Be My Girl
Cast: Kim Kibum, Cho Kyuhyun, other Sj
Disclaimer :Super Junior milik SMEnt, Semua member milik mereka sendiri, tapi untuk Kim Kibum adalah milik saya, dan ryeowook adalah calon saya #kena Gampar#
Rated : T
Warning : Typos, bad plot, gaje, gak da humornya, YAOI, BOYS X BOYS don't like don't read. Ada member yang saya ubah menjadi yeoja. Oke..oke..oke…
Summary :Sebuah kesalah pahaman terjadi, kibum seorang seme sejati malah manjadi salah satu personil di girl band. Akankah dia bisa mempertahankan hatinya, atau malah menjadi normal? Atau malah beralih menjadi uke?
Genre : Humor, Romance
%ika. Zordick%
Tapi ayolah~~ ada yang lebih buruk dari itu.
"Dan untuk pasangan Kibum adalah~~" Sooman sengaja menggantung kalimatnya.
Kyuhyun berdoa dalam hati semoga saja bukan dia!
"Tentu saja yang memiliki suara indah dan memikat"
Changmin menjadi lebih percaya diri. Kyuhyun terasa semakin tersudut. Demi apapun jangan namja itu!
"KIM YESUNG! Bukankah mereka pasangan sempurna?"
PRANGGG….. sukses sudah hatinya hancur berkeping-keping. Detik itu juga Kyuhyun pingsan di tempat. Yesung? Yesung? Namja yang dalam pikiran Kyuhyun kelewat babo dan aneh. Orang yang paling di kutuknya jika berpasangan dengan kibum. Dia bahkan rela melakukan bash pair untuk penulis FF YeBum yang mengalahkan FF KyuBum. Sekarang! Pair itu akan dianggap nyata! Pair si babo x si autis –pikiran Kyuhyun is REAL! YeBum is REAL? DUNIA KYUHYUN AKAN TAMAT!
BRAAAKKKHH...
Kyuhyun menggebrak meja, guratan kemarahan terlihat di wajah tampannya—manis di mata Kibum. "Aku tidak setuju!" ucap Kyuhyun telak tanpa keraguan sedikitpun membuat ruangan rapat berubah hening mendadak.
Leeteuk dan Hangeng bertatapan sejenak, ada apa sebenarnya dengan evil maknae mereka. "Kyunnie, tenanglah!" perintah Leeteuk kemudian melirik Sooman yang sedang berpura-pura memasang wajah bingungnya. "Apa kau yang ingin menjadi pasangan Kibum—ssi, Kyuhyun—ah?" tanyanya—seolah dia orang yang paling tidak mengetahui segalanya.
"Kau boleh memilih yeoja yang lain, asalkan jangan Kibum!" pekik Kyuhyun dengan wajah memerah karena kesal. Apa namja tua itu bodoh atau dia memang sudah pikun? Dia ingatkan bahwa Kibum seorang namja. Dia juga tak lupakan bahwa posisi siapapun sama sulitnya sekarang. Kyuhyun memang cemburu tapi dia jauh lebih memikirkan posisi Kibum dan Group The Prince yang siap hancur jika semua kebohongan ini terbuka.
Sooman rasanya ingin berteriak kegirangan. Sepertinya ia telah memenangkan permainan ini. Di liriknya Kibum yang masih santai di posisinya, tatapan mata yang tajam membunuh nafas Tuan pemilik SM tersebut. "Ternyata aku belum menang rupanya" batin Sooman, kembali memawaskan dirinya. Ia kembali tampak berwibawa.
"Kyuhyun—ssi, sepertinya kau tak punya hak untuk menganggu gugat pilihan Sooman Ahjussi" ucap Eunhyuk memutar bola matanya bosan. "Aku merekomendasikan Eunhyuk—ssi" sambut Kyuhyun enteng.
"Sepertinya kita semua sudah sepakat tentang ini, kurasa tidak ada yang salah dengan itu" ujar Leeteuk memberi pendapat. "AKU TIDAK!" Kyuhyun mulai kehilangan kendalinya. Ditatapnya Kibum yang masih lekat menatap Yesung yang terlihat masa bodoh saja. Kyuhyun berdecih, rasanya ingin sekali menyiram bocah Amerika keparat itu dengan segelas air kemudian memakinya dan menangis sekeras-kerasnya.
"Kyu tenanglah!" Siwon merasa kasihan juga dengan Kyuhyun yang sudah berteriak dan membuat suara sang salah satu lead vocal mereka itu serak.
Sooman mulai bingung, apakah ia harus senang dengan kondisi ini atau malah harus takut. Kibum sepertinya belum terlihat getir. "Kurasa kita harus menggantinya, jika me—" ucapan Sooman terputus saat ia hendak berbicara menghentikan sandiwara menggoda pasangan Kihyun yang merupakan sumber uangnya.
"Tidak ada yang perlu diganti di sini, siapapun tahu aku dan Kibum akan membawa nama SM dan menggebrak tangga lagu dunia jika bersama. Kurasa anda tak ingin kehilangan kesempatankan, ahjussi" entah apa yang terjadi—mungkin karena sedikit kesal, bahwa dia sama sekali tak pernah didengar, Yesung angkat bicara. Dia adalah real lead vocal sesungguhnya di The Prince, dia juga lebih berpengalaman dari seorang Kyuhyun. Kenapa dia tak bisa di dengarkan? Jumlah fansnya pun tak kalah banyak dengan jumlah fans Kyuhyun.
Kibum melirik Sooman yang sudah terkejut setengah mati. Sepertinya dia yang telah memenangkan permainan si tua bangka itu. "KEPALA BESAR APA KAU GILA?" Kyuhyun menatap tajam Yesung, rasanya ia ingin membunuh namja tampan bersuara emas itu sekarang juga, kemudian menguburnya hidup-hidup bersama dengan Kibum.
"Apa yang salah dengan itu maknae? Kau ingin menggantikan posisiku dan bernyanyi dengan Kibum dalam proyek ini?" desis Yesung. "Kali ini aku ingin dapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku" Kyuhyun terdiam. Dia sungguh tak bermaksud merebut apapun dari Yesung. Memang semua terkesan seperti itu sebelumnya. Posisi yang seharusnya di miliki Yesung sudah terlalu banyak ia ambil.
"Jika kau memang tak bisa menuntaskan proyek ini sesuai dengan rencana kita sebelumnya, aku akan menarik lagu yang kuciptakan dan aku akan memastikan aku akan pindah dari manejement ini" ancam Yesung dengan suara yang begitu datar. Diangkatnya ddangkoma yang sedari tadi di letakkannya di sisi mejanya. "Kurasa rapat sudah selesai, aku keluar duluan"
Sooman mengacak rambutnya frustasi. "Baiklah, aku juga duluan. Kurasa tidak ada masalah yang lain" ucap Kibum santai kemudian ikut keluar. "Aku kalah dan ini fatal" gumam Sooman lirih.
Sementara Kyuhyun sibuk dengan pemikirannya sendiri. "The prince dan My Girl akan tamat" batinnya miris. "Dan Kibum, dia dapatkan apa yang ia inginkan"
"Rapat selesai" akhirnya Sooman mengeluarkan keputusan akhirnya.
%ika. Zordick%
"Ddangko... lihatkan, dia tak mengingatmu, dia tak mengingat kita. Apa aku melakukan kesalahan?" lirih Yesung menyandarkan punggungnya di tembok di lorong sepi di gedung SM tersebut. Jemari lentiknya berlahan mengelus cangkang kura-kura yang sudah lumayan besar tersebut.
"Kau jelas melakukan kesalahan" desis seorang yang kini sudah berada tepat di hadapan Yesung. Yesung menegang, di dongakkannya wajahnya perlahan. Saat mata mereka bertemu, BRAAAKKK. Dengan kasar orang tersebut mendorong bahu Yesung ke di dinding. Kura-kura di tangan Yesung jatuh begitu saja. Yesung meringis, merasakan perih di bahunya.
"Siapa kau?" di dekatkannya wajahnya menatap Yesung. "Aku tahu kau tak sebodoh yang di katakan orang"
"Sebaiknya kau melepaskan tanganmu, tidak ada yeoja yang bertenaga sebesar ini, Kibum—ssi. Kau tak ingin dirimu yang sebenarnya ketahuankan?"
Kibum terdiam, di tatapnya remeh Yesung yang ada di hadapannya. "Apa aku mengenalmu?"
"Seharusnya aku yang bertanya, apa kau melupakanku? Bryan Kim? Ahh—salah, Kim Kibum" tanpa ragu Yesung membalas tatapan mematikan Kibum, wajah mereka semakin mendekat tapi seolah enggan untuk saling bersentuhan.
Membisu. Suasana hening seolah mencekam keduanya. Kibum terus memutar otaknya, menemukan memorinya yang hilang yang memang terbilang susah mengingat orang lain. Otak jeniusnya itu hanya ia gunakan untuk mengingat orang yang memang penting dan otomatis akan menghapus siapapun yang sudah dianggapnya tak ada hubungan lagi dalam hidupnya. Ohh—Bryan Kim begitu simplenya hidupmu!
"Kau tahu siapa aku, Yesung—ssi?" tanya Kibum datar
Yesung tersenyum meremehkan, "Aku memang sempat terkecoh, namun saat kau kembali sebagai Bryan, aku tahu siapa kau. Aku tahu dengan jelas, kau tak punya seorang kembaran. Aku tahu segalanya tentangmu, tentang kejahatan yang bahkan Kyuhyunmu tak ketahui"
"Joongwon?" lirih Kibum menatap bola mata yang sama hitam pekatnya itu dengan miliknya.
"Joongwon sudah mati Kibummie, di depanmu adalah KIM Yesung" Yesung seolah sengaja menekankan nama Kim. Kibum tercekat, perlahan tangannya yang mencengkram bahu Yesung jatuh begitu saja. Mata Yesung berlahan mulai berkaca-kaca, ukiran senyuman terlihat di bibir merahnya. "Kau yang memberikan nama itu, kenapa kau bisa lupa?"
"Sorry, Sungie~" Kibum seolah tak berdaya, kenapa bagian masa lalunya kembali. Disaat ia telah bersumpah untuk setia dengan seorang namja yang dari awal sampai akhir akan selalu ia cintai.
Yesung meraih kerah baju Kibum. Memaksa Kibum menatapnya. "Kau ingatkan padaku? Sex dollmu yang kau sembunyikan di belakang kekasih polosmu. Kejahatanmu yang bisa dengan mudahnya kau lupakan"
"Stop it! Don't be dreamer Yesung!"
"Oh? Really? Call me Baby Sungie, Bummie like you call me before you kicked me from your world"
Kibum terdiam. Hatinya ikut mencelos sakit saat mendengar lirihan suara indah itu. Buliran air mata mulai mengalir di pipi Yesung. "I love you, do you heard me? AKU MENCINTAIMU KIM KIBUM! MESKI KAU BEGITU KEJAM DENGANKU"
Seolah tak memiliki tenaga lagi, Kibum menunduk. Ia ingat, bagaimana begitu kejinya dia. Dia yang meminta agar namja ini dahulu meninggalkannya. Dia yang dengan mudahnya mengatakan bahwa hanya kyuhyun yang ada di hatinya setelah sekian banyaknya yang ia dapatkan dari namja manis sekaligus tampan di hadapannya tersebut. "Maaf~, aku sudah memberikan apapun yang kau minta dahulu, kumohon lepaskan aku dan jangan sakiti Kyuhyun" sekali lagi, hati Yesung harus bersedia sakit. Kenapa Kibum bisa begitu mencintai Kyuhyun. Apa kurangnya dia? Bukankah dia jauh lebih baik selama ini?
"Aku bukan pelacur, mengertilah! Apa aku begitu murahan hingga dengan kau memberikan kepopuleran ini dan juga segalanya yang ada di dalam hidupku seperti sekarang ini aku akan senang. Aku ingin kau, bummie. Aku butuh kau, kau harusnya mengerti bukan hanya Kyuhyun yang membutuhkanmu! Aku juga!"
"3 bulan trainee untuk seorang Cho Kyuhyun, dengan keberadaannya aku mulai debut. Seharusnya dari awal aku juga sudah tahu, ini karenamu. Kenapa aku begitu bodoh, kaulah yang berada di belakang semua ini. Sooman terlalu takut dengan tuntutan yang akan kau ajukan ketika kau masih bagian dari SM"
"Jangan membuka luka lama Yesung hyung! Aku dan kau sudah tak memiliki hubungan apapun. Dan kuharap kau bisa menjaganya dari Kyuhyun" Kibum menghapus air mata yang mengalir di pelupuk mata Yesung. Dengan sigap Yesung melingkarkan tangannya di bahu Kibum, dengan kasar melumat bibir merah menggoda itu. Kibum diam, apakah dengan ciuman yang tulus akan membuat Yesung merelakannya?
Kibum melingkarkan tangannya di pinggang Yesung, balik melumat bibir Yesung dengan tulus. Menyalurkan kehangatan dan harapan, "Aku mencintai Kyuhyun, lepaskan aku untuk tetap bersamanya hyung. Kumohon!" batin Kibum.
"Kibummie~~" suara lirih Kyuhyun terdengar. Kibum menghentikan lumatannya. Ia buka matanya, melirik ke arah sumber suara tanpa melepaskan pangutannya. Dia dengan jelas melihat sosok Kyuhyun yang hendak menangis. Dia sudah menyakiti dua orang rupanya. Di dorongnya lembut tubuh Yesung. Dia membungkuk pada Yesung, "Maafkan aku" ucapnya sopan.
"Kau akan merebut milikku lagi Kyuhyun—ah?" sindir Yesung.
Kyuhyun mengusap air matanya kasar. Dia menggeleng kuat—membuat Kibum kebingungan. "Kembalikan Kibum padaku dan aku berjanji semua akan kembali. Kau tidak bodoh kan, jika semuanya telah lepas dari kendali?"
"Yesung!" Kibum menggeram. "Dia sudah tahu semua kejahatanmu Kim Kibum. Berterima kasihlah padaku karena membuat tak ada rahasia diantara kalian. Sekarang aku menginginkan yang kau rebut kembali dan dapat kupastikan impianmu takkan hilang, Kyu" seringgai Yesung.
"Kita putus saja" Kyuhyun berucap miris. Dia kuat mencengkram dadanya, rasa sakit bergejolak di sana. Bukankah dia yang membuat Yesung lebih menderita sebelumnya, bukankah Yesung dahulu lebih menderita dari ini. Dia ingin mengalah untuk sesuatu yang memang bukan miliknya. Salahkan ia yang tahu dan begitu membenci Yesung. Salahkan dia yang melihat betapa Kibum juga mencintai Yesung—ciuman yang ia lihat tadi sudah cukup menjadi sebuah bukti pasti.
"Kau—" Kibum berwajah begitu dingin. Ada rasa marah dalam hatinya, bagimana mungkin Kyuhyun bisa melepaskannya semudah itu dibandingkan dengan mimpi yang ialah sebenarnya memberikannya. "Lebih memilih boyband itu dari aku?" Kibum berdecih.
Mengangguk takut. Kyuhyun jelas melihat kemarahan dimata Kibum. Dia kemudian berlari secepat yang ia bisa. Ia juga ingin melindungi. Dia melindungi member yang lain, Leeteuk, Hangeng, Siwon dan Changmin yang mempertaruhkan segalanya demi The Prince. Begitu pula dengan My Girl, bagaimana mungkin para yeoja itu harus meneteskan air mata karena masalah pribadinya dengan Kibum beserta Yesung.
Kibum bermaksud mengejar Kyuhyun namun lengan Yesung menghentikannya. Tatapan sarat kecemasan terlihat jelas. "Ddangkoma menghilang Bummie, bagaimana ini?" memory-memory tentang Yesung yang terlalu menyayangi kura-kura pemberiannya itu kembali berputar. Dengan lembut, Kibum menepis tangan Yesung. "Maaf" ucapnya lirih kemudian berlari mengejar Kyuhyun.
Yesung menatap punggung Kibum nanar. Rasa sakit bergemuruh di dadanya. "Salahkah aku berharap kita seperti dulu? Hiks..." Yesung terisak, dia kemudian mulai mencari ddangkoma.
%ika. Zordick%
GREEEB...
Akhirnya Kibum dapat meraih tubuh Kyuhyun. "Maafkan aku, aku mencintaimu. Jangan pergi!" lirih Kibum berbisik di telinga Kyuhyun. Mendekap erat tubuh itu dari belakang. Isakkan terdengar dari bibir Kyuhyun. "Lepaskan aku!"
"Kyu!"
"Kau menyakiti keduanya jika kau mengejarku bodoh!" Kyuhyun menghapus air matanya. Mendorong tubuh Kibum agar menjauh. "Aku hanya tak ingin semua kacau bummie! Kami semua tak sekuat posisimu. Skandal sebesar ini akan menjatuhkan kami dari dunia kejam ini"
Kibum kembali menarik Kyuhyun dalam pelukannya. "Kita lewati bersama. Aku akan melindungi semuanya. Aku janji. Bukankah kau mencintaiku? Aku lebih penting dari karirmu kan?"
Kyuhyun mengangguk pelan.
%ika. Zordick%
"Sss... hhh... " suara desahan halus terdengar di depan kamar bertulisan Kibum & Sungmin. Kibum terdiam, dia mematung di depan kamar tersebut. Memperhatikan pintu coklat tersebut. Dia mengusap rambutnya kasar. Siapa gerangan yang mendesah dalam kamarnya? Apa Sungmin? Tapi dia sangat yakin ini bukan suara Sungmin.
Kibum merutuki nasibnya. Apa salahnya hingga Tuhan begitu menghukumnya? Selingkuhannya yang dahulu kembali dan membuatnya GALAU. Kyuhyun yang bertingkah imut-imut kayak marmut yang membuatnya di dera penyakit 'Mari menjedotkan kepala di tembok'. Apa yang lebih parah dari ini? Desahan di tengah malam di kamarnya? Oh.. GBU Kibummie!
Ckiiitt...
Dengan konflik batin yang sangat sengit, Kibum memberanikan diri membuka pintu kamarnya sendiri. BUUGHH... BRAAKK... BRAAKK... terdengar kegaduhan. Kibum menghela nafas, di hidupkan lampu yang menjadi satu-satunya sumber penerangan kamarnya tersebut. Kali ini dia harus rela menutup mulutnya secara paksa.
"Oh God" gumamnya melihat kekacauan yang terjadi. Bagaimana tidak, dua yeoja terimut dalam sejarah hidupnya sedang berpelukan. Wajah mereka terlihat pucat. Apa lagi Ryeowook yang di peluk oleh Sungmin. Kibum menghela nafasnya, bohong jika ia tidak tahu prihal ke dua noonanya yang menyimpang tersebut. Kibum mengutip pakaian Ryeowook yang terletak di kakinya. Di serahkannya pada Sungmin yang memang menutupi tubuh topless yeoja manis tersebut. "Aku akan menunggu di luar" killer smile terlihat di bibir merah Kibum dan kemudian suara pintu tertutup terdengar.
Sungmin dan Ryeowook menghela nafas berbarengan. "Bagaimana ini eonni?" terdengar cicitan Ryeowook. "Tenanglah! Aku akan bicara dengan Kibummie. Ini pakai pakaianmu!"
%ika. Zordick%
"Tidak usah terlalu khawatir, aku sudah tahu sebelumnya" Kibum masih terlihat tenang. Matanya menerawang ke langit-langit kamarnya. Dua yeoja cantik dihadapannya terlihat tak percaya. "Aku juga orang yang sama seperti kalian"
"Eh... kau lesbi?" Sungmin membulatkan matanya kaget.
Kibum melirik Sungmin, dia tersenyum. Entahlah—dia mungkin lebih cocok di sebut gay. "Dan aku punya rahasia yang lebih besar dari itu"
"Bummie~" Ryeowook mengelus punggung tangan Kibum. "Aku pihak yang mendominasi, tapi kenapa aku merasa aku tak berdaya untuk tak membuatnya tak bersedih?" Kibum mengeluarkan suaranya. Terdengar sedikit bergetar.
"Yakinilah, semua akan baik-baik saja, kita saling percaya, maka kita akan bisa melewatinya"
"Tapi dia takkan percaya lagi padaku"
"Bummie, apa maksudmu? Apa kau berselingkuh?" Sungmin mendongakkan wajah Kibum. Kibum mengangguk. "Dahulu, dan kini selingkuhanku kembali dan mengacaukan segalanya"
Hening...
"Ahh—lupakan! Bolehkah aku tahu siapa butchnya?"
Hening...
Sungmin mengangkat tangannya. "Cocok!" ujar Kibum santai, kemudian menaiki tempat tidurnya dan mulai bergelut di alam mimpi.
%ika. Zordick%
Drap... drap...
Suara derap langkah menghentak terdengar. BRAAKK... Shindong dengan keras menggebrak pintu apartement mewah yang menjadi tempat tinggalnya bersama dengan Kangin selama di korea ini.
"Yak! Kau mau membuatku jantungan?" pekik Kangin tak terima. Hampir saja kopi yang dipegangnya tumpah akibat ulah Shindong. "Ini gawat hyung!"
"Shut up Mathew! Look! what you do!" Kangin sukses menumpahkan kopinya. Shindong menggaruk belakang kepalanya, "Ahh—sorry! But it's not so important! I have a news about our Bryan"
"Ahh—jinjja? Apa itu?" Kangin merebut koran di tangan Shindong.
"What The Hell!" pekik Kangin saat membaca kata "KIM KIBUM ADALAH SEORANG NAMJA DAN DIA GAY"
Kangin segera menekan nomor di ponselnya secara acak. "Hentikan pemberitaan itu, brengsek!"
%ika. Zordick%
PLAAKK...
Kibum terdiam, seumur hidupnya baru kali ini dia begitu pasrah topless di depan kumpulan beberapa yeoja cantik. Sebuah tamparan mendarat beberapa kali di pipinya. "Kau maniak!" dan itulah sumpahan yang terdengar dari mulut yeoja yang begitu menyayanginya dahulu.
Ryeowook menutup mulutnya, menahan isakkan yang bisa saja keluar dari bibirnya. Donghae bahkan sudah pingsan di tempat saat melihat dada rata Kibum di hadapan matanya. Sungmin lebih memilih menjauhkan ketua My girl itu sebelum Kibum kehilangan ketampanannya karena terlalu seringnya di tampar pagi ini.
"Tenanglah eonnie!" seru Sungmin.
"Brengsek seperti dia, pantas di bunuh Ming! Apa maksudnya menipu kita dan berada di antara kita? Dia namja dan tinggal bersama kita. Kau... kau bahkan telanjang di depannya. Dia maniak!" Heechul berusaha menggapai rambut Kibum dan berusaha menjambakinya.
Ryeowook berlari memeluk Kibum. "Tenang saja, aku tak tertarik pada wanita. Aku gay" ucap Kibum santai. Eunhyuk kini yang pingsan di tempat. Heechul membeku di tempatnya berdiri. "Eonni, bagaimanapun dia kibum! Dia dongsaeng kita" lirih Sungmin.
"Aku juga tidak ingin menjadi girl band, aku hanya ingin menemui kekasihku dan semuanya menjadi tak terkendali" lirih Kibum. Air mata mengaliri di pipinya. "Aku sudah sering dibuang, jadi kalian tidak perlu khawatir, aku akan pergi dari sini segera. Aku akan melindungi group ini untuk terakhir kalinya"
"Bummie"
"Aku Bryan Kim, kalian tahu sendiri aku bukanlah namja yang lemah"
%ika. Zordick%
"CHO KYUHYUN! YOU'RE B*TCH" tulisan-tulisan protes dan kata-kata menjijikkan mulai bermasukan di dalam website resmi SM untuk Kyuhyun. Pemberitaan dari luar negeri yang dipenuhi yeoja dan namja asing penggemar Kibum yang berisi makian untuk Kyuhyun bermunculan. Kenapa harus dia yang menjadi korban segalanya? Kenapa tak ada orang yang berada di dekatnya. Apa karena kepopularitasan Kibum di dunia jauh melampauinya? Lalu apa dia sudah menjadi terkenal sekarang seperti mimpinya karena skandalnya bersama Kibum?
Kyuhyun menutup paksa laptopnya sambil sedikit membantingnya. Dia melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, dia punya schedule sebentar lagi bersama yang lain. "Hyung—ah" sapanya saat melihat Leeteuk. "Kau ingin kemana?" Siwon menyindir.
"Bukankah kita ada schedule?"
"Sudah batal... dan semua karena mu" PRAANGG... Kyuhyun terdiam, seharusnya ia bisa membaca itu sebelumnya. "Kau penipu!" Changmin pun ikut menyalahkannya. "Bagaimana bisa aku bisa mencintai seorang namja. Tch!"
Hangeng menepuk bahu Kyuhyun lembut, "Sudahlah kalian, Kyu tidurlah di kamarmu eoh. Beristirahatlah!"
"Kau tak boleh istirahat Kyu!" ucap Leeteuk saat dia mematikan ponselnya. "Penggemarmu berkelahi dengan penggemar Kibum di luar sana. Kau harus segera menemukan jalan keluar dari ini semua atau kami semua ikut hancur bersamamu"
"Hyung! Kau tak lihat kondisi Kyuhyun? Biarkan dia tidur, aku akan mencari jalan keluarnya" Yesung mengambil alih pembicaraan. "Istirahatlah di kamarmu!" perintah Yesung dingin sambil menatap Leeteuk dingin. "Hangeng hyung, bisakah kau temani dia? Ajak dia bicara!"
%ika. Zordick%
Kangin berusaha menerobos kerumunan fans dan wartawan di apartement My Girl bersama Shindong. "Ini lebih buruk saat Bryan membuka masalah orangtuanya yang menjualnya dahulu" gerutu Shindong saat mereka berhasil berada di depan pintu apartement My Girl. Di ketiknya beberapa pesan singkat pada Kibum dan tak beberapa lama kemudian, tampak Sungmin yang sudah membukakan pintu untuk mereka.
"Mana Bryan?" tanya Kangin pada Sungmin. Sungmin menutup kembali pintu saat Shindong dan Kangin sudah masuk. "Bersama Heechul eonni"
Kangin mengedarkan pandangannya dan menemukan sosok Heechul yang sedang memeluk Kibum. "Bryan, are you ok?" tanya Kangin menghambur pada Kibum. Di bingkainya wajah Kibum dan menatap kedua manik kelam itu. "Jordan hyung..." lirih Kibum, "Aku menyakiti Kyu lagi"
"Tenanglah! Ayo kita jemput dia! Kau harus segera menjelaskan ini ke media. Mathew sudah menyiapkan skripnya, kau hanya tinggal berakting di depan mereka"
%ika. Zordick%
Deg...
Deg...
Deg...
Jantung Kibum berdetak semakin tak karuan. Dia bukan pertama kalinya mengalami hal seperti ini, mengguncang dunia dengan kepopulerannya dan masalah yang ia alami adalah masalah dunia juga. Beberapa tahun lalu, ia juga mengalaminya. Dia mengungkapkan dirinya dibuang oleh seorang yeoja saat masih kecil dan di jual dengan harga yang begitu rendah.
Tapi sekarang ini, dia mengorbankan perasaan orang lain juga. Perasaan Kyuhyunnya, perasaan para keluarga barunya. Heechul menatap wajahnya lekat-lekat, air mata mengalir di pipi gadis cantik itu. "Bummie, lihat noona. Ini semua akan baik-baik saja, kami berdoa untukmu. Kami ada untukmu. Selesaikan dengan baik. Kami akan bisa bertahan." Ucap Heechul mengecup dahi Kibum. Memberi kekuatan untuk maknae mereka dan juga untuk member yang lain.
Benar... skandal seperti ini takkan merusak karir Kim Kibum, dia terkenal dari negeri barat. Penipuan dan gay takkan menghempasnya namun girl band kecil yang masih muda yang pernah menampungnya akan hancur jika ia gagal. "Noona, kau percaya padaku?"
"Kau tahu bagaimana percaya dirinya aku kan?" Heechul tersenyum. Kibum mengangguk, "Sebesar itulah kepercayaanku padamu. Lakukan dengan baik!"
Kibum melangkahkan kakinya, dapat ia lihat jutaan manusia yang berkumpul meminta pejelasan darinya. Para bodyguardnya yang disiapkan Kangin tampak melakukan tugas mereka dengan baik, mereka berusaha membuka jalan untuk Kibum.
"Eonni... KAMI MENCINTAIMU! EONNIE!" teriakan fans Kibum terdengar. Kibum menggigit bibir bawahnya, darahnya berdesir mendengar hal tersebut. "Bryan! We know you so well. BRYAN!" fans setianya dari penjuru dunia bahkan rela datang untuk mendukungnya. Bukankah ia keterlaluan telah menghianati mereka semua?
Kibum mengambil TOAK yang di pegang salah satu fansnya. Di bukanya topi yang ia kenakan, ia tersenyum dengan begitu tulus tapi air mata mengalir di pipinya yang putih. "Thank you very much. I know how all of you make me strong like now. I love you too. We will finish it, soon" Untuk pertama kalinya Kibum berbicara secara langsung dengan fansnya tanpa lewat perantara kamera. "Kibum and Bryan is same people. You can see, I am Bryan and I am Kibum. Kibum is a man. Up to you, are you want to love again or no. But I always love you all. Karena dari kalian semua, aku mengenal arti kata berusaha yang terbaik untuk mendapatkan teman yang baik pula"
Semua bersorak. "KAMI MENCINTAIMU TAK PEDULI KAU NAMJA ATAU YEOJA, BRYAN" teriak semuanya serempak. Entahlah—Kibum bahkan tak mengerti bagaimana ia bisa membuat orang-orang begitu mencintainya.
PLOOOKKK... semua terarah pada seorang yeoja yang berdiri paling depan di segerombolan yang membawa banner Kyuhyun yang telak melempar Kibum dengan telur busuk. Seluruh penggemar Kibum tampak tak terima. "Baiklah kau mencintai mereka semua, tapi bagaimana cinta kami dengan Kyuhyun kami?" pekik yeoja itu.
Kibum terdiamm, "Jangan menyentuhnya!" teriak Kibum lantang saat melihat salah satu fansnya melempar yeoja tersebut dengan batu. "Jangan yang aneh-aneh Bryan. Kau harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu"
Kibum mengurungkan niatnya untuk berbicara. Dia berjalan masuk dalam mobilnya. Yeoja itu bersama rombongannya berlari mengejar mobil kibum, mengetuk pintunya. "Tolong Kyuhyun kami, aku tahu jumlah penggemarnya tak sebanyak dirimu, tapi kami juga mencintainya. Dia terluka karenamu. Dia dilempar lebih banyak darimu. Dia menderita lebih banyak. Kami mohon"
Seolah menutup telinganya, Kibum memilih menghapal skrip kebohongan yang akan ia peragakan nanti demi menyelesaikan semua masalah ini. Shindong memasangkan earphone di telinga Kibum. "Bagaimana?" tanya Shindong melirik Kangin yang duduk di sebelah supir. "Kondisi Kyuhyun memang tragis, kita harus ke sana dulu, penggemar Bryan sungguh mengerikan"
%ika. Zordick%
Siwon menarik Kyuhyun dalam pelukannya. Hampir saja sebuah batu yang sudah memecahkan jendela kamar Kyuhyun dan Changmin itu mengenai kepala Kyuhyun. "Tch! Anarkis" cela Changmin tak terima.
Yesung menggigit kuku ibu jarinya. "Dari mana mereka tahu Kibum seorang namja dan dia gay?"
Leeteuk mengacak rambutnya frustasi, "Berapa uang yang harus kubayar dengan segala kerusakan ini?" teriaknya histeris.
"Diamlah hyung!" delik Hangeng tajam.
"Kurasa ada yang melaporkannya, kuyakin seperti itu" Changmin menyimpulkan.
Yesung mengangguk, "Seharusnya begitu. Tch! Kemana dua namja keparat itu? Sebaiknya tenangkan Kyuhyun dulu"
Dengan tangan gemetar, Kyuhyun membuka pesan di ponselnya. "Kibum di depan pintu" ucapnya lirih bermaksud bangkit dari pelukan Siwon.
"Kau disini saja biar hyung bukakan" Hangeng dengan cepat mencegahnya. Kibum segera masuk bersama Kangin dan Shindong saat pintu terbuka.
PLAAAKKK...
"APA YANG KAU LAKUKAN KIM KIBUM?" pekik Changmin mendorong tubuh Kibum cepat setelah aksi penamparannya pada Kyuhyun.
"Kau kira aku tak tahu bahwa semuanya ulahmu?" desis Kibum namun ekspresinya melembut. Dia terlihat begitu tenang dan cintanya takkan mungkin bisa dikalahkan dengan ulah Kyuhyun yang mengacaukan segalanya.
"Biarkan mereka menyelesaikan sendiri Changmin—ssi" Kangin menarik tubuh Changmin agar menjauh. Buliran hangat mengaliri dari pelupuk mata Kyuhyun. "Maafkan aku" lirih Kyuhyun akhirnya.
"Kau harusnya sadar bahwa kau sedang menghancurkan dirimu sendiri sekarang Cho Kyuhyun! Kau menghancurkan saudaraku dan saudaramu. Kau menghancurkan kita semua dengan kecemburuanmu. Aku tahu kau yang memberitahu wartawan itu tentang hubungan kita dan siapa diriku sebenarnya kan. Kau yang memintaku untuk melindungi semuanya tapi kau yang menghancurkannya!" Kibum tertawa miris.
"Maafkan aku! Aku yang bodoh. Aku..."
Kibum memeluk tubuh bergetar Kyuhyun. "Aku mengerti, sudahlah!" di kecupnya pucuk kepala Kyuhyun membuat Yesung tersenyum samar. "Aku akan selesaikan semua ini"
Semua terdiam, ya—kibum boleh dikenal oleh Yesung namun Kyuhyun, hanya kibumlah yang boleh mengenal namja itu. Kangin memanggil beberapa orang wartawan dari dalam negeri maupun luar negeri yang berada diluar. Sepertinya konfrensi pers dadakan akan segera terjadi.
"Selamat siang semua, saya Kim Kibum—atau lebih tepatnya Bryan Kim. Anda tidak salah mengenali saya. Snow, Dwarft, Sparkyu, Princess atau KiHyun shipper mungkin terima kasih karena kalian percaya padaku untuk menjelaskan semua prihal kesalahpahaman ini. Tentu saja pada teman-temanku di My Girl dan The Prince. Aku berada dalam reality show yang sudah diatur oleh manajerku Jordan Kim dan Mathew Shin tentunya"
Kibum mengambil jeda dalam berbicara. Tatapan matanya begitu tenang dan pasti. Di genggamnya erat tangan Kyuhyun yang ada di sampingnya. "Reality show ini menurut kontraknya demi menaikkan pamor My Girl yang sesungguhnya sangat baru dalam dunia entertaint. Dan tak di sangka sungguh mendapatkan pamor yang sangat tinggi sebagai pendatang baru. Saya disini resmi mengatakan bahwa saya adalah aktor yang berperan dan menyamar menjadi member My Girl untuk menutupi posisi kosong yang sebentar lagi akan di isi. Tapi saya tak bisa mengatakan bahwa saya bukan bagian dari mereka. Saya tetap menyayangi para noona yang selalu menjaga saya"
"Bryan—ssi, bagaimana dengan masalah bahwa anda seorang gay? Apa itu bagian dari reality show?"
"Kurasa tidak, itu bukan bagian dari reality show" ucap Kibum pasti. "Anda boleh bertanya pada teman-teman saya diluar sana yang mengenal saya dengan baik bahwa saya memang seorang gay"
"Saya sering mengatakan pada fans di Amerika bahwa saya memiliki seorang pacar dan dia seorang laki-laki. Maafkan saya tapi itu sudah menjadi rahasia umum. Hanya saja kalian tidak tahu bahwa orang itu adalah Kyuhyun."
"Apakah karena dia anda menerima kontrak membuat reality show tersebut?"
"Tentu saja! Memang ada alasan apa lagi? Saya tipe orang yang memilih-milih pekerjaan." Jawab Kibum santai tanpa beban. "Besok kontrak saya akan habis dan kembali ke Amerika. Dengan sangat menyesal saya akan meninggalkan korea dan kekasihku ini. Kuharap para teman yang mencintai kami bisa menjaganya dengan baik"
"Lalu apakah anda mengundurkan diri dari My girl"
"Ya... tentu saja"
%ika. Zordick%
3 tahun kemudian...
"KYAAAA! THE PRINCE!"
"KYUUUU! OPPPA!" teriak para penggemar The Prince. My girl memasuki panggung, bernyanyi dengan posisi kosong satu orang. Heechul sepertinya cukup keras kepala tak menerima siapapun untuk menggantikan posisi Kibum.
Di back stage, Kyuhyun menggerutu di depan ponselnya. "Kau kenapa Evil?" tanya Siwon mengacak rambut Kyuhyun. "Apa Bryan tak bisa menontonmu di hari ulangtahunmu ini?"
Kyuhyun menatap Siwon tajam dengan pandangan DIAMLAH-SIWON! "Padahal kita manggung dia LA lho. Tega sekali dia tak bisa melihatmu"
PLOOOKKK... tanpa aba-aba Kyuhyun melempar ponselnya tepat mengenai kepala Yesung yang tadi mengejeknya. "Ku goreng kura-kuramu kalau kau bicara begitu lagi, hyung"
"Jangan bicara seolah kau pintar memasak Kyu!" celutuk Changmin. "Aish... lihat Hyukkie ku, dia begitu manis. Gerakannya amat err—sexy"
"Lebih cantik Hae ku dong" Siwon tak mau kalah. Hangeng hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. "Sungie~, bisakah kau berhenti bermain dengan kura-kura mu itu?"
"Huwee~ ddangko, lihat appa mu tak mengerti eomma!" pekik Yesung mengadukan tingkah Hangeng pada anak-anaknya yang tak tahu apa-apa. Hangeng memijit kepalanya, dia kemudian sibuk menenangkan Yesung.
"Berikutnya, The prince!" teriak seorang Kru. Kyuhyun dan yang lainnya segera beranjak dan melangkah ke dalam stage. Mereka akan melakukan perform salah satu lagu bersama mereka dengan member My Girl.
"HYAAA!" teriakan kembali membahana. Benner-benner pasangan mulai terlihat. TEUKCHUL, WONHAE, HANSUNG, CHANGHYUK dan MINWOOK. Kyuhyun menghela nafas, menujukkan senyuman terbaiknya, dia bisa melihat betapa banyaknya shipper KIHYUN disana yang mungkin sama kecewanya dengannya. Benner itu seolah hanya sia-sia jika dibaca.
Kyuhyun mulai menyanyikan bagiannya. Begitu mendayu dan manis. "KYAAAA! KIHYUN!" Kyuhyun seolah menutup telinganya mendengar teriakan itu. Namun ia harus rela tersenyum dengan begitu lebar saat mendengar suara rapper berat yang sudah berdiri di sampingnya, menyambut suaranyanya layaknya pasangan lain saling bersahutan.
"Miss you" ucap Kibum mengecup pipinya lembut. Disambut teriakan penonton. "Ahh~ kurasa aku harus menulis FF ini segera" pekik salah satu fans, kibum hanya tersenyum melirik penonton itu. Si pelempar telur. Hahahahhaha...
END
JANGAN TIMPUKIN SAYA!
Hahahhahahaha... gak ada humor di chap ini. Maklum aja konflik semua sih soalnya. Akhirnya selesai... selesai... oke... reviewan terakhir eoh...
