UNTIL IN THE END

Disclaimer : Bukan punya saya pastinya

Rating : T

Pairing : Entar aja kalau ingat Hehehe

Warning :

Mungkin aneh, terkesan amatiran, banyak typo,OOC dan gaje

Selamat membaca !

Semua terlihat sama saja dari pandangan matanya, ketakuatan dalam hatinya kini semakin besar. Perubahan yang siginifikan dan membuatnya harus turun tangan. Pandangannya tak pernah lepas dari muridnya yang baru-baru ini dia latih. Permintaan dari muridnya yang pertama yang tidak bisa ia tolak, padahal kedatangannya kedesa ini hanya untuk mencegah sesutu yang buruk terjadi, informan yang mengatakan adanya pergerakan aneh dari ninja Oto Gakure dan Suna Gakure di perbatasan Negara Api membuat dia harus cepat-cepat datang menuju desa.

Pandangannya pun dia alihkan kepada muridnya yang saat ini sedang duduk menemani Kazekage. Salah satu murid yang membuat dia bangga, dengan jabatannya sebagai Hokage saat ini membuat dia merasakan menjadi Sensei yang sebenarnya, apalah arti menjadi seorang guru apabila tidak bisa membuat muridnya untuk melampaui dirinya.

Pandangan Jiraiya kembali dia fokuskan kepada Menma, entah kenapa pikiran Jiraiya mengatakan kalau Menma sangat berbeda dengan Minato dan Kushina. Bahkan dia berpikir kalo dia bukanlah anak dari mereka berdua. Namun Minato yang sangat berharap besar pada sosok Menma, sosok yang muridnya anggap sebagai anak penerusnya kelak suatu saat nanti.

'kuharap harapanmu benar Minato'

Inilah pertandingan yang ditunggu-tungu oleh semua orang. Pertandiangan yang mempertemukan antara anak dari Hokage dan Kazekage. Pertarungan yang menentukan Genin siapa yang terhebat 'Konoha atau Suna'.

"Ibu menginginkan darahmu Kyuubi...!" Garaa yang melihat Menma ada di depannya langsung berujar untuk memulai psywar terhadap Menma.

"jangan panggil aku dengan sebutan monster sialan itu..! kaulah yang akan mati duluan bocah pasir.."

Garaa Cuma bisa meperlihatkan tawa sadisnya, pupil matanya mulai mengecil pertanda bahwa orang didepannya harus mati ditangannya.

"ayo Namikaze, buat aku bersenang-senag kali ini..!"

"Cih.." hanya decihan yang bisa Menma ucapkan.

"baiklah apa kalian sudah siap..? jika kalian tidak menjawab aku anggap itu sebagai ucapan 'iya'"

"Hajime.." Sesudah mengucapkan itu Genma langsung berjalan sedikit menjauhi kedua orang tersebut.

Setelah mengucapakn itu Garaa langsung mengeluarkan sebuah pasir dari gentong yang selalu dia bawa. Pasir yang sedikit itu lama-lama menjadi banyak karena bereaksi dengan permukaan tanah yang ada disitu.

"Sabakau Fyu"

Garaa langsung membuat pedang dari pasir yang sangat banyak dan mengelilinginya, dengan merentangkan sedikit tangannya pedang itu langsung bergerak cepat menuju kearah Menma. Menma yang melihat itu hanya menghindar, bawasannya Menma adalah petarung jarak dekat dan Jauh, dengan posisinya dimanapun dia akan bisa melakukan serangan. Garaa dengan santai mengerakkan tangannya, Garaa yang melihat serangannya dengan mudah dihindari tidak memunculkan wajah bingung melainkan wajah yang menikmati sebuah pertarungan, karena hanya inilah yang bisa dilakukan saat ini 'bertarung dan membunuh' hanya dengan ini dia bisa dilihat oleh orang lain bahkan ayahnya yang menjadi seorang Kazekage.

"samapi kapan kau menghindar terus sepeerti pecundang Namikaze..!"

Menma yang disebut pecundang hanya bisa mendecih tidak suka, setelah itu Menma langsung membuiat Hand seal diposisinya yang saat ini menghindari pedang pasir Garaa. Menma pun langsung merubah posisi berlarinya dan menuju kearah Garaa.

"Fuuton : Shinku Renpa"

Pedang angin langsung terbentuk dan langsung mengarah ke posisi Garaa. Menma yang melihat itu sedikit menyeringai dengan begtitu pedang pasir Garaa kan menghilang dan Garaa akan membuat sebuah perthanan dan disaat itulah Menma akan menyerangnya dari dekat. Menma dengan cepat langsung mengeluarkan kunai yang sudah dia siapakn sebelum pertandingan, kunai yang telah dia pasangi kertas peledak. Garaa yang maasih dilindungi oleh pasirnya tidak mengetahui jika ada kunai yang menancapa di pertahanan pasirnya. Menma yang megetahui itu hanya menyeringai dan sedikit berjalan kearah Garaa.

'kena kau Sabaku'

"kai..." Menma berujar pelan.

"Duar..."

"Duar..."

"Duar..."

Garaa yang tak menyadari jika ada kertas peledak yang menyangkut di pasirnya Cuma mengeram marah, dia terlempar kebelakang akibat ledakan dari kunai tersebut.

"kurang ajar kau Namikaze..!"

Garaa langsung berdiri dari acar jatuhnya, dia langsung merentangkan satu tangannnya dan satu tangannya lagi memegang kepalanya yang berkedut dengan keras, salah satau dalam dirinya bergejolak dan ingin keluar, Sesuatu itu ingin keluar dan menguasahi didrinya.

Mindscape Garaa.

"Grrr..berikan tubuhmu dulu Garaa, Ibu akan memabantumu melawan bocah Kyuubi itu, pasti rubah sialan itu sedang mengejekku sekarang!"

"Tenanglah Ibu, akan kupastikan dia akan Mati ditanganku.." Garaa berujar dengan wajah datar.

Mindscape Off

'Sepertinya pelemahan segel itu berhasil, setelah ini apa yang akan kau lakukan Garaa'. Orang yang memakai separuh penutup wajah itu bersidekap dan menatap Garaa, pikirannya masih tertuju dengan peratrungan Garaa namun disatu sisi dia juga memikirkan sesuatu yang sedikit janggal dengan misi yang di berikan oleh Kazekagenya. Misi untuk melakukan invansi terhadap Konoha dan bukan hanya itu mereka juga di tuntut untuk berkerjasama dengan para ninja Oto Gakure. Baki nama orang itu adalah salah satu Jounin elit yang dimiliki Suna Gakure, Baki tidak akan menerima mentah-mentah perintah Kazekagenya dia sampai saat ini sedang menyelidikinya. Dia sangat mencintai negerinya dan Baki tidak ingin desanya di manfaatkan oleh orang lain. Namun pemikiran Baki harus berhenti saat itu juga, saat kedatangan bawahannya via shunsin mengalihkan pandangan Baki.

"ada apa...?" Baki bertanya dengan pertanyaan restoris yang biasa digunakan.

"kami ingin memberitahukan sesuatu yang penting Baki-taichou, tapi tidak disini.."

"Baiklah, Kankuro-Temari kalian lihat pertarungan Garaa..aku ada urusan sebentar..!"

Sedangkan dengan Kankuro dan Temari langsung menganggukan kepalanya itu Baki pun mengikuti anak buahnya dari belakang.

.

.

.

Pertarungan antara Menma dan Garaa saat ini hampir mencapai klimaksnya, terlihat Garaa sedang terpojok. Tubuhnya yang sudah dilindungi sepenuhnya oleh pasir, inilah pertahanan mutlak milik Garaa. Bahkan ratusan bunshin milik Menma yang saat ini mengepungnya tidak bisa apa-apa, jika mereka mencoba menyerang dari dekat maka bunshin itu akan tertusuk oleh pasir yang berebentuk tombak dan keluar dari bola pasir milik Garaa. Menma pun tidak kehabisan akal dia langsung memberi kode kepada para bunshinya untuk menyiapakn sebuah kunai yang telah diberi oleh kertas peledak.

Penontonpun ikut tercekat, apakah Menma berhasil menghancurkan pertahanan milik Garaa atau malah sebaliknya. Kakashi yang melihat muridnya akan melakukan sesuatu langsung mengalihkan pandangan dari buku keramatnya. Bahkan Naruto dan Sasuke yang sedari tadi bermain kartu(?) langsung mengalihkan perhatiannya karena mendadak susana menjadi hening.

"serang..!"

Setelah mengucapkan itu ratusan bunshin itu langsung melempar kunainya secara bersamaan kearah Garaa. Garaa yang melihat dari mata yang telah iya transformasikan menjadi pasir sehingga dia bisa melihat keluar walaupun itu hanya matanya saja. Garaa yang melihat itu tidak tinggal diam dia mencoba mematiakan bom kertas itu dengan pasirnya, pasir milik Garaa mencoba menelan kunai yang telah diberi bom kertas itu, lalu sedikit demi sedikit bom kertas itu berhenti meledak karena telah termakan oleh pasir milik Garaa.

Penonton lagi-lagi dibuat tercengang bahkan Rock Lee yang saat ini memegang tongkat akibat dari ia terluka saat melawan Garaa, tangannya terkepal melihat pertahanan kuat yang dimliki oleh Garaa bahkan bagi seorang Menma yang menjadi prodigy.

Jiraiya yang melihat muridnya melancarkan serangannya dan tidak berhasil sedikit kecewa. Dia sedikit mengutuk pertahanan pasir milik Garaa.

'mungkin hanya kecepatan yang bisa mengalahkannya!'

Asap terkepul akibat pasir Garaa namun Menma yang melihat itu tidak menyia-nyiakannya dengan membuat tidaga bunshin dia mencoba menyerang Garaa dengan rasenggan dari empat penjuru mata angin. Menma sudah selesai membuat bunshinnya dan menyuruh mereka untuk berepencar dan menempati posisi mereka masing-msing. Setelah itu mereka membuat rasenggan masing-masing dari tangan mereka, dengan cakra yang melimpah yang dimilki Menma bukan tidak mungkin dia bisa menciptkan hal yang seperti itu. Dengan kecepatan tinggi, masing-masing Menma itu bergerak maju dan menuju Garaa yang berada dibulatan pasirnya. Garaa tidak tinggal diam melihat Menma yang berlari dengan cepat kearahnya, dengan mengeluarkan pasirnya yang berbentuk tentakel dan mencoba menhentikannya namun dengan mudah Menma menghindari tentakel yang mencoba menusuk dan mengikatnya itu. Dengan kecepatan yang setara Jounin Menma menghindarinya, posisi ke-empat Menma yang semakin dekat dengan Garaa, dan tabrakan antara pasir pertahanan Garaa dengan milik Menma tak bisa terelakkan.

"Rasenggan.."

"Duarrr..."

Tabrakan dari pasir dan rasenggan itu masih terjadi kini terlihat pasir Garaa mulai menipis dan seamakin menipis akibat hantaman rasenggan yang berputar dengan cepat.

"Gyahh...MATI KAU..!"Menma berteriak saat melihat jurusnaya hampir berhasil.

"Duar,,.."

Kepulan debu pasir menyelimuti tempat itu saat pertahanan Garaa mulai hancur akibat jurus Menma. Penonton pun dibuat penasaran dan bertanya-tanya siapa pemenangnya.

.

"sepertinya anakmu sangat hebat Hokage-dono.."

"Haha, kau terlalu berlebihan Kazekage-dono...tapi mungkin itu bukan kekuatan penuh dari anakku.." Minato berujar dengan sedikit bangga.

'menarik, aku akan melihat bagaimana reaksimu Minato...saat melihat Konoha hancur akibat kau tidak bisa melindunginya..!'

.

Kini kepulan asap telah menghilang sedangkan Garaa terjatuh tersungkur dengan kepala sedikit mengeluarkan darah dengan nafas tersengal-sengal Garaa mencoba berdiri. Namun terjadi sesuatu yang cukup aneh cakra kuning aneh mulai menyelimuti tubuh Garaa beserta pasirnya. Menma yang melihat itu sedikit mundur kebelakang dia sedikit merasakan hawa yang tidak enak saat merasakan kepakatan cakra yang keluar dari dalam tubuh Garaa.

Bukan hanya itu saja sesuatu dalam diri Menma tiba-tiba membuka matanya dari tidur panjangnya.

'khu..khu..khu...hawa ini, tidak salah lagi 'rakun bodoh'..'

Penonton yang melihat itu sedikit takut saat meraskan hawa membunuh dari cakra yang dipancarkan oleh Garaa. Bahkan semua jounin yang ada disitu langsung bersiaga semua.

.

"Kau, ..siapa sebenarya anakmu itu Kazekage-dono..aku merasakan cakra penuh kebencian yang sangat pekat dari dalam tubuhnya...tidak salah lagi, apa dia seorang Jinchuriki...MAU APA KAU MEMBAWA JINCHURIKI DALAM UJIAN CHUNI DI DESA LAIN KAZEKAGE-DONO, APA KAU INGIN MENYATAKAN PERANG DENGAN KAMI..!"

"khu...khu...khu...bukankah anakmu sendiri seorang Jinchuriki Hokage-dono...khu..khu..khu.."

'siapa dia sebenarnya'

Minato pun tidak bisa membalasnya.

.

Kondisi Garaa saat ini tebilang cukup aneh, tangan kanannya kini sudah teselubungi oleh pasir dan membentuk sebuat tangan rakun namun tanngan itu membentuk corak warna biru dan terdapat seperti lambang api. Bukan hanya itu saja dibelakang tubuh Garaa juga terdapat ekor yang sangat besar bahkan melebihi tubuh Garaa saat ini.

.

'khu..khu..khu..apa kau takut Gaki, tidak kusangkan kau takut dengan dia..inikah seorang yang dikatakan sebgai prodigy, kurasa tidak..' Kyuubi yang ada di dalam tubuh Menma mulai memprovokasi dengan ucapan-ucapan yang membuat kepala Menma berdenyut.

'cih, jangan ganggu aku Kyuubi...hanya melawannya saja aku sudah pasti bisa, ingatlah aku adalah seorang Namikaze dan seorang anak Hokage.

'cih, khu..khu..khu jika kau kalah. Aku akan menguasai tubuhmu dan mengahncurkan desa terkutuk ini'

Akhirnya suara dari kepala Menma menghilang, lalu dengan cepat Menma langsung mengalihkan perhatiaanya kearah Garaa yang hampir bertranformasi.

.

Jiraiya yang melihat Garaa akan berubah menjadi seekor Biju tidak tinggal diam, dia akan menghentikan anak berambut merah itu, jika tidak maka Konoha akan hancur. Namun saat Jiraiya sudah berdiri tiba-tiba saja tedapat sebuah tanda diatas langit Konoha yang beruapa sebuah bom asap yang cukup banyak dan berwarna warni.

'cih, apalagi ini..apakah ini jawaban dari semua keanehan yang terjadi diluar desa..apakah Oto dan Suna ingin menginvansi Konoha' pikir Jiraiya. Jawaban Jiraiya tidak lama terjawab sudah dengan muncullnya banyak ular raksasa di tengah-tengah desa bahkan ada yang menjebol tembok desa dan dengan cepat masuk kedalam desa bersama dengan pasukan otogakure yang sangat banyak.

.

Penonton berhamburan keluar dari tribun untuk masuk kedalam pertahanan desa yang digunakan jika ada penyerangan ke Konoha. Semua Jounin bersiaga dan melawan saat melihat tanda bom asap itu, mereka juga melihat banyak sekali ninja oto dan Suna yang sudah berdiri disekitar tribun penonton yang sudah sepi. Kakashi yang mlihat itu cukup kaget, karena penyerangan ini telalu tiba-tiba.

.

"apa maksudnya ini Kazekage-dono, kau ingin menyerang desaku...!"

"khu..khu...khu...akhirnya di mulai juga,..aku akan memberikanmu hadiah untukmu dan untuk Konoha Minato.."

"aku tdiak tau siapa kau sebenarnya, tapi jika kau membahayakan Konoha maka aku akan membnuhmu.." Minato mengucapkan itu saat sudah berpindah tempay kebelakang Kazekage dan mengalungkan kunai cabang tiganya dileher Kazekage.

"seperti biasa kau selalu cepat Minato..,khu..khu..khu..."

Kazekage pun membuka penutup mukanya dan yang terlihat bukanlah wajah Kazekage ke-empat melainkan orang dengan wajah pucat dan berambut panjang. Wajah yang beberapa tahun ini dikenal sebagai missing-nin yang dicari-cari oleh lima negara besar salah satu mantan anggota Akatsuki dialah Orochimaru. Salah satu dari tiga Sannin Konoha, seorang sage dari gunung ular.

"apa tujuanmu kesini Orochimaru..!" Minato menekan dengan nada tinggi.

Kunai yang saat ini ada dileher Orochimaru sedikit menggores pertanda bahwa Minato saat ini sangat serius dan tidak ingin bermain-main karena ini menyangkut tentang keselamatan desa .

"pertarungan ini tidak seru Hokage-sama, tapi aku mempunyai sesuatu yang mungkin bisa membua pertarungan ini menyenangkan.."

"apa maksud-.."

Belum selesai Minato berbicara tiba-tiba saja Orochimaru melempar sebuah kunai tepat diantara mereka berdiri namun kunai itu ternyata sudah diberi sebuah kertas peledak, mau tidak mau Minato harus pergi dari posisinya saat ini.

"Duarr.."

Minato dan Orochimaru sudah tidak ada disitu namun Minato shusin tidak jauh dari situ dan dia tidak mendapati Orochimaru. Dengan segera Minato langsung berpindak ketengah-tengah desa dan melihat apa yang dilakukan oleh ular licik tersebut.

.

.

Garaa saat ini sudah hampir dikuasai oleh bijunya namun kesadarannya masih kuat, Menma yang melihat itu langsung menyerang Garaa dia tidak peduli jika Konoha saat ini sedang di invansi oleh Suna dan Oto yang dia inginkan hanyalah mengalahkan bocah berambut merah didepannya.

Menma yang melihat perubahan monsternya tidak terlihat takut namun dalam hatinya sedikit cemas, Garaa langsung bergerak menuju Menma saat ini Garaa tidak takut lagi untuk terkena serangan dan tidak melakukan defensif yang berlebihan seperti pertarungan diawal tadi, Garaa langsung merentangkan tangan yang membentuk cakar Ichibi itu dengan kecepatan tinggi itu dia langsung menangkap Menma yang sedikit shok karena dia baru kali ini melawan lawan yang cukup mengerikan. Menma langsung tertangkap oleh tangan pasir milik Garaa, Menma pun meringis dibuatnya karena cengkaraman cakar ini sangat kuat. Tidak jauh dari posisi Menma saat ini, terlihat Kushina memandang khawatir terhadap anak sulungnya dia takut terjadi apa-apa, Kushinapun langsung melesat kearah Menma dan mencoba ,menyelamatkan anaknya yang telah ditangkap oleh sebuah tangan besar.

"suiton : Suryuudan no Jutsu"

Naga air itu langsung memotong tangan pasir milik Garaa, Garaa yang melihat itu langsung mengalihkan perhatiaanya dan mendapati seorang wanita berpangkat Jounin yang menganggu pertarungannya. Menma pun langsung terlepas karena pasir jika terkena air maka pasir itu menjadi keras dan sulit untuk digerakkan, Kushina langsung membantu Menma berdiri dari acara jatuhnya, namun saat membantu Menma berdiri dan yang didapat oleh Kushina hanyalah sebuah dorongan dan bentakkan.

"APA YANG KAU LAKUKAN KAA-SAN...AKU BISA MELAKUKAN INI SENDIR DAN BERHENTILAH IKUT CAMPUR DENGAN URUSANKU"

Kushina menatap tidak percaya apa yang dikatakan oleh anaknya, dia hanya ingin membantu buah hatinya sediri, apa itu salah? kenapa anaknya yang dia besarkan dengan sebuah kasih sayang yang sangat besar sekarang berubah seratus delapan puluh derajat dan berbeda jauh dengan yang dulu. Menma masih belum sanggup untuk berdiri akibat cengkraman yang diberikkan oleh Garaa sehigga membuat salah satu tulang rususknya patah.

"cepat pergilah Oba-san, aku tidak ingin ada orang yang menganggu pertarunganku..!"

Kushina langsung mengalihkan perhatiannya kepada Garaa lalu dia pun melihat kembali kearah Menma yang sedang menahan sakit.

"aku tidak akan pergi..!"

Kushina pun langsung merentangkan kedua tangannya untuk melindungi anaknya, dia tidak akan meningalkan anaknya apaun terjadi walaupun itu harus mengorbankan nyawanya. Garaa yang melihat itu cukup gerah, Garaa tidak bisa menunggu lagi dia langsung menggerakkan tangannya untuk mencengkaram Kushina dan Menma. Kushina yang melihat itu mencoba menghentikan tangan raksasa milik Garaa dia mencoba melepar tangan itu dengan empat bom kertas yang dia ikat di dalam kunainya.

"Duarr..."

Tangan raksaa milik Garaa langsung hancur namun Garaa hanya menyringai melihatnya dengan cepat tangan itu kembali seperti semula. Kushina yang melihat itu memblatkan matanya, dia sudah tidak memiliki kertas peledak lagi namun dia tidak akan menyerah, kembali dia membuat hand seal. Tangan itu hampir mendekat kearah posisi Menma dan Kushina namun Kushina masih belum selesai membuat hand sealnya.

"suiton : Suryuudan no Jutsu"

Kemabli naga air muncul dibelakang Kushina dan menerjang tangan raksasa milik Garaa.

"Duarr.."

Tangan itu kembali hancur oleh naga air milik Kushina namun lagi-lagi dengan cepat tangan itu kembali seperti semula dan mengganti pasir yang basah degan yang baru, permukaan yang berbatuan membuat Garaa dengan mudah membuat pasir sehingga dia tidak akan kehabisan pasir.

Menma yang melihat pasir Garaa akan menyerang lagi, dan dia mendapati ibunya sudah tidak bisa menahan pasir itu lagi, Menma pun berinisiatif untuk kabur lalu menjadikan ibunya sendiri sebagai tameng, dan dia gunakan kesemapatan itu untuk kabur dari serangan Garaa. Sedangkan Kushina yang melihat itu menitihkan air mata, dia hanya pasrah saat anakanya meninggalkannya sendiri mungkin ini yang terbaik pikirnya.

'aku harus kabur, aku sudah memperingatkaknnya untuk tidak ikut campur dengan pertarunganku namun dia tidak mendengarkannku...itu adalah akibtanya' pikir Menma.

Tidak jauh dari tempat itu terdapat dua orang yang melihat itu dan mereka hanya mendecih tidak suka.

'ini tidak bisa dibiarkan'

Kushina hanya menutup matanya namun air matanya terus saja mengalir seolah tidak ingin berhenti dia sebenarnya tidak takut mati namun dia hanya menangisi perubahan Menma yang seperti itu.

'apa salahku sebenarnya kami-sama hiks..hiks..hiks..'

Tangan itu sudah ingin mencekram tubuh kushina dan kushina hanya pasrah saat tangan itu semakin dekat. Saat Kushina menutup matanya tanpa dia sadari dua bayangan telah muncul didepannya.

"katon : Shieshien"

Empat dinding api muncul dan menahan pergerakan serta menhancurkan pasir milik Garaa dan api yang seperti tembok besar itu menyilaukan penglihatan Garaa. Sehingga mau tidak mau Garaa harus menutup kedua matanya.

Dua suara halus itu sedikit terdengar oleh telinga Kushina belum sempat dia membuka matanya, Kushina merasakan ada seseorang yang menggendongnya ala bridal style. Matanya pun mengercap dan pandangannya sedikit mengabur gara-gara dia menangis tadi.

'kuning, Minato kah..?'

"Na-naruto.." Kushina berseru sedikit bergetar tidak pernah terfikirkan olehnya akan diselamatkan oleh orang yang sudah dia rusak hidupnya, Kushina bertanya-tanya 'setegar itukah Naruto..apakah dia tidak mearasakan sakit hati keapadaku, bukankah dia bisa meninggalkanku dan membiarkannku terbunuh dengan begitu mungkin dia bisa senang namun apa yang terjadi, sebaliknya dia menolongku bahkan anakku sendiri yang selalu aku sayang pergi meninggalkannku'

"iya Kushina-sama...maaf aku tidak sopan dan mengendongmu seperti ini.."

"tid-tidak apa-apa.." Kushina masih saja berujar gugup.

Akhirnya mereka sampai disalah satu atap rumah warga dan Naruto menurunkan Kushina disana , Naruto tidak sendiri dia sedang bersama dengan Sasuke.

"Naruto Kaa-.." belum sempat Kushina berbicara Naruto sudah beranjak dari tempatnya dan menghilang bersama Sasuke.

'apa tadi aku menyebut diriku Kaa-san kepada Naruto..kau bodoh Kushina..bodoh...bodoh...bodoh..'

Naruto sebenarnya mendengar ucapan dari Kushina namun dia mencoba pergi terlebih dahulu, dirinya tidak ingin merasakan sakit lagi, sudah cukup apa yang dulunya dia alami.

.

Setelah kepergian Naruto, Kushina dan Sasuke saat ini Menma menjadi sasaran empuk oleh kunai pasir milik Garaa dan luka sayatan ia dapatkan disekujur tubuhnya.

"haha ayo Namikaze...apa kau takut khu..khu..khu..pakailah kekuatan kyuubi dan kita akan bertarung habis-habisan...!"

Menma dengan nafas tersengal-sengal mencoba untuk tetap tenang dia memang seorang prodigy namu apabila melawan seorang Jinchuriki yang mendapat bantuan dari bijunya akan sangat sulit.

Saat Menma bergelut dengan pikirannya Menma tidak merasakan jika kakinya sudah diselubungi oleh pasir yang sangat besar, sedangkan Garaa hanya menyeringai lalu dengan cepat pasir itu langsung mengikat dan menyelubungi tubuh Menma. Sedangkan Menma yang ingin berontak tidak bisa apa-apa, pasir itu semakin lama menarik Menma kebawah layaknya sebuah pasir hisap.

.

.

.

"Ini adalah waktunya, hancurlah konoha..!"

"Kuchiyose : Edo tensei.."

TBC.

Aku kembali..khuhh. untung aku masih bisa nulis.

*Terimaksih buat sarannya dan komentarnya semua udah aku baca kok..dan tentang pairing, entar-entar aja deh yang penting ceriatnya berjalan entar juga muncul sendiri.

*MAAF kalo risih dengan banyankya typo..aku emang gtu, sulit ngilangin TYPO

Gk usah banyak cincong.

Kritik sarannya aku tunggu..

Sampai jumpa..