Satu menit

Get Backers : BanxHimiko

Word Count : 93

Kalau saja waktu dapat ia bekukan tentunya sejak dulu sudah akan dia lakukan. Di saat ini. Detik ini. Menit ini. Ada sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan. Lama haus jiwanya merindukan. Getaran untuk menyentuh wajahnya; memandang mata biru bening yang paling indah itu. Aroma tobako dalam nafas hangat menggelitik telinganya. Menyadarkan dirinya akan kebenaran dalam frasa 'benci dan cinta memiliki perbedaan yang tipis' Sekarang ini. Entah walau ini dalam mimpi. Dia tidak ingin terbangun.

Dia akan mengenangnya.

Walau keabadian itu hanya berlangsung selama satu menit.

Menit terakhir sebelum dia memejamkan matanya pada keabadian.