Main Cast : Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

Other Cast : Cho Heechul

Cho Hangeng

Lee Teuk

Lee Kangin

Hyukkie

Wookie

Haneul

Siwon

Author : Cho Ocean

Rate : T+

Genre : Romance,Hurt

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan dan Orang cerita ini MURNI milik author .

Warning : GS buat para uke kece,yang gak suka silakan di CLOSE aja..Gomawo.

.

.

Happy reading...Enjoy it...Syalalalalalaa,,,

.

.

.

LOVE AS COLD AS SNOW

Chap 9

Author POV

Kyuhyun , Sungmin, dan Minhyun kini berada diperjalanan menuju rumah mereka. Minhyun sudah terlelap didalam pangkuan Sungmin, setelah mendengar kabar dari dokter mengenai kehamilan Haneul tak ada satu katapun yang terlontar dari bibir Sungmin. Kyuhyun pun enggan untuk membahasnya, keduanya benar-benar bungkam.

Kyuhyun memakirkan mobilnya digarasi, Sungmin bergegas keluar dari mobil Kyuhyun sambil menggendong Minhyun dan membawanya kedalam kamar Minhyun. Setelah menaruh Minhyun ditempat tidurnya, Sungmin kekamarnya mengambil pakaian tidur dan peralatan mandi lalu berjalan menuju kamar tamu.

GREP

" Kau mau kemana ? " Kyuhyun mencengkram tangan Sungmin daat dilihatnya Sungmin ingin keluar dari kamar mereka sambil membawa pakaian dan alat mandinya.

" Malam ini aku akan tidur dikamar tamu " ucap Sungmin tanpa melihat kearah Kyuhyun.

" Aku tau kau marah dan kau berhak marah tapi bisakah kau tetap disini? " Sungmin hanya diam, sedikit menghela nafas dan membalikan tubuhnya mengahadap Kyuhyun. Memandang dalam mata Kyuhyun yang menatapnya dengan sayu. Didalam manik Kyuhyun terlihat rasa penyesalan yang begitu dalam. Sungmin memang marah, namun iaa bukan marah dengan Kyuhyun. Iaa marah dengan keadaan yang tak pernah berada dipihaknya dan takdir yang selalu tak adil untuknya. Sungmin sudah memaafkan Kyuhyun atas semua perlakuannya dimasa lalau bahkan mereka ingin menata kehidupan rumah tangga yang baru dengan rasa cinta dan kasih sayang namun saat mereka akan memulai itu semua mengapa Tuhan kembali memberikan cobaan yang sungguh iaa tak sanggup untuk menjalaninya. Haneul hamil, lalu apa yang bisa iaa lakukan? Hatinya teriris ketika Haneul yang hanya melakukan satu kali dengan Kyuhyun bisa dengan cepat hamil sedangkan iaa dan Kyuhyun yang melakukan berkali-kali sampai saat ini belum ada tanda-tanda hamil. Meskipun Kyuhyun tak pernah menyinggungnya soal anak namun iaa juga ingin memiliki anak dengan Kyuhyun, namun jika sudah begini apa yang bisa iaa lakukan? Haneul hamil dan iaa tidak, Haneul sudah memberikan 2 anak dan iaa belum sama sekali, Sungmin takut suatu saat Haneul merebut Kyuhyun dengan menggunakan kedua anaknya sebagai alasan untuk tetap mempertahankan Kyuhyun disisinya.

" Aku takut kyu hiksss aku takut kau meninggalkanku hikss " Kyuhyun langsung mendekap erat Sungmin, menepuk punggungnya mencoba memberikan ketenangan.

" Stttt uljima chagia, dengarkan aku " Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya dipipi bulat Sungmin, meminta Sungmin untuk menatap matanya.

" Dengar, aku Cho Kyuhyun berjanji pada istri yang sangat aku cintai dan sayangi Cho Sungmin tak akan pernah meninggalkannya ataupun menyakitinya lagi, sampai aku mati aku akan mempertahankan istriku untuk selalu berada disisiku. Jadi mulai sekarang kumohon percayalah padaku sayang " Kyuhyun mengelus lembut kedua pipi Sungmin dan itu membuat Sungmin nyaman dan sedikit tenang.

" Lalu bagaimana dengan Haneul Kyu? "

" Dengar Sayang, Haneul akan tinggal disini setelah iaa keluar dari rumah sakit. Aku akan menyewa maid untuk mengurusnya, bagaimanapun iaa sedang mengandung anakku dan tak mungkin aku membiarkannya menghadapi kehamilannya sendiri. Kau akan tetap tidur bersamaku sedangkan dia akan tidur dikamar tamu, hanya 9 bulan sayang. Setelah itu aku akan segera menceraikannya. Soal anak itu, aku akan mendiskusikannya dengan Haneul. Kalau Haneul ingin merawatnya maka aku akan membiarkan Haneul membawanya tapi jika Haneul tak ingin merawatnya kita yang akan merawatnya, apa kau keberatan sayang hmm ? " Sungmin diam dan berfikir sejenak.

" Baiklah aku senang jika mengurus Baby lagi, Minhyun sudah besar untuk dijadikan Baby " Sungmin mengerucutkan bibirnya membuat Kyuhyun tak tahan untuk mengecupnya.

CUP

" Kau memang yang terbaik sayang " Sungmin tersenyum mendengar pujian Kyuhyun.

" Kau juga harus mempersiapkan dirimu sayang, karena kau juga harus segera memiliki baby sendiri, dan aku akan terus membuatmu "bekerja" dimalam hari sampai kau hamil " Bisik Kyuhyun ditelinga Sungmin dan membuat Sungmin merona hebat. Kyuhyun menggendong Sungmin dan membawanya ketempat tidur. Dijatuhkannya Sungmin dan dengan segera Kyuhyun menindih Sungmin.

" Kyu aku belum mandi, aku mau mandi dulu ne " Sungmin sudah bersiap beranjak dari tidurnya namun Kyuhyun menahan Sungmin dan semakin menindih Sungmin sampai tak ada jarak antara kedua tubuh mereka.

" Untuk apa kau mandi jika nanti peluh akan membanjiri tubuhmu dan kembali membuatmu kotor hmm? " Sungmin semakin merona, disusapnya kepala Kyuhyun dengan sayang. Mereka saling memandang satu sama lainnya.

" Kau sangat cantik sayang, beruntung memilikimu " Setelah itu Kyuhyun langsung membungkam bibir Sungmin dan dilumatnya bibir Sungmin dengan lembut. Kedua tangan Sungmin sudah mengalung indah dileher Kyuhyun.

" Eunghh " Sungmin sedikit melenguh saat Kyuhyun memindahkan ciumannya kepotongan leher Sungmin.

" Min, aku mau 20 ronde malam ini dan kau tak boleh menolaknya " Kyuhyun bangkit dari tidurnya dan melepas kaosnya dan celananya dengan cepat. Sungmin hanya diam mematung memikirkan nasib tubuhnya yang akan menghadapi 20 ronde. Sungmin tahu jika Kyuhyun sudah menyebutkan ronde yang akan mereka mainkan maka iaa akan benar-benar melakukannya tanpa memikirkan tubuh yang lelah. Sungmin meneguk berat salivanya, bahkan karena sibuk memikirkan nasibnya iaa tak menyadari Kyuhyun sudah membuka baju dan branya.

" Eunghhh " Sungmin seketika sadar saat dilihatnya Kyuhyun sudah meremas kedua buah bongkahan bulat dadanya dan itu membuat Sungmin melotot dan mencoba melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun didua gundukannya.

" Kyu, andweeeeeeeeee " Usaha Sungmin gagal saat Kyuhyun benar-benar mendindihnya dan menjamah seluruh tubuhnya. Dan merekapun melakukan ritual malam mereka dengan penuh gairah, saling bergerak mencari kenikmatan yang membelenggu.

.

.

.

Sungmin mempoutkan bibirnya sambil melipat kedua tangannya didada. Karena Kyuhyun benar-benar melakukan 20 ronde tadi malam sampai pagi tadi, maka Sungmin benar-benar tak bisa bangun dan berjalan sehingga iaa tak sempat menyiapkan sarapan dan bekal untuk Minhyun dan itu sukses membuat Minhyun marah padanya. Iaa sungguh lelah dan masih mengantuk karena baru tidur beberapa jam tapi mengingat Minhyun benar-benar marah padanya membuatnya tak berselera melanjutkan tidur kembali.

" Eunghhh " Kyuhyun menggeliat dari tidurnya dan tak lama iaa membuka kedua kelopak matanya dan dilihatnya Sungmin duduk dipinggiran ranjang.

" Sayang, kau sudah bangun ? " Kyuhyun bangkit dari tidurnya dan duduk menghadap Sungmin.

" Kau kenapa diam saja? Dan kau belum mandi? Wae? " Kyuhyun mengelus pipi Sungmin namun segera ditepis oleh Sungmin.

" kau lupa kau menghabiskan tubuhku dari malam sampai pagi hah? Bagaimana aku bisa mandi jika untuk bangun dari tampat tidur ini saja aku tak bisa ! " Sungmin benar-benar menunjukan raut kekesalannya namun itu tak membuat Kyuhyun ciut bahkan membuat Kyuhyun tersenyum lebar.

" Kau tau sayang, kau sangat hebat tadi malam, dan aku tak sabar menunggu nanti malam untuk melakukannya lagi denganmu " Sungmin menatap horor pada Kyuhyun.

" Lakukanlah didalam mimpimu itu, aku tak akan melakukannya lagi sampai sakit ini hilang dan kau tidak boleh melakukannya lebih dari 3 ronde, Arra ? " Kyuhyun menggeleng kuat, iaa benar-benar tidak setuju. Bagaimana mungkin 3 ronde cukup untuknya bahkan 20 ronde tadi malam baginya masih kurang. Gila memang.

" ANDWEEEEEEE, 15 ronde ne sayang? Jebaaaaaaaaal " Kyuhyun menangkupkan kedua tangannya dan memohon pada Sungmin namun Sungmin menolak mentah-mentah.

" Kalau begitu 10 ne ne neeeee? " Sungmin lagi-lagi menggeleng.

" Baiklah ini negosiasi yang terakhir, bagaimana kalau 5 " Sungmin berfikir sejenak sebelum menganggukan kepalanya, Kyuhyun menghela nafasnya berat memikirkan nasib "adik kecilnya" Yang hanya bisa mendapat 5 ronde.

.

.

.

Semenjak pulang sekolah Minhyun mengurung diri dikamar, Sungmin sejak tadi sudah mencoba membujuk Minhyun untu keluar kamar namun sepertinya uri Minhyun benar-benar marah. Sungmin tidak bisa meminta bantuan Kyuhyun karena siang tadi Kyuhyun berangkat kekantornya, Sungmin menghela nafas berat, sungguh bagian selangkangannya masih sangat sakit dan nyeri. Namun karena tak ingin melihat Minhyun semakin marah iaa menguatkan dirinya dan berjalan tertatih untuk memasakan Minhyun makananan.

TOK TOK TOK

" Baby, buka pintunya jebaaaal. Eomma minta maaf ne, Eomma sedang sakit makanya tadi pagi terlambat bangun dan tidak menemui Baby " Sungmin duduk dan menyandarkan dirinya dipintu kamar Minhyun. Dia tak kuat berdiri lama-lama, rasa nyeri itu sungguh menyakitkan sehingga iaa lebih baik duduk.

CKLEK

" Eomma, gwencana? " Minhyun menghampiri Eommanya yang terduduk dengan wajah yang pucat.

" Baby Mianhae " Ucap Sungmin lirih, mata Minhyun langsung berkaca-kaca saat dilihatnya Sungmin sedikit merintih menahan sakit.

" Eomma sakit? Hikss mianhae Hyunnie tak tahu hiksss " Sungmin tersenyum mengusap air mata Minhyun.

" gwencana Baby, Eomma tak apa " Sungmin berusaha bangun dengan menahan sejuat perih dibagian bawahnya.

" Kajja kita makan dulu, Eomma sudah menyiapkan makan siang untuk kita.

.

.

.

Sungmin dan Minhyun sedang duduk diruang TV, Sungmin mengajari Minhyun belajar berhitung sambil menunggu Kyuhyun pulang kantor. Beruntung Minhyun jenius seperti Appanya sehingga tak sulit mengajari Minhyun.

CKLEK

" Appa pulaaaaaaaang " Sungmin dan Minhyun bergegas menghampiri Kyuhyun dan dilihatnya Kyuhyun datang bersama Haneul.

" Eomma, sudah keluar dari rumah sakit ? " Minhyun memeluk Haneul, sedangkan Sungmin mengambil tas kerja Kyuhyun dan mereka pun berjalan menuju ruang TV.

" Eomma sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit Hyunnie " Mereka duduk diruang TV, Kyuhyun duduk bersama Sungmin sedangkan Minhyun duduk bersama Haneul.

" Seperti yang aku katakan tadi, kau akan tinggal disini selama kehamilanmu dan ada Maid yang akan mengurusmu " Haneul hanya menganggukan kepalanya.

" Baiklah, aku kekamar dulu ne " Haneul beranjak meninggalkan Kyuhyun, Sungmin, dan Minhyun.

" Sayang, siapkan aku air panas ne " Sungmin mengangguk dan langsung bergegas menuju kamar mandi dan Kyuhyun beristirahat sejenak disofa sambil memperhatikan Minhyun yang sudah kembali berkutat dengan bukunya.

.

.

.

Tak terasa sudah satu bulan berlalu, Haneul masih mengalami morning sick bahkan lebih parah dari kehamilan sebelumnya. Sungmin kerap membantu Haneul yang sering mual karena kehamilannya, Kyuhyun hanya sesekali mengecek keadaan Haneul dan mengantar Haneul kedokter untuk memeriksakan kandungannya. Selebihnya semua ditangani maid dan Sungmin.

Sungmin sedang mengupaskan buah untuk Haneul, karena morning sicknya Haneul jadi sulit untuk makan maka dari itu Sungmin selalu menyediakan buah-buah segar untuk Haneul.

" Min.. " Sungmin menghentikan kegiatannya mengupas apel dan menatap Haneul.

" Wae? Kau butuh sesuatu ? " Haneul menggelengkan kepalanya.

" Lalu kenapa? Apa ada yang sakit? " Lagi-lagi Haneul menggelengkan kepalanya.

" Ada seseuatu yang ingin kau katakan? " Haneul menganggukan kepalanya.

" katakanlah " Kata Sungmin sambil tersenyum

" Apa kau usdah hamil ? " Pertanyaan Haneul membuat Senyum diwajah cantik Sungmin menghilang, Sungmin merunduk dan tersenyum miris.

" Mianhae min kalau ini membuatmu tak nyaman " Sungmin mendongakan kepalanya dan tersenyum.

" Gwencana, aku belum hamil tapi aku dan Kyuhyun selalu berusaha kok " Haneul tersenyum miris pada Sungmin.

" kau tau Min, 8 bulan lagi aku akan melahirkan dan sungguh aku sangat takut sekali " Sungmin menggenggam erat tangan Haneul seolah-olah memberikan kekuatan.

" Kau kan sudah punya pengalaman melahirkan, apa yang kau takuti? Kyuhyun dan dokter akan mendampingimu nanti "

" Bukan itu maksudku, tapi aku takut saat melahirkan anak ini akan bagaimana? Aku sungguh ingin merawatnya karena aku tak mau lagi anakku tak menganggapku ibunya " Haneul merunduk sedih mengingat pertemuan awalnya bersama Minhyun yang jauh dari kata baik.

" Kau tak perlu khawatir, bukankah Kyuhyun menyerahkan keputusan padamu? Jika kau ingin merawat anak ini maka Kyuhyun akan merelakan anak ini untuk kau rawat " Sungmin masih tersenyum, sedikit banyak iaa memahami kegundahan hati Haneul.

" Iaa aku tau tapi jika aku sendirian merawat anak ini maka iaa tak mendapatkan kasih sayang seorang ayah " Haneul lagi-lagi merunduk sedih.

" Hei, meskipun kau yang merawat anak ini tapi Kyuhyun tak akan lari dari tanggung jawab, iaa akan ikut mengurus anak ini dan memberikannya kasih sayang meskipun tidak bisa sering-sering mereka bertemu " Sungmin mengelus rambut Haneul berusaha menenangkan.

" Bukan itu, apa kau bisa membayangkan Min, jika anakmu besar tanpa Ayahnya disisinya, bagaimana iaa jika menanyakan padaku kenapa ayahnya tidak tinggal bersama iaa dan ibunya malah tinggal bersama wanita lain " Sungmin menghentikan elusan tangannya dikepala Haneul.

" A.. Apa maksudmu berkata seperti itu? " Haneul menggenggam erat kedua tangan Sungmin dan menatap mata Sungmin sambil memohon.

" Kumohon tinggalkanlah Kyuhyun, aku tak ingin anak ini besar tanpa ayah dan ibu lengkap berada disisinya, tak kasihankah kau pada anak ini yang dipisahkan dengan ayahnya? Dan tak kasihankah kau pada Minhyun yang menginginkan dongsaeng tapi tak bisa tinggal bersama dongsaengnya, dan lagipula kau belum hamil dan aku tak tahu kau bisa hamil atau tidak mengingat kau belum juga mengandung hingga saat ini jadi kumohon lepaskanlah Kyuhyun dan Minhyun "

TES TES TES

Jatuh air mata Sungmin, sakit sekali mendengar permintaan Haneul. Apalagi Haneul menyinggung soal kehamilan, itu membuat wanita manapun akan menjadi sensitif. Sungmin membekap mulutnya, Haneul yang melihat Sungmin menangis mencoba bersikap acuh.

" Aku tau ini akan berat diawal untukmu tapi percayalah kau itu masih cantik dan muda, umurmu baru 23 tahun pasti banyak namja diluar sana yang mengejarmu, kumohon pikirkan lagi untuk kebahagiaan semua orang terutama untuk kebahagiaan uri Minhyun "

" Kenapa kau setega ini padaku? Aku yang membesarkan dan merawat Minhyun tapi kenapa kau memperlakukan aku seperti ini? Aku juga istri Kyuhyun dan Kyuhyun sudah memilihku menjadi satu-satunya. Mungkin memang saat ini aku belum hamil hikss tapi aku yakin tak lama lagi aku pasti akan hamil jadi tolong jangan bicara seperti itu hiksss " ucap Sungmin dengan lirih.

" Memangnya kau bisa memastikan kapan kau akan hamil? Apa bulan depan kau sudah pasti hamil huh? Bisa saja kau mandul kan? Sudahlah tinggalkan saja keluargaku, sejak awal kau yang hadir ditengah-tengah keluargaku jadi kau pergi saja dari rumah ini, aku berusaha bicara baik-baik tapi kau seperti ini ! tak ada gunanya lagi aku berbaik hati padamu, enyahlah dari keluargaku ! "

" Tidak salah? Kau yang hadir ditengah-tengah keluarga kecilku! Kau juga yang meninggalkan mereka! Setelah aku susah payah membesarkan anakmu dan merawat Kyuhyun dengan seenaknya kau mengusirku? Aku tak akan tinggal diam! Akan aku buktikan kalau Kyuhyun lebih memilihku ketimbang kau pelacur murahan! " Sungmin bergegas keluar kamar Haneul dengan membanting keras pintu kamar Haneul menandakan seberapa besar kemarahannya.

BLAM

Sungmin bergegas menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya lalu setelah itu pergi menuju kantor Kyuhyun. Tak ada yang iaa inginkan saat ini selain bertemu Kyuhyun, tak peduli jika Kyuhyun sedang ada rapat ataupun banyak pekerjaan yang terpenting sekarang iaa butuh pelukan Kyuhyun untuk menenangkan Hatinya yang terasa panas.

Sesampainya dikantor Kyuhyun, Sungmin bergegas menuju ruangan suaminya. Orang-orang yang melihat Sungmin berjalan cepat tanpa menyapa karyawan disana satupun merasa heran, pasalnya Nyonya Cho yang mereka kenal adalah orang yang ramah dan suka tersenyum pada Karyawan. Namun sekarang mereka melihat raut Sungmin yang masam tanpa senyuman sedikitpun namun mereka mencoba untuk tidak berpikiran yang macam-macam.

Sesampainya didepan ruangan Kyuhyun, Sungmin disambut sekretaris Kyuhyun yang sudah lama bekerja disana, meskipun sangat sexy dan cantik tapi Sungmin tidak sedikitpun cemburu atau menaruh curiga pada sekrertaris Kyuhyun ini karena iaa mengenal baik bagaimana sekretaris Kyuhyun ini.

" Solbi, apa Kyuhyun ada diruangannya? "

" Ada Nyonya, sangjangnim sedang memeriksa beberapa dokumen, mari saya antar keruangannya. " Solbi mengantar Sungmin keruangan Kyuhyun setelah mengetuk pintu dan telah dipersilahkan masuk Sungmin pun tanpa berlama-lama masuk keruangan Kyuhyun setelah itu Solbi langsung meninggalkan mereka berdua dan kembali bekerja.

" Kau kemari Min? Kenapa tak meneleponku dulu ? " Sungmin tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun dan langsung menghambur kepelukan Kyuhyun membuat Kyuhyun berjengkit karena terkejut.

" Kau kenapa hmm? " Sungmin menggelengkan kepalanya, iaa memeluk Kyuhyun dengan erat sampai-sampai Kyuhyun sedikit kesulitan bernafas namun Kyuhyun tidak protes sedikitpun. Kyuhyun mengusap punggung Sungmin perlahan mencoba menenangkan. Kyuhyun mengangkat sedikit tubuh Sungmin dan membawanya kepangkuannya. Tak ada pembicaraan diantara keduanya, Sungmin masih saja bungkam dan duduk dipangkuan Kyuhyun sedangkan Kyuhyun mengelus punggung Sungmin menggunakan tangan sebelah kiri sedangkan tangan sebelah kanan iaa gunakan untuk memegang dokumen yang harus segera iaa tandatangani.

Tak terasa dua jam berlalu dan Sungmin ternyata tertidur dipangkuan Kyuhyun, Kyuhyun melihat jam ditangannya menunjukan pukul 12 Siang dan sebentar lagi Minhyun pulang sekolah, melihat Sungmin tertidur tak mungkin jika iaa membangunkan Sungmin untuk menjemput Minhyun. Akhirnya Kyuhyun pun menelpon Minhyun.

" Yeoboseo Appa "

" Baby, apa kau pulang dengan Kai dan Appanya hari ini ? "

" Ne Appa, Wae? "

" Anni, Eomma tak bisa menjemput Baby karena Eomma sedang keluar, Baby setelah sampai dirumah bermain bersama Haneul Eomma saja tak apa kan? "

" Ne Appa, memangnya Eomma kemana? "

" Eomma sedang bertemu dengan temannya, yasudah kalau begitu Appa bekerja dulu ne " Kyuhyun pun mematikan teleponnya, iaa memang sengaja tak mengatakan kalau Sungmin berada dikantornya karena takut Minhyun menyusul. Iaa tak ingin Minhyun melihat Sungmin yang iaa pikir dalam keadaan mood yang tidak baik. Kyuhyun menggendong Sungmin dan merebahkannya disofa yang ada diruang kerjanya, Kyuhyun membuka jasnya dan menyelimuti Sungmin. Diusapnya rambut Sungmin dengan sayang, dipandanginya wanita yang begitu iaa cintai ini. Kyuhyun mengecup kening Sungmin setelah itu kembali melanjutkan pekerjaannya. Jam menunjukan waktu makan siang tetapi Kyuhyun memilih menunggu Sungmin bangun dan makan bersamanya nanti.

" Eunghh " Sungmin menggeliatkan tubuhnya, mengerjapkan kedua matanya dan membuka matanya.

" Ini dimana " Guman Sungmin yang belum menyadari keberadaanya, Kyuhyun terkekeh kecil melihat tingkah istrinya itu.

" Sudah bangun my princess? " Sungmin langsung menengok kearah sumber suara dan dilihatnya kyuhyun yang duduk dikursi kerjanya sambil tersenyum melihat Sungmin.

" Kyuuuu " Sungmin bangun dari tidurnya dan berlari kearah Kyuhyun.

GREP

Sungmin kembali memeluk Kyuhyun dengan erat dan duduk dipangkuan Kyuhyun membuat Kyuhyun terkekeh melihat tingkah manja Sungmin, Kyuhyun membalas pelukan Sungmin tak kalah erat sambil mengusap kepala Sungmin lembut.

" Ada apa denganmu eoh? Ceritakanlah padaku " Sungmin terdiam sejenak, sebenaranya iaa ingin menceritakan mengenai pertengkarannya dengan Haneul tapi iaa tau jika iaa menceritakannya pada Kyuhyun pasti Kyuhyun langsung mengusir Haneul dari rumah. Sungmin kasihan pada anak yang ada didalam kandungan Haneul ditambah lagi tak tega dengan Minhyun jika melihatnya bersedih karena Kyuhyun mengusir Haneul.

" Gwencana, aku hanya merasa ingin marah entah pada siapa dan aku juga merasa ingin dimanja olehmu " Kyuhyun tersenyum, Kyuhyun tau ada yang Sungmin sembunyikan darinya, ini bukanlah sikap Sungmin yang marah tanpa alasan yang jelas dan kalaupun iaa ingin bermanja-manja pasti akan menunggu Kyuhyun pulang dari kantor. Namun Kyuhyun berusaha mempercayai alasan Sungmin, iaa akan mencari tahu ada apa dengan Sungminnya.

" Sayang, apa kau lapar? Bagaimana kalau kita makan dulu ? " Sungmin menggelengkan kepalanya dan semakin memeluk Kyuhyun erat.

" Aku ingin kau peluk terus, aku tak ingin makan " Sungmin mempoutkan bibirnya imut membuat Kyuhyun gemas dan langsung mengigit bibir Sungmin.

" Akhhh Appooooo " Sungmin memukul pelan dada Kyuhyun tapi bukannya merasa bersalah Kyuhyun malah kembali menyerang bibir Sungmin dengan ciuman mautnya, yang awalanya Sungmin merasa sakit kini iaa menikmati ciuman Kyuhyun. Setelah terlarut dalam ciuman yang cukup panjang Kyuhyunpun melepaskan ciumannya.

" Sekarang kita harus makan, ini sudah lewat dari jam makan siang. Aku tak mau kau sampai sakit sayang " Kyuhyun mengelus pipi Sungmin dan akhirnya Sungmin pun menganggukan kepalanya menyetujui ajakan Kyuhyun.

" Kajja kita makan " Kyuhyun menarik lembut tangan Sungmin namun bukannya berjalan Sungmin malah tetap diam diposisinya.

" Wae? Bukankah kau setuju untuk makan ? " Sungmin merentangkan kedua tangannya pada Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya.

" Gendooooong " ucap Sungmin manja membuat Kyuhyun sedikit terkejut, tak biasanya Sungmin semanja ini. Kyuhyun menghela nafas sejenak setelah itu menghampiri Sungmin dan berjongkok didepannya, Sungmin pun langsung naik kepunggung Kyuhyun dan mengeratkan pelukannya dileher Kyuhyun.

" Kau harus membayar jasaku menggendongmu nanti malam diatas ranjang, Arra? " Sungmin tersenyum nakal sambil berbisik ditelinga Kyuhyun.

" Tak masalah yeobooo " Kyuhyun tersenyum lebar mendengar Sungmin berbisik padanya dengan nada menggoda.

Seluruh karyawan tersenyum-senyum melihat Kyuhyun yang bercanda-canda sambil menggendong Sungmin. Mereka berdua seakan tidak perduli bermesra-mesraan dikantor, yang terpenting bagi Kyuhyun melihat Sungmin tersenyum jauh lebih baik dari pada melihat mood Sungmin saat pertama datang tadi.

.

.

.

Hari libur ini Kyuhyun sengaja menghabiskan waktu dirumah, Minhyun juga tak meminta untuk berjalan-jalan. Kyuhyun duduk diteras halaman belakang rumah bersama Sungmin yang menyenderkan kepalanya dibahu Kyuhyun, mereka sedang memperhatikan Minhyun yang sedang menyiram tanaman. Sudah beberapa hari ini Sungmin sering datang kekantor Kyuhyun dan menghabiskan waktu bersama Kyuhyun, saat dirumahpun Sungmin sering menempel pada Kyuhyun seperti saat ini, sedikit banyaknya perubahan sikap Sungmin membuat Kyuhyun merasa aneh, setiap Kyuhyun menanyakan ada apa dengannya, Sungmin hanya menjawab tak ada apa-apa.

Haneul menghampiri Kyuhyun dan Sungmin lalu duduk disebelah Kyuhyun, melihat kedatangan Haneul dengan segera Sungmin mengeratkan pelukannya ditangan Kyuhyun dan menatap Haneul waspada. Melihat tingkah aneh Sungmin pun Kyuhyun merasa sedikit curiga, Kyuhyun akhirnya memeluk erat Sungmin dan membawa Sungmin kedalam dekapannya. Kyuhyun melirik Sungmin melalui ekor matanya, Kyuhyun mengerukan keningnya saat melihat Sungmin mencibir kearah haneul dan saat iaa melirik kearah Haneul dilihatnya Haneul melotot kearah Sungmin. Dan dapat iaa simpulkan bahwa keduanya sedang bertengkar.

" Apa terjadi sesuatu diantara kalian ? " Kyuhyun yang jengah melihat tingkah kedua istrinya pun akhirnya bertanya.

" Gwencana Kyu, oia Kyu bisakah nanti malam kau tidur denganku? Sepertinya uri Baby ingin tidur dengan ayahnya " Haneul mengelus perutnya yang sedikit membuncit.

" ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEE " Sungmin langsung berteriak dan memeluk Kyuhyun posesif, beruntung Minhyun masuk kedalam rumah saat Haneul datang tadi. Kalau tidak pasti iaa kahawatir mendengar Sungmin berteriak.

" Min " Kyuhyun mengusap pelan punggung Sungmin mencoba menenangkan.

" Andwe, pokoknya Kau tak boleh tidur dengan Haneul " Kyuhyun menghela nafas berat.

" Haneul, kau dengar sendirikan kalau Sungmin tak mengizinkannya? Mianhae " Mata Haneul berkaca-kaca dan menunjukan wajah memohonnya membuat Kyuhyun tak tega.

"Aku hanya minta malam ini saja hikss uri Baby ingin tidur dipelukan ayahnya, masa kau tak mengizinkan Min? Kyuhyun juga suamiku dan aku masih berhak atasnya hiksss kenapa kau tega padaku sih hiksss " Kyuhyun mencoba membujuk Sungmin, tak tega juga melihat Haneul seerti itu.

" Min, hanya sem.. "

" Baiklah, tidur saja dengannya ! Aku tak mau tidur denganmu lagi ! Tak mau berbicara denganmu lagi ! " Sungmin memotong omongan Kyuhyun setelah itu iaa pergi meninggalkan Kyuhyun dan Haneul sambil menghentak-hentakan kakinya. Kyuhyun mengusap kasar rambutnya, iaa pusing menghadapi tingkah kedua istrinya, sedangkan Haneul tersenyum-senyum karena sukses membuat Sungmin kesal.

TBC

Aku kembali lagiiii, maaf telat banget updatenya sempet bermasalah di casan laptop yang tiba-tiba rusak. Mianhae kalau kependekan ne, chap depan diusahain panjang. Ide mentok sampe disitu, Chap depan kayaknya memasuki kehancuran hubungan Kyumin jadi siapkan hati kalian ne, makannya beberapa chap ini aku buat banyak kyumin momentnnya. Maaf kalau banyak typo, dan makasih banyak buat yang review. Dan yang minta NC mianhae aku gak bisa karena aku gak mampu buat NC, belum sanggup, buat yang kayak begini aja tarik nafas mulu -.- mianhae. Bingung mau ngomong apa lagi, oia yang mau panggil aku author atau chingu atau Eonnie juga silahkan aja, aku mah bebas-bebas saja, enaknya gimana kalian aja manggilnya apa. Oke sekian dulu, sampai ketemu chap depan ^^