One Way Love

WARNING! GS for uke! Alur kecepetan TYPOS everywhere, gak sesuai EYD.

Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Kim Jongin, Oh Sehun, Xi Luhan, Kim Junmyeon, Zhang Yixing, Huang Zitao.

Akan bertambah sesuai jalannya alur.

Sebagai manusia saya tidak luput dari kesalahan. Jadi mohon maaf yii kalo ada salah-salah penulisan yang bikin kalian bingung.

.

Lets check this out!

.

.

.

Happy Reading~

"Baekhyunie ireona.." panggil umma Baekhyun sambil mengguncang tubuh anaknya yang masih tidur terlelap di ranjangnya. "bangunlah pemalas, temanmu sudah menunggumu daritadi." Akhirnya umma Baekhyun mengencangkan volume suaranya karena anaknya tidak mau bangun.

Baekhyun yang merasa terganggu menggeliat pelan, menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

"Ya! Cepat bangun! Kasihan itu temanmu menunggumu tapi kau masih malas-malasan. Kau mau membolos eoh?" dengan kasar umma Baekhyun menarik selimut itu, menarik tangan Baekhyun agar ia bangun.

"aishh iya iya aku bangun ummaa. Hoamm jam berapa ini?" tanya Baekhyun yang masih setengah sadar.

"setengah 7." Jawab ummanya santai.

1 detik..

3 detik..

5 detik..

10 detik..

"MWO?! Bahkan ini masih terlalu pagi umma!" Baekhyun yang sudah sadar sepenuhnya akhirnya protes karena menurutnya ini masih terlalu pagi untuk bangun. Biasanya ummanya akan membangunkannya jam setengah delapan. Apa-apaan ummanya hari ini? Batin Baekhyun.

"dasar pemalas! Kau tau temanmu itu sudah menunggumu sekitar setengah jam yang lalu."

"teman? Sehun maksud umma?"'

"bukan, ahh siapa ya namanya? Pokoknya dia sangat tampan Baekki chagi.. ahh tubuhnya juga sangat tinggi melebihi Sehun! Kenapa kau tak pernah cerita kalau kau memiliki teman namja yang begitu sempurna?" ucap umma Baekhyun dengan mata berbinar membuat Baekhyun semakin bingung.

'teman? Namja? Tingginya melebihi Sehun? Apa jangan-jangan..? ah tidak mungkin.' Ucap Baekhyun dalam hati.

"Ya! Apa-apaan kau malah melamun? Cepat mandi dan bersiap. Jangan membuat temanmu menunggu lebih lama pabbo." Setelah mengucapkan itu umma Baekhyun langsung keluar dari kamar Baekhyun untuk menyiapkan sarapan.

Dengan malas Baekhyun beranjak dari ranjangnya, berjalan dengan malas ke kamar mandi sebelum ummanya kembali mengomel.

Baekhyun kini berjalan menuju meja makan yang berada di bawah. Ia sudah berpakaian seragam SMSHS dengan rapih. Saat ia menuruni tangga ia melihat siluet tubu namja yang duduk di meja makan dengan posisi membelakangi Baekhyun. Baekhyun yang penasaran langsung berjalan cepat menuju meja makan.

"pagi umma, pagi appa, pagi Taotao." Sapa Baekhyun yang belum melihat ke arah namja tadi.

"pagi chagi/pagi sayang/pagi jie." Jawab umma, appa, Tao –adik sepupu Baekhyun- secara bersamaan. Baekhyun langsung mengambil posisi duduk di depan namja tadi. Baekhyun yang sibuk mengoleskan selai roti lupa jika ada satu orang yang sedari tadi diam sambil menatap Baekhyun.

"pagi Baek." Sapa namja yang sedari tadi hanya diam saja.

Baekhyun mengangkat kepalanya untuk melihat wajah namja tersebut namun matanya langsung terbelalak karena yang datang menjemputnya adalah –Park Chanyeol-

"Park Chanyeol? Untuk apa kau—"

"Ya ya! Sudah cepat kau selesaikan sarapanmu dulu chagi. Kasihan temanmu itu sudah menunggu satu jam lebih." Sahut ummanya. Baekhyun akhirnya memakan sarapannya dengan tenang sesekali melirik ke arah Chanyeol yang terus memandangnya.

"ehm, aku sudah selesai umma. Kalau begitu aku berangkat." Ujar Baekhyun langsung berdiri dari tempatnya dan mencium pipi appa dan ummanya. Chanyeol yang melihat Baekhyun yang sudah meninggalkan ruang makan langsung bergegas menyusul Baekhyun, sebelum pergi Chanyeol pamit dan berterima kasih karena sudah dibuatkan sarapan. Chanyeol melihat Baekhyun sedang memakai sepatunya didepan rumahnya. Ia segera menghampiri yeoja itu.

"Baek, aku kesini untuk menjemputmu." Ujar Chanyeol yang sudah berdiri disamping Baekhyun.

"lalu? Tanya Baekhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari sepatunya.

"ya aku ingin kita berangkat bersama-sama ke sekolah."

"aku tidak bisa. Sehun akan menjemputku."

"kalau begitu mulai sekarang aku yang akan menjemput dan mengantarkanmu pulang."

"apa? tidak bisa. Lalu bagaimana dengan Sehun? Kau tau kan Sehun itu kekas—"

"aku tau." Potong Chanyeol. "tapi bukankan kau yang meginginkan bukti kalau aku benar-benar mencintaimu Baek? Ini adalah langkah awal untuk kelanjutan hubungan kita ke depan."

"bagaimana dengan Sehun?" tanya Baekhyun sambil menatap Chanyeol.

"aku yang akan bicara padanya nanti. Sekarang kita berangkat." Jawab Chanyeol sambil menarik lembut tangan Baekhyun menuju mobilnya yang terparkir didepan gerbang rumah Baekhyun. Baekhyun hanya diam saja mengikuti Chanyeol. Sebenarnya ia senang Chanyeol melakukan ini semua untuknya. Tapi disisi lain ia masih kurang yakin dengan perasaan Chanyeol. Makannya ia masih acuh terhadap sifat Chanyeol.

Chanyeol membuka kan pintu untuk Baekhyun, Baekhyun yang diperlakukan seperti ini jadi mengingat waktu mereka masih menjadi sepasang kekasih dulu. Namun ia buru-buru menepis pikirannya dan masuk kedalam mobil. Chanyeol langsung menurup pintu dan berjalan mengitari mobilnya lalu masuk kedalam mobil. Ia melihat kearah Baekhyun sebentar yang sedang melamun. Sepintas ide jail lewat didalam otak encer Chanyeol. Smirk tampan menghiasi wajah evilnya.

Baekhyun yang sedang melamun tiba-tiba merasakan hembusan nafas seseorang di pipinya. Saat menoleh, hal pertama yang ia lihat adalah wajah Chanyeol yang berjarak hanya 3cm dari wajahnya. Bisa dibayangkan betapa malunya Baekhyun saat ini melihat wajah tampan Chanyeol sedekat ini. Namun ia segera menjauhkan tubuhnya dari Chanyeol.

"m-mau apa kau?" tanya Baekhyun tergagap sambil menunduk menyembunyikan semburat merah yang berada di pipinya.

"aku hanya ingin..." Chanyeol menggantungkan kalimatnya, lalu ia semakin mendekatkan tubuhnya ke Baekhyun. Baekhyun yang melihat itu refleks langsung menutup matanya erat karena ia berpikiran yang iya-iya.

'cklek'

Beberapa detik berlalu, Baekhyun tidak merasakan apa-apa. yang terdengar hanya bunyi sesuatu yang entah apa itu Baekhyun tidak tau karena pikirannya sedang kacau. Tak lama ia mendengar suara bass Chanyeol yang tertawa lumayan keras.

"HAHAHA astaga Baek hahaha."

Baekhyun membuka matanya perlahan lalu menatap Chanyeol dengan pandangan bingung. "apa yang kau tertawakan?"

"astaga apa yang ada dalam pikiranmu Baek? Apa kau mengira aku akan menciummu dan melakukan sesuatu yang iya-iya? Hahaha astaga wajahmu sangat lucu hahaha."

Baekhyun mendengus, "siapa yang berpikiran seperti itu?" tanya Baekkhyun ketus.

"siapa lagi? Sudah jelas bukan? Wajahmu tadi menunjukkan kalau kau pasrah jika aku benar-benar melakukan yang iya-iya kepadamu." Jawab Chanyeol yang sudah menghentikan tawanya dan menatap Baekhyun dengan smirk andalannya.

"aku tadi hanya refleks saja. tidak usah kepedean Park." Baekhyun mengalihkan pandangannya ke depan karena malu setengah mati sudah berpikiran seperti itu.

"kkk arrasseo. Lain kali kalau tidak mau kejadian seperti ini terjadi pakailah sitbelt mu Byun. Pfftt." Chanyeol menahan tawanya saat melihat wajah Baekhyun yang makin memerah karena ulahnya.

"yayaya dan sekarang cepat jalan atau aku turun dan berangkat bersama Sehun." Ancam Baekhyun.

"baiklah princess." Chanyeol tersenyum sangat tampan dan Baekhyun melihat senyum itu dari ekor matanya.

Deg

Deg

Deg

Sial. Jantung tolong jangan seperti ini kumohon. Kalau Chanyeol tau bisa habis aku. Ugh. Rutuk Baekhyun dalam hati.

Akhirnya Chanyeol menjalankan mobilnya menuju sekolah. Saat perjalanan tidak ada satupun dari mereka yang membuka percakapan. Chanyeol yang sibuk menyetir dan Baekhyun yang sibuk menenangkan detak jantungnya.

Chanyeol melirik Baekhyun sekilas yang sedari tadi bergerak gelisah. Akhirnya ia pun membuka suaranya, "kau kenapa?" tanya Chanyeol.

"tidak, hanya saja aku hmm... mengantuk?" 'bodoh. Jawaban macam apa itu Byun. Habislah kau di tertawai Chanyeol untuk yang kedua kalinya.' Rutuknya dalam hati.

"sabarlah, sebentar lagi kita sampai. Ini masih pagi dan mungkin kau bisa tidur dikelasmu."

"yah kau benar."

Tak lama mereka sampai di sekolah. Chanyeol segera memarkirkan mobilnya. Lalu ia segera keluar diikuti Baekhyun. Mereka berjalan beriringan di koridor dengan hening. Tiba-tiba ponsel Baekyun bergetar menandakan panggilan masuk. Saat ia melihat nama yang tertera pada layar ponselnya, ia segera mengangkat panggilan tersebut.

"yeobseyo."

"yeobseyo noona, kau dimana? Aku di depan rumahmu."

"aku sudah di sekolah Sehun-ah, mian—"

"Sehun, ini Chanyeol. istirahat nanti kita perlu bicara. Temui aku di atap sekolah." Chanyeol dengan tidak sopannya merebut ponsel Baekhyun dan langsung memutuskan sambungan.

"ya! Kenapa kau selalu seenaknya?" omel Baekhyun.

"sudahlah, kau tenang saja Baek biar aku yang mengurus semua." Ucap Chanyeol santai sambil mengembalikan ponsel Baekhyun. "sebaiknya kau masuk kelas. Sampai ketemu dikantin." Chanyeol mengusak surai Baekhyun yang mungkin sekarang menjadi kebiasaan rutinnya. Lalu berjalan menuju kelasnya meninggalkan Baekhyun yang terdiam bingung.

.

.

One Way Love

Sehun membuka pintu atap sekolah, lalu menatap namja yang sedang membelakanginya. Ia segera menghampiri namja tersebut.

"ada apa kau menyuruhku kemari?" tanya Sehun dengan nada datar.

Chanyeol membalikkan tubuhnya. "aku hanya ingin memberi tau kalau mulai hari ini sampai seterusnya yang akan mengantar jemput Baekhyun adalah aku. Jadi kau tidak usah repot-repot untuk mengantar jemput Baekhyun." Jelas Chanyeol.

"apa hakmu?"

"tidak ada. Aku hanya ingin memperbaiki hubunganku dengan Baekhyun. Itu saja."

"jika aku tidak mengizinkan?"

"aku akan memohon dan melakukan apapun agar kau mengizinkan." Ucap Chanyeol dengan penuh keyakinan. Sehun terdiam sejenak. Ia melihat pancaran kesungguhan dari manik Chanyeol.

Sehun menghela nafasnya, "hhh kau tau? Sebenarnya aku hanya kekasih pura-pura Baekhyun."

"ap-apa?!"

"apa harus kuulangi?"

"tidak, bukan begitu maksudku, tapi—bagaimana bisa?"

"aku sahabat kecil Baekhyun. Dan aku baru kembali dari Amerika beberapa bulan yang lalu. Saat aku bertemu Baekhyun noona keadaanya sangat kacau. Dengan penampilan yang berantakan, mata yang sedikit membengkak, dan hidung yang merah. Aku memaksa dia bercerita apa masalahnya. Dan ternyata masalahnya adalah kau Park Chanyeol. Saat itu juga aku membenci dirimu dan berniat untuk menjaga dan melindungi Baekhyun noona. Aku mencintai Baekhyun noon. Bukan cinta seorang kepada sahabat, tetapi cinta terhadap seorang kekasih. Kau tau hatiku sakit saat Baekhyun noona memintaku untuk menjadi kekasih pura-puranya. Aku menerimanya dan berpikir mungkin lama kelamaan Baekhyun noona akan lupa dengan kepura-puran kami dan mencintaiku sebagai kekasih yang sebenarnya. Ternyata aku salah. Baekhyun noona masih mencintaimu Chanyeol. Sekeras apapun aku melakukan cara untuk merebut hati Baekhyun noona darimu jika kau masih ada dihati Baekhyun noona itu tidak akan bisa. Aku mulai berpikir apa aku harus melepas Baekhyun noona untukmu? Tapi aku belum yakin sebelum kau benar-benar membuktikan cintamu untuknya." Ucap Sehun panjang lebar dihadapan Chanyeol yang terdiam tidak bisa berkata apa-apa.

"kalau begitu Sehun, izinkan aku membuktikan kalau cintaku kepada Baekhyun benar-benar tulus. Aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan Baekhyun lagi. Jika aku melakukannya kau boleh membunuhku."

"baguslah. Aku pegang janjimu Park. Baiklah kalau begitu aku pergi dulu."

"ya, terimakasih Sehun. Kau orang terbaik dalam hidupku."

Sehun hanya mengangguk dan tersenyum tipis. Lalu ia berjalan keluar dari atap. Namun saat Sehun hendak menuruni tangga, tangannya ditahan oleh seseorang. Saat ia menoleh ternyata itu Baekhyun dengan wajah yang memerah dan air mata memenuhi pipinya.

"n-noona."

"kau harus menjelaskan semuanya Oh Sehun." Ucap Baekhyun penuh penekanan dan langsung menyeret Sehun menuju taman belakang sekolah.

Disinilah sekarang mereka. Duduk dibawah pohon pinus yang rindang. Belum ada yang memulai percakapan, sampai akhirnya Sehun memulai percakapan terlwbih dahulu.

"noona, mianhae. Aku tau aku salah tapi aku—"

"kau tau? Aku mengikutimu saat kau berjalan ke atap sekolah. Aku mengkhawatirkanmu. Aku takut Chanyeol berbuat macam-macam yang akan membahayakanmu. Tapi apa yang aku dapat? Dan kau harus menjelaskan semuanya kepadaku. Ucap baekhyun datar tanpa menoleh ke arah Sehun yang mentapnya dengan wajah bersalah.

"baiklah. Aku memang mencintaimu noona. Awalnya aku ingin membuatmu benar-benar mencintaiku dan melupaka Chanyeol. Tapi aku sadar aku tidak bisa. Kau masih mencintai Chanyeol. Aku akan melakukan apapun asalkan kau bahagia noona."

"kau taukan dari dulu sampai sekarang status kita hanya noona dan dongsaeng. Aku hanya menganggapmu adik kecilku dari dulu hingga sekarang. Aku tidak pernah menyangka jika adikku selama ini mencintaiku.

"aku mengerti. Maka dari itu aku menyerahkanmu kepada Chanyeol. Maafkan aku sudah membuatmu kecewa noona." Sehun hampir saja menangis jika dia tidak menahan air mata yang sudah menumpuk di matanya.

Baekhyun beranjak dari duduknya, "sudah bell. Sebaiknya kita kembali ke kelas masing-masing." Ucap Baekhyun yang langsung berlalu dari hadapan Sehun.

Saat Baekhyun pergi meninggalkan Sehun, saat itu juga pertahanan Sehun runtuh. Ia menangis terisak. Hatinya begitu sakit melihat Baekhyun membencinya. Jika ia boleh memilih lebih baik ia tidak usah kembali ke korea jika akhirnya seperti ini. Sehun menenggelamkan wajahnya diantara kakinya yang ia tekuk. Ia terus terisak. Ia tedak berniat kembali ke kelasnya dengan keadaan kacau seperti ini. Dan Sehun tidak menyadari kehadiran seseorang yang sekarang telah duduk di samping Sehun.

"hey.. kau ada masalah?" tanya seorang yeoja dengan suara yang sangat lembut.

Sehun menghapus kasar air matanya lalu menoleh ke sumber suara yang berada disampingnya. "Luhan noona?"

"kau menangis? Apa yang terjadi?"

"tidak. Aku hanya—"

"tidak usah mengelak. Jika kau sedang ada masalah kau bisa cerita."

Sehun kembali meneteskan air matanya. "Baekhyun noona membenciku. Kau tau ini lebih sakit daripada ia menolak untuk menjadi kekasihku." Ujar Sehun.

"apa Baekhyun sudah mengetahui kalau kau menyukainya?" tanya Luhan hati-hati.

"ya. Dan dia sangat marah mengetahui hal ini. Kau tau? Rasanya sangat sakit.. sakit sekali." Jawab Sehun sambil terisak dan memukul dadanya.

Luhan langsung memegang tangan sehun dan memeluk Sehun dari samping. Menyandarkan kepala Sehun di bahunya. "menangislah yang keras jika itu membuatmu lebih baik. Jangan ditahan."

Akhirnya Sehun benar-benar menangis keras. Luhan hanya bisa mengelus lembut rambutnya atau punggungnya agar Sehun terasa nyaman dan membisikkan kata-kata yang menenagkan hati Sehun.

Sekitar 10 menit akhirnya Sehun menghentikan tangisannya. Saat ini ia sedang memejamkan matanya karena lelah sambil menikmati perlakuan lembut dari Luhan.

"sudah merasa lebih baik?" tanya Luhan pelan.

"ya, terimakasih sudah menemaniku Luhan noona." Jawab Sehun dengan nada yang tulus.

Luhan tersenyum mendengarnya. "kalau begitu biarkan Baekhyun menenangkan dirinya. Aku yakin dia tidak benar-benar membenci mu. Dia hanya tidak bisa menerima kenyataan ini. Kau harus bersabar Sehun."

"aku mengerti. Dan aku tidak tau cara membalas kebaikanmu untuk yang satu ini."

Mereka sama-sama terkekeh. Sejenak suasana menjadi hening. Mereka menikmati moment indah ini. Mereka sama-sama merasakan perasaan nyaman pada saat ini. 'apa aku menyukainya?' batin mereka dalam hati.

"kenapa kau ada disini?" tanya Sehun yang masih berada dipelukan Luhan. Entahlah ia merasa nyaman dan tidak mau beranjak dari pelukan Luhan.

"aku telat masuk kelas Jung Saem. Kau sendiri?" Luhan juga sepertinya nyaman dengan posisi memeluk Sehun seperti ini.

"kau bercanda? Kalau aku masuk ke kelas yang ada hancu sudah image cool ku."

"hahaha siapa yang bilang kau cool? Kau itu masih kekanakan."

"apa? kau yang kekanakan. Lihatlah wajahmu seperti anak smp kau tau."

"yaya aku tau aku memang baby face kkk~"

"terserah kau rusa."

"ya! Dasar bocah albino."

"rusa jelek."

"aish kau! Awas saja." Luhan mencubit pipi Sehun. Sehun mengaduh kesakitan padahal cubitan Luhan tidak terasa sakit sama sekali.

"aish ini sakit sekali kau tau."

"benarkah? Maafkan aku Sehun. Aku tidak sengaja." Luhan yang polos langsung saja percaya dengan tipuan seorang Oh Sehun.

"kau harus tanggung jawab."

"baiklah aku harus apa?"

Sehun langsung duduk menghadap Luhan dan menatap Luhan serius. Kemudian ia menunjuk pipinya dan menaik turunkan alisnya, "cium."

"ap—MWO? Dasar kau bocah ya jangan lari!" kemudian terjadilah kejar-kejaran antara Luhan dan Sehun di taman belakan sekolah.

.

.

One Way Love

Baekhyun sedang duduk di lorong sekolah. Ia sedang menunggu Chanyeol yang tiba-tiba dipanggil anggota club basketnya. Karena Chanyeol ketua basket mau tidak mau ia harus datang. Jadilah Baekhyun menunggu Chanyeol yang sudah pergi sejak 30 menit yang lalu.

Baekhyun yang asik melamun tidak menyadari ada yang berjalan ke arahnya. Orang tersebut duduk disamping Baekhyun.

"Baekhyun-ssi?"

Baekhyun yang merasa namanya dipanggil menoleh dan mendapatkan wajah cantik Kyungsoo yang sedang tersenyum tulus kepadanya. "Kyungsoo-ssi?" gumam baekhyun namun masih dapat di dengar oleh Kyungsoo.

"sedang apa kau sendirian disini?"

"aku.. sedang menunggu Chanyeol. Kau sediri?"

"aku juga sedang menunggu Kai."

Baekhyun hanya menganggukan kepalanya. Ia tidak perlu bertanya karena Kai memang satu club dengan Chanyeol. Karena dari awal mereka memang bersahabat.

"umm Baekhyun-ssi—"

"tidak usah seformal itu. Cukup panggil Baekhyun saja." potong Baekhyun ketika Kyungsoo memanggil namanya dengan formal.

"baiklah. Kalau begitu kau juga cukup panggil aku Kyungsoo." Baekhyun mengangguk. "sebenarnya ada hal yang ingin aku bicarakan kepadamu. Ini tentang—"

"Baek, apa aku lama?" tanya seseorang yang memutus perkataan Kyungsoo. Baekhyun dan kyungsoo langsung menoleh ke sumber suara. Chanyeol sudah berdiri di depan Baekhyun tanpa menyadari kehadiran Kyungsoo.

"ohh ini Chanyeol, Kyungsoo—"

"Kyung? Ternyata kau disini. Aku mencarimu di depan kelas memasak ternyata kau tidak ada." Ucapan Baekhyun terpotong juga dengan kehadiran Kai yang mencari Kyungsoo.

Hening. Mereka berempat saling berpandangan dan berdiri kaku. Entah kenapa suasana saat ini terasa begitu menegangkan.

"ehm begini. Bisa kita berempat bicara?" tanya Kyungsoo.

TBC

Haiiii. Aku update kilat nih muehehe. Gimana sama chap ini? Mengecewakan atau sebaliknya? Aku sengaja update sekarang karena seminggu kedepan schedule padet banget /plak-_-

Okelahh review dibales di chap depan saja ya? Hoho

Last

Mind to Review?

XOXOVERDOSE