CHAP 9 (7'-')9
PART PALING PENDEK DALAM SEJARAH DUNIA PER-FANFICTION-AN
COBA HEECHUL MAEN SHORT-DRAMA GAY DI KOREA
KAYAK KIM NAMGIL DAN SIAPA TUH YANG JADI PEMERAN UTAMA PRIA FASHION KING =_=
########################################################################
########################################################################
MISTAKE & LOVE
Cast
- Kim Heechul
- HanGeng
- Choi Siwon
Othercast
- Lee Hyukjae
- Lee Donghae
- Leeteuk
- Jungmo
(real story belong to LadyVampAsia)
########################################################################
########################################################################
Heechul kini berada di apartemen Jungmo, dia sedang menemani Jungmo membuat lagu dengan sebotol soju di tangannya. Jungmo hanya memutar matanya dan mencoba mengabaikan Heechul. Dia harus mengakui bahwa ini adalah pengalaman paling aneh dalam hidupnya. Entah bagaimana dia bisa bertemu dengan Heechul dan mempekerjakan dirinya yang berkepribadian ganda, Heechul selalu memintanya untuk tidur dengannya setiap malam, setelahnya dia hanya menangis dan kembali minum. Jujur, ini buruk bagi Jungmo. Tapi Jungmo sangat senang memiliki teman semenarik Heechul, dia bahkan bisa menjadi inspirasi bagi Jungmo dalam menulis lagu.
Jungmo merasa tidak nyaman dengan masalah yang dihadapi Heechul, dia tak mau dianggap sebagai perusak hubungan atau ikut campur. Tapi, mungkin kehadirannya bisa membuat Heechul tidak berpikiran untuk mengakhiri hidupnya.
"Kau mau tidur dengan ku lagi, Jungmo-ah?" Heechul bertanya dengan menggoda.
"Dan berapa banyak biayamu saat ini, Heenim?" Jungmo bertanya sambil meminum habis coffee nya. "Sepertinya akan lebih mahal."
"Hargaku…." Pikir Heechul keras. "10 dollar, segelas susu dan sebuah lagu."
"Hargamu semakin rendah," Jungmo tertawa kecil, dia menyerahkan cangkir kosong ke Heechul dan mendorongnya pelan ke dapur. "Bikinkan aku sesuatu sehingga aku dapat membuat lagu dengan baik,"
"Baiklah,"
Jungmo mengambil ponsel Heechul yang tergeletak di sofa, dia mencari nama seseorang di kontak, dia lalu menelpon orang itu dan memberitahukan sesuatu. Lalu Jungmo meletakkan ponsel Heechul dan kembali fokus dengan lagunya.
Heechul berpikir untuk sedikit menggoda Jungmo. Dia pergi ke kamar Jungmo, menanggalkan celana panjangnya dan hanya memakai celana dalam berwarna merah. Dia mengganti kaosnya dengan kaos yang lebih besar hingga bahu putihnya terlihat hingga ke lengan.
Heechul kembali ke Jungmo dengan membawa secangkir coffee dan berpose di depan Jungmo. Jungmo mengamati Heechul dari bawah ke atas, dia melihat Heechul memakai lipgloss pink dan eyeliner di matanya.
"Kenapa kau berpakaian seperti itu, aku hanya memintamu membuat coffee," Jungmo menjelaskan, matanya terus melirik ke arah Heechul. "Kau sedikit mengganggu, bagaimana aku bisa membuat lagu?"
"Tutup saja matamu," Heechul menggoda sambil berjalan ke lemari minuman dan mengambil sebotol soju lagi. "Kau tinggal bermain, dan aku akan bernyanyi,"
"Kau bernyanyi?"
"Hanya di kamar mandi, tapi aku pikir suara ku terdengar cukup bagus," jawab Heechul sambil meneguk minuman dari botolnya. "Ayo, bubblegum. Mainkan sebuah lagu,"
Jungmo memetik gitarnya dan memainkan sebuah lagu dari Jo Sungmo, Heechul mulai bernyanyi bersama. Heechul menutup matanya mencoba menyelaraskan suaranya dengan alunan gitar Jungmo. Membuka matanya, Heechul tergagap saat Jungmo menatapnya. Jungmo menatapnya dengan takjub dan bangga, Heechul hanya merasa risih ditatap seperti itu, terakhir yang menatapnya intens hanya Hangeng.
"Berhenti menatapku seperti itu, bubblegum." Heechul memarahi Jungmo, dia menghentikan petikan gitarnya dan menghampiri Heechul
"Suara kau indah," Jungmo memuji. "Kau harus lebih sering bernyanyi,"
"Aku tidak begitu ingin menjadi penyanyi. Aku hanya…" Heechul menghentikan kata-katanya saat Jungmo mengulurkan tangannya dan membelai wajah Heechul
"Kau cantik ketika kau bernyanyi, Heechul-ah."
"Kau memanggilku apa?" Heechul membentak, dia tidak menyukai jika orang lain memanggilnya seperti itu. Hanya satu orang yang pernah memanggilnya seperti itu, Hangeng. Karena Hangeng bukan klien nya, dihadapannya Heechul bukan pria yang hanya menerima bayaran saat tidur. Hangeng, hanya Hangeng yang boleh memanggilnya dengan nama aslinya.
"Jangan panggil aku Heechul-ah. Aku Heenim bukan Heechul. Kau bubblegum bukan Jungmo. Kita tidak berkencan."
"Maaf," Jungmo meminta maaf dan mengambil uang dari saku nya, menyerahkannya kepada Heechul. "Ini bayaranmu untuk yang semalam,"
"Itu lebih baik," Heechul mengambil uangnya dan menaruhnya disofa.
########################################################################
########################################################################
Hangeng memasuki apartemennya. Dia telah berada di New York, dan tidak memberitahukan kepada Heechul. Dia harus belajar melepas Heechul dengan bebas, mungkin berada disisinya Heechul merasa terkekang. Hangeng menjatuhkan kopernya melihat isi kamarnya. Hiasan lampion merah dan lampu krystal berwarna serupa. Wallpaper dinding dengan bunga mawar dan tempelan bulan bintang dilangit kamar, yang dia yakini itu adalah glow in the dark. Heechul menghias ini untuknya. Jika mereka tidak bertengkar waktu itu, mungkin sekarang Heechul tengah menyambutnya dan menikmati hiasan kamar berdua.
Hangeng menghela nafasnya dan duduk di tepi ranjang. Dia mengamati layar ponselnya, screen home foto dirinya dengan Heechul yang diambil saat mereka di Seoul.
"Heechul-ah, dimana kau sekarang, apa kau merindukanku? Apa kau bisa mendengar suaraku, Heechul-ah?" Hangeng memejamkan matanya, berbicara keras seolah Heechul ada dihadapannya. "Saranghaeyo, Heechul-ah."
########################################################################
########################################################################
Heechul melengkungkan tubuhnya saat Jungmo memasukinya, dirinya kini tengah berbaring di meja dapur. Kakinya di sandarkan di bahu Jungmo. Dia menatap langit-langit, dia tahu ini hanya pekerjaan menipu dirinya sendiri. Heechul pikir dia bisa melupakan segalanya, tapi salah, dirinya semakin mati rasa, dia kehilangan dirinya, dirinya seolah terjebak entah dimana.
Jantung Heechul berdebar kencang tiba-tiba, dia merasa ada tekanan di hatinya, dia seperti mendengar suara Hangeng memanggilnya. Heechul memejamkan matanya kuat-kuat agar halusinasi dan pikirannya tentang Hangeng menghilang, dia mencoba menikmati setiap dorongan pinggul Jungmo.
########################################################################
########################################################################
Hangeng menyusuri ruang tengah, apartemen polosnya berubah menjadi elegan dan nyaman. Dinding disana dihiasi dengan wallpaper putih, dan terdapat bingkai foto Seoul, Beijing dan New York. Heechul menghias ini agar mereka mengingat tempat asal mereka dan tempat masa depan mereka nanti.
Hangeng menuju dapur, dia menyentuh meja dapurnya yang terbuat dari marmer hitam. Hangeng tersenyum, dia tahu ini adalah model yang sangat Heechul sukai. Di sudut meja ada tempat untuk membuat coffee, Hangeng menghirup aroma coffee segar, dia sangat hafal kebiasaan Heechul di pagi hari. Membuatkan coffee untuk Hangeng dan membuka tirai jendela di dapur, Heechul pernah mengatakan kalau minum coffee dipagi hari dengan ditemani matahari terbit itu sangat menyenangkan.
Hangeng membuat secangkir coffee dan menatap keluar jendela. Dia membiarkan air mata mengalir di pipinya. Dia tak bisa berbohong, dia merindukan Heechul.
Hangeng mengambil ponselnya yang berdering di sakunya. Dia melihat layar ponselnya lama, hanya untuk memastikan bahwa dia tidak salah lihat.
########################################################################
########################################################################
Heechul meneteskan air matanya ketika Jungmo berhasil menemukan titiknya. Ini bukan pertama kalinya dia menangis, tapi saat ini ada yang aneh dengan hatinya. Dia merasa sangat sakit, di pikirannya hanya ada Hangeng. Sekuat apapun dirinya mencoba menghilangkan Hangeng dari pikirannya, tapi tetap saja tak bisa. Hatinya merasakan bahwa, jauh disana Hangeng sedang memikirkan dirinya. Hatinya terasa semakin sakit, saat dia sadar bahwa dirinya menginginkan Hangeng datang. Hangeng yang hadir dihadapannya. Dia ingin Hangeng disini.
"Stop…" Heechul memohon. Tiba-tiba hatinya tidak dalam mood untuk disentuh seperti ini. "Ku mohon…."
Jungmo tidak mendengar suara Heechul yang pelan, lebih terdengar seperti rintihan. Heechul menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan menangis keras.
"Bubblegum…" teriak Heechul. Suaranya berat dengan air mata. "Hentikan! Kubilang berhenti!"
Sebelum Jungmo bereaksi terhadap tangisan Heechul, sepasang tangan kuat mencengkram bahu Jungmo dan dia tersentak mundur ke belakang. Heechul menjerit saat dirinya terjatuh ke lantai dan kembali menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Heechul mencoba menenangkan air matanya. Keheningan menyelimuti dirinya, satu-satunya suara sekarang datang dari bibir Heechul saat dia menangis.
"Tidak apa-apa, Heechul-ah." Sebuah suara lembut berbisik ditelinganya, sesuatu kini membungkus tubuh telanjangnya, dan sepasang lengan hangat tengah memeluknya. "Aku disini."
TO BE CONTINUED...
Heemalbub/Chocoball Sun Hi
########################################################################
########################################################################
