HALO...

Akhirnya balik lagi...

Saya ingin bilang pada kalian kalau Kenji dan Mio itu nanti akan... BUAGH..

Kenji : Jangan mengadakan SPOILER.. Dasar Author tak berguna..

Baiklah.. Daripada saya digebukin Kenji lebih baik.. Langsung saja.. MIO...

Mio : Anime ini punya Jun Maeda, cerita ini punya Author. Bila ada kesamaan nama baik nama orang, tempat, atau apapun itu, itu hanya kebetulan belaka. #Senyum

One Year With Onii-chan

Chapter 9 : First Date

Tachibana's House

Pagi yang cerah di akhir pekan. Burung-burung bernyanyi menyambut matahari di ufuk timur. Di dalam sebuah kamar, terdapat pemuda yang sedang bersiap untuk berkencan dengan seseorang. Tubuhnya sudah segar karena basuhan air yang bercampur dengan pembersih tubuh. Dirinya berdiri di sebuah cermin yang tak terlalu besar ukurannya. Dia mengenakan t-shirt merah maroon yang dilapisi dengan jaket yang senada dengan t-shirtnya serta di bawahi dengan celana jeans berwarna biru tua. Saat ini, dia sedang menata rambutnya agar rapi. Jam menunjukan pukul 8.30. Masih ada 30 menit lagi. Dia langsung menuju ruang makan yang berada di lantai bawah. Di lihatnya dua orang wanita yang tak lain adalah ibu dan sang imouto.

"Ohaiyou, Kaa-san. Ohaiyou, Kanade"

"Ohaiyou, Onii-chan. Kau ingin pergi kemana? Tak biasanya akhir pekan kau keluar rumah"

"Iya Kenji.. Kaa-san juga bingung.."

"Aku ingin pergi dengan seseorang"

"Siapa itu, Kenji? Apa dia pacarmu?" goda sang ibu.

"B-bukan, Kaa-san. Dia hanya teman baikku"

"Souka"

Dan pembicaraan itu pun buntu.

Kenji yang sudah menghabiskan sarapannya langsung bergegas ke arah pintu rumah dan mengenakan sneakers. Tak lupa, dia berpamitan dengan ibunya serta dengan sang imouto.

"Kaa-san. Aku berangkat dulu ya.."

"Hati-hati ya, Kenji.."

Saat Kenji sudah berangkat, ibu langsung memanggil Kanade.

"Kanade.. Tolong kau ikuti kakakmu ya.. Setelah itu, beritahu Kaa-san apa saja yang dilakukan kakakmu itu ya.."

"Beres, Kaa-san"

Tsubaki's House

Saat ini, Mio sedang memilih baju untuk dipakainya. Dia sedang memegang dua dress yang masih menggantung di gantungan pakaiannya. Dia bingung, apa yang harus dipakainya. Dia tahu, Kenji suka dengan warna-warna gelap. Tapi dia bingung, apakah harus memilih antara violet yang senada dengan rambutnya atau biru yang senada dengan matanya.

"Yossh. Aku akan mengenakan yang warna violet saja. Siapa tahu Ken-kun suka.."

Setelah dirasa siap, Mio berpamitan dengan kedua orangtuanya. Setelah berpamitan, Mio langsung menuju ke halte bus yang sudah ditentukan sebagai tempat pertemuan mereka.

Halte

Kenji sedang melihat jam tangan yang melingkar di lengan kirinya. Pukul 8.40.

'Masih 8.40. Apa aku terlalu cepat?' gumamnya.

"KEN-KUN..."

Sapaan itu membuat Kenji tersadar dari lamunannya. Dia menengok ke arah sumber suara. Dan Kenji agak sedikit kaget melihat seorang gadis yang menjadi objek penglihatannya.

'Apa aku sedang mimpi atau memang hari ini Mio terlihat cantik?' pikirnya.

"Ken-kun. Kau tak apa-apa kan?"

Kenji yang sadar bahwa Mio sudah berada di hadapannya langsung memalingkan muka kearah lain. Mungkin karena malu atau gugup.

"Mmh. Aku tak apa-apa"

"Souka. Oh iya, n-ngomong-ngomong h-hari ini k-kau terlihat t-t-tampan dengan j-jaket merahmu" ucap Mio sambil malu-malu.

"B-benarkah?" kejut Kenji.

Mio pun mengangguk.

"A-arigatou.. K-kau juga t-terlihat c-cantik dengan dress violetmu itu" balas Kenji yang tak kalah malu-malunya dengan sang lawan bicara.

Mio pun tak kalah terkejut.

"B-benarkah?"

"Iya" aku Kenji.

Tak jauh dari dua insan yang sedang berbincang empat mata, ada lima orang yang menguntitnya dari jarak sekita 7 meter. Yap. Mereka adalah Kanade, Otonashi, Yuri, Hinata dan Yui

"Ternyata mereka berdua sama-sama pemalu ya.. Hihihi"

"Namanya juga pasangan yang baru jadian.."

"Tapi mau dilihat dari mana pun.. Mereka tetap serasi.."

"Aku setuju"

Tak lama, bus pun datang. Kedua sejoli itu pun menaiki bus lewat pintu depan, selang 5 menit, kelima bocah ini menaiki bus lewat pintu belakang.

Setelah perjalanan yang memakan waktu 20 menit ini berakhir. Mereka sampai di Akihabara. Tempat yang pertama kali mereka kunjungi adalah toko tempat para otaku dan anime lovers berbelanja. Kenji dan Mio melihat-lihat isi toko tersebut. Ada banyak barang yang berhubungan dengan anime disini. Disini Kenji membeli sepasang gantungan handphone, sebuah manga, cashing handphone, headset, dan action figure. Sedang Mio hanya membeli sebuah doujinshi. Setelah mereka membayar semua barang belanjaan, mereka pergi dari toko itu. Saat di luar, Kenji memberi satu gantungan handphone kepada Mio.

"Mio. Ini untukmu"

"Untukku?"

"Ya"

"Arigatou, Ken-kun"

Setelah itu, mereka langsung menuju toko buku. Disana Kenji membeli sebuah novel ringan yang berjudul 'Time Travel', sedangkan Mio membeli buku kumpulan resep, kamus, dan beberapa ensiklopedia. Setelah membayar belanjaan, mereka langusung keluar dari toko tersebut.

"Kau membeli apa saja, Ken-kun?"

"Aku hanya membeli novel ini saja"

"Apa ceritanya bagus?"

"Entahlah.. Tapi, sepertinya menarik.. Novel ini mengisahkan tentang seorang pemuda yang jatuh cinta pada seorang gadis.. Tapi, sang pemuda hanya bisa menemani sang gadis hanya dalam waktu 1 tahun saja karena sang pemuda akan pindah ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya.."

"Begitu ya.. Kapan-kapan pinjami aku ya, Ken-kun?"

"Ha'i"

'Sama halnya kita, Mio. Aku hanya bisa menemanimu satu tahun saja' pikir Kenji.

"Setelah ini, kita kemana?"

"Sebaiknya kita makan siang dulu.. Kau lapar kan?" ucap Kenji seraya melihat jam tangannya.

"Ha'i.."

Kenji dan Mio menuju cafe terdekat untuk makan siang. Dan mereka masih diikuti oleh Kanade dkk. Setelah sampai di cafe, Kenji dan Mio menempati tempat yang letaknya berada di pojok. Dan Kanade serta teman-temannya menempati tempat yang agak jauh dari mereka berdua. Tanpa menunggu lama, pelayan yang mengenakan pakaian maid pun datang menghampiri mereka berdua.

"Konichiwa.. Ada yang bisa saya bantu?"

"Aku pesan Ice Cappucino dan Waffle Ice Cream rasa vanila. Kau pesan apa Mio?"

"Aku pesan Milk Shake rasa coklat dan Waffle Ice Cream rasa Coklat"

"Baiklah.. Mohon ditunggu beberapa menit ya.."

Setelah sang pelayan menulis semua pesanan, dia langsung bergegas ke meja sebelah.

"Oh iya, Ken-kun.. Kenapa kau suka sekali dengan cappucino?" tanya Mio penasaran.

"Aku suka karena rasanya tidak terlalu manis. Lagipula, aku tidak kuat dengan makanan yang manis-manis.."

"Begitu ya.."

"Kau sendiri, kengapa kau sangat suka dengan coklat?" kini giliran Kenji yang bertanya pada Mio.

"Itu karena coklat dapat membuat yang memakannya akan merasa senang.. Ken-kun, kau cobalah makan coklat, agar wajahmu itu terlihat lebih berseri.."

"A-aku tidak akan makan coklat lagi.. Seumur hidupku.." balas Kenji sambil memalingkan muka ke arah lain sambil menekan kata 'Seumur hidupku'.

"Kenapa?"

"Karena coklat, aku pernah sakit gigi selama dua minggu lebih"

"Hihihi.. Aku tidak tahu kalau Ken-kun pernah sakit gigi.." Mio terkikik

Setelah berbincang cukup lama, akhirnya pun makanan yang dipesan datang.

"Maaf menunggu.. Silahkan dinikmati.." ucap sang maid.

"Ah.. Arigatou.." ucap Kenji dan Mio.

"Setelah ini, kita kemana?" tanya Mio seraya meminum Milkshake-nya.

"Ku dengar, disekitar sini ada taman bermain yang baru.. Dan kita akan kesana setelah makan.."

Mio pun setuju dengan saran Kenji. Setelah memakan habis makanan mereka, mereka langsung berjalan ke arah taman bermain yang cukup dekat dari cafe itu. Setelah berjalan lebih dari 15 menit, mereka sampai di taman bermain itu. Setelah membayar tiket masuk, mereka langsung masuk kedalam.

Wahana yang pertama dijajal adalah rumah kaca. Disana mereka melihat bayangan mereka sendiri dengan berbagai bentuk. Canda dan tawa menghiasi mereka berdua. Lalu, mereka menuju rumah hantu. Mio sebenarnya kurang setuju, tapi karena dipaksa oleh Kenji, akhirnya dia ikut. Mio yang sangat takut kegelapan hanya bisa memeluk lengan Kenji dengan erat. Kenji yang menyadarinya hanya tersenyum manis kearahnya. Setelah itu, mereka menuju wahana Roller Coaster. Disini, Kenji lah yang tidak setuju. Seakan ingin melakukan 'balas dendam', Mio mengajak Kenji dengan sedikit 'paksaan'. Setelah Kenji setuju, mereka berdu naik ke wahana tersebut. Diwahana itu, Kenji selalu mengumpat si pembuat dan pencipta wahana ini. Mio yang melihatnya hanya bisa menahan tawa. Setelah turun dari wahana itu, Kenji yang hampir kehilangan keseimbangannya itu langsung menuju tempat duduk terdekat.

"Kau tak apa, Ken-kun?" tanya Mio khawatir

"I-ini p-pertama kalinya a-aku n-naik wahana itu.." balas Kenji dengan nafas yang terengah-engah.

"Sebaiknya kita beli es krim... Agar kau tidak pusing lagi... Kau tunggu disini ya.." Mio langsung menuju ke penjual es krim terdekat. Setelah beberapa lama, Mio kembali dengan membawa 2 es krim ditangannya. Yang satu rasa coklat dan yang satu lagi rasa vanila.

"Ini Ken-kun.." kata Mio seraya menyerahkan es krim rasa vanilla.

"A-arigatou, Mio.. Maaf merepotkan.."

"Tak apa-apa Ken-kun.."

Setelah itu, Kenji dan Mio memakan es krim yang dibeli tadi.

"Mio.."

"Ya?"

"Aku ingin mencoba es krim itu.. Apa boleh.."

"Boleh saja Ken-kun.."

"Tapi.."

"?"

"Aku ingin mencobanya yang ada di mulutmu.."

"Eh?"

"Boleh, kan?"

"I-iya.. A-aku juga i-ingin m-mencoba es krim vanilla itu d-dari mulutmu.. Ken-kun.."

"Baiklah.."

Mereka mendekatkan kedua bibir mereka.

5 senti.

4 senti.

3 senti.

2 senti.

1 senti.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

BRUAKKK

BRUGHH

"KYAAAA.."

"HUAAA..."

Kenji dan Mio yang kaget langsung menjauhkan kedua wajah mereka dan mengalihkan pandangan pada sumber keributan itu.

"K-KALIAN..!?" ucap Kenji dan Mio bersamaan.

"I-itaii.."

"APA YANG KALIAN LAKUKAN DISINI..!?" tanya Kenji dengan nada yang menekan.

"Ahh.. Onii-chan.. Gomennasai.. A-aku mengikutimu dari rumah.."

"ITU TAK APA.. TAPI, YANG KU TANYAKAN.. KENAPA KAU MEMBAWA MEREKA JUGA..!?" Kenji menunjuk keempat teman Kanade itu.

"Ahh.. G-gomennasai.. Kenji-san.. Ini semua ide Yuri.." bela Otonashi.

"Heeh? AKU?" teriak Yuri.

"Iya, lah.. Siapa lagi yang mempunyai ide gila selainmu, Yuri?"

"Tapi kenapa kalian mau saja.."

"Kami kan dipaksa oleh mu.."

"Tidak.."

"Iya.."

"SUDAH DIAM!" lerai Kenji. "Baiklah.. Kali ini ku maafkan.. Tapi jika kejadian ini terulang lagi.. Aku akan menghukum kalian semua.. Mengerti?"

"H-ha'i" balas para tersangka.

"Baiklah.. Sekarang, kita pulang.. Hari sudah sore.."

Perjalanan pulang pun diwarnai dengan canda gurau dari mereka semua. Saat sampai terminal, Kenji berkata pada adiknya untuk pulang lebih dahulu karena Kenji ingin mengantar Mio pelang terlebih dahulu. Kanade pun mengikuti perintah sang kakak.

Di perjalanan mengantar Mio, senda gurau mulai menemani mereka berdua. Saat di depan rumah, Kenji memberanikan diri untuk mendekati wajah Mio. Mio yang tahu maksud Kenji pun memejamkan kedua matanya. Kenji pun perlahan mendekatkan wajahnya seraya memejamkan matanya juga. DAN...

.

.

.

.

.

.

.

.

CHUUU

Kenji dan Mio melakukan kissu. KISSU... Dan sedetik kemudian..

"Mio... Kau sudah pulang?"

Mereka berdua dikagetkan oleh kehadiran ibu dari Mio yang sudah berada di depan rumah.

"I-iya, Kaa-san.."

"Lalu.. Siapa pemuda yang di sebelahmu?"

"D-dia Ken-kun, Kaa-san. Teman sekelas ku.." ucap Mio malu-malu.

"S-salam kenal, Obaa-san. Nama saya Kenji Tachibana.." Kenji memperkenalkan diri pada ibu Mio.

"Oh iya.. Salam kenal juga.." balas ibu Mio. "Ayo masuk dulu.. Kaa-san akan buatkan teh.."

"Tidak perlu, saya sudah makan tadi.. J-jadi, tidak usah repot-repot.. Lagi pula, ibu saya sudah menuggu kepulangan saya.. J-jadi.. Saya permisi dulu.."

"Ooh, ya sudah kalau begitu. Hati-hati ya, Kenji.."

"I-iya, Obaa-san"

Setelah Kenji pergi, ibunya Mio pun menyuruh sang anak untuk masuk.

Kenji Side

Kenji terus melamun, tapi bukan melamun karena kejadian tadi. Melainkan, dia memikirkan kuliahnya nanti. Pasalnya, dia sudah mendaftar di salah satu universitas di London dan diterima. Untuk perizinan, dia sudah mendapat izin dari ayah dan ibunya. Dia bingung, apakah akan meninggalkan Jepang untuk kedua kalinya atau menghilangkan kesempatan yang tak datang dua kali ini.

'Kanade.. Gomennasai..'

To Be Continued


Akhirnya...

Setelah saya membuat chapter ini, sepertinya saya akan cepat-cepat menamatkan fanfic ini.. Hehehe..

Untuk semua readers yang sudah mengkritik, menyemangati, bahkan menandai fanfic ini ke favorit, saya sangat berterima kasih..

Dan... KENJI..

Kenji : Mohon review-nya untuk fanfic yang tidak berkualitas ini..

HOIII... JANGAN BILANG TIDAK BERKUALITAS..