Disclaimer :Naruto itu karyanya Masashi Kishimoto-sensei ^^ X3 saya sebagai fansnya cuma iseng bikin cerita tentang karakter yang beliau buat.
Warn : OOC, AU, maaf ya kalau ada yang typo , maaf kalo bawa nama merek mainan hehe
I can , You can , We can!
Chapter : 9
"Kak Sakura.. pasti kakakku membosankan'kan? Kenapa kakak kuat sekali main sama orang kaku begitu?" Tanya Sasuke kepada Sakura yang sedang menenaminya bermain lego di kamar anak kedua dari keluarga Uchiha. Sakura menghentikan gerakannya untuk menaruh rangkaian lego pada bagunan pemadam kebakaran yang telah dibuatnya, dlihatnya muka Sasuke dan Sakura tersenyum mendengar pertanyaan dari sang adik tentag kakaknya. Tanpa menjawab apa-apa ia langsung merakit lagi lego yang ada.
Sasuke merasa bingung kenapa pertanyaannya tidak dijawab oleh Sakura. Ia berusaha membuat Sakura fokus kepadanya dengan cara memegang kedua tangannya Sakura. "Kak Sakura~ aku bertanya padamu, jawab dong!" Kesalnya sampai mulutnya manyun dan mengembangkan kedua pipinya. Sakura hanya menatap mata berwarna biru tua sambil (tetap) tersenyum. Ia lalu melepaskan kedua tangan Sasuke dari tangannya.
"Hahaha, kamu ini," Jawab Sakura sambil mengelus-elus kepala Sasuke. "Kalau kamu ingin tahu kenapa aku kuat main sama orang kaku kayak kakakmu itu.. mungkin karena dia baik. Jadinya aku suka bermain dengan kakakmu."
"BAIK?!" Seru Sasuke, "Seorang yang perilakunya dingin ma keluarganya dan kaku sama orang lain, kak Sakura bilang baik?" Pernyataannya itu membuatnya menggaruk-garuk kepalanya sendiri.
'Aku gak ngerti lagi sama jalan pikirannya kak Sakura... Kakakku yang jahat dan gak pernah peduli sama aku kok dibilang baik.' Pikir Sasuke sambil menatap serius mata Sakura. Sakura merasa bingung dengan tatapan Sasuke namun dihiraukannya dan ia melanjutkan permainannya.
"Emang... Kak Itachi baik dari segi mana ya?" Penasaran dengan jawaban Sakura.
"Kakakmu itu... pintar, mau ngebantu pr aku, hehe. Selain itu...yang aku tahu dia itu peduli sama orang lain cuma gak tau cara mengekspresikan sikap baiknya itu. Makanya aku ingin dia mengubah sikap dan perilakunya yang kaku itu. Mungkin dengan menempel ah maksudku berteman terus dengannya, Itachi bisa berubah." Ucapnya sambil membayangkan bagaimana sikap Itachi selama ini.
Merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan, Sasuke menghancurkan semua rakitan lego yang telah dibuat oleh Sakura. "Kak Sakura itu terlalu baik! Jadi, menilai kakak secara baik juga! Kakakku itu orang jahat! Ia selalu memperlakukanku secara kasar! Peduli apa dia padaku!" setelah meluapkan semua emosinya, Sasuke lari, meninggalkan Sakura seorang diri di kamarnya. Sakura kebingungan dengan sikap Sasuke, ia memutuskan untuk mengejar Sasuke.
"Sudah, Sakura... jangan dikejar. Biarkan anak itu menyendiri dulu." Ucap Kushina yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua. Kushina baru menampakkan dirinya di depan Sakura.
"Kushina! Dari mana saja kau? Aku kangen~" Ucap Sakura dengan senang karena bisa melihat Kushina di sisinya lagi. "Belakangan ini kamu kemana aja? Aku kan mau minta bantuanmu buat ngerjain pr matematika, karena kamu gak muncul-muncul jadinya aku minta bantuan ma Itachi deh." Keluhnya.
"Hahaha gomen, gomen. Maaf ya, Sakura. Peri cantik satu ini lagi sibuk sih hohoho."
"Sombong beudh~ haha. Oh ya ngomong-ngomong, kamu tau gak Sasuke kenapa?" Sakura penasaran dengan sikap anak terakhir dari keluarga Uchiha tersebut, jarang sekali Sasuke membicarakan kakaknya dengannya. Sakura mengerti tentang keadaan dua bersaudara itu, mereka tidak akur karena sikap Itachi yang seperti itu.
"Sasuke itu ingin mendapatkan perhatian dari sang kakak, maksud pertanyaannya, intinya ya dia mau minta saran kamu, kok kamu sabar banget ngehadapin kakak aku, gimana caranya ya. Gitu... ah Sakura mah gak peka~" Ledek Kushina yang memukul kepala Sakura dengan tongkat sihirnya. Tongkat sihir yang dipegang Kushina memang kecil namun efeknya sama dengan tongkat besar lainnya, jadi Sakura merasa kesakitan saat Kushina memukulnya dengan tongkat itu.
"OH! GITU TOH! Oke, aku akan kasih tahu Sasuke caranya gimana!" Sakura langsung bergegas keluar untuk menemui Sasuke, saat ia keluar dari kamar Sasuke ia menabrak Itachi, karena Sakura mengeluarkan seluruh tenaga untuk berlari, ia terjatuh, begitu juga dengan Itachi.
"Awwww!" Teriak keduanya, mereka merasa kesakita karena bokong mereka mendarat di lantai dengan cepat dan tanpa persiapan. Kushina mencari peri Itachi, Minato, namun ia tidak dapat menemukannya.
"Urghh.. Kenapa kau terburu-buru seperti ini Sakura?" tanya Itachi.
"Itu dia! Aku sedang mengejar adikmu! Dia tadi lari!" jawab Sakura dengan panik, ia langsung berdiri dan siap untuk mencari Sasuke, akan tetapi gerakannya terhenti karena ada sesuatu yang memegang lengannya. "Ada apa Itachi?" Itachi menunjukkan buku yang ia dapat dari kamarnya kepada Sakura. Ia menarik nafas dalam-dalam dan berusaha mengatakan sesuatu dengan suaranya yang seperti sedang membisikkan sesuatu.
"Ter.. teri...ma.. ,ngg..., ka.. sih ya." Ucap Itachi, ia merasa grogi saat mengucapkan kata 'terima kasih' karena ia jarang mengucapkan kata itu pada orang. Sakura yang mengerti maksud dari Itachi hanya tersenyum. "Ya,sama-sama Itachi haha. Lain kali, cobalah untuk berterima kasih dan mengucapkan kata maaf jika kau salah kepada orang lain, lalu mulailah bersosialisasi dengan yang lain agar kamu bisa menemukan jati dirimu sendiri." Sakura senang karena Itachi sudah mulai menunjukkan perilaku yang lebih baik dibanding biasanya.
Akan tetapi Sakura tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang aneh pada Itachi, terutama tentang apa yang ia pikirkan selama ini.
-0—0-0-000-00-000—0—0000-0-0-0-0-0-0-0—0-0—0-
Semenjak Sakura memberikan Itachi sebuah novel itu, Itachi terlihat lebih sering membaca novel itu dibandingkan melakukan kebiasaannya, memandang langit melalui jendela. Ia sering tersenyum sendiri karena buku yang dibacanya. Dimana Itachi berada ia selalu membawa dan membaca buku pemberian Sakura itu. Walaupun ia sering dipukul oleh Kakashi-sensei (baik menggunakan tangan langsung atau gulungan kertas yang dipukulnya ke kepala Itachi) , tetap saja Itachi tidak menghiraukannya. Melihat keadaan ini, Sakura bingung harus senang apa sedih.
Senang, karena Itachi menjadi jati dirinya yang baru, dimana ia mulai membuka diri untuk bersosialisasi dengan teman-temannya walaupun masih kaku, ia mulai suka bercanda (yah, walaupun ia selalu bilang ia berkata serius pada suatu hal namun orang lain menganggap perkataannya adalah candaan) dan ia sudah mulai ramah kepada semua orang, dengan cara berusaha tersenyum ketika ia melihat orang lain. Sedih, karena Itachi sangat cuek kepada dirinya sendiri, ia sering lupa makan dan jarag tidur, padahal kegiatan makan dan tidur teersebut selalu dilakukan rutin oleh Itachi, bagaimanapun keadaannya ia selalu tidur dan makan tepat waktu.
Yang tidak luput dari pengamatan Sakura, belakangan ini, Itachi sering mengobrol sendiri.
Saat ini, kelas 10-2 sedang mendapatkan pelajaran olahraga. Kakashi-sensei mengajak kelas 10-5 untuk bertanding basket dengan kelasnya. Tentu saja, Kakashi-sensei tidak sembarangan dalam memilih kelas lain yang akan menjadi lawan murid kelasnya. Kakashi-sensei sengaja memilih kelas 10-5 karena di kelas ini terdapat sepupu Hyuga Hinata, Hyuuga Neji. Kebetulan juga, sang wali kelas 10-5, Maito Guy, memang saingan berat Kakashi-sensei sejak mereka kuliah dulu.
Kakashi-sensei adalah orang yang santai dan cuek, jika karakternya disamakan dengan anak kelas 10-2, maka karakternya sama dengan Aburame Shino, seseorang yang bertanggung jawab kepada tugasnya dan pandai mengendalikan emosi. Sedangkan Guy-sensei lebih mirip dengan Inuzuka Kiba, yang mudah melepaskan amarahnya (hanya dan hanya saat ia berhadapan dengan Kakashi-sensei) selebihnya ia dapat mengendalikan emosinya dengan baik dan sangat baik dibandingkan si guru berambut silver tersebut.
Sebenarnya pada jam pertama di hari selasa, kelas 10-5 mempunyai kelas Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), akan tetapi ajakan Kakashi-sensei membuat sang wali kelas menelantarkan pelajaran tersebut dan memilih untuk mengikuti pelajaran olahraga bersama dengan kelas 10-2. Bagi siswa kelas 10-5, tentu saja hal ini merupakan refreshing , dibandingkan belajar di kelas dengan serius bukankah lebih baik jika mereka bermain di lapangan dengan ceria, apalagi cuaca hari ini cukup cerah. Namun, ada satu siswa dari kelas tersebut yang memasang muka bete daritadi, karena mengetahui maksud sebenarnya dari latihan tanding basket antar kelas ini.
Hinata yang menyadari sepupunya juga berada di lapangan basket, mendadak menjadi resah, ia langsung menggengam kedua tangannya dengan erat dan menundukkan kepalanya, berharap Neji tidakmelihat dirinya. Berbeda dengan Hinata, murid kelas 10-2 tertarik dengan murid kelas 10-5 termasuk, Sakura yang sedang bersama Ino dan Tenten yang melihat anak-anak didikan Guy-sensei.
"Hmm, pantas kelas 10-5 terkenal pintar dan serius, udah ketahuan dari muka mereka,muka kutu buku semua. Mereka tampan dan cantik ya." Ucap Sakura dengan mulut yang terbuka sejak tadi, tanpa sadar ia mengucapkan 'waa' , menggangumi kelas yang terkenal pintar di satu angkatan kelas 10 yang sekarang. Ino yang melihat ekspresi sahabatnya ini langsung mengambil kesempatan untuk mengerjai seseorang.
"Hmm, di kelas kita juga ada kutu buku loh~ ganteng pula~"
"Emang siapa anak cowo yang kutu buku di kelas kita? Perasaanku kelas di kelas kita gak ada kutu bukunya deh." Ucap Tenten yang masih tidak menyadari candaan dari Ino. Sakura pun menggangukkan kepalanya, tanda setuju kepada pernyataan Tenten. Ino yang masih cekikan pun langsung pergi dan membawa orang yang dimaksud, "Ini dia kutu buku yang ganteng di kelas kita, Uchiha Itachi!" Ucapnya sambil tertawa lepas, diikuti oleh anak-anak yang mendengar dan melihat kejadian ini
Itachi yang sedang asik membaca, baru menyadari bahwa Ino membawanya ke tengah lapangan saat ia mendengar suara tawa dari teman-temannya, tanpa berkata apa-apa ia langsung memukul kepala ino dengan novel yang dipegangnya.
"Aduuh! Sakit tahu, Itachi!" omel Ino, yang membalas pukulan Itachi dengan memukul pundak kiri Itachi. Merasa kesal, Itachi memukul kepala Ino dua kali dengan buku dan pukulannya lebih keras dari yang sebelumnya. Saat Ino ingin membalasnya lagi dan Itachi siap untuk bertahan, Tenten dan Sakura langsung menghalangi mereka berdua. Sakura meletakkan kedua tangannya pada pundak Itachi dan mendorongnya ke belakang, begitu pula dengan Tenten. Itachi yang merasa urusannya belum selesai dengan Ino langsung berkata, "Oi, Yamanaka Ino! Aku ini bukan kutu buku dan jangan meledekku seperti ini!" Itachi menarik nafas dan melanjutkan perkataannya lagi, "Namun aku akui kalo aku ini ganteng."
Perkataan terakhir Itachi membuat semuanya bengong, termasuk Sakura. "Itachi, kau bercanda pada yang lain? Tumben." Ucap Sakura yang masih shock dengan pernyataan itu. Dengan gayanya yang santai, Itachi menjawab Sakura, "Tidak, memang benar aku ganteng'kan?" ucapnya sambil mengedipkan mata kanannya ke Sakura. Sakura membuka mulutnya lebar-lebar, tidak menyangka kalau Itachi akan seperti ini. Ino yang tertawa melihat adegan itu berusaha melepaskan dirinya dari Tenten dan meninju perut Itachi, Ino berlari dan berteriak, "Ngaca dulu jelek!" Itachi yang tersinggung langsung mengejar Ino, "Hey! Yamanaka!"
Sakura yang sudah mengembalikkan kesadarannya mulai tersenyum dan tertawa melihat adegan kejar-kejaran antara Itachi.
"Cemburu gak?" tanya Tenten
"Hahaha ya gaklah. Aku senang, soalnya Itachi mulai berinteraksi dengan yang lain selain aku." Senyum Sakura. Tenten melihat siswa dari kelas 10-5 yang sedang berdiri diam sambil membaca buku kecil. "Sakura kenal orang itu gak?" sambil menunjuk ke orang tersebut
Sakura berusaha untuk melihat orang yang ditunjuk oleh Tenten, "Tidak aku tidak kenal.. memangnya kenapa?"
"Tidak, soalnya aku merasakan dia berbeda dari teman sekelasnya yang lain." Saat mereka sedang berbicara, datanglah ketua kelas 10-2, Aburame Shino, yang (tumben) memasang senyum kepada kedua teman perempuannya ini. "Wah,wah~ tertarik sama anak laki-laki dari kelas 10-5? Padahal anak laki-laki di kelas kita masih banyak yang jomblo loh~ termasuk idola dari idola yang gak disukai di sekolah ini namun sangat disukai dari sekolah lain yang gak tahu karakter cueknya." Shino menunjuk Itachi yang masih berusaha mengejar Ino.
"Haha bisa saja Shino membuat candaan seperti itu." Ucap Sakura
"Ah! Ya! Shino kan ketua kelas, kamu kenal gak sama orang itu?" Tenten kembali menujuk laki-laki yang berambut cokelat tua panjang seperti Itachi (namun orang ini lebih panjang rambutnya) dan bola mata yang berwana abu-abu muda. Shino pun tersenyum sambil mengeluarkan suara 'hehehe'. "Ya, aku kenal kok sama orang itu." , Tenten yang merasa senang karena bisa mengetahui orang yang sedang di'kepo'nya.
"Namanya Hyuuga Neji, ketua kelas yang sebenarnya di dalam kelas 10-5. Ketua kelas 10-5 adalah Sasori, namun yang mengatur dan membuat kelas itu menjadi kelas pintar seperti ini ya si Neji itu.." Sakura yang menyadari nama keluarga dari Neji, lagsung mengatakan, "Neji itu ada hubungan darah dengan Hinata?" , "Ya, lebih tepatnya hubungan mereka itu sepupu."
"Ooooh... berarti Hinata dekat dengan Neji dong!" seru Tenten, ia sangat antusias untuk mengetahui lebih lanjut tentang siswa yang bernama Neji tersebut. Namun, Shino langsung membisikkan kepada Tenten yang membuat Tenten sedikit tertegun. Setelah itu Shino meninggalkan Sakura dan Tenten, "Ten, Shino ngomong apa sampe dia bisik-bisik?"
"Intinya.. Shino menyarankan aku agar jangan mendekati Hyuuga Neji jika tidak ingin mencari masalah.."
"Eh?" Sakura pun ikut bingung, namun kebingungan Sakura tidak berlangsung lama karena Kakashi-sensei dan Guy-sensei memberi tanda kepada murid-muridnya untuk berkumpul dan berbaris di tengah lapangan. Itachi dan Ino kembali ke tempat Sakura dan tenten berada, mereka bernafas terengap-engap karena mereka lelah dari berlari.
"Ya~ perkenalkan namaku adalah Hatake Kakashi, biasa dipanggil guru Kakashi. Aku wali kelas 10-2." Kakashi menebar pesonanya di depan murid-murid dari kelas 10-5, namun tebar pesonanya ditanggap dengan dingin. "EHEM! Oke, karena sebentar lagi adalah musim kejuaraan olahraga di sekolah kita, saya mengajak kelas 10-5 untuk latihan bersama dengan kelas 10-2, kebetulan guru Guy juga setuju dengan kesepakatan ini. Mungkin kelas lain tidak menggangap serius musim kejuaraan olahraga di sekolah ini, namun saya dan guru Guy serius untuk mengikuti kejuaraan ini, sehingga kelas kita ini akan sering mengadakan latihan bersama. Yah, minimal dua kali seminggu." Mendengar ucapan ini, para murid langsung kaget, mereka tidak bisa menutupi rasa kaget mereka, terlihat beberapa murid yang mulai mengeluh dan menutup mulut mereka yang menganga dengan tangan, yang lainnya mulai berteriak dan sisanya diam.
"Jadwal latihannya tetap atau berubah-ubah? Tentu saja, kami sebagai murid sekolah juga harus belajar. Apakah guru lupa kalau jadwal ujian semester adalah dua hari setelah hari kejuaraan olahraga sekolah?" Pertanyaan ini keluar dari kelas 10-5, ketua kelas, Sasori. Seluruh anak kelas10-5 mengganguk , bagi kelas ini prestasi akademik sangatlah penting, walaupun mereka juga jago dalam bidang non-akademik.
"Hmm setiap hari selasa pagi dan jum'at pagi. Pelajaran olahraga dari kelas 10-2 dan kelas 10-5 akan dipakai untuk latihan."
"Bagaimana dengan pelajaran yang kami tinggalkan di hari tersebut? Jam pertama di hari selasa kelas 10-5 mendapatkan pelajaran IPA."
"Tenang Sasori, setiap hari rabu sekolah ini selalu pulang cepat, jadi saat yang lain pulang kita akan belajar. Hahaha!" Mendengar jawaban dari wali kelas sebelah seperti itu, anak kelas 10-2 langsung menoleh ke wali kelas mereka berharap jadwal pengganti pelajaran tidak seperti itu, Kakashi yang menyadari kelakuan anak kelasnya hanya tersenyum sambil mengatakan, "Jadwal kita juga akan seperti itu~"
"T—T-TIIIDAAAAAAAKK!"
-0-0—0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-
Maaf ya chapter kali ini pendek.. nanti di chapter berikutnya diusahakan akan panjang kok hehe~ makasih buat yang udah baca dan review :3 itu membuat saya semangat buat nulis, tunggu chapter berikutnya ya.
Maaf kalo saya suka telat ngepostingnya, bulan ini saya bakal posting 2 chapter kok hehe jadi tunggu update-annya ya ^^ Arigatou~!
