Expectation of Love

Disclaimer : Mamashi Kishimoto

By : wf

Pairing : naru x?, sasuruko, gaasaku, shikaten, sai x?, nejitem, dll

Warning : smart!naru, cool!naru, OOC, maaf kalau cerita ini masih abal, gaje, dan banyak sekali typo, karena saya masih penulis baru dan masih amatir dan juga kalau ada kesamaan cerita dengan author lain, saya sungguh minta maaf, tapi sungguh ini murni dari pikiran saya sendiri, I hope you can enjoy reading this story, guys...

Chapter 9 : we meet agian,, How are you?

Seorang wanita berambut pirang mulai memasuki area desain itu, dengan jalan yang cukup santai. Sampai langkahnya terhenti didepan wanita yang juga berambut pirang.

"ino"

Ino yang mendengar namanya disebut mengangkat kepalanya, ia terkejut dengan orang yang menyapanya itu.

"naruko"

Mereka berdua sama-sama terkejut, karena tidak menyangka akan bertemu kembali. Apalagi ino bekerja di perusahaannya. Ia cukup terkejut dengan fakta itu.

Dan disinilah mereka sekarang, saling berhadapan di ruangan tempat naruko bekerja. Naruko masih menatap lekat kearah ino, ia masih belum dapat percaya salah satu teman kecil kakaknya tengah berada di kantornya sebagai atasan dan bawahan, apalagi status ino yang memang anak salah satu pemilik usaha alat kecantikan yang cukup terkenal di Jepang.

Naruko pov

Jujur aku tidak tahu harus berbuat apa, aku sungguh tidak akan menyangka cinta pertama kakak kembarku bekerja dikantorku. "hm, halo ino, apa kabar?" hanya kalimat itu yang dapat keluar dariku.

"oh, hai, kabar saya baik, naruko-sama, kalau naruko-sama bagaimana kabarnya, lama tidak bertemu" balasnya padaku. terlalu formal menurutku untuk ukuran teman lama.

"jangan memanggilku dengan surfix itu ino, aku tidak suka teman lamaku memanggilku dengan formal, apalagi kau juga sahabat dari kakak kembarku, jadi panggil aku dengan naruko saja" balasku padanya. Dapat aku lihat wajah terkejutnya, tanda tanya muncul dibenakku, ia terkejut karena apa, apa karena aku yang menyebutkan aku tidak suka dengan keformalan dengan teman lama, atau aku menyebutkan kakak kembar.

Astaga, jangan katakan kalau ino masih mencintai kakakku yang dingin itu. Apa ino belum mengetahui jikalau naruto onii-chan sudah menikah dengan salah satu sahabatnya.

"baiiklah,,, naruko-sa,, eh naruko" sahutnya aku menatapnya tajam karena ia hampir kembali mengulang keformalan yang akan ia lakukan.

"hm, kenapa kau dapat bekerja disini, ino?" tanyaku padanya, karena menurutku ia akan dapat lebih muda bekerja diperusaan ayahnya, tidak perlu bersusah payah bekerja di tempat orang lain.

"hm, mungkin karena pada waktu itu, aku melihat lowongan pekerjaan di perusahaan ini, karena menurutku aku akan mendapatkan banyak pengalaman dari pekerjaan disini" jawabnya dengan nada serius. Aku cukup terkejut mendengarnya, "memangnya kau tidak mengetahui siapa pemilik dari perusahaan ini ino, kenapa kau tidak mencari tahu terlebih dahulu" tanyaku lagi,

"sungguh aku benar-benar tidak tahu, yang ada dipikiranku saat itu, adalah perusahaan ini adalah perusahaan fashion terbesar di Asia, jadi aku sangat tertarik untuk bekerja disini, aku mengetahui bahwa kau pemiliknya, baru hari ini, naruko" jawabnya dengan nada tenang.

"hmm, begitu, baiklah selamat bergabung dengan perusahaan kami ino, semoga kita dapat bekerja sama dengan baik, ah, iya apa kau tidak ingin tahu keadaan teman-teman kita ino" ujarku padanya.

"terima kasih, ah, iya aku merasa rindu dengan mereka, apa kau memiliki kontak mereka naruko, kalau boleh, bisakah aku mendapatkannya" jelasnya padaku. Aku tersenyum mendengarnya, aku tahu mereka juga pasti juga merindukan ino, mungkin ada baiknya juga kami reuni bersama dengan mereka.

"aku Cuma memiliki kontak hinata dan sakura, pertama hinata adalah kakak iparku, kalau sakura aku cukup dekat dengannya, karena ia salah satu kolega bisnisku, ia selalu memasok brand baju, tas dan semuanya dariku. Jadi ini dia kontak mereka" ujarku padanya. Selama aku mengatakan itu aku mencoba membaca raut wajahnya, dapat aku baca raut wajah terkejutnya ketika mendengar nama hinata.

Apa benar yang aku prediksi bahwa ino masih menyukai kakakku. Kalau iya, aku harus bagaimana kami-sama?.

End of Naruko pov

"aku Cuma memiliki kontak hinata dan sakura, pertama karena hinata adalah kakak iparku dan juga dia adalah sahabatku, kalau sakura aku cukup dekat dengannya, karena ia salah satu kolega bisnisku, ia selalu memasok brand baju, tas dan semuanya dariku. Jadi ini dia kontak mereka" ujarnya padaku.

Jujur, aku terkejut mendengar perkataannya, apalagi pada bagian hinata merupakan kakak iparnya, aku tidak dapat menyembunyikan rasa keterkejutanku, kami-sama apa yang harus aku lakukan.

"no..ino" tegurnya padaku. "ee..h iya, naruko" "ini kontak mereka, kau dapat menghubungi mereka," jelasnya padaku, iya memberikan smartphonenya padaku, dengan gerakan cepat aku menyalin kontak sakura, aku sebenarnya ragu haruskah aku menyimpan kontak hinata juga, terlepas dari ia adalah istri dari orang sangat aku cintai hingga saat ini, ia tetap juga sahabatku. "baiklah, terima kasih sebelumnya naruko" ucapku sambil mengembalikan kembali smartphone nya. "hm, tidak masalah" balasnya padaku.

"baiklah, aku permisi dulu" ujarku padanya sambil membungkukkan badan, dan mulai melangkah, tepat saat aku ingin membuka pintu ruangannya, ia memanggilku. "ino" "yah" jawabku, "aku sudah memberitahu sakura, mereka ingin mengadakan reuni, apa kau mau ikut dengan kami, bukan hanya para perempuan saja, namun juga para laki-laki, apa kau akan datang" tanyanya padaku. Aku tidak tahu harus menjawab apa, jujur mendengar perkataannya yang tidak hanya yang perempuan saja yang akan ikut, membuat hatiku mendadak sakit, aku tidak tahu apa alasannya, kenapa aku tetap tidak dapat melupakan cinta pertamaku itu, walaupun sudah berlalu hampir 16 tahun.

Tetap kuat ino, jangan sampai kau terlihat lemah di hadapan mereka, kau pasti dapat melewati semua hal yang akan terjadi nanti. Bagaimana sikapnya nanti setelah bertemu denganku, apa rasa itu masih tersimpan untukku?. Ino, kau bodoh sekali tentu saja, ia tidak akan mengingatmu lagi, apa orang itu bahagia dengannya, walau aku tahu ia tidak suka denganku, aku tetap akan menganggapnya sebagai temanku. Jika saja ia tidak mengancamku, mungkin sekarang aku sudah hidup bahagia dengan naruto-kun dan juga kedua anak kembar kami, kami akan tinggal di tempat yang sejuk dan tentram sehingga menciptakan kenyamanan. Canda tawa yang akan tercipta setiap kami berkumpul bersama, jujur aku sangat mengharapkan itu, apalagi hidup dengan orang yang kita cintai, kedua anak kembarnya pasti merindukan sosok ayah, walau mereka tidak mengatakannya, namun aku dapat merasakannya.

"no..ino" suara naruko membuyarkan semua fantasi yang ada di kepalaku. "ee,,eh, iya naruko" balasku dengan gugup, pasti ia menyadari aku sedang melamun tadi. "kau akan ikut, bukan? Karena aku sudah mengatakan pada mereka bahwa kau akan menghadiri reuni itu" tanya naruko padaku.

"tentu, aku akan ikut, beritahu saja kapan dan dimana tempatnya" ucapku pada akhirnya, karena aku yakin cepat atau lambat aku juga harus menghadapi mereka, aku tidak dapat melarikan diri lagi, kau sudah dewasa ino, lagipula aku mempunyai Ruto dan Nauri disisiku.

sementara itu di sekolah,..

Ruto Pov

Disinilah aku, berada di atap sekolah ini, jujur aku tidak menyukai situasi seperti ini, aku menjadi teman sekelas dengan orang yang sementara ini, masih aku hindari. Yah, siapa lagi kalau bukan Namikaze Boruto. Aku hanya takut semua yang aku rencanakan akan gagal, dia terlalu peka dengan lingkungan sekitarnya, sehingga aku tidak dapat bergerak secara leluasa, aku terlalu takut jika ia menyelidiki tentangku, apalagi aku terlalu mirip dengan tousan.

Orang lain saja dapat mengira kalau aku adalah anak dari Namikaze Naruto, apalagi dia. Jika dipikir lagi cewek aneh tadi, mungkin dapat aku manfaatkan untuk sumber informasi cadangan, apalagi ia cukup dekat dengan boruto.

Flashback

"baiklah anak-anak, pelajaran kali berakhir, sampai jumpa minggu depan, silahkan kalian istirahat" tutup iruka sensei. "yaah, boruto-kun" teriak seorang gadis yang memiliki ciri-ciri berambut merah dengan iris coklat yang menawan, issh, apa yang sedang kau pikirkan ruto, ini bukan saatnya kau memikirkan seorang gadis, kau harus menyelidiki siapa yang dimaksud kaasan dengan orang itu.

Ia berjalan ke arahku, kenapa ia berjalan kearahku, jelas-jelas aku bukan boruto,

"ayo, kita kekantin" "eee..h,, tung_" belum sempat aku memberikan tanggapanku, ia sudah menarikku keluar dari kelas, dapat aku lihat banyak mata yang menatap kami, aku kemudian melepaskan secara paksa tangannya. Ia menatapku dengan tatatapan bingung, aku hanya menatapnya datar.

"aku bukan orang yang kau cari, nona" ucapku dengan nada datar, aku menatapnya tajam, namun ia hanya diam seakan tidak terpengaruh dengan tatapan tajamku. "kau pasti sedang bercandakan boruto-kun, sungguh tidak lucu, kau tahu" katanya dengan tertawa keras. Kami kembali menjadi pusat perhatian, "apa kau melihatku sedang bercanda?" tanyaku dengan nada datar dan dingin.

Iapun menghentikan tawanya seketika, ia kemudian mengamatiku. "benar juga, kau tidak memiliki tanda lahir di pipi, gomenne, sudah menarikmu, aku menarikmu, karena kau sangat mirip dengan boruto-kun" jelasnya padaku dengan muka memerah, aku yakin ia pasti sedang merasa malu sekarang. "hn" balasku singkat. Ia tampak memasang ekspresi mengembungkan pipinya dan menatapku kesal, memangnya apa yang telah aku lakukan padanya, jujur melihatnya seperti itu ia tampak cantik dan juga manis, itu adalah wajah yang aku akui cantik, selain nauri dan juga kaasan, eeh kau kenapa jantung bodoh, apa aku terkena serangan jantung, tapi keluarga kami tidak memiliki riwayat penyakit jantung, aku harus memeriksakan jantungku nanti, "dasar, kalian sama saja, suka mengumamkan kata tidak jelas itu, aku menjadi kesal, kau tahu" tunjuknya padaku.

"hn" balasku dengan nada datar. Ia menghela nafas kasar, "sudahlah, aku tidak ingin berdebat denganmu, kenalkan namaku Sabaku Ayumi, namamu siapa" ujarnya padaku, sambil mengulurkan tangannya padaku. "Yamanaka Ruto" jawabku singkat sambil membalas uluran tangannya. "hm, beneran deh, apa kau memang tidak ada hubungan apapun dengan Boruto-kun, karena kau sangat mirip dengan semua anggota Namikaze yang aku tahu, apa kau saudara kembarnya boruto yang hilang, atau kau anak Naruto-ojiisan dengan wanita lain, karena aku heran naruto-ojisan itu seumuran dengan pamanku, namun dia memiliki anak seusia denganku, yang sebenarnya adalah anak dari kakak pertamanya, hm, aku pernah mendengar kalau naruto ojisan itu, menikah di umur 18 tahun, karena kesalahan dari masa lalunya, kau tahu apalagi yang membuatku terkejut, karena menurut sakura-baa, kalau naruto ojisan itu tidak mencintai hinata-baa, tetapi ia sangat mencintai sahabat mereka, eeii, aku lupa namanya, eeh, sudahlah, karena kau begitu mirip dengannya, jangan-jangan kau memang anak dari Naruto-ojisan dan sahabatnya itu, ahh mana mungkin ya kan, tapi.."

"sudah selesai mengocehnya gadis aneh, kau membuang waktu berhargaku" potongku, ck, seberapa banyak yang diketahui oleh gadis aneh ini, aku melangkahkan kedua kakiku menjahuinya, "hei, aku belum selesai bicara, perkataanku tadi jangan diambil hati, aku hanya mengutarakan apa yang ada dipikiranku, maaf jika itu menganggumu, oh iya kau maukan berteman denganku" teriaknya padaku. Aku hanya diam tanpa memberhentikan kedua langkah kakiku.

End of flashback

Aku melangkahkan kakiku menuju kelas, karena mendengar suara bel. Sejujurnya berada didalam kelas tersebut sangat membosankan, apalagi semua yang diajarkan oleh sensei dikelas tersebut sudah aku pelajari semua.

Apa lebih baik aku ke uks saja? Berhubung aku belum sampai kekelasku, aku mengirimkan pesan singkat pada Nauri agar meminta izin pada sensei, dengan alasan sakit.

To : Nauri

Eeh, gadis jelek, izinkan kakakmu yang tampan ini ya, katakan pada sensei jika aku sedang tidak enak badan, oke,,,

Setelah itu, aku kembali memasukkan smartphone ku kedalam saku celanaku. Tak lama, kemudian aku merasakannya bergetar.

From : Nauri

Tidak mau, ckk, apa-apaan panggilanmu itu niisan, aku tidak jelek, aku cantik, tampan? Jangan bergurau onii-san no baka

Aku tersenyum tipis, membaca balasannya, dasar, ia tidak pernah sama sekali bersikap dewasa, benar-benar turunan dari kaasan.

Disinilah aku, berada didepan ruang uks, aku mengetuk pintunya. "silahkan masuk" sebuah suara muncul dari dalam uks itu, aku membuka pintu uks dengan perlahan. Aku melihat seorang dokter tersenyum padaku. "membolos lagi boruto-kun" ujarnya padaku sambil mengelengkan kepalanya.

Ya tuhan, kenapa aku dipanggil dengan nama itu lagi, "ee, gomen, saya bukan boruto" balasku singkat. "benarkah? Kau mirip sekali dengannya, mohon maaf bila sensei salah mengenalimu, kau murid baru ya, sensei baru melihatmu" sesalnya. "hn" balasku singkat.

"ck, bukan hanya wajah, namun sikap kalian sama saja, lupakan, namamu siapa? Apa yang dapat sensei bantu? Apa kau sakit?" tanyanya padaku.

"hn, Yamanaka Ruto, saya hanya merasa kurang enak badan" jawabku singkat. "benarkah, silahkan berbaring disana biar sensei periksa, Ruto-kun" ia mempersilahkanku untuk berbaring disalah satu kasur di uks. Aku kemudian melangkahkan kakiku menuju kasur itu, "eeh, sensei menurutku aku tidak usah diperiksa, aku yakin dengan istirahat saja aku akan merasa lebih baik" sumpah itu adalah kalimat terpanjang yang pernah aku katakan. Ia mengangguk saja, hah, syukurlah.

Aku menatap langit-langit ruangan ini, sambil mencoba menutup kedua mataku. Namun, aku mendengar Suara benturan pintu yang dibuka dan ditutup, aku yakin sensei pasti sedang keluar.

Aku kembali mencoba untuk tidur, dengan menutup kedua mataku kembali.

Skip time

Aku tidak tahu sudah berapa lama aku tertidur, namun aku mendengar suara-suara, dari balik tirai kasur disebelahku. "hm, kau yakin boruto, jika dia adalah anak dari ayahmu?" mendengar suara itu, aku menajamkan telingaku. Sepertinya pembicaraan mereka menarik.

"hn, aku yakin sekali" sebuah suara berbeda yang kembali aku dengar. Aku yakin itu suara boruto. "kenapa begitu, kau belum memiliki bukti yang lebih nyata" protes suara pertama. "aku yakin obito, menurut orang yang sudah menjadi mata-mata kepercayaan keluargaku, ia adalah anak dari Yamanaka Ino, coba kau pikirkan lagi, dia adalah sahabat dari tousanku dan juga paman sasuke, dll. Ia belum pernah menikah, namun sudah memiliki anak yang seusia kita. Tousanku melakukan kesalahan, jadi lahirlah aku. Apalagi ia sangat mirip dengan tousan, walau ia tidak memiliki tiga goresan seperti kumis kucing. Ino, pergi dari jepang, tepat dua minggu setelah hari kelulusan. Sehari sebelum ia meninggalkan jepang, ia menemui tousanku, aku yakin ia pasti ingin mengatakan perihal kehamilannya" jelas boruto. Aku terkejut dengan informasi yang ia miliki. Tepat seperti dugaanku, ia pasti sudah menyelidikiku.

Kau tidak boleh, gegabah mulai sekarang ruto.

"hm, baiklah, anggap saja aku percaya dengan informasimu itu, tapi bagaimana kau tahu kalau ino, akan memberitahukan soal kehamilannya, bisa saja ia Cuma ingin pamitan pada ayahmu..." "yak, kenapa kau memukulku" "itu, karena kau baka, kenapa kau tidak mewarisi kepintaran namikaze maupun Uchiha, kenapa kau malah mewarisi kelolaan keturunan Uzumaki" ada nada mengejek didalamnya menurutku. "bukan salahku juga, aku hanya bertanya saja" protes obito.

"ck, baiklah, pertama aku menyimpulkanya dengan data yang aku punya, disini dikatakan, bahwa ino merupakan wanita muda yang masih berusia 34 tahun, ia mempunyai anak kembar yang bernama Yamanaka Ruto dan juga Yamanaka Nauri, berumur 16 tahun, berasal dari jepang, namun tinggal di korea selama hampir 16 tahun, baru saja kembali ke jepang, kini bekerja di salah satu perusahaan fashion di jepang. Coba kau pikirkan apa sesuatu yang normal, gadis berusia 18 tahun menikah dengan suka rela, tanpa ada penyebabnya, yang pasti penyebabnya adalah hamil diluar nikah ataupun paksaan orang tua, dan untuk kasus ini, yang lebih tepat adalah yang pertama, kedua, ia terlalu mirip dengan tousan, iya sih bisa saja dengan orang lain, namun juga dari data ini, ino bukanlah wanita yang sering bergaul secara liar, dia hanya gadis biasa. Terlebih teman-teman laki-lakinya tidak ada yang berambut pirang bermata biru selain tousanku, jika kau ingin protes bisa saja orang ia temui di korea, kau akan aku jitak kembali, aku juga sudah menyelidiki itu, di korea rata-rata semua temannya merupakan keturunan khas masyarakat asia" jelas boruto.

Wah, aku kagum dengan penjelasannya, belum sehari ia sudah memiliki data yang cukup lengkap tentang ibuku. "ooh, begitu, apa yang akan kau lakukan sekarang boruto, apa kau akan mengungkapkan ini pada paman naruto, bisa sajakan ia tidak percaya denganmu" tanya obito pada boruto.

"eeh, aku tidak akan memberitahukan hal ini pada tousan sekarang, karena aku masih memiliki sebuah hal penting yang akan aku selidiki" jawab boruto. "hal apa" tanya obito.

"kau ingatkan obito, masalah yang telah aku ceritakan padamu" tanya boruto pada obito.

"masalah korupsi keuangan pada cabang perusahaan tousanmu yang ada di Kyoto itu" kata obito sebagai jawaban. "iya, kau tahu aku mendapatkan bukti baru selain, laporan keuangan dari maneger keuangannya. Aku menemukan adanya hubungan antara kaasanku dengan kasus ini" jelasnya. Aku terkejut, ia mencurigai ibunya sendiri dalam sebuah kasus keuangan perusahaannya.

"kenapa kau mencurigai ibumu sendiri boruto" "aku menemukan adanya bukti suntikan dana yang besar ke rekening kaasanku, ketika aku meminta uang untuk membeli mobil itu, ia menyuruhku mengambil uangnya sendiri melalui buku tabungan itu, aku terkejut dengan isinya, jumlah uang yang ada di situ setelah aku kurangi dengan saldo yang sebelumnya, mempunyai jumlah uang yang sama dengan yang ada dilaporan itu. Apalagi kekalahan Hyuuga dalam pemilihan kemarin, cukup berdampak terhadap keuangan klan tersebut. Pastinya sebagai anak yang baik kaasan akan membantu ayahnya, juga bukti bahwa keterkaitan kasus suap yang dilakukan oleh ayahnya kaasan itu, yang baru diketahui kemarin, pasti uang hasil korupsi itu untuk menutupi kerugian yang dilakukan ayahnya, namun ini baru perkiraanku saja, karena buktinya belum jelas, aku harus memiliki bukti yang jelas agar dapat menyeret mereka kedalam penjara" jelas boruto.

Aku terkejut mendengar perkataannya, ia ingin menyeret ibunya sendiri kedalam penjara.

"kenapa kau ingin memasukkan ibumu sendiri kedalam penjara" tanpa sadar aku membuka tirai pembatas itu, aku dapat melihat wajah terkejut dari obito, namun tidak dengan boruto.

"biar aku tebak, kau pasti sudah menyadari kalau aku berada diruangan ini sejak awal, kan?" ejekku padanya. "hn" gumamnya.

"obito, bisakah kau meninggalkanku dengannya sendiri" perintahnya pada obito. Obito hanya mengangguk dan melangkah meninggalkan kami berdua.

Kami hanya terdiam sesaat. "kau benarkan anak dari tousanku, Namikaze Ruto" sapanya padaku. Aku tersenyum tipis, "kau pasti sudah mengetahui semua tentangku, kenapa kau tidak menceritakan semuanya pada obito" balasku padanya.

Ia tersenyum tipis. "mana mungkin aku sebodoh itu, mengatakan informasi penting itu, aku tahu kau pasti merencanakan sesuatu" katanya sambil menyeringai kearahku.

"kau sungguh mengetahui apa yang aku pikirkan" balasku. "anggap saja telepati antar saudara" guraunya padaku sambil terkekeh pelan.

Aku menatap datar padanya, "sudahlah lupakan, bagaimana menurutmu dengan kasus yang sedang aku selidiki ini" tanyanya padaku. "kenapa kau menanyakan hal itu padaku, kau tahu aku bisa saja merencanakan sesuatu yang akan merusak citra keluargamu" jawabku dengan santai kearahnya.

"sudahlah, jangan membuatku tertawa, aku tahu incaranmu itu, kau juga mengincar dan mencari tahu tentang 'orang itu'" ejeknya padaku. "ck, rupanya kau juga tahu" dengusku.

"kau kan tadi mengatakan aku mengetahui semuanya, tentu saja aku tahu, karena aku juga mengincar orang yang sama" jelasnya padaku. Aku membulatkan kedua mataku, mendengar pernyataannya.

Ia tertawa pelan melihat keterkejutanku, "kau ingin mendengar cerita yang lengkap" tanyanya padaku. Aku menganggukkan kepalaku, "tapi, sebelumnya aku ingin tahu menurutmu siapa itu orang itu" tanyanya padaku.

"ia adalah seorang Hyuuga" jawabku dengan mantap. "kau benar, namun kurang lengkap, mereka adalah seorang Hyuuga dan Uzumaki" jelasnya padaku dengan raut wajah yang serius. Aku membulatkan kedua mataku, menatap tak percaya kearahnya. "tapi kenapa kau mengincarnya? aku mengincarnya, karena perbuatannya pada ibuku, kau tahu bisa saja Hyuuga yang aku maksud adalah ibumu atau anggota Hyuuga yang lain dikeluargamu, jadi alasan kau mengincarnya apa?" tanyaku padanya. "kau tahu ruto, Hyuuga yang kita maksud adalah sama, kau bertanya kenapa aku mengincarnya, ia dan juga anggota uzumaki ini, berencana untuk menghancurkan perusahaan Namikaze dan Juga Uchiha" jawabnya. "kalau kau bertanya kenapa aku mengetahui tujuan mereka, karena aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Hyuuga dengan Uzumaki tersebut di dalam perusahaan tousan, ketika aku sedang mengunjungi perusahaan itu, dalam pembicaraan mereka, menyangkut dengan perebutan saham kedua klan ini, juga mereka menyebutkan masalah tentang kaasanmu yang berhasil ia singkirkan" sambungnya. aku membulatkan kedua mataku mendengar ceritanya. "apa kau sudah mengetahui dengan jelas siapa hyuuga dan uzumaki itu sebenarnya dan bagaimana kau dapat seyakin itu bahwa orang itu memang kedua orang kau sebutkan tadi, bisa saja itu orang lain" tanyaku.

"tentu saja, yakin ruto, karena aku mempunyai rekamannya. juga alasannya kenapa, karena aku mengenal dengan jelas suara salah satu mereka, kau mau mendengar rekamannya" ujarnya padaku. aku menganggukkan kepalaku, ia memperdengarkanku rekaman itu. aku membulatkan mataku, jujur aku juga mengenal salah satu dari mereka.

"jadi apa yang akan kau lakukan sekarang, ruto" tanyanya padaku. "ayo, bekerja sama dalam menyeret mereka kepenjara," jawabku. "baiklah" ujarnya singkat. "untuk keluarga kita yang bahagia" sahut kami serempak. "hm, aku akan menceritakan informasi yang aku dapatkan secara lengkap" ujarnya padaku. "hn, aku juga" sambungku.

.

.

.

.

.

Ino pov

Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus tetap datang pada acara itu. "kaa-san kenapa kau melamun dalam memasak" sebuah suara menyadariku dari lamunanku, "eeh, kalian sudah pulang" tanyaku pada kedua malaikatku ini.

"sudah kaa-san" jawab nauri dengan semangat. "tapi, kenapa kau pulang cepat hari ini kaasan" tanya ruto padaku. "karena ini hari pertama kaasan bekerja, tidak terlalu banyak pekerjaan, jadi kaasan dapat pulang cepat" jawabku padanya. "hn" ck kenapa ia hanya membalas dengan gumaman tidak jelas itu.

"baiklah sekarang, kalian harus ganti baju dan istirahat. Setelah itu kita makan siang bersama" perintahku pada mereka. "hn/ha'i" balas mereka.

Aku kembali melanjutkan kegiatan memasakku, 'tling' bunyi handphone ku mengalihkan ku sejenak dari aktivitas memasakku.

"moshi moshi"

"moshi moshi, ini naruko, ino, hm soal yang tadi, kita akan bertemu di cafe shinobi, di jl xxx xxx pukul 8 malam, kau tahu kan tempatnya ino"

"hm, sejujurnya aku tidak tahu naruko"

"baiklah, aku akan menjemputmu, kau masih tinggal di rumahmu yang dulu kan"

"hm"

"oke, aku jemput jam setengah 8 nanti malam, jaa Ino"

"hn, jaa"

Aku menghela nafas berat, apa yang harus aku lakukan kami-sama. Aku tidak tahu harus bagaimana, apakah aku siap untuk bertemu dengan mereka, tidak kau harus siap ino. Aku meyakinkan diriku sendiri.

Skip Time

Wah, ya Tuhan sudah jam setengah 8, naruko pasti sudah menunggu, aku kembali menatap pantulan diriku di kaca riasku, malam ini aku mengenakan dress cocktail selutut dengan model A-line Scoop Tea-length Lace berwarna merah maroon, untuk riasan wajah aku menggunakan make up tipis agar tampak natural, sedangkan untuk tatanan rambut aku memilih untuk mengikatnya tinggi menggunakan pita bewarna merah maroon, yang dibuat carly di sepanjang rambutku menuju ujungnya dan aku menggunakan hiill berwarna merah maroon, terakhir aku menenteng handbag kecilku berwarna hitam, setelah puas aku melihat dandananku, aku menuju lantai bawah, karena naruko sudah menungguku.

"hai semuanya" sapaku, aku menatap mereka bingung, "hei, kenapa kalian menatapku seperti itu, apa aku terlihat aneh" ujarku pada mereka.

"tidak,,tidak kau terlihat sangat cantik ino/kaa-san" ujar mereka dengan serentak.

Aku mendengar suara bel, "baiklah, kaasan berangkat dulu ya anak-anak" ujarku pada sikembar. "aku pergi dulu ya tousan" pamitku, pada tousan. "ha'i" ujar mereka serentak.

Aku meninggalkan mereka diruangan tengah, itu, aku berjalan kearah pintu, dan membukanya, aku dapat melihat kalau yang menjemputku bukan hanya naruko saja, namun juga ada sasuke. Jujur aku merasakan kecanggungan sekarang.

"ekhm, kita berangkat sekarang" ujarku mencoba menghilangkan suasana canggung ini. "h..hm, baiklah, ayo" "hn", kami kemudian memasuki mobil, dan melanjutkan perjalanan menuju cafe tersebut.

Di dalam mobil ini, aku hanya diam sambil menatap kearah luar jendela.

Skip time

Akhirnya, kamipun tiba di cafe ini, aku merasakan gugup yang luar biasa sekarang. Kami memasuki cafe itu, selama berjalan menuju meja tempat berkumpul aku hanya menundukkan kepalaku saja, aku tidak memiliki keberanian untuk mendongakkan kepalaku,=.

"hai semua" aku mendengar naruko berteriak, "hai naruko, sasuke sini" aku yakin kalau suara ini adalah milik dari tenten. Ya tuhan, sudah lama sekali aku tidak mendengar suara mereka, jujur aku sangat merindukan mereka.

"hm, naruko, siapa dia?" suara sekarang adalah milik sakura yang bertanya kepada naruko.

"hm, inilah kejutan yang aku maksudkan tadi, coba tebak aku membawa siapa, dia adalah Yamanaka Ino, ayo dong ino angkat kepalamu" jawab naruko. Aku menganggkat perlahan kepalaku, aku dapat melihat raut wajah shock dari teman-temanku, aku mengedarkan pandanganku dan tanpa sadar aku kembali menemukan permata biru itu.

"yyey, akhirnya kita bertemu kembali, ino" suara teriakan dari sakura memutuskan kontak mata kami, sakura memelukku dengan erat, "'apa kabar ino, kau kemana saja selama ini" tanya tenten padaku, kemudian ia juga memelukku.

"hmm, aku baik" jawabku singkat. "wah, senang bertemu denganmu kembali ino" ujar shikamaru padaku, ia melangkahkan kakinya menujuku dan memelukku.

"hn" aku tahu suara milik siapa saja, siapa lagi kalau bukan milik ketiga laki-laki dingin ini.

Satu persatu temanku memelukku, sampai pada akhirnya laki-laki pemilik permata biru, itu berada didepanku, ia menatapku tepat dimataku, sebelum ia memelukku dengan sangat erat.

Aku dapat mendengar suara lirihnya, "we meet agian,, how are you? And you know, I miss you", aku membeku mendengar kalimat terakhirnya, 'I miss you too' ucapku dalam hati.

.

.

.

.

.

.

TBC

Hai minna-san ketemu lagi bersama dengan author gaje, ini dengan lanjutan fic gajenya juga hehehe, author meminta maaf jikalau update nya agak lama, dan inilah lanjutan dari fic ini, semoga tidak mengecewakan reader-san ya,,,

Selamat membaca,,,, terima kasih bagi yang sudah mereview chap kemarin,,,

Ahh, iya ini balasan review chap kemaren

Yamanaka Mahmudi,,, iya ini udah lanjut,,, terima kasih udah mereview, semoga kamu suka dengan chapter ini. Jangan lupa untuk terus membacanya,, sekali lagi terima kasih...

Wiz-Land609,,, hmm, untuk Wiz-san, terima kasih atas saran dan juga masukannya, hmm, sebenarnya untuk masalah alur, memang rencananya begitu, heheheh, maaf jika itu membuatmu bingung,, akan author coba untuk perbaiki,,, jangan sungkan sungkan kembali memberitahukan jika Wiz-san kembali menemukan kesalahan author, , sekali lagi terima kasih atas reviewnya, juga masukannya...

Hana109710 Yamanaka,,, iya ini udah lanjut,,, terima kasih udah mereview, semoga kamu suka dengan chapter ini. Jangan lupa untuk terus membacanya,, sekali lagi terima kasih...

.dsni,,, iya ini udah lanjut,,, maaf membuatmu menunggu,, author kemarin sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya,, heheheh (alasan) terima kasih udah mereview, semoga kamu suka dengan chapter ini. Jangan lupa untuk terus membacanya,, sekali lagi terima kasih...

Ai-chan,,, terima kasih atas pendapatnya, sebenarnya ino itu tidak terlalu lemah kok, Cuma pada saat sekarang ia akan kuat dan juga melawan ketika di tekan,terima kasih udah mereview, semoga kamu suka dengan chapter ini. Jangan lupa untuk terus membacanya,, sekali lagi terima kasih...

Wei san,,, iya ini, udah lanjut, utk pernikahan mereka akan diceritakan sedikit di chapter depan, heheeheh di tunggu ya,,terima kasih udah mereview, semoga kamu suka dengan chapter ini. Jangan lupa untuk terus membacanya,, sekali lagi terima kasih...

Jangan lupa RnR ya minna-san

Wf out