"Sasori.."
Sasori terkejut dengan suara yang memanggilnya belum lagi pemilik suara itu memeluk dirinya begitu erat. Haruno Sakura memeluk punggungnya dengan erat dan gadis itu perlahan meneteskan air matanya, Sasori dapat merasakan goncangan tubuh gadis itu. Dengan terisak Sakura berkata kepada Sasori
"Menangislah..aku akan ada di sini..aku mengerti..aku tahu apa yang kamu rasakan Sasori...," bisik Sakura.
Naruto © Masashi Kishimoto
Star of Worlds © Namikaze Lily
Pair: Sasori-Sakura, Naruto-Hinata, dan yang lain berjalan dengan seiring cerita.
Warning : AU, OOC, OC, chara death, dan lain-lain yang luput dari sang pengarang. Mohon di maklumi. Arigatou. (Ada karakter yang berasal dari pengarang.)
For safety , Rate : M
Happy Reading All _^^_
Chapter 8
Hujan menghiasi Kugutsu Kingdom. Awan hitam kekelaman seakan menambah kesunyian yang ada di Kugutsu Kingdom. Begitu juga dengan Naruto dan Hinata. Mereka berjalan bagian dalam isi rumah kosong dan menelusuri rumah itu mencari tempat teduh yang memadai. Ketika mereka telah sampai di salah satu kamar Naruto mempercepat langkahnya dan meninggalkan Hinata di belakangnya. Sontak Hinata sedikit berlari menyusul Naruto.
Saat Hinata berlari , dia merasakan dia akan jatuh karena genangan air yang akan membuatnya terpeleset, Naruto yang membalikkan badannya lagi segera berlari menopang tubuh Hinata dengan kedua tangannya dan Hinata memegang erat jubah putih milik Naruto.
"Huff, untung tepat wktu. Hime, ternyata kamu memang ceroboh sekali," kata Naruto
"Ma-maafkan aku Naruto-kun! A-arigatou," jawab Hinata terbata.
Naruto pun membantu Hinata berdiri tetapi saat kaki kanan Hinata berdiri dia merasakan nyeri di mata kakinya. Gadis itu berjongkok mengelus kaki kanannya yang sakit.
"Kya! Sa-sakit!" Pekik Hinata.
"Ada apa hime?" Tanya Naruto yang melihat Hinata memekik kesakitan.
Dengan segera Naruto berjongkok memeriksa kaki Hinata. Dia melihat pembengkakkan yang memerah di kaki kanan Hinata, dan tanpa berkata-kata Naruto langsung menggendong Hinata ala pengantin.
"Na-na!" Panggilan Hinata terhenti dengan di potong oleh ucapan Naruto, "Jangan banyak protes, menurutlah padaku Hime."
Dengan muka yang memerah Hinata menatap Naruto dan pria itu tersenyum lebar padanya. Hinata pun pasrah dan membiarkan Naruto menggendongnya.
Naruto pun menurunkan gadis itu di sebuah sofa usang yang ada di kamar itu dan mengobati luka kaki Hinata. Dengan cekatan pria itu merawat kakinya. Hinata merasa gugup saat Naruto menyentuh kakinya. Dengan menahan segala kegugupannya dia meremas celana yang di pakainya.
Mereka diam dalam keheningan bersama dengan suara rintik hujan yang masih turun dan Naruto memperbani kaki Hinata dengan cekatan dan rapi. Hinata hanya memperhatikan pria itu sampai selesai.
"Sudah, kamu jangan bergerak dulu Hime. Istirahatlah. Kita di sini menunggu Sakura dan Sasori," kata Naruto.
"A-arigatou Naruto-kun!" Jawab Hinata terbata
"Hee, sepertinya kamu sangat gugup sekali Hime. Apakah kamu terpesona denganku sekarang?" Goda Naruto.
Hinata terkejut dan pria itu berhasil membuatnya semakin gugup. Naruto semakin jahil untuk mengerjai Hinata. Dengan sengaja dia mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu.
"Hime, kenapa kamu diam saja? Apa yang terjadi? Mengapa wajahmu merah sekali? Demamkah?" Tanya Naruto dengan sengaja.
Hinata hanya terdiam dan tidak mampu menjawab Naruto. Senyum Naruto sedikit terangkat dan dengan jahil dia mendekatkan dahinya ke dahi Hinata seolah menganggap Hinata demam.
"Hee, tidak demam. Apa yang terjadi padamu ya?" Goda Naruto.
Ti-tidak!" Kata Hinata keras lalu mendorong Naruto menjauh darinya.
"Hahahaha!" Pria itu tertawa dengan keras karena berhasil mengerjai Hinata.
"Gomen. Gomen. Habisnya kamu selalu gugup padaku, berbeda saat kamu berhadapan dengan Sakura dan temanku yang lain. Aku jadi ingin mnengerjaimu Hinata," kata Naruto jujur.
"Ka-kamu mesum Naruto-kun! Be-beda dengan Sasori, Shikamaru dan Kent," jawab Hinata sedikit terbata.
"Hmmm. Mesum begitu tapi kamu senangkan berada di dekatku?" Goda Naruto lagi.
"I-itu salah! I-itu karena Sakura-chan sedang berada dengan Sasori, ja-jadi a-aku terpaksa bersama denganmu sekarang!" Jawab Hinata lagi dengan terbata.
Dia takut Naruto melakukan hal yang tidak di inginkannya. Pria berjabrik kuning itu sepertinya tahu dengan pikiran gadis itu dan tersenyum kecut.
"Iya, iya. Jangan gugup begitu ,aku tidak akan menyentuhmu himee," kata Naruto sambil menyenderkan kepalanya di sofa itu dan menatap atap rumah yang berlubang.
Lalu Naruto pun terdiam begitu juga Hinata, mereka berdua diam dalam keheningan satu sama lain. Sementara itu Sakura dan Sasori saling berpelukan. Pria itu menangis di pelukan gadis itu. Menangisi semua hal miliknya. Sakura hanya mampu memeluk erat pria itu dan berkali-kali mengusap-usap punggung milik pria itu seolah menenangkannya. Tidak lama kemudian Sasori akhirnya berhenti menangis dan menatap Sakura intens.
Pria itu dengan gugup melepaskan pelukan gadis berambut soft pink itu. Dengan wajah yang memerah , Sasori meminta maaf pada Sakura.
"Ma-maaf Sakura. Aku jadi menangis di depanmu. Aku shok dengan Kugutsu Kingdom yang hancur dan..tidak ada orang lagi di sini termasuk nenekku, Chiyo." Kata Sasori.
"Apakah kamu sudah lebih tenang?" Tanya Sakura mengangguk mendengar pernyataan pria itu.
"Ya. Maafkan aku. Lihat, padahal aku yang bermasalah, kenapa jadi kamu yang menangis?" Tanya Sasori lembut sambil menyeka air mata Sakura dengan lembut dengan jarinya.
Sakura terkejut dengan perlakuan Sasori dan tersipu malu. Sasori tersenyum lembut kepadanya dan berkata dengan tulus, "Arigatou Sakura.."
GradKnight City , Capital Knight Empire
Hatake Mansion
"Apa? Sasori dan Shikamaru di anggap sebagai buronan karena meracuni Queen Bella? Kamu bercanda kan?" Tanya Chouji shok saat mengunjungi Kakashi.
Kakashi mengangguk iya dan Eagle memasang wajah yang muram. Chouji shok dengan kabar berita itu dan Ino yang mengikuti Chouji pun akhirnya cemas karena sepertinya Chouji kesulitan saat ini.
"Ya. Aku tidak percaya dengan itu, tapi Queen Bella di temukan dalam keadaan sekarat. Orang terakhir yang di temuinya adalah Sasori dan Shikamaru yang mengunjungi Akasuna Mansion di tuduh membantu Sasori melarikan diri. Saat ini Knight Empire dalam keadaan genting karena kejadian ini. Mereka langsung di cap sebagai buronan yang harus di tangkap tanpa penyelidikan lebih lanjut," terang Kakashi.
"Lalu kami juga harus mengadakan rapat bagaimana menanggapi situasi ini kemudian membahas kekosongan pemimpin divisi Red dan Yellow. Ahh, padahal kami juga persiapan perang menghadapi Snamedic Kingdom," keluh Eagle sambil memijit kepalanya karena mengingat Sasori dan Shikamaru.
"Kalian percaya begitu saja Sasori meracuni Queen Bella? Bahkan kalian menjadikan dia sebagai buronan kelas S?" Tanya Chouji dengan nada yang tidak terima karena Sasori di perlakukan seperti itu.
Kakashi dan Eagle saling memandang. Kakashi pun menerawang , mengingat sesuatu.
3 hari yang lalu...
"Lord Kakashi! Kami mendapat berita satu jam yang lalu Lord Sasori dan Lord Shikamaru melarikan diri!" Kata seorang pria yang merupakan bawahan Kakashi yang paling setia.
Kakashi yang mendengar berita bawahannya barusan mengernyit dahi. Melarikan diri? Tipe seperti Sasori dan Shikamaru? Mencurigakan.
"Bukannya mereka berdua baru pulang tadi sore menjalani misi di Wihki Island? Buat apa melarikan diri?" Tanya Kakashi kebingunan.
"Queen Bella di temukan keracunan oleh pihak castle setelah kunjungan Lord Sasori terakhir kalinya. Ketika di kejar oleh pasukan Lord Madara di Akasuna Mansion, Lord Sasori telah melarikan diri bersama Lord Shikamaru , Lady Sakura dan Kent. Saksi mata mengatakan ada 2 orang lain lagi yang membantu mereka berempat melarikan diri," jelas pria bawahan itu lagi.
Kakashi pun mengelus dagunya dan berpikir kemudian dia menatap bawahannya.
"Yamato, selidiki ini untukku. Aku merasa aneh dengan kejadian ini semua. Jadi bawahan Sasori itu kemana?" Tanya Kakashi yang teringat dengan Yura.
"Baik Lord Kakashi! Eh? Bawahan yang mana?" Tanya Yamato kebingungan dengan pertanyaan Kakashi.
"Yura. Kemana dia? Jika Sasori melarikan diri harusnya bersama Yura. Kelihatan aneh sekali dia tidak membawa dia." Tanya Kakashi aneh.
"Yura di temukan pingsan di Akasuna Mansion saat kejadian itu," jelas Yamato lagi.
Kakashi melamun sampai Eagle menyikut-nyikut lengannya.
"Woe! Kenapa diam saja?" Tanya Eagle yang melihat Kakashi terdiam.
"Tidak apa-apa. Chouji, kenapa kamu berkunjung ke tempat ini? Apa ada hubungannya dengan nona yang berdiri di belakangmu ini?" Tanya Kakashi pada Chouji.
"Seperti yang kamu lihat. Aku ingin bertanya apakah Mon Power dapat di gunakan ke dunia lain?" Tanya Chouji langsung dan membuat Eagle terkejut. Rasa-rasanya ada seseorang yang bertanya hal seperti itu sebelumnya kepada dia , tapi dia telah lupa siapa orang itu.
"Apa gadis itu datang dari dunia lain?" Tanya Kakashi saat melihat Ino sekilas , sedangkan yang di lihat hanya tersipu malu. Entah kenapa , Ino sangat malu di tatap Kakashi dari atas sampai bawah. Mungkin karena Kakashi yang terlalu tampan sehingga membuat Ino gugup. Lalu Kakashi mengedarkan pandangannya ke Chouji dan Eagle yang sudah melototnya dengan artian berbeda.
"Ka-kamu tahu Kakashi?" Tanya Chouji kaget.
"A-apa maksudmu dunia lain?" Tanya Eagle yang kaget dan tidak tahu apa-apa.
"Huff. Aku tahu karena Sasori. Sepertinya kedatanganmu ke sini untuk mencari cara mengembalikan gadis ini ke dunianya bukan?" Jelas Kakashi.
"Sasori?!" Pekik Chouji dan Eagle bersamaan.
Ino dan Kakashi terkejut saat mendengar mereka berteriak secara bersamaan. Lalu Eagle jadi ingat sewaktu Sasori membawa Sakura mengunjunginya dan ya bertanya hal yang sama tetapi Sasori menyembunyikan identitas Sakura.
"Aku jadi ingat saat Sasori membawa Sakura untuk menemuiku pertama kalinya. Lalu..dia menanyakan hal yang sama denganmu Chouji." Keluh Eagle.
Ino yang mendengar nama Sakura jadi teringat sahabatnya di dunia aslinya dan dengan segan dia pun bertanya.
"A-apakah Sakura itu bernama Haruno Sakura dan dia mempunyai rambut seperti bunga Sakura?" Tanya Ino dengan hati-hati.
Kakashi dan Eagle pun menoleh melihat Ino terkejut lagi seolah mendapat penemuan baru.
"Be-benar! Kenapa kamu bisa tahu?!" Pekik Eagle.
"Sa-sakura adalah sahabatku di duniaku. Aku tidak menyangka dia ada di dunia ini. Tolong bawa aku menemuinya!" Pinta Ino.
Chouji yang melihat Ino yang meminta tolong itu hanya terdiam begitu juga Eagle dan Kakashi.
Pria berambut perak itu menghela nafas di balik masker yang menutup daerah mulutnya.
"Kami tidak tahu Sakura ada di mana sekarang. Yang aku tahu sekarang kamu juga berasal dari dunia lain. Ini di luar dugaanku. Ku kira hanya Sakura yang tersesat di sini." Jelas Kakashi.
"Apa maksudmu?" Tanya Chouji lagi.
"Huff..begini.." keluh Kakashi sambil menceritakan semuanya kepada mereka bertiga tentang Sasori dan Sakura. Begitu juga rencananya menyelidiki kasus Queen Bella yang keracunan. Akhir dari cerita Kakashi , mereka memangut-mangut mengerti cerita Kakashi.
"Jadi itu sebabnya Sasori menanyakan itu dan menyembunyikan identitas Sakura. Tetapi kenapa Sasori meracuni Queen Bella?" Tanya Eagle yang masih belum percaya sepenuhnya.
"Aku tidak percaya Sasori melakukan hal seperti itu." Tukas Chouji cepat dan di ikuti anggukan Kakashi.
"Benar. Itu sebabnya aku menyuruh Yamato untuk menyelidiki kasus ini. Karena yang aku tahu Sasori hanya fokus untuk menemukan cara mengembalikan Sakura ke dunianya, itu terlihat dari perkataannya waktu itu." Jelas Kakashi.
Mereka bertiga terdiam mendengar penuturan Kakashi dan dengan wajah serius Kakashi melanjutkan pembelaannya terhadap Sasori.
"Selama Bella tidak melakukan apapun terhadap Kugutsu Kingdom, dia tidak akan melakukan apapun dan lagian kalian harus ingat Kugutsu Kingdom terpilih sebagai penengah dari seluruh Empire dan Kingdom berdasarkan Surat Aliansi Kedamaian. Justru aku yang curiga terhadap Bella saat ini." Terang Kakashi.
Argumen Kakashi sepertinya dapat diterima oleh Chouji dan Eagle sedangkan Ino? Frustasi mendengar cerita pria berambut perak ini. Dalam hatinya dia hanya ingin bertemu dengan Sakura dan pulang ke dunianya.
"Kalau begitu, kita sebaiknya diam di dalam rapat besar nanti Kakashi. Aku sarankan kalian berdua , Chouji , Ino. Segera keluar dari GradKnight City, karena aku takut Lord Madara akan menutup kota ini karena masalah Queen Bella juga Snamedic Kingdom. Seminggu lagi Knight Empire dan Snamedic Kingdom akan berperang." Kata Eagle serius.
Chouji pun memandang Ino dan merasa bersalah.
"Maafkan aku Lady Ino. Aku tidak dapat membantumu lagi." Keluh Chouji.
"Itu tidak benar! Maafkan aku. Aku yang merepotkanmu," jawab Ino cepat.
Hunmediuc City , capital Snamedic Kingdom
Merlbou Castle
"Queen Tsunade! Persiapan perang kita telah selesai dan tinggal menunggu perintahmu! Selain itu ada kabar yang mengejutkan yang mungkin menguntungkan kita di perang nantinya." Kata Shizune kepada Tsunade yang sedang menghadap jendela.
"Baiklah. Segera ungsikan anak-anak, perempuan , dan orang tua dari tempat ini!" Perintah Tsunade dengan nada yang tegas.
"Baik!" Jawab Shizune dan segera menulis surat berdasarkan perintah Tsunade dan menyerahkannya ke seorang pria yang berdiri di sampingnya. Setelah menerima surat itu, pria itu mengangguk dan pergi dari hadapan Shizune dan Tsunade.
Tsunade melirik mereka dengan ujung ekor matanya dan kemudian melihat ke luar jendela lagi.
"Kabar apa yang kamu maksud tadi?" Tanya Tsunade.
"Akasuna no Sasori meracuni Queen Bella dan di jadikan sebagai buronan class S di seluruh tanah ini," kata Shizune.
Sontak Tsunade membalikkan badannya dan melihat Shizune dengan tatapan kaget sekaligus gembira.
"A-apa katamu? Prince Sasori meracuni gadis ingusan itu?" Tanya Tsunade untuk memastikan sekali lagi perkataan Shizune.
Shizune pun mengangguk iya dan Tsunade makin melebarkan matanya seakan tidak percaya seorang Sasori yang tenang dan gentleman itu melakukan hal yang di luar batasnya. Bagi Snamedic Kingdom itu menguntungkan karena sudah tidak termasuk Surat Aliansi Kedamaian dan lagi hal itu dapat memperkuat mental prajurit Snamedic Kingdom berperang melawan Knight Empire nanti tapi beda dengan Kugutsu Kingdom selaku sebagai penengah semua Empire dan Kingdom.
Hal itu bisa memicu kedamaian yang di ciptakan bagi seluruh Empire dan Kingdom hancur. Sebagai seorang Prince dan calon King, Akasuna no Sasori seharusnya sudah tahu hal itu tidak boleh di lakukan. Akan tetapi berita ini sungguh mengejutkan Tsunade.
"Ba-bagaimana mungkin Prince Sasori!" Pekik Tsunade kepada Shizune.
"Dan lagi Queen Tsunade , perdana menteri Shinobi Kingdom, Nara Shikamaru juga di kabarkan membantu Prince Sasori melarikan diri dan sekarang mereka tidak di ketahui keberadaannya." Jelas Shizune lebih lanjut.
"Aku ingin kamu menyelidiki ini Shizune. Hubungi Genma untuk pergi menyelidiki kasus ini! Jika bisa lakukan kontak dengan Prince Sasori dan pertemukan aku dengannya!" Perintah Tsunade lagi kepada Shizune.
"Ba-baik my Queen!" Jawab Shizune dan segera lari keluar dari ruangan Tsunade. Tinggallah Tsunade seorang diri dan mendongak melihat langit biru melalui jendela.
"Sepertinya perang akan di mulai lagi di tanah Xincland ini..," guman Tsunade.
Kugutsu Kingdom
Sementara itu Sasori sudah mulai tenang. Terbukti pria berambut merah ini mulai mencari-cari sebuah kunci yang di bantu oleh Sakura. Mereka berdua fokus mencari di antara rak-rak buku yang jatuh berantakan itu.
Tiba-tiba Sasori tidak sengaja menyentuh besi kecil yang terhimpit di antara dokumen-dokumen kertas yang berjatuhan di sekitar mereka.
"Aha! Ketemu!" Pekik Sasori
Sasori memungut sebuah kunci emas yang di antara dokumen-dokumen itu. Pria itu tersenyum saat menemukan kunci emas yang di lapisi oleh emas merah. Sakura yang mendengar pekikan Sasori pun mendekatinya.
"Sudah ketemu?" Tanya Sakura melihat kunci emas merah di tangan Sasori.
"Ya. Dengan ini, aku dapat membalikkan keadaan. Ayo, kita temui Naruto dan lainnya," kata Sasori mantap. Sakura tersenyum bahagia saat mendapati Sasori semangat kembali.
Lalu Sakura dan Sasori pun berjalan keluar menyusul Naruto dan lainnya. Sementara itu Naruto dab Hinata terdiam dalam keheningan. Masing-masing memikirkan hal lain.
"Aku merindukan ayah. Aku ingin segera pulang dari sini. Tapi..." batin Hinata dan melirik Naruto yang duduk di bawah sofa yang sedang menatap lurus ke arah pintu.
Naruto yang menyadari di tatap oleh Hinata pun menolehnya. Naruto pun tersenyum padanya.
"Ada apa himee? Apakah kakimu masih sakit?" Tanya Naruto ramah.
"Eh. Ti-tidak! A-arigatou Naruto- kun!" Jawab Hinata cepat.
"Ahh. Sasori dan Sakura lama sekali. Ini sudah mau menjelang malam," keluh Naruto yang meregangkan badannya.
"Be-benar juga. A-apakah terjadi sesuatu dengan mereka ya?" Tanya Hinata pada Naruto karena mencemaskan Sakura.
"Hei! Tenang saja hime, Sasori pasti dapat melindungi Sakura!" Jawab Naruto optimis.
Di luar castle, Sasori dan Sakura telah berjalan bersama mencari keberadaan Naruto dan lainnya. Mereka pun mengitari puing-puing kota Kugutsu Kingdom ini.
"Dimana ya mereka?" Gumam Sasori yang bertanya-tanya keberadaan Naruto.
"Mungkin mereka berteduh di sekitar rumah sini," asal jawab Sakura.
"Hmm mungkin juga. Kita cari saja rumah yang rumahnya masih kelihatan bagus. Bisa saja mereka berteduh di sana." Kata Sasori memberi ide.
Sakura pun mengangguk-angguk iya dan berjalan di samping pria berambut merah itu.
Lalu di tempat Naruto dan Hinata, mereka pun mulai berbincang-bincang untuk membuang waktu sekaligus menunggu Sasori dan Sakura.
"Oh,jadi kalau kamu di duniamu jam segini kamu akan menyiapkan makan malam bersama ayahmu? Ibumu di mana hime?" Tanya Naruto pada Hinata saat membicarakan keluarga Hinata.
"Er..i-ibuku sudah meninggal saat melahirkan adikku, Hanabi. Ba-bagaimana dengan keluargamu Naruto- kun?" Tanya Hinata balik pada Naruto.
Naruto pun melipat kedua tangannya dan memanyunkan bibirnya seolah berpikir.
"Ya. Keluargaku terdiri dari ayah dan ibu serta saudara kembarku Menma. Karena sekarang aku dan Menma sudah besar apalagi aku sudah jadi Hokage , kami sudah pisah tinggal dari ayah dan ibu. Aku dan Menma sendiri saja sekarang jarang bertemu di karenakan kesibukanku dan dia masing-masing. Lalu sekarang ayah dan ibuku adalah Shinobi Adventure. Mereka selalu berpetualang kemana-mana bahkan pulang 2-3 tahun sekali. Mereka tidak tahu terkadang aku dan Menma kesepian sekali," tukas Naruto saat menceritakan keluarganya.
Naruto menerawang saat mengingat keluarganya. Jujur dia sedikit iri dengan Hinata yang setiap hari berkumpul dengan keluarganya meskipun Hinata tidak mempunyai ibu lagi. Hinata dapat merasakan Naruto yang kesepian dan tanpa sadar Hinata ingin memeluk Naruto.
"Ah-kya!" Pekik gadis itu dengan tiba-tiba.
Akan tetapi Hinata malah hampir jatuh dan sontak Naruto membalikkan badannya dan meraih tubuh Hinata.
"Awas hime!" Pekik Naruto meraih tubuh Hinata.
'Cup.'
Tanpa mereka sadari bibir mereka bertemu. Naruto dan Hinata membelakkan mata. Mereka terlanjur kaget akan kejadian barusan dan membuat mereka terdiam. Sementara itu terdengar suara pintu yang terbuka di ikuti suara langkah kaki dan wanita yang berbicara kepada si pria.
'Klek' ,"Mungkin mereka di sini," kata wanita itu.
Saat mereka membuka pintu itu , mereka berdua terkejut saat mendapati Naruto dan Hinata yang tidak sengaja berciuman itu. Ya, Sasori dan Sakura yang menemukan mereka terkejut juga karena melihat hal yang seharusnya tidak di lihat.
"Ma-maaf Naruto! Hinata!" Pekik Sasori sedangkan Sakura mematung di tempat. Shok akan pemandangan barusan. Dengan segera Sasori menarik tangan Sakura dan menutup pintu itu.
Naruto dan Hinata yang menyadari kedatangan Sakura dan Sasori pun akhirnya sadar dan melepaskan diri.
"O-oi! Tunggu! Sasori! Sakura! Kalian..salah paham." Teriak Naruto kemudian jadi pelan.
Mereka juga tidak sempat menjelaskan pada Sakura dan Sasori karena Sasori sudah keburu membawa Sakura pergi.
"Ma-maaf hime!" "Ma-maaf Naruto- kun!" Pekik Naruto dan Hinata bersamaan. Mata mereka saling bertemu, masing-masing dari mereka berdebar-debar lalu mereka akhirnya membalikkan badan untuk menghilangkan rasa malu ini.
Di luar Sakura masih mematung. Dia tidak sadar tangannya masih di gandeng Sasori dan mereka berdiri tidak jauh dari rumah tempat Hinata dan Naruto berteduh. Sakura pun akhirnya sadar dan menatap Sasori.
"A-aku tidak menyangka mereka mempunyai hubungan yang lebih dari itu!" Pekik Sakura.
"Ka-kamu tidak tahu Sakura? Apa Lady Hinata tidak cerita apa-apa?" Kata Sasori mengambil kesimpulan sendiri saat mengingat percakapannya dengan Naruto saat melarikan diri dari GradKnight City.
Sakura menggeleng-geleng kepala dengan cepat dan menjawab, "Tidak!"
"Er..kata Naruto mereka sudah menikah. Buktinya Lady Hinata memanggil Naruto dengan suffiks -kun." Jelas Sasori yang masih mengambil kesimpulan sendiri.
Tanpa di sadari Sakura , wajah Sasori telah memerah saat mengingat dirinya mengintip Naruto dan Hinata. Dengan sebelah tangan dia menutup wajahnya untuk menghilangkan kegugupannya. Sakura pun menyadari hal itu.
"Kamu kenapa Sasori? Wajahmu merah sekali, apa kamu sakit?" Tanya Sakura keheranan.
"Bu-bukan begitu. Hanya saja..." kata Sasori terbata.
"Hanya saja?" Ulang Sakura mengikuti Sasori.
"Kita melihat hal terlarang," jawab Sasori cepat berusaha menutup kegugupannya.
"Terlarang apa?" Tanya Sakura tidak mengerti.
"I-itu. Ci-ciuman. Naruto dan Lady Hinata yang berciuman," jawab Sasori gugup.
Sakura yang mendengar jawaban Sasori yang polos tertegun. Buktinya ini pertama kali dia melihat pria berambut merah ini gugup. Jika seandainya Ino , sahabatnya yang berkata begitu mungkin Sakura akan tertawa terpingkal-pingkal. Pasalnya Ino sudah berpacaran beberapa kali sebelum dengan Takeshi dan sudah merasakan yang namanya berciuman.
Ino yang bersama Chouji dalam perjalanan keluar dari GradKnight City pun mengeluarkan bersin.
"Hatchi!" Pekik Ino
"Ada apa Ino? Kamu flu?" Tanya Chouji.
"Ti-tidak Prince Chouji. Aku hanya bersin saja." Jawab Ino.
Kembali ke Sakura dan Sasori lagi. Sakura melongo dan membulatkan matanya saat mendapati Sasori memerah di hampir seluruh wajahnya dan berjongkok.
"Sebenarnya ini dunia jaman kapan sih? Modern dan kuno juga iya. Masa karena ciuman pria ini berjongkok. Kalau di duniaku hal itu rata-rata sudah biasa," batin Sakura.
"Kenapa? Apa yang harus di permalukan? Aku shok karena punya hubungan apalagi.. sampai menikah..Hinata tidak cerita. Ada apa dengan ciuman?" Tanya Sakura
Sasori yang berjongkok menutup wajahnya pun mendongak melihat gadis berambut soft pink itu dengan wajah yang masih memerah.
"Karena kita melihat hal yang di lakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Kita kan termasuk orang yang belum menikah Sakura. Ja-jadi itu hal yang sangat aneh dan ciuman hanya dapat di lihat saat pernikahan seseorang. Jika kasus kayak tadi , kita di anggap mengintip," jelas Sasori polos dan sedikit terbata.
Ya, jawaban polos Akasuna no Sasori berhasil membuat Sakura melongo. Lalu pria itu? Masih berjongkok menahan gugup dan malu.
-continue-
Balasan Review
Bunshin Anugrah ET : Di chap ini ada Chouji dan Ino. Yap. Yura di cuci otak oleh Madara karena Yura terpaksa. Ya. Nanti bakalan ada sedikit romance dari mereka sekaligus alasan Yura berkhianat. Ini sudah di lanjutkan. Semoga tidak mengecewakan. Happy reading! _^^_
uzumaki reverend : mungkin chap depan atau 2 chap lagi. Sesuai dengan alur cerita. Happy reading! _^^_
Blue-senpai : sudah dilanjutkan! Happy Reading _^^_
kensuchan : Jangan frustasi dengan Yura donk. Wkwkwk. Sesuai dengan alur , maaf kalau romance chap sebelumnya sedikit. Tapi di chap ini sudah mulai ada romance. Happy Reading! _^^_
Finally Chapter 8 selesai. Lily ngetiknya di android Lily, sangat susah dan makin lambat. Karena laptop di bawa oleh adik Lily. Mungkin banyak typonya dan Lily tidak sempat mengecek lagi. T.T
Mohon maklumi ya. Gomennasai.
Thank you yang sudah fav, follow dan review. For silent readers too , review juga donk. Hahaha.
At last , please review and happy reading! Enjoy this new chapter _^^_
Minna, arigatou gozaimasu !
