yang sangat mengerikan. Suho yang melihat itu menatapnya penuh geram, taring Suho pun mulai terlihat. Ia mengeluarkan pedang besarnya dan mengarahkannya pada Kyungsoo.

"kita selesaikan ini, … Kyungie"

Tanah di sekitar kami bergemuruh hebat, aku memegang tangan Luhan agar kami tidak terpisah. Suho menumbuhkan pohon kacang besar berwarna gelap di sekitar kami, membuat kami (The Wizards) dan Luhan terlilit di antara batangnya. Beruntung bagiku aku terlilit bersama Luhan, posisi ini cukup menyenangkan. Tapi tidak akan menyenangkan lagi jika kau melihat siluman musang besar berlari menerobos seluruh pohon kacang ini dengan seluruh kekuatan amarahnya.

"tuan .. belakangmu .."

Sial, seekor stuhn merangkak di belakangku dengan tatapan laparnya, lidahnya mengelap seluruh bibirnya dan mata kuningnya yang menatapku seolah sangat menginginkanku. Kurasakan darah dalam kakinya dan mencengkeramnya keras, dia terjatuh dengan kaki yang sudah hancur dan menatapku ganas sambil mendesis ketus padaku. Menyeramkan.

"aku takut" Ucap Luhan sambil menatapku penuh harap.

Kupeluk tubuhnya erat-erat dan mencium puncak keningnya lembut.

"semuanya akan baik-baik saja … tenanglah"

Kukatakan hal itu padanya meski aku tidak terlalu yakin akan itu. Kulihat Chanyeol yang sudah berhasil memotong beberapa batang yang melilit tubuhnya, dan Kris yang melindunginya dari serangan para stuh yang kelaparan dengan menendangnya satu persatu.

Chanyeol berhasil membuka jeratannya dan kemudian merobek jeratan Kris dalam satu tarikan. Ia melihat ke arahku dan menatapku putus asa. Aku tahu, tempatku terlalu tinggi jadi akan sangat sulit bagi mereka untuk menyelamatkanku dan Luhan.

"KAI ! longgarkan milikku !"

Kuteriakkan suaraku pada Kai yang bernotabane sebagai pengendali tumbuhan dalam The Wizards.

"tidak bisa ! ini terbuat dari sihir stuhn, aku tidak bisa mengendalikannya !" teriak Kai sambil menggoyang-goyangkan badannya, mencoba untuk melepaskan ikatannya.

"AH !"

Aku terjatuh bersama Luhan. Chanyeol membebaskan kami dengan meledakkan batang yang melilit tubuh kami. Tentang jatuhnya aku dan Luhan, dia berada di atasku. Oh, dia terlihat sangat cantik dengan posisi ini.

"AA !"

Kai terjatuh di samping kami dengan badan tertelungkup. Itu pasti sakit …

"sekarang, kita harus membereskan ini semua"

Chen menyadarkan kami dengan melihat sekliling kami. Para stuhn dengar wajah kelaparan dan ganasnya bersiap untuk menyerang kami. Kurasa, kau tidak akan menemukan stuhn yang cantik bila kau berada di posisiku saat ini. Keadaan menjadi lebih buruk saat aku melihat Musang Kyungsoo terlihat kewalahan menghadapi si licik Suho.

"ssssssssssssssss"

Seluruh stuhn itu mendesis padaku dan kakakku. Kurasa mereka sangat ingin memakan kita. Berita buruk, kami terjepit. Punggung kami menatap pohon besar yang tadinya melilit kami, sedangkan kami tidak bisa melawan mereka saat ini. Jika salah satu dari mereka mati, maka kamilah yang akan menjadi tempat tinggal mereka.

Chanyeol meledakkan beberapa pohon di sekeliling kami dan mengalihkan perhatian para stuhn itu, dan bodohnya itu menimpa salah satu stuhn. Chanyeol terlihat panic, begitu pula denganku dan Luhan.

Perlahan, tubuh Chanyeol berubah menjadi sangat keras dan berwarna coklat tua, rambutnya menjadi hijau dan sedikit kasar. Hingga seluruh tubuhnya kaku menjadi kayu dan rambutnya berubah menjadi daun. Matanya menatapku penuh penyesalan hingga ia seutuhnya menjadi sebuah pohon.

"CHANYEOL !"

Aku tidak punya banyak pilihan, amarahku naik saat melihat salah satu dari saudaraku menghilang untuk selamanya. Kuarahkan telapak tanganku pada para stuhn, merasakan detak jantung mereka yang berdetak tak karuan. Cengkramanku semakin kuat saat mataku berubah sepnuhnya menjadi merah sempurna.

"Sehun ! Hentikan !"

Seolah buta, aku tidak mendengarkan teriakan Kris yang berada di sebelahku. Tanganku tetap mencengkeram jantung mereka, HAHAHA, mereka terlihat sangat kesakitan dan wajah mereka sangat pucat dan lebih cantik dari biasanya, mata kuning mereka mulai memancarkan cahaya kematian yang sangat kusukai.

"Oh SEHUN !"

Satu jantung telah berhasil kuremukkan, aku merasakan telapak kakiku yang sudah mati rasa. Begitu pula dengan pergelanganku. 2 hingga seluruh jantung dari para stuhn itu berhasil kuremukkan. Mereka jatuh seketika dengan urat nadi merah mereka yang memantul jelas di bawah permukaan kulit mereka. Pemandangan indah itu juga mengikuti penderitaanku yang sekarang kurasakan pada tanganku. Perlahan, berubah menjadi sebuah kayu.

"tuan …"

Luhan menatapku sendu bersama seluruh kakaku yang tersisa. Matanya sembab oleh air mata. Bodohnya aku yang tidak bisa melindunginya sampai akhir. Luhan …

Tunggu dulu, aku merasakan sesuatu yang hangat. Di sekujur tubuhku yang sudah menjadi kayu, kulihat pancaran cahaya kuning yang ada di seluruh celah tubuh kayuku. Hingga sedikit demi sedikit hancur menjadi serpihan kayu yang berserakan. Luhan menatapku tidak percaya, tubuhku kembali.

"kau kembali !"

Luhan menghambur ke pelukanku saat ia tahu bahwa aku kembali. Wangi rambut ini, kukira aku tidak akan menciumnya lagi selamanya. Badan kecil ini, aku masih ingin memeluknya erat seperti saat ini.

"Kyungsoo !"

Kualihkan pandanganku pada Kai yang berlari ke arah Kyungsoo. Dia terkapar di sana, dan Suho ? entahlah aku tidak melihatnya.

Wajah Kyungsoo pucat dan banyak lebam di tangannya. Kai memeluknya erat sambil memanggil namanya.

"Kyungsoo, bangunlah … aku di sini"

"tu..tuan Kai ?"

Kyungsoo sadar dan ia menemukan lelaki pujaannya sekaligus majikannya Kai yang memeluknya erat. Ini sangat mengharukan.

"se…seekor unicorn membantuku …"

Kai dan aku membelalakkan mata saat mendengar kalimat itu dari Kyungsoo. Unicorn ? apa dia ?

"dia stuhn yang sangat kuat …."

Kutolehkan kepalaku saat mendengar sebuah suara di belakangku. Astaga, itu … Lay bersama Tao.

"hai Sehun , di mana yang lain ?"

Aku terkejut saat merasakan getaran hebat di sekitar kami persis setelah Tao melontarkan pertanyaannya. Perlahan, seluruh pohon yang ada di hutan ini pecah menjadi serpihan kayu dan berubah menjadi lelaki tampan. Bagitu pula dengan kakakku Chanyeol. Aku mematrikan senyum puasku pada sekelilingku saat melihat mereka yang tengah kembali pada wujud aslinya

Pohon kacang yang tadinya melilit kamipun perlahan menyusut layu dan menyisakan seorang lelaki kecil tampan yang tak sadarkan diri. Chen mengambil alih untuk menopangnya, dan kurasa itu adalah kakak Kai melihat dari tatapan Kai pada lelaki itu. Dan juga julukan yang diberikan Kai …

"kakak ?"

Aku tersenyum melihat semua itu.

Hingga kami memutuskan untuk pergi dari hutan ini dan menunjukkan para 'lelaki pohon' jalan menuju kota terdekat. Satu hal yang tidak kumengerti adalah, lay menyuruh kami untuk membawa Suho. Aku tidak percaya dengan semua ini, apa kami menang ?

"terima kasih atas bantuanmu …" ujar Kyungsoo yang berada di gendongan Kai pada Lay yang berada di sebelahnya. God, dia laki-laki yang sangat cantik.

"terima kasih kembali, kau sangat pintar dalam membuatnya kewalahan Kyungsoo"

Kyungsoo menatap Lay dengan kedua mata bulatnya.

"ka…kau tahu namaku ?"

"tentu, stuhn tercantik dari seluruh penjuru negeri. Aku mengetahui semuanya, begitu pula dengan konflik antara kau dan Suho"

Kai mematrikan senyumnya mendengar itu. Mungkin dia melihat raut wajah lucu pada Kyungsoo ?

"tapi, kenapa kami tidak berubah menjadi pohon saat tandukmu menembus dadanya ?"

Tanya Chen sambil menggendong kakak Kai di punggungnya.

"aku menembusnya hanya sampai paru-paru kanannya, tempat seluruh sihir hitamnya di sembunyikan. Karena itulah, kalian semua tidak menjadi pohon dan malah mengembalikan seluruh pohon-pohon stuhn pada wujud aslinya. Lagipula, tusukan dari tanduk seekor unicorn tidak akan membuat stuhn mati"

Kulihat Kris yang melihat secara sembunyi-sembunyi pada Lay. Haha, ya, Kris sangat menyukai Lay meski ia tidak mau mengakuinya. Aku tahu, terkadang pemimpinku memang menggelikan.

"jadi, kau masih ingin bertemu Pandora Kris ?"

Jackpot, Lay akhirnya menyapa Kris. Kris berbalik dan menatap Lay penuh arti, sedangkan Lay hanya tersenyum melihat pemimpin kami itu.

"itu adalah tujuan hidupku" jawab Kris datar.

Lay tersenyum geli mendengar jawaban Kris.

"kau sangat mencintai Pandora, mungkin melebihi aku"

Lay melangkahkan kakinya lebih cepat sesaat setelah mengatakan itu pada Kris. Kris menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit kuartikan. Aku tahu bahwa mereka saling mencintai, tapi … Peraturan adalah peraturan. The Wizards tidak boleh mencintai seorang peramal sihir, begitu pula sebaliknya. Itu adalah alasan utama mengapa kedua kakakku, Kris dan Chanyeol tidak bisa memiliki perasaan pada laki-laki yang sangat ingin mereka miliki.

'LISTEN' end here …

Jeongmal mianhamnida *bowbowbowbow* . Ini FF bener-bener nge-bosenin dan, pasti readers pengen cepet selesai kan ? TT haduh, maaf ya updatenya lama …. Karena minthor baru selesai UKK nya *YEEEE* #mansee . Sekali lagi mohon maaf sekali readersdeul … *bowbowbow* dan juga, minthor mau bilang Kamsahamnida buat yang udah RCL selama ini, dan kritikannya. Jeongma mianhamnida, author masih belum bisa bikin link atau ngasi link chapter sebelumnya. Belajar dulu ke Hyo … keke :D ^^. RCL juseyo …