di chapter ini pembunuhnya terungkap^^ semoga ga kaget :P
Who? [chapter 9 - final chap]
by tiggerccino98
Drrrrt
.
.
.
Drtttttttd
.
.
.
Drrrrrtt
.
.
.
Pemuda berpipi chubby menggeliat tak nyaman. Tidurnya terganggu oleh getaran ponselnya sendiri. Ia menarik selimutnya sampai kepala mencoba mengabaikan getaran –tanda telpon masuk- dari ponselnya.
"Youngjae!" panggil Himchan yang berbaring di sebelahnya. Sementara Youngjae masih mencoba tidak menghiraukannya.
"Youngjae-ya, telponmu bergetar." Youngjae menggeliat malas saat sepasang lengan memeluk manja pinggannya dari belakang.
"Ya! Youngjae! Ireona!" karena tidak mendapat respon, Himchan berteriak lalu mencubit pinggang Youngjae.
"awh! Ahh, appo hyung." Ringis Youngjae.
"ponselmu bergetar!" ujar Himchan sambil menunjuk ponsel Youngjae yang berbaring di meja nakas.
"iya iya, tunggu sebentar." Youngjae beranjak mengangkat telponnya.
"yeoboseyo?"
"Yoo Youngjae aissh kenapa lama sekali, hah?! Sedang apa kau?" seseorang di seberang langsung berteriak membuat Youngjae menjauhkan ponselnya sesaat.
"aissh hyung, aku baru bangun. Mau apa menelponku pagi-pagi buta hah?!" ujar Youngjae. Matanya melirik ke jam dinding yang menunjukan pukul 04.12.
"enak sekali kau! Tidur disaat genting begini?! Kau tau balok yang kau kirim ke Hyunsik kemarin? Itu benar seperti dugaanmu. Balok itulah yang digunakan si pembunuh untuk memukul Minsoo." Orang di seberang itu, Mr Kang, ketua regu penyelidiknya berujar dengan heboh.
"mwo jinjja? Lalu sidik jari?" Youngjae langsung bangkit dan memakai mantelnya.
"mau kemana?" tanya Himchan yang masih setengah bangun.
Youngjae hanya membalasnya dengan bahasa tubuh, menggerakan jempolnya kearah pintu.
"hati-hati, Youngjae."
"kau boleh bereaksi seperti apa yang kau mau tapi tolong jangan berteriak di telepon, oke? Kau tahu ini memang sangat mengejutkan! Sidik jari yang melekat disitu milik Kim JongIn sepupu sehun itu. Dan, dia juga adik dari Kim Jongdae."
"MWORA-go?"
"YA! KUBILANG JANGAN BERTERIAK DI TELEPON!" mr Kang balas menjerit.
"KAU SENDIRI BERTERIAK, HYUNG!" Jerit Youngjae kearah ponsel.
"YA! Jangan berteriak pagi-pagi begini!" sahut Daehyun dari arah kamar.
"ne, hyung aku segera berangkat, ne ne!" ujar Youngjae pada telepon sebelum menyimpan ponselnya di saku mantel.
"CHANYEOL!" jeritnya. Ia mendobrak asal kamar Daehyun –dan Chanyeol- lalu mengguncang-guncang tubuh besar Chanyeol.
"jangan berteriak, aissh kau mengganggu tidurku." Gumam Chanyeol sembari bergulung dengan selimutnya lagi.
"YA! Bangun, telinga panjang! Atau aku akan menggunting telingamu!"
"aaah, Daehyunnie, lindungi aku!" Chanyeol merangkul pinggang Daehyun dan menariknya keatas tubuhnya.
"yak! Chanyeol hyung! Lepaskan aku! Himchannie Hyuung!" ujar Daehyun menyadari posisi mereka yang ambigu.
"Ya Tuhan! Ada apa ini?!" ujar Himchan di ambang pintu kamar Daehyun-Chanyeol.
Himchan melihat pemandangan yang sangat mengerikan. Dimana Park Chanyeol, polisi tampan yang tinggi yang digilai banyak wanita itu tengah memeluk Daehyun yang menindihnya. Ditambah namja imut yang berprofesi sebagai detektif itu tengah menarik-narik celana boxer Daehyun. Bukankah itu ambigu?
"Hyungiee tolong aku." Rajuk Daehyuk dengan wajahnya yang sangat ngenes.
"ya? Yak! Yoo Youngjae berhenti menarik celana Daehyun! Lihatlah, bokongnya terekspos sedari tadi. Chanyeol! Bangun! Cepat pergi kekantor! Aih! Jangan memeluk Daehyun seperti itu lihat dia kesakitan!"
Namun teriakannya justru tidak digubris.
"Ya Tuhan, apa salahku?"
XxxXxxX
Di layar monitor itu terpampang sebuah rekaman dimana seorang pemuda berjaket biru tengah membeli minum di mesin minuman. Tak lama seseorang berseragam polisi datang dan mencekiknya sampai akhirnya seorang pemuda datang dan langsung memukul tengkuk si pemuda berjaket biru menggunakan balok kayu sehingga tubuh pemuda itu jatuh tergeletak didekat kaki keduanya.
Tidak sampai disitu, si pemuda dengan balok kayu itu kembalai memukul tengkuk tubuh pemuda yang sudah tak bernyawa itu. Ditambah sang oknum polisi ikut menyundut lengan si pemuda berjaket biru sebelum ia membuang rokoknya didekat situ.
Mereka berdua membuang kantung belanjaan yang tadinya dibawa si pemuda berjaket biru itu di tempat sampah. Merogoh kantung si pemuda lalu membuang dompet pemuda itu asal. Sebelum akhirnya mereka membopong tubuh tak bernyawa itu menjauh.
"tidak salah lagi, itu Kim Jongin dan Kim Jongdae!" ujar mr. Kang saat mengamati rekaman cctv di tkp jalan setapak.
"benar! Aku ingat sekali malam itu Kai memakai pakaian itu!" pekik Youngjae.
"Kai?"
"nama panggilannya Jongin." Jelas Youngjae.
"ah iya! Kau bertemu dengan Kai malam itu bukan? Di dekat hutan itu?" tanya Chanyeol.
"ya, bukan hanya Kai, Junmyun juga." Ujar Youngjae.
"Junmyun? Maksudmu Kim Junmyun kakak dari Kim Jongdae dan Kim Jongin? Yang sempat menjadi manajer Sehun selama beberapa minggu?" tanya mr. Kang.
"iya, itu!"
"darimana mereka datang?" tanya mr. Kang.
"biar kuulangi ceritaku malam itu. Malam itu aku pergi ke toilet dan menyuruh Sehun menunggu di sebuah bangku taman. Lalu saat aku kembali aku justru mendapati jasad Minsoo di bangku taman itu. Karena panik aku meninggalkan mayat itu disitu lalu mencari Sehun. Saat berada di pinggir Hutan aku melihat seorang, kukira itu Sehun, ternyata itu Kai dan dia mengaku sebagai sepupu Sehun. Tiba-tiba seseorang berseru memanggil Kai, ternyata itu Junmyun. Aku menceritakan apa yang terjadi pada mereka lalu mereka mencoba membantuku. Lalu Himchan hyung menelpon dan bilang Sehun dalam bahaya. Setelah Himchan mematikan teleponnya kami mencoba mencari Sehun dengan berkeliling. Saat itu aku sudah lupa dengan jasad Minsoo yang kutemukan di bangku taman sebelum itu. Aku benar-benar tidak sadar. Sampai akhirnya Himchan dan Daehyun datang. Tak lama Bang Yongguk tiba-tiba hadir diantara kami. Kami semua pun mencari Sehun. Bang Yongguk juga ikut membantu karena ia bilang adiknya juga hilang. Lalu saat taman sudah mulai terang seseorang pemanen karet datang dan berteriak bahwa ia menemukan dua jasad di hutan. Saat itu aku baru ingat dengan mayat Minsoo."
"kau ini bodoh ya?" cemooh mr. Kang.
"tapi apa kau melihat mayat itu di bangku taman saat berkeliling?" tanya rekan penyelidiknya, Jung Ilhoon.
"itu dia, aku tidak sadar karena saat aku berkeliling mayat itu sudah tidak ada disana."
"dari mana Junmyun datang?" tanya Chanyeol.
"sepertinya dari dalam hutan. Aku tidak begitu Yakin."
"apa kau melihat Kim Jongdae juga?" tanya Jung Ilhoon.
"kurasa tidak. Mereka hanya berdua."
"coba dengar ini! Pagi itu saat polisi berdatangan ke tkp aku juga tidak mendapati Kim Jongdae. Bukankah dia bertugas di sekitar itu?" semuanya serempak menoleh kearah Chanyeol.
"eh? Ada apa?"
"kenapa kamu baru bilang sekarang?" tanya mr. Kang sambil memukul kepala Chanyeol dengan gulungan map.
"akhh, Appo! Kukira itu tidak penting." Ringisnya.
"Baiklah! Kita sudah menemukan tersangka pembunuhan Bang Minsoo."
"ayo bergegas dan perjelas tuduhannya!"
XxxXxxX
"jam berapa siftmu selesai malam itu?" tanya Chanyeol pada Kim Jongdae.
"malam itu? Tak lama setelah aku kembali ke ruang cctv sehabis merokok itu. Sekitar pukul setengah tiga lah." Jongdae mengingat-ingat.
Chanyeol menyernyit. "oh, benarkah? Setengah tiga pagi?"
"ya, aku ingat betul karena aku sempat melihat jam di monitor cctv." Ucapnya.
Chanyeol menatap kecermin di sebelah kanannya. Saat ini ia sedang berada di ruang introgasi. Cermin itu sebenarnya adalah kaca satu arah. Dan dibalik kaca itu, Youngjae, Mr. Kang, dan beberapa rekan penyelidiknya sedang mengamati mereka berdua.
"tangkap dia sekarang." Kata Chanyeol menatap yakin kearah cermin itu.
"siapa? Apanya?" tanya Jongdae.
Belum sempat mendapat jawaban dari Chanyeol, Jongdae terkejut dengan beberapa orang yang masuk keruangan itu dan langsung memborgol tangannya dibelakang.
"ya! Apa-apaan ini? Lepaskan! Aku polisi kalian tahu!?"
"iya, kami juga tahu jika kau yang membunuh Bang Minsoo." Jawab Ilhoon.
"mwo?! Bagaimana, kalian! Kalian menuduhku?! Ini fitnah! Aku tidak membunuhnya! Aku tidak tahu apa-apa tentangnya!"
"lalu bagaimana kau menjelaskan ini? Kau bilang kau pergi keluar ruang pantau dari jam 11.35 dan hanya keluar selama lima belas menit. Seharusnya kau sudah kembali pada pukul 11:50 bukan? Lalu kau bilang siftmu berakhir taklama setelah kau kembali dari merokok, dan kau bilang itu pukul setengah tiga. Apakah dari pukul 11.50 sampai 02.15 adalah waktu yang tak lama?!" bentak Chanyeol.
"aku, itu, itu rekayasamu! Aku tak bersalah! Aku tak tahu apa-apa!"
"katakan itu dipengadilan!"
XxxXxxX
"darimana kau malam itu?" tanya Chanyeol pada Kai. Sama seperti tadi. Saat ini mereka berada di ruang introgasi. "bagaimana bisa kau berada di taman alam malam itu?"
"aku? Itu loh, masa kau tidak tahu. Begini ya paman, aku habis berkeliling dengan hyungku menghabiskan malam layaknya pemuda lain." Jawab Kai.
"hyungmu? Siapa?"
"hmmm, Junmyun hyung. Memang siapa lagi kakakku?"
"kalau Kim Jongdae?"
"hah? Jongdae hyung? Ya dia hyungku juga. Tapi sepertinya dia sedang bertugas malam itu." Kai mengepalkan tangannya di bawah meja.
"kau tidak bertemu dengannya?"
"tidak."
"lalu bagaimana kau menjelaskan ini?" Tanya Chanyeol sambil menyalakan LCD proyector dan menampilkan rekaman cctv dimana Jongdae dan Jongin membunuh Minsoo.
"APA?! Itu bukan aku!"
"kau lihat kayu itu, anak muda?" Chanyeol menunju balok kayu yang ada di rekaman itu. "di balok kayu itu nyatanya ada sidik jarimu."
"mwo?! Kau mau bilang jika aku pembunuh?! Kau! Ini semua fitnah! Aku tidak tahu apa-apa!"
"wow reaksimu sama seperti kakakmu itu." Chanyeol bertepuk tangan. "tangkap dia!"
Kai memberontak saat beberapa polisi datang dan memborgolnya.
"aku tidak tahu apa-apa!"
XxxXxxX
"apa? Kau sudah menangkap pembunuh Minsoo?!" tanya Bang Yongguk dan Himchan bersamaan. Saat ini mereka sedang berada di apartement Himchan.
"iya, jika kalian melihat Chanyeol saat itu, kalian pasti akan terpana." Tambah Youngjae.
"ah, tidak begitu, Yoo." Kata Chanyeol malu-malu.
"lalu siapa pelakunya?!" Tanya Yongguk dengan api kemarahan yang terlihat jelas.
"hey, calm down, hyung."
"mereka Kim Jongin dan Kim Jongdae. Mereka ditangkap dengan bukti tak terbantahkan." Jawab Youngjae.
"Kim Jongin?! Maksudmu Kai?!" tanya Daehyun tak percaya.
"iya!Kim Jongin yang itu." Ketus Youngjae.
"lalu, pengadilannya?" tanya Yongguk.
"mungkin akan dilaksanakan saat pembunuh Sehun ditangkap. Tapi sepertinya tak lama lagi." Jawab Youngjae.
Drrrrrrttt drrrttt
Ponsel Youngjae bergetar di meja kerjanya. "maaf permisi dulu," gumam Youngjae.
"yeoboseyo?"
"HAH?! Benarkah?!"
"ne, aku segera kesana!"
"ada apa, Yoo?" tanya Chanyeol.
"peneror Himchan hyung dan pembunuh Sehun sudah diketahui!" jawab Youngjae heboh.
"siapa?!"
"Kim Junmyun."
final but not the last! tungguin chapter 10nya bye muach!
/abis un jadi lebih waras/
