Mistakes in Love
.
A KyuMin Fanfiction
.
Main Cast :
Cho Kyuhyun, Lee Sungmin
Supporting Cast :
Kim Kibum, Kim Jongwoon (Yesung), Kim Jungmo, Choi(Cho) Siwon, Wookie, Kim Youngwoon (Kangin), GS!Park(Kim) Jungsoo (Leeteuk), Im Yoona, Goo Haera (OC), etc
Main Pair :
KyuMin, Slight!SiBum
Warning!
YAOI, Boys Love, OOC, Typo(s), EYD tidak sesuai, M-preg (but Sungmin already had a children), etc
Rating :
T to M
Genre :
Drama, Romance, Hurt/Comfort, Family
Disclaimer :
Cerita ini milik saya. Dan percayalah, hanya Kyuhyun dan Sungmin yang saling memiliki #eeeaaa
.
.
.
Summary : Cho Kyuhyun, seorang pemuda penderita "Asperger Syndrom", jatuh hati pada sosok manis yang ditemuinya ditaman favoritnya. Bagaimana cara Kyuhyun merebut hatinya? Mampukah Kyuhyun bertahan setelah satu kenyataan pahit diketahuinya, dan membuat rasa cintanya adalah sebuah kesalahan?
.
{{ Inspired from "My Name is Khan" n' "Marry and Max" }}
.
NO BASH, NO FLAME, NO PLAGIAT!
DON'T LIKE DON'T READ!
N' DON'T BE SIDERS PLEASE?!
.
(BGM : Good Person by Super Junior)
.
enJOY reading^^
.
.
.
.
Previous
.
"Aigooo~ Benarkah?"
"Itu—aku tidak tahu."
"Eh? Wae?"
"Kyuhyun...tidak pernah bilang jika ia mencintaiku."
Sungmin yang menunduk tak mengetahui jika Siwon dan Kibum kini tengah bertingkah autis dengan mata yang melotot melihat sosok yang mereka kenal dengan santai berjalan ke arah mereka dan tanpa ragu mengalungkan tangannya di leher Sungmin.
GREPP
"Saranghae~"
.
.
.
Chapter 9
.
Keduanya menahan nafas, menunggu reaksi Sungmin selanjutnya. Namun apa yang mereka lihat adalah sepasang tangan menghempas kasar tubuh dari sosok yang tengah memeluk pundak namja manis di hadapan mereka dengan tiba-tiba hingga terjungkal.
"DIA MILIKKU!" Seru pemilik tangan itu keras, auranya tak bersahabat. Setelah itu ia mengapit lengan Sungmin erat dan berlalu dari sana dengan langkahnya yang khas.
Senyum miris terpancar jelas dari sosok yang masih terpekur di posisinya itu, ia tampak meringis kecil sebelum kemudian mendongak dan mengikuti langkah Sungmin serta namja yang tak ia kenal dengan tatapannya yang sendu.
.
"Jj-jungmo Hyung?"
Barithone itu menyadarkannya, ia tersenyum kecil pada bawahan sekaligus hoobae kesayangannya sebelum kemudian ikut berlalu dari sana tanpa berkata apapun.
"Jungmo? Maksudmu...dia Kim Jungmo, mantan suami Sungmin?" Tanya Kibum, raut terkejut kentara sekali diwajahnya.
"Hm..."
"Kurasa aku mengenalnya."
Alis Siwon bertaut, "Mwo? Eoddie?" Tanyanya kemudian.
"Klinik...?" Jawab Kibum tak yakin.
"Huh?"
Kibum terlonjak seperti mengingat sesuatu, "Iya! Klinik! Dia namja yang bersama kekasihmu, Hyung!"
"Apa maksudmu, 'kekasihku'? Kau?"
Siwon menatap Kibum menuntut, sementara namja dengan senyum menawan itu balas tersenyum mengejek, "Kekasih pura-puramu, Hyung~"
Siwon mengernyit tak mengerti sebelum kemudian berseru kaget, "Maksudmu Yoona? Im Yoona?"
"Yups! Apa hubungan mereka, Hyung?"
Siwon terdiam, tak berani merespon pertanyaan Kibum yang jawabannya pasti sudah bisa namja itu dapatkan dengan mudah.
Dan Kibum melanjutkan, "Aku sempat mengembalikan beberapa obat yang dijatuhkan Im Yoona saat itu, didalamnya ada obat untuk wanita ham- eoh? Mungkinkah...?"
Kibum menatap horor pada Siwon di sampingnya, dan kekasihnya pun mengangguk tegas.
.
.
.
"Kyu..."
"Kyuhyun-ah..."
Sungmin semakin merenggut melihat Kyuhyun yang tak menghiraukan panggilannya sama sekali, Kyuhyun terus berjalan lurus bahkan saat mereka sudah sampai di taman favorit Kyuhyun.
Sungmin masih tak menyerah, ia kembali memanggil Kyuhyun dengan rengekannya, "Kyunnie~ mmphhh..."
Pekikannya tertahan karena bungkaman dari sesuatu yang lembut menyentuh bibir plump-nya yang kissable, pupil matanya melebar, terlalu shock dengan perlakuan tiba-tiba dari namja yang menciumnya kini.
Lambat laun perasaan hangat hingga rasa nyaman pun tak terbantahkan saat kedua tangan besar itu mendekapnya. Rasa pegal di kakinya karena dipaksa untuk mengikuti langkah yang bahkan tak bisa dikatakan pelan itu, memudar seketika. Dan saat melihat obsidian tajam di hapadapannya bersembunyi di balik kelopak pucat itu, foxy eyes-nya pun ikut tertutup secara perlahan. Dekapan hangat itu semakin mengerat membuat tangannya refleks ikut tergerak untuk mengalun dengan sama eratnya di pundak lebar itu.
Ciuman itu semakin dalam, kedua bibir yang semula hanya saling melumat dan menghisap belahan atas dan bawahnya, kini bibir yang lebih tebal menerobos si bibir yang lebih tipis dengan lidah basahnya, meminta akses masuk dengan tergesa dan penuh hasrat. Berhasil, lidah nakal itu kini bermain di dalam, dengan lihai mengabsen apa saja yang terdapat di balik bibir tipis itu. Mencoba bermain dengan lidah mungil di sana dan saling membelit basah, saling mencecap manis saliva masing-masing yang tercampur, deru nafas panas pun saling bersahutan. Bunyi keciplak khas mendominasi keheningan, beruntung tak ada seorang pun di sana, mereka benar-benar hanya berdua.
Ciuman indah yang dipenuhi aura frustasi dan putus asa ini, seolah menyampaikan isi hati masing-masing yang tak bisa diucapkan secara langsung, terutama dari sosok namja 'special' bermarga Cho itu. Sosoknya yang mempunyai keterbatasan sosial membuatnya tak mudah untuk mengungkapkan perasaan tulusnya secara langsung, iapun tak mengerti mengapa ia melakukan hal seperti ini. Raganya bertindak sesuai naluri dengan harapan sosok manis dalam kungkungannya saat ini dapat mengerti.
Dan sepertinya harapan Kyuhyun terkabul, Sungmin begitu melayang oleh ciuman memabukan yang ia terima dari namja yang telah mengisi hatinya seluruhnya itu. Ia pun mengerti ini bukan hanya sekedar ciuman panas biasa, Sungmin mengartikan ini seperti rasa ingin memiliki terlalu dalam yang tak mudah terungkapkan. Menyentuh relung hatinya yang paling dalam hingga membuatnya tak bisa berpikir jernih saat ini.
Masih tak ingin mengakhiri, keduanya sama-sama mengambil pasokan udara di sela-sela perang lidahnya. Terlalu nikmat untuk mereka akhiri, seakan tak ada hari esok untuk mereka bisa meluangkan waktu melakukan kegiatan ini lebih sering lagi. Tapi memang ini terlalu indah, ciuman basah nan memabukan ini adalah yang pertama mereka lakukan.
Lima belas menit berlalu, merasa nafas Sungmin semakin lama terdengar lemah, Kyuhyun menghentikan ciumannya walau dengan perasaan enggan. Pertama kali ia membuka mata, pemandangan indah tersaji dihadapannya. Baby face itu memerah dengan rona mendominasi di sekitar pipi chubby-nya, bibir yang menyerupai huruf M itu membengkak dan sedikit terbuka karena masih mengisi pasokan udara yang telah dikurasnya habis.
Bibir tebalnya terangkat membentuk sebuah senyuman saat foxy eyes itu terbuka, senyum tulusnya yang menular pada sosok manis yang balas tersenyum tulus memperlihatnya gigi kelincinya.
Namun itu tak bertahan lama, karena dengan tiba-tiba Kyuhyun menghempaskan tubuh mungil itu dan sedikit menjauh. Sungmin tersentak kaget dan ia tertegun untuk sesaat. Ia tahu Kyuhyun, bukan tanpa alasan Kyuhyun tampak berbuat kasar seperti itu padanya. Meski ini baru pertama kali, Sungmin yakin Kyuhyun mempunyai alasan yang cukup logis mengapa ia melakukan itu.
Apa mungkin ia teringat kejadian beberapa saat yang lalu di tokonya? Entahlah, Sungmin tak ingin berspekulasi terlalu jauh. Namun jika mengingat kalimat tegas yang terlontar dari bibir tebal Kyuhyun pada Jungmo tadi, membuat pipinya chubby-nya didominasi warna merah. Seseorang tolong berikan Sungmin sesuatu untuk wajahnya yang seperti kepiting rebus!
Sungmin mendudukkan tubuhnya tepat di samping Kyuhyun dengan alas dedaunan kering di taman itu. Aura canggung masih terasa dan semakin lekat saat Kyuhyun mengubah posisi duduknya menjadi menyamping dan memalingkan wajahnya dari Sungmin. Sungmin mengerjap polos, sebelum tahu jika namja 'spesial' itu meliriknya diam-diam melalui ekor matanya.
Sungmin tersenyum kecil, ia menghela nafas sebelum memulai pembicaraan, "Kau tahu, tadi itu-"
"Mantan suamimu." Potong Kyuhyun cepat.
Sungmin tersentak, "Kau tahu?" Tanyanya, namun jawaban selanjutnya membuat ia mendengus kecil.
"Hanya menebak."
"Kau tidak terkejut?" Pancing Sungmin.
"Tidak."
Sekali lagi dengusan kecil terdengar dari bibir manis seorang Lee Sungmin, "Dia memelukku dan menyatakan cintanya padaku." Pancingnya sekali lagi.
"Lalu?"
Sungmin menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia tahu Kyuhyun memang tidak terlalu peka. Tapi entah mengapa ia merasa kali ini Kyuhyun sengaja membuatnya kesal, "Tidak, lupakan saja..." Jawabnya lesu sebelum kemudian berlalu dari sana, menyisakan raut datar dan tak terbaca dari Kyuhyun.
.
.
.
.
.
"Mommy!"
Senyumnya ikut merekah mendengar suara tenor nyaring itu, digapainya sang buah hati ke dalam pelukan.
"Dimana Samchon-mu?"
Wookie hanya mengendikan bahunya tanda tak tahu, pandangannya tertuju pada seseorang yang ia kenal tepat di belakang sang Mommy, "Ahjussi, kau ikut?"
"Annyeong, Wookie~" Sungmin berjengit kaget, dan saat membalik badannya, ia mendapati Kyuhyun yang tengah tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya dengan lucu pada Wookie, dan mendapat balasan tak kalah lucunya dari namja cilik yang sebentar lagi menginjak umur 8 tahun itu.
"Kau mengikutiku?!" Hardik Sungmin kasar, entah mengapa ia masih merasa kesal pada namja 'spesial' di hadapannya ini.
Kyuhyun menggeleng polos, "Tidak."
Sungmin memicingkan matanya, "Iya, kau mengikutiku!"
"Tidak!" Sanggah Kyuhyun kembali dengan raut datarnya, seakan melupakan kejadian beberapa saat yang lalu.
"Aku bilang iya!"
"Aku bilang tidak!"
"Iya!"
"Tidak!"
"Kalian diam!" Teriak Wookie geram dengan kelakuan Kyuhyun dan sang Mommy yang menurutnya sangat kekanakan, belum lagi ia merasa terganggu dengan pandangan aneh dan ingin tahu dari orang-orang di sekitarnya. "Ahjussi, untuk apa kau kesini?" Masih dengan raut kesalnya, namja cilik itu bertanya pada Kyuhyun.
"Aku ingin bertemu dengan calon anakku." Jawab Kyuhyun cepat.
"M-mwo?" Seru Sungmin terkejut.
Wookie kembali bertanya tanpa mengindahkan seruan sang Mommy, "Calon anakmu? Nuguyo, Ahjussi?"
Sekali lagi, jawaban itu keluar dengan lancarnya dari bibir Cho Kyuhyun, "Kau, Kim Ryeowook!" Tunjuknya tepat dihidung bangir sang namja cilik.
"MWO?"
Pekikan itu membuat Kyuhyun tersenyum semakin lebar, jika sudah begitu ia tak bisa menutup mulutnya dengan benar untuk saat ini. Meski ada satu tambahan suara berat dari pekikan kaget tersebut yang membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya ke belakang dan mendapati sesosok namja yang tak ia kenal. Namun seakan tak peduli, ia kembali mengalihkan pandangannya pada Sungmin dan Wookie dengan senyum lebarnya.
Sungmin yang pertama menyadari kehadiran seorang namja lain disana, "H-hyung~?" Lirihnya pada namja bermata sipit yang kini sudah berada di hadapannya itu.
Yesung berdehem kecil untuk mengembalikan suaranya yang mendadak hilang, "Min..." Sahutnya canggung. Kemudian matanya melirik namja yang hanya balik menatapnya intens tanpa ekspresi.
Sekilas memang begitu, namun jika kita lihat lebih teliti, Kyuhyun tengah menguras otaknya untuk mengingat jika ia pernah melihat sosok Yesung sebelumnya. Hanya, gaya rambutnya yang berbeda.
"H-hyung, kenalkan ini Kyuhyun, Cho Kyuhyun." Seru Sungmin menyela pandangan Kyuhyun yang membuatnya sedikit bergidik..
Yesung menunduk sopan, "Annyeonghaseyo. Kim Yesung imnida." Sapanya ramah seraya mengulurkan tangan kecilnya. Namun setelah beberapa detik Yesung kembali menurunkan tangannya karena Kyuhyun hanya balas menundukkan kepalanya acuh, matanya berpendar tak tentu arah, kemana saja asal tidak pada sosok yang sama tinggi dengannya.
"Kyuhyun..." Tegur Sungmin, dan Kyuhyun mendesah pelan seraya bergumam maaf namun masih dengan sikapnya yang acuh. "Ish~ Maafkan Kyuhyun, Hyung..."
"Gwaenchana." Yesung tersenyum maklum. "Appa mengajak kita makan malam bersama, Min." Lanjutnya.
"Eoh? Ne...Kajja Wookie!"
Sungmin menggadeng tangan Wookie begitu saja, melupakan sosok tampan ber-title 'spesial' disana yang -tanpa Sungmin sadari- kembali mengikutinya.
Yesung tersenyum geli melihat itu, "Kajja, masuklah!" Suruhnya pada Kyuhyun seraya membuka pintu depan mobilnya.
"Ye?" Seru Sungmin terkejut setelah menempatkan Wookie dengan nyaman di jok belakang mobil Yesung dan menutup pintunya.
"Kita akan mengajak temanmu."
Sungmin melirik Kyuhyun yang balas menatapnya polos, kalimat Yesung terdengar seperti pernyataan mutlak yang harus dituruti.
"Tidak...eh, iya...erm-"
"Aku mau duduk dengan Sungmin!"
Kalimat gagap Sungmin harus terpotong dengan paksa oleh seruan yang membuat ia dan Yesung sama-sama terkejut. Sungmin tersenyum canggung, "Ah! Kyuhyunnie, kau-"
"Tidak, kau di depan saja, bersamaku." Sekali lagi kalimat mutlak itu keluar dari bibir Kim Yesung, ada nada kesal terselip mengingat ia akan terlihat seperti supir pribadi jika keinginan Kyuhyun dituruti.
"Huh? Di depan?"
Sungmin membeo sebelum kemudian tersenyum geli mendengar gerutuan Kyuhyun yang tak bisa dikatakan pelan.
"Ck! Menyebalkan."
.
.
.
.
.
Sungmin meremas apa saja yang dipegangnya dengan perasaan gelisah, jantungnya berdegup tak beraturan. Ia merasa akan dihadapkan pada masalah yang tak bisa dikatakan kecil sebentar lagi.
"Mommy, jariku sakit."
"Ne? Ah, mianhae aegya."
Wookie hanya merenggut dan kembali memalingkan pandangannya keluar jendela. Kedua namja yang duduk di paling depan masih saling diam. Salah satu diantaranya tengah melirik kecil dua sosok manis di belakang melalui cermin yang tergantung di atas dashboard, ia tersenyum geli dibalik kemudinya, mengerti kebiasaan sang dongsaeng ketika sedang gugup. Dan jari sang keponakan kembali menjadi korban.
Sudut matanya sesekali melirik namja disampingnya. Namja ini...Yesung ingat namja ini adalah namja yang pernah memeluk Sungmin beberapa bulan yang lalu setelah 'insiden' di bandara. Namja yang ia tebak jauh dari kata 'normal'. Namun dibalik itu ia bisa melihat bahwa Cho Kyuhyun adalah namja yang baik, membuat ia mendapat peran khusus untuk Lee Sungmin. Ia yakin Cho Kyuhyun menjadi alasan atas kegugupan Sungmin saat ini.
Entah apa yang membuat Cho Kyuyun menjadi begitu penting untuk namja manis itu. Sungmin diam saja ketika namja ini berkata bahwa Wookie adalah calon anaknya, seperti tak menyangkal jika Wookie memang akan segera mendapat 'ayah baru'. Secepat itukah?
Yesung mendesah lelah. Bukan karena ia pernah berpikir jika kesempatannya untuk bersatu dengan Sungmin harus kembali dihadang oleh kehadiran sosok lain. Jujur saja Yesung tak peduli, karena ia sudah bisa menikmati kehidupannya tanpa bayang-bayang Sungmin. Malah ia bersyukur jika memang Sungmin telah menemukan seseorang yang lebih baik dari Jungmo, sang adik.
Prioritas utamanya adalah Wookie, bagaimana jika namja cilik itu belum bisa menerima kehadiran ayah baru? Sementara ia belum mengetahui jika kedua orangtuanya telah bercerai.
Ya, Wookie memang belum mengetahui tentang perpecahan rumah tangga orangtuanya, Yesung sendiri yang bersikeras untuk menyembunyikan kenyataan itu. Bahkan Tuan dan Nyonya Kim tak berani memberitahukan hal itu pada cucu semata wayang mereka.
Namun Yesung tak menyadari jika saat seperti ini pasti akan datang, apa memang harus sekarang?
.
.
.
.
.
Renault Samsung SM5 dengan warna hitam metalik itu berhenti tepat di depan gerbang kokoh mansion Kim, gerbang itu terbuka otomatis setelah terdengar suara klakson yang nyaring dari mobil milik Kim Yesung. Tiga sosok namja dewasa dan satu namja kecil keluar dari pintu yang berbeda, namja tinggi berkulit pucat yang turun dari samping pengemudi melirik bangunan megah dihadapannya dengan tatapan tertarik.
"Kyuhyun-ah, ayo masuk." Kyuhyun tersentak mendengar suara lembut itu, ia tersenyum lebar melihat senyum manis Lee Sungmin.
Yesung memimpin langkah mereka, seorang maid menghampiri dan memberitahukan jika Tuan besar telah menunggu mereka diruang makan.
"Chagi, ganti baju dulu ya dengan Shin Ahjumma? Nanti kau menyusul." Sungmin berkata lembut pada sang anak, namun hanya dibalas anggukan kecil tanpa ekspresi oleh namja cilik itu. Kerutan heran tercetak jelas dikening Sungmin, mengapa anaknya bersikap seperti itu? Tatapan herannya masih mengikuti langkah Wookie hingga sosoknya menghilang di balik pintu kamar di lantai dua.
Menyadari sesuatu yang aneh terjadi, Yesung berdehem kecil menyentak Sungmin yang kemudian tersenyum kikuk, namja tampan itu kembali memimpin langkah mereka menuju ruang tamu.
Sungmin melirik Kyuhyun yang sedari tadi sibuk mengamati kemegahan mansion Kim, "Kajja, Kyu!" Ajaknya sambil lalu.
"Ah! Ne~" jawab Kyuhyun seraya kembali tersenyum lebar dan mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Sungmin.
Langkah Sungmin terhenti seketika karena menabrak punggung tegap Yesung yang berhenti tiba-tiba, ia tak begitu fokus karena pikirannya masih tertuju pada sang anak.
"Sungminnie~"
Sungmin mendongak dan mendapati yeoja paruh baya yang masih begitu cantik diusianya, memanggilnya dengan lembut, ia tersenyum kecil sebelum pandangannya terjatuh pada dua sosok yang amat ia kenal tengah duduk di sofa double di ruang tamu mansion Kim.
"Annyeonghaseyo, Yesung-sshi, Sungmin-sshi." Yeoja cantik yang mengenakan dress berwarna peach itu membungkuk sopan pada Yesung dan Sungmin bergantian.
Setelah membalas dengan anggukan kecil, Yesung kemudian duduk dengan tenang di sofa single sebrang sang ayah yang juga tengah duduk tenang tanpa terganggu dengan sekitarnya, sama seperti sosok sang adik yang hanya terdiam di sofanya.
"Ne, annyeonghaseyo...Yoona-sshi." Berbeda dengan Yesung, Sungmin membalas sapaan Yoona dengan tak kalah sopan.
"Duduklah." Ajak Leeteuk. Aigoo~ siapa ini?" Suara lembut itu membuat Sungmin mengalihkan pandangannya pada sosok yang tengah tersenyum lebar dengan pandangannya yang berpendar tak tentu arah, mengamati setiap inchi ruang tamu mansion Kim tanpa peduli sekitarnya. Sungmin tersenyum geli melihat tingkah namja di sampingnya yang begitu polos.
"Kyu..." Panggilnya lembut, membuat namja 'spesial' itu tersadar dari euporia kekagumannya pada arsitektur mewah mansion ini. Tatapannya yang polos melihat satu-persatu sosok yang ada disana, lalu pandangannya terhenti pada sosok namja yang amat ia ingat beberapa saat yang lalu berada di tokonya, "Eomma, ini..."
"Aa-nnyeonghaseyo~ Cho Kyuhyun imnida," belum sempat Sungmin meneruskan kalimatnya suara bass Kyuhyun mengalun memperkenalkan diri secara langsung, dan bibirnya yang semula tersenyum kecil menguap seketika setelah mendengar lanjutan kalimat Kyuhyun, "Aku calon suami Lee Sungmin." Suaranya mantap walau terkesan datar, dan tatapannya yang lurus tak beralih dari namja berambut pirang yang tidak lain adalah Kim Jungmo.
Hening selama beberapa saat, hingga sebuah langkah mungil yang amat tenang membuat semua pandangan teralih pada sosok namja cilik yang baru memasuki ruang tamu itu, dan pekikannya yang lantang membuat siapapun disana berjengit kaget.
"JANGAN REBUT MOMMY DARI DADDY-KU!"
.
.
.
.
.
TeBeCe
.
Annyeong~^^ *ditimpukrame2* :D
Saya datang kembali membawa lanjutan Mistakes in Love! Ngaret bgt ya? Mianhae~ joengmal2 mainhae~ *bowbowbow*
Pendek ya? Emang, tangannya udah gatel sih, trus cuman mau ngingetin dulu, mudah2an masih pada nunggu n' masih pada inget juga sama fic yg kelewat ancur ini x_x
Gimana chap ini? Makin gaje ya? Hehe~ mian...saran dan kritik sangat diterima kok~ :)
Masi mau lanjut ngga? InsyaAllah ngga akan ngaret lagi, soalnya buat chap depan juga udah saya tulis dikit2 :D
.
Buat Saeko eonni, KyuMinWook moment chap depan ya~ dari sini udah bisa nebak kan Wookie anak baik apa bukan? :D
Oya, ada yg nanya "apa kyu bisa sembuh?" Sayang sekali, penyakit kyu ini udah mendarah daging(?) maksudnya, itu udah bawaan lahir jadi susah buat disembuhinnya :D
Trus katanya "asperger syndrome" kyu udah ngga terlalu keliatan(?)..mianhae~ tapi saya udah coba buat mendeskripsikan sifat kyu yang 'special' sebaik mungkin, maaf kalo ngga keterima(?) :3
Trus ada juga yg bilang pada ngga ngerti pas di flashbak chap kemaren, Itu 'percakapan gaje' kyu sama ming waktu ming bobok(?) dipelukan kyu di toko :D
Okeh, sekian penjelasannya...
.
Big thanks to :
keykyu || aidafuwafuwa || .1 || Park Ha Mi || Yujacha || vnovgyu || ika kyumins || hapsarikyukyu || Paijem || coffeewie137 || pumpkinsparkyumin || Minhyunnie1318 || Yefah Joyer Cloudsomnia || Rilianda Abelira || okoyunjae || ZaAra eviLKyu ||KYUMINTS || sha || tripler lee || Choi Yuan || Beautiful Garnet || kyuminjoy || Cho Na Na || winecouple || lemonade || sitara1083 || Karen Kouzuki || shin neul ra || nova137 || reaRelf || Park Minnie || Zahra Amelia || km137 || Princess Pumpkins ELF || sitapumpkinelf || Phia89 || QQKyuminShipper || dhian9307ELF || 137Real Aiyu || Saeko Hichoru || Gyumina || minniekyumin || cupid'skyumin || Tama13 || Tika || runashine88 || dessykyumin || lee hyuna || Lee hyunA || kimteechul || JOYELPEU137 || thiafumings || neganugu || Safira Blue Sapphire || Park Min Rin || JOyers || kyuminnshiperrr || kang eun hwa || Indah Isma N || jofiane || Crimson Wine || yukinaalda || dan 2 GUEST serta beberapa SIDERS~^^
Sekali lagi terimakasih :)
.
.
.
Terakhir, minta ripiunya lagi~
Saranghae~ *kecupsatu2*
.
Cwd, 141113 || QMingKyutez137
