"Oh, Nayeon-ah, apa kabar?" Seunghee mencium kedua pipi Nayeon. Chanyeol memaksakan senyumannya ketika melihat wanita itu lagi.
"Chanyeol-ssi, ah aniyo, Oppa belum pergi?" tanya Nayeon.
"Di depan aku bertemu Eomonim jadi aku rasa tidak sopan jika tidak menyapanya" Seunghee membalas senyum Chanyeol.
"Apa kekasih Oppa tidak marah jika Oppa di sini?" Nayeon bertanya.
"Mwo?Kekasih?" Seunghee terbelalak.
"Aku harus segera pergi Eomonim, sutradara menungguku" Chanyeol sudah berjalan hampir ke pintu keluar, tiba-tiba lengannya dipegang untuk menghentikannya.
"Chanyeol, benarkah kau punya kekasih? bagaimana kalau Appamu-"
"Eomonim, Appa tidak akan tau kalau Eomonim tidak mengatakannya. Aku akan mengenalkannya lain kali, Eomonim pasti menyukainya" Chanyeol menghentikan kata-kata Seunghee.
"Arraseo, anak muda jaman sekarang memang susah di atur, hm? kalau begitu hati-hati, ne" Seunghee melepaskan lengan Chanyeol dan Chanyeol segera berlalu.
Chanyeol berlari menuju tempat parkir basement, setelah menemukan mobilnya tampak Jongin duduk di depan kemudi dan Baekhyun ada di bangku belakang menatap jendela dengan wajah murung. Chanyeol membuka pintu penumpang di bagian belakang dan duduk di sebelah Baekhyun.
"Jalan, Kai" perintah Chanyeol, Jongin segera melajukan mobilnya.
"Baby, kau tidak apa-apa?" tanya Chanyeol pada Baekhyun yang sama sekali tidak menatapnya.
"Ku pikir kau tidak mengenalku" Baekhyun berkata sambil mempoutkan bibirnya.
"Baby, sungguh aku ti-" Baekhyun menutup mulut Chanyeol dengan tangannya dan tersenyum lebar.
"Aku bercanda, Chanyeolie, aku tau kau hanya ingin melindungiku" Chanyeol melepaskan tangan Baekhyun dan memeluknya.
"Aku tidak ingin Ummamu menyakitimu" Chanyeol berbisik di telinga Baekhyun.
"Aku lebih menghawatirkanmu, bagaimana kalau Appamu memarahimu?" Baekhyun melepas pelukannya dan menatap Chanyeol penuh keresahan.
"Tenang saja, aku bisa mengatasinya" Chanyeol tersenyum untuk meredakan kepanikan Baekhyun, Chanyeol memegang dagu Baekhyun dan mendekatkan bibirnya.
"Ehem, masih ada aku di sini" Jongin bersuara dari depan kemudi yang membuat pasangan itu menghentikan 'rencana' berciuman mereka.
#ChanBaek#
Hari ini Baekhyun mulai bekerja menjadi asisten Kyungsoo, tentu saja Kyungsoo sangat senang karena bisa dekat dengan Baekhyun dan Baekhyun pun merasa aman. Sepanjang hari pikiran Baekhyun terus dipenuhi oleh Chanyeol dan Umma tirinya, pertemuan tiba-tiba dengan Umma tirinya tentu memberi dampak pada batin Baekhyun.
"Baekkie, Kai akan mengajak makan siang bersama, ayo kau ikut denganku" Kyungsoo datang tiba-tiba ke meja Baekhyun saat menjelang makan siang.
"Tapi pekerjaanku belum selesai, Kyungie" Baekhyun menatap Kyungsoo penuh penyesalan.
"Pekerjaan bisa menunggu tapi perutku tidak bisa menunggu. Dan ini perintah boss!" Kyungsoo berkacak pinggang seolah bersikap garang yang justru membuat Baekhyun terkikik geli. Akhirnya Baekhyun membereskan mejanya dan mengikuti Kyungsoo ke mobilnya.
"Kita akan makan di mana?" tanya Baekhyun dalam perjalanan.
"Pertama kita akan menjemput Kai di lokasi syuting, kalau kau beruntung kau bisa bertemu kekasihmu" ucap Kyungsoo menggoda, Baekhyun merasa pipinya memanas.
"Aigoo, pipimu sampai memerah mendengar kata 'kekasihmu', kau merindukan Chanyeol-mu,eoh?" Kyungsoo tersenyum jahil.
"A-aniyo, huft, gerah sekali" Baekhyun mengipasi wajahnya dan menatap keluar jendela untuk menghindari tatapan Kyungsoo, Kyungsoo tertawa terbahak-bahak.
Setelah mobilnya terparkir di sekitar lokasi syuting, mereka di sambut oleh Jongin yang sudah menunggu kedatangan mereka. Kyungsoo mencium pipi Jongin setelah dia turun dari mobil.
"Oh, kau mengajak Baekkie?" Jongin tampak terkejut sekaligus senang melihat Baekhyun datang. Ya, 2 hari ini Jongin maupun Chanyeol tidak bertemu Baekhyun karena mereka tidak pulang ke apartemen 2 hari ini akibat jadwal syuting yang dipadatkan.
"Hallo, Kai" Baekhyun melambaikan tangannya pada Jongin.
"Kau pasti merindukan Chanyeol, kan? Jja, kita temui Chanyeol, sebentar lagi scene dia akan selesai" Jongin memeluk pinggang Kyungsoo berjalan ke arah set syuting diikuti Baekhyun.
Dari kejauhan tampak Chanyeol dikelilingi oleh banyak kru bersama seorang wanita cantik yang merupakan lawan main Chanyeol, tampaknya Chanyeol sedang serius dengan proses syutingnya. Saat mulai mendekat, tiba-tiba langkah Baekhyun terhenti karena melihat adegan Chanyeol bersama lawan mainnya, berciuman. Ciuman itu cukup lama, Chanyeol memiringkan kepalanya dan memejamkan matanya sedangkan kedua tangannya menangkup pipi wanita berambut panjang itu seolah-olah sangat menikmatinya.
Darah Baekhyun rasanya mendidih, rasa terbakar hingga ke kepalanya bahkan matanya terasa sangat panas. Baekhyun tau itu hanya akting, tapi tetap saja, melihat bibir kekasihnya mencium wanita lain rasanya tidak rela. Jongin dan Kyungsoo yang juga melihat adegan itu segera menatap Baekhyun, melihat sorot mata Baekhyun antara sedih dan marah membuat mereka berusaha mengalihkan perhatian Baekhyun.
"Err..Baekkie, di sebelah sana ada tempat duduk, bagaimana kalau kita menunggu di situ saja?" tawar Jongin, Baekhyun mengangguk tanpa kata.
Mereka bertiga duduk dalam diam, hanyut dalam pikiran masing-masing. Terdengar sutradara meneriakkan pada seluruh kru bahwa syuting telah berakhir dan selanjutnya terdengar riuh desahan lega. Jongin berdiri dan meminta ijin untuk menemui Chanyeol. Tak berapa lama Jongin muncul bersama Chanyeol yang tampak pucat dan panik.
"H-hai, baby" Chanyeol berusaha terdengar biasa saja dan hendak mencium pipi Baekhyun namun Baekhyun menahan tubuh Chanyeol dengan tangannya agar tidak mendekat.
"Kita masih di lokasi syuting, aku tidak mau ada gosip tentangmu" Baekhyun berkata datar, Chanyeol mendengus dan duduk di sebelah Baekhyun.
"Mianhae.." kata Chanyeol lirih.
"Jja, kita pergi makan, aku sudah sangat lapar" Kyungsoo berusaha mencairkan kecanggungan.
Mereka berempat pun segera berdiri dan berjalan menuju tempat parkir, Baekhyun berjalan cepat, dia berjalan di depan Jongin dan Kyungsoo, sedangkan Chanyeol tampak menekuk wajahnya di belakang, berjalan sambil menendangi kerikil di jalanan.
"Chanyeol Oppa!" tiba-tiba sebuah suara mengejutkan mereka, Chanyeol segera mengangkat kepalanya dan membelalakkan mata saat melihat Nayeon berlari ke arahnya, Nayeon yang tidak mengenal Baekhyun, Jongin maupun Kyungsoo melewati mereka dan berjalan ke arah Chanyeol.
"Oppa, Seunghee Eomonim bilang, Oppa syuting di sekitar sini, kebetulan aku sedang lewat jadi aku mampir kemari" ucapnya dengan riang. Ketiga orang yang ada di depan Chanyeol yang mendadak menghentikan langkahnya mendengar ucapan Nayeon. Seunghee memang sempat menelepon Chanyeol dan menanyakan lokasi syuting dengan alasan Taehyung menanyakannya dan memang sempat sebentar berbincang dengan Taehyung di telepon, Chanyeol mendengus sebal, seharusnya dia tau wanita ini maupun Umma tiri Baekhyun tidak akan menyerah begitu saja saat Chanyeol mengatakan dia sudah memiliki kekasih.
Chanyeol baru akan menjawab Nayeon saat tiba-tiba lawan main Chanyeol datang dan berlari ke arahnya.
"Chanyeol-ah!" wanita itu mendekati Chanyeol dan membisikkan sesuatu di telinga Chanyeol, Baekhyun rasanya ingin memukul wajah Chanyeol yang membiarkan wanita itu mendekatinya.
"Oh, jadi ini kekasih yang Oppa bilang?" tanya Nayeon sinis di hadapan Chanyeol dan wanita cantik itu.
"Kau penggemar Chanyeol?" tanya wanita itu tak kalah sinis.
"Aniyo, aku akan menjadi tunangan Chanyeol Oppa!" Nayeon setengah berteriak.
"Jinjja?aku yakin Chanyeol tidak suka wanita semacam kau. Aigoo dan kau sama sekali tidak cantik" wanita itu menatap Nayeon dari ujung kaki hingga ujung kepala. Nayeon menatap nyalang ke arah wanita yang dianggap saingannya itu.
"Nayeon-ssi, sebaiknya kau pergi sekarang, Chanyeol masih banyak pekerjaan" Jongin mendekati mereka dan berkata tegas, tampaknya Jongin lelah melihat keributan itu apalagi wajah Chanyeol sangat tidak bersahabat, dia takut sifat temperamen Chanyeol akan muncul.
"Siapa kau?" Nayeon bertanya ketus
"Aku manager Chanyeol, dan jika artisku mengalami hal yang tidak nyaman aku harus membantunya, dan tampaknya Chanyeol tidak nyaman dengan kehadiran Anda" Nayeon menghentakkan kakinya dan pergi dengan wajah marah. Lawan main Chanyeol tertawa keras namun tawanya berhenti saat ponsel yang ada di tasnya berdering.
"Aigoo..Aigoo..ini pasti dia" ucapnya panik sambil merogoh tasnya dan segera menyerahkan ponselnya pada Chanyeol, Chanyeol segera menjauh untuk menerima telepon.
"Oh, Jongin-ssi, yang mana Byun Baekhyun-ssi?" tanya wanita itu ke arah Jongin, Jongin menunjuk Baekhyun yang masih berdiri mematung ditemani Kyungsoo.
"Anyeong, Baekhyun-ssi. Aku Kim Jaejoong lawan main Chanyeol" Jaejoong membungkukkan badan. Baekhyun membalasnya dengan wajah bingung.
"Saat selesai syuting tadi aku mendengar Jongin-ssi mengatakan kekasih Chanyeol datang dan melihat adegan ciuman kami. Sungguh kami tidak ada apa-apa. Haish, Chanyeol juga bodoh kenapa tidak dari awal mengatakan pada kekasihnya kalau ada adegan ciuman. Kau tau yang menelepon itu kekasihku, Jung Yunho, dia tau adegan ciuman hari ini dan memaksa akan bicara dengan Chanyeol memastikan tidak ada take ulang pada adegan itu" wanita itu terus berbicara dan membuat Baekhyun hanya bisa menatap dengan mengerjapkan matanya. Lalu pandangan Jaejoong beralih ke wanita di sebelah Baekhyun.
"Dan kau?" Jaejoong menatap Kyungsoo.
"Dia kekasihku, Do Kyungsoo" Jongin memeluk pundak Kyungsoo. Jaejoong membungkuk memberi salam yang dibalas oleh Kyungsoo.
"Wah, pasti menyenangkan kalian sering double date, bolehkah kapan-kapan aku ikut bersama Yunnie-ku?" tanyanya sambil menepukkan tangan bersemangat.
"Tentu saja, jaejoong-ssi" Baekhyun mulai tersenyum.
"Em..Jaejoong-ssi, kau cukup terkenal, apa tak apa jika kau pergi dengan kekasihmu?" Baekhyun bertanya ragu.
"Kau mencemaskan Chanyeol?" Jaejoong tersenyum yang menurut Baekhyun senyumnya sangat manis.
"Memang untuk artis pendatang baru seperti Chanyeol dia harus menghindari banyak gosip, awalnyapun aku seperti itu, namun lam-lama aku lelah, aku ingin orang mengenal dan menerimaku apa adanya dan untung saja Yunnie-ku sangat mengerti, dia pun takkeberatan jika banyak wartawan yang mengganggunya, itu memang resiko menurut dia" Jaejoong menjelaskan. Baekhyun mengangguk, Jongin dan Kyungsoo tersenyum lega melihat wajah Baekhyun yang mulai reda dari marahnya. Tak lama tampak Chanyeol berjalan ke arah mereka.
"Noona, kekasihmu itu sangat berisik" Chanyeol mempoutkan bibirnya dan menyerahkan ponsel itu pada Jaejoong, Jaejoong terkikik geli.
"Gomawo, Chanyeol-ah. Baiklah aku duluan, kapan-kapan kita pergi berenam" Jaejoong membungkuk berpamitan dan berlalu.
"Pergi berenam? dengan kekasihnya yag posesif itu?" Chanyeol mengangkat alisnya sambil bermonolog.
"Seperti kau tidak posesif saja" ucap Baekhyun sambil berjalan menjauh.
"Ya! siapa tadi yang cemburu?" Chanyeol mengejar Baekhyun.
"Aku tidak cemburu!" Baekhyun menjawab sengit sambil terus berjalan.
"Oh ya? lalu kenapa wajahmu marah tadi?" Chanyeol menyahut.
"Aku tidak marah, aku lapar!"
"Akui saja kalau kau cemburu" Chanyeol terus menggoda bahkan saat mereka sudah di dalam mobil.
"Diam, atau kau tidur sendiri, tuan Park!" ucap Baekhyun final.
"Ugh! baiklah Nyonya sok benar" Chanyeol melipat tangannya di depan dada.
Cup.
Baekhyun mencium bibir Chanyeol sekilas yang duduk di bangku belakang bersamanya. Chanyeol hendak membuka mulutnya.
"Tidak usah banyak berbicara, laki-laki bawel" Chanyeol tersenyum melihat wajah kekasihnya yang memerah. Jongin dan Kyungsoo yang melihat adegan itu hanya tersenyum geli.
#ChanBaek#
Usai makan siang, Kyungsoo dan Baekhyun kembali mengantarkan Jongin dan Chanyeol ke lokasi syuting karena mobil laki-laki itu masih ada di lokasi syuting.
"Ingat, baby, pulanglah cepat dan kita akan membuat dinner bersama, hm?" Chanyeol berkata sebelum membuka pintu mobil. Baekhyun mengangguk patuh.
"Sampai bertemu nanti, Kyungie" Jongin mencium kening Kyungsoo sebelum berlalu.
Jongin dan Chanyeol merapikan barang-barang mereka dan memasukkannya ke dalam mobil. Tiba-tiba ponsel Chanyeol bergetar.
From: Jay
Chanyeol, bisakah kita berbicara? Tempat dan waktunya kau yang tentukan.
To: Jay
Satu jam lagi di Kona Beans
"Kai, setelah ini kita ke Kona beans, Jay mengajakku bertemu" Chanyeol berkata Jongin yang sedang menata bagasi. Jongin tercengang menatap Chanyeol.
"Tenanglah, aku bisa mengatur emosiku" Chanyeol menepuk bahu Jongin sebelum masuk ke dalam mobil.
Jongin mengemudikan mobilnya ke lokasi yang dimaksud Chanyeol untuk bertemu Jay. Karena lokasi kafe yang tidak jauh dari kantornya, Jay tampak sudah menunggu di sudut kafe. Jongin mengerti jika Jay ingin berbicara berdua dengan Chanyeol sehingga dia memutuskanuntuk pergi.
"Chanyeol, aku akan ke pusat perbelanjaan sebentar, ada yang ingin aku beli untuk Kyungie, jika urusanmu sudah selesai kau bisa meneleponku" Chanyeol mengangguk mengiyakan.
#ChanBaek#
Jongin memasuki pusat perbelanjaan, kakinya melangkah ke sebuah toko tas branded, nampaknya namja ini ingin membelikan hadiah untuk kekasihnya. Tanpa dia ketahui, ada orang lain yang mengenalnya melihat dengan sinis ke arahnya.
"Cih, laki-laki menyebalkan itu" kata orang itu dengan sebal, orang lain yang usianya lebih tua darinya mendengar dan menatap bingung.
"Siapa Nayeon-ah?"
"Itu Eomonim, laki-laki itu manager Chanyeol Oppa yang mengusirku tadi" tunjuknya ke arah Jongin, wanita yang dipanggil Eomonim itu sontak melihat ke arah namja yang dimaksud, dan matanya terbelalak terkejut.
"Jongin? Manager Chanyeol?"
TBC
