Chapter 9. Untuk yang sudah mengikuti sampai sini, author ucapkan terima kasih banyak! Makasih banyak! Tetep baca dan review ya! Oh ya, author masih stress karena bingung bakalan naik kelas atau nggak jadi mohon kemakluman atas lawakan-lawakan nggak jelasnya.
Oh ya, untuk yang nggak tahu yukata itu apa, yukata adalah kimono yang simple yang biasanya dipakai saat musim panas.
Oh ya, ada ralat di chapter 8, karena males ngedit jadinya ralatnya di sini aja ah. Kankurou itu adiknya Temari, maaf gw emang salah habis wajahnya bangkotan gitu sih ^^ (*author dibacok sama Kankurou pake Karasu dan Kuroari).
Dan, chapter ini lumayan panjang juga.
Chapter 9: Preparation and Night Festival
'Kenapa aku ada di sini?' Shikamaru mencoba mengingat ulang mengapa ia bisa berakhir di warung ramen Ichiraku bersama Naruto, Chouji, Lee dan Gaara. Mengapa? Oh ya, dia ingat. Kalau nggak salah, entah karena kesurupan ataupun saking buntunya, Shikamaru bertanya pada mereka mengenai "untuk kencan sebaiknya pakai baju apa?". Sekarang, ia betul-betul menyesali tindakannya itu. Secara Naruto, Chouji, Lee dan Gaara belum pernah berkencan sebelumnya – khusus untuk Gaara, author nggak tahu ia pernah kencan atau belum. Hah, benar-benar kesalahan fatal.
"Kalau mau berkencan, sebaiknya pakai baju yang menampilkan semangat masa muda! Baju dengan warna hijau nge-jreng!" kata Lee semangat hingga akhirnya mirip jadi hujan. Shikamaru sweatdrops mendengar saran ajaib Lee.
"Ih, nggak usah pake kuah kalee," dengus Naruto meniru iklan Indomie goreng dan sekarang tengah mengelap mukanya yang belepotan 'kuah' dari Lee.
"Bagus pakai baju ninja saja," saran Chouji, nah setidaknya saran yang itu masih normal lah. Shikamaru tengah memikirkan saran Chouji namun kemudian Naruto berteriak.
"Yang pasti orenlah! Pakai baju yukata warna oren pasti keren!" teriak bocah ramen itu. Shikamaru mencoret bagian oren, jadi ia harus pakai yukata besok malam saat kencan?
"Tidak, baju hijau itu bagus! Oren sih warnamu Naruto-kun," kata Lee. Naruto menoleh kesal padanya.
"Eh!? Warna oren tuh warna paling keren tahu! Ya jelas warna oren lah! Apalagi kalau pakai yukata, tambah keren!"
"Menurutku baju ninja saja cukup."
Shikamaru hanya bisa menatap "uh cape deh" kepada perseteruan nggak jelas yang sekarang terjadi di dekatnya. Ia melirik Gaara yang dengan tenang masih menyantap mie ramen di sebelahnya, sikapnya itu seakan-akan tidak terjadi apa-apa di sekitarnya – padahal jelas-jelas ada perseteruan super nggak jelas mengenai fashion aneh bin ajaib.
Gaara melirik pada Shikamaru – tampaknya sadar kalau daritadi dilihatin Shikamaru. Shikamaru melihatnya. Gaara masih melihatnya. Shikamaru mulai sweatdrops. Gaara masih melihatnya.
"Aku nggak begitu mengerti tentang kencan, tapi bagiku yang penting pakai saja baju yang sopan, rapi, nyaman dan sesuai dengan dirimu," buset! Tanpa diminta Gaara memberikan wejangan (kok kesannya jadi kayak kakek-kakek ya? *author di-sabaku sama Gaara) yang bijaksana sekali. Shikamaru mangut-mangut.
"Kamu pakai apa ke festival besok malam?" tanya Shikamaru namun sempat bingung soal dia harus pakai kamu atau anda pada Gaara, yah Gaara kan Kazekage, tapi nggak apalah.
"Yukata, untuk formalitas," jawab Gaara singkat. Naruto langsung melompat keluar dari perseteruan yang sudah berubah menjadi perkelahian – yang tentunya diiringi oleh omelan-omelan dari Teuchi – dan menghampiri Gaara. "Wah, Gaara, kau bakal pakai yukata besok malam! Kalau begitu aku pakai baju biasa saja ah!" kata Naruto, entah kenapa kok nggak nyambung ya?
"Kenapa?" tanya Gaara singkat. Naruto memberikan senyuman lebar khasnya. "Yah, kenapa ya? Nggak tahu ah, yang penting aku mau pakai baju biasa saja," jawab Naruto sekenanya. Lho? Kalau gitu mau Gaara pakai yukata kek atau pakai baju biasa kek nggak ngaruh kaleee, dasar rubah bodoh (*author di-rasengan sama Naruto).
Shikamaru mengalihkan perhatiannya ke hal lain, entah kenapa ia tahu alasan kenapa Naruto mau pakai baju biasa karena Gaara akan pakai yukata, ia tahu tapi ia nggak mau tahu (lho? Author juga jadi nggak ngerti jadinya, alasan Naruto tuh berdasarkan teori macam apa? Author jadi ikutan pusing *author dilemparin sayur-sayuran busuk sama pembaca).
"Apa Temari akan pakai yukata?" tanya Shikamaru akhirnya mencoba memakai teorinya yang tak berdasar. Gaara mengangguk sekali.
"Kalau begitu aku akan pakai baju biasa saja," kata Shikamaru, Naruto menatapnya terkejut. "Hah!? Kau berpikiran sama denganku!?" katanya kaget dan sweatdrops. Shikamaru menatap Naruto curiga namun akhirnya menjawab, "tidak." Yang maksudnya adalah "tidak tahu" dan ia juga tidak mau tahu.
Shikamaru segera pergi tanpa memperdulikan mienya yang tak termakan, bahkan ia lupa membayar mie ramennya. Tapi, sudahlah sepele.
Sementara itu......
Temari sedang mengepas baju di kamarnya. Ia agak menyesal ia tidak membawa banyak pilihan yukata padahal ia punya bermacam-macam jenis dan corak di rumah, mulai dari corak bunga, corak langit, corak harimau, corak buaya, corak ular, corak gorila sampai corak badak (Pembaca: bujubuneng! Itu corak baju atau kebun binatang!?).
Ia memakai satu yukata berwarna hitam dengan corak bunga teratai yang dibordir (atau di sablon? Emangnya spanduk iklan apa!? Ah tahu ah, author nggak ngerti macam gituan) dengan benang warna emas. Kain obinya sendiri (itu lho kain buat ngiket yukata, ngerti kan? Soalnya author sendiri nggak begitu ngerti) berwarna putih dengan garis-garis warna emas.
Temari mematut dirinya di depan kaca dan tersenyum puas. Eh? Tapi kok masih ada yang ganjil ya? Genapnya kemana? (Pembaca: Jaka Sembung beli odol! Nggak nyambung dodol! Dasar author tolol!) Temari berusaha mencari apa yang salah atau apa yang kurang. Ia berputar di depan cermin yang besarnya sebadan dan kembali mengernyitkan dahi.
Mungkin model rambutnya? Ia berpikir. Ia Sedari Dulu lagu karya Tompi....eh? Salah lagi ya?
(Temari: Mbak! Kalau buat cerita bisa serius sedikit nggak? Bentar-bentar salah, bentar-bentar melawak. Udah ngelawaknya jayuz, nggak berguna, yang ada para karakter dan pembacanya pada marah jadi bisa nggak sih....)
(Shikamaru: *memotong pembicaraan Temari dan menepuk pundaknya* oi, liat tuh! *menunjuk pada author yang sudah nggak bernyawa)
(Temari: ........dia lemah ya? Masa' gitu doang depresi terus langsung mati sih? T_T)
(Shikamaru: ..........*sweatdrops)
Maksudnya (*author telah bangkit dari kematian), sedari kecil Temari selalu menguncir empat rambutnya. Ia tidak pernah mencoba model rambut lain. Ia melihat perubahan gaya rambut Sakura dan Ino serta Hinata, jadi kenapa ia tidak mengubah gaya rambutnya saja?
Temari melepas kunciran rambutnya dan membiarkan rambutnya jatuh tergerai bebas. Rambutnya lumayan panjang, nyaris sebahu. Ia sedikit merapikan rambutnya dan mematut kembali dirinya di depan cermin.
Cantik.
Tapi, kok.....
"Ah, Temari! Kau lihat Gaara tidak?" sang setan datang (Kankurou: woi! Kok gw disebut-sebut setan terus sih!?) maksudnya Kankurou datang langsung nyelonong masuk ke kamar Temari tanpa pakai acara ketuk palu eh ketuk pintu maksudnya.
Kankurou melihat Temari. Temari melihat Kankurou.
............................
"UWAH! ADA HANTU!!!!!" Kankurou langsung ngacir.
Temari tak mampu berkata-kata.
Ia kembali melihat cermin. Kalau dilihat-lihat, ia jadi benar-benar terlihat seperti mendiang ibunya ya? Hanya warna mata dan rambutnya sedikit berbeda. Nggak heran Kankurou takut, mungkin ia salah menyangka Temari sebagai penampakan arwah dari ibunya. Padahal Kankurou dapat julukan "setan yang kabur dari neraka" dari author, tapi tahunya takut juga sama hal-hal gaib.
Sementara itu......
"Apa aku nggak punya baju yang bagus ya?" tanya Shikamaru nyaris menyerah melihat lemarinya yang kosong. Jelas saja, semua isi lemarinya sudah diobrak-abrik dan dimuntahkan semua keluar sampai nggak ada yang tersisa. Ia melihat kamarnya, nyaris nggak ada tempat yang nggak tertutupi pakaian.
'Aku tidak punya pakaian bagus.'
'Bagaimana ini?'
'ADUH! GIMANA NIH!?'
"Beneran nggak ada yang bagus?" Shikamaru mencoba melihat kembali pakaian-pakaiannya. Ia tahu, ia bukan tipe orang yang senang belanja baju, ia juga tahu ia tipe orang yang sabodo amat sama fashion dan ia tahu ia sangat malas yang namanya mikirin penampilan. Ia jadi menyesal sekarang.
Ia hanya punya banyak baju ninja dan sedikit sekali pakaian kasual. Yah, namanya marabahaya kan datangnya tidak bisa diperkirakan jadi ninja harus selalu siap waspada, jadi ninja selalu memakai pakaian ninja. Atas dasar teori itulah Shikamaru percaya pakaian kasual tak berguna baginya. Dan, siapa yang menyangka ternyata ia SANGAT membutuhkan pakaian-pakaian yang kasual, bagus dan rapi untuk sebuah KENCAN PERTAMAnya.
Shikamaru mendesah.
Kencan pertama.....
Shikamaru mulai gelisah.
Kencan pertamanya besok.....
Shikamaru mulai uring-uringan.
Kencan pertamanya besok malam dengan Temari cinta pertamanya.....
Shikamaru pingsan.....
Yoshino melirik sebentar ke kamar anaknya, agak kaget melihat anak tunggalnya terkapar di tengah kamar namun ia mengambil sikap cuek. Melihat anaknya yang biasanya tak pernah peduli dengan yang namanya penampilan namun sekarang kamarnya malah mirip tempat pengumpulan baju-baju bekas ia jadi tersenyum sendiri. Ia sudah dengar cerita Shikaku tentang keadaan Shikamaru kemarin, yah sekarang waktunya sang ibu turun tangan kan?
Oke, kita lewat saja bagian Shikamaru dimakeover sama ibunya – yang dipenuhi jeritan-jeritan gaje dari Shikamaru. Author nggak tega ngebayanginnya sih. (Yoshino: Buset mbak! Ini cuma didandanin doang, bukan KDRT!!)
Langsung loncat ke malam festival......
(Semua karakter dan pembaca: Eh buset! Cepet amat!)
(Purinsha: Yei, suka-suka gw dong! Gw mau loncat kek, mau jungkir balik kek, mau time-linenya gw hapus sekalian ini kan cerita gw! *author langsung dikeroyok masal sama semua karakter dan pembaca)
Malam festival yang meriah. Jalan-jalan di Konoha dipenuhi berbagai stand-stand kecil yang banyak menjajakan berbagai makanan ataupun menawarkan permainan berhadiah. Tentunya banyak orang di festival (ya iyalah masa' ya iya dong?), seusai penyambutan atas kedatangan para ninja-ninja Suna serta sepatah dua patah kata dari Hokage dan Kazekage (bokis tuh! Ngakunya sih sepatah dua patah kata, tapi bok kalau author tulis pembukaan mereka kayak gimana, panjangnya kayak kereta! Makanya author lewat *yang aslinya author lagi males nulis aja adegan itu).
Tentu saat pembukaan, banyak orang yang ogah-ogahan dengerinnya juga. Tapi, kalau nggak didengerin nanti bisa terjadi kekacauan oleh lintah raksasa (eh? Hewannya Tsunade itu siput atau lintah sih?) dan juga monster pasir di festival, karena semuanya masih pengen hidup jadi mereka mendengarkannya dengan hikmat.
Setelah acara pembukaan yang singkat (baca: yang suangaaat panjang), akhirnya warga Konoha dan sebagian warga Suna dapat menikmati kemeriahan festival.
Sementara itu, di satu sudut Konoha sang pemuda berambut nanas sedang menunggu di dekat taman. Ia membaca sepucuk surat yang nemplok ke wajahnya tadi pagi, ini surat dari Temari yang diantar pakai angin (Pembaca: Lho? Kok bisa? Angin bisa jadi tukang surat? o.O). Ia sendiri hari ini belum sempat bertemu dengan Temari setelah kejadian memalukan kemarin. Dari tadi pagi ia sibuk dengan semua persiapan kencan, mulai dari didandanin ibunya (baca: dianiaya), mencari tahu semua yang harus di lakukan pada saat kencan (sumber dari Shikaku – yang tentunya keki juga diganggu terus-terusan dan Naruto cs – yang tidak memberikan nasihat yang berarti malahan bikin kacau) dan berusaha menemui Temari. Tapi, dengan penjagaan Kankurou yang ketat, Shikamaru percaya bila Kankurou memergoki dirinya sedang bertemu dengan Temari, Shikamaru detik itu juga ia akan berubah jadi dendeng rusa.
Dan, di sinilah ia sekarang, berdiri di dekat taman, menanti kedatangan Temari dengan wajah yang nggak keruan.
"Ah, Shikamaru!"
Shikamaru menoleh. Di matanya terefleksi sesosok gadis cantik dengan rambut pirang tergerai, berbalut yukata hitam dengan bordiran benang emas dan tak bersama kipasnya. Butuh waktu 5 menit – dan juga sebuah jitakan dari sang gadis – sampai akhirnya Shikamaru sadar bahwa gadis itu adalah Temari. Maklum, tanpa rambut kuncir empatnya dan kipas raksasanya, ciri khas Temari jadi hilang.
"Apa kau tidak suka penampilan baruku?" tanya Temari sedikit kesal dengan cara pandang Shikamaru yang seakan bicara "ini Temari apa bukan?".
Shikamaru menggeleng. Kalau boleh jujur, ia saaaaangat suka penampilan baru Temari, rambut Temari yang digerai memberikan kesan feminis pada diri sang gadis. Dan, ia tampak lebih santai tanpa kipasnya yang besar.
"Jadi, kau suka penampilanku?" tanya Temari sedikit menggoda Shikamaru dengan bersikap sok cute. Tindakan yang salah karena saat itu Shikamaru langsung pingsan detik itu juga dengan wajah merah dan detak jantung di luar batas normal.
Temari kalang kabut.
Mari kita lewat kan bagian ini, sementara itu tak jauh dari sana, sudah berkumpul banyak setan penganggu yang tentunya akan menggangu malam indah kencan pertama Shikamaru dan Temari. Siapakah mereka? Tunggu di chapter berikutnya!!!!!
Udah ah, segitu dulu! Maaf ya, harus putus pada saat-saat gaje kayak gitu. Author lagi stress sih....T_T
Review!
