Regret

.

Author : soororo

.

Cast :

Kim Minseok

Kim Jongdae

.

Rate :T

.

Genre : Hurt/Comfort, Drama

.

yoho! soororo yang lagi galau di sini.

aku galau banget gara gara kris T.T

kalian juga? iya?

dari kemarin mantengin tl terus. berharap ada kabar baik. tapi isinya sama semua. hhh~

oh iya, buat yang review kemarin:

heeliez. elfpetalz: pengen liat apa? rubah rating, ya? eng.. aku pertimbangin dulu, deh. akunya juga pinginnya gitu.#ketauanmesumnya

reasia95: yesungnya keras, ya? wajarlah, kan dia sayang banget sama baozi. jongdae.. entahlah, aku seneng banget bikin scene waktu jongdae keluar pervertnya. pakai bikini? jongdae pasti senang sekali! hahaha. buat honeymoon, kayaknya gak bakalan sempet aku munculin.

cho. sehyun .5 : n-nc? engg... pingin siih, tapi..

sfsclouds: jitak aja! aku bantuin/?
aku emang seneng banget nulis bagian pervertnya jongdae. apalagi di gabungin sama polosnya junhong. seneng banget. hahaha. semoga minseok selamat? di chap ini aja dia udah gak selamat. hahaha.

AQuariisBlue: iya, junhong pingin cepet punya dongceng.
bebeknya mesum banget, ya? hunmin kan sifatnya hampir serupa, pembawaannya kalem. sedangkan si daelu, sama juga, sama sama nyablak. udah gitu daelu juga sama sama gampang kesulut emosinya.

Initial D 0326: LOL? makasih! di ulang ulang, ya? aku juga suka ngulang bacanya. soal yesung, sekali lagi, aku ngelanggar omonganku. pada akhirnya aku nyiksa jongdae pake minseoknya sendiri. tanpa bantuan siapapun. hahaha.

hyona21: maaf. bukannya maksud membuat kamu kedengaran lebih tua. semuanya aku panggil kakak di sini.

exindira: thanks. luhan sama jongdae emang gampang banget buat di godain sama sehun dan minseok. adeknya junhong... tunggu aja.

makasih banyak. makasi makasi. kalian menghiburku dengan review review kalian.

makasi makasi

.

soororo present

regret

"Dae..."Minseok menusuk nusuk punggung jongdae dengan ujung jarinya.

"Ada apa? Kau minta lagi?"Tanya jongdae sambil tersenyum mesum. Minseok menjitak kepala jongdae.

"Aku ingin makan puding jeruk."Rengek minseok. Jongdae melebarkan matanya. Minseok ingin apa?

"Tapi ini kan tengah malam."Jawab jongdae. Wajah minseok memelas. "Besok pagi saja, ne?"Jongdae menggeser tubuhnya mendekati minseok, lalu memeluknya. Minseok menggeleng.

"Sekarang!"Ucap minseok tegas. Jongdae menghela nafas.

"Baiklah. Aku pergi."Jongdae bangun dari tempat tidur.

Blush

Wajah minseok memerah. Jongdae hanya mengenakan celana pendeknya. Dia toples.

"Aku seksi, ya?"Jongdae menyadari perubahan rona wajah minseok. Minseok melempar jongdae dengan bantal. Jongdae terkekeh. "Tahu begini, tadi tidak usah aku pakai lagi saja."Goda jongdae seraya berlari ke kamar mandi saat minseok bersiap melemparnya dengan vas bunga.

"Dasar mesum!"Seru minseok. Terdengar suara tawa jongdae dari dalam kamar mandi. Untung saja junhong tidur di kamarnya sendiri. Jadi ia sama sekali tidak terusik. Oh, jangan tanya bagaimana jongdae merayu junhong sampai ia bisa meyakinkan junhong untuk tidur sendiri di kamarnya. Yah, dengan tujuan agar ia bisa selalu berdua dengan baozi kesayangannya. Ya, berdua. Kalian tahu apa artinya.

.

Jongdae merapatkan jaket tebalnya. Udara sedang dingin dinginnya. Ia melirik jam tangannya. 00.00. yang benar saja! Seharusnya sekarang ia sedang terlelap di balik selimut sambil memeluk baozinya! Atau, kalau tidak, melakukan 'kegiatan rutin'nya bersama baozi! Kenapa sekarang ia malah terjebak di tengah kota seperti ini? Sepertinya besok ia akan sakit. Kedainya ramai sekali beberapa hari ini. Belum lagi ia tadi harus menjemput junhong yang tiba tiba rewel di rumah baekhyun. Tadi sore baekhyun 'menculik' junhong. Junhong bilang, ingin tidur di rumah baekhyun, tapi, tiba tiba ia rewel dan minta pulang. Jongdae yang baru sampai rumah harus kembali keluar untuk menjemput junhong. Dan keluar pada tengah malam akan memperburuk keadaannya.

Drrt drrt

Baozi calling

"yeoboseyo? Ada apa?"tanya jongdae.

"aku ingin ddeokbokki rasa coklat."rengek minseok.

Jegler

Apalagi ini?

"rasa coklat? Mana ada?"jongdae menjambak rambutnya frustasi.

"ya sudah, campurkan saja cokelat leleh ke dalam ddeokbokkinya!"seru minseok manja. Jongdae menepuk dahinya. Ya tuhan, cobaan apa lagi ini?

"pudingnya?"tanya jongdae.

"tetap belikan! 10 cup kecil! Kau tahu merek kesukaanku, kan? Belikan yang itu! tidak mau yang lain! Jangan pulang kalau belum mendapatkan pesananku!"ucap minseok dengan nada mengancam.

"a…"

"kalau tidak dapat, tidak ada jatah sampai turun dari altar! Aku akan pulang ke rumah ajusshi!"ancam minseok saat jongdae akan membuka suaranya. Jongdae menelan ludahnya kasar.

"baiklah, aku carikan."ucap jongdae pasrah seraya menutup telfonnya. Jongdae memandang kosong ke jalan yang ada di depannya. "bagaimana ini?"tanyanya dengan nada frustasi.

Sungguh, jongdae tidak tahu kalau minseok semanja ini! ia juga baru tahu menjaga minseok sangat menyusahkan! Saat ini, jongdae sedang di hadapkan dengan 10 cup puding jeruk. Cup kecil, sih, tapi, yang benar saja, 10! Jongdae ingin lompat dari jendela saja rasanya. Minseok sudah menghabiskan ddeokbokkinya. Ia kekenyangan. Baru satu sendok, pudingnya sudah ia serahkan pada jongdae. Dan menyuruh jongdae menghabiskan semuanya dengan di saksikan oleh minseok sendiri.

"ayo, kurang dua cup lagi. Ini kan puding favoritmu."minseok tersenyum manis sambil menyodorkan segelas lagi. Jongdae menatapnya jijik. Memang puding rasa jeruk adalah favoritnya, tapi, tidak seperti ini! "makan."rengek minseok. Jongdae menghela nafas lalu kembali memakan pudingnya sampai habis. Minseok tersenyum lebar.

.

"hoek!"jongdae melenguh saat mendengar suara aneh dari dalam kamar mandi.

"baozi?"panggil jongdae. Jongdae agak pusing. Pasti karena kurang tidur. Jongdae mendekati kamar mandi. Benar saja, minseok. Dia sedang muntah. Sepertinya karena makanan yang di makan semalam.

"dae…"wajah minseok pucat. Jongdae mendekati minseok lalu mengusap punggungnya. Minseok kembali muntah. Dan keadaan minseok seperti itu membuat jongdae semakin pusing.

"umma."panggil junhong. Sepertinya anak ini terbangun karena suara eommanya. "appa, umma kenapa?"tanya junhong. "umma cakit, ya?"tanyanya lagi. Jongdae mengangguk. Minseok masih muntah.

"sudah?"tanya jongdae. Minseok mengangguk. "kau mandilah. Aku akan mandi di kamar junhong."ucap jongdae. Minseok mengangguk.

"appa, umma kenapa?"tanya junhong. Saat ini ia sedang mandi bersama appanya.

"appa sendiri tidak tahu. Nanti appa akan membawa ummamu ke won haraboji. Kau tinggal di rumah baekki nuna dulu, ne?"

"ah? Baekki nuna? Nanti ketemu juci belgigi becal."junhong menundukkan kepalanya.

"memangnya kenapa? Kau masih takut?"tanya jongdae. Junhong menggeleng.

"kemalin junhong di belikan boneka kelinci, appa. Lucu."jawab jongdae.

"lalu, apa masalahnya?"tanya jongdae.

"juci gigi becal cakit, appa."jawab junhong.

"sakit?"junhong mengangguk.

"juci hujan hujanan."jawab junhong.

"ya sudah. Kau temani baekki nuna saja."ucap jongdae. Junhong mengangguk.

.

"kau tidak makan?"tanya jongdae. Minseok masih lemas. Minseok menggeleng. Mati matian ia menahan muntahnya saat junhong merengek minta di suapi.

"umma, aaaa…"junhong membuka mulutnya lebar. Minseok memasukkan sendok makanan ke dalam mulut junhong.

"min, nanti kita ke café pamanmu jam 10, kan?"tanya jongdae. Minseok mengangguk. Kemarin sore, suho menelfonnya untuk menemuinya di café paman minseok pukul 10.

"junhong tinggal di rumah baekki nuna, ne?"ucap minseok. Junhong mengangguk.

"min, setelah dari café pamanmu, kita ke siwon ajusshi, ne? aku khawatir kau kenapa kenapa."ucap jongdae. Minseok mengangguk.

Ddrrt drrt

Baekhyun calling

Minseok mengrenyitkan alisnya. Tumben anak ini menelfon?

"Yeoboseyo, eonni."

"Waeyo baek?"

"Mianhae, nanti aku tidak bisa menjaga junhong. Aku ada acara sepulang sekolah."

"Baiklah, nanti junhong biar tinggal dengan neneknya."

Pip

"Kenapa?"Tanya jongdae.

"Junhong nanti tinggal dengan teukki halmoni saja, ne? Baekki noona tidak bisa menjagamu."Ucap minseok. Junhong mengangguk. "Nanti kita jemput saja junhong setelah bertemu dengan yixing dan suho."

"Kenapa?"Tanya jongdae.

"Won-jusshi kangen pada junhong katanya."Jawab minseok sambil mengutak atik ponselnya.

.

"Ah, seokki, aku benar benar tidak percaya kau menerima lamaran bebek kurus itu!" Luhan mencubit pipi minseok.

"Appo, lu!"Minseok menjauhkan tangan luhan dari kedua pipinya yang merah. "Lagi pula, junhong juga ingin bersama dengan appanya."

"Dasar baozi! Bagaimana kalau mereka berbuat buruk lagi padamu? Lalu, kau di pisahkan dengan junhong."Luhan menakut nakuti. "Aduh! Dasar bebek kurus! Kenapa menjitakku!"Luhan meringis kesakitan saat jongdae menjitak kepalanya.

"Kalau bicara hati hati. Ya tuhan, sehun, kau kenapa bisa betah dengan yeoja rusa kerempeng dan cerewet seperti dia, sih?" Jongdae menggelengkan kepalanya heran. Minseok dan sehun hanya tersenyum. Sejak dulu luhan dan jongdae memang tidak pernah akur.

"Min mereka berisik sekali. Bagaimana kalau kau saja yang menikah denganku? Pasti nanti rumah kita damai."Ucap sehun. Minseok menangguk semangat.

"Boleh, mereka memang berisik kalau kita tinggal berdua, pasti rumah kita damai, iya kan?"Jawab minseok semangat. Sehun mengangguk sambil tersenyum.

"Lagipula kau lebih seksi dari ru-Aaah... Iya, iya... Lepas! Aduh!"Sehun mencoba melepaskan jeweran luhan dari telinganya karena perbincangannya dengan minseok.

"Kau bilang apa?"Tanya luhan. Sehun menggeleng. Minseok terkekeh. Ia melirik jongdae yang sudah mengaktifkan duckfacenya. Tawanya semakin keras.

"Jadi, kalian tahu, kenapa kita di panggil suho dan yixing kemari?"Tanya sehun setelah berhasil menenangkan rusanya. Jongdae dan minseok menggeleng.

Saat ini, mereka sedang berada di cafe milik yesung. Suho dan yixing meminta mereka untuk berkumpul di sana. Mereka bilang, akan membicarakan hal penting.

"Dasar pasangan aneh. Mereka yang meminta kita berkumpul. Tapi malah mereka yang terlambat."Gerutu luhan.

"Dae, setelah dari won-jusshi nanti kau jangan kembali ke kedai dulu, ne? Kita harus ke butik ryeowook ajhumma, untuk fitting gaun dan jas yang akan kita pakai."Ucap minseok.

"Persiapan kalian, sejauh apa?"Tanya luhan.

"Gaun, sudah di pesan. Gedung sudah di booking, lalu, kue juga sudah. Dekorasi sudah di tentukan. Sekitar, 90 persen. Kalian?"Tanya jongdae.

"Baru 60 persen. Gaun dan undangan baru di pesan."Jawab sehun.

"Aku heran, kalian ini, menikah untuk yang kedua kalinya, kenapa justru lebih meriah?"Tanya luhan.

"Anggap ini pernikahan pertama kami, lu."Jawab jongdae. Minseok mengangguk.

"Lu!"Panggil yixing.

"Dasar unicorn kerempeng! Kau yang menyuruh kami berkumpul, malah kau sendiri yang telat!"Omel luhan.

"Mian. Tiba tiba tadi ada keperluan mendadak."Jawab yixing, suho hanya menggeleng melihat luhan yang cemberut.

"Sudahlah, lu. Kami meminta kalian berkumpul di sini, untuk memberitahukan hal yang menggembirakan."Ucap suho.

"Apa?"Tanya minseok. Suho dan yixing tersenyum sambil berpandangan.

"Kosongkan jadwal pada tanggal 7 mei."Jawab suho. Luhan mengrenyitkan alisnya.

"Tulis pada agenda kalian. Tahun ini, 7 mei, pernikahan guardian angel dan healing unicorn."Tambah yixing.

"APA?!"Seru jongminhunhan.

"Kalian akan menikah?"Tanya minseok. Yixing dan suho mengangguk.

"Ya tuhan, xing. Kami juga mau memberitahu soal hal itu!"Sahut luhan.

"Maksud kalian?"Tanya suho.

"Tanggal 21 maret, bakpau dan bebek."Jawab luhan.

"Tanggal 22 april, albino dan rusa."Tambah jongdae.

"APA?!"Sekarang giliran suho dan yixing yang berteriak.

"Kalian..."Yixing menunjuk keempat temannya. "Kau menyebalkan, dae. Bahkan aku baru tahu kau dan minseok sudah berbaikan."Yixing memukul lengan jongdae.

"Haha, mian. Aku hanya tidak mau minseok pergi lagi karena aku menelfonmu."Jawab jongdae. Minseok tersenyum.

"Jadi, kalian ber enam akan memesan baju pengantin di butik yang sama, kan?"Tanya ryeowook sambil mengantarkan minuman untuk suho dan yixing.

"Huh, ajhuma, kenapa jadi promosi, sih?"Gerutu luhan.

"Bukannya kau memesan di tempat ryeowook ajhumma juga?"Tanya minseok. Luhan mengangguk. "Dasar."cibir minseok.

"Kami baru saja dari butik ryeowook ajhumma untuk memilih gaun."Jawab yixing.

"Hah, butikku benar benar kebajiran pesanan."Ryeowook menggeleng gelengkan kepalanya.

"Bukankah ajhumma juga senang?"Tanya luhan.

"Sangat."Jawab ryeowook sambil tersenyum.

"Dasar."Gerutu luhan.

Tiba tiba minseok menutup mulutnya. Sepertinya ia akan muntah.

"Seokki, gwenchanayo?"Tanya yixing yang duduk di sampingnya.

"Entahlah, akhir akhir ini aku sering pusing dan mual."Jawab minseok.

"Dan dia akhir akhir ini makin manja."Tambah jongdae. Yixing memegang tangan kanan minseok lalu mengukur denyut nadinya.

"Sebentar, kau ikut aku."Yixing menarik minseok ke arah toilet.

"Ada apa?"Tanya minseok.

"Coba ini."Yixing menyerahkan sebuah alat.

"Test pack?"Tanya minseok. Yixing mengangguk.

"Coba."Perintah yixing. Minseok hampir saja menolak kalau yixing tidak mendeathglarenya.

"Arra."Jawab minseok sambil masuk ke dalam salah satu bilik kamar mandi. Beberapa saat kemudian minseok keluar dengan muka memerah.

"Apa aku bilang."Ucap yixing setelah melihat dua garis yang muncul di alat yang minseok bawa.

.

"Memangnya, minseok sering mual seperti itu?"Tanya luhan setelah minseok dan yixing pergi ke kamar mandi.

"Sering. Terutama saat pagi hari. Aku harus memasak untuk junhong karena minseok lemas."Jawab jongdae. "Belum lagi, selera makan minseok yang agak aneh. Kemarin, dia mencampurkan cokelat leleh ke dalam ddeokbokki."

"Jinjja?"Luhan memasang tampang jijik.

"Dia juga tambah rewel. Aku baru tahu kalau minseok semanja itu. Semalam dia membangunkanku tengah malam hanya untuk membeli puding rasa jeruk 10 gelas kecil. Dan saat aku sudah membelikannya, dia hanya memakannya sesendok dan memintaku memakan seluruhnya. Dan dia harus melihatnya."Tambah jongdae.

"Kalau di pikir pikir, minseok seperti sedang..."

"Kim jongdae! Apa yang kau lakukan pada minseok sampai dia hamil lagi, hah?"Seruan yixing menghentikan ucapan ryeowook.

"Apa? Kau membuat minseok hamil lagi? Dasar bebek kurus!"Seru luhan sambil memukuli jongdae di bantu ryeowook dan yixing.

"Aah, aah, ampun!"Jongdae melindungi dirinya dari pukulan yeoja yoeoja tersebut. Suho, sehun dan minseok terkekeh melihatnya.

"ada apa ini?"tanya yesung saat mendengar suara ribut tibut dari luar.

"ajusshi, bebek ini menyebalkan sekali!"adu luhan. Yesung mengrenyitkan alisnya.

"ada apa?"tanya yesung lagi.

"bukan apa apa, hanya keinginan junhong untuk memiliki adik, sebentar lagi terkabul. Yah, sekitar 9 bulan lagi."jawab suho santai. Sehun terkekeh mendengarnya.

1 detik

2 detik

3 de..

"apa?"seru yesung. "minseok hamil?"tanya yesung dengan nada horror. Jongdae menatap yesung takut takut. bukanya takut apa, ia takut yesung akan menarik minseok untuk kembali tinggal dengannya sampai hari pernikahan tiba.

Minseok mengangguk takut. "sudahlah, ajusshi, junhong juga ingin segera punya adik."suho menepuk pundak yesung. Yesung mendeathglare suho. Suho seketika membeku. Sungguh. Seram sekali.

"lalu ajusshi maunya seperti apa?"tanya sehun.

"minseok tinggal di rumahku sampai hari pernikahan tiba."Jawab yesung.

"junhong tidak akan mau."sahut luhan. "kecuali, jongdae juga tinggal di sana."lanjutnya. jongdae menelan ludahnya kasar.

"baiklah, jongdae tinggal di rumahku."ucap yesung final.

Jegler

Kiamat.

Mau di apakan lagi jongdae setelah ini?

.

"Umma!"Seru junhong saat orangtuanya datang. Leeteuk tersenyum melihat junhong yang sedang di gelitiki oleh eommanya. Leeteuk mengrenyitkan alisnya saat melihat wajah jongdae yang memerah.

"Dae, kau tidak apa apa?"Tanya leeteuk. Jongdae mengangguk. Sejujurnya, kepalanya sangat pening saat ini. "Jinjja?"Leeteuk mendekati jongdae, lalu meletakkan tangannya di dahi jongdae. Panas. Jongdae demam. "Kau demam, dae."

"Eh? Benarkah?"Minseok meletakkan telapak tangannya pada dahi jongdae. Leeteuk benar. Jongdae demam. "Kalau begitu, biar aku bersama kai saja ke rumah sakitnya, dae. Kau istirahatlah di sini."

"Kalian mau ke rumah sakit?"Tanya leeteuk. Minseok mengangguk. "Kau sakit?"Tanya leeteuk lagi.

"Minseok hamil. Umma."Jawab jongdae.

"Eh? Umma hamil? Junhong mau punya adik?"Tanya junhong dengan nada ceria. Matanya tampak berbinar. Minseok mengangguk. Junhong memekik senang.

"Ya tuhan, dae, cepat sekali. Kalian belum satu bulan tinggal bersama."Leeteuk menggelengkan kepalanya heran. Sepertinya jongdae mewarisi bakat mesum dari appanya.

"Hahaha, junhong ingin cepat punya adik, eomma."Jawab jongdae sambil tersenyum. Minseok mendengus kesal. Alasan saja. "Junhong senang, kan?"Tanya jongdae. Junhong mengangguk semangat.

"Dasar."

.

"Keadaan kandunganmu baik, min. Bayinya kuat, sama seperti junhong dulu."Ucap siwon. Minseok mengangguk. "Mana appanya?"Tanya siwon.

"Appa cakit, boji."Jawab junhong.

"Sakit?"

"Appa demam."Jawab junhong. Siwon mengangguk.

"Baiklah, ini bukan kehamilan pertamamu. Aku tidak akan mengatakan banyak hal. Lakukan saja sama seperti saat kau mengandung junhong dulu."Ucap siwon. Minseok mengangguk. "Kau tumben ikut?"Tanya siwon pada kai yang sejak tadi diam memperhatikan mereka berbicara. "Mau minta obat untuk memutihkan kulit? Aku tidak punya."Goda siwon. Kai mendelik.

"Noona, besok kesini sendiri saja. Jangan mengajakku."Kai ngambek. Junhong dan minseok tertawa melihatnya. Siwon memang suka sekali menggoda kai.

"Arraseo. Ajusshi, aku pulang dulu, ne?"Pamit minseok. Siwon mengangguk.

"Boji, junhong pulang."Junhong memeluk siwon. Siwo balas memeluknya.

"Junhong, mulai sekarang jangan manja lagi sama eommanya. Kan sebentar lagi punya dongsaeng."Pesan siwon. Junhong mengangguk mantap. "Anak pintar."Siwon mengusak rambut junhong.

"Noona, kita jenguk chanyeol dulu, ne?"Pinta kai.

"Chanyeol? Namjachingu baekhyun?"Tanya minseok.

"Sudah tidak lagi, noona."Jawab kai.

"Kemalin baekki nuna pelgi dengan dae-hyung. Tampan, umma."Sahut junhong.

"Dae-hyung?"

"Daehyun. Teman baru kami di kelas. Teman masa kecil baekhyun."Jawab kai.

"Aku pikir mereka akan bertahan lebih lama. Maksudku, aku rasa, cinta baekhyun pada chanyeol terlalu besar. Tidak mungkin semudah itu meninggalkan chanyeol untuk temannya yang sudah lama tidak bertemu."Ucap minseok.

"Daehyun itu cinta pertama baekhyun."Jawab kai.

"Walaupun begitu. Mereka sudah lama tidak bertemu. Belum tentu daehyun sebaik waktu baekhyun terakhir bertemu dulu."Minseok mengerutkan alisnya. "Oh iya, chanyeol sakit apa?"

"Aku sendiri tidak tahu, noona. Tao bilang, kemarin malam dia bertemu chanyeol, lalu, saat akan mengantarnya pulang, chanyeol pingsan."Jawab kai.

"Kemalin malam junhong beltemu juci gigi becal di lumah baekki nuna. Badan juci gigi becal panac."Ucap junhong.

"Eh? Benarkah?"Junhong mengangguk. "Ah, ini kamarnya."Kai membuka pintu kamar bernomor 27 tersebut. "Hai."Sapanya. Terlihat tao yang sedang menyuapi chanyeol.

Chanyeol tersenyum melihat junhong datang dengan membawa boneka yang di belikannya kemarin.

"juci."junhong naik ke tempat tidur chanyeol. chanyeol menarik junhong agar duduk di pangkuannya.

"bukannya junhong takut pada chanyeol?"tanya taemin.

"sepertinya kemarin chanyeol membelikan junhong boneka ini. makanya junhong tidak takut lagi."jawab minseok sambil memandang junhong yang bermain dengan chanyeol.

"jie, chanyeol tidak mau makan."adu tao. Minseok memandang chanyeol.

"pahit, noona. Perutku sakit sekali."keluh chanyeol. minseok menggeleng.

"ayo makan."minseok menyodorkan sesendok bubur pada chanyeol. chanyeol menatap minseok memelas. Junhong terkikik melihatnya. Minseok menggetuk ngetuk bibir chanyeol dengan sendok. Chanyeol menyerah. Dengan ragu ia membuka mulutnya. Pahit. Chanyeol memasang wajah jijik.

"tidak enak, ya, juci?"tanya junhong saat melihat ekspresi wajah chanyeol. chanyeol mengangguk. "makan caja, juci. Nanti eomma malah."ucap junhong. Chanyeol mengangguk. Akhirnya dengan perjuangan keras, chanyeol memakan setengah dari bubur itu.

"ayo makan lagi."paksa minseok.

.

"Dae..."Rengek minseok. Tadi minseok merengek ingin ikut jongdae ke kedainya. Dan sekarang minseok sudah merengek lagi.

"Apa?"Tanya jongdae sambil terus menyetir.

"Aku ingin makan bakpau."Rengek minseok lagi. Jongdae tersenyum. Setidaknya kali ini minseok tidak akan menyulitkannya.

"Baiklah, kau ingin rasa apa, heum?"Tanya jongdae.

"Jeruk."Jawab minseok.

Jegler

Mana ada bakpau rasa jeruk?

"Jeruk?"Tanya jongdae. Minseok mengangguk. "Kenapa harus jeruk? Kenapa tidak yang lain? Ayam, misalnya."Minseok menggeleng. Ia menggembungkan pipinya.

"Aku maunya jeruuk~"rengek minseok. Jongdae menghela nafas. Mungkin karena dulu minseok tidak manja, ia baru mengeluarkannya sekarang.

"Ya sudah, nanti kit..."

"Sekarang!"Potong minseok. Jongdae menghela nafasnya.

"Arra."

.

"Min, tidak ada."Ucap jongdae. Ini adalah penjual bakpau ke 15 yang mereka datangi. Dan sama sekali tidak ada bakpau rasa jeruk. Mata minseok berkaca kaca. Jongdae menghela nafas. "Kita ke jae-jhumma saja. Dia bisa membuatkanmu bakpaunya."Ucap jongdae. Minseok mengangguk semangat.

Jongdae memberhentikan mobilnya di depan sebuah rumah mewah. "Ayo turun."Ajak jongdae. Minseok mengikuti langkah jongdae.

Ting tong

"Dae, masuklah."Jaejoong membukakan pintu untuk jongdae dan minseok. "Kau ini, mengagetkanku saja."Ucap jaejoong. Minseok hanya nyengir. "Rasa jeruk, kan?"Tanya jaejoong. Minseok mengangguk. "Kalian tunggu sebentar, tadi aku sudah membuatkannya."Ucap jaejoong seraya masuk ke dapurnya. Beberapa saat kemudian, ia keluar dengan sebuah kotak.

"Ini bakpau?"Tanya minseok saat jaejoong menyerahkan kotaknya. Jaejoong mengangguk.

"Ajhumma, terimakasih, kami jadi merepotkan."Ucap jongdae. Jaejoong tersenyum.

"Aku sudah terbiasa memenuhi pesanan aneh aneh seperti ini."Jawab jaejoong. Minseok tersenyum.

"Ya sudah, kami pulang dulu, ajhumma."Pamit jongdae. Jaejoong mengantarkan keduanya sampai gerbang rumahnya.

.

"Min."Panggil jongdae. Minseok masih asik dengan bakpaunya.

"Apha?"Tanya minseok dengan mulut penuh.

"Telan dulu."

"Haah. Apa?"Tanya minseok lagi, seraya kembali menggigit bakpaunya.

"Ponselmu berdering sejak tadi."Jawab jongdae.

"Jhinjjha?"Mulut minseok benar benar penuh.

Ddrrt drrt

Lu-deer calling

"Yheobhoshewo? Adhwa aphwa?"Tanya minseok dengan mulut penuh.

"Sungguh. Min, telan dulu."Jongdae mengingatkan. Minseok menelan bakpaunya dengan susah payah.

"Yeoboseyo, lu. Ada apa?"Tanya minseok. Luhan tidak menjawab. "Lu?"Panggil minseok lagi.

"Hiks baozi..."Terdengar isakan dari seberang. Sepertinya rusa betina ini sedang menangis.

"Hei, ada apa?"Tanya minseok.

"Hiks hiks. Baozi..."Rengek luhan lagi.

"Hah, kau di mana?"Tanya minseok. Tidak akan selesai kalau seperti ini.

"Cafe."Jawab luhan.

"Cafe mana?"Tanya minseok.

"Cafe..."Jawab luhan sambil merengek. Minseok mendengus. Menenangkan rusa betina membutuhkan kesabaran dan pengalaman. Dan minseok adalah orang yang sangat berpengalaman.

"Temui aku di rumahmu."Jawab minseok seraya menutup telfonnya. "Antarkan aku ke kandang rusa. Rusanya sedang menangis."Ucap minseok. Jongdae terkekeh.

.

"Eonni?"Baekhyun mengrenyitkan alisnya saat melihat minseok tiba tiba datang ke rumahnya.

"Rusanya mana?"Tanya minseok. Baekhyun mengedikkan bahunya.

"Lu-eonni belum datang."Jawab baekhyun. "Eonni mau mi-"

Brak

"OH SEHUN BRENGSEK!"Seru luhan tiba tiba datang. Baekhyun dan minseok hanya memandang luhan dengan tatapan terkejut. Ada apa lagi anak ini?

.

tbc.

apa di sini jongdae masih mesum?

apa semesum itu?

oh iya, bagaimana kalau chap depan, sekaligus chap terakhir, aku naikin ratingnya?

heum?

bagaimana?*naik turunin alis

tinggalin jawaban kalian di review, nee?