Title : Honey
.
Author : pinkypapers a.k.a Kika a.k.a Lee Tae Min's yeojachingu a.k.a Kim Hee Chul's concubine a.k.a Jung Yun Ho's second wife *killed by Taemints, Petals and Kim Jae Joong* XD
.
Disclaimer : The story idea belongs to Yutaka Tachibana, this story belongs to me, Kyuhyun belongs to Sungmin and Sungmin belongs to Kyuhyun.
.
Main Cast :
Lee Sung Min [Super Junior] as yeoja 23 years old
Cho Kyu Hyun [Super Junior] as namja 17 years old
Kim Hee Chul [Super Junior] as yeoja 17 years old
Park Jung Soo | Leeteuk [Super Junior] as namja 27 years old
.
Main Pair : KyuMin [Kyu Hyun – Sung Min]
.
Genre : Romance, School life, a bit Humor, Drama, Slice of Life, Angst, Hurt/Comfort
.
Rating : T
.
Warning : Gender Switch; Cover Story; A bit cheesy; Bad Language; Typo
.
Summary :
Heechulselalu saja mengurusi sepupunya, si guru perawat yang masih muda dan cantik, Sungmin. Bagi Heechul, kehadiran Kyuhyun yang selalu berusaha mendekati Sungmin, tak lebih dari hanya sekedar "Serangga Penganggu." Apa yang tersembunyi dibalik tindakan Heechul itu?
Dilain pihak, muncul Lee Donghae, rival Kyuhyun dalam merebut perhatian Sungmin!
.
Note : Hanya sebuah remake fanfiction dari Manga Honey by Yutaka Tachibana. Dedicated for all KyuMin shipper ^-^ Cast akan bertambah seiring jalan cerita. Just repost 1-16 chapter.
.
Background Music : Super Junior (슈퍼주니어) - Success (H.I.T OST)
.
Happy Reading and of course, please left a comment or thumb/kudos and NO BASHING & COPAST!
.
.
CHAPTER NINE
Heechul membuka matanya perlahan. Ia melihat mimpi itu lagi.
Mimpi yang merupakan bayangan masa lalunya dengan Sungmin disaat ia berumur 7 tahun. Hari itu Minnie tersenyum lembut. Senyuman lembutnya itu tidak berbeda dengan yang sudah-sudah. Tapi bagiku.. bagiku.. Minnie yang terlihat seperti itu malah terlihat menakutkan.
Ia melihat sekelilingnya. Ruangan yang didominasi warna pink, motif-motif strawberry dan boneka-boneka kelinci. Tentu saja ini kamar Sungmin. Ia biasa menginap disini untuk menghabiskan hari minggunya.
"Akhirnya kau mau bangun juga. Cuaca di luar cerah sekali lho. Cepat cuci muka terus kita sarapan sama-sama." Sambut Sungmin sambil membuka gorden kamarnya.
Heechul hanya mengucek-ngucek matanya saat Sungmin meninggalkannya untuk ke dapur. Perlahan senyum mulai terukir dibibir seksinya. Pada dasarnya Minnie itu.. orangnya selalu saja riang bahkan saat pagi buta sedikitpun.. Dia juga yeoja yang manis. Kenyataan itu sendiri juga mengundang sedikit masalah.
Heechul baru saja akan meminum teh herbal yang disediakan Sungmin saat suara ketukan pintu menginterupsi acara minum-teh-herbal-demi-kecantikannya.
"Mian ya kami datang terlambat."
Suara itu.. Bukannya itu suara Leeteuk seonsaengnim? Ada apa ini.. Ini kan masih pagi, batin Heechul.
"Nggak begitu kok, aku juga minta maaf karena sudah merepotkan anda." Sungmin menyambutnya dengan nada riang.
"Kalau yang bikin repot itu Sungmin seonsaengnim, aku akan senang sekali sudah dibuat repot. Seandainya anda tidak keberatan dengan keadaan seperti ini, silahkan anda minta bantuanku kapan saja." Leeteuk tersenyum penuh pengertian.
Sungmin menangkap sesosok namja dibelakang Leeteuk yang masih pasang tampang mengantuk. "Wah, wah.. Kyuhyun?"
"Iya semua urusan kerja otot bisa diserahkan padanya." Promosi Leeteuk. "Semua peralatan yang diperlukan sudah kumasukkan dalam kotak ini." Leeteuk menyerahkan kotak pada Sungmin.
"Jeongmal kansahamnida Leeteuk-ssi."
Sedangkan Heechul kini sedang menatap sinis pada namja berambut cokelat yang tak bergeming dari tadi. Tapi saat ia perhatikan baik-baik… "Apa-apaan ini? Di.. Dia tidur sambil berdiri!" jerit Heechul kaget.
Leeteuk hanya tersenyum seakan seorang ibu yang mengerti kenakalan anaknya, "Ah, nanti juga dia akan bangun sendiri. Nggak usah khawatir deh. Untuk bayaran hasil kerjanya, anda beri saja dia makanan yang enak. Nah aku permisi dulu."
Leetuk meninggalkan Sungmin yang menatap Kyuhyun dengan bingung dan Heechul sedang menarik kerah baju Kyuhyun untuk membangunkannya, tapi namja itu tetap juga tidak bergeming atau sekedar memperlihatkan mata onxynya yang dingin.
.
"Chullie, berikutnya biar aku saja. Aku juga ingin coba nih." Bujuk Sungmin yang sudah bosan memainkan palu ditangannya. Ia juga ingin mencoba apa yang dilakukan Heechul. Menggergaji papan sepertinya menarik.
"Percuma. Kau nggak punya tenaga untuk kerjaan begini." Tegas Heechul.
"Chullie, kau marah?"
"Aniya!" jawab Heechul ketus.
"Apaan sih? Waktu tahu aku mau membuat sewing box, kan kau sendiri yang dari minggu kemarin bilang mau bantu-bantu. Padahal Leeteuk seonsaengnim sudah berbaik hari mau meminjamkan peralatan."
"Aku nggak marah karena soal itu!" Heechul melayangkan tatapan membunuhnya ke seorang namja yang kini sedang tertidur tak jauh dari tempat mereka berada.
Ia tertidur dengan posisi duduk direrumputan dan bersender pada pot besar yang terdapat di halaman belakang rumah Sungmin. Yang membuatku marah itu.. Dia! Cho Kyuhyun, namja pintar yang selalu juara 1 sekaligus yang wataknya paling jelek di antara seluruh anak seangkatannya. Lalu.. Dibandingkan yang lain-lainnya, dialah namja yang paling dekat dengan Minnie saat ini.
Bukannya malah menjauh seperti yang diharapkan Heechul, Sungmin kini malah berjongkok disamping Kyuhyun dan menatapnya dengan kagum.
"Dari tadi, Kyuhyun nggak bangun-bangun juga ya."
Heechul yang kesal, melampiaskannya pada papan yang kini tengah digergajinya. Ia menggergaji dengan ganas, hampir mematahkan papan itu dengan cara tidak elit. "Benar-benar, deh. Memangnya buat apa dia datang kesini segala? Sudahlah! Jangan pedulikan anak nggak berguna itu! Dia itu makhluk yang berbahaya. Lebih baik kau nggak usah dekat-dekat!"
Sungmin malah asik mengelus rambut cokelat karamel Kyuhyun, "Rambutnya lembut." Gumam Sungmin. Tiba-tiba Kyuhyun membuka matanya dan menarik Sungmin agar jatuh dalam pelukannya.
"KAUUU! KAU PASTI SUDAH BANGUN KAN!" teriak Heechul murka sambil menodongkan gergajinya kearah Kyuhyun.
"Chullie! Jangan begitu, Kyuhyun hanya mengigau." Jawab Sungmin dengan polos.
"Lho, kenapa aku bisa disini?" tanya Kyuhyun yang kali ini benar-benar sudah sadar dari tidur panjangnya (?).
"Minnie! Kalau cuma masalah kotak, mau 1 kek, 2 kek, biar aku sendiri yang membuatkannya untukmu. Dasar namja nggak guna, cepat pulang sana!"
Kyuhyun bangkit mendekati Heechul yang masih sibuk dengan papannya, "Miring tuh!".
Ia memposisikan dirinya tepat dibelakang Heechul dengan tangan kanannya diatas tangan Heechul yang memegang gergaji dan tangan kirinya diatas tangan Heechul yang memegang papan. Dan posisi wajahnya kini tepat disamping wajah Heechul. "Seperti ini. Kita harus memotong papan menurut alur serat kayunya, sambil dimiringkan seperti ini."
Heechul segera menepis tangan Kyuhyun dan menjauh. Ia menatap Kyuhyun seolah-olah ingin menelannya hidup-hidup. "Apa.. Yang kau lakukan?"
"Caramu menggergaji tadi salah. Karena kau memotong dengan bagian mata gergaji yang salah. Makanya potongan papan ini nggak bisa lurus. Memangnya apa yang kau sedang pikirkan? Kok sudah sampai begini masih belum menyadari kesalahanmu." Jawab Kyuhyun enteng.
Heechul speechless. Oke dirinya memang tak sepintar Kyuhyun tapi jawabannya tadi benar-benar merendahkannya. Ternyata dia memang namja yang menyebalkan!
"Seonsaeng.. Sepanjang siang ini, aku akan membantu anda membuat kotak. Sebagai gantinya buatkan makan siang untukku ya?"
"Aku juga akan membuatkan makan malam untukmu deh!" Sungmin mengedipkan sebelah matanya tanda setuju.
"Sudah deal ya.." ucap Kyuhyun sambil tersenyum lembut yang membuat Heechul terkesiap. Dia tak pernah melihat senyum seperti itu diwajah Cho Kyuhyun. Bagaimana bisa? Apa-apaan sih dia ini? Dia benar-benar serius.. dengan Minnie?
.
Akhirnya setelah perjuangan panjang dan menghabiskan waktu berjam-jam, mereka bertiga─berdua─ menyelesaikan sewing box itu. "Kyaaaa.. Gomawo Kyuhyun, Chullie! Kalau aku sendiri yang mengerjakannya, pasti bakalan makan waktu lebih dari seminggu. Dengan kotak ini aku bisa menyimpan banyak kain bahan." Sungmin berpikir sejenak lalu tersenyum penuh makna dengan mata berbinar-binar yang disembunyikan.
"Aku lupa beli beberapa bahan untuk persiapan makan malam nanti. Mianhae.. Aku tahu kalian sudah capek. Tapi aku ingin minta tolong pada kalian berdua."
.
.
.
Heechul membaca daftar belanja yang diberikan Sungmin dengan malas. "Tissue Box. Pembersih kamar mandi. Persik dan jeruk kalengan. Anti lembab batangan. Semprotan anti nyamuk. Hand body lotion. Pasta gigi. Jus Jeruk."
Kyuhyun bertugas memasukkan barang-barang yang didiktekan Heechul kedalam troli yang didorongnya. "Terus.. apa lagi?"
Heechul mengoyakkan kertas itu dengan sadis dan berdesis pelan, "Majalah bulanan 'Wanyan'." Apanya yang kelupaan? Barang-barang seperti ini kan bisa dibeli kapan saja! Nggak harus sekarang! Mulanya aku sudah curiga melihat tingkah lakunya yang aneh tadi. Minnie itu maunya apa siiiih?
.
Heechul mendeathglare semua orang yang memperhatikannya dan Kyuhyun dengan tatapan kagum. Sedangkan Kyuhyun tetap memasang wajah tanpa ekspresinya sambil membawa semua barang belanjaan pesanan Sungmin. Tapi tetap juga tidak bisa membuat orang-orang meredam rasa kekagumannya melihat mereka.
"Mereka berdua tinggi sekali ya. Keren."
"Baru pertama kali ini aku lihat pasangan secantik mereka."
"Style yang yeoja juga keren tuh!"
"Yang namja juga nggak kalah menarik."
Heechul mendengus kesal. ingin sekali ia menyumpal mulut orang-orang itu agar mereka tidak berkomentar apapun. Pasangan? Kim Heechul dengan Cho Kyuhyun? Yang benar saja! Bahkan jika semua namja didunia ini mati karena kiamat dan ia harus menikahi Cho Kyuhyun untuk meneruskan keturunan, lebih baik ia mati.
.
.
.
"Habiiis, kupikir mereka berdua sangat serasi. Hubungan mereka berdua memang lagi nggak bagus. Tapi kalau sudah berhasil menjalin saling pengertian, pasti mereka akan jadi pasangan yang ideal." Ucap Sungmin bermonolog sambil mencicipi masakannya.
Setelah merasanya semuanya sudah fix, Sungmin melepas celemek pinknya dan menyampirkannya di kursi. "Aduuuh, jimatnya jatuh." Sungmin memungut bungkusan kain yang ia sebut sebagai 'jimat' dan menciumnya dengan penuh sayang. Alangkah baiknya seandainya Kyuhyun mau jadi 'jimat pelindung' Chullie..
"Peralatannya tadi masih dibiarkan berserakan dihalaman!" pekik Sungmin.
.
.
.
Sambil mengikuti Heechul yang berjalan didepannya, Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Canggung rasanya hanya berdua dengan Heechul yang notabene sangat membencinya. Acara belanja tadipun berjalan dengan sangat tidak menarik. Mereka hanya berbicara seperlunya saja.
"Sepertinya Sungmin sedang memikirkan hal-hal yang aneh lagi." Kyuhyun berusaha mencairkan suasana.
"Jadi kau sudah tahu?"
"Dulu juga pernah ada kejadian yang nyaris sama sih."
"Oh iya ya.. Rasanya dulu juga pernah ada kejadian seperti ini. Kau sudah pernah lihat 'jimat' Minnie?"
"Nggak. Nggak pernah."
Heechul tersenyum sinis, "Ooh.. Kalau dia masih bawa-bawa jimat itu sampai sekarang, bagus juga kalau dia mau memperlihatkan padamu apa yang ada didalamnya. Aku ingin lihat bagaimana tampangmu waktu itu."
"Aku nggak ngerti arah pembicaraanmu. Yang pasti aku mengerti sekali bahwa kau sangat membenciku." Dahi Kyuhyun mengernyit heran. Jadi Sungmin punya jimat? Apa itu ada hubungannya dengan namja yang dicintainya? Apa isi jimat itu?
" Wah, begini-begini juga, aku sudah berterima kasih padamu lho! Akhir-akhir ini Minnie jadi sangat mengandalkanmu. Hari ini juga kau sendiri kan yang membuatkan dia sewing box itu. Ditambah lagi, kau sudah berbaik hati membiarkan yeoja lemah seperti aku membawa barang-barang yang ringan saja. Dengan cara seperti ini, kalian para namja bisa menepuk dada. Karena kalian sudah berhasil menunjukkan beda kekuatan diantara kita!"
Heechul berlari meninggalkan Kyuhyun yang membeku. Aku sama sekali tidak diperlukan. Sama seperti waktu itu, aku sama sekali tidak berguna. Padahal aku.. tidak ingin merasakan hal seperti itu untuk kedua kalinya..Tidak ingin lagi..
Heechul membuka pintu pagar rumah Sungmin dengan tergesa-gesa. Perasaannya menjadi tidak enak melihat lampu genkan yang tidak hidup. Minnie tak mungkin lupa menghidupkannya. Apalagi ini sudah malam.. Apa yang terjadi?
Dengan perasaan kalut Heechul masuk kedalam rumah, memasuki setiap ruangan yang ada. Tapi Sungmin tak juga ditemukan. Dimana dimana Minnie? Heechul meraih kenop pintu belakang dengan tergesa-gesa.
Halaman belakang. Itu harapan terakhirnya dan..
Brusk!
Dengan seketika belanjaan yang dari tadi dibawanya lolos dari tangannya. Ia menutup mulutnya seakan membeku..
Kini pemilik wajah aegyo itu tengah terbaring tak sadarkan diri…
Heechul hanya bisa diam terpaku. Matanya menatap nanar pada sosok Sungmin yang kini terbaring tak sadarkan diri dihadapannya. Rambut hitamnya tergerai tak beraturan diatas rumput, mata foxynya yang tertutup. Melihat Sungmin seperti itu seakan membuat Heechul seperti terjatuh dari ketinggian ribuan meter. Ia tidak bisa bergerak.
"Seonsaeng?" pekik Kyuhyun yang baru saja sampai dirumah Sungmin. "Seonsaeng? Anda nggak apa-apa? Seonsaeng!"Terdengar jelas kepanikan dalam suara huskynya.
Dengan cepat Kyuhyun menghampiri Sungmin dan mengangkat kepalanya. Saat tangannya menyentuh bagian belakang kepala Sungmin..Eh? Benjol?
Kyuhyun mengedarkan pandangannya kesekitar, mencoba menemukan hal-hal yang mencurigakan.
Tangan kanan Sungmin yang memegang gergaji.
Papan dengan kondisi setengah terpotong.
Dan posisi Sungmin yang dekat dengan pot besar.
Jangan-jangan.. Kyuhyun menghela napas panjang merutuki kebodohan seonsaengnya. "Seonsaeng nggak apa-apa─" Kalimat Kyuhyun yang berniat untuk menenangkan Heechul terhenti karena objek yang dimaksud mulai meneteskan air matanya dengan wajah penuh rasa bersalah.
"Mian.. hiks.. Mianhae.." Suaranya parau ditengah isakan tangisnya yang makin kuat.
.
Saat itu hari sudah malam. Heechul memasuki rumah Sungmin dengan perasaan riang. Ia mendapat pesan dari ibunya untuk mengajak Sungmin makan malam dirumahnya malam ini, karena Sungmin terlalu sibuk untuk mempersiapkan ujian kelulusannya sehingga tidak sempat untuk memasak. Heechul tak begitu peduli dengan kondisi rumah Sungmin yang gelap. Bagaimanapun saat itu ia hanyalah seorang anak kecil yang baru berumur sembilan tahun. Ia melangkah kakinya dengan pasti kekamar Sungmin. Ia membuka pintunya dan terkejut dengan apa yang dilihatnya. Sungmin yang masih memakai seragam sekolah terpojok disudut ruangan dengan seorang namja yang menatapnya dengan penuh amarah.
"Chullie.. tolong panggilkan orang! Tolong Chullie..!" Sungmin memohon sambil berusaha melindungi dirinya dari namja yang mulai memukulnya.
Entah kenapa tubuhnya tak mau bergerak. Padahal dari kecil ia sudah berjanji untuk melindungi Sungmin. Suaranya bahkan tak mau keluar. Ia hanya bisa berdiri diam didepan pintu.
.
"Hiks.. Minnie.. Mian.. Lagi-lagi aku.. hiks.. nggak bisa menolongmu.. Hueeeeeee.. Minnie!" Rasa bersalah kini makin menghantuinya. Tangisnya tumpah sejadi-jadinya. Mian! Mian! Mianhae! Waktu itu, aku sama sekali tidak bisa bergerak. Aku tidak bisa menolong Minnie dengan kekuatanku sendiri.. Padahal appa dan eomma Minnie sudah meninggal.. Padahal Minnie tidak punya orang lain yang bisa diandalkan kecuali aku.. Waktu itu.. Bahkan suaraku pun tak bisa keluar.. Mianhae Minnie..
Kyuhyun menghela napas melihat Heechul. Ternyata memang banyak kesamaan antara Heechul dan Sungmin. Selain omelannya, ternyata mereka berdua bisa menangis dengan cara yang begitu memalukan.
Perlahan Kyuhyun mengembalikan Sungmin keposisinya semula. Ia bangkit dan menepuk pundak Heechul, "Aku pulang!"
"A.. Apaan sih? Kau mau membiarkan Minnie terbaring di sana? Dasar nggak berperikemanusiaan!" bentak Heechul sambil mengangkat kepala Sungmin kepangkuannya.
"Sungmin kan nggak biasa dekat namja. Nanti kalau dia bangun dan mendapati aku yang ada di dekatnya, pasti dia akan kaget sekali kan. Mulai dari sini, seharusnya tugasmu untuk mengurusinya. Iya kan?" jawab Kyuhyun datar sambil melangkah pergi.
Heechul terpaku mendengar kata-kata Kyuhyun. Ia ingat janjinya pada Sungmin saat ia berumur sembilan tahun, "Aku pasti akan jadi kuat agar bisa menjadi pelindung yang dapat kau andalkan Minnie."
"Terus.. Jangan pernah sekali-sekali membiarkan Sungmin pegang gergaji." Kyuhyun memperingatinya yang hanya dibalas tanda tanya oleh Heechul.
.
.
.
"Habiiis.. Kelihatannya Kyuhyun bisa memotong papan itu dengan gampang. Jadi kupikir aku juga pasti bisa. Kemarin, aku kan sama sekali nggak berhasil memotong papan. Jadi waktu aku mencobanya, setelah separuh terpotong gergajinya malah tidak mau bergerak. Aku menarik gergajinya dengan sekuat tenaga. Eh gergajinya terlepas tiba-tiba, jadinya aku 'terbang' kebelakang dan menabrak pot besar itu. Hehehehe gara-gara itu, kepalaku benjol besar banget. Kerjaan tukang itu memang berbahaya ya. Mianhae aku sudah membuatmu cemas.." Cerita Sungmin dengan penuh semangat yang dibalas deathglare dari Heechul.
"Kau itu pabbo atau bagaimana sih?" seru Heechul gemas. Ia sudah menangis hanya gara-gara itu. Apalagi didepan Kyuhyun. Ia benar-benar menjatuhkan harga dirinya.
"Chullie.. Jangan ngomong begitu dong! Kau masih marah?" tanya Sungmin cemas.
Heechul tersenyum tanpa sepengetahuan Sungmin. Entah kenapa rasa percaya untuk Kyuhyun mulai tumbuh dihatinya. Rasa percaya untuk menjaga Sungmin untuknya.
Tapi tetap saja ia akan selalu mengawasi mereka. "Kau itu gimana sih? Begitu saja bisa sampai pingsan segala! Kau itu memang masih terlalu cepat untuk punya namjachingu. Aku pasti akan selalu mengganggu kalian berdua. Kau masih belum bisa kulepas sendirian." Heechul tersenyum penuh makna.
Ia ingat apa jawaban Sungmin atas janjinya delapan tahun yang lalu, "Kalau aku sih.. Aku ingin bisa lebih akrab seperti kakak adik denganmu Chullie."
.
.
.
Sementara itu disaat yang sama, Leeteuk tengah memandang tragis pada dompetnya lalu mendelik pada Kyuhyun.
"Kau iniiiii! Mentang-mentang aku yang bayar, kau mau makan berapa mangkuk sih? Hari gajian masih jauuuuh.. Bukannya kau sudah dikasi makan enak sama Sungmin seonsaengnim?"
Yang ditanya malah sibuk menghabiskan ramyun ketiganya dengan lahap. Ya akhirnya Kyuhyun hanya kerja gratisan. *poor Kyu*
.
.
.
TO BE CONTINUE…
