Happy School

Disclaimer: Shinee bukanlah punya saya.

Cast:

Choi Minhwa : Heroine cerita ini. Cerminan gak kesampeannya si author.

Lee Taemin : Salah satu anggota kelompok cowok-cowok high level seantero SMschool. Tipe sweet boy. Sebel banget sama Minhwa, tapi…

Key : Pacarnya Minhwa. Tipe cowok cool yang sabar dan pengertian. Salah satu anggota kelompok cowok-cowok high level seantero SMschool.


Part 9: Confrontation

Akhir-akhir ini aku jadi pusat perhatian satu sekolah.

Kejadian ini hampir sama persis dengan yang terjadi saat aku baru saja pacaran dengan Key. Sebagai salah satu dari famous boys SMA SMschoolpacarku itu memiliki banyak penggemar, bukan hanya dari sekolah kami tapi juga dari sekolah-sekolah lain. Waktu aku menyatakan perasaanku padanya kebetulan salah serang anggota Famous Boys SMschool Fans Club (FamBoys FC) mendengarnya dan berita jadiannya kami menyebar ke seluruh pelosok dalam waktu kurang dari satu hari. Dimana-mana aku jadi pusat perhatian orang-orang yang diam-diam mencuri pandang kepadaku, berbisik-bisik 'dia adalah pacarnya Key.' Tapi lama-lama bisik-bisik itu mulai hilang dan semua perlahan kembali normal.

Berita soal Taemin yang menyatakan cinta padaku di depan umum menyebar lebih cepat dari berita jadianku dengan Key. Mungkin karena banyak saksi mata. Banyak orang yang penasaran siapa sosok cewek yang bikin heboh itu dan saat mereka tahu cewek itu adalah aku, kebanyakan bereaksi negatif. Apa bagusnya sih cewek itu sampai disukai Key dan Taemin sekaligus? begitu kata mereka yang kudengar dari laporan Yunhee. Dasar orang-orang sirik.

Akibatnya aku jadi susah pergi ke gedung tempat kelasnya Minho oppa, Key, dan Jonghyun (kelas 3A) karena ngeri ditatap dengan sorot mata seran para FamBoys FC di sepanjang jalan. Karena aku tidak bisa kemana-mana saat istirahat, Taemin (dan kadang-kadang Onew) tiap hari datang ke kelasku untuk makan siang bareng. Entah kenapa aku tidak bisa menolaknya.

"Hai, Minhwa." Hari ini sweet boy itu datang lagi.

"Hai," aku menjawab dengan suara tercekat. Aku tak pernah berhenti merasa terpesona pada senyumannya.

"Boleh aku duduk di sampingmu?" Itu sudah jadi sapaan khasnya setiap hari. Aku mengangguk. Jantungku berdebar tak karuan.

"Liat tuh si Minhwa, cewek nggak tau diri. Udah punya Key masih aja deket-deketin Taemin," Young Ma (kayak nama magic jar ya?), anggota FamBoy FC kelas sebelah yang entah kenapa ada di sini, berbisik pada temannya dengan suara agak keras. Aku langsung mendelik ke arahnya. Enak saja dia ngomong begitu! Lagian kan yang deket-deket bukan aku tapi si Taemin! Matanya ditaro di mana sih?

"Sebenarnya maumu apa sih?" akhirnya aku memnutahkan pertanyaan yang selama ini ingin kutanyakan kepada Taemin.

"Kan sudah kubilang waktu itu," ujranya tenang sambil mendekatkan wajahnya kepadaku, "aku ingin kamu menjadi pacarku," ujarnya sambil tersenyum. Aku bisa merasakan nafasnya yang menyentuh wajahku yang merah padam karena malu.

"A, aku sudah punya pacar," aku memalingkan wajahku darinya.

"Aku tahu."

"Aku sangat brother complex."

"Aku tahu."

"Ka, kamu terlalu kecil untukku."

Taemin menyentuh sebelah pipiku dan membuat wajahku kembali menghadapnya. "Setahun lebih muda kupikir tidak masuk kategori 'terlalu kecil,'" ungkapnya sambil menatap mataku lurus-lurus. Duh bagaimana ini? Kenapa aku ini? Melihat kesungguhan di matanya membuat hatiku goyah. Aku baru mengerti arti pertanyaan Key waktu itu sekarang.

"Kau suka padanya ya?"

Iya, aku suka padanya. Waktu itu aku belum sadar tapi Key sudah bisa melihatnya. Tapi aku juga masih menyukai Key

Kenapa hatiku bercabang dua seperti ini?

"Yaaaa! Lee Taemin!"

Suara itu... Key! Terbengong-bengong aku melihat cowokku itu memasuki kelas dengan wajah seram. Dia menarik lenganku sampai aku berdiri dan mendekapku erat-erat dari belakang.

"Minhwa adalah milikku."

Jeritan syok keluar dari mulut cewek-cewwek yang menonton kami. Aku sendiri merasa sangat kaget sampai tidak tahu harus bereaksi seperti apa.

Taemin menatap Key yang memelukku dengan tatapan yang berkobar penuh amarah. Dia bangkit dari tempat duduknya, menghampiri kami, dan memegang sebelah tanganku seolah ingin menariknya. Seringai menantang terpampang di wajahnya.

"Tidak akan lama lagi. Aku akan merebutnya darimu."

Apa?

Apa yang sedang terjadi? Ada apa iniiiiii?


Author's Note: Maaf lama updatenya. Karena saya lagi skripsi jadi agak sibuk...

Sebenernya ini juga bisa update karena gue udah bikin rancangan sampe chapter 12 di kertas coret-coretan jadi tinggal ngetik doang. Kalo nggak, yah... pokoknya yang penting update kan? Maaf bagi yang udah nunggu updatenya.

RaeKyo: Okee! Ini lanjuut!

Apel: Boleh, boleh. Panggil apa aja. Soal yang laen-laen itu udah ditulis kok. Tinggal diketik dan nunggu review aja, hehe. Tadinya mau 12 chapter tapi kayaknya nambah. Mungkin 13 ato 14.

Kamsa for the review! Gimana? Lanjut nggak nih? Ditunggu rekues lanjut ato nggaknya ya!