Disclaimer: Yu Yu Hakusho and Hunter x Hunter are Yoshihiro Togashi's
Previous Chapter: Di puncak menara, HxH dan YYH Gang telah mengalahkan monster O—monster terakhir. Apakah perjalanan mereka selesai? Di mana Kimochi dan bagaimana ramalan itu?
"Ehem, ehem.. aaa.. aa" Terdengar suara Kenai dari suatu tempat.
"Siapa kau?" Ucap Killua dengan nada santai.
"Aku—"
"Aku adalah anak SGM terakhir, Tada." Pertanyaan Killua malah dijawab oleh seorang anak kecil yang tiba tiba muncul di depan mereka. Anak itu berambut pirang dengan baju desa yang masih layak pakai di tubuhnya (Hah?).
"Tadaaa! Ayam goreng sudah siap untuk dihidangkan!"
"HUAHAHAHAH~!" Yusuke dan Kuwabara tenggelam dalam dunia tertawa mereka.
"Bukan, kurasa Tada itu Truth yang ada di depan menara tadi..." Potong Kurapika
"Aku tidak ingat kalau anak SGM itu ada 4... Aku Cuma menculik 3 kok."
"Dan siapa KAU?" Killua mengulang ucapan 0.5 detiknya yang lalu.
"Ah, aku mengerti! The emotions will send you to the Truth. Kowa itu mungkin Kowai—ketakutan; Ika itu Ikari—kemarahan; dan Sabi berarti Sabishii—kesepian." Kurama mulai memecahkan teka tekinya.
"Dan Truth itu berarti Tada diambil dari Tadashi kan?" Gon menyambungnya.
"Selamat! Anda telah memecahkan teka – teki dan mendapat uang tunai senilai satu juta rupiah dipotong pajak 100%!" Author bernyanyi (?)
"Itu sama aja kita nggak dapet uangnya, Thor." Ucap Hiei dengan dinginnya.
"Aku memang bukan anak SGM. Aku adalah pecahan bintang." Tada memulai percakapan tentangnya.
"Kalau diingat ingat, Kowa kita jadikan bintang dengan keberanian, kalau Ika kesabaran, dan Sabi kita lawan dengan kebahagiaan bersama teman teman, kan? Dan mereka jadi pecahan bintang..." Leorio mengatakannya sambil memasukkan kedua tangannya di saku celananya.
"Oh, otakmu bisa bekerja juga ya, ossan." Ejek Killua.
"Tapi bagaimana dengan kebenaran?" Sambung Leorio dengan tidak mempedulikan Killua.
"Benar, aku adalah kebenaran. Apa kalian bisa melawanku? Akulah pecahan bintang yang paling terang!" Ucap Tada dengan sinis.
"Tunggu, aku tidak mengerti. Kenapa kita tidak melawan kebenaran dengan kesalahan?" Potong Yusuke sambil menggaruk kepalanya.
"Itu karena tugas kita di sini adalah memperbaiki yang salah." Jawab Kuwabara.
"Bukan." Hiei mulai membuka mulutnya.
"Hah? Apa, Pendek? Memangnya kita ke sini untuk menghancurkan segalanya?" Kuwabara membantah Hiei.
"Tugas kita bukan memperbaiki atau pun menghancurkan. Kita ke sini untuk mencari Kimochi kan? Namun tanpa diduga kita adalah para "Pahlawan" yang diramalkan untuk mengalahkan Kenai." Hiei menjelaskannya.
"Tunggu dulu! Di ramalan itu ada yang disebut Pecahan bintang bersatu menjadi bola perasaan. Yang bersatu itu bukan kita, tapi anak anak SGM ini. Dan bola perasaan itu pasti menunjuk ke Kimochi—Perasaan." Kata Kurapika.
"Berarti?" Balas Kuwabara.
"Berarti anak anak SGM ini merupakan petunjuk untuk menemukan Kimochi, begitu?" Yusuke menjawabnya sambil menoleh ke Kurapika. Kurapika hanya mengangguk mendengan penjelasan Yusuke.
Di sisi lain...
"Wah, kita dilupakan ya, Kikuri. Kalau begitu kita main Capsa saja yuk!"
"Aku tidak punya tangan untuk memegang kartunya, Kenai-Sama."
"Kalau begitu 24 saja!"
"Tapi permasalahannya sekarang, bagaimana kita akan melawan kebenaran yang sudah benar?" Kata Killua.
"Ya, itu semua benar. Kebenaran takkan bisa dikalahkan oleh apapun. Kebenaran telah berdiri sendiri dan takkan pernah bisa digoyahkan! Semua ini takkan pernah terjadi tanpa kebenaran!" Tada mengucapkannya dengan sinis.
"Aku mengerti!" Kurapika mengatakannya dengan penuh keyakinan.
"Apa? Kau ingin melawan kebenaran? Dengan apa? Kejujuran? Keberanian? Semua itu merupakan bagian dari kebenaran!" Tada memotongnya.
"Kau salah. Tanpa kesalahan, kebenaran tidak akan ada! Walaupun semua hidup dalam kebenaran, tanpa kesalahan kebenaran tidak akan ada gunanya!"
Oh, membalas kebenaran dengan kesalahan, huh? Pikir Killua dalam hati.
"Hoo, menjadi pahlawan?" Tada menjawab, "Kalau begitu beri tau aku, apa kau marah untuk melawan kebenaran? Kemarahan merupakan suatu kesalahan, bodoh!" Sambungnya sambil tersenyum sinis.
"Seorang anak kecil tidak akan bisa terdidik tanpa kesalahan. Orang tua pasti akan memarahi anaknya untuk mendidik anaknya tersebut." Kurama menyambungnya.
"Ah, saat ujian juga! Saat ulangan jelek, kita pasti akan berusaha menjadi lebih baik." Kata Yusuke.
"Kata Mito-San, biarkanlah orang marah, dengan begitu kita dapat mengenal kepribadiannya." Sambung Gon.
"Jaa, Chibi-Chan, kau punya sesuatu untuk dikatakan lagi?" Killua mengatakannya dengan bangga.
Setelah mendengar semua itu, Tada pun tersenyum tapi kali ini ia tersenyum lembut, "Tidak" Jawabnya, "Aku tidak akan pernah bisa melawan kalian. Aku telah mengetahuinya sejak awal." Dan Tada pun perlahan – lahan mulai menghilang. Yak, ia menjadi bintang.
"Oh, sudah selesai kah?" Terdengar suara Kenai lagi, "Aku tau! Begini caranya, 8 dikurangi 7 kan 1 trus, 3 ditambah satu itu 4, dikali sama 6!"
"Ehm.., Kenai-Sama, aku sudah membuka kartu As-ku duluan..."
"Hm? Kapaan?!"
"Kalau tidak salah 0,54 detik sebelum anda membuka kartu."
"TIDAAK! Kita main satu game lagi! Oh, sudah selesai ya? Apanya? Hah? Oh, iya ya!"
Author: Mereka sudah selesai mengalahkan Tada HOY!
Kenai: Apaan sih? Oh, aku tau caranya! 8 dibagi 4 kan 2, lalu 9 ditambah 3 kan 12 Nah, 12 dikali 2 kan 24!
Author: HOY! Orang ngomong dengerin, dong!
Yak, sementara Author sama Kenai, kita lihat kedelapan pahlawan kita dulu, yuk!
"Hmm? Kitsu Towel... Kalau diingat ingat, Kitsu itu anagram dari Tsuki ya?" Ucap Leorio yang mendadak menjadi pintar.
"Tsuki itu Bulan, kan?" Gon menyambungnya.
"Mmmh..," Killua mengistirahatkan kepalanya di tangannya yang ada di belakang kepala, "Ramalan itu!"
"Ramalan?" Yusuke menatap Killua.
"Bulan adalah yang paling terang di saat gelap, Pisau tajam mengendalikan bulan itu," Sambung Killua sambil memasang ekspresi serius, "Kurasa Kenai itulah yang dimaksud pisau tajam."
"Benar juga, Kenailah yang mengendalikan semuanya di sini." Kata Kuwabara sambil agak menunduk melihat Killua.
"Aku mengerti!" Kurapika pun melepaskan tutup botol yang berisi bintang bintang tadi. Seketika itu juga bintang bintang tersebut bersatu dan bercahaya di hadapan mereka semua.
"GYAAAH! AUTHOR! KOK NGGAK BILANG KALAU MEREKA SUDAH MENGALAHKAN TADA?!"
"Ara, Kenai-Sama. Akhirnya nyadar juga. KAN AKU SUDAH BILANG DARI TADI!" Author pun bersiul (?)
"Kikuri! Segel Kimochi SEKARANG!"
"Y— ye- yes, Sir!" Kikuri pun langsung terbang ke sebuah peti yang bentuknya seperti peti harta karun. Dan saat itu juga Kikuri berubah menjadi seorang wanita yang cantik.
Rambutnya berwarna oranye kekuningan (untuk warna rambut, lihat Maria dari CANAAN warna rambut Kikuri lebih oranye sedikit dari itu) Bajunya berbau India (bau?!) dengan lengan tipis berwarna putih. Di dahinya ada simbol planet Uranus.
Kikuri pun mulai mengucapkan mantra dengan bahasa zxcvbnm karena bahasa asdfghjkl sudah digunakan untuk bahasanya AFW.
Mantra itu memang untuk menyegel Kimochi, tapi sepertinya sudah terlalu terlambat. Buktinya, cahaya yang ada di depan 8 ksatria sudah berubah menjadi manusia dengan kata lain, Kimochi telah muncul di depan ke-8 ksatria.
"Kaliankah kedelapan Ksatria itu?" Suara lembut Kimochi menyentuh gendang telinga dan menggetarkan koklea (rumah siput) kemudian, melalui tiga saluran setengah lingkaran, masuk ke saluran eustachius lalu—
"Hoy THOR, nggak kebanyakan itu?" Hiei kembali menegur Author.
"Eh, iyaah, ibu~ Maaf. Oke, kalau begitu diulang aja deh." Author menekan tombol back.
"Kaliankah kedelapan ksatria itu?" Suara lembut Kimochi terdengar untuk pertama kalinya di cerita Both MISSION ini.
"Kau.. Kimochi?" Tanya Yusuke.
"Aku akan membantu kalian mengalahkan Kenai." Sambung Kimochi tanpa mempedulikan Yusuke.
"Kenai-Sama, Kimochi telah terbangun kembali!" Lapor Kikuri pada Kenai dengan wujudnya yang tetap manusia itu.
"Apa?!" Suara Kenai yang terdengar kali ini adalah suara yang penuh kemarahan, "Aku akan ke sana!"
"Baik, Kenai-Sama."
"Berikanlah aku keberanianmu. Aku akan membantumu melawan Kenai." Ucap Kimochi.
"Tapi, apa yang sebenarnya terjadi di sini?" Tanya Leorio.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan," Kimochi memutar matanya, "Lihat, ia sudah datang."
"Ia?" Terdengar suara Kurapika sambil melihat ke arah—yang dipandang oleh Kimochi.
Yak, di sana ada Kenai. Biar saya jelaskan ciri cirinya. Rambut Kenai (model potongan rambutnya lihat Chihiro Fujisaki di Dangan Ronpa) berwarna hitam dengan cahaya kebiru – biruan (warna rambut lihat Alphard dari CANAAN). Baju Kenai (topi Kenai lihat Zilgonia di Sailor Moon SuperS) hanyalah baju yang berwarna hitam dengan jubah yang bagian luarnya berwarna hitam dan bagian dalamnya berwarna merah tapi warna merahnya tidak mengalahkan warna Scarlet Eyes Kurapika.
"Kau—"
"Kenai?"
"BWAHAHAHAHAH! I AM KENAI! OBEY ME OR ALL OF YOU WILL DIE BEFORE YOUR OWN COMRADES EYES! BWAHAHAH!"
Untuk sifat Kenai, ia adalah orang yang suka menyiksa dan alay plus lebay. Senjata yang biasa digunakan adalah t—Hmpff—
"Diem lu, Author KuraKura lelet!" Hiei lagi.. Hiei lagi... Tapi kali ini dia udah bener bener mau bunuh saya QAQ
"Kenai, kali ini kau pasti kalah!" Ternyata suara Kimochi bisa terdengar sangat berani kali ini.
"Hah! Memangnya kau bisa apa?"
"Banyak! Sepeda roda satu, hulahup, split, truss.. Truss.."
"Cuma itu? Aku bisa juggling, nari pake pita, jadi badut, jadi kuda—"
"Jadi monyet, jadi singa, jadi semut, jadi kutu, jadi bakteri, jadi..."
"Cih, kalau begitu lihat keahlianku yang kali ini!" Secara Magic lingkaran hulahup yang terbakar pun keluar di tangan Kenai, "Inilah, lompatan singa!"
"Singa? Di mana singanya?" Tanya Yusuke sambil tertawa kecil.
"Tunggu sebentar..." Lanjut Kenai, "Nah, itu dia! Ayo, ON!" Ucapnya dengan memanggil nama singanya, ON.
"Eh, kayaknya singanya miring 23 derajat, posisi X-6, Y-11, deh" Kimochi menunjuk nunjuk ON.
"Apa maksudnya?" Yang terpintar dalam kalangan HxH itu bertanya.
"Posisi X-6, Y... Y-15? Itu apaan?" Tanya Kuwabara.
"Bodoh, itu artinya kemungkinan besar ON akan menabrak hulahup berapi itu." Hiei mulai bercakap.
"Ha? Bukannya itu berarti..."
"ON dan kita akan terbakar." Lanjut Hiei.
"Heeh, bagaimana ini, Kimochi?" Yusuke mengalihkan pandagannya ke arah Kimochi, "Lho? Kok pingsan?!"
"Setelah Kimochi memberitahukan posisi ON, Kimochi mengeluarkan junggler-nya dan mulai memainkannya." Kurapika setengah menjelaskan yang dijawab dengan sebuah anggukan kecil oleh Yusuke,"Karena tangannya kurang seimbang, jungglernya terjatuh mengenai kepalanya dan pingsanlah ia."
Seketika setelah Kurapika selesai menjelaskan keadaan Kimochi pada Yusuke, api pun menyala besar di sekitar mereka.
"Apinya besar sekali!" Ucap Gon dengan nada serius.
"Bagaimana ini?" Killua membalasnya.
Author's Note: Waw, akhirnya selesai juga chapter ini. Sebenernya saya pingin buat chapter ini jadi chapter terakhir sebelum Epilouge. Tapi, entah kenapa semuanya berubah menjadi sirkus kayak begini XDD. Ide supaya tempat ini terbakar dan Kimochi pingsan kejatuhan junggler itu ide temen saya lho! Mereka selalu memberikan inspirasi yang aneh aneh tiap kali aku minta saran. Chapter kali ini dikit banget ya? Maaf~ Well, sorry for the typo(s). R&R Pleasee~
