Fanfics CT: Nikoh! Mi-kun!
by Shirayuki Misaki
Petualangan dimulai!! Ayo selamatkan Rukia Shirayuki!!
Chapter 9: Rukia diculik!? part 2 – pencarian –
Cerita sebelumnya:
Pada hari libur, semua anggota klub sepakbola Nankatsu berniat bermain sepakbola bersama. Namun saat di perjalanan, Rukia diculik oleh dua orang misterius. Setsuna berusaha menolong namun terluka. Ishizaki yang menyelamatkan Setsuna segera memberitahu semua anggota. Misaki dan yang lainnya membulatkan tekad untuk menyelamatkan Rukia………
Di kotak telepon, Matsuyama segera menelepon Setsuna. Yang bersangkutan memberitahu plat nomor sekaligus merek mobil itu. Matsuyama hanya mengangguk-angguk.
"Bagaimana??" tanya Misaki.
"Katanya mobilnya merek Porsche 356A hitam dengan plat nomor TY 08796 F. Cukup janggal juga plat nomornya." jawab Matsuyama sambil berpikir. Sesaat kemudian, telepon tadi berdering.
"Kurukurukurukurukuru………………"
"Halo, Matsuyama Hika……………" Matsuyama terkejut setengah mati saat mengangkat telepon itu.
"Halo, temanmu yang bernama Rukia Shirayuki ada bersama kami. Berikan tebusan 200 juta Yen atau jika kau menelepon polisi, maka perempuan ini akan kami bunuh…………, temui kami di sebuah gudang tua………………"
"Hikaru!! Tolong aku………………!!" mendadak sambungan telepon itu diputus.
"Hey, halo! Halooo!!!" seru Matsuyama setengah panik. Seketika dia banting gagang telepon itu.
"Sial…………" Matsuyama memegang dahinya sambil berdengus kesal.
"Matsuyama……………" gumam Misaki. Ishizaki dan yang lainnya mulai harap-harap cemas. Itu pasti dari sang penculik.
"OK! Apa yang harus kita lakukan!? Uang 200 juta itu tidak sedikit!!! Jika kita menelepon polisi, maka nasib Shirayuki akan berakhir begitu saja!!" seru Matsuyama setengah membentak.
"Begini Matsuyama..............." Misaki berbisik-bisik pada Matsuyama. Dia hanya mengangguk.
"Baiklah............"
----------------------------------
Di sebuah gudang tua dekat pelabuhan, Misaki dan Matsuyama membawa uang tebusan dari orangtua Shirayuki. Benar yang dikatakan orang itu, mobil Porsche itu ada disana. Itu tandanya benar tempatnya ada disitu.
"Hey, kami sudah sampai!!" seru Matsuyama sambil menelepon orang itu.
"Markas kami bukan di gudang itu..........., tapi di bawah laut!!!"
Matsuyama melotot pertanda kaget. Misaki heran saat melihat Matsuyama.
"Kenapa?"
"Apa dia mau mengerjai kita?" sahut Matsuyama sambil menggigit bibir. Tangannya bergetar seakan-akan ingin memukul orang. Bahkan handphone miliknya hampir hancur.
"Begini..............." kata orang itu lagi. "Kalian masuk melalui gudang itu saja. Kami akan menemui kalian..........."
Setelah terputus, Matsuyama segera menggandeng Misaki untuk masuk ke dalam gudang. Di dalam, Matsuyama dan Misaki berusaha mencari mereka masuk tidak ketemu.
"Menyebalkan.........." Matsuyama mulai geram sendiri. Sesaat kemudian, mereka melihat sebuah lubang yang berisi air.
"Apaan nih?" tanya Misaki. Matsuyama hanya memeriksa saja.
"Ini air laut. Kayaknya ini bisa sampai ke laut juga." jawab Matsuyama.
"Biarkan aku mencoba." kata Misaki sambil meletakkan tas berisi uang. Dia memulai warming up dan mengatur napasnya.
"Kau yakin? Kuhitung sampai 10 menit, kau harus kembali lagi kesini."
"OK!" dengan sigap Misaki turun dan menyelam tanpa bantuan apapun. Matsuyama mulai menghitung waktunya.
10 menit berlalu, namun Misaki belum muncul-muncul juga. Matsuyama mulai khawatir.
"Hey Misaki!! Kau dimana!?" seru Matsuyama. Di saat itu juga, Misaki muncul ke permukaan.
"Bagaimana?" tanya Matsuyama.
"Huft," Misaki menarik napas panjang. "Jauh sekali. 10 menit saja sudah tidak cukup untuk kesana."
"Ya sudah, kita akan berangkat bersama. Kau masih kuat kan?"
Misaki mengangguk.
"Ayo kita pergi!!"
Setelah menceburkan diri, mereka segera menyelam sampai ke dekat terumbu karang. Matsuyama sempat menutup hidungnya sampai akhirnya tidak menutup lagi. Misaki hanya keheranan.
Melihat Misaki dengan raut muka heran, Matsuyama menggerakkan tangannya. Dari gerakan tangannya, terlihat jelas bahwa Matsuyama berkata "ini sudah menjadi kebiasaanku kalau aku menyelam saat masih di Hokkaido." pada Misaki. Misaki mengangguk kecil pertanda paham.
Saat di perjalanan, mereka dihadang oleh makhluk aneh yang selalu mereka lihat di film-film fiksi. Makhluk-makhluk sebangsa gurita itu segera menyerang mereka. Dengan cepat, mereka berkelit. Misaki berusaha melawan, namun dia dilempari tas dan sempat membuat Misaki oleng.
Sambil mengeluarkan hachimaki, Matsuyama menggerakkan tangan pertanda Misaki harus pergi lebih cepat. Awalnya Misaki menolak, tapi Matsuyama menoleh dan menatap Misaki dengan tatapan sayu sambil tersenyum.
"Pergilah......." kata Matsuyama yang sudah mengeluarkan napasnya sedikit. Misaki mengerti dan segera pergi ke markas orang-orang itu. Matsuyama memakai hachimaki itu dan mulai berkonsentrasi karena kekuatannya hanya sedikit. Saat makhluk-makhluk itu menyerang, Matsuyama segera melakukan breakthrough.
Misaki akhirnya melanjutkan perjalanan itu sendiri..........
Chapter 9 – tsuzuku –
Duh, nantikan kelanjutannya di Chapter 10 yah!!
