"Black"

Rate : M

Genre : Drama/Romance

Characters : Sasuke U. & Sakura H.

Disclaimer : Masashi Kishimoto


Summary :

Bumi selalu berputar pada porosnya. Ahli Fisika dan Geografi mengakui itu. Segala Hal yang terjadi pasti akan ada balasannya. Ada kesaksian diantara 'hal yang tertutup' walau ada pepatah "Bangkai yang disembunyikan, lama-lama baunya tercium juga". Dan apakah hal yang disembunyikan pada akhirnya akan terbuka juga? Bagaimana jika terbuka di tengah jalan?. Apakah keegoisan manusia yang merasa 'suci' mampu mengalahkan egonya sebagai pihak yang mencintai?.


Sudah satu bulan sejak Sakura Haruno angkat kaki meninggalkan Negara Korea. Segala aktivitas manusia pada umumnya masih terjalani dengan normal, tapi tak senormal Uchiha Sasuke. Bukankah dia bilang pada Sakura untuk tidak menyebut namanya lagi? Siapa yang tahu?. Hati manusia memang tak dapat dibaca oleh siapapun. Pria itu kini duduk bersandar di kursinya, ruang kerjanya menjadi satu-satunya tempat ternyaman bagi dirinya. Tempat dimana ia bisa sendirian dan tempat dimana ia bisa menggumamkan nama Sakura.

"Sasuke, kau baik-baik saja?"

Sasuke memperbaiki posisi duduknya dan mencoba tersenyum saat Fugaku masuk ke dalam ruang kerjanya.

"Ya, Ayah. Aku baik-baik saja"

"Wajahmu pucat, kau belum makan?"

"Aku sedang tak berselera, ada apa Ayah kemari?"

"Ah, ini"

Katanya sembari memberikan sebuah map berwarna cokelat di atas meja Sasuke. Fugaku melipat kedua tangannya di dada dan menatap Putera bungsunya dengan senyum datar.

"Kau bisa memulai proyek ini besok. Aku harap kau akan mempersentasikannya dengan baik nanti siang, nasib perusahaan ada di tanganmu"

"Sebagai Presiden Direktur di sebuah Perusahaan Negara, aku kagum pada Ayah yang begitu besarnya memperjuangkan saham"

"Ya, kau harus berangkat ke HI sekarang juga. Itachi sudah menantimu di Bandara"

"Aku mengerti, Ayah"

Setelah Fugaku keluar dari ruangannya, ia menghela nafas dan menarik laci mejanya. Ia mengangkat frame foto Sakura dan mengusapnya dengan lembut.

"Kita akan segera bertemu, Haruno Sakura"

.

.

.

"See Heui~"

Wanita bernama See Heui itu mendongak sambil menyeruput green tea di tangannya. Kemudian tersenyum saat pria yang memanggilnya itu meraih wajahnya dan memeluknya, kemudian mengusap perutnya yang masih rata.

"Jaga dirimu baik-baik, ku harap Ayahku tidak akan menemukanmu dengan keadaanmu yang seperti ini"

See Heui tersenyum dan melepas pelukan dari suaminya itu. Menikah secara diam-diam memang bukanlah hal yang bagus, terlebih saat suamimu akan pergi jauh ke belahan dunia yang lain.

"Aku akan baik-baik saja, Itachi"

"Kau harus memberi kabar padaku setiap saat. Segala aktivitas yang kau jalani, dan pola makanmu juga. Dan.. jaga anak kita dengan baik sampai aku kembali"

Jawab Itachi dengan panjang lebar. See Heui hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya itu, lalu menyeruput minumannya lagi.

"Hyung, Noona"

Itachi dan See Heui menoleh, kemudian tersenyum pada sosok pria di hadapannya yang sedang membawa koper merahnya dengan santai. Pria itu mengenakan teuxedo hitam dengan dasi berwarna senada. See Heui tersenyum dan mengangkat tangannya sedikit seolah berkata, "hai" pada pria muda itu.

"Kau sudah tiba, Sasuke?"

Sasuke mengangguk, kemudian menatap Kakaknya yang mengecup lembut kening isterinya. Sasuke membungkukkan tubuhnya pada See Heui dan tersenyum.

"Aku berangkat, Noona"

"Kejarlah"

"Apa?"

"Tidak, bukan apa-apa. Hahaha, lupakan saja"

See Heui hanya tersenyum dan menggeleng mendapati wajah adik iparnya yang kebingungan. Setelahnya, ia hanya bisa melihat dari jauh ke-dua pria yang ia sayangi itu masuk ke dalam pesawat.


HI. November 2012.

Seorang pria bertubuh tegap dengan kulit putihnya itu berlari sekencang mungkin, matanya yang sipit semakin menyipit karena terik matahari begitu terasa bagi pria kelarihan asal Korea asli itu. Tangan kirinya memegang selembar kertas dan wajahnya tak luput dari senyum kebahagiaan.

BRAK!

"Sakuraaaa!"

Pria itu membuka pintu apartemennya dengan kasar, kemudian berjalan ke dapur menghampiri seorang wanita yang sedang sibuk memasak untuk makan siang ini.

"Lee Yoon Sung? Kau sudah pulang?"

Kata wanita itu sembari mematikan pemanas induksi yang ada di apartemenya.

"Hah..Hah…Hah.."

Pria yang dipanggil Lee Yoon Sung itu tertawa kecil sambil mengatur nafasnya, kemudian memberikan selembar kertas pada wanita yang hampir satu bulan ini tinggal bersamanya.

"Apa ini, Oppa?"

"Bacalah"

Yoon Sung segera membuka kulkas dan mengambil minuman kaleng, sementara Sakura masih sibuk membuka kertas yang terlipat rapih itu.

HI Musical School

'MEMPERSEMBAHKAN KONSER MUSIK PERDANA'

Yang diselenggarakan pada :

Sabtu, 24 November 2012

'Selection White Build'

Dengan mempersembahkan Pianis HI Musical School

-HARUNO SAKURA-

Get it now! Don't missed it!

"Hwaaaaa!"

Wanita bersurai merah muda sepanjang punggung itu melompat girang sambil memeluk selembar kertas tadi, kemudian memeluk Lee Yoon Sung yang sedang tertawa kecil. Sudah satu bulan ini Lee Yoon Sung menempatkan Sakura di Sekolah Musik, karena menurutnya Sakura masih sangat muda untuk menghentikan pendidikannya.

Flash Back

"Kita sudah sampai, ini satu-satunya apartemen yang ku punya. Ayah dan Ibuku membelinya untukku di masa depan, tempatnya tidak terlalu besar, tapi cukup untuk kita berdua"

Ujar Sakura sambil masuk ke dalam dan meletakkan kopernya. Lee Yoon Sung duduk di sofa berwarna merah itu sambil menatap ke sekitarnya. Ada banyak piagam penghargaan yang terpasang di dinding yang bercat putih itu, beberapa medali emas atau bahkan perak dan frame yang menampilkan foto-foto Sakura dengan memakai medali itu.

"Tempat ini lumayan nyaman, bersih, dan aku suka berada disini"

Kata Yoon Sung sembari berjalan mengitari ruangan di apartemen ini. Ia melihat di lemari begitu banyak boneka dan piala-piala dengan lambang alat musik yang berbeda-beda.

"Syukurlah kalau kau suka berada disini, mulai sekarang aku akan menyiapkan segala kebutuhanmu sebelum kau berangkat ke Kantor"

Lee Yoon Sung menoleh saat Sakura meletakkan minuman yang baru saja ia ambil dari kulkasnya, kemudian menatap piagam-piagam itu lagi.

"Kau sepertinya seorang musisi ya?"

"Ah, bukan. Aku sempat mengikuti sekolah musik dan lomba di beberapa tempat. Aku mendapatkan banyak piagam dan piala untuk lomba, terakhir aku lomba di Manila dan mendapatkan Medali emas. Aku telah lomba di berbagai tempat, menjadi pengiring, terakhir aku mendapat beasiswa ke Amerika. Namun, itu masa lalu. Karena insiden itu, akhirnya aku harus melupakan mimpiku untuk menjadi seorang pianis"

"Kau mau melanjutkan mimpimu?"

Sakura menghela nafas, kemudian menyandarkan punggungnya di sofa.

"Kau bercanda? Itu pertanyaan bodoh"

"Aku serius! Jangan pernah melihat ke belakang lagi, aku ingin kau meraih mimpimu. Aku yakin kau bisa"

"Oppa, aku tak ada biaya untuk itu. Jangan membuatku-"

"Aku yang akan membiayaimu"

"A-apa?"

"Lanjutkanlah apa yang ingin kau gapai, Sakura"

"Oppa~"

Sakura tak mampu lagi membendung air matanya, ia memeluk Lee Yoon Sung dan menangis dalam dekapan pria yang telah menjadi sosok Kakak baginya.

Flash Back Ends

.

.

.

Bandara Internasional HI

"Akhirnya kita sampai juga, aku sudah mual berada di pesawat selama 3 jam"

Sasuke menoleh ke arah Kakaknya yang sedari tadi mengoceh tidak jelas. Ia merutuki dirinya karena harus pergi dengan orang bawel macam Itachi.

"Hey, Sasuke! Setelah ini kita akan tinggal dimana?"

"Ayah bilang padaku kalau Hotel berbintang lima disini adalah Kyoto. Disana juga kita akan tinggal sekaligus rapat dengan para petinggi perusahaan lainnya. Ayo!"

Jawab Sasuke sambil memegang Samsung Galaxy Tab putihnya dan membuka GoogleMap.


Kyoto Hotel memang tempat yang luar biasa mewah. Setelah tiba di Hotel dan memesan dua kamar untuk Uchiha muda itu, Sasuke akhirnya menghempaskan tubuhnya di kasur sambil menunggu air hangat yang sedang ia siapkan.

TOK TOK.

Sasuke segera bangun dan membuka pintunya.

"Hyung?"

"Ini"

Kata Itachi sembari memberikan sebuah undangan pada adiknya itu, kemudian berlalu meninggalkan Sasuke yang masih tercengang. Ia menutup pintu kamarnya dan membuka undangan itu.

'HI Musical School. Acara musik ya?'

Setelah membaca itu, matanya terbelalak mendapati sebuah nama yang sangat familiar baginya. Nama seorang wanita yang saat ini ia cari keberadaannya.

"Haruno... Sakura"

.

.

.

"Jadi, brosur ini benar, Sensei?"

Tanya Sakura dengan wajah cerianya. Di depannya, sudah berdiri seorang Pria berambut perak dengan masker yang menjadi ciri khasnya.

"Tentu saja, Sakura. Aku rasa kau harus menyiapkan dirimu sebaik mungkin. Kau bisa menggunakan piano yang ada disini untuk latihan, kau bisa menggunakannya kapan saja kau mau. Sekolah ini selalu terbuka sampai jam 10 malam"

"Terima kasih, Kakashi-Sensei! Aku akan ke ruang musik untuk latihan. Jaa~"

Sakura melompat kegirangan setelah keluar dan menutup pintu, kemudian ia segera berlari menuju ruang musik.


Selection White Build, HI. 24 November 2012

Sakura menatap dirinya di balik pantulan cermin rias, ia mengenakan dress sepanjang lutut yang berbahan katun dan berwarna perak. Dress itu tanpa lengan, sehingga Sakura harus menggunakan selendang transparan berwarna putih yang senada dengan gaunnya. Di pergelangan tangan kirinya telah melilit gelang perak berbentuk rantai siku-siku, rambutnya dibiarkan tergerai dengan mahkota kecil berwarna perak di atasnya. Kakinya terbalut high heels perak setinggi 5cm.

"Benar-benar cantik!"

Sakura menoleh dan mendapati Kakaknya disana, membawa sebucket bunga dan tersenyum padanya.

"Ini untukmu, selamat ya"

"Terima kasih, Oppa. Aku tak akan seperti ini tanpa bantuanmu"

"Kau sudah siap? Ku rasa para tamu sudah hadir"

"Doakan saja"

.

.

.

Sasuke Uchiha keluar dari mobil Pajero Sport hitam miliknya dan merapihkan kemeja yang ia pakai. Saat ini ia mengenakan kemeja putih lengan panjang yang ia gulung sampai sikunya, dengan jam tangan mahal yang melilit di pergelangan tangan kirinya. Celana jeans panjang hitam dengan sepatu supra hitam yang ia kenakan begitu serasi dengan wajahnya yang tampan. Ia membawa sebucket bunga yang sudah ia pesan saat ia menerima undangan. Ia berjalan memasuki gedung dan menunjukkan kartu nama serta kartu undangan yang ia terima pada penjaga, kemudian duduk di barisan paling depan di bangku nomor 15.

"Selamat malam para hadirin yang telah datang. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada anda yang berkenan hadir di acara kami, dimana acara ini adalah hal perdana yang kami adakan. Saya harap para hadirin sekalian menikmati acara ini. Untuk pembuka acara ini, saya sudah banyak mengundang bintang tamu yang akan tampil sebagai pembuka maupun penutup acara. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih"

Setelah pemilik acara itu berbicara panjang lebar dan semua kursi akhirnya terpenuhi, lampu gedung tiba-tiba saja padam dan digantikan dengan lampu-lampu yang kecil namun berjumlah banyak. Penyinaran lebih terang diberikan pada posisi panggung yang sudah didekorasi dengan sedemikian elegant untuk dilihat. Lagi-lagi Sasuke dikejutkan oleh pemandangan disampingnya, lebih tepat orang yang duduk di sampingnya.

"Pain?"

Pria yang dipanggil Pain itu menoleh, lalu mengangkat sebelah tangannya seolah berkata 'Hai' dan tidak pernah terjadi apapun pada saat di Korea. Sasuke memicingkan matanya dan bertanya-tanya dalam hati bagaimana pria itu bisa hadir disini. Merasa ditatap, Pain hanya menghela nafas dan menunjukkan selembar undangan yang sama persis seperti yang Sasuke miliki.

"HI Musical School mengundangku, kau lupa aku adalah orang penting di HI?"

"Hn"

Tiba-tiba saja, ada seorang wanita bersurai merah muda yang berjalan menuju sebuah piano besar berwarna hitam yang sudah tersedia di atas panggung, dan seorang pria bertubuh besar yang duduk di belakang drum dan memainkan stick yang ada di atas drumnya. Wanita itu duduk di belakang pianonya dan menatap semua para tamu dengan senyum. Tapi, tiba-tiba senyumnya berubah menjadi wajah yang penuh ketakutan saat melihat dua pria yang duduk di barisan paling depan. Siapa lagi kalau bukan Yahiko Pain dan Uchiha Sasuke yang saat ini tersenyum pada mereka. Sakura menghela nafas.

"Selamat malam, Para Hadirin-"

Sakura menunduk dan menarik nafas dalam-dalam agar ia bisa menenangkan dirinya.

"Aku Haruno Sakura, akan membawakan sebuah lagu berjudul 'For You'. Lagu ini dipopulerkan oleh Azu, dan disini aku akan membawa Pria tampan yang ada di bangku Drum disana, dia adalah Jugo. Pemain Drum ternama di Amagen"

Katanya sambil menoleh pada Jugo yang tersenyum, kemudian terdengar suara tepuk tangan yang meriah. Sakura mulai menarik nafas panjang dan menyentuh tuts pianonya.

Koko ni arunowa kimi ga ima made eranda michi no
Kotae tachiyo hora jishin motte susumeba ii
Totemo shizen nano ame agarino
Asufaruto ni niji kakaru yoni

Sasuke tersenyum menikmati lagu ini, tanpa peduli pada mata Pain yang meliriknya dengan tatapan tidak suka. Ia menyandarkan punggungnya pada sofa dan memejamkan matanya. Ia menikmati lagu ini dan mengingat kejadian saat di Korea, dimana pertama kalinya resmi menjadi sepasang kekasih.

Lonely kaze ga fuite
Feeling kiga tsuitayo
Kotae wa doko nimo nai kedo
Call me wakatteruwa
With you ai wa itsumo
Atae au mono
For you

'Yah, kau benar, Sakura. Aku juga kesepian, saat merasakan angin yang berhembus di Negara itu. Negara dimana kau dan aku menyatu. Harusnya, ini menjadi sebuah jawaban untuk jalan kita. Meskipun, jawaban yang kita cari tak ada dimana-mana'. Ujar Sasuke dalam hati seolah membalas pertanyaan-pertanyaan dalam lagu itu.

Kitto kimi wa itsu no hika
Kono sora wo toberu hazu dakara
Nando tsumazuitato shitemo for you
Taisetsu na koto wa hitotsu
Yume miru koto
Kokoro dakewa tozasanai de ite

'Tidak, Sakura. Aku tidak akan pernah menutup hatiku untukmu. Kau harus yakin aku akan tetap menggapai mimpiku walaupun aku terjatuh berapa kalipun'. Ujar Sasuke lagi. Ia membuka matanya dan menatap permainan indah Sakura. Wajahnya yang begitu menghayati lagu dan pembawaan dirinya terhadap lagu tersebut. Sempurna.

kizutsuite mo namida korae gaman shiteta yo ne?
sonna kimi wo ichiban chikaku de mita kite kara
nani mo iwanakute mo wakatteru yo
donna toki mo ganbatteta koto

Deg. Hati Sasuke seakan mencelos mendengar kata-kata itu. Benar. Itu benar seperti dirinya. Yang tidak peduli pada apapun dan tidak pernah menangis ataupun membagi kesakitannya pada orang lain. Sasuke menyipitkan matanya dan menatap Sakura yang masih bernyanyi dengan suara emasnya.

Runaway mayotta nara
Try again nando datte
yarinaosu koto dekiru kara
I'm here soba ni iru wa
Believing osorenai de
shinji au koto

Sasuke tersenyum lagi. 'Aku adalah laki-laki. Aku tidak akan lari dan aku akan mencobanya terus. Tapi, aku tetap sulit untuk mempercayai orang lain, termasuk dirimu, Sakura'.

"Kau kenapa senyum-senyum?"

Tanya Pain tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya pada wajah Sakura. Sasuke tak menanggapi pertanyaan pria itu. Saat lagu selesai dimainkan, ia memberikan tepuk tangan dan tersenyum sedikit. Sakura bangkit dari duduknya dan membungkukkan tubuhnya, kemudian bersalaman dengan Jugo sebagai tanda terima kasih. Tepuk tangan meriah terdengar kembali. Dengan keberanian, Sakura menengadahkan kepalanya kepada dua pemuda yang saat itu tersenyum padanya.

'Gomawo, Sasuke-ssi, Pain-kun'

"Sedikit bercerita tentang lagu kedua yang akan aku bawakan, aku sengaja memilih lagu ini karena aku merasa lagu ini sangat cocok untukku. Aku tidak mungkin kembali ke masa lalu dan menginjak kesalahan yang sama. Tentu, kita semua ingin hidup seperti itu bukan? Semoga kalian menyukai permainan single ku ini. Christina Perri, Jar Of Heart"

Sasuke tersenyum sinis dan melihat Pain dengan ekor matanya. Dalam hati, ia tentu tahu bahwa lagu ini sangat tertuju untuk Pain.

'Sakura, kau..'

Pain menghela nafas dan tetap memfokuskan dirinya pada Sakura yang mulai duduk dan mengambil ancang-ancang dalam permainannya.

I know I can't take one more step
towards you
Cause all that's waiting is regret
And don't you know I'm not your
ghost anymore?
You lost the love I loved the most

'Kau tahu, aku tak bisa lagi melangkah, mendekatimu

Karena yang menantiku hanyalah penyesalan

Dan tak tahukah kau aku bukan bayanganmu lagi

Aku tlah kehilangan cinta dari orang yang paling kucinta

Sasuke memejamkan matanya. Ia menggeleng pelan, karena Sakura sama sekali tidak kehilangan cinta darinya. Dan lagu itu benar-benar tertuju pada Pain.

I learned to live, half-alive
And now you want me one more time

And who do you think you are?
Runnin' 'round leaving scars
Collecting your jar of hearts
And tearing love apart

You're gonna catch a cold
From the ice inside your soul
So don't come back for me
Who do you think you are?

Sasuke menatap Pain yang sudah mengepalkan tangannya. Hatinya benar-benar panas mendengar kata-kata yang terucap dalam lagu ini. Tidak! Ia tidak boleh gentar, Sasuke menatap Sakura lagi, ia tahu bahwa wanita itu menahan tangisnya menyanyikan lagu ini. Lagu ini benar-benar mewakilkan hatinya.

"Kau dengar itu, 'memangnya kau fikir kau ini siapa? Meninggalkannya dan memintanya bersamamu kembali?' Pain Yahiko"

Pain menoleh ke arah Sasuke dan menarik nafasnya, kemudian berdiri dan meninggalkan konser yang belum selesai itu. Sasuke hanya menghela nafas dan menatap Sakura, ia melihat dengan jelas bahwa air mata itu mengalir di pipinya. Suara piano telah berhenti disusul dengan tepuk tangan yang cukup meriah.

.

.

.

Jam sudah menunjukkan pukul 21:00. Acara musik baru saja selesai, Sasuke berjalan ke belakang panggung mencoba mencari sosok Sakura.

"Aku tidak tahu kalau HI Musical mengundangmu"

Sasuke bersembunyi di balik tembok dan mencuri dengar percakapan Sakura dengan pria berambut oranye itu.

"Aku bahkan tidak tahu kalau sekolahku juga mengundang Sasuke"

"Ah, ya"

"Jadi, ada perlu apa kau mencariku?"

"Ini, terimalah. Untukmu"

Sasuke sudah bisa menebak kalau pria itu juga memberikannya sebucket bunga. Sasuke merasakan jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya.

"Ku rasa bunga ini harusnya kau berikan pada Konan"

"Sakura, kembalilah! Hanya kau yang aku miliki saat ini"

"Kau tidak bisa melakukan ini. Aku lebih suka kau tetap berada di sisi Konan. Aku tidak mungkin kembali padamu, aku mencin-"

"Sakura! Aku mohon~"

"Pain, aku bimbang.. aku mohon jangan seperti ini"

Sasuke mengepalkan tangannya dan mendengar bahwa Sakura bimbang. Jadi, masih ada sedikit hati untuk Pain?.

"Sasuke tidak mungkin mampu menerimamu, keluarganya hanya akan berlaku demikian. Kau tidak mungkin mengejarnya karena aku adalah Ayah dari anakmu"

"Tapi kau membunuhnya"

"Aku tau aku salah, aku disini mengejarmu untuk itu, Sakura"

"Aku-"

"Aku ingin menebus segalanya. Aku ingin memulai semuanya dari awal, aku terlanjur mencintai Sasuke. Pergilah, Konan pasti membutuhkanmu"

"Sakura!"

Sakura memegang dadanya yang terasa sakit. Ia berjalan perlahan meninggalkan Pain yang masih mematung sendirian. Hey, Pain. Penyesalan itu adanya di belakang bukan? Kau tidak bisa meminta kembali seperti semula, saat wanita itu sangat mengindahkan namamu di hatinya. Kau harus menjadikan ini pelajaran berharga. Seharusnya kau susul wanita bernama Konan itu, kau tentu tidak mau kehilangan wanita lagi bukan? Dia masih menunggumu atau tidak, itu adalah urusanmu.

Grep.

"Aah!"

Sakura sangat kaget saat ada yang menarik tangannya dari belakang, tangan itu menariknya dalam pelukan hangat seorang Sasuke Uchiha. Sakura diam tanpa kata saat kepalanya menyentuh dada bidang Sasuke. Tangannya terangkat untuk balas memeluk pria yang ia cintai itu, ia tersenyum. Tersenyum dalam tangisan.

"S- Sasuke-ssi"

Sasuke tak menjawab apapun, ia tahu suara Sakura bergetar menahan tangisannya. Ia mengusap kepala wanita itu dengan lembut dan membiarkan bibirnya mengecup pelan pucuk kepala merah muda itu. Lama dalam pelukannya, karena tak satupun dari mereka ingin melepasnya. Karena hati mereka sama-sama merindukan satu sama lain. Mereka tak peduli bahwa iris jingga keunguan rinnegan Pain menatap mereka dengan penuh sesak. Mereka tidak peduli. Yang jelas, mereka hanya mempersempit jarak diantara mereka. Dengan begitu, hati mereka yang akan berbicara.

*TBC


Kembali memunculkan kelanjutan yang tidak jelas -_-"

Bagaimana menurut kalian chap 9 ini ? :D hahaha.

Jangan lupa untuk review. Membaca tanpa berkomentar itu seperti teh tanpa gula loh (?)

Oke, cukup segini dan saya ucapkan terima kasih kepada readers yang sebesar-besarnya :)