Title

Cause You are my star

Author

KittyJihoon

Rate

T

Length

Long Chaptered

Cast

All member SEVENTEEN, Jang Doyoon, Lee Jinki, Kim Kibum, Min Yoongi, Park Jimin

Main pairing(s)

SOONHOON or JICHEOL or DOCHEOL

Pairing(s)

Onkey, Yoonmin, Meanie, Jihan, Verkwan

Genre

Humor, Romance, Family, Friendship, ANGST!

Warning

Typo(s) perhaps would get you confused because I do not have many times to re-edit this one and perhaps it would get you bored and fall to sleep. So, beware! :D

Disclaimer

This fanfict is mine but casts are creatures who created by God through their parents

P.S

Dicerita ini Jihoon bukan member seventeen dan digantikan sama Doyoon

.

.

.

Musik sudah mulai terdengar, tanpa dilatih ternyata jihoon tau dance mereka -ya iyalah dia kan fanboy seventeen. Hampir sedikit lagi lagu adore u berakhir tiba-tiba

"AWWWWWWW"

Semua menoleh "JIHOON!"

.

.

.

HAPPY READING!

++++++++++++++++++++Cause You're my star-CHAPTER 9++++++++++++++++++++++

.

.

.

Tanpa sengaja doyoon menjegal kaki jihoon membuat tubuh mungil itu tersungkur ke lantai. Jihoon berteriak sekeras mungkin, pergelangan kaki kirinya ia pegang dengan kuat. Seungcheol membulatkan matanya dengan perasaan sangat khawatir, ia orang pertama yang menghampiri jihoon

"Jihoon! Kau tidak apa-apa?"

Jihoon menggeleng dan meringis, cukup membuat tanda seperti itu seungcheol sudah mengerti.
Tanpa meminta izin terlebih dahulu, seungcheol menggendong jihoon lalu membawa jihoon pergi. Soonyoung hanya terdiam membeku menyaksikan mereka pergi.

"Producer-nim bagaimana ini?" Jisoo memecahkan keheningan ruangan itu.

Producer mengacak rambutnya bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana dengan proses syuting hari ini? Untuk beberapa lama dia berpikir dan member yang lain menunggu.

"Lebih baik kita tunda syuting untuk hari ini sampai jihoon pulih. Aku tidak mau memaksa kalian" producer tersenyum tulus kesehatan jihoon prioritas utama dibanding yang lain

"Lalu kami?"

"Kalian boleh pulang-"

Ucapan producer terpotong ketika soonyoung bersorak senang, semua menoleh kearahnya dan itu membuat dirinya menjadi kikuk

"A-a-a kondisi ku juga tidak bagus producer-nim badanku pegal leherku seperti mau patah. Ahhh sepertinya aku salah tidur hehehe"

Tangannya mengusap tengkuk lehernya, memijat pelan bagian yang terasa pegal padahal tidak pegal sama sekali. Mingyu memicing kedua matanya curiga melihat tingkah hyungnya itu.

"Modus! Bilang saja mau melihat kondisi jihoon hyung" cibir mingyu dan soonyoung melotot

"Sudah jangan bertengkar. Sebelum pulang bereskan dulu yang ada disini"

"Baik producer-nim"

"Producer-nim bolehkah aku pulang duluan? Aku sungguh tidak enak badan"

Semua menoleh malas melihatnya, producer tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Dalam batin Soonyoung meloncat kesenangan, dia akan merusak segalanya jika seungcheol mencoba berbuat macam-macam ke jihoonnya. Dengan secepat kilat sosok soonyoung sudah tidak ada lagi disitu.

"Dasar tukang modus!"

-SEVENTEEN DORM-
Seungcheol dengan hati-hati membaringkan jihoon ke tempat tidur, jihoon masih memegang kaki kirinya. Seungcheol memperhatikan pergelangan kaki jihoon yang membengkak merah kebiruan.

"Sepertinya kau terkilir jihoon, sebentar aku akan kembali"

Tak lama seungcheol datang membawa nampan yang berisi semangkuk es, kain dan perban. Jihoon mengerutkan dahinya bingung dia tidak demam sekarang.

"Kau pasti bingung kan? Setau aku orang yang sedang terkilir tidak boleh dipijat" ucapnya sambil mengambil beberapa es dan membungkus kedalam kain

Seungcheol tersenyum lalu mengkompres pelan ke pergelangan kaki jihoon. Jihoon meringis sakit tapi matanya menatap kearah orang yang sedang mengobatinya, jihoon tersenyum tipis melihat seungcheol sama seperti melihat jinki.

"Kau tau jihoon? Kompres es ini akan mengurangi rasa sakit dan memar di pergelangan kakimu"

Jihoon mengangguk paham mendengar perkataan seungcheol. Setelah 15 menit mengkompres, seungcheol membalut pergelangan kaki jihoon dengan perban.
Setelah itu dia mengambil bantal untuk mengganjal kaki jihoon. Karena seingat dia, kaki yang terkilir harus diganjal dengan bantal untuk mengurangi pembengkakan.

"Sudah selesai lebih baik kau istirahat jihoon" ucapnya sebelum pergi meninggalkan kamar

Soonyoung telah tiba di dorm, buru-buru ia masuk ke dalam kamar tanpa sepengetahuan seungcheol karena dirinya sedang berada di dapur.

"Jihoon?"

Soonyoung menghampiri namja mungil yang belum tertidur itu. Jihoon merasakan nyeri di hatinya, ucapan soonyoung sangat dingin tapi ada kekhawatiran disana. Apa soonyoung sedang marah? Kalau iya kenapa?

"Kakimu?"

"Sudah agak mendingan, seungcheol hyung yang mengobatinya"

Soonyoung mengepal menahan emosinya, dia benci mendengar jihoon menyebut nama seungcheol dan dia lebih benci dirinya sendiri, kenapa bukan dia orang pertama yang menolong jihoon.

"Kau istirahat lah aku akan keluar"

Soonyoung akan keluar kamar namun langkahnya terhenti saat jihoon menahan tangannya. Soonyoung kaget kenapa tangan mungil itu menahannya untuk pergi?

"Jangan pergi soonyoung-ie"

Persetan dengan semua harga dirinya, jihoon sudah tidak perduli. Dia membutuhkan soonyoung untuk saat ini.

"Apa yang kau bilang?" Ucap soonyoung yang masih membelakangi jihoon

"Jangan pergi"

Soonyoung tersenyum meskipun jawaban itu sangat pelan tapi telinga soonyoung masih berfungsi dengan sangat baik. Bukan soonyoung namanya yang langsung luluh begitu saja, dia masih bersikap cuek kepada jihoon walaupun hatinya sudah berontak.

"Kenapa?"

"Temani aku tidur soonyoung-ie aku tidak bisa tidur"

Soonyoung tak kuasa menahan sikap cueknya, dia membalikkan badannya dan tersenyum membuat dirinya semakin tampan. Soonyoung mendekati ranjang jihoon dan duduk dipinggir ranjang itu.

"Baiklah, aku akan menemanimu. Tapi kau harus berjanji kau harus tidur ya"

Jihoon mengangguk, soonyoung mulai bersenandung kecil untuknya sambil mengusap lembut surai rambutnya hingga jihoon tertidur.
Soonyoung tersenyum ketika dia sudah tertidur, dia ingin pergi tapi kakinya tidak mengizinkannya. Soonyoung bangkit lalu memposisikan duduknya diatas ranjang tengah, kedua tangannya digunakan untuk pengganti bantal. Melihat wajah jihoon tertidur seperti ini membuat soonyoung mengantuk.
Tak lama kemudian mereka berdua sudah terjatuh kedalam mimpi.

"Eyyy sudah ku bilang, hoshi hyung itu modus!"

"Soonyoung ahhhh betul dugaanku"

"Katanya sakit tapi apa?"

"Hyung aku tidak bisa melihat"

"Chan-ie kau masih kecil, pergilah"

"Kalian bisa diam tidak?"

Ternyata mingyu, wonwoo, jisoo, junghan dan chan mengintip kelakuan soonyoung terhadap jihoon sejak dari tadi. Tapi mereka berdua sama-sama bodoh, mereka tidak sadar ada orang yang sedang mengintip mereka.

"Ayo kita jangan ganggu mereka"

"Ahhh jisoo hyung kau tidak asik sama sekali"

"Bagaimana kalau seungcheol melihat ini?"

"Seungcheol hyung tidak ada disini hyung"

Panjang umur orang yang sedang mereka bicarakan muncul dibelakang mereka.

"Kapan kalian pulang?"

Semua terdiam membeku refleks langsung membalikkan badan mereka, wonwoo dan mingyu mencoba menutupi pintu kamar yang masih terbuka sedikit itu.

"A-a-a barusan saja seungcheol-ah"

"Hey mingyu-ah wonwoo-ah kalian sedang menutupi apa?"

"T-t-tidak ada hyung"

Seungcheol memicingkan matanya, dalam sekejap ia mendorong tubuh kedua orang yang bertubuh tinggi di seventeen menjauhi pintu kamar dan alangkah terkejutnya pemandangan yang ia lihat sekarang. Mereka yang berada disitu merasa takut, takut seungcheol akan berteriak atau lebih parah melempar barang seperti soonyoung yang lakukan.

"Loh kenapa kalian diam seperti itu?"

Mingyu dan wonwoo tersenyum lega setidaknya dorm mereka masih berstatus aman bukan siaga satu

"Hyung, kau tidak marah melihat mereka? Tanya mingyu dengan antusias

Seungcheol tersenyum sekilas tapi mereka tau itu bukan senyum yang tulus, nampak jelas di matanya dia sedang cemburu. Jisoo mengusap punggung seungcheol pelan, ingin memberi semangat untuknya.

"Kalau kau ada di posisiku? Kau akan melakukan apa?"

"Aku? Aku akan merebutnya dari hoshi hyung"

Seungcheol menggeleng "kenapa kau harus merebutnya? Apa jihoon itu milikmu?"

Mingyu terdiam dia tidak tau harus berkata apa, lebih tepatnya pikiran seungcheol.

"Aku sangat mencintainya sejak aku membuka pintu untuknya ketika dia datang pertama kalinya kesini. Kalau ada orang lain mencintainya untuk apa aku marah? Untuk apa merebutnya? Aku tidak punya hak mingyu-ah"

Seungcheol menghela nafas lalu melihat jihoon dan soonyoung yang sedang tertidur di dalam sana.

"Aku bertekad jihoon akan jadi milikku dan jika seseorang ingin merebutnya dariku? Aku tidak akan pernah memberinya! Karena jihoon sudah menjadi milikku. Apa kau paham mingyu-ah"

Seungcheol meninggalkan mereka yang membeku akibat perkataannya. Perkataan seungcheol manis tapi menusuk di hati mereka. Apa yang akan terjadi selanjutnya antara soonyoung, jihoon dan seungcheol? Mereka berdoa semoga tidak terjadi apa-apa nantinya.

"Junghan hyung aku tidur bareng hyung ya. Aku tidak mau masuk kedalam. Biar mereka berdua di kamar ini"

"Lalu kau mau tidur dimana? Tidak ada tempat lagi chan-ie"

"Tidur sekasur denganmu lah hyung"

AHHHHH junghan, jisoo, mingyu dan wonwoo seperti ingin melempar bocah yang sungguh luar biasa polosnya ini ke sungai han.

++++++++++++++++++++Cause You're my star-CHAPTER 9++++++++++++++++++++++

Jihoon mengerjap-ngerjapkan matanya ketika dia merasakan cahaya matahari menyusup dari balik jendela. Jihoon membuka matanya perlahan. Cukup terkejut ketika pemandangan pertama yang dia lihat adalah soonyoung.
Jihoon memperhatikan wajah soonyoung yang sedang tertidur seksama dan tersenyum tipis ternyata soonyoung tidak meninggalkan dirinya? Dan bahkan rela tidur dalam keadaan duduk seperti ini? Padahal dia bisa tidur di ranjang tengahnya itu. Perlakuan soonyoung membuat jantungnya berdegup kencang.

"Jangan menatapku seperti itu jihoon-ie, aku tau aku sangat tampan bukan?"

Soonyoung membuka matanya "pagi jihoon-ie"

Satu kecupan tipis dan singkat mendarat di bibir jihoon. Soonyoung bangkit dan meninggalkan jihoon yang masih membeku disana akibat ulahnya namun langkahnya terhenti.

"Hari ini kita tidak ada syuting, Aku akan mengantarmu pulang. Bersiaplah" ucap soonyoung sambil menahan senyum, ia tak tahan melihat jihoon seperti itu. Sangat menggemaskan. Lalu dirinya pergi meninggalkan kamar.

Namun ia kembali lagi masuk ke dalam kamar dan menampakkan wajahnya sambil mengeluarkan senyum iblisnya itu.

"Kau perlu bantuan? Apa perlu aku memandikan mu jihoon-ie?" tanyanya dengan wajah yang-dibuat-buat-polos.

"YAK! KWON MESUM SOONYOUNG! ENYAHLAH KAU" ucap jihoon setengah berteriak dengan hitungan detik bantal sudah mendarat ke wajah soonyoung.

Soonyoung terkekeh dan benar-benar pergi meninggalkan jihoon sendirian di dalam kamar. Jihoon seketika merasa tubuhnya melemas, dia mengingat kejadian yang barusan terjadi. Soonyoung menciumnya tepat di bibir. Jihoon memegang bibirnya walaupun cuma sekedar kecupan, dia masih bisa merasakan bibir soonyoung.

"Shit kwon soonyoung! Ini ciuman pertamaku!"

Jihoon sudah berpakaian tanpa dibantu siapapun. Kaki nya sudah mulai membaik walaupun ada rasa nyeri disana. Seungcheol yang berjalan ke arah ruangan tv sekilas melihat jihoon didalam kamar dan memutuskan untuk ke kamar saja.

"Kau mau kemana jihoon-ie?" Ucapnya sambil bersandar di pintu kamar

Jihoon tersenyum tanpa menoleh, dia sudah tau pemilik suara itu.

"Aku mau pulang hyung"

"Biar aku antar"

Jihoon menggeleng "tidak usah soonyoung yang akan mengantarku"

"Yayaya baiklah, kakimu?"

"Uda mulai membaik hyung. Terima kasih untuk yang kemarin"

"Sama-sama jihoon-ie"

Senyum seungcheol memudar ketika dia melihat soonyoung berjalan ke arah sini. Tanpa disuruh seungcheol pergi meninggalkan kamar, hatinya masih panas ketika melihat kejadian tadi malam.

"Jihoon-ie sudah selesai"

"Sudah soonyoung-ie"

Soonyoung menuntun jihoon berjalan sebenarnya jihoon tidak mau, dia bersikeras bisa berjalan tanpa dibantu. Tapi apalah daya, kakinya tak sanggup berjalan jauh karena dari tadi jihoon sudah berdiri cukup lama.
Setelah jihoon berpamitan kepada member yang lain, mereka berdua pergi meninggalkan dorm.
Tak cukup beberapa lama akhirnya mereka sampai di depan gerbang pintu rumah jihoon.

"Aku bisa sendiri soonyoung"

Jihoon si keras kepala mencoba berjalan sendiri tapi

"AWWWWWW" belum berjalan jauh jihoon sudah mau oleng tapi untunglah soonyoung menangkapnya

"Dasar keras kepala! Kakimu masih sakit jihoon! Kau membuatku khawatir"

Jihoon tersenyum senang sambil melihat kearah sampingnya. Jantungnya berdegup kencang ya jihoon tau ini perasaan apa, semoga dia tidak salah.

"Ya tuhan aku jatuh cinta kepadanya"

TING TONG
Soonyoung memencet bel beberapa kali tak ada satu pun yang membuka pintu. Kemana semua penghuni rumah ini? Apa hyungnya jihoon sedang tidak ada dirumah? Soonyoung baru ingat ini hari kamis, mungkin hyungnya jihoon berada di kantor untuk saat ini.
Memutuskan meninggalkan rumah itu tapi samar-samar soonyoung dan jihoon mendengar seseorang berjalan ke arah pintu dan benar sekali seseorang itu membuka pintu.

"Jihoon!"

Jihoon sungguh luar biasa kagetnya, dia tak bisa mengatakan apapun selain memandang seseorang yang ada dihadapannya.

"Eomma" ucapnya lirih

Nyonya lee langsung memeluk jihoon dengan erat, soonyoung refleks melepas tangan jihoon dari pundaknya.

"Jihoon"

"Eomma"

Soonyoung terharu melihat ibu dan anak yang sedang berpelukan melepas rindu. Jihoon tak pernah bercerita tentang keluarganya kecuali hyungnya kepada dirinya. Soonyoung bisa melihat mungkin orangtua jihoon sangatlah sibuk sampai tidak bisa memperhatikan namja mungil disampingnya.

"Kakimu kenapa jihoon?"

"A-a-a itu enggg"

"Kakinya terkilir eommo-nim tapi jangan khawatir kami semua sudah mengobatinya"

Nyonya lee baru sadar ada seseorang disini. Nyonya lee melihat soonyoung dari atas sampai bawah. Sangat tampan. Dan melirik jihoon yang entah kenapa malu.

"Siapa namamu nak?"

"Kwon soonyoung eommo-nim"

"Ayo masuk dulu, kau pasti belum sarapan kan?"

"Tidak usah eommo-nim"

"Kau tega melihatku seperti ini soonyoung-ie"

Soonyoung lupa jihoon masih belum bisa berjalan sendiri. Melirik jihoon yang mempout bibirnya. Jangan seperti itu, soonyoung tak sanggup untuk meninggalkan jihoon.

"Anak pintar" ucap jihoon

Soonyoung menuntun jihoon sampai ke ruangan makan. Ternyata jinki sedang berada di dapur untuk menyiapkan sarapan. Jinki terkejut melihat soonyoung dan kaki jihoon.

"Jinki hyung!"

"Kakimu jihoon-ie?"

"Aku terkilir saat latihan kemarin hyung hehehe"

"Lain kali harus berhati-hati"

Jihoon mengangguk, jinki melihat soonyoung ada banyak pertanyaan yang muncul dibenaknya. Apa ini seseorang yang bernama scoups? Namja yang pernah jihoon ceritakan waktu lalu.

"Oh hyung, ini soonyoung"

Ternyata bukan scoups, jinki teringat jihoon belum memberi tau nama namja yang dia ceritakan waktu itu. Apa ini orangnya? Atau scoups?

"Jinki? Kenapa melamun?"

"Tidak eomma"

"Eomma kapan appa pulang?"

"Sebentar lagi jihoon-ie"

Soonyoung merasa nyaman berada disini. Keluarga lee sangatlah menyenangkan. Berbeda dengan jihoon, sifat hyungnya jauh lebih menyenangkan. Siapapun yang mendengar leluconnya atau melihat senyumnya otomatis kalian ikut tersenyum juga.
Tak berapa lama, bel rumah mereka berbunyi lagi. Jihoon bangkit dan ingin membuka pintunya tapi rasa nyeri dikakinya sangat menyiksa dirinya.

"Awwwww"

"Jihoon!"

Refleks soonyoung menangkapnya lagi. Jihoon melihatnya lagi. Wajah mereka berdua sangatlah dekat. Nampak dari raut wajah soonyoung dia sangat khawatir. Eomma dan jinki tertawa pelan menyaksikan moment langka ini.
Tak salah lagi pasti ini orang yang jihoon cintai bukan yang bernama scoups itu.

"Uhuk"

Jinki berpura-pura batuk, soonyoung dan jihoon jadi salah tingkah. Jinki terkekeh lalu membuka pintu dan ternyata benar appa mereka pulang ke rumah. Jinki tersenyum akhirnya sekian lama keluarga mereka berkumpul kembali dan semoga tidak ada lagi masalah diantara mereka.

++++++++++++++++++++Cause You're my star-CHAPTER 9++++++++++++++++++++++

Dua hari berlalu jihoon sudah bisa berjalan lagi tanpa perban yang melekat dikakinya dan tanpa bantuan orang lain lagi. Jihoon turun lalu berjalan ke ruang makan. Orangtuanya dan jinki sudah menunggunya disana. Senyum jihoon merekah, ia senang melihat orangtuanya berada disini, selalu mengurusnya selalu memanjakannya dan inilah yang jihoon inginkan selama ini.

"Jihoon cepat sarapan nanti kau terlambat sekolah"

"Iya appa"

"Jinki, nanti antarkan jihoon ya"

"Ne"

Setelah selesai makan, jihoon berpamitan kepada orangtuanya dan jangan lupa kecupan manis di pipi yang diberikan oleh eommanya.
Sepanjang jalan, jinki tak berhenti mengoceh dia selalu memberikan pertanyaan yang membuat pipi jihoon memerah.

"Soonyoung itu namja yang kau ceritakan padaku kan?"

"-Jadi kau cinta padanya?"

"-Lalu scoups?"

"-Jihoon-ie jawab"

Jihoon menghela nafas panjang kenapa hyungnya sangat berisik sekali.

"Hyung bisakah kau diam"

"Tidak! Aku tidak akan diam sebelum kau menjawab pertanyaanku"

"Kau sangat menyebalkan hyung"

Jihoon mempout bibirnya, jinki terkekeh pelan. Sangat menggemaskan.

"Jangan lakukan itu. Apa kau mau soonyoung jatuh cinta padamu melihatmu seperti ini?"

Jihoon terbatuk seketika mukanya sudah merah padam.

"Hyung bisakah kau jangan menggodaku?"

"Siapa yang menggodamu eoh?"

Jinki tertawa dan lihat! Tanpa harus jihoon menjawab pertanyaannya. Jinki sudah tau jihoon menyukai namja yang dua hari lalu datang ke rumah mereka.
Setiba di depan gerbang sekolah ternyata jimin dan yoongi sudah menunggunya. Jihoon melambaikan tangannya lalu jimin dan yoongi menghampirinya.

"Oh jinki hyung apa kabar?"

"Baik jimin-ie"

"Hyung aku ke sekolah dulu ya"

Jinki mengangguk jihoon keluar dari mobil lalu mereka bertiga masuk ke kelas masing-masing.
Jimin mengkerutkan keningnya ada yang salah dari sahabatnya. Ya senyuman jihoon itu sangat menganggunya, bukan dia tidak suka jihoon tersenyum tapi jihoon tersenyum sendiri seperti orang gila yang ia temui tadi di jalan.

"Kau sehat?"

Jihoon melirik dan mengangguk ya tentunya senyuman itu masih ada diwajahnya. Jimin menggeleng cepat sepertinya jihoon yang ada disampingnya bukan jihoon yang ia kenal.

"Kau gila?"

Pertanyaan jimin sukses mendapatkan satu pukulan keras dikepalanya.
"Awwww" jimin langsung memegang kepalanya ya pukulan itu lumayan sakit. Perlu di ingat jangan mengatakan apapun yang membuat jihoon sakit hati kalau tidak mau mendapatkan kekerasan. "Bodoh!" Dan cacian dari seorang lee jihoon. Kalau sudah begini jihoon tidak ada manisnya sama sekali.

"Wae?"

"Mwo?!"

"Ada apa denganmu? Senyam senyum kau pikir kau manis ah? Lebih baik kau memasang wajah datarmu dibanding senyuman itu. Sungguh mengerikan!"

Bukan menjawab jihoon malah tertawa ngakak sampai-sampai seluruh temannya melihat ke arahnya. Jihoon menghentikan tawanya dan meminta maaf.

"Hehehe sebenarnya-"

KRINGGGG
Ucapan jihoon terpotong ketika mendengar bel sekolah telah berbunyi. Dia menghela nafas panjang mungkin bukan sekarang waktunya untuk bercerita karena seonsaeng-nim telah masuk ke kelas mereka.

.
.

"Aku sedang mencintai seseorang"

Jimin dan yoongi memandang satu sama lain "IGE MWOYA?!" Teriakkan mereka sukses membuat penghuni kantin menghentikan aktivitas mereka dan melirik tajam ke arah jimin dan yoongi. Raut wajah mereka berdua berubah seolah-olah mereka sedang melihat guru killer. Jihoon menutupi mulutnya sungguh ini menggelikan untuknya.

"Jangan tertawa jihoon"

"Maaf maaf hahaha"

"Lanjutkan topik yang tadi, kau jatuh cinta? Dengan siapa?"

"Dengan soonyoung? Benarkan?" Ucap yoongi dengan penuh keyakinan

"Bagaimana kau bisa tau hyung?"

Yoongi tersenyum sambil mengedikkan bahunya. Ucapannya waktu lalu terbukti benar, jihoon mencintai soonyoung tapi waktu itu jihoon belum mau mengakuinya karena masih bertengkar hebat dengan soonyoung.

"Kapan kau akan mengenalkan soonyoung kepada kami?"

"Tenanglah jimin nanti kalian juga bisa melihatnya"

Lalu mereka bertiga melanjutkan makan siang yang sempat tertunda akibat percakapan ini.
Satu jam sebelum jihoon pulang sekolah, soonyoung datang ke rumah jihoon.

"Soonyoung silahkan masuk"

"Tidak usah jinki hyung, aku kesini cuma meminta izin"

"Izin apa?"

"Membawa jihoon kembali ke dorm karena harus menyelesaikan syuting yang sempat tertunda hyung"

"Ahh tidak masalah, jaga jihoon disana ya soonyoung"

Soonyoung tersenyum lalu pamit ke jinki karena ia harus menjemput jihoon. "Soonyoung?" Langkahnya terhenti lalu melihat jinki untuk sekali lagi.

"Iya hyung?"

"Apa kau mencintai jihoon?"

Soonyoung membuka matanya lebar-lebar. Pertanyaan ini sangat mendadak untuknya, ia harus berkata apa? Bohong kalau ia tidak mencintai jihoon. Dia sangat mencintai jihoon melebihi mencintai dirinya sendiri.

"Soonyoung?"

"-Aku tau kau mencintai jihoon, jadi aku mohon kepadamu jagalah jihoon dengan baik. Jangan membuat jihoon bersedih selama aku tidak ada disampingnya"

Soonyoung mengangguk dia senang, dia sudah mendapatkan restu dari hyungnya jihoon. Tinggal selangkah lagi untuk mendapatkan jihoon.

++++++++++++++++++++Cause You're my star-CHAPTER 9++++++++++++++++++++++

"Kapan kau syuting lagi?"

"Aku tidak ta-"

Ucapan jihoon terhenti ketika melihat soonyoung sudah berada dihadapannya.

"Soonyoung?"

Jimin dan yoongi mengkerutkan keningnya "soonyoung?" Mereka tidak mengerti perkataan jihoon sampai mereka sadar tatapan jihoon lurus kedepan bukan kearah jimin dan yoongi.
Mereka berdua terkejut melihat sosok namja yang berada dihadapan mereka. Dia bertubuh tinggi, cukup tampan bagi jimin karena scoups jauh lebih tampan dan mempunyai mata sipit jauh lebih sipit dari mata mereka bertiga.

"Jimin, yoongi hyung ini soonyoung"

"Ahhh ini orangnya!"

"Yayaya seleramu cukup bagus jihoon"

"Yoongi hyung!"

Soonyoung mengkerutkan keningnya ia tidak mengerti mereka bertiga sedang membicarakan apa.

"Soonyoung-sii aku akan memberitahu sesuatu kepadamu"

Pembicaraan ini cukup membuat soonyoung tertarik dan jihoon sudah berancang-ancang kalau yoongi akan memberitahu rahasianya kepada soonyoung.

"Jihoon cinta pada- hmmftt" mulut yoongi langsung dibekap oleh jihoon. Jihoon menjinjit sebisa mungkin karena yoongi jauh lebih tinggi darinya. Jimin terkekeh dan lihat ekspresi wajah soonyoung yang susah untuk dijelaskan.

"Jihoon cinta? Cinta dengan siapa? Tolong jangan membuatku seperti ini. Cinta kepadaku? Atau kepada ... Tolong jangan katakan dia mencintai orang itu!"

Akibat ulah yoongi, selama perjalanan pulang. Soonyoung terus memikirkan perkataan yoongi sampai ia menghiraukan semua pertanyaan jihoon dan tentu saja jihoon ngambek dan tidak mau bertanya lagi kepada soonyoung.

Semua member bingung melihat dua orang yang baru saja sampai di dorm. Jihoon mempout bibirnya sedangkan soonyoung memijat keningnya yang pening. Chan yang sedang di dalam kamar kaget melihat soonyoung tiba-tiba masuk ke dalam kamar.

"Hoshi hyung gwenchana?"

Hening

"Hyung?"

Hening lagi

"WOY HYUNG"

"APA WOY?!"

Chan kaget bukan main teriakan soonyoung jauh lebih keras dibandingkan suaranya. "Mian" hanya itu kata soonyoung untuk chan.

"Kau baik-baik saja kan hyung?"

"Baik apanya? Bisa kau lihat aku sekarang? Aku sangat sakit. Sakitnya tuh disini"

Soonyoung mulai bertingkah lebay, dia berakting seolah-olah hatinya sangat sakit yang sebenarnya itu emang benar. Chan bergedik geli melihatnya, tidak biasanya soonyoung seperti ini.

"Apa yang terjadi hyung?"

"Dia!"

"Dia? Dia siapa?"

"Jihoonlah siapa lagi chan-ie"

Soonyoung mulai meratapi nasibnya dia sedang galau dan sekarang bocah ingusan ini menambah kegalauannya. Dia salah orang untuk mencurahkan hatinya.

"Iya lalu kenapa?" Lihat! Kalian bisa melihatnya, siapa yang enggak dongkol melihat tingkah kepolosan seorang lee chan.

"Arggghhh"

"Loh hyung aku salah lagi?"

Sementara itu doyoon keluar dari dorm untuk mencari seungcheol. Sejak jihoon datang, batang hidungnya tidak terlihat sama sekali.
"Oh!" Ternyata seungcheol sedang berada di taman. Doyoon menghampirinya dan duduk disamping seungcheol.

"Kau sedang apa disini?"

"Eh doyoon. Sedang mencari udara segar"

Doyoon tau seungcheol sedang berbohong. Sepandai apapun seungcheol menyembunyikannya, pasti tercium juga oleh doyoon.

"Kau punya masalah? Ceritalah kepadaku"

"Kau yakin mau mendengarnya?"

"Tentu saja"

"A-a-aku ingin menyatakan perasaanku kepada jihoon"

Bagaikan tersambar petir di sore hari mendengar perkataan seungcheol. Jantung beserta paru-parunya seperti berhenti berfungsi. Semua tubuhnya mati rasa. Dia tau seungcheol mencintai jihoon tapi tidak harus mengutarakannya kan.

"Doyoon?" Seungcheol menepuk pundaknya pelan

"Ahh ye?"

Seungcheol terkekeh pelan sambil mengelus rambut doyoon gemas.

"Kau mendengar perkataanku?"

"Ne"

.
.

"Ah jadi kau galau hyung gara-gara teman jihoon hyung bilang jihoon hyung menyukai seseorang?"

Soonyoung mengangguk

"Kalau jihoon hyung menyukaimu gimana hyung? Dan kalau dia menyukai orang lain kenapa kau harus galau? Dapatkan hatinya sebelum dia diambil orang lain"

Chan tersenyum lebar setidaknya dia bisa memberikan solusi buat soonyoung.

"Kenapa kau tidak mengutarakan perasaanmu kepada jihoon hyung? Bukannya kau sudah mendapat restu dari hyungnya?" Sambungnya.

Ternyata curhat kepada chan tidak terlalu buruk yang soonyoung kira, cukup membantu untuknya.

"Kau pintar chan-ie"

.

.

"Kau bisa membantuku kan?"

Doyoon mengangguk walaupun dia tidak ingin tapi hatinya bahagia melihat orang yang dia cintai bisa tersenyum lebar seperti ini.

"Kapan kau akan menyatakan perasaanmu itu seungcheol-ah?"

Pertanyaan yang sama diucapkan juga oleh chan kepada soonyoung

"Hoshi hyung kapan kau akan menyatakan perasaanmu kepada jihoon hyung?"

Di tempat yang berbeda, dua orang yang berbeda. Menyukai satu namja yang sama. Mereka tersenyum bahagia dan sama-sama menjawab "tidak sekarang, tunggulah 3 bulan"

"Kenapa lama sekali hoshi hyung"

"Aku tidak mau terburu-buru chan-ie aku juga belum tau jihoon menyukai siapa? Aku akan mencoba membuat jihoon jatuh cinta kepadaku terlebih dahulu!"

Chan tersenyum senang, ia akan mendukung hyungnya ini "fighting hyung!"

Di lain tempat, doyoon tersenyum lega setidaknya seungcheol tidak mengutarakan perasaannya sekarang. Masih ada tiga bulan untuknya mencuri hati seungcheol walaupun itu sangat mustahil untuknya.

"Aku akan membuat jihoon jatuh cinta kepadaku setelah itu jihoon jadi milikku"

Tatapan doyoon berubah menjadi sendu. Ia melirik namja yang berada disampingnya. Seungcheol sangat bahagia sekarang.

"Tidak bisakah aku menggeser posisi jihoon dari hatimu?"

TBC

Copyright © 2016 KittyJihoon. All rights reserved.

Halo~~ apa kabar? Kkkkk maaf ya "ingkar janji" blg setiap hari minggu eh baru hari ini ngepostnya ToT tugas aku numpuk bgt sumpah hiks... persentase juga buanyak bgt hiks... derita anak kuliah hiks...

Chap ini bkn original yg ada di otak aku sbnarnya /? seharusnya chapter ini ada "sesuatu" tapi hrus diundur jdi chap 10. Dan msh ada 4 chap lagi untuk tamatin ini terus aku mau hiatus dlu hiks...
Semoga chap ini kalian bisa meraba /? Apa yg akan terjadi buhahaha xD dan siapapun yg berhasil nebak dgn benar, ku kasih hadiah
Krna beberapa review ada yg jawabannya benar *prok prok* dan ada yg hampir mendekati loh hahaha xD
Sempat kesal sedikit kok bisa tau == tapi ending chap ini bakal gak ada yg bisa nebak buhahaha

Makasih loh ya uda ngereview chap 8 nya. Berikut balasan reviewnya~~

mongyu0604: jgn diabetes dek~~ gemesin ya soonhoon nya? Iya emang couple plg gemesin xD noh soonyoung uda berhasil cium jihoon cieeeeee gak ada yg ganggu. Puja kerang ajaib~~

yayaerma1: ini lagi jgn diabetes kkkkk xD di chap ini soonyoung uda berhasil cium jihoon xD uda jelas ya siapa yg di pilih jihoon buhahaha xD asek manggil soonyoung oppa, baru sadar aku seline curut 96l gk bisa manggil oppa xD ditunggu review selanjutnya~~ maaf lama update ya

Kalajengking: AAAAA NEW READER serem bgt namanya hahaha ahh kamu junhao shipper ya kkkkk alhamdulillah kamu ska ff abal yg aneh ini ditunggu review selanjutnya~~

Naegawoozi: makin ksni makin banyak moment ya dek siapa yg gak mesum lht keimutan seorang lee jihoon dan rencana yg sebenarnya yg gak direncanain /? Berhasil juga morning kiss cieeeeee xD pertarungan soon vs seung dimulai buhahaha uda tau lah yg dipilih jihoon siapa? Ditunggu review selanjutnya dek~~

RGaniaa: makasih pujiannya ^^ dan rencananya berhasil jga morning kiss~~ Ditunggu review selanjutnya

BSion: soalnya kamu senpai aku /? Ff kamu keren bgt soalnya ok aku panggil kamu bi /? Rencananya mau buat bgtu tapi ini kan berpasangan /? Bersyukurlah usahanya di chap ini gak ada yg ganggu buhahaha~~ ditunggu review selanjutnya bi ^^

Firda473: yep kamu benar kakek jihoon /? Keseleo buhahaha xD

JonginDO: ehhh kk uda semester 6 aku msh semester 4 kak ToT makasih uda ngereview ^^

GitARMY: ini uda lanjut~~

SweetHoon: kkkk no problem dek ^^ usahanya gk sia2 chap ini, morning kiss yg tdk terduga buhahaha xD plisss buang firasat sprti itu hiks ToT sebenarnya gak ada konflik keluarga, cuma mau nongolin orangtuanya jihoon kkkkk soalnya dri chap 1 mpe 7 gak nongol2 xD makasih uda ngereview ditunggu review selanjutnya~~

Jihan: plih dua-duanya aja hahaha di chap ini soonyoung uda berhasil dong nyiumnya xD sprti yg kmu blg jihoon suka soonyoung cieeeeee indigo /? SAMA DEK MANSAE SAMA! Gara2 moment itu aku jg jdi jihan shipper momentnya singkat tp manis xD sbnarnya gak ada masalah antara jinki sma mamanya tapi cuma mau nunjukkin orangtua jihoon itu ada /? Maaf updatenya lama /? Aku kangen kmu /? Hahaha ditunggu review panjang selanjutnya ^^ mansae~~

Sorin0604: ada new reader halo~~ makasih uda ngereview dan uda bkin kamu suka ma ff abal2 ini hehehe makasih pujiannya ^^ ditunggu review selanjutnya ^^

Mau jelek maupun tidak ff ini, kalo udah berhasil baca sampe akhir, tolong review ya fav and follow juga boleh ^^ tapi ingat pakek kata-kata yang sopan :D Yok review rame-rame xD biar dilanjutin dan makin semangat tuk nulis. See you chapter 10 dan terima kasih ~('▽'~) (~'▽')~

PS!
1. Disini uda pada dengar lagu taemin yg baru belom? Njirrr smua lagu di album "press it" enk semua dengarin + lht dancenya berasa lht hoshi

2. Beberapa hari ini badmood bro gara2 hoshi nulis nama seokmin di pertanyaan kalau kalian jdi wanita, siapa member yg kalian pilih? Kretek woy bacanya /? Apa krna jihoon uke makanya hoshi gk mau nulis namanya gtu ToT

3. Chap depan belum tau kapan di post ToT belum siap tugas masuk tugas yg lain hiks... uda 4 persentase menunggu njirrr ini ngampus atau apa? ToT

KULIAH TIDAK SEINDAH YANG KALIAN PIKIRKAN!

Wassalam