Title : No Way! Special Chapter: ChenMin Side Story: Special Moment
Cast : EXO-M Chen, EXO-M Xiumin, EXO-M Lay, EXO-M Luhan, EXO-K Baekhyun, Wonder Girls Sohee, NU'EST Ren, B.A.P Zelo and others
Rated : T
Disclaimers : Mereka bukan punya saya. Tapi cerita ini punya saya.
Warning : Genderswitch, Typo(s), AU, Gaje, ide pasaran, dll.
Happy Reading!
RRRRrrr... RRRRrrr...
Sebuah benda persegi panjang bergetar di atas meja nakas suatu kamar yang didominasi warna putih. Seorang yeoja berambut lurus yang berantakan sedang tidur di kasur king size berseprai putihnya. Ia menggeliat kecil dalam tidurnya. Tangannya bergerak mencari-cari benda yang biasa disebut dengan handphone itu di meja nakasnya. Setelah tangannya berhasil menggenggam ponselnya yang terus bergetar, ia segera menjawab panggilan itu tanpa melihat siapa yang menelpon.
"Yeoboseyo?" sapanya pada penelpon di sebrang sana dengan mengantuk. Tangan kanannya yang bebas mengucek matanya perlahan. Ia terlihat sangat cantik dengan rambut coklat gelap lurus yang sedikit berantakan, pipi chubby dan kulit putih bersih. Wajahnya bagai bayi yang baru lahir. Sangat lembut dan polos tanpa dosa.
"Ah, ne, eonnie. Aku baru saja bangun," jawabnya pada sang kakak yang ternyata adalah penelpon itu.
Dengan pelan, ia menyibakkan selimutnya dan turun dari kasur. Menampakkan tubuh montok berbalut tank top dan hot pants miliknya. Tangan kirinya masih memegang ponsel di telinganya dan tangannya yang lain meraih handuk yang tergantung di dekat lemari. Ia masih sibuk berbicara dengan kakak perempuannya yang berada di tempat yang berbeda dengannya sekarang. Kaki-kaki pendeknya membawanya keluar dari kamar itu dan berjalan menuju kamar mandi yang tidak jauh dari tempatnya keluar tadi.
"Iya, aku tahu. Sudah, ya. Aku mau mandi," ucapnya lalu menekan tomnol merah di ponselnya itu. Ia kembali melangkah menuju kamar mandi yang sudah tak jauh darinya.
! ! !
"Xiumin!" Yeoja berambut coklat lurus yang sedang berjalan menuju kelasnya berhenti ketika merasakan seseorang memanggilnya. Ia menoleh ke belakang dan menemukan seorang yeoja imut berambut pirang yang diurai sepunggung menghampirinya dengan senyum manis.
"Hai, Luhan," sapa Xiumin dengan senyum kecil di bibirnya. Ia dan yeoja yang ia panggil Luhan tadi berjalan bersama menuju kelas mereka dengan berbincang-bincang kecil. Sesekali mereka menyapa teman-teman mereka yang berpapasan di koridor.
"Kapan Sohee-eonnie pulang dari Jepang?" tanya Luhan setelah mereka sudah dekat dengan kelas mereka.
"Mungkin bulan depan. Sebentar lagi ia mau ujian, jadi ada libur selama beberapa minggu," jawab Xiumin sambil terus berjalan menuju bangkunya diikuti Luhan di belakangnya. Kakak Xiumin, Sohee, bersekolah di Jepang dengan beasiswa. Mereka hanya tinggal berdua di apartemen minimalis di balai kota dekat sekolah Xiumin. Orang tua mereka sudah bercerai, jadi Xiumin lebih memilih tinggal dengan kakaknya dan berpisah dari orang tuanya. Walaupun begitu terkadang ibunya mampir ke kediaman mereka untuk mengecek keadaan anak-anaknya.
Luhan menggerakkan bibirnya membentuk huruf 'o' dan manggut-manggut mengerti. Mereka kembali berjalan dan berbincang dengan diiringi oleh canda tawa.
! ! !
Xiumin merebahkan tubuhnya di kasur king size-nya. Ia sangat lelah dan stress dengan semua tugas yang diberikan oleh guru-guru gila di sekolahnya. Badannya berguling-guling di kasur mencari kenyamanan.
DRRRRTTT...
Tiba-tiba ia dikagetkan dengan bunyi ponselnya yang bergetar. Segera diraihnya benda berwarna hitam metalik itu dari saku kemejanya dan melihat sebuah chat yang baru dikirim oleh Baekhyun.
Bacon : "Ayo kumpul di rumah Lay tiga puluh menit lagi!"
Ia menghela nafas panjang. Ia segera bangkit dari tidurannya dan mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian casual yang biasa ia pakai.
Baru saja akan melepas tank top-nya, ponselnya kembali bergetar menandakan adanya chat yang masuk. Tapi kali ini bukan dari salah satu dari tiga temannya, tapi dari seseorang bernama Chen, membuat pipinya memerah dan ada suatu rasa antusias yang menyeruak di hatinya. Buru-buru dibukanya chat yang baru masuk itu.
Chen : "Noona cantik~ Kau mau ke rumah?"
"KYAAAA!" teriak Xiumin sambil melompat-lompat kecil dengan wajah memerah. Untung saja tidak ada kakak atau ibunya di sini. Bisa-bisa ia dilempar sepatu nantinya.
Dengan antusiasisme, ia membalas chat itu dengan kecepatan penuh. Ia langsung melempar ponselnya ke kasur dan melanjutkan ganti bajunya yang tertunda dengan bersenandung kecil.
! ! !
"Heh? Ini kebetulan atau apa?" ucap atau tanya Baekhyun pada Luhan dan Xiumin yang sudah ada di depan rumah Lay. Ternyata mereka sampai di sana bersamaan. Dasar sahabat sejati. Author jadi ngiri -_-
Xiumin hanya tertawa-tawa gaje. Sepertinya ia sedang dalam mood yang baik. Sedangkan Luhan menatap curiga motor yang terparkir di halaman rumah Lay. Merekapun berjalan bersamaan dan terkaget-kaget saat seorang Kai keluar dari pintu rumah dengan Lay yang berwajah masam. Yeoja kurus itu mengusir Kai bahkan sampai menendang namja tampan berkulit tan itu.
Baekhyun dan Xiumin tertawa-tawa melihat kejadian itu, tapi Luhan hanya terdiam. Setelah Kai mau pulang, mereka bertiga masuk ke rumah Lay.
"Sedang apa Kai ke sini, eoh?" tanya Baekhyun sambil mendudukkan tubuhnya di sofa dekat kamar Lay diikuti dua yang lainnya. Lay hanya menghela nafas berat dan kembali memasang wajah kesal.
"Nanti saja kuceritakan. Aku mau ganti baju dulu," ucapnya sambil berjalan menuju kamarnya. Baekhyun menaikkan sebelah alisnya dan yang lainnya hanya mengangkat bahu tidak peduli.
Dan tepat saat itu, Chen yang baru pulang sekolah lewat di depan mereka. Ia menatap Xiumin yang balas menatapnya malu-malu. Mereka terus bertatapan hingga Baekhyun dengan sengaja berdeham, membuat kontak mata mereka terputus. Xiumin menatap Baekhyun dengan sebal yang hanya dibalas rolling eyes dari yeoja imut itu.
Chen tersenyum manis. Ia mendekati Xiumin dan meraih tangan mungil yeoja chubby itu. Sedangkan Luhan hanya menatap mereka dengan pandangan ¯3¯ dan Baekhyun yang lagi-lagi memutar bola matanya malas melihat adegan itu. Pasti mereka akan mengumbar aura lovey-dovey lagi.
Chen dan Xiumin masih dengan dunia-milik-berdua mereka. Namja bertulang pipi tegas itu masih mengelus lembut jari-jari Xiumin. Ia lalu mulai menggerakkan bibir tipisnya untuk mengatakan sesuatu pada kecengannya itu.
"Emm... Noona?" panggilnya ragu-ragu. Xiumin membalasnya dengan gumaman tidak jelas. Ia masih sibuk merona merah dan mengagumi betapa indah wajah dan suara namja di depannya ini.
"Besok, noona ada waktu?"
Xiumin mengangkat kepalanya dan menatap Chen bingung. Ia mengerjapkan matanya dengan imutnya bagai bayi yang tak mengerti apapun. Chen yang melihat itu hanya mengigit bibirnya gemas.
"Aku... ingin mengajak noona ke Lotte World," ucap Chen membuat kedua bola mata besar Xiumin semakin besar. Ia terlihat sangat imut dengan bibir pink mungil itu membulat. Chen yang tak tahan langsung mencubit pipi tembam Xiumin gemas dengan pelan. Ia tersenyum dan terkekeh pelan menunjukkan barisan gigi rapi dan putihnya melihat Xiumin yang mempoutkan bibirnya.
Dengan masih tersenyum, ia mengelus pipi Xiumin yang tadi ia cubit dengan lembut. Membuat pipi itu merona pink imut. "Bagaimana?" tanyanya.
Xiumin memainkan jarinya dengan gugup. Ia semakin gugup saat merasakan tangan lain menyentuh jarinya dan mengelusnya lembut. Kyaa! Tangannya hangat dan besar!, batin Xiumin berteriak histeris. Ia mengangguk pelan.
"Ya! Jangan goda Xiuminnie, Chen!" Suara teriakan Lay membuat keduanya langsung melepaskan genggaman tangan mereka. Mereka menatap Lay yang berkacak pinggang di depan pintu kamarnya dengan takut bercampur malu.
"Hehe. Aku siapkan minuman dulu, ya, jiejie!" Chen langsung ngacir ke dapur begitu melihat jiejie-nya sudah mengambil sepatu dan siap melemparkan benda itu padanya. Tapi sebelum pergi, ia masih sempat memberikan Xiumin wink-nya dan membuat yeoja manis itu merona.
"Xiumin! Ayo cepat masuk!" Xiumin tersentak begitu mendengar suara Lay dan segera berjalan menuju kamar sohibnya itu.
Xiumin berjalan di belakang Lay menuju kasur queen size milik yeoja cantik itu. Di sana sudah ada Luhan yang asyik memainkan rubik Lay dan Baekhyun yang sedang senyum-senyum sambil menatap layar ponselnya. Tanpa aba-aba Xiumin langsung tiduran tengkurap di antara keduanya. Tangannya mengambil majalah fashion milik Lay dan membolak-balikkan halamannya tanpa minat.
Hening cukup lama sampai Lay menghentakkan kakinya ke kasur. Kebiasaannya kalau sedang kesal. Xiumin, Baekhyun, dan Luhan langsung mengalihkan pandangan mereka pada Lay yang memasang wajah cemberut.
"Baiklah, baiklah. Kita mulai sesi curhatnya," ucap Luhan membuat senyum di bibir Lay mengembang.
"Siapa yang cerita duluan?" tanya Baekhyun. Tangannya meraih boneka beruang besar milik Lay yang ada di dekatnya dan memeluk boneka itu erat. Membayangkan bahwa yang dipeluknya sekarang adalah si mesum PCY alias Park Chanyeol, namjachingu-nya.
"Sebaiknya mulai dari aku!" seru Xiumin sambil bangkit dari terngkurapnya dan duduk di kasur. Senyum manis menghiasi baby face-nya. Tapi sayang, ketiga sohibnya malah menatapnya malas.
Luhan memutar bola matanya malas. "Tentang Chen lagi, eoh?" Xiumin hanya nyengir kuda dan mengangguk antusias yang mendapatkan seruan dari Baekhyun dan Lay disertai lemparan boneka unicorn dari pemilik kamar padanya. "Dasar kau ini!"
Xiumin mengusap kepalanya yang terkena telak boneka putih itu lalu memeluknya erat dengan perasaan berbunga-bunga. "Asal kau tahu, Lay. Chen itu sangat tampan dan baik. Ia selalu menyiapkan camilan saat ada tamu, kan?" Ia bisa merasakan pipinya memerah sekarang. Jika kalian bisa melihat isi pikirannya sekarang, pasti yang akan terlihat adalah Chen yang berwajah penuh kharisma dan senyum tipis yang selalu terplester di wajahnya sedang membawa nampan berisi kue-kue dan teh. Lengkap dengan baju khas buttler-nya.
"Kalau dipikir-pikir, benar juga apa kata Umin," ucap Baekhyun yang menyadarkan Xiumin dari khayalan tinggat menengah(?)nya.
TUING! Perempatan muncul di dahi Xiumin. Dengan kesal, ia menghadiahi jidat lebar Baekhyun dengan jitakan manis dari tangan kecil nan mulus miliknya. Membuat yeoja imut berambut brunette itu merintih kesakitan sambil memegangi kepalanya.
"Jangan panggil aku 'Umin', bodoh!" marah Xiumin pada Baekhyun yang langsung bersembunyi di balik lengan kurus Lay.
Singkatnya, karena saya malas nulis, mereka melanjutkan obrolan para gadis mereka sampai negara api—eh, maksudnya sampai Chen datang dan mengacaukan semuanya.
Ia masuk ke dalam kamar Lay tanpa diundang dan dijemput, membuat semua yeoja di situ kaget setengah mati karena ada suara gaib yang menginterupsi obrolan mereka.
Si Umin alias Xiumin sudah berbunga-bunga dengan wajah yang memerah. Masih dengan boneka unicorn putih di pelukannya. Ia menyembunyikan wajahnya di balik boneka berukuran sedang itu. Terlalu malu karena Chen melihatinya terus tanpa berkedip.
"Jangan lupa besok, ya, yeppeo noona," Xiumin bisa merasakan jantungnya akan copot saat itu juga karena terus-menerus berdetak dengan tidak normal. Pipinya merah terasa seperti terbakar. Kepalanya pusing karena tidak tahan menahan debaran jantungnya saat Chen memberikannya wink tadi. Dan pada saat itu juga, ia pingsan karena ketampanan seorang Kim Jongdae.
! ! !
Chen menatap ke luar jendela kelasnya dengan senyum tipis nan manis di bibirnya. Ia sudah tidak sabar ingin mendengar bel pulang berbunyi dan ia bisa segera pergi ke Lotte World dan bertemu dengan teman jiejie-nya yang imut dan manis itu.
Ia menutup matanya pelan merasakan angin membelai wajah tampannya. Di pipinya, semburat pink tipis terlukis di sana. Benar-benar khas orang sedang kasmaran.
Dan akhirnya bel pun berbunyi. Chen mengalihkan pandangannya dengan antusias dan mulai merapikan buku-bukunya. Senyum lebar terlukis indah di bibir tipisnya. Batinnya bergejolak senang karena sebentar lagi ia akan pergi kencan dengan Xiumin noona kesayangannya. Dengar? KENCAN. K.E.N.C.A.N! Ya Tuhan, rasanya ia ingin sekali berguling-guling seperti kerbau di lapangan sepak bola sekolah saking senangnya.
"Hai, ChenChen~" Gulp. Chen menelan ludahnya susah payah saat mendengar sebuah suara 'merdu' memanggilnya. Ia menoleh kebelakang dan menemukan dua temannya yang tersenyum seram. Zelo dan Ren. Oh tidak.
"Kau mau kencan, hyung?" tanya Zelo, namja manis dengan rambut pirang ikalnya. Chen hanya bergidik ngeri tanpa menjawab pertanyaan temannya itu. Ia segera berlari untuk pergi jauh dari mereka, tetapi sial nasibnya, Ren, si yeoja tomboy meraik kerah kemejanya dari belakang dan menariknya hingga ia jatuh terduduk di lantai.
"Hei~ ChenChen, kau sudah punya yeojachingu tapi tidak memberi tahu kami, eoh?" Ren mempoutkan bibirnya imut. Zelo mengangguk menyetujui ucapan teman dekatnya itu. Chen yang ditatap seperti itu hanya menggaruk belakang kepalanya pelan sambil nyengir gaje. Zelo yang mengerti gerak-gerik Chen pun langsung berlari ke depan kelas dan berteriak kencang membuat seluruh teman sekelasnya memperhatikannya.
"CHEN HYUNG SUDAH PUNYA YEOJACHINGU! AYO KITA RAMPOK(?) DIA!" koornya pada seluruh teman sekelasnya. Yang lainnya pun langsung ribut, termasuk Ren. Merasa ada kesempatan emas, Chen segera berlari keluar kelas menghindari teman-temannya.
"YA! BERHENTI CHEN!" teriak seluruh teman sekelasnya pada Chen yang sudah dekat dengan tikungan koridor sekolah. Merekapun mengejar Chen ramai-ramai. Sungguh, sekarang Chen merasa ia adalah seorang pencuri yang baru saja ketahuan mencuri sesuatu di kelasnya sendiri. Ia mempercepat larinya saat mendengar banyak suara derap langkah yang diyakini milik teman sekelasnya mendekat.
"HUWAAHH! MENJAUH DARIKU!" Chen berteriak histeris saat Ren berhasil menarik lengannya dan, yeah~ bayangkan saja sendiri. Saya kasihan sama Chen kalau nyeritain penderitaannya.
! ! !
Seorang namja tampan dengan mata sipitnya berlari menusuri jalanan kota Seoul yang ramai. Apalagi ditambah belasan manusia nista berseragam yang sama dengannya berlari mengejar dirinya tak jauh di belakang.
Chen terus berlari dengan nafas yang tersendat-sendat. Jelas! Jarak sekolahnya dan Lotte World cukup jauh! Kau harus dua kali naik bus untuk mencapainya. Dan lihatlah sekarang. Karena ulah temannya yang ganas itu, ia harus berlari sejauh ini untuk menghindari mereka. Padahal tadi mereka sudah mengintrogasi Chen dan meminta PJ alias Pajak Jadian darinya. Tapi Chen sama sekali tidak memberikan PJnya. Lah, dia 'kan belum jadian sama Xiumin noona-NYA. Tapi temannya itu tetap ngotot dan kembali terjadilah kejar-kejaran antara para harimau dan seorang kalajengking(?).
Chen berhenti berlari setelah merasa ia tidak mampu berlari lagi. Ia menoleh kebelakang dan tidak menemukan temannya sama sekali. Tapi itu hanya berlaku sebentar saat ia melihat siluet Zelo yang mencarinya di antara kerumunan orang-orang yang berlalu lalang.
Beruntunglah ia, ia mendapati Xiumin yang sedang berdiri di sekitar gerbang Lotte World. Tanpa memperdulikan penampilannya yang acak-acakan, ia segera berlari menuju Xiumin dan menghampirinya dengan nafas yang terengah-engah.
"Xiumin noona!" Xiumin menoleh saat merasakan ada suara yang memanggilnya. Dan betapa kagetnya ia saat mendapati Chen dengan penampilan yang sangat berantakan. Ia segera berlari pelan menuju namja tampan bertulang pipi tegas itu.
"Omo! Chen-ah! Gwenchana?" tanyanya khawatir. Ia lebih mendekatkan lagi tubuhnya pada Chen dan merapikan rambutnya. Ia harus sedikit berjinjit untuk melakukannya karena tinggi badan mereka.
Chen hanya terdiam saat menyadari posisi mereka saat ini. Kalau dilihat, wajah mereka sangat dekat. Chen menatapi wajah khawatir Xiumin yang sedang merapikan rambutnya dalam diam. Dari jarak ini ia bisa mencium aroma tubuh sang yeoja berpipi tembam itu. Wajahnya pun mulai memerah. Pikirannya mulai melayang memikirkan hal-hal aneh.
Setelah selesai merapikan rambut Chen, Xiumin menjauhkan tubuhnya dari namja berkacamata itu. "Nah, sudah selesai! Ayo!" ucap Xiumin dengan senyum manisnya. Chen masih diam. Sepertinya ia masih larut dalam khayalannya.
Merasa tidak dihiraukan, Xiumin memanggil nama Chen berkali-kali dan melambaikan tangan kanannya di depan adik Lay itu. Walau hasilnya tetap sama, sih.
"Chen~ Cheen. Chen! Helloo~" Senyum senang terkembang di bibir Xiumin setelah Chen menanggapi panggilannya. Ia menghela nafas pelan dan menghentikan lambaian tangannya.
"Noona, neomu yeppeo," Tiba-tiba Chen berguman pelan yang masih bisa didengar oleh Xiumin. Xiumin segera menoleh dan... Blush! Rona-rona merah menjalari pipinya setelah melihat senyum Chen. Ia menggeleng kuat dan membalikkan tubuhnya.
"A-ayo cepat rapikan penampilanmu dan segera masuk!" ucapnya seraya menarik Chen menuju toilet umum di dekat situ.
! ! !
Xiumin berdiri dengan tubuh yang bergetar sambil memegang lengan Chen erat. Mereka berdiri di depan wahana rumah hantu. Sepertinya mereka baru saja keluar dari sana.
"Aku tidak mau masuk lagi!" bisik Xiumin masih tetap memeluk lengan Chen erat. Yang dipeluk hanya senyum-senyum gaje karena Xiumin sedari tadi sejak dalam rumah hantu tidak melepaskan lengannya sama sekali. Agak merasa bersalah juga, sih, saat melihat wajah Xiumin yang ketakutan.
Perlahan, Chen menggerakkan tangannya dan mengelus rambut Xiumin pelan. Kepalanya menunduk hingga ia bisa menatap Xiumin lebih dekat. "Sudah, noona. Tenanglah," bisiknya pelan.
"Che—" Xiumin membulatkan matanya. Begitu pula dengan Chen. Karena tadi Xiumin mengangkat kepalanya tiba-tiba untuk menatap Chen, bibir mereka tidak sengaja tersentuh. Buru-buru Xiumin melepas pelukannya dan menunduk dalam sambil memegangi bibirnya. Wajahnya merah. Jantungnya berdetak sangat cepat. Jika saja tempat ini tidak ramai, mungkin detak jantungnya akan terdengar jelas.
Chen masih mematung. Ia menyentuh bibirnya pelan. Tak lama, sebuah seringai muncul di bibirnya dan lidahnya menjilat bibir bawahnya, merasakan sisa-sisa bibir Xiumin di bibirnya walau hanya sebentar. Ia merangkul Xiumin dan kembali berjalan mengitari Lotte World yang luas itu.
Mati aku. Mati aku. Mati aku, batin Xiumin yang masih menunduk dalam rangkulan Chen. Dengan berani, ia mencoba mengangkat kepalanya. Karena pegal juga kalau menunduk terus.
"Noona, bagaimana kalau kita ke sana?" tanya Chen sambil menunjuk bianglala yang sangat besar dengan antrian yang cukup panjang. Xiumin menatap wahana itu dengan antusias. Bianglala adalah wahana kesukaannya.
"Ayo!" seru Xiumin dengan semangat dan menarik lengan Chen menuju ke arah antrian tanpa peduli dengan rasa malunya tadi. Chen hanya tersenyum melihat sifat kekanakan teman jiejie-nya ini.
Setelah cukup lama mengantri dalam diam, akhirnya ini giliran Xiumin dan Chen untuk menaiki bianglala raksasa dengan 72 kursi itu. Mereka masuk dan duduk bersebrangan di kursi nomor 72 tersebut, yang artinya mereka adalah yang terakhir naik.
Xiumin masih tersenyum senang memandang pemandangan sekitarnya ketika bianglala itu bergerak perlahan. Sedangkan Chen yang duduk di seberangnya hanya menatap kagum yeoja berkulit halus dan putih di depannya dengan tatapan kagum. Ya Tuhan, ini pertama kalinya ia melihat yeoja secantik ini selain ibunya. Bisa Chen rasakan pipinya mulai memanas dan jantungnya yang berdegup dengan kencang. Ia menutup matanya sebentar dan kembali menatap Xiumin yang masih terkagum dengan pemandangan luar.
"Chen! Lihatlah!" Chen tersentak kaget saat Xiumin menyerukan namanya dan menarik lengannya lembut. Chen segera mengalihkan pandangannya ke luar jendela, tempat yang Xiumin tunjuk dan menatap kagum dengan pemandangan itu. Sebuah taman bunga yang tadi sempat mereka datangi terlihat sangat jelas dan indah dari sini. Bunga-bunga tulip berwarna merah itu membentuk sebuah bentuk hati yang sangat indah, membuat kesan romantis yang sangat kentara. Ternyata semua orang ingin menaiki bianglala karena ingin melihat taman bunga yang katanya taman cinta itu.
"Sangat indah, bukan?" tanya Xiumin sambil tersenyum lembut dan tetap menatap taman bunga tersebut. Chen hanya bisa berguman kecil dan mengalihkan pandangannya pada Xiumin. Matanya terpaku melihat senyuman itu. Tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya pada wajah cantik Xiumin.
Xiumin yang merasakan hembusan nafas di lehernya segera menoleh kesamping dan terpaku menatap wajah Chen yang sangat dekat dengan wajahnya. Wajahnya memerah sempurna. Jantungnya berdetak dengan cepat. Udara di sekitar mereka menjadi panas. Dengan perlahan, ia menutup kedua matanya saat dirasa sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Tubuhnya terasa seperti meleleh merasakan bibir tipis namja bertulang pipi tegas itu melumat bibirnya lembut.
Lumatan demi lumatan kecil Chen berikan. Ia merasa candu dengan rasa bibir yeoja manis di hadapannya ini. Setelah sekian lama, ia melepaskan ciumannya dan menggenggam tangan Xiumin erat. Wajahnya merona pink lucu. Ia menghela nafas sebentar dan menatap Xiumin tepat di matanya.
"Noona, saranghae. M-maukah kau jadi yeojachingu-ku?" ungkap Chen dengan yakin. Xiumin menatapnya dengan mata yang membulat dan wajah yang merona merah manis. Dengan perlahan, ia menganggukkan kepalanya, membuat Chen terkesiap kaget dan tersenyum senang.
"Nado saranghae, Chen."
Dan dengan itu, mereka kembali menautkan bibir mereka dan larut dalam ciuman lembut.
! ! !
"YA TUHAN MEREKA BERCI—UMMMPPHH!"
Ren membekap mulut Zelo dan mengambil teropong yang berada di tangan namja imut itu. Yeoja manis itu mengarahkan teropongnya ke bianglala di mana Chen dan Xiumin berada. Tak lama setelah itu ia melepaskan bekapannya pada Zelo dan berteriak tidak jelas, membuat semua orang menatap mereka aneh.
Tapi tak lama, teriakan Ren berubah menjadi tawa mengerikan yang membuat bulu kuduk Zelo merinding. "Hehehe. Itu artinya kita bisa merampok ChenChen besok. Hehehe," Zelo menelan ludah gugup saat melihat Ren mengambil sebuah kamera dengan lensa yang besar dari dalam tasnya dan memotret Xiumin dan Chen yang sedang asyik berciuman di bianglala.
! ! !
Xiumin dan Chen berjalan keluar dari bianglala dengan perasaan senang dan tangan yang saling bertautan. Mereka berjalan ke arah sebuah kedai ice cream yang cukup ramai. Hari sudah semakin sore dan mereka juga kelelahan karena bermain terus-menerus dari tadi.
"Tunggu sebentar, chagi, biar kupesankan ice cream-nya," ucap Chen seraya pergi menuju kasir untuk memesan dua mangkuk ice cream. Sedangkan Xiumin yang duduk diam hanya tersenyum manis dan menatap Chen dari kejauhan. Sepertinya ia masih tidak percaya bahwa mereka berdua kini resmi sepasang kekasih.
Tak berapa lama, Chen kembali dengan dua mangkuk ice cream vanila dan coklat. Ia memberikan ice cream coklat pada Xiumin yang dibalas sebuah pout imut dari yeoja chubby-nya itu.
"Kau mau membuatku gemuk, eoh?" Chen yang mendengarnya hanya tertawa ringan. Tangannya bergerak mencubit pipi mulus Xiumin dan mencoba menghentikan tawanya saat mendapat deathglare dari sang yeojachingu.
"Min-noona chagi," Chen menghentikan ucapannya sebentar untuk tertawa karena panggilan yang ia berikan untuk Xiumin. "Kau tidak akan gemuk hanya karena memakan ice cream coklat. Ayolah, kau tidak mau menerima ice cream dari pacarmu, eoh?" ucap namja bersuara cempreng itu dengan senyum geli di bibirnya yang tak pernah lepas.
Xiumin kembali mempoutkan bibirnya. Pipi tembamnya menggembung membuat Chen ingin mencubitnya lagi. Tapi ia tahan keinginan itu. Hey, ia tidak mau putus karena sang yeoja protes selalu mendapat bekas memerah di pipinya.
Dengan berat hati Xiumin mengambil mangkuk ice cream-nya dan mulai makan. Dari suapan-suapan pelan, tak lama ia makan dengan lahap. Chen yang melihatnya hanya bisa terkekeh kecil karena sifat kekanakan yeojachingu-nya ini. Ia pun mengambil sendoknya dan mulai makan dengan tenang.
! ! !
"Noona."
Xiumin menoleh ke kanan dan mendapati tangan Chen yang mengelus bibirnya lembut—membersihkan sisa ice cream di sudut bibirnya. Wajahnya memerah malu. Diraihnya tangan besar namjachingu-nya itu dan menjauhkannya.
"Cheesy!"
Chen kembali tertawa untuk yang sekian kalinya hari itu. Xiumin yang melihatnya pun ikut tertawa, mengundang para pengunjung untuk melihat ke arah dua sejoli mesra itu. Semua mata memandang kagum melihat keserasian sepasang kekasih yang masih sibuk tertawa itu.
"Ayo pulang. Biar ku antar," Chen segera berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya di hadapan Xiumin. Xiumin tanpa ragu meraih tangan itu dan bangkit dari duduknya. Merekapun pergi keluar dari Lotte World dengan bergandengan tangan.
! ! !
Chen dan Xiumin berada di depan sebuah gedung apartemen yang terlihat sederhana. Mereka masih terdiam dan menatap satu sama lain. Tapi tak lama Chen berbicara, memecahkan keheningan di antara mereka.
"Noona, selamat malam. Gomawo sudah mau menemaniku dan menjadi yeoja-ku."
Xiumin merona malu mendengarnya. Ia mengangguk pelan. "Ne, Chennie," Dengan jantung yang berdegup dengan cepat, Xiumin memberanikan diri mendekatkan wajahnya pada wajah Chen dan menciumnya kilat.
Chen terkesiap. Walau hanya sebentar tapi ia sangat senang. Ditatapnya Xiumin dengan senyum lebar dan perlahan ia mulai menjauh kembali menuju rumahnya sambil melambaikan tangan.
"Sampai jumpa, Chen! Hati-hati di jalan!" seru Xiumin sambil melambaikan tangannya pada Chen yang mulai menjauh. "Saranghae," lanjutnya dengan lirih dan mulai berjalan masuk ke dalam apartemennya.
! ! !
Pagi ini Chen memasuki kelasnya dengan ceria. Tentau saja karena kemarin adalah hal terindah baginya. Berkencan dengan Xiumin-noona dan menjadikan yeoja manis itu kekasihnya. What a beutiful life, it is.
Tapi semua keceriaan itu meluap entah kemana ketika ia melihat dua sosok berambut pirang duduk di mejanya bersama seluruh teman sekelasnya. Chen yang baru saja masuk langsung berbalik dan mencoba melarikan diri. Sayangnya salah satu komplotan Zelo dan Ren menariknya dan menyeretnya ke arah duo blonde itu.
"Halo ChenChen~ Bagaimana harimu kemarin? Sangat indah bukan?" tanya Ren dengan senyum sadisnya. Chen bergidik ngeri dan mundur kebelakang untuk menghindar. Tapi sayang Zelo berada dibelakangnya dan menahan tubuhnya.
"TIDAAAAAKKK!"
Dan pagi itu, di salah satu sekolah di Seoul, Korea Selatan, teriakan melengking dari seseorang bernama lengkap Kim Jongdae menggema di seluruh gedung sekolah.
The End dgn tidak elitnya
A/N: Anyeoooooong~! Saya kembali dengan Special Chapter dari No Way!~ Ada yang nunggu FF ini? Maaf kalo jelek dan feel-nya gak kerasa. Saya juga bingung kok saya bisa nulis begituan *nunjuk atas* di tengah-tengah Try Out seperti ini XD Sebenarnya FF ini mau saya jadikan cerita baru, tapi kayaknya seru aja kalo dimasukin ke No Way!nya itu sendiri.
Nah, jadi Special Chapter ini bakal nyelip di antara keseriusan chapter No Way!. Saya bakal ambil dari couple yang paling jarang banget muncul di FF. Karena ChenMin udah, jadi selanjutnya adalah... BaekYeol! WooHoo! /DOR/
Ini adalah chapter terpanjang di FF No Way!. dan jujur ini ChenMin pertama saya. Jadi mohon maaf kalo kurang bagus m(_ _)m
BIG THANKS FOR ALL MY READERS AND REVIEWERS! I LOVE YOU ALL! /lempar kolor-kolor Kris/
Kazuma B'tomat, Brigitta Bukan Brigittiw, Woo Jihye, EXOLunatics, meilina . putri . 79, 0312luluEXOticS, aniimin, dennis kim, white14, KpopersUnyu, chocoDOnutKRISpy, LeeKim, Byun Lalla Chan EXOtics, Minerva Huang, GALAUnema20071999, BLUEFIRE0805, Jung Hye Min, Park Min Chan, hunhannnnn, KecoaLaut, 13ginger, BabySuLayDo, RiyoungSuhoWife, myunnie91, Rin Rin Kim ChenMin EXOtic, Kim Haerin-ah, EXOGuardianLeader, seo ra lee, Thehunna, miparkland, uniquegals, annevisandra, preman gagal, miyuk, Hyo, mitatitu, agnes . indah1, HaeSan, kkamjong, KaiSoo Fujoshi SNH, CallMeThes42, exoneeeeeeeeeeee, Neurla, dan dua orang yang mengenalkan saya dgn dunia k-pop ini :D
THANKS FOR YOU ALL! I LOVE YOU! KAMI CINTA SAYA! :*
Btw, TANGGAL 13 KEMAREN KRIS PULANG KE KOREA, LOH! BRARTI COMEBACK MEREKA MAKIN DEKET *sujud sukur*
Last words, review, please? ;)
