Blue Moon - Chapter 9

Author : Clou3elf

Main Cast : Kyuhyun, Yesung, Kibum, Kai, Sehun, Kwangmin, Youngmin and others

Pairing : KyuSung, slight! KiSung, HunKai, YoungKwang.

Genre : Supranatural, Fantasy

Rate : T-M

Warning : BxB, uke!Yesung, Kai, Kwangmin dan seme!Kyuhyun, Kibum, Sehun, Youngmin, Aneh, Alur Ngebut, Membosankan, EYD ancur dsb

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan, agensi, keluarga dan fans mereka. Saya cuman pinjem nama aja. But this story is mine. Kalau ada kesamaan harap dimaklumi karena itu bukan unsur kesengajaan. Dan terakhir... Kim JongWoon, Kim JongIn dan Jo KwangMin is mine xD

A/N : Ini sebenernya bisa dibilang nekat. Ketika aku membuat 2 genre yang sangat jarang kubuat dengan menggabungkan OTP kesayanganku jadi satu. Jadi yang nggak suka sama pairingnya diharap menjauh pwease~ . Sedikit ragu sebenernya xD tp apalah daya kalo ada yang bilang kalo ini harus sampe end *lirik Byu*

Thanks banget buat yang udah mau ripiu ini ff gaje bin ajaib xD. Dan maapkan saya atas keterlambatan update. Semoga kalian nggk muntah bin kejang yak.

.

.

And last~

.

.

Don't Like Don't Read

.

.

Happy Reading

.

.

.

~Previous chapter~

.

.

.

"Hah! Hah..hah..hah" Yesung terbangun dengan nafas terengah dan keringat yang mengucur deras. Begitu sadar matanya langsung menatap mata Kyuhyun yang masih memeluknya erat.

"Kau kembali" bisik Kyuhyun.

"Aku harus memastikan hyung-mu ini juga memulihkan dirinya" Yesung tak memperdulikan penolakan Kyuhyun. Bahkan sekarang tangannya memegang pergelangan tangan Kyuhyun agar vampire itu tak bisa pergi.

Jujur saja, Yesung sangat khawatir dengan keadaan Kyuhyun. Energy yang dikeluarkan Kyuhyun tadi benar-benar hebat. Energy yang murni, kuat, dan melebihi energy maksimal yang dimiliki Yesung. Yesung jadi takut Kyuhyun terluka.

"Terima kasih sudah menyelamatkanku"

Kyuhyun menggeleng kemudian menyentuh tangan Yesung di pipinya, "Aku tidak bisa melepasmu sepenuhnya dari pengaruh Kibum. Aku hanya bisa membawamu sementara"

"Setidaknya aku tak merasakan sakit lagi untuk beberapa waktu. Energy-ku terlalu banyak keluar untuk berontak, berusaha melepaskan diri. Tapi Kibum terlalu kuat untuk kutembus"

Giliran Kyuhyun yang meletakkan tangannya di pipi Yesung. Mengelusnya lembut dengan menggunakan ibu jari. "Maafkan aku. Dan..kumohon bersabarlah sedikit lagi. Aku akan membebaskanmu, sungguh"

Yesung tersenyum, "Kalau pun kau tak bisa membebaskanku sepenuhnya, cukup bawa aku saat Kibum mulai memasuki pikiranku"

"Aku akan tetap melakukan itu. Tapi juga aku akan mencari cara untuk bisa melepaskanmu dari jeratannya. Aku tak bisa melihatmu kesakitan seperti itu. Rasanya sangat menyakitkan melebihi sakitnya diasingkan"

Yesung tertegun. Tak menyangka akan mendengar kalimat itu dari mulut Kyuhyun. Matanya menyorot ragu ke arah Kyuhyun. Bukan karena dia ragu pada Kyuhyun, tidak. Tapi dia ragu pada perasaannya sendiri.

'Aku menyukaimu. Apa itu cukup?'

.

.

Chapter 8

.

.

Hari ini Yesung terbangun dengan keadaan yang luar biasa segar. Tubuhnya terasa ringan. Kepalanya juga tak merasakan sakit lagi. Senyum mengembang di wajah manisnya saat melihat Kyuhyun yang tengah memandangnya.

"Selamat pagi"

Yesung tersenyum, "Selamat pagi"

"Tidurmu nyenyak"

"Eum. Rasanya aku sampai lupa kapan terakhir kali aku tertidur dengan nyenyak tanpa merasa sakit di kepalaku"

"Kau mau bertahan sebentar lagi kan?" Kyuhyun mengelus pipi Yesung yang sedikit menirus itu. "Aku akan membebaskanmu. Aku janji"

"Selama apapun aku akan bertahan jika kau selalu membawaku seperti ini" bisik Yesung.

Kyuhyun memandang Yesung dalam. Mendekatkan wajahnya kemudian mengecup kening Yesung lama. Sejujurnya dia sangat khawatir dan juga takut. Dia takut Kwangmin dan Youngmin tak bisa menemukan air suci itu. Dia tak sanggup melihat Yesung yang terus menerus merasa kesakitan saat Kibum mulai menguasai pikirannya.

"Kau mau sarapan? Aku akan meminta pelayan untuk membuatkannya" ucap Kyuhyun lembut sambil mengelus pipi Yesung.

"Aku akan memasak sendiri saja"

"Tidak. Tidak. Selama satu minggu kau harus istirahat. Setelah itu baru kau bisa mengurus dirimu sendiri. Untuk sementara aku yang akan mengurusmu" tolak Kyuhyun.

Yesung menggembungkan pipinya. Kyuhyun ternyata masih sangat menyebalkan walaupun akhir-akhir ini dia bersikap manis padanya. Baiklah ingatkan Yesung untuk tidak memukul kepala vampire sulung ini.

"Cho Kyuhyun"

"Eum?"

"Terima kasih" Yesung tersenyum.

"Untuk?" Kyuhyun bertanya bingung.

"Untuk semuanya. Kau sudah mengajariku segala sesuatu tentang aset. Melindungiku dari vampire-vampire yang menginginkanku. Membantuku melindungi adik-adikku. Sampai membawaku lepas dari Kibum" ucap Yesung lembut.

Kyuhyun hanya memandang namja manis di depannya. Karena sejujurnya Kyuhyun tak pernah membayangkan mendapat ucapan terima kasih semanis ini dari Yesung. Boleh Kyuhyun berharap sekarang?

Cup~

Kyuhyun mengecup kedua belah bibir Yesung dengan lembut. Hanya kecupan ringan yang lembut. Sayangnya efek kecupan itu membuat Kim Yesung menjadi membeku. Terlalu terkejut dengan tindakan Kyuhyun yang tak terduga.

"Kajja! Kau harus makan setelah itu aku akan memulihkan tenagamu" dengan tanpa dosa Kyuhyun bangkit dari posisinya kemudian berjalan keluar kamar.

Melewatkan ekspresi Yesung yang tengah merona parah. Yesung mengambil bantal lalu menutupi mukanya. "CHO KYUHYUN BODOH!" jeritnya. Untung saja suaranya teredam bantal. Setidaknya dia tak akan merasa malu untuk yang kesekian kalinya.

.

.

Yesung turun menuju ruang makan setelah membersihkan dirinya. Di meja makan sudah ada kedua orang tua Kyuhyun dan juga Kyuhyun beserta Sehun. Yesung tak akan menanyakan dimana adik-adiknya. Tentu saja mereka sekolah.

"Oh? Kau sudah turun? Kajja kita makan" ajak nyonya Cho.

Sang ratu itu masih saja bersikap baik padanya. Padahal Yesung merasa dia sudah membuat putra sulungnya begitu kesulitan. Ah, Yesung jadi merasa bersalah lagi.

"Oh! Banyak sekali makanannya" gumam Yesung.

"Ini khusus untukmu Yesungie"

"Mwo?! A-aku tidak makan sebanyak ini ahjumma" Yesung mengerjapkan matanya polos.

Kedua orang tua Kyuhyun tertawa, "Mulai sekarang kau harus membiasakan diri memanggil kami eomma dan appa"

"Ya! Appa!" protes Kyuhyun.

"Kenapa memangnya? Bukan hanya Yesung yang kami minta seperti itu. Kwangmin dan Jongin juga kami minta untuk memanggil kami seperti itu. Ada yang salah?" Tanya sang ayah dengan santai.

'Belum saatnya appa. Mungkin kau bisa meminta Kwangmin dan Jongin untuk melakukannya. Tapi tidak dengan Yesung. Aku belum tentu mate-nya' Kyuhyun menggunakan telepati kepada ayahnya. Tentu saja hanya mereka berdua yang bisa mendengar.

"A-aniyo" ucap Kyuhyun akhirnya.

"Bagus. Kajja kita makan"

Yesung mengernyitkan keningnya bingung saat melihat kedua orang tua Kyuhyun memakan makanan manusia dengan lahap. Berbeda dengan Kyuhyun dan Sehun yang tampaknya sangat enggan memakan makanan dari bangsa mate-nya.

"Jangan heran hyung. Eomma dan appa memang terbiasa memakan makanan manusia. Bahkan mereka sangat menyukainya. Berbeda dengan kami bertiga. Kami sama sekali tak suka" jelas Sehun yang seolah mengerti ekspresi Yesung.

Yesung hanya tersenyum kecil kemudian memulai acara makannya. Ternyata hanya Cho senior yang memakan makanannya. Sedangkan kedua pangeran itu hanya menyesap darah. Bahkan sesekali Kyuhyun mendengus melihat betapa sang ayah menikmati makanan yang disebut steak itu.

"Apa itu enak appa?" Tanya Kyuhyun.

"Kau mau coba? Ini daging" sang ayah menyodorkan sepotong daging setengah matang itu.

"Egh~ aku tidak mau" Kyuhyun langsung menjauh.

Yesung tertawa melihat ekspresi Kyuhyun yang sungguh demi apapun sangat berbeda dari ekspresinya yang biasa. Sangat tidak elit. Ingatkan Yesung untuk memotretnya lain kali.

"Kau mau menyuapinya Yesungie?"

"Hah? Ne?" Yesung tersentak saat tiba-tiba ibu Kyuhyun mengajaknya berbincang.

"Kyuhyun ingin mencicipi makanan itu tapi dia hanya ingin kau yang menyuapinya"

"Eomma" Kyuhyun mengerang protes. Karena demi apapun Kyuhyun tak pernah memikirkan itu. Dari awal dia tak mau memakan makanan manusia dengan atau tanpa suapan dari Yesung. Itu mutlak.

Nyonya Cho hanya tertawa. Putranya ini sangat menggemaskan jika sudah di depan Kim Yesung. Tak ada Kyuhyun yang sedatar tembok. Ah~ Lady Cho itu baru menyadari jika ketiga putranya sama-sama memiliki bakat muka tembok dan hati sedingin es.

"Yesungie, kau akan tinggal disini lebih lama kan?"

Yesung tak langsung menjawab. Dia melirik Kyuhyun yang lebih memilih berkutat dengan minumannya. Nyonya Cho hanya tersenyum simpul melihat interaksi mereka. Hubungan Kyuhyun dan Yesung itu, terlalu rumit. Nyonya Cho tau sebesar apa mereka saling membutuhkan. Tapi dia juga tau sebesar apa keraguan mereka satu sama lain terhadap diri mereka sendiri.

"Yesung akan disini sampai aku bisa melepaskannya dari Kibum" jawab Kyuhyun.

Yesung diam. Ada sebagian dari dirinya yang merasa sakit saat Kyuhyun mengatakan hal itu. Dia ingin protes tapi semua protesan itu ditahannya. Siapa dia hingga memprotes ucapan Kyuhyun barusan.

Kyuhyun menggigit bibir dalamnya. Seketika perasaan bersalah menyelimutinya saat melihat wajah Yesung yang terlihat sedih itu. Kyuhyun tak tau harus mengatakan apalagi. Dia hanya ragu dengan reaksi Yesung jika Kyuhyun mengatakan tidak akan membiarkan Yesung pergi dari rumahnya. Dari hidupnya.

Baiklah silahkan marah pada Kyuhyun. Sebenarnya dia sangat ingin membuat Yesung berada disini selamanya bersamanya. Dia ingin terus bisa memeluk Yesung yang tertidur. Ingin melihat rupa rupawan itu saat sedang tertidur. Kyuhyun ingin terus merasakannya.

"Ne ahjumma. Mungkin sampai aku terbebas dari Kibum untuk selamanya" ucap Yesung akhirnya.

Nyonya Cho menghela nafas, "Berhentilah mengatakan hal yang tidak berguna dan juga berhenti menyembunyikan semuanya" ucapnya.

Kyuhyun tersentak. Begitu pun Yesung. Mereka tau makna yang tersirat dari ucapan sang lady. Tapi mereka tak tau untuk apa sang lady Cho itu mengatakan hal itu.

"Benarkan eomma? Aku sudah bilang padamu berulang kali soal ini" Sehun menimpali tanpa mengalihkan perhatiannya dari darah segar yang tengah disesapnya itu.

"Kalian terlalu memusingkan mereka. Tenang saja, akan ada saatnya mereka bersatu" timpal tuan Cho.

"Sebenarnya apa yang kalian bicarakan?!" Tanya Kyuhyun jengkel. Sedari tadi dia sama sekali tidak mengerti dengan maksud pembicaraan Sehun dan kedua orang tuanya ini.

"Aniya. Tidak ada apa-apa" nyonya Cho tiba-tiba menjadi sewot. Kyuhyun mengernyitkan keningnya bingung. Dia sama sekali tak bisa menembus pertahanan sang ibu. Ibunya terlalu kuat.

Kyuhyun menatap Yesung yang tampak memakan makanannya dengan tenang. Tapi namja manis itu sesekali meliriknya gugup. Kyuhyun terus memandang namja itu sampai akhirnya pandangan mereka bertemu. Kyuhyun mengedipkan sebelah matanya pada Yesung yang langsung disambut dengan pelototan yang menggemaskan dari namja manis itu.

Kyuhyun menunduk. Berusaha menahan senyumnya yang sudah diujung tanduk itu. Rasanya menyenangkan saat akhirnya dia bisa melihat rona merah itu tersapu di kedua pipi Yesung. Membuat namja itu terlihat semakin manis.

Sementara Yesung sendiri menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang lumayan memanas itu. Dalam hati dia mengutuki Kyuhyun. Yesung berharap Kyuhyun akan mendengar kutukannya dalam hati. Kali ini namja Kim itu takkan keberatan memperdengarkan umpatannya pada si vampire sulung.

Kyuhyun memandang Yesung dengan alis bertaut. Rupanya namja itu mendengar segala jenis umpatan Yesung. Yesung yang merasa dipandangi pun hanya melengos. Dia kesal.

'Jangan melihatku seperti itu'

'Kau menyumpah serapahiku dan aku tak boleh melihatmu?'

Yesung memelototkan matanya, 'Ini salahmu. Menyebalkan sekali'

Kyuhyun tertawa tanpa suara. Sungguh rasanya menyenangkan melihat si namja manis itu mengerut kesal. Hell, walaupun banyak masa sulit yang dia hadapi, tapi tetap saja dia takkan pernah mau melepas kebiasaannya untuk membuat Yesung kesal.

'Kau cantik jika sedang kesal' oh? Kyuhyun rupanya masih ingin mengganggu namja itu.

'Aku namja dan aku tidak cantik' ketus Yesung.

'Kau terlalu cantik untuk ukuran namja Yesungie'

Perempatan siku-siku muncul di kening Yesung. Namja itu melirik Kyuhyun dengan sadis. Yang dilirik hanya mengulum senyum yang terlihat polos. Yesung mencibir.

Selesai makan, Kyuhyun langsung membawa Yesung ke halaman belakang. Halaman yang memiliki danau yang cukup luas dengan lapangan hijau yang tak kalah luasnya. Banyak pepohonan yang membuat tempat ini tampak teduh dan nyaman. Disana bahkan disediakan dua buah perahu, beberapa gazebo dan bangku taman.

"I-ini…rumahmu?" Tanya Yesung polos.

Kyuhyun terkekeh mendengar pertanyaan sang aset kesayangannya itu, "Tentu saja rumahku. Kau pikir rumah siapa lagi? Ah! Ini rumahmu beserta ketiga adikmu juga"

"Ya! Berhenti bercanda! Aku serius" sungut Yesung. "Rumahmu benar-benar luas. Ini seperti sebuah istana kerajaan" lanjutnya.

Kyuhyun tertawa mendengar ucapan Yesung yang sangat polos itu. Dia heran bagaimana bisa namja sepolos ini berusia lebih dari 30 tahun. Kyuhyun belum bisa percaya. Tapi mau bagaimana pun namja manis ini memang benar-benar berusia lebih dari 30 tahun. 32 tahun lebih tepatnya.

Yesung yang melihat Kyuhyun tertawa pun jadi ikut tertawa. Dia senang bisa melihat tawa Kyuhyun muncul. Kyuhyun itu vampire yang sangat jarang tertawa. Apalagi setelah ada kejadian yang beberapa bulan ini menimpa mereka, tawa itu jadi jarang terdengar oleh Yesung. Dia ingin melihat tawa itu terus menerus.

"Ah! Aku tak melihat Youngmin dan Kwangmin. Kemana mereka?"

"Mereka sedang berlibur berdua"

"Apa? Berlibur berdua?"

"Hey, tenang saja. Jangan panik. Youngmin takkan melakukan hal yang macam-macam"

Yesung menggigit bibir bawahnya kemudian menggangguk. Kyuhyun hanya menarik sudut bibirnya kemudian mengacak surai lembut Yesung. Mengalirkan suatu friksi yang mendebarkan sekaligus menyenangkan bagi Yesung.

"Kajja, aku harus memulihkanmu" Kyuhyun mengulurkan tangannya dan Yesung menyambutnya. "Dan aku akan membawamu berlibur ke suatu tempat"

.

.

Blue Moon

.

.

Satu minggu menjelang blue moon. Tak ada tanda-tanda sesuatu akan terjadi. Kibum pun tak menunjukkan dirinya. Youngmin dan Kwangmin masih berusaha mencari air suci itu. Sehun dan Jongin mempelajari beberapa ramuan yang sekiranya akan sangat berguna nantinya. Sementara Kyuhyun dan Yesung masih berusaha untuk memulihkan tenaga dan kekuatan.

Kyuhyun dan Yesung sedang berada di atas perahu di tengah danau sekarang. Yesung yang meminta kemari. Dia penasaran dengan luas danau ini. Danau yang jernih dan indah.

"Bagaimana keluarga kalian bisa membuat tempat seindah ini?" Tanya Yesung terkagum-kagum.

Kyuhyun tersenyum simpul kemudian meletakkan dayung yang tadi dibawanya. Dia menekuk lututnya kemudian memeluk kedua lututnya dengan tangan. Menatap Yesung yang sedang sibuk mengagumi keseluruhan tempat ini.

Lihatlah binar cantik dari manik hitam Yesung. Seperti anak kecil yang sedang mengagumi sesuatu. Sangat menggemaskan. Ekspresi Yesung benar-benar berbanding terbalik dengan umurnya yang sudah kepala tiga itu. Salah satu kekuatan sang aset, wajahnya akan tetap terlihat muda walaupun usianya bertambah.

"Ya! Jangan mengabaikanku" protes Yesung setelah lama tak mendapat jawaban.

Kyuhyun hanya tersenyum simpul melihat Yesung yang sudah merajuk itu. Tak mendapat respon, Yesung hanya mendengus kemudian kembali memfokuskan dirinya menatap sekeliling danau. Sejenak Yesung bisa melupakan kekesalannya pada Kyuhyun.

"Mau pergi ke suatu tempat?" tawar Kyuhyun. Yesung langsung memusatkan perhatiannya pada Kyuhyun.

"Pergi? Kemana ?"

"Kemanapun yang kau mau" Kyuhyun memandang telak kedua bola mata Yesung. Membuat namja manis itu merasakan sesuatu mengalir hangat di sekujur tubuhnya. Dan berakhir menggelitik di perutnya.

Yesung kalah. Dia kalah telak dengan pesona Kyuhyun. Dia tak mampu menahan gejolak itu lagi. Perasaannya membuncah.

"Kau mau?" Tanya Kyuhyun lagi.

Yesung mengangguk, "Aku yang pilih tempatnya"

"Terserah. Dan untuk saat ini ayo kita masuk sebelum aku dicincang eomma karena membawamu kemari terlalu lama" Kyuhyun sudah berdiri di tempatnya. Membuat perahu sedikit oleng.

"Ya! Jangan bergerak atau kita akan jatuh!" seru Yesung refleks.

.

.

Blue Moon

.

.

22 Agustus 2016

.

Yesung terpekur menatap kalender mejanya. Dua hari lagi ulang tahunnya yang ke 33 tahun. Hell, tak terasa dia sudah kepala tiga ternyata. Dan selama 33 tahun hidupnya, Yesung belum bisa benar-benar merasa tenang. Menjadi aset sungguh bukan perkara yang mudah.

Yesung jadi berpikir, bagaimana jika seandainya dia bukanlah aset. Hanya Kim Yesung, manusia biasa pada umumnya. Akankah hidupnya akan tetap seperti ini, lebih tenang, atau bahkan akan lebih buruk. Yesung tak tau. Yang jelas dia sudah menikmati hidupnya saat ini.

"Apa yang kau pikirkan?"

Yesung tersentak saat tiba-tiba sebuah tangan besar yang hangat menggenggam tangan mungilnya. Selanjutnya namja manis itu melengkungkan sebuah senyuman manis saat mengetahui siapa pelaku yang membuatnya terkejut itu. Cho Kyuhyun.

"Bukankah kau selalu mengetahui apa yang kupikirkan eum?" Tanya Yesung.

Kyuhyun berpura-pura berpose seperti memikirkan sesuatu. Yesung tak bisa untuk tidak melihat perubahan dari vampire sulung itu. Wajah Kyuhyun sedikit pucat hari ini. Padahal mereka sudah meminum ramuan yang dibuat Sehun. Mata Kyuhyun pun sedikit berwarna orange.

"Hei, kau baik-baik saja?" Tanya Yesung khawatir.

Kyuhyun mengerutkan keningnya, "Apa maksudmu? Tentu saja aku baik-baik saja"

"Kau pucat" bisik Yesung.

"Bukankah vampire memang seperti ini? Selalu tampak pucat seperti mayat" Kyuhyun mencoba bergurau.

"Tunggu disini" Yesung beranjak hendak menemui Sehun tapi baru saja dia keluar kamar, Sehun sudah berada di lorong menuju kamar Kyuhyun.

"Apa Kyuhyun hyung tidur?"

"Ti-tidak. Masuklah" Yesung heran. Sehun juga sama seperti Kyuhyun. Sebenarnya ada apa dengan kedua vampire itu.

Sehun memasuki kamar Kyuhyun. Tak mengatakan apapun. Hanya melalui isyarat mata Kyuhyun bangkit kemudian mengikuti Sehun entah kemana. Yesung tak bisa mengikuti karena Kyuhyun sempat berbisik padanya untuk menunggu disini.

Well, Yesung hanya berharap mereka baik-baik saja.

.

.

"Hyung, kenapa bisa begini?" Tanya Youngmin begitu Sehun dan Kyuhyun datang.

"Ini tandanya blue moon sudah dekat. Kalian, lebih baik segera melakukan penyatuan dengan mate kalian"

"Kami akan melakukannya bersamamu. Jika kau tidak melakukan penyatuan dengan Yesung hyung, maka kami juga tidak akan melakukan penyatuan dengan mate kami" ucap Sehun.

"Benar. Kalau kau diasingkan, maka kami juga akan diasingkan"

Kyuhyun melotot, "Kalian gila? Lalu jika kita bertiga diasingkan, siapa yang akan mewarisi klan kita?" Kyuhyun memandang kedua adiknya yang terdiam. "Tidak. Kalian harus melakukan penyatuan dengan mate kalian sesegera mungkin. Salah satu dari kalian harus mewarisi klan kita. Menjadi penerus appa"

Youngmin menggeleng. Begitu pun Sehun. Kyuhyun hanya bisa menghela nafas. Sungguh dia tak mengerti dengan kedua adiknya.

"Aku akan melakukan penyatuan dengan Yesung. Saat blue moon berada di puncaknya" ucap Kyuhyun tegas.

"Kau yakin? Jika saat puncak blue moon kau belum juga bersatu dengan mate-mu, maka…kau tau sendiri akibatnya" tidak. Jangan menganggap Youngmin menakut-nakuti Kyuhyun. Karena demi apapun mereka sama-sama tahu tentang hal ini. Youngmin hanya mengingatkan.

Kyuhyun terdiam. Dia menatap kedua adiknya secara bergantian. Seulas senyum tipis mulai menghiasi wajahnya. Kalau boleh jujur, dia tersentuh dengan perhatian kedua adiknya. Ah, sejak kapan vampire bisa tersentuh, eoh? Rasanya semakin lama bersama Yesung, Kyuhyun jadi semakin manusiawi.

"Sebaiknya kita segera pergi mencari darah. Atau kalian tak akan bisa tenang"

.

.

Blue Moon

.

.

Hampir semalaman Yesung menunggu Kyuhyun dengan sedikit gelisah. Dia gelisah karena Kyuhyun tak mengabarinya sedetik pun. Ditambah dengan kepalanya yang mulai merasakan sakit lagi. Yesung hanya takut ini tanda dari Kibum.

"Yesungie" Kyuhyun tiba saat waktu menunjukkan pukul 4 pagi.

"Oh astaga!" Yesung akhirnya bisa menghembuskan nafas lega. Lega karena Kyuhyun sudah datang. Lega karena kondisi Kyuhyun tampaknya lebih baik.

"Cepat siapkan pakaianmu. Kita akan pergi ke suatu tempat" ucap Kyuhyun. Tak lupa dengan senyum lebarnya.

"Pergi? Kemana?" Tanya Yesung bingung.

"Aish. Siapkan saja pakaianmu. Kita akan pergi satu minggu" Kyuhyun mengelus surai lembut Yesung.

Yesung hanya mengangguk kemudian menuruti ucapan Kyuhyun. Menyiapkan barang-barang keperluannya selama seminggu. Kyuhyun hanya memintanya untuk menyiapkan keperluan pribadinya jadi Yesung tak perlu repot-repot menyiapkan milik Kyuhyun. Hell, namja ini.

"Sudah?"

Yesung kembali mengecek kopernya. Memastikan tak ada yang tertinggal. "Sudah"

Kyuhyun mengambil koper milik Yesung lalu mengirim koper itu duluan. Yesung hanya bisa mendengus melihat Kyuhyun dengan mudahnya memindahkan barang miliknya.

"Aku rasa kita tak perlu bayar tiket pesawat untuk pergi ke Negara manapun" guraunya.

Kyuhyun hanya tertawa kemudian meraih pinggang Yesung. Menggendong namja manis itu ala pengantin. Tentu saja Yesung hanya bisa berteriak dengan suara tertahan karena terkejut. Kyuhyun itu menyebalkan bukan.

"Bisa turunkan aku?"

"Tidak"

"YA!" Yesung melotot. "Kalau begitu gendong aku di belakang. Piggy back" tawar Yesung.

"Kenapa kau suka sekali tawar menawar? Bukankah lebih bagus begini?"

'Bagus kepalamu. Ini memalukan tau'

"Walau memalukan tapi kau suka kan"

Sial, Yesung lupa Kyuhyun masih bisa membaca pikirannya. Alhasil namja itu hanya diam seraya mengeratkan pelukannya pada leher Kyuhyun. Memperkecil resiko dia akan terjatuh, walau dia tau Kyuhyun tak mungkin menjatuhkannya.

.

.

Yesung tidak bisa tidak merasa takjub saat melihat pemandangan di depannya. Lereng pegunungan yang ditumbuhi pepohonan yang rindang. Langit yang memerah karena cahaya matahari mulai terbit. Dan laut yang membentang jauh. Sungguh indah pemandangannya.

"Kau suka?"

"Tentu saja" Yesung tak bisa mengalihkan pandangannya. Kyuhyun hanya tersenyum kecil. Wajah Yesung jauh lebih indah kalau kalian ingin tau. Tapi tentu saja Kyuhyun tak ingin membagi pemandangan indah miliknya ini pada siapapun.

Yesung mengernyit saat merasa kepalanya mulai sakit. Dia sangat tahu apa arti rasa sakit ini. Yesung memegang pergelangan tangan Kyuhyun kemudian memerasnya perlahan.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Kyuhyun khawatir.

Tak ada jawaban selama beberapa menit sebelum kemudian Yesung mengangguk. Dia menoleh menatap Kyuhyun lalu tersenyum.

"Sekarang sudah baik-baik saja" ucap Yesung polos.

Kyuhyun menghela nafas lega. Namja itu menggandeng tangan Yesung menuju rumah di atas pohon. Sekedar informasi, Kyuhyun beserta kedua adiknya memiliki rumah pohon yang mereka buat sendiri. Rumah pohon yang nyaman.

Rumah itu terbuat dari kayu. Hanya berupa satu ruangan luas dengan satu perapian sebagai penghangat sekaligus penerang. Ada satu jendela disana dan satu pintu. Jendela dan pintu itu hanya tertutup dengan tirai berwarna hitam. Tampak nyaman sekaligus menyeramkan disaat yang bersamaan.

"Kau lelah? Istirahatlah terlebih dahulu. Setelah itu kita jalan-jalan mengelilingi tempat ini" ajak Kyuhyun.

"Kenapa tidak sekarang?" Tanya Yesung.

"Nanti Yesungie. Kondisimu belum 100% sehat. Dan aku tak mau menanggung resiko amukan Jongin dan Kwangmin"

Yesung menurut. Walau bagaimana pun juga tubuhnya memang masih terasa lemas. Mungkin besok kondisinya akan normal kembali. Walau bagaimana pun Yesung tak mau terus menerus merepotkan Kyuhyun.

"Kau mau kemana?" Tanya Yesung begitu melihat Kyuhyun tampak bersiap pergi.

"Mencari kayu bakar. Kau tak berpikir perapian itu bisa disihir bukan?" ucap Kyuhyun seraya menarik sudut bibirnya.

"La-lalu…apa yang harus kulakukan selagi kau pergi?"

"Lakukan apapun sesukamu asalkan kau tidak pergi dari rumah pohon ini"

Pipi namja itu merona samar saat menyadari tatapan lembut yang Kyuhyun layangkan padanya, "U-uh..baiklah terserah"

Kyuhyun sempat mencuri satu kecupan di pipi Yesung sebelum pergi. Membuat sang aset itu membelalakkan matanya. Yesung tak sempat protes karena Kyuhyun sudah melesat begitu saja. Hanya gerutuan yang bisa dilayangkan Yesung.

"Yosh! Kurasa ada baiknya jika aku membersihkan dulu tempat ini" monolog Yesung.

Yesung mulai melakukan pekerjaannya. Pertama-tama dia membereskan barang bawaannya dengan Kyuhyun. Setelah memastikan barang-barang yang entah kapan Kyuhyun pindahkan itu, Yesung segera membersihkan tempat yang akan ditinggalinya berdua dengan Kyuhyun.

Berdua dengan Kyuhyun? Yesung tersenyum. Dia suka dengan pemikiran itu.

Selama kurang lebih 30 menit Yesung berkutat dengan pekerjaannya. Anehnya dia tak merasakan tenaganya terkuras. Dia malah merasa memiliki energy tambahan. Mungkin suasana disini yang memberikan energy itu.

"Yesungie"

"Iyaa" Yesung berbalik.

Deg!

Yesung tertegun di tempatnya. Mendadak perasaan takut mulai menjalari tubuhnya. Dia tak bisa bergerak. Secara perlahan Yesung bisa merasa pikirannya kembali dikuasai namja itu.

Kim Kibum. Entah bagaimana caranya Kibum bisa menemukannya disini. Yang jelas ini pertanda buruk. Jika Kibum disini maka…

"Lama tak berjumpa baby"

-dia dalam bahaya.

Tangan Kibum terulur. Alam bawah sadar Yesung mulai memberontak. Berusaha mempertahankan kesadarannya agar tak lagi dipengaruhi oleh Kibum. Batinnya kembali berperang.

Tapi dia kalah.

Yesung kembali jatuh dalam pelukan Kibum. Dan begitu Yesung menyambut uluran tangannya, Kibum langsung membawa namja manis itu pergi dari situ. Dalam hati Kibum berjanji tak akan lagi menyerahkan Yesung lagi pada ketiga vampire itu ataupun kedua adiknya. Yesung miliknya.

.

.

Selang beberapa menit kemudian Kyuhyun kembali ke rumah pohonnya. Dia memiliki firasat yang buruk tentang ini. Namja itu belum sempat mengambil banyak kayu bakar. Dia ingin memastikan Yesung baik-baik saja.

"Yesung!" Kyuhyun mulai memanggil namja itu.

Tak ada jawaban. Dan firasat buruk yang dirasakannya semakin menjadi. Kyuhyun menggunakan kekuatannya untuk menyisir keberadaan Yesung.

Nyawanya seolah tercabut begitu saja melihat Yesung telah dibawa Kibum pergi. Kyuhyun menggeram marah. Matanya berubah menjadi merah. Segera saja dia melesat mencari Yesung.

Besok adalah saat dimana blue moon tiba. Berhasil atau tidak, Kyuhyun tetap akan berusaha. Kalaupun dia gagal nantinya, dia ingin Yesung sendiri yang mengatakannya, dengan kesadaran penuh. Kyuhyun sudah mempersiapkan diri jika saja Yesung menolaknya.

"Kim Kibum" desis Kyuhyun berbahaya.

.

.

Blue Moon

.

.

Kibum membawa Yesung ke suatu tempat. Tempat yang sulit dijangkau. Mustahil rasanya ada orang yang mengetahui tempat ini. Jangan Tanya bagaimana Kibum mengetahui dan bisa datang kemari.

Tempat ini adalah rumah keduanya. Keluarga Kibum menemukan ini sekitar sepuluh tahun yang lalu.

"Cah, istirahatlah baby" Kibum menurunkan Yesung ke atas tempat tidur yang ada disana.

Kali ini Yesung terdiam. Tak melakukan pergerakan apapun. Tapi nyatanya batinnya kembali bertarung. Yesung ingin mempertahankan kesadarannya. Sedangkan pengaruh Kibum mulai perlahan menguasainya.

Sebisa mungkin Yesung terus merapalkan nama adik-adiknya dan ketiga vampire itu. Sembari berharap mereka mendengar dan menyusulnya. Menyelamatnya.

Yesung tak tau sampai kapan dia bisa mempertahankan kesadarannya.

.

.

Kyuhyun kalang kabut mencari Yesung. Dia tak bisa berkomunikasi dengan Yesung melalui telepati. Namja manis itu tak menjawab panggilannya. Saat itu juga sang vampire tau ada sesuatu hal buruk yang terjadi pada Yesung.

Kyuhyun berusaha mencari keberadaan Yesung dengan menggunakan instingnya. Dia masih belum bisa meminta bantuan adik-adiknya. Youngmin sedang dalam misi mencari air suci sedangkan Sehun sedang mengumpulkan bahan-bahan untuk membuat ramuan yang bisa membebaskan Yesung jika seandainya air suci itu tak ditemukan.

.

.

Hari sudah hampir malam tapi Kyuhyun sama sekali tidak menemukan petunjuk keberadaan Yesung. Kyuhyun sudah mencarinya hampir ke seluruh tempat ini. Tapi Yesung seolah menghilang begitu saja.

Well, jangan sebut namanya Cho Kyuhyun jika menyerah begitu saja. Kyuhyun akan menemukan Yesung bagaimanapun caranya. Kim Kibum tak bisa meremehkannya.

Kyuhyun memejamkan matanya. Mencoba berkonsentrasi. Dengan sebagian kemampuan kedua orang tuanya yang diberikan padanya dan kekuatannya sendiri, Kyuhyun kembali mencoba memanggil Yesung. Sekecil apapun kekuatan Yesung yang tersisa, Kyuhyun pasti bisa menemukannya.

'Yesungie'

'…Ky'

'Yesungie kau mendengarku? Cukup jawab panggilanku'

'Kyuhyun!...tolong'

Gotcha!

Kyuhyun sudah bisa menemukan keberadaan Yesung. Kali ini dia tinggal memusatkan pikirannya ke sumber suara Yesung. Dan firasatnya semakin memburuk. Saat panggilan tadi, Kyuhyun bisa merasakan energy lain yang melingkupi Yesung.

Tentu saja itu milik Kim Kibum. Kyuhyun sangat mengenal energy itu. Dan jika Yesung bersama Kibum, maka ini gawat. Kyuhyun menduga Kibum tau bahwa Yesung adalah seorang aset.

"Kumohon bertahanlah Kim Yesung"

.

.

Yesung's side

Tubuh Yesung bergetar saat Kibum mulai menciumi wajahnya. Jiwanya benar-benar memberontak. Sekuat tenaga dia berusaha untuk tetap tersadar. Yesung tau apa maksud Kibum melakukan hal ini padanya. Dia sangat tau.

"Aku menginginkanmu Yesungie. Sangat menginginkanmu" bisik Kibum dengan suara yang terlampau berat karena dikuasai nafsu.

'Kyuhyun..jebal..tolong aku'

Semakin lama Kibum semakin gencar menyentuh Yesung. Tangannya pun mulai mengelus pinggang Yesung sembari bibirnya menciumi wajah manis namja itu. Yesung hanya diam. Tapi sebenarnya dia sangat ingin terlepas dari Kibum.

Tangan Kibum dengan lancangnya menelusup ke dalam pakaian yang digunakan Yesung. Membuat tubuh namja di bawahnya bergetar. Kibum mengelus perut rata Yesung kemudian merangkak naik menuju dada Yesung. Ciumannya pun mulai turun ke rahang dan leher Yesung.

Srak!

Kibum merobek baju yang dikenakan Yesung dengan tidak sabaran. Matanya sudah menggelap karena nafsu. Dia sangat menginginkan Yesung berada di bawahnya. Dia menginginkan dirinya berada di dalam Yesung. Merasakan Yesung sepenuhnya. Memiliki Yesung seutuhnya.

'Kyuhyun. Cho Kyuhyun' nama itu terus dirapalkan Yesung. Berharap dengan begitu Yesung tidak benar-benar tenggelam.

Brak!

Duagh!

Yesung merasa udara segar mulai melingkupinya begitu Kibum terpelanting. Matanya bergerak tak focus. Dan di tengah kekacauan dirinya itu Yesung melihat Kyuhyun yang tengah menjadi dirinya yang sesungguhnya itu menatap marah ke arah Kibum.

Kyuhyun memakai jubah hitam pekat andalannya. Aura pangeran yang dimilikinya pun menguar begitu kuat. Aura pangerannya tercampur dengan aura kemarahan yang kuat. Kulit pucatnya semakin terlihat pucat. Matanya berubah warna menjadi merah. Kyuhyun terlihat sangat tampan tapi sekaligus berbahaya.

Yesung tak pernah sekalipun melihat Kyuhyun yang seperti ini.

"Kau! Beraninya menyentuh Yesung!"

Kibum menyeringai kemudian berdiri. Dia sangat terkejut melihat Kyuhyun yang bertransformasi seperti ini. Sesuatu kembali menggelitik dirinya. Dia ingin membinasakan vampire ini. Membuat eksistensinya benar-benar hilang dari kehidupannya dan kehidupan Yesung.

"Yesung kekasihku, Cho" jawab namja itu dingin.

Kyuhyun berdecih kemudian menghampiri Yesung. Menggendong namja itu ala pengantin kemudian berteleportasi. Pergi meninggalkan Kibum yang menggeram kesal.

Kibum tentu saja tak kekurangan akal. Dia masih memegang kendali atas pikiran Yesung. Dia bisa melacak keberadaan Yesung. Kali ini Kibum tak ingin kehilangan Yesung. Apapun dan bagaimanapun caranya, Yesung harus menjadi miliknya.

.

.

Kyuhyun membawa Yesung di sebuah tebing yang cukup luas. Di puncak gunung dimana mereka bisa melihat langit dengan bebas. Tanpa ada penghalang apapun. Tempat itu juga adalah tempat dimana blue moon akan terlihat sangat jelas.

Sang pangeran itu mendudukkan Yesung di pangkuannya. Memeluk namja itu dari belakang sambil menumpukan kepalanya di pundak sang aset. Menikmati saat-saat terakhir yang bisa dilakukannya. Blue moon hanya tinggal beberapa jam lagi. Dan Kyuhyun mulai kehilangan harapan untuk memiliki namja yang dicintainya itu.

"Biarkan seperti ini. Jika aku tak bisa memilikimu, maka biarkan aku menikmati saat-saat akhir bersamamu seperti ini" gumam Kyuhyun.

Mendengar hal itu sontak membuat air mata Yesung menetes. Dia tak ingin ini menjadi yang terakhir. Dia ingin bersama dengan pangeran itu selamanya. Yesung tak ingin pangeran tercintanya ini terluka, apalagi jika itu karenanya.

"Karena aku baik hati maka aku akan membiarkan kalian menikmati saat terakhir kalian" suara itu membuat keduanya terperanjat. Itu Kim Kibum tentu saja.

"Aku tak akan heran kau bisa menemukan kami"

"Nikmati saja waktu berhargamu dengan Yesung untuk yang terakhir Cho Kyuhyun. Setelah ini aku akan menjadikan Yesung milikku dan kau tak akan pernah bisa menyentuhnya lagi" ucap Kibum.

Kyuhyun tertawa meremehkan, "Percaya diri sekali kau Kim. Aku tak akan menyerahkan Yesung dengan cara licik seperti itu. Sejujurnya aku juga tak akan melepaskan Yesung. Baik kepadamu atau kepada orang lain"

.

.

Blue Moon

.

.

Sementara Kyuhyun dan Kibum sedang bertarung dengan waktu, Youngmin dan Kwangmin masih menelusuri hutan belantara untuk menuju ke sebuah air terjun abadi. Mereka masih dalam misi untuk mencari air suci, demi Kyuhyun dan Yesung.

"Kenapa tidak ketemu juga, hyung" rengek Kwangmin kesal.

"Kau pasti tau jika barang yang sangat dibutuhkan itu memerlukan pengorbanan untuk memilikinya" Youngmin mengangkat tubuh kurus Kwangmin kemudian menggendongnya di punggung.

"Baiklah. Biarkan seperti ini hanya untuk sepuluh menit ne hyung"

Youngmin tidak menjawab ucapan Kwangmin. Dia ingin terbang atau berteleportasi. Menghemat waktu dan tenaga Kwangmin-nya. Tapi Kwangmin bersikeras untuk berjalan. Youngmin tidak bisa menolak permintaan yang tercintanya itu.

"Whoa~ bagus sekali air terjunnya" pekik Kwangmin. "Turunkan aku hyung. Aku ingin mencuci mukaku"

Youngmin kembali menurutinya. Kwangmin langsung berlari menuju air terjun itu. Mencelupkan tangan dan kakinya kemudian membasuh wajah manis yang luar biasa lelah itu. Kwangmin mendadak terdiam.

"Hyung..kenapa rasanya air ini sangat berbeda dengan air biasanya?"

.

.

Blue Moon

.

.

"Kau sudah mengucapkan salam perpisahan, Cho?"

Kyuhyun berdecih mendengar ucapan Kibum, "Akan lebih baik jika kau yang mengucapkan perpisahan pada Yesungie" balasnya.

Kibum memandang tajam tepat ke arah Kyuhyun. Melihat bagaimana santainya Kyuhyun menghadapinya. Dan bagaimana posesif-nya namja itu melindungi Yesung. Hatinya panas. Dia tidak suka melihat miliknya disentuh rivalnya.

"Menjauh darinya Cho. Makhluk menjijikkan sepertimu tak pantas berada di sisi Yesung" geram Kibum.

Kyuhyun menyeringai puas, sepertinya dia berhasil memancing emosi Kibum. Kyuhyun dengan sengaja memeluk Yesung dari belakang. Menciumi leher mulus sang aset sembari matanya menantang Kibum. Membuat sang pemburu itu mengepalkan tangannya kuat-kuat.

.

Yesung's side

.

Yesung memberontak hebat. Aura kemarahan Kibum semakin lama semakin melingkupinya. Aura itu juga membantu Kibum untuk semakin menarik kesadarannya.

DEG!

Yesung tercekat saat tiba-tiba Kyuhyun mencium lehernya. Darahnya berdesir. Tubuhnya bergetar. Namun getarannya sangat berbeda dengan getaran karena perlakuan Kibum tadi. Sejujurnya Yesung menyukai getaran kali ini.

'Bertahanlah sebentar lagi. Aku akan membereskan ini semua. Aku janji'

Setelah Kyuhyun mengatakan hal itu, Yesung bisa merasakan dirinya menghangat. Ada sesuatu yang mengalir masuk ke dalam tubuhnya. Memberinya sebuah kekuatan untuk terus mempertahankan kesadaran dirinya.

Itu kekuatan milik Kyuhyun. Yesung sangat mengenal energy namja itu.

Cup!

Kyuhyun mencium pipinya dengan lembut. Mengabaikan tatapan marah yang dilayangkan Kibum padanya. Atau mungkin Kyuhyun sengaja memancing amarah Kibum?

Pangeran vampire itu berdiri dan menghampiri Kibum. Tirai tak kasat mata tampak mulai menyelubungi Yesung. Tak ada yang bisa melihat tirai itu selain Yesung dan Kyuhyun.

Kedua namja itu berhadapan. Saling melempar tatapan tajam. Jika tatapan itu bisa melukai, mungkin sekujur tubuh mereka sudah penuh luka. Kibum menggeram marah saat dia kembali mengingat apa yang baru saja diperbuat Kyuhyun pada Yesung.

"Kau" geram Kibum.

"Wae?" Kyuhyun berucap datar.

Kibum mengepalkan tangannya kuat-kuat dan langsung memukul Kyuhyun sekeras mungkin.

BUG!

Yesung terpekik pelan. Kyuhyun terhuyung karena pukulan keras dari Kibum. Amarah yang sedari tadi ditahannya kini terlepas. Kyuhyun mencekik leher Kibum dengan satu tangan dan mengangkatnya. Mata vampire itu sudah berwarna sangat merah. Pertanda sang pangeran sudah sangat marah.

"Aku salah sudah membiarkanmu selama ini"suara Kyuhyun terdengar sangat gelap. Penuh nada berbahaya dan mematikan. "Seharusnya dari awal aku tidak membiarkanmu"

"Ugh, seharusnya…aku..langsung…membunuhmu…saat itu juga" Kibum menjawab dengan susah payah. "Ugh, uhukk..uhukk" namja itu semakin merasakan sesak nafas karena Kyuhyun semakin mengeratkan cengkeramannya.

"Ada permintaan terakhir..Kim. Kibum-sshi" ucap Kyuhyun penuh penekanan pada nama Kibum.

Tanpa Kyuhyun ketahui jika Kibum tengah mengumpulkan kekuatannya di kepalan tangannya. Namja itu berusaha keras menahan rasa sesak yang menderanya. Kibum berjanji setelah ini tak akan ada lagi pengampunan untuk Kyuhyun. Saat ini juga Kibum akan melenyapkan Kyuhyun.

Slash!

BUAG!

Kyuhyun terpelanting saat Kibum langsung menyerangnya. Kibum terjatuh dengan terbatuk hebat. Kyuhyun pun terbatuk sambil memuntahkan darah. Pukulan Kibum sangat keras dan nyaris mengenai inti kekuatannya. Jika inti kekuatan itu tergores, maka Kyuhyun akan memerlukan waktu yang panjang untuk memulihkan kekuatannya. Dan itu tentu saja bukan perkara yang bagus.

Yesung terdiam kaku melihat bagaimana kedua namja hebat itu berkelahi. Saling pukul. Saling tending. Bahkan saling serang menggunakan kekuatan masing-masing. Tentu saja mereka bisa menghindarinya tetapi tak sedikit juga yang mengenai tubuh keduanya.

Baik Kyuhyun maupun Kibum sama-sama babak belur. Kibum jauh lebih parah karena serangan Kyuhyun lebih sering mengenai sasaran. Tapi bukan berarti Kyuhyun baik-baik saja. Dan kedua namja itu tak ada niatan untuk mengakhiri pertarungan mereka.

Yesung menangis melihat bagaimana mengenaskannya kondisi Kyuhyun. Mereka saling serang di hadapannya. Yesung masih berusaha keras untuk melepaskan diri dari pengaruh Kibum. Karena pertarungan ini, pengaruh Kibum padanya mulai melemah. Mungkin karena Kibum menggunakan seluruh kekuatannya untuk melawan Kyuhyun sehingga kekuatan pengaruhnya melemah.

"Yesungie hyung" itu suara Kwangmin. Dan dalam sekejap Kwangmin dan Youngmin sudah berada di depannya.

"Kwang" lirih namja manis itu.

Kwangmin meneteskan air matanya melihat kondisi Yesung yang tampak kacau. Segera diambilnya botol berisi air suci yang berhasil didapatkannya. Ternyata sebagian kecil tempat di air terjun itu berisi air suci.

"Youngmin hyung..bagaimana menggunakan ini?"

Pertanyaan Kwangmin membuat Youngmin membatalkan niatnya untuk ikut menyerang Kibum. Vampire bungsu itu merasa marah melihat sang kakak sulung yang sudah sangat berantakan itu. Tapi Kwangmin memanggilnya dan itu membuatnya mau tak mau meladeni mate kesayangannya.

"Kemari hyung yang akan melakukannya" Youngmin mengambil alih botol itu.

Byur~

Kwangmin melotot melihat Youngmin yang langsung mengguyur Yesung menggunakan air suci itu. Namja berusia 22 tahun itu tak menyangka Youngmin melakukan hal itu.

"Jangan protes dan lihatlah" ucap Youngmin saat melihat Kwangmin membuka mulutnya.

Segala pertanyaan dan protesan yang siap meluncur dari mulut Kwangmin mendadak lenyap begitu saja saat melihat hal yang terjadi di depan matanya. Normalnya jika seseorang yang disiram air seperti itu maka seluruh tubuhnya akan basah kuyup. Tapi tidak dengan Yesung. Air itu sama sekali tidak membasahi tubuh Yesung.

"Air suci tidak mungkin memiliki karakteristik yang sama seperti air biasa Kwangminnie"

"AKKHH!" tiba-tiba Yesung menjerit keras. Membuat semua orang yang ada disana terkejut.

Kyuhyun yang masih bertarung pun sontak menghentikan pergerakannya. Hal itu tak disia-siakan Kibum. Namja bermarga Kim itu langsung menyerang Kyuhyun dengan kekuatan penuh. Kyuhyun terlempar dan terhempas begitu saja di atas tanah.

"KYUHYUN HYUNG!" seru Youngmin dan Kwangmin bersamaan.

Kibum mengangkat sebelah tangannya. Dan semenit kemudian sebuah pedang perak sudah berada di tangannya. Kibum langsung berlari menuju Kyuhyun.

Crash!

Jleb!

Menusukkan ujung tajam pedang itu tepat di jantung Kyuhyun. Menimbulkan teriakan dari ketiga penonton. Youngmin tak bisa melakukan apapun karena lingkaran yang dibuat Kyuhyun ini. Namja itu baru sadar Kyuhyun memasang pelindung setelah dia masuk ke dalamnya.

"Sial!" geramnya marah.

"Kau akan mati Cho" Kibum menekankan pedang itu semakin ke dalam.

Kyuhyun terbatuk hebat. Darah berwarna hitam keluar dari mulutnya. Kibum menyeringai.

.

.

Youngmin semakin marah mengetahui apa yang sudah dibubuhkan Kibum pada pedangnya. Kwangmin menatap khawatir pada Kyuhyun. Mereka tak menyadari jika Yesung sudah terbebas dari pengaruh Kibum.

"Sial! Itu racun!"

"A-apa maksudmu Youngmin-ah?" Tanya Yesung terbata, shock.

"Kau sudah kembali hyung?" Kwangmin terkejut mendengar suara Yesung.

"APA YANG TERJADI PADA KYUHYUN, YOUNGMIN?!" seru Yesung frustrasi.

Youngmin dan Kwangmin terperanjat mendengar teriakan Yesung, "Kyuhyun hyung terkena racun. Pedang perak itu mengandung racun yang sangat berbahaya" jawab Youngmin.

.

.

"Sekarang, apa kata-kata-UGH!" Kibum terjatuh karena tusukan pedang milik Kyuhyun.

Sang vampire itu menyeringai melihat Kibum yang terjatuh di hadapannya. Kyuhyun hanya bisa terbaring karena racun itu adalah racun pelumpuh.

"Kau tidak berpikir aku akan menyerah begitu saja kan? Racunku jauh lebih mematikan. Waktumu 5 detik lagi" ucap Kyuhyun susah payah.

"Kau akan membayar mahal untuk ini" setelah mengatakan hal itu, Kibum mengerang dan menutup matanya untuk selama-lamanya.

Kyuhyun memegang pedang perak itu dan mencabutnya, "AAARRGGHH!"

"CHO KYUHYUN" Kyuhyun sontak menoleh melihat Yesung sudah berlari ke arahnya.

"Kau..kkhh-kembali"

Yesung menangis sambil memangku kepala Kyuhyun di pahanya. Memeluk kepala namja itu sambil mengecupi keningnya.

Kyuhyun tersenyum kemudian melirik begitu merasakan kehadiran orang lain selain mereka berempat. Ada Sehun, Jongin, dan…Jungkook.

"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Kyuhyun lemah.

"Kim Heechul menyerang rumah pohon kami. Dia hampir menjadikan Jongin sanderanya. Beruntung ada Jungkook yang membantuku mengamankan orang itu" jelas Sehun. "Hyung! Kau.."

"Aku baik-baik saja"

"Berhenti bilang kau baik-baik saja!" sentak Yesung kesal.

Yesung mengulurkan tangannya. Dan seberkas butiran cahaya putih keluar menuju luka Kyuhyun yang menganga. Kyuhyun terkejut dengan apa yang dilakukan Yesung.

"YA! Hentikan! Inti-mu bisa terluka" ucap Kyuhyun tajam.

Yesung mengacuhkan namja tampan itu. Dia sedang berusaha memusatkan konsentrasinya untuk mengobati Kyuhyun. Mengabaikan rasa sakit yang mulai menggerogoti tubuhnya.

"Sehun, tolong jadi perantaraku untuk mengisi kekuatan Yesung"

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!"

Terlambat. Yesung sudah terbatuk sambil memuncratkan darah. Namja itu tumbang akhirnya. Inti kekuatan Yesung terluka karena seluruh kekuatannya digunakan itu memulihkan Kyuhyun.

Brak!

Yesung terjatuh dan sekarat

"YESUNG HYUNG!"

.

.

.

TBC

Maafkan diriku~

Maafkan aku yang udah lama ngga update ini. Maafkan aku karena hasilnya malah jadi ancur kayak gini. Maafkan aku karena update tengah malem. Maafkan aku karena chapter ini rasanya gagal.

Dan pengumuman!

Chapter depan itu udah chapter terakhir~~

6k+

Semoga kalian ngga muntah dan kejang-kejang bacanya.

Makasih banget buat yang udah baca, review, fav, follow, dan yang udah menanyakan kapan ini dilanjut huehehehe. Sampai jumpa di chapter terakhir~~~

Big love, clou3elf