Tsuki datang…. Hehehehehe. Chapter 9 selesai. Sepertinya 4 sampai 5 chapter lagi fanfic MY SECRET selesai. Itu jika ceritanya sesuai dengan rencana dan tidak ada yang ditambah-tambahkan. Soalnya Tsuki biasanya kalo udah nulis cerita, Tsuki ga mau berhenti. Malah memunculkan masalah baru. (==")a . tapi jangan khawatir, Tsuki usahakan untuk sesuai dengan rencana. (^0^) bales review yuk!
Namikage : xixixixi Kyuubi kalo ngerjain kadang-kadang ga tanggung-tanggung, jadi gitu deh. Tapi di chapter ini Kyuubi lagi ga ngerjain Sasuke soalnya dia sibuk ngurusin pesta Naruto. .arigatou *membungkukan badan*
monkey D eimi : .arigatou *membungkukan badan* iya tuh Naru kurang peka, tapi dibawah…. *dikasih ramen sama Naruto* Naru nya aja kayaknya yang kurang peka.
CCloveRuki : Tsuki juga iri… *ngayal jadi putri* .arigatou *membungkukan badan*
NanaMithrEe : Naru memang sangat beruntung. Xixixixixi… tapi Kyuubi malah mau jadiin Tsuki budaknya. N = Nana ya. Hmm, nyambung juga sih. Hehehehehe. .arigatou *membungkukan badan*
Rose : nanti kapan-kapan coba ya. Tapi baso ikan disana bukan baso ikan biasa tapi bentuklah atau rasanya kayak sosis atau baso kayak gitu atau kayak fiesta kayaknya. Soalnya Tsuki pernah liat di tv bentuknya panjang dan masaknya itu digoreng. *sok tau* ga ketahuan soalnya Sasuke terus beranggapan bahwa Naruto itu bukan Hime. Dan Hime bukan Naruto. penyamaran Naruto sepertinya tidak akan terbongkar sampai akhir. Hehehehehe itu sih rencana Tsuki. Pernyataan cintanya itu… *senyum-senyum sendiri sambil liatin Naruto dan Sasuke* .arigatou *membungkukan badan*
Happy reading!
Naruto punya Masashi Kishimoto. Bukan punyaku. Tapi kalo dikasih boleh juga. hahahahaha.*di amaterasu Itachi*
Pairing : SasuFemnaru
Warning : TYPO, OOC, pokoknya kesalahan ada dipenulis.
MY SECRET
"Tou-san… Kaa-san…" Naruto turun dari mobil dan berteriak sangat keras. Membuat semua orang yang mendengarnya harus menutup telinga sesaat, jika mereka masih menyayangi telinga mereka. Naruto berlari menuju Kaa-san dan Tou-sannya yang ada di ruang tamu.
"Naru… jangan berteriak seperti itu." Kushina berkata ramah(?).
"Xixixixi. Maafkan aku Kaa-san." Naruto tertawa dan menurunkan plastik yang ada ditangannya.
"Apa ini?" Minato membuka plastik itu.
"Baso ikan." tiba-tiba Kyuubi berkata dari belakang. Minato dan Kushina dapat melihat semuanya telah kembali kerumah.
"Tadaima…" kata mereka serempak.
"Okaeri…" Kushina dan Minato menjawab dengan senyum yang mengembang dibibir mereka.
"Ayo makan itu. Naru pastikan semua suka. Naru juga sudah memberitahu Kakashi untuk menambah menu makanan yang ada dipesta dengan menu baso ikan." kata Naruto mengambil 2 tusuk baso ikan dan memberinya kepada Kaa-san dan Tou-sannya.
Kaa-san dan Tou-san Naruto memakan baso itu dengan nikmat. Mereka juga sangat menyukai baso ikan ternyata.
"Inikan makanan kesukaan Tou-san, pada saat Tou-san masih kecil." Minato mengambil satu tusuk lagi.
"Kalo Kaa-san. Makanan ini makanan yang sering Kaa-san makan. Salah satu makanan favorit Kaa-san juga." Kushina mengikuti Minato untuk mengambil satu tusuk baso ikan.
"Tou-san. Apakah Jii-san mengizinkan. Berhubung makanan ini belum diteliti kebersihannya?" tanya Gaara penasaran.
"Tou-san selalu bersembunyi-sembunyi. Apalagi Kaa-sanlah yang pertama kali memberikan itu. kalian taukan bagaimana sifat kasan dalam memberi." Minato menatap Kushina yang sedang asyik memakan baso ikan. Sepertinya Kushina tidak mendengar Minato yang sedikit menyindirnya. Semua mengangguk, sifat Kushina itu keras. Jika dia mau berarti harus, jika tidak berarti tidak dan jika diberi harus diterima walaupun kau tidak suka itu.
"Habiskan semuanya ya. Naru, mau ke kamar." Naruto melambai kepada semuanya lalu segera masuk ke kamar. Dia harus mandi, karena tubuhnya benar-benar terasa lengket oleh keringat. 'Sepertinya berendam di air busa dengan harum apple bisa membuatku kembali segar.' batin Naruto.
Naruto keluar dari kamar mandi dengan perasaan fresh. Dia memang senang sekali berendam di air busa. Diambilnya pengering rambut. Akan sangat tidak menyenangkan jika rambutnya basah, karena jika rambutnya basah, baju yang akan dikenakannya pun akan basah. Dan Naruto tidak suka itu.
TOK TOK TOK
Terdengar suara ketukan pintu.
"Siapa itu ?" Naruto berteriak.
"Anda sudah ditunggu di kamar bawah,Hime!" jawab seorang pelayan dari balik pintu.
"Aku akan segera kesana." Naruto kembali berteriak.
Naruto mematikan pengering rambutnya, dia bersyukur karena rambutnya sudah setengah kering sekarang. 'Yang terpenting rambutku ini tidak basah.' batin Naruto. Naruto bergegas menuju lemarinya dan milih baju santai , karena dia tau di kamar bawah dia akan melalukan permainan yang sangat menyenangkan. Naruto berlari menuju kamar bawah dengan tergesa, dia menghiraukan semua pelayan yang menyuruhnya untuk berhati-hati. Tapi Naruto sudah sangat tidak sabar melakukan permainan di kamar bawah bersama seluruh keluarganya.
CKLEK!
Naruto membuka kamar bawah, benar saja semuanya sudah berkumpul.
"Lama sekali kau, Naru…" kata Sasori yang sedang mengocok kartu.
"Duduk disebelahku." Karin menepuk-nepuk tempat disebelahnya. Naruto mengangguk lalu dia duduk disana.
"Jangan membocorkan kartuku ya." Naruto menatap Karin. Dan Karin hanya tersenyum kepada Naruto. Sasori membagikan kartunya dan permainan dimulai.
"Hey itu warna hijau bukan?" tanya Kushina.
"Kau ini sudah buta warna?" Minato tersenyum kepada Kushina. Kushina memberi deathglarenya kepada Minato. Minato hanya bisa terkikik melihat itu. sudah lama dia tidak mendapatkan deathglare dari istrinya. Kushina mengeluarkan kartunya.
"UNO." teriak Kushina bangga. Semua menatap Kushina. Kushina memang ratunya permainan UNO, berapa kalipun bermain Kushina selalu menjadi pemenang. Sekarang yang bermain hanya tinggal Naruto dan Sasori. Mereka saling tatap.
"Buang warna merah." kata Karin.
"UNO." Sasori berkata sambil melemparkan kartu warna merahnya.
Naruto bergumam tidak jelas, lalu mengambil kartu dari tumpukan kartu yang ada ditengah.
"Naru… kau kalah." Sasori melemparkan kartu terakhirnya yang ternyata bernomer sama dengan kartu yang dilemparnya tadi. Naruto cemberut melihat hal itu.
"Saatnya hukuman." kata mereka bersamaan. Naruto pasrah dengan wajahnya. Semuanya mulai mengambil bedak dengan satu jarinya dan menempelkan jari mereka kewajah Naruto.
"Kyuu-Nii.. kenapa 5 jari?" tanya Naruto kesal karena Kyuubi mengambil bedak basah degan lima jarinya dan menempelkan itu ke muka Naruto dengan sangat kejamnya.
"Akukan ikut 5. Berarti 5 donk!" kata Kyuubi sambil meyeringai.
"Licik nih!" Naruto melipat tangannya.
"Tidak! Akukan memang selalu begitu." Kyuubi membela diri.
Akhirnya Naruto pasrah karena dia tidak bisa membela diri. Bukti yang dia punya hanya sedikit dan perkataan yang dikatakan Kyuubi memang masuk akal. Dan permainan berlanjut. Setiap permainan Naruto berusaha dengan keras, semua lawannya itu sangat hebat.
"Sudah ah! Sudah malam. Naru… kau harus tidur, sudah jam 11.55 nih." Gaara memberitahu Naruto.
"Sebentar lagi." kata Naruto. dia merasa belum puas, karena yang mendapatkan banyak bedak dimuka adalah dirinya. Dia ingin balas dendam dengan Kaa-san, Tou-san dan Kyuubi yang mukanya sangat bersih tidak ada noda apapun. Akhirnya mereka bermain satu putaran lagi.
"Satu kali lagi!" kata Naruto yang kembali mendapatkan bedak dimukannya.
"Kalian saja ya." Kushina bangkit dari kursinya dan mengedipkan mata kearah Minato. Minato tersenyum lalu keluar bersama dengan Kushina. Sedangkan yang lain kembali bermain.
TENG TENG TENG
Jam besar yang ada diruang tengah berbunyi menandakan jam sudah menunjukan jam 12 malam mungkin sudah lewat 1 detik.
"Happy birthday to you. Happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you…" Kushina dan Minato bernyanyi di depan kamar bawah. Semua yang ada didalam kamar mendengar nyayian itu. mereka segere keluar dari sana. Pada saat pintu sudah dibuka, Naruto melihat sebuah cake setinggi dirinya dan diatasnya terdapat lilin 17. Naruto terkejut dengan surprise yang diberikan keluarganya. Nii-chan dan Nee-channya ikut bergabung dengan Minato, Kushina dan seluruh pelayan.
"OTANJOUBI OMEDETOU HIME….." semua orang berteriak. Naruto tidak bisa menahan tangisnya. Naruto berjongkok dan menutup mukanya dengan kedua tangannya. Dia terisak.
"Arigatou… arigatou… ARIGATOU…" kata Naruto disela isakannya.
"Ayo tiup lilin." Kyuubi mengangkat Naruto yang sedang berjongkok.
Naruto mengusap air mata yang ada dipipinya menggunakan punggung tangannya.
"jangan lupa make a wish." Karin tersenyum kepada Naruto. Naruto mengangguk dan menutup matanya sebentar sebelum dia meniup lilin yang ada di cakenya.
PROK PROK PROK
Semua orang bertepuk tangan. Naruto mendapatkan ucapan dari seluruh pelayannya dan mendapatkan cipika-cipiki dari Kaa-san, Tou-san, Nii-chan dan Nee-channya. Naruto mengambil pisau yang diberikan salah satu pelayannya.
"Potongan pertama untuk orang special selain kami." Minato merangkul pundak Kushina.
"Si Uchiha sepertinya berhak." Kyuubi mengelus dagunya.
"NII-CHAN!" Naruto berteriak. Mukanya berubah menjadi merah padam dan tersipu malu. Dan hal itu membuat semua orang tertawa. 'Anakku sudah besar ternyata.' batin Kushina dan Minato bersamaan. Mereka semua tersenyum kepada Naruto.
"Masuk kamar besok akan sekolah bukan?" Kushina mengelus kepala Naruto dengan sayang.
"Tapi… Nii-chan dan Nee-chan tidur dikamarku." kata Naruto bersemangat.
"Dengan senang hati." jawab mereka serempak. Setelah mencuci muka dan mengganti pakaian dengan baju tidur semua masuk kedalam selimut ranjang Naruto yang sangat besar. Ranjang Naruto memang sangat-sangat besar.
"Selamat tidur, semoga mimpi indah." kata Gaara sambil mencium kening Naruto dan hal itu dilakukan bergantian oleh Nii-chan dan Nee-channya. Naruto menutup matanya, dia yakin dia akan mendapatkan mimpi yang sangat indah.
DRET DRET DRET
Handphone Naruto bergetar, Naruto yang memang tidur paling pinggir mendengar getaran handphonenya, dengan mata yang masih terpejam diambilnya hp itu. dia duduk disamping ranjangnya dan mencoba mengumpulkan nyawanya. Hp berhenti bergetar tapi beberapa detik kemudian hp kembali bergetar. Naruto mengucek matanya dan melihat jam yang masih menunjukan jam 3.
"Eh?" Naruto yang sudah mengumpulkan kembali nyawanya merasa heran. Ada seseorang yang menelfonnya sepagi ini. handphone itu mati dan kemudian bergetar kembali. Naruto bejalan dan membuka pintu menuju teras kamarnya. Dia keluar, dia dapat merasakan angin pagi menusuk kulitnya. Setelah keluar dengan segera dia menutup pintunya, dia tidak ingin Nii-chan dan Nee-channya terbangun.
"Hallo." kata Naruto malas.
"Hey dobe!" terdengar suara orang yang menelfon. Naruto mengenali siapa orang yang telah mengganggu tidurnya.
"TEME…. Kau tau jam berapa sekarang?" Naruto sedikit berteriak.
"Jam 3." kata Sasuke dengan santainya.
"Terus?" kata Naruto dengan sedikit kesal.
"Terus? Ya, aku tahu jika sekarang jam 3 kau kira aku tidak tahu?" kata Sasuke yang sedikit kesal atas tanggapan 'terus?' yang diberikan oleh Naruto.
"Jika kau tau. KENAPA MENELFONKU!" Naruto berteriak. Untung saja dia sekarang berada diteras jika tidak dia yakin dia akan membangunkan Nii-chan dan Nee-channya.
"Otanjoubi omedetou." kata Sasuke lembut. Naruto yang mendengar Sasuke berbicara lembut untuk mengucapkan selamat ulang tahun mematung ditempat. Dia tidak percaya dengan pendengarannya.
"Dobe." Sasuke memanggil Naruto.
"…." Naruto diam.
"Dobe." Sasuke memanggil lagi.
"…." Naruto masih terdiam.
"DOBE!" teriak Sasuke.
"Owh ya, iya. Terima kasih." wajah Naruto tiba-tiba memerah.
"Ya sudah, aku hanya ingin mengucapkan itu. bisakah kita bertemu dibelakang sekolahmu pada saat istirahat?" tanya Sasuke.
"Tentu!" Naruto menjawab dengan yakin membuat Sasuke yang mendengarnya tersenyum.
"Baiklah jika begitu. Sana tidur lagi, aku tidak ingin kau kurang tidur." Sasuke berkat lembut lagi, membuat Naruto sedikit merinding.
"Ba-ba-baiklah." kata Naruto akhirnya.
"Semoga mimpi indah. Aku ingin besok menjadi hari yang spesial untuk orang yang kusayangi."
PET
Sambungan terputus, Sasuke memutuskan panggilannya. Naruto benar-benar membeku sekarang. bahkan dia menyangka semuanya adalah mimpi. Naruto masuk lagi kekamarnya dan langsung tidur. Mimpinya sangat aneh hari ini. Naruto tidur dan dia tidak menyadari bahwa Kyuubi terkikik geli. 'Sungguh beruntung memasang alat pengintai dihandphonenya.' batin Kyuubi. Dan Kyuubi kembali memikirkan apa yang akan dilakukannya besok.
"BANGUN…." Suara kushina bagaikan alarm bagi semua yang tertidur dikamar Naruto.
Naruto mengerjapkan matanya begitu pula dengan yang lain.
"Lima menit lagi Kaa-san." Jawab mereka berlima.
"Eh..eh..eh… tidak. Ayo bangun sekarang! kita harus sarapan bersama. Setelah itu kalian boleh tidur kembali kecuali Naru-chan." Kushina menarik tirai yang ada dikamar Kushina berbalik untuk melihat anak-anaknya, Kushina menatap semuanya dan yang ditemukannya hanyalah sebuah selimut. Kushina menarik sudut bibirnya dan menyeringai.
"BANGUN…." Kushina menarik selimut yang menutupi mereka dengan sangat kasar.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
"Ohayou…" Sasori dan Karin berkata dan turun bersamaan.
"Ohayou…" jawab Kushina dan Minato.
Mereka berdua duduk dan mengambil roti panggang yang ada didepan mereka.
"Ohayou…" Gaara tersenyum kepada semuanya.
"Ohayou Gaara." jawab serempak orang yang ada di meja makan. Gaara duduk dan mengambil nasi goreng.
"Yo… Ohayo…" Kyuubi melambaikan tangannya.
"Ohayou…" jawab mereka semua serempak. Kyuubi duduk dan mengambil pancake.
"Kemana Naru-chan?" tanya Kushina menatap semuanya.
"Tidak tau Kaa-san." Gaara mulai memasukan nasi goreng kedalam mulutnya.
"Seperti Kaa-san bukan cewek saja. Cewekkan selalu lama." Kyuubi mengambil sirup coklat dan menumpahkan sedikit keatas pancakenya.
"Kaa-san kan bukan cewek." Minato menyeringai dan menatap kushina.
"Ya… sepertinya, Tou-san sudah tidak ingin melihat hari esok." Kushina menatap horor Minato.
"Ka-ka-kau kan tau Kushina. Aku hanya bercanda." Minato menggenggam tangan kushina.
"Ohayou…" Naruto turun.
"Ohayou, Naru-chan…" semuanya tersenyum kepada Naruto. 'Naru menyelamatkan Tou-san.' Batin Minato.
Naruto duduk dan sarapanpun dimulai, seperti biasanya. Makan selalu dalam keadaan diam dan tenang. Naruto menyelesaikan makanannya yang pertama.
"Hari ini sangat sibuk. Kami semua tidak bisa mengantarmu." Sasori mengacak-ngacak rambut Naruto. Naruto tersenyum dia memang sangat berharap tidak ada yang mengantarnya hari ini.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto berjalan dari perempatan jalan menuju sekolahnya. Baru saja dia sampai digerbang sebuah mobil hampir saja menyerempetnya.
"TEME….." teriak Naruto begitu mengetahui bahwa mobil yang hampir saja menyerempetnya adalah mobil Sasuke. Naruto berjalan dengan tergesa menuju mobil Sasuke.
BAM!
Sasuke menutup pintu mobilnya.
"Kau hampir saja menabrakku tahu!" Naruto menyilangkan tangannya.
"Benarkah? tapi aku tidak melihat dirimu." Sasuke menyeringai. Hal itu membuat Naruto kesal, dikepalkan tangannya. Tapi dia tidak mau memukul Sasuke. dan cara satu-satunya yang Naruto pilih adalah meninggalkan Sasuke sendiri. Berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Naruto melangkah menuju kelasnya dengan perasaan kesal. Sebenarnya dia berharap Sasuke akan datang dan mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Tapi ternyata Sasuke membuatnnya kesal karena tidak mau mengucapkan maaf. Naruto mengatur nafasnya sebentar sebelum masuk kedalam kelas.
CKLEK!
Naruto membuka pintu.
PTAK! PTAK! PTAK!
Naruto melihat pita-pita dan kertas kecil berwarna-warni bertebaran didepan matanya.
"Happy birthday to you. Happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you…" semua anak kelas bernyayi untuknya. Dan dia melihat Ino, Hinata, Lee dan Kiba. Ino membawa sebuah cake, diatasnya terdapat lilin 17. Naruto tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, dia menangis.
"Ayo tiup lilinya. Jangan lupa make a wish." Hinata tersenyum kepada Naruto. Naruto mengangguk dan memejamkan matanya. Dan pada saat membuka matanya dia meniup lilin itu.
PROK PROK PROK
Semua anak bertepuk tangan.
"Ayo potong cakenya. Potongan pertama tidak boleh ada yang minta. Itu untuk Sasuke senpai." kata Ino yang sukses membuat Naruto bersemu merah. Naruto memotong potongan pertamanya dan menyimpannya dalam sebuah kotak makan yang dibawanya. 'semua orang suka kepada Sasuke ya. Karena semua orang menyuruhku untuk memberikan potongan pertama kepadanya.' batin Naruto.
"Naru… pulang sekolah kita ke café. Kita akan merayakan ulang tahunmu." Kiba tersenyum kearah Naruto.
"Tapi aku tidak punya uang." Naruto menundukan kepalanya.
"Tenang… kita hanya butuh kamu. Semuanya sudah beres." kata Lee membuat Naruto tenang,
"Ajak Sasuke senpai juga!" Ino berkata dengan semangat. Naruto mengangguk lalu memeluk semua sahabanya itu.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto melangkah menuju belakang sekolah dengan kotak makan ditangannya. Isi kotak makannya adalah cake tadi malam dan cake yang diberikan oleh para sahabatnya. Dan setelah berjalan cukup jauh, Naruto dapat melihat Sasuke yang berada dibawah pohon. Daun pohon itu sudah mulai berguguran, itu karena sekarang sudah memasuki musim gugur. Naruto menghampiri Sasuke.
"Ada apa?" kata Naruto bertanya kepada Sasuke.
"Hari ini ulang tahunmu bukan?" Sasuke bertanya dengan bodohnya. Dia sudah mengetahui jawabannya tanpa perlu ditanyakan lagi.
"Ya. Owh ya, ini ada cake untukmu." Naruto menyerahkan kotak makannya. Sasuke menerima kotak makan itu dan membukanya.
"Ada 2 cake, dan masing-masing cake berbeda? " Sasuke memandang Naruto heran. 'Karena semua orang menyuruhku untuk memberikan potongan cake pertama kepadamu.' batin Naruto. Sasuke mengambil salah satu cakenya dan memakannya.
"Wah… makasih ya." Sasuke memakan satu potongan lagi, lagi dan lagi. Hingga semuanya habis. Sasuke memberikan kotak makan Naruto lagi.
"Jadi ada apa?" tanya Naruto yang masih belum mengerti mengapa dia dipanggil kesini. Sasuke sedikit terbatuk tetapi dia mengambil sesuatu dari kantongnya. Sasuke mengepalkan tangannya, tidak membiarkan Naruto untuk melihat apa yang ada didalamnya.
"Apa itu?" tanya Naruto yang merasa penasaran.
"Ucapkan simsalabim!" kata Sasuke kepada Naruto.
"Aku bukan anak kecil." Naruto melipat tangannya.
"Hanya mengucapkan itu saja. Itu kuncinya, kau tahu!" Sasuke menatap Naruto dengan pandangan yang sedikit kesal.
"Baiklah. SIMSALABIM." Naruto akhirnya mengatakannya. Sasuke membuka kepalan tangannya.
CLANG!
Sebuah kalung keluar dari tangan Sasuke, membuat Naruto terkejut. 'Kalung yang sangat bagus dan indah.' Batin Naruto.
"Ini hadiah ulang tahun yang aku berikan. Kau mau?" tanya Sasuke. Naruto langsung berbalik dan mengangkat rambutnya. Sasuke tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh Naruto.
"Kau ingin memberikannya padaku, bukan? Cepat pasangkan." Naruto menoleh sedikit lalu kembali membelakangi Sasuke. Sasuke tersenyum kemudian memasangkan kalung itu untuk Naruto.
"Terima kasih. hadiah yang sangat indah." kata Naruto sambil membolak-balikan liontin kalungnya.
"SN?" Naruto menatap Sasuke.
"Hn." Kata Sasuke dengan acuhnya.
"Jika aku datang hanya untuk ini. aku pergi sekarang." Naruto membungkukan badannya sedikit lalu melangkah pergi tapi tangannya ditarik oleh Sasuke.
"Ada apa?" tanya Naruto. Sasuke menarik napas sebentar.
"AKU INGIN KAU TIDAK BERTEMU DENGAN KYUUBI. JANGAN BERDEKATAN DENGANNYA, JAUHI DIRINYA DAN.. DAN…" Sasuke berteriak. Hanya kali ini dia berbicara seperti itu dan berbicara seperti itu sungguh membuat Sasuke menderita, baru kali ini dia berteriak dengan wajah yang memerah.
"Kanapa? Diakan Nii-chanku." kata Naruto dengan innocent nya.
"Nii-Nii-Nii-chan?" tanya Sasuke.
"Ya." Naruto memiringkan kepalanya.
"Syukurlah…" Sasuke menatap dalam mata Naruto.
"Dan apa?" sekarang Naruto yang bertanya.
"Apanya?" Sasuke berpura-pura tidak mengerti dengan perkataan Naruto.
"Bukankah tadi kau bilang. AKU INGIN KAU TIDAK BERTEMU DENGAN KYUUBI. JANGAN BERDEKATAN DENGANNYA, JAUHI DIRINYA DAN.. DAN…" Naruto mengulangi ucapan Sasuke. Sasuke mencoba untuk menenangkan jantungnya yang berdetak sangat kencang sekarang. 'Aku harus mengatakannya sekarang atau tidak sama sekali.' batin Sasuke.
"DAN JADILAH PACARKU!" Sasuke berteriak lagi.
WUSH!
Angin datang menyebabkan daun yang berada dipohon jatuh berterbangan disekitar mereka, membuat background yang sangat pantas untuk pernyataan Sasuke. Naruto memegang perutnya.
"Hahahahahaha. Jangan asal bicara kau Sasuke. leluconmu sungguh sangat lucu." Naruto menahan tawanya dan terduduk ditanah. Sasuke berjongkok didepan Naruto dan membuka sebuah kotak yang tadi disembunyikannya dikatong celana belakangnya.
"Aku tidak main-main. Aku bahkan sudah membeli cincin untuk sepasang kekasih." Sasuke tersenyum hangat kepada Naruto. Naruto menempelkan dahinya kepada dahi Sasuke.
"Kau sakit ya?" Naruto menatap mata Sasuke.
"Aku tidak berbohong. Aku benar-benar menyukai-. Tidak aku mencintaimu." Sasuke membingkai wajah Naruto. Naruto yang takut terjadi sesuatu segera menjauhkan kepalanya dari kepala Sasuke tetapi Sasuke mendekatkan kembali dahi mereka.
"Jawabanmu?" Sasuke menatap lembut Naruto. Naruto memejamkan matanya sebentar. Dan kemudian mengangguk.
"Aku juga mencintaimu." Naruto membingkai wajah Sasuke juga. Tapi setelah itu Naruto tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaha. Sudahlah Sasuke, hentikan leluconmu. Hmp-" Naruto menutup mulutnya.
"BERHENTILAH MENGANGGAP INI LELUCON! AKU BENAR-BENAR MENCINTAIMU." Sasuke emosi melihat Naruto yang menganggap itu semua hanyalah lelucon.
Naruto menatap Sasuke dengan pandangan heran. Lalu dia berdiam diri, dia mencerna semua perkataan Sasuke dikepalanya. Dan Naruto mengepalkan tangannya mencoba untuk mengukuhkan perasaannya.
"Jika ini bukanlah lelucon. Aku mau mengatakan bahwa aku juga mencintaimu." Naruto menatap lembut Sasuke yang terlihat kesal. Sasuke terkejut dengan jawaban Naruto, pandangan Sasuke yang awalnya kesal berubah menjadi lembut, memancarkan kebahagiaan dan kasih sayang. Setelah itu mereka saling tersenyum dan tertawa. Sasuke memeluk erat Naruto, dia sangat senang. Kemudian diambilnya tangan Naruto dia memasangkan cincin dijari manis tangan sebelah kiri Naruto. Narutopun melakukan hal yang sama.
"Janji tidak akan melepasnya walau apapun yang terjadi?" Sasuke menatap dalam mata Naruto. Naruto terdiam. 'Aku memang menyayangi, menyukai dan mencintaimu. Tapi untuk ini, sepertinya aku belum bisa. Aku masih belum ingin mengatakan pada siapapun siapa diriku yang sebenarnya. Aku takut kau pergi, Sasuke.' batin Naruto.
"Naruto!" Sasuke mengguncang tubuh Naruto.
"Tentu saja." Naruto berkata sambil menyilangkan jari dibelakang tubuhnya. Sasuke kembali memeluk Naruto dan bel tanda masuk berbunyi.
"Aku harus segera pergi. owh ya, para sahabatku mengundangmu untuk acara ulang tahunku di café. Mereka semua akan mentraktirku." Naruto tersenyum kepada Sasuke dan setelah itu Naruto berlari menuju kelasnya. Digenggamnya erat liontin kalung pemberian Sasuke.
Naruto masuk kedalam kelasnya dengan perasaan senang dan muka memerah.
"Apa yang terjadi?" Ino bertanya kepada Naruto.
"Tidak apa-apa." Naruto mengangkat tasnya dan mengambil buku pelajaran. Tanpa sengaja mata Ino melihat sesuatu yang berkilat dijari manis tangan kiri Naruto.
"Kau-kau- kau sudah berpacaran dengan Sasuke senpai." Ino mengangkat tangan kiri Naruto. membuat semua orang dikelas menatapnya.
"Be-be-benarkah itu Naru-chan?" tanya Hinata, Kiba dan Lee bersamaan. Naruto menundukan kepalanya dan mengangguk. Semua anak bersorak gembira mendengar hal itu.
"Kita ke café sekalian merayakan hari jadi kalian." Kiba tersenyum kepada Naruto. Naruto hanya bisa menunduk karena dia ingin menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Seperti rencana pulang sekolah mereka menuju café. Tapi karena Naruto harus menunggu Sasuke yang sedang menjalani mata kuliahnya. Naruto duduk didepan gerbang sekolahnya. Sudah sekitar 15 menit dia menunggu.
"Sudah lama?" terdengar sebuah suara dari atas. Naruto mendongakkan kepalanya dan meilhat Sasuke yang sedang tersenyum kepadanya.
"15 menit menunggu. Itu waktu yang cukup lama tahu." Naruto berdiri dan merapikan roknya.
"Maaf." Sasuke menggandeng tangan Naruto dan membawa Naruto menuju mobilnya. Naruto tidak merasa terganggu dengan perbuatan Sasuke. selagi itu masih wajar, Naruto masih bisa kompromi.
"Café langgananmu kan?" tanya Sasuke kepada Naruto tanpa mengalihkan pandangannya.
"Ya. Semoga mereka tidak bosan menungguku." Naruto tersenyum kepada Sasuke. Sasuke mengacak-ngacak rambut Naruto. Tidak berapa lama mereka sampai di cefe.
"Hay…" Naruto melambaikan tangan kanannya. Karena tangan kirinya digandeng oleh Sasuke. Naruto duduk disamping Ino dan Sasuke berada disampingnya.
"Ayo pesan es krimnya…" Lee berkata dengan semangat.
"Kau lama sekali, Naru-chan." Hinata menopang dagunya.
"Salahkan si Teme ini." Naruto menunjuk Sasuke. dan semua tertawa melihat itu. Disana mereka bersenang-senang bahkan sangat bersenang-senang. Naruto bahkan hampir melupakan jadwalnya yang harus sampai dirumah 5 sore.
"Sudah setengah lima. Kita mulai…" Kiba menumpahkan es krim kekepala Naruto.
"Hey.. kalian kenapa?" Naruto menatap Kiba sebal. Dan setelah itu banyak es krim yang beterbangan. Itu semua berawal dari Naruto yang tidak terima dengan perbuatan Kiba. Naruto memandang jam yang ada didepannya. Dan dia langsung terkejut disana jam sudah menunjukan jam 5 lewat 10 menit. Naruto menarik baju Sasuke.
"Aku harus pulang sekarang!" kata Naruto kepada Sasuke.
"Baiklah. Teman-teman, kita harus menghentikan ini. kalian lupa kalian harus menghadiri acara ulang tahun hime. Dan Narutopun harus menghadrinya karena Hime adalah saudaranya." Sasuke menjelaskan.
"Maafkan aku teman-teman." Naruto membungkukan badan dan langsung berlari keluar. Sasuke menghentikan langkah Naruto.
"Aku antar kau pulang." Sasuke berkata kepada Naruto,
"Baiklah." Tanpa basa-basi Naruto menerimanya. Naruto memberitahu dimana rumahnya.
"Bukankah ini rumah menuju Hime?" kata Sasuke memandang Naruto yang sedang duduk gelisah. Naruto menepuk dahinya. 'Untung saja Sasuke berbicara seperti tidak, semuanya pasti terbongkar.' batin Naruto. Naruto segera menyuruh Sasuke berbalik arah. Rumahnya seharusnya berbelok kearah kanan, tetapi Naruto meminta Sasuke berbelok kearah kiri. Naruto diturunkan disebuah rumah tua tetapi asri. Sasuke menatap khawatir Naruto.
"Aku yang akan jelaskan kepada orang tuamu." Sasuke menggandeng tangan Naruto.
"tidak perlu!" Naruto segera menolaknya dan hal itu membuat Sasuke terheran-heran.
"Mereka pasti sudah pergi." kata Naruto pelan kepada Sasuke.
"Aku saja yang akan mengantarmu." Sasuke menawarkan diri. Tepat pada saat itu sebuah limo datang, sang supir keluar dan membukakan pintunya. Supir itu membungkuk kepada Naruto. Naruto mengirim sms kepada kepala pelayannya untuk menjemputnya dirumah tua itu, pada saat dia masih didalam mobil Sasuke.
"Semua sudah cemas menunggumu Nona." supir itu berkata kepada Naruto dengan sopan.
"Sepertinya supir Hime sudah menjemput. Tidak perlu khawatir. Aku pergi ya. Bye…" Naruto melambaikan tangannya. Dia yakin Sasuke akan baik-baik saja. Sasuke menatap kepergian Naruto, ada sedikit rasa penasaran dalam diirnya. Tetapi, dia tidak mau membuat rasa penasaran itu semakin besar.
"Aku juga harus segera bersiap." Sasuke segera masuk kedalam mobilnya dan bersiap.
~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
Naruto membuka handphonenya lagi, benar saja ada banyak panggilan tak terjawab. Naruto memencet nomer Kakashi.
"Kakashi. Beli rumah yang ada disebelah barat rumahku, rumah tua yang sangat asri. Kau juga harus membelikan perabotan yang sekiranya sama tuanya dengan rumah itu, ingat perabotannya jangan mewah. Beli perabotan yang sangat standar. Dan terakhir, kau harus menyebarkan ketetangga sekitar bahwa rumah itu adalah rumah dari saudara jauh sangat jauh Hime. Kau bisa mengurusinya besok." kata Naruto menyelesaikan pemberitahuannya. Setelah mendengar kata 'ya' dari mulut Kakashi. Naruto segera memutuskan telfon itu.
Setelah dibukakan pintu mobil Naruto segera turun. Naruto bergegas menuju kamarnya. Semua pelayan yang melihatnya hanya bisa menutup mulut. Tubuh Naruto diselimuti oleh es krim.
"Maaf. Aku terlambat." Naruto berkata kepada Hakku yang berada dikamarnya.
"Kau terlambat sekali-. HIME ADA APA DENGANMU?" kata Hakku terkejut setelah melihat penampilan Naruto. Hakku segera menyuruh Naruto untuk mandi. Dia telah menyiapkan air berendam yang sudah dicampur dnegan madu dan susu, bahkan teh juga. tapi itu semua tidak untuk diminum.
30 menit sudah berlalu. Pintu kamar mandi sudah diketok beberapa kali oleh Hakku. Naruto harus segera menyelesaikan mandinya. Naruto membuka kamar mandinya. Dia langsung digeret oleh Hakku menuju kursi rias. Jadwal sangat tidak tepat karena Naruto datang terlambat. Tetapi Hakku sangat mengedepankan keprofesonalannya. Dia segera mengeluarkan alat riasnya. Tapi sebelum itu dia menyuruh asistennya untuk mengeringkan rambut Naruto.
Jam sudah menunjukan jam 7 lewat 30 menit. Nii-chan dan Nee-chan Naruto sungguh tidak sabar menunggu diluar. Gaara menggunakan jas, celana, dan kemeja berwarna putih dengan dasi berwarna merah marun. Kyuubi menggunakan tuxedo berwarna hitam, kemeja putih, celana hitam dan dasi berwarna hitam. Sasori menggunakan jas merah marun, kemeja putih, celana dengan warna senada dengan jasnya dan dasi berwarna merah marun. Karin mengguakan gaun malam panjang dengan bagian bahu yang terbuka, gaun itu berwarna merah marun dan bergelembung. Rambutnya di ikal sedikit. Dan dia melepas kaca matanya, dia digandeng oleh Sasori. Mereka benar-benar terlihat sangat serasi. Semuanya sudah menunggu penampilan Naruto, aura kebangsawanan mereka benar-benar keluar sekarang.
CKLEK!
Pintu kamar Naruto terbuka.
"NARU KAU-" semuanya berteriak kepada Naruto tetapi perkataan mereka terpotong setelah melihat penampilan Naruto.
"CANTIK." kata mereka serempak. Naruto menatap pada Nii-chan dan Nee-channya.
"Apakah secantik itu?" Naruto tersipu malu. Mereka semua hanya menatap Naruto dan mengangguk, mereka tidak bisa mengatakan apa-apa. Melihat reaksi yang sebegitu besar. Hakku mengangguk-ngangguk merasa yakin akan kehebatan dirinya.
Semua mulai menilai Naruto dari kaki hingga kepala. Sepatu hak berwarna putih walaupun sepatu itu tidak terlihat. Gaun berwarna putih dengan selendang yang berwarna putih juga. gelang banyak berwarna putih, kalung berliontin N yang disusun oleh batu safir,cincin bermata intan, anting panjang berlian, rambut digelung dengan ditambahkan berlian-belian yang berkilauan, tapi disisakan beberapa helai disalah satu sisi wajah Naruto, itu dimaksudkan untuk membingkai kecantikan wajah Naruto dan make up tipis.
"Naru-chan sudah-" perkataan Minato terpotong setelah melihat Naruto.
"Ada apa Tou-san." Naruto bertanya kepada Tou-sannya.
"Cantik sekali Naru-chan." Kaa-san dan Tou-san Naruo berkata bersamaan. Wajah Naruto bersemu merah.
"Jangan melupakan yang satu ini." Minato mengeluarkan sesuatu dari kotak yang dibawanya. Didalamnya terdapat sebuah mahkota yang sangat megah, indah, elegan dan mewah. Minato memasangkannya kepada Naruto.
"Sesuai dengan tradisi." Minato tersenyum kepada Naruto. Naruto tersenyum kepada semuanya.
Naruto berjalan dengan digandeng oleh Kyuubi. Setelah acara undian yang dilakukan. Yang berhak menggandeng Naruto keluar adalah Kyuubi.
"DAN INILAH PUTRI KITA." Terdengar suara dari pembawa acara. Lampu tiba-tiba padam dan hanya mengarah pada satu titik yaitu pintu besar yang ada disamping para tamu. Pintu terbuka dankeluarlah keluarga Namikaze dengan Naruto dan Kyuubi didepan. Semua menatap Naruto dengan pandangan kagum. Mereka memang tidak salah memberikan panggilan hime untuk Naruto. Karena Naruto memang terlihat seperti seorang putrid.
To be continued
Selesai. Hahahahahaha. Disini Tsuki buat mereka berpacaran supaya nanti dichapter selanjutnya lebih enak. Tsuki harap semuanya suka dengan Chaper ini. Bikin iri aja nih perayaan 17 tahun ulang tahun Naruto. hehehehehe. Namanya juga pewaris perusahaan terbesar, jadi beginilah pestanya. Untuk pestanya Tsuki akan lebih jelaskan dichapter selanjutnya. Tunggu beberapa hari atau satu minggu ya… dengan senang hati Tsuki tunggu reviewnya… ~(^0^~) ~(^0^)~ (~^0^)~
