Title :

Reflection

Main Cast :

Kim Yesung, Cho Kyuhyun

Other Cast :

Seo Joo Hyun, Jung Yunho, Park Leeteuk, Lee Eunhyuk, Lee Donghae, Kim Kangin, Kim Heechul,

Length :

8/?

Warning :

Cerita ini terinspirasi oleh beberapa drama Korea. Jadi maaf sebelumnya mungkin ceritanya sedikit pasaran. Tapi ide cerita ini semuanya keluar dari otakku sendiri. Sueeer deeh..^^. Bahasa ga baku. Masih banyak Typo(s). Dan hal-hal aneh lainnya. Jadi harap dimaklumi ya..^^

Disclaimer :

Casts are not mine. I just borrow their name, so don't judge me if you don't like the casts, pairing and the story..


.

.

.

Don't Like?

Don't Read! Just Leave And No Bash Please!

.

.

Happy Reading~

.

.

.

- (CHAPTER EIGHT)-

.

.

.


Pagi menyapa. Bias sinar mentari menerobos masuk melalui celah-celah jendela, memberi sedikit kehangatan kedalam kamar bernuansa putih itu. Membuat sepasang kelopak yang terpejam itu perlahan terbuka.

Ia menatap langit-langit kamar yang sudah beberapa hari ini ia tempati. Sedikit meregangkan badannya sebelum turun dari ranjangnya. Membuka tirai kamar serta jendela, kemudian menghirup dalam-dalam udara pagi yang terasa begitu menyegarkan, sebelum bergegas menyiapkan sarapan untuk seseorang lain yang juga berada dirumah ini.

Ya, dan dialah Cho Kyuhyun.

Baru saja ia membuka pintu kamar, ia sudah disuguhkan oleh pemandangan yang selama beberapa hari ini ia lihat. Pemandangan yang jika ia boleh bekata jujur, mengiris hati.

Rupanya ia salah...

Kyuhyun mungkin memang menyukainya, juga melindunginya. Namun sayang, sepertinya namja itu tidak mencintainya. Atau ia boleh berkata bahwa namja itu mungkin belum mencintainya?

Dan juga ia telah salah menilai jika ia pikir Kyuhyun sudah melupakan wanita itu. Karena dari apa yang ia lihat sekarang, wanita itu—

— selalu ada dalam pikiran Kyuhyun.

Yesung melangkah pelan, mendekati Kyuhyun yang masih terlelap dengan aroma bir menguar dari nafasnya.

' Inikah maksudmu mengajakku tinggal bersamamu Kyu? Yang awalnya aku pikir kau ingin melindungiku tapi rupanya hanya untuk melihatmu yang seperti ini? mengingat wanita itu?'-Batin Yesung

Sungguh miris memang, tapi bukankah ia sudah berjanji akan membuat Kyuhyun mencintainya? Tapi...

Ternyata ini sulit. Sangatlah sulit.

Pilihan mana yang akan kau ambil jika kau dihadapkan dengan dua pilihan yang seolah sama-sama ingin membunuhmu secara perlahan?

Lebih memilih cintamu bertepuk sebelah tangan ataukah memilih untuk bersaing dengan masa lalu yang nampaknya tak akan pernah bisa dilupakan itu? Manakah yang harus ia pilih? Manakah pilihan yang akan membuatnya lebih baik?

Entahlah. Ia pun tidak tau.

Yesung membungkukkan tubuhnya untuk mengecup kening Kyuhyun.

'Tapi aku sudah tak bisa memilih lagi.. karena apapun yang aku pilih, itu tetap akan berakhir padamu..'

'Katakan, aku harus bagaimana ketika aku sudah terlanjur mencintaimu seperti ini..?'

Kyuhyun menggeliat dalam tidurnya ketika bibir hangat Yesung menyentuh keningnya. Perlahan mata cokelat itu terbuka dan mendapati Yesung tersenyum tepat didepan matanya.

"Selamat pagi.."

"Selamat pagi hyungie.."balasnya dengan mata yang terlihat masih setengah mengantuk. Ia merubah posisinya menjadi duduk, diikuti Yesung dengan duduk disampingnya.

"Kau tertidur di sofa lagi?"

"Hm..semalam aku tidak bisa tidur. Lalu aku keluar kamar untuk sedikit minum bir sebelum akhirnya aku jatuh tertidur disini.."

"Oh..kenapa tidak membangunkan aku? Aku pasti akan menemanimu"

Kyuhyun sedikit memutar tubuhnya untuk menghadap Yesung dan menggeleng "Bodoh, kau lelah setelah pulang bekerja, tentu saja aku tidak ingin mengganggu tidurmu.."

Yesung pun hanya mampu menghela nafas panjang dan kembali bertanya "Lalu apa tidurmu nyenyak disini?"

Namja tampan itu tersenyum lembut sambil meraih kedua jemari Yesung, menggenggamnya "Tentu saja.."

Tidur nyenyak? Benarkah? Kyuhyun berbohong dan Yesung tau itu. Jika ia tidur dengan nyenyak, namja itu tidak akan pernah berakhir tidur disini. Dan dengan botol-botol bir itu lagi bukan?

Jangan dikira Yesung tidak tau. Mungkin saja ia bersikap seolah-olah tidak mengetahui apapun. Bersikap seolah-olah tidak tau ketika setiap lewat tengah malam ia akan terbangun ketika mendengar suara igauan Kyuhyun disebelah kamarnya. Kata-kata yang keluar terdengar tidak jelas memang, mengingat kamar mereka terpisahkan oleh sebuah dinding. Tapi ia sangat yakin namja itu tengah bermimpi buruk. Mimpi yang sama dengan apa yang pernah ia lihat sebelumnya sewaktu mereka berada di Jepang dulu.

Dan kini...Ia tidak bodoh untuk mengetahui apa yang diimpikan namja itu.

Terlihat menyedihkan. Dan ini membuatnya meragu dengan dirinya sendiri. Mampukah ia bersaing dengan masa lalu Kyuhyun itu?

Wanita yang pergi begitu saja dan meninggalkan penyesalan yang begitu besar dalam kehidupan Kyuhyun saat ini. Penyesalan yang bahkan Kyuhyun sendiri tidak yakin apa sesungguhnya penyebabnya. Tck, konyol!

Wanita yang bahkan jika ia boleh berkata kasar sudah rata dengan tanah? Mati.

Mampukah dia?

Kyuhyun mengusap lembut pipi chubby Yesung ketika menyadari namja manis itu berada dalam dunianya sendiri, melamun.

"Babyhyungie?"panggilnya

Pikiran Yesung membuyar. Ia menatap kedalam iris cokelat kekasihnya itu. Namun yang ditatap hanya mengangkat kedua alisnya. Tak mengerti dengan apa yang tengah kekasihnya itu rasakan.

"Ada apa? Apa yang kau pikirkan?"tanyanya masih sambil mengusap pipi chubby Yesung.

Hanya sebuah gelengan dan senyum lembut yang ia perlihatkan pada Kyuhyun sebelum berkata "Aku mencintaimu Kyu..."

Satu detik.

Yesung menahan nafasnya.

Dua detik.

Berharap Kyuhyun akan tersenyum dan kemudian mengucapkan hal yang sama padanya.

Tiga detik.

Namun namja itu hanya tersenyum padanya.

Dan hingga detik berikutnya namja itu tak juga kunjung mengucapkan hal itu selain...

"Aku tau itu hyungie..."

Hati Yesung sedikit mencelos. Ia tersenyum. Tersenyum miris. Namun sayang, Kyuhyun tak menyadarinya. Berapa kalipun ia mengucapkan hal yang sama setiap harinya tapi namja itu memang belum pernah sekalipun membalas ucapannyakarena namja itu hanya akan selalu mengatakan 'aku tau' atau 'aku juga'.

Dan egoisnya dia, jawaban itu tidak cukup untuknya.

Merasa hanya akan sia-sia dengan pikiran bodohnya ini, Yesung pun menghela nafas dan berdiri dari duduknya.

"Pagi ini kau ingin sarapan apa? Biar aku membuatkannya untukmu.."

"Sarapanku hanya ada satu.."

Yesung menaikkan alisnya bingung "Apa itu? Nasi goreng?"

Kyuhyun menggeleng. Ikut berdiri sembari menatap Yesung, memperlihatkan smirk khas miliknya "Kau.."

"Ya~!"

Yesung langsung membulatkan matanya dan bersiap melayangkan pukulannya tapi rupanya Kyuhyun lebih sigap, namja itu lebih dulu menangkap tubuh yang lebih kecil darinya itu kedalam pelukannya.

"Cho Kyuh..hmp!"

Dan Kyuhyun pun berhasil membungkam mulut Yesung dengan ciumannya.

Entah apa artinya semua ini. Apakah ia hanya dijadikan sebuah pelarian semata ataukah namja tampan itu memang benar-benar mencintainya? Ia sungguh tidak tau apa jawabnya. Tapi biarlah semua berjalan seperti ini. Apa adanya.

.

.

.

...

.

.

.

Klinting!

Lonceng itu berbunyi ketika seseorang membuka pintu. Seorang namja tinggi menggunakan coat bewarna krem yang dipadukan dengan kaos putih dan jeans itu memandang kesekeliling cafe sebelum ia melangkah untuk mendekati seseorang.

"Maaf tapi kami belum buka Tuan.."sapa Eunhyuk ramah.

"Aku tau.."jawab sang namja santai. Ia hanya terus melangkah, melewati Eunhyuk yang kini hanya bisa terbengong-bengong ditempatnya. Bingung.

Grep!

"Aku merindukanmu Yesung hyung.."

Yesung yang saat itu sedang mengelap sebuah meja terkesiap kaget ketika sebuah tangan memeluknya dari belakang. Tapi begitu ia sadar siapa yang berdiri dihadapannya ia pun langsung melonjak senang.

"Jung Yunho!"

Namja tampan yang dipanggil Yunho itu tersenyum lebar sebelum kembali memeluk Yesung.

"Bagaimana kabarmu Yunho-ah? Kau ini benar-benar dongsaeng yang tidak tau diri. Menghilang tanpa memberi kabar pada kami dan sekarang kau muncul dengan banyak perubahan. Aigo~ bagaimana kau bisa berubah menjadi setampan ini?"goda Yesung ketika ia melepaskan pelukannya.

"Ei hyung, bukankah sejak dulu aku sudah tampan?"balas Yunho

"Kabarku baik. Bagaimana denganmu hyung?"

"Aku baik.."

Yesung melipat kedua tangannya didepan dada, menatap Yunho lurus dengan tatapan sedikit kesal. "Bocah ini benar-benar tau bagaimana caranya bersembunyi. Setelah menghilang selama beberapa tahun, apa yang membuatmu tiba-tiba muncul seperti ini, hm? Aku pikir kau sudah melupakan negara kelahiramu sendiri dan juga melupakan kami semua disini?"

"Ei..hyung.. jangan berkata seperti itu. Bagaimana mungkin aku melupakan kalian disini. Oleh sebab itu dalam perjalanan singkatku ini aku menyempatkan mampir untuk bertemu denganmu juga Leeteuk hyung.."

Namja manis itu pun langsung mengangkat satu alisnya "Eh? Tunggu dulu..apa maksudmu dengan perjalanan singkat?"

"Aku ke Korea bukan untuk kembali dan menetap hyung. Setelah beberapa urusanku disini selesai aku akan kembali lagi ke Amerika.."

"Ya~! Apa-apaan ini! Apa maksudmu dengan kembali ke Amerika? Apa kau sudah benar-benar melupakan kehidupanmu disini Yunho-ah?"

"Bukan seperti itu hyung..Aku tidak akan pernah melupakan semua yang sudah terjadi disini.."ucapnya pelan

Yunho tersenyum tipis sambil mengedarkan pandangannya kesekeliling cafe. Kembali mengingat semua kenangan yang pernah terukir disini. Ia akan selalu ingat akan omelan-omelan Yesung ketika dulu ia bekerja disini.

Ia ingat pertama kali ia datang kemari, ia tidak memiliki apapun. Bahkan tempat tinggal sekalipun. Saat itu, hanya bermodalkan tekad untuk bisa hidup mandiri ia memilih pergi dari sebuah panti asuhan yang selama hampir delapan belas tahun ia tempati. Dan sepertinya saat itu keberuntungan berpihak padanya, karena ia dipertemukan dengan seorang namja cantik bernama Leeteuk yang kala itu membutuhkan orang untuk bekerja di cafe miliknya. Dan disini jugalah awal ia bertemu dengan Yesung.

Katakan, bagaimana mungkin ia melupakan orang-orang yang sudah ia anggap sebagai keluarganya sendiri? Orang-orang yang selalu ada menemaninya, mendukungnya dan juga selalu mendengarkan semua kisahnya tanpa memperdulikan siapa dirinya.

Namja itu tersadar dari lamunan singkatnya dan kembali tersenyum pada Yesung "Oh ya, dimana Leeteuk Hyung?"

"Hyung..! Hyung! Leeteuk Hyung! Lihatlah siapa yang datang!"teriak Yesung antusias.

Beberapa menit kemudian pintu ruangan tepat dihadapan mereka terbuka dan menampakkan Leeteuk dengan senyum sumringahnya ketika ia mengenali sosok Yunho.

"Yunho-ah!"

Dan setelah itu, mereka bertiga pun seolah bernostalgia dengan waktu. Saling bertukar cerita dan saling menceritakan bagaimana kehidupan yang mereka jalani selama ini.

.

.

.

...

.

.

.

Dan malam itu, Yesung kembali terbangun ketika ia lagi-lagi mendengar igauan Kyuhyun. Kali ini ia memberanikan dirinya keluar kamar dan berdiri didepan kamar Kyuhyun. Mendengarkan setiap racauan yang tanpa sadar meluncur dari bibir namja itu.

Selama beberapa saat ia terus berdiri didepan kamar Kyuhyun dengan perasaan yang sulit ia artikan. Pikirannya mendadak kosong, melayang entah kemana. Ia sungguh tidak tau apa ini, tapi ia merasa ada sebuah beban berat menekan dadanya. Sakit? Ia rasa tidak, tapi ini lebih kearah yang menyesakkan. Seolah ia membutuhkan sebuah tabung oksigen hanya untuk membantunya bernafas.

Ceklek!

Kyuhyun muncul dibalik pintu dengan wajah penuh peluh. Namun seketika itu juga ia harus terkejut ketika mendapati Yesung berdiri didepan kamarnya seperti itu.

"hyungie?"

Yesung pun tak kalah terkejutnya. Tanpa sadar ia bergerak mundur beberapa langkah membuat Kyuhyun mengangkat alisnya bingung.

"Ada apa? Apa yang kau lakukan didepan kamarku?"

Yesung hanya menunduk, enggan menatap Kyuhyun "Sampai kapan kau terus hidup seperti ini Kyu..?"

"Apa maksudmu hyungie?"tanya Kyuhyun tak mengerti

"Kau masih bermimpi buruk? Apakah masih tentang wanita itu? Sampai kapan kau bisa menerima takdirmu itu Kyu?"tanya Yesung langsung.

Air wajah Kyuhyun mendadak berubah. Tubuhnya ikut menegang ketika Yesung menyinggung tentang 'wanita itu'.

"Kau tau apa Yesung-ah?"

Hati Yesung mencelos mendengar nada bicara dingin Kyuhyun padanya. Masih sama. Tak peduli bahwa ia adalah kekasihnya kini, rupanya semuanya masih sama jika sudah menyangkut tentang wanita itu. Kyuhyun berubah menjadi orang yang dingin.

Kyuhyun berjalan kearah dapur dan membuka lemari pendingin, mengambil sekaleng bir untuk ia tenggak.

"Aku tau tentang kau dan wanita itu.."ucap Yesung. Ia menarik nafas sedalam-dalamnya sebelum kembali membuka suaranya.

"Percayalah, ia memilih mengakhiri hidupnya seperti itu karena keinginannya sendiri, bukan karena kesalahanmu.. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri seperti ini Kyu.."

Krak!

Kyuhyun mengepalkan tangannya erat membuat kaleng bir yang ada dalam genggamannya tak berbentuk. Penyok. Tatapannya mengeras. Kilatan amarah kini terlihat jelas dikedua bola matanya.

"Diam Kim Yesung! Kubilang kau tau apa!"bentak Kyuhyun

Yesung memejamkan matanya sejenak, mencoba untuk menahan gejolak rasa sakit yang dengan telak menghantam dinding hatinya. Ia pun menghela nafas berat sebelum ia kembali membuka matanya dan berbicara.

"Sekarang aku bahkan ragu—"

"— apa kau benar-benar menganggapku kekasihmu? Apa aku juga tak berhak mengetahui masa lalumu? Jika memang seperti itu lalu kau menganggapku apa?"

Nafas Yesung tertahan. Ia merasakan panas dipelupuk matanya. Dan kini sedikit demi sedikit air menggenang didalam sana.

"Apa kau tau aku sakit melihatmu yang seperti ini? Apa kau tau aku juga merasa sakit ketika setiap malam aku selalu mendengarkan igauanmu tentangnya? Aku merasa tak berguna, tak bisa melakukan apapun untukmu dan dengan mudahnya kau menyuruhku diam?!"teriak Yesung tak tertahan.

Emosinya mulai tak terkendali. Menatap Kyuhyun dengan tatapan tajamnya, tak peduli bahwa kini bulir-bulir airmatanya perlahan mulai jatuh membasahi pipi chubby-nya sebelum akhirnya mengalir dengan begitu deras.

"Aku tidak akan pernah memintamu untuk melupakan wanita itu Kyu! Aku juga tidak akan pernah menuntut agar aku bisa menggantikan posisi wanita itu dalam hatimu! Karena aku tau aku tidak akan pernah bisa menggantikannya. Tapi bolehkah?—"

Yesung terisak pelan, ia menundukkan kepalanya dan kembali berbicara dengan nada suara yang semakin mengecil "—bolehkah aku meminta agar kau bisa berbagi denganku? Sesakit apapun rasanya itu bisakah kau membaginya denganku?"pintanya

Kali ini Kyuhyun yang terdiam. Tak bergeming. Juga tak bersuara. Tatapan yang tadinya mengeras sedikit demi sedikit melembut setelah ia lihat butiran bening itu meleleh dipipi namja manis ini. Tangisan yang seolah mampu melemahkannya. Membuatnya measa bersalah. Benarkah tanpa sadar ia sudah menyakiti hati namja ini?

Lalu sekarang apa yang harus ia lakukan? Benarkah kali ini ia benar-benar harus mulai melupakan semuanya demi namja manis dihadapannya ini?

Yesung tergugu. Terisak diposisinya sebelum akhirnya ia membalikkan tubuhnya hendak kembali masuk kedalam kamar.

Grep!

Yesung mematung saat tangan Kyuhyun memeluknya dari belakang. Erat. Beberapa kali Kyuhyun mengecupi pucuk kepalanya sebelum meletakkan dagunya dipundak namja manis itu.

Yesung hanya memejamkan mata, masih dengan tangisannya.

"Maafkan aku.."bisiknya lembut

"Sungguh maafkan aku.."

Kyuhyun menarik nafas sangat panjang sebelum kembali membuka suaranya.

"Tak seharusnya aku seperti ini...Aku akui, ketika aku bersamamu terkadang aku memikirkannya. Aku hanya belum sepenuhnya bisa melupakan dia.."

Tes!

Butiran itu kembali membasahi pipi Yesung. Sebuah kejujuran yang menyakitkan memang. Tapi mungkin baginya itu akan terasa lebih baik.

"Kalian berbeda. Aku sangat tau itu. Tapi jauh dilubuk hatiku, aku terkadang masih suka membandingkan antara kau dengannya. Apa yang dia sukai dan apa yang kau sukai"

"Dan aku tau ini salah. Maafkan aku.."

Tes!

"Mungkin benar apa katamu, aku hanya belum bisa menerima takdirku. Aku merasa ia pergi karena kesalahanku dan sialnya aku tak pernah tau bagaimana cara menghilangkannya dari hidupku. Andai kau tau aku juga tersiksa dengan semua ini.."

Tes!

"Aku ingin memulai suatu hubungan lagi. Dan aku ingin memulainya denganmu. Aku ingin bahagia bersamamu. Tanpa harus dibayangi masalaluku bersama dia.."

Yesung menelan ludahnya. Masih terus meneteskan butiran-butiran yang terasa menyesakkan itu. Membuat aliran yang tak bisa ia hentikan.

"Hyungie.."

"Bantu aku..bantu aku melupakannya..kau mau kan?"

Yesung terdiam cukup lama. Membiarkan dirinya terlarut dalam oleh kesedihannya sendiri. Sesungguhnya, tanpa namja itu meminta pun ia akan melakukan hal ini. Hanya saja...Ah, entahlah.. Perasaan ini begitu sulit hanya untuk diungkapkan.

"Aku tak pernah memintamu melupakannya Kyu, tapi jika itu yang kau inginkan. Melupakannya. Maka aku akan berusaha semampuku untuk membuatmu melupakannya. Dan mencintaiku tanpa ada lagi bayangan tentangnya dari hidupmu.."ucap Yesung dengan suara serak

Kyuhyun tersenyum tipis dibalik punggung Yesung. Ia membalikkan tubuh Yesung untuk menghadapnya, menatap lurus kedalam manik kelam yang selalu berhasil membuatnya tenang. Tatapan yang seolah menawarkan sebuah ketulusan.

Ibu jarinya bergerak menghapus aliran airmata yang masih mengalir, mengecup kedua mata namja manis itu dengan penuh kasih sayang.

"Terima kasih. Aku mengandalkanmu hyungie.."

"Aku melakukannya karena aku mencintaimu Kyu..Sangat.."

"Hm..aku tau hyungie..aku tau..."ucapnya lembut.

Walaupun masih tak ada balasan dari ungkapan perasaannya tapi Yesung tetap tersenyum. Tulus. Tidak mengapa jika namja belum bisa mengucapkan kata-kata cinta untuknya. Sungguh tidak mengapa. Setidaknya kini ia tau apa yang dirasakan namja itu terhadapnya.

Dan mulai sekarang ia bertekad pada dirinya sendiri. Ia akan berusaha semampu yang ia bisa untuk memupuk perasaan yang sudah Kyuhyun rasakan untuk dirinya. Berharap apa yang akan ia lakukan nanti akan berakhir indah untuknya. Yakni sebuah cinta yang tulus.

Yesung pun sedikit bergerak maju, meraih tubuh kekasihnya itu kemudian memeluknya dengan begitu erat.

.

.

.

...

.

.

.

Seperti hari-hari sebelumnya selama dua minggu terakhir, Yesung tengah disibukkan dengan kegiatan menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun ketika pagi itu ponselnya berdering.

"Yoboseo.."

"..."

"Yunho-ah.. ada apa pagi-pagi kau sudah menelpon?"

"..."

"Hari ini? Hmm.. kurasa aku tidak memiliki acara apapun hari ini selain membantu Leeteuk hyung di cafe.."

"..."

"Oh..kau mau mengajakku kemana?"

"..."

"Mmm...Ok, baiklah kalau begitu. Sejam lagi kita bertemu di cafe ya.."

"..."

"Ne, sampai jumpa disana.."

Klik!

Yesung terlihat berpikir sejenak sebelum ia memasukkan ponselnya kedalam saku dan kembali pada kegiatannya.

Grep!

Sedikit terlonjak kaget ketika ada sepasang lengan yang melingkar dipinggangnya.

"Ya~ kau mengagetkanku.."protes Yesung.

Kyuhyun hanya terkekeh pelan sembari mengeratkan pelukannya pada kekasihnya itu.

"Selamat pagi hyungie..."

Sedikit berniat menggoda, Kyuhyun berbisik seductive ditelinga Yesung membuat si namja manis bergidik geli.

Ting Tong! Ting Tong! Ting Tong!

Kyuhyun yang baru saja akan melancarkan serangan selanjutnya harus mendengus sekesal-kesalnya ketika suara bel apartemennya berbunyi.

"Aish, siapa yang berani-beraninya mengganggu pagiku seperti ini.."gerutunya

Dan kini giliranYesung yang terkekeh kemudian menghela nafas sedikit lega, ah..tampaknya ia harus berterima kasih pada siapapun yang datang itu.

"Hei ayolah, bukakan pintunya.."pinta Yesung

Dengan sedikit tak rela Kyuhyun pun melepaskan pelukannya, menyeret langkahnya malas kearah pintu. Dan semakin menekuk wajahnya ketika layar mesin penjawab itu menampakkan sosok sahabatnya.

Ceklek!

"Hai Cho!"sapa Donghae dan tersenyum penuh semangat saat Kyuhyun membukakan pintu untuknya.

Kyuhyun hanya memutar bola matanya saat melihat senyuman sahabatnya itu.

"Hai ikan.."balasnya malas sembari berjalan kearah sofa dan menghempaskan tubuhnya disana.

"Wow, aku pikir kau belum bangun Cho. Tapi—"

Donghae memilih tidak melanjutkan ucapannya. Sepertinya ada yang aneh disini. Tanpa Kyuhyun lihat namja ikan itu terlihat mengendus-enduskan hidungnya ketika ia mencium aroma masakan yang tentunya sangat jarang ia temukan diapartemen sahabatnya itu.

Ia pun mengurungkan niatnya untuk duduk. Lebih memilih mengikuti nalurinya mencari sumber dari mana aroma ini tercium. Sedikit ragu ia melonggokkan kepalanya kearah dapur dan langsung terlonjak kaget ketika ia menemukan orang lain di apartemen sahabatnya itu.

"Omo! Siapa dia?"kaget Donghae. Baru saja ia hendak memanggil Kyuhyun dan bertanya, Yesung sudah menoleh.

"Oh, itu kau Hae?"tanya Yesung santai. Tersenyum.

Donghae menatap Yesung tak berkedip "Ye-Yesung?"

"Kau kenapa Hae? Aku tidak terlihat seperti hantu kan? Kenapa melihatku seperti itu?"

"A-apa yang kau lakukan disini Yesung-ah? Ba-bagaimana bisa? Ka-kau dan Kyuhyun..."

Plak!

Kyuhyun dengan wajah tanpa dosanya hanya berjalan melewati Donghae dan mendudukkan tubuhnya didepan meja makan setelah sebelumnya ia melayangkan pukulannya ke kepala namja itu.

"Reaksimu itu terlalu berlebihan. Kemarilah duduk kita sarapan bersama.."

Yesung terkekeh pelan sembari meletakkan segelas susu dihadapan Kyuhyun.

Tapi Donghae masih belum bergeming. Terpaku ditempatnya. Pandangannya tak bisa lepas dari dua orang namja didepannya. Menatap mereka secara bergantian. Kemudian seolah tersadar dengan keadaan, ia pun langsung berteriak girang.

"Omo! Omo! Ini berita besar!"hebohnya sendiri. Bahkan ia hampir saja melompat kearah Kyuhyun. Dengan langkah semangat ia menghampiri Kyuhyun, menepuk-nepuk bahu namja itu.

"Ya! Cho! Kenapa berita besar seperti ini kau tidak menceritakannya padaku? Aigo~ akhirnya seorang Cho Kyuhyun melepas masa kesendiriannya!"

" Ini patut dirayakan Cho!"

"Yesung-ah! Kau benar-benar hebat! Akhirnya kau bisa meluluhkan hati manusia es seperti dia! Wow! Ini benar-benar hebat!" celoteh Donghae tanpa henti.

Melihat respon sahabatnya yang terbilang berlebihan itu, Kyuhyun pun hanya bisa memutar bola matanya malas "Aish..diamlah Lee Donghae.."

Donghae mengambil posisi duduk didepan Kyuhyun "Aku sungguh tidak tau kalau kau bergerak lebih cepat dariku Cho!"

Tapi kemudian wajahnya berubah sedikit murung. Ia pun menghela nafas sedikit kasar "Dan sekarang kau mendahuluiku.. Karena hingga sekarang namja yang bernama Eunhyuk itu belum juga menerima cintaku..huft"

"Yesung-ah~ tolong aku. Katakan pada sahabatmu itu kalau aku begitu tergila-gila padanya.."ucapnya sedikit memohon membuat Yesung langsung tertawa.

"Baiklah..Baiklah...Aku akan katakan hal itu padanya. Aku rasa asalkan kau mau memberinya segepok uang, aku pastikan dia pasti akan langsung menerima cintamu Hae..Haha.."tawa Yesung

"Ya~ Yesung-ah.."

Kyuhyun pun terkekeh melihat raut wajah sahabatnya yang tertekuk itu.

"Jadi kau sekarang mengakuiku bahwa aku lebih hebat darimu kan? Karena aku bisa mengalahkan seorang playboy sepertimu Tuan Lee"ucap Kyuhyun dengan smirk -nya.

"Hei! Tentu saja tidak! Lihat saja cepat atau lambat aku akan mendapatkannya!"

Lagi-lagi Yesung hanya bisa tertawa melihat pertengkaran kedua sahabat itu.

"Baiklah..kalian berdua nikmatilah sarapannya karena sekarang aku harus segera pergi.."ucapnya sembari meletakkan dua buah piring kehadapan masing-masih dari mereka.

Dengan cepat Kyuhyun menangkap pergelangan Yesung "Hei, kau mau kemana?"tanyanya langsung

"Kau lupa ini weekend? Tentu saja aku akan ke cafe Leeteuk hyung. Tapi berhubung seorang teman lamaku memintaku untuk menemaninya, jadi hari ini aku akan pergi bersamanya.."jelas Yesung

"Kemana? Siapa orang itu? Apa dia namja yang kau panggil Yunho itu?"

Donghae yang tengah menikmati sarapannya diam-diam tersenyum saat ia mendengar ada nada cemburu dalam suara Kyuhyun.

"Jangan cemburu. Dia bukan orang yang patut kau cemburui Kyu.."bisiknya pada Kyuhyun

Kyuhyun memilih tak menjawab. Ia hanya melepaskan tangan Yesung dan beralih pada piring nasi goreng dihadapannya. Menyuapkan kedalam mulutnya kemudian menguyahnya dengan sedikit kesal. Membuat Yesung harus tertawa melihat tingkah laku kekasihnya itu.

"Baiklah. Aku pergi dulu.. Kalian berdua baik-baiklah. Jangan selalu bertengkar seperti anak kecil..Mengerti?"

Donghae tersenyum sambil melambaikan tangannya "Hati-hati dijalan Yesung-ah.."

Kyuhyun sedikit melirik Donghae sebelum ia kembali menarik tangan Yesung dan berbisik ditelinganya "Hei, jangan coba-coba selingkuh dariku dengan si Yunho itu. Atau aku akan menguntit kemanapun kalian pergi.."ancam Kyuhyun yang lagi-lagi hanya ditanggapi senyuman dari sang namja manis.

"Ok..Ok..baiklah sayangku.. Aku pergi dulu. Bye~"pamit Yesung. Lantas ia mengecup singkat pipi Kyuhyun sebelum berlari dan menghilang dibalik pintu.

Donghae yang sejak tadi berusaha untuk tidak ikut bicara akhirnya mulai membuka suaranya "Aigo.. Inilah alasan kenapa aku begitu mempertahankan Kim Yesung saat itu Cho.. Aku tau kali ini aku tak akan salah menilai. Pilihanku tepat bukan? Dia benar-benar mampu merubahmu Cho.. "ucapnya dengan sedikit sombong.

"Diamlah ikan. Dan habiskan makananmu.."sewotnya.

"Tapi.. apa benar kau mencintainya?"nada suara Donghae kini terdengar serius.

Kyuhyun tak langsung menjawab. Untuk sesaat kedua sahabat itu hanya saling berpandangan satu sama lain hingga akhirnya Kyuhyun memilih kembali menatap piringnya yang sudah setengah kosong itu.

"Mungkin"

Donghae belum merubah air wajahnya, ia masih menatap serius kearah Kyuhyun. Mencoba untuk mencari suatu kejujuran dari sahabatnya itu.

"Aku bisa lihat dia sangat mencintaimu Cho.. Dan aku sungguh berharap kau juga mencintainya. Jangan sakiti dia .."

"Aku tau itu Hae. Apa kau berpikir aku akan menyakitinya?"

"Mungkin saja kan? Karena aku sudah seringkali melihatmu menyakiti hati orang lain Cho.."

Kyuhyun terdiam. Perkataan Donghae ada benarnya. Mungkin tanpa sadar ia sudah menyakiti hati banyak orang. Dan kini, ia bersungguh-sungguh ingin berubah.

"Hm, mungkin cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. Yang jelas sekarang aku menikmati hariku bersama Yesung. Dan aku merasa sangat bahagia saat aku bersamanya. Membuatku selalu ingin melindungi dan menjaganya..."

"Baguslah kalau kau berpikir seperti itu. Aku hanya ingin yang terbaik untuk sahabatku.. Dan Yesung juga bukan orang pantas untuk kau sakiti. Jika hal itu terjadi, mungkin suatu hari nanti aku bisa berbalik menjadi orang yang membencimu.."ucapnya masih dengan nada serius.

Mendengarkan ucapan Donghae mau tidak mau membuat Kyuhyun terkekeh "Baiklah..Tuan Lee Donghae yang bijaksana. Terima kasih untuk nasehat Anda.."godanya yang hanya mendapat sebuah dengusan dari si namja ikan itu.

Kedua sahabat itu pun kembali menyantap sarapan mereka yang sempat terabaikan itu. Tak lama berselang, Kyuhyun pun kembali berbicara.

"Hm.. Hae, apa kau tau ini hari apa?"

"Minggu"jawab Donghae asal

"Aish. Aku juga tau itu ikan!"balas Kyuhyun kesal.

"Ini hari ulang tahun Seohyun.."

Donghae pun langsung meletakkan kembali sendoknya "Ah, benar. Aku lupa. Lalu apa kau akan kemakamnya?"

"Hm..Dan mungkin—"

"—aku akan kesana untuk yang terakhir kalinya. Karena aku sadar aku tidak mungkin terus menerus memikirkan Seohyun. Karena seperti apa yang sudah kita bicarakan, aku akan menyakiti Yesung jika aku seperti ini bukan?"

Clap!

Donghae menepuk tangannya antusias, tersenyum lebar bahkan tatapan matanya tampak berbinar-binar "Wow! Wow! Lihatlah...! Seorang Kim Yesung rupanya benar-benar sudah merubahmu Cho! Ahhhhh...benar-benar berita besar abad ini! Aku akan mengajak Hyukkie untuk merayakan ini!"

Plak!

"diamlah ikan!"

.

.

.

...

.

.

.

Yesung mengerutkan keningnya dalam saat mobil yang ia naiki bersama Yunho semakin menjauh dari kata keramaian. Karena sejak setengah jam yang lalu hanya beberapa mobil saja yang ia lihat. Melewati jalanan yang sedikit menanjak dan berliku-liku. Memang tidak menyeramkan, malah ia seolah disuguhkan oleh pemandangan indah. Disisi kanan ia bisa lihat hamparan laut biru yang terlihat berkilauan dibawah sinar matahari sedangkan disisi kiri ia bisa lihat deretan hutan pinus yang tampak menyegarkan mata. Namun yang jadi masalahnya adalah untuk apa Yunho membawanya kemari?

"Sebenarnya kau akan mengajakku kemana Yunho-ah?" Yesung kembali membuka suaranya menoleh kearah Yunho yang dengan santainya mengemudi.

"Kau akan tau setelah kita sampai nanti hyung.."senyumnya

Yesung menoleh ke jok kursi belakang untuk melihat rangkaian indah bunga mawar yang Yunho letakkan disana."Lalu rangkaian bunga itu buat siapa? Kekasihmu? Apa sekarang kau akan mengenalkanku padanya?"

Lagi-lagi Yunho hanya tersenyum simpul. Tak banyak bicara.

"Hm, hari ini adalah ulang tahunnya. Dan aku ingin merayakannya bersama denganmu hyung.."

"Oh, benarkah? Hei, jika kau katakan sejak awal aku pasti akan menyiapkan sesuatu untuknya.."

"Tidak perlu hyung..Rangkaian bunga itu sudah cukup mewakilinya.."

Keduanya pun kembali terdiam. Yunho yang fokus pada jalanan didepannya sedangkan Yesung yang masih sibuk dengan pikirannya. Kekasih Yunho? Siapa? Bukankah namja itu selama ini tinggal di Amerika lalu bagaimana bisa dia memiliki kekasih disini? Apakah selama ini mereka berpacaran jarak jauh? Atau... mungkin kekasihnya itu juga sama sepertinya, sedang berada di Korea? Argh..entahlah. Ia sungguh tidak tau.

Tapi tunggu...bukankah seingatnya, Yunho dulu memang pernah memiliki kekasih? Karena sekali waktu namja itu pernah mengenalkan orang itu padanya. Namun sayang, ia tidak begitu mengingat siapa dan bagaimana rupa kekasihnya itu. Yang ia ingat kekasihnya itu adalah seorang wanita.

Apakah mungkin sekarang Yunho akan menemui gadis itu? Mmm, tapi sepertinya bukan, karena menurut cerita dari namja itu, gadis itu telah lama meninggal dunia. Dan itulah alasan Yunho memilih meninggalkan Korea kala itu.

Oh!

Tiba-tiba saja mata Yesung membulat. Dengan cepat ia menoleh pada Yunho. Ingin bertanya beberapa hal, tapi entahlah seperti ada sesuatu yang menahannya untuk bicara, ia pun mengurungkan niatnya. Sepertinya ia akan menunggu waktu yang tepat untuk menanyakan hal ini. Dan mungkin itu tidak sekarang.

Tapi... kenapa tiba-tiba saja jantung berdetak begitu cepat seperti ini? Takut. Berharap apa yang ia pikirkan salah.

Tidak mungkin.

"Kita sudah sampai hyung..Kajja kita turun.."ucapnya sambil membuka pintu mobil. Tak lupa membawa serta rangkaian bunga mawar itu bersamanya.

Yesung hanya menuruti instruksi namja itu padanya, mengikuti langkah panjang kaki Yunho dengan penuh tanda tanya dalam benaknya.

Deg!

Tapi langkahnya harus terhenti begitu matanya menangkap mobil ferarri merah tak jauh dari tempatnya sekarang. Mobil yang ia yakini milik Kyuhyun. Dengan cepat ia memandang kesekeliling namun tak ada yang ia temukan.

'Jika itu benar Kyuhyun, apa yang ia lakukan disini?'

"Ada apa hyung?"tanya Yunho ketika ia menyadari gerak gerik aneh Yesung.

"Oh..Tidak. Tidak apa-apa.."

Yunho tak menjawab. Ia hanya kembali melangkah meninggalkan Yesung dibelakangnya. Melalui jalan setapak yang semakin lama semakin menanjak. Hingga pada akhirnya mereka tiba disebuah padang rumput yang bisa dikatakan cukup luas itu. Dan seketika itu juga angin berhembus begitu kencang, menerpa wajah dan seolah membelai tiap helai rambut mereka.

Yunho menoleh pada Yesung dan tersenyum begitu ia merasa tempat yang menjadi tujuannya semakin dekat. Tak mengerti apapun Yesung hanya membalas senyuman Yunho dengan sedikit canggung.

"Kita hampir sampai hyung.."

"Oh..benarkah? Kau duluan saja, aku akan mengikutimu dari belakang.."

Yunho mengangguk dan kembali melangkahkan kakinya. Tapi belum jauh ia melangkah, ia terlihat seperti terpaku ditempatnya. Menatap lurus kedepan.

"Apa ini tempatnya Yunho-ah?"tanya Yesung saat sudah berada disamping Yunho. Tapi Yesung malah terlihat menaikkan alisnya ketika yang ia lihat hanya sebuah gundukan tanah yang ia yakini adalah sebuah makam. Dan seperti halnya Yunho, Yesung seolah ikut terpaku ditempatnya. Bukan karena gundukan tanah itu melainkan karena sosok lain yang kini tengah berdiri membelakangi mereka.

Punggung itu. Postur tubuh itu. Yesung mengenalnya. Dadanya bergemuruh hebat. Butiran keringat terlihat mengucur dari keningnya. Entahlah... kenapa ia merasa begitu takut sekarang. Tanpa sadar ia melangkah mendekati orang itu. Sedikit ragu saat akan menyentuh pundaknya.

"K-Kyu-ah.."

Namja itu menengokkan kepalanya, sedikit terkejut, sungguh tak menyangka bahwa ia akan menemukan sosok Yesung disana.

"hyungie..? A-apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau bisa tau tempat ini?"tanyanya sedikit gugup. Kemudian tatapannya bertemu dengan milik Yunho.

Yunho tetap tak bergeming. Raut wajahnya tampak mengeras. Menatap Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan. Seolah ada sorot kebencian disana.

Yesung memilih mengabaikan pertanyaan Kyuhyun. Dengan ragu ia menggeser sedikit tubuhnya untuk melihat nama siapa yang terukir dimakam itu. Dan benar saja seperti apa yang ia perkirakan...

Joo Seo Hyun.

Oh Tidak. Katakan ini tidak benar.

Yesung menggelengkan kepalanya tak percaya. Tiba-tiba saja ia merasa kepalanya berputar. Ia memejamkan matanya erat, ketika satu persatu memori mulai bermunculan dalam benaknya. Memaksanya untuk mengingat sesuatu.

.

Flashback : On

.

"Yesung hyung..perkenalkan dia kekasihku.."

"Ah, benarkah? apa dia gadis yang sama yang kau ceritakan padaku tempo hari? Teman kecilmu selama dipanti itu?"

"Tentu saja, dia orang yang sama hyung. Bagaimana? Dia cantik kan?"

"Aigo..bagaimana bisa gadis secantik kau bisa jatuh cinta pada namja seperti Yunho..Ckckck.."

"Ya~ apa maksudmu hyung?"

"Haha..aku bercanda Yunho-ah. Hai..perkenalkan aku Kim Yesung.."

"Anneyong Oppa, aku Joo Seohyun. Oppa bisa memanggilku Seo.."

"Tentu, senang berkenalan denganmu Seo.."

"Aku juga Oppa.."

"Hei hyung, jangan sampai kau jatuh cinta padanya.."

"Aigo~ Apa yang kau katakan? Kau pikir aku apa, hm? Mana mungkin aku jatuh cinta pada kekasih dongsaengku sendiri.."

"Haha.. baguslah kalau kau berpikir seperti itu hyung.."

.

.

.

"Hyung.. dia mencintai orang lain.."

"Siapa maksudmu? Seo? Kekasihmu itu?"

"hm.."

"Oh! Walaupun aku hanya sekali bertemu dengannya tapi aku lihat kalian saling mencintai. Bagaimana mungkin dia bisa mencintai orang lain?"

"Awalnya aku juga tak menyangka hyung.. Tapi aku memang merasa dia sedikit berubah akhir-akhir ini. Hingga akhirnya ia sendiri yang mengatakan padaku bahwa ia mencintai orang lain selain aku.."

"Apa kau tau siapa orangnya?"

"Aku memang tidak mengenalnya. Tapi aku pernah menemukan fotonya didompet Seo. Dia tampan. Dan juga terlihat seperti anak orang kaya. Tidak sepertiku"

"Hei, apa yang kau katakan Yunho-ah.. Apa yang salah dengan dirimu, hm? Mungkin dia hanya sedang jenuh denganmu.."

"Entahlah hyung.."

.

.

.

"Yunho-ah.. Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Seo?"

"Belum ada yang berubah hyung. Tapi kemarin aku memintanya untuk memilih.."

"Lalu apa jawabannya?"

"Dia mengatakan dia tidak bisa memilih. Karena ia sama-sama mencintai aku dan lelaki itu.."

"Aish! Kenapa dia begitu egois?! Kau harus membuat keputusan. Jangan menjadi lemah seperti ini.."

"Hm. Jika aku bukan yang ia pilih, tidak mengapa. Aku hanya ingin dia bahagia dengan pilihannya walau itu bukan aku. Tapi...jujur jauh didalam lubuk hatiku aku tidak ingin dia meninggalkanku dan aku juga tidak bisa melepaskanya begitu saja.."

"Oh Yunho..bagaimana mungkin dia tega melakukan ini padamu.."

"Selama sepuluh tahun kami menghabiskan waktu bersama di panti asuhan itu. Dan selama itu pula aku dan dia saling bergantung. Kami seolah tak bisa dipisahkan sampai ia bertemu dengan lelaki itu. Aku pikir dia tidak akan pernah menduakanku.. Tapi rupanya aku salah.. Kekayaan memang bisa merubah segalanya. Bahkan perasaan sekalipun.."

"Aku sungguh tidak tau harus berkata apa Yunho-ah.."

"Tidak hyung. Aku malah sungguh berterima kasih kau mau mendengarkan ceritaku.."

.

Flashback : Off

.

Mata Yesung terbuka dan membulat dengan sempurna. Tenggorokannya seolah tercekat. Bahkan wajahnya tampak pucat pasi. Ia menatap tak percaya kearah Kyuhyun dan Yunho yang masih terus berpandangan satu sama lain. Sambil bergumam...

"tidak mungkin.."

.

.

.

TBC

.

.

.


Hello everyone...

Aigo.. nampaknya ada beberapa reader yang mengharapkan ada NC disini..Hehehe.. tapi sorry bgt, aku ga bisa bikin NC :( tapi ya... mana tau kalau ntr tiba-tiba aku ada dapat wangsit bisa buat bikin NC..hihihi..

So, Bagaimana dengan chapter ini? Adakah yang bingung? Semoga ga ya... Untuk yang bingung mungkin semua masalah akan clear dichapter depan..atau dua chapter lagi..hihihi..

.

And i just want to say..Happy New Year Everyone~~~! Moga ada keajaiban Yesung beres wamil ditaun ini bukan taun depan..hihihihi

.

.

And the last..still mind to review readernim? ^^


BIG THANKS TO :

.

yoon HyunWoon; sisil li24; Liekyusung; BlackClouds's; CloudyBear; iwsumpter; angeljulianac; idda KyuSung; Vilsa SparkCloud; tety sinaga 9; nin nina; Jy; GaemCloud; TrinCloudSparkyu; rinny agustya; mels; ajib4ff; Cloud246; hijkLEETEUK; oneheartforsuju; Dewi CloudSparkyu; lisunhae cinjekor; SasaClouds; tinachalite saranghaejanggeunsuk; Harpaairiry; Guest; aKyuCloud; kyusung0324; ryani clouds; NdahCloudy17; Kropi; jessica clouds; Mukhaclouds; Yanie; babykyusung; nhellie2864; Jeremykim63424; Zeeza; kjwzz; Lukyuky; AegyaCrackCouple'SJ; yekyufa; Niiraa

.

Thank you sooo much..and see ya! ^^