CAP'BLOODS
RATE : T
DISCLAIMER : Naruto milik Masashi Kishimoto, sedangkan cerita ini milik saya, dan saya sudah ijin kok ke Pak Masashinya..
GENRE : Romance and Friendship.
WARNING : ide pasaran, abal abal, gaje, (miss) typo,OOC dan masih banyak lagi... (-.-)
SUMMARY : lalu, bagaimanakah kehidupan selanjutnya dari kedua grup setelah persaingan di mulai? Akankah tumbuh cinta di antara mereka?
Chapter 9
Esoknya Sasuke terbangun cukup siang. Padahal tingkah laku seperti ini sudah dilarang keras oleh ayahnya. Karena tindakan tersbut sangat tidak disiplin. Sasuke melihat jam wekernya '08.10'.
'shit' batin Sasuke kesal. Kelasnya sudah dimulai sepluh menit yang lalu, setelah mengacak ngacak rambut err- ayamnya itu, segera saja dia meyambar handuk dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tidak peduli dengan Anikinya yang kini melihat tingkah lakunya yang kekanakan tersebut. Itachi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu menutup kembali pintu kamar Sasuke.
Sebenarnya Itachi tadi berniat membangunkan Sasuke, karena dia dengar dari Shikamaru, Sasuke tidur cukup larut malam. Entah, mungkin jam 2 atau jam 3 pagi. Sambil menuruni tangga Itachi kenapa melihat Sasuke yang seperti ini seperti hiburan yang langka baginya. –memang sangat langka- mengingat bahwa Sasuke selalu tepat waktu.
.
.
Segera setelah semuanya siap, Sasuke segera berlari turun menuju lantai bawah, dan bersiap berangkat. Diruang tamu Mikoto seperti tengah menunggu kehadiran Sasuke. Saat Sasuke lewat, Mikoto segera menghadangnya lalu menyodorkan sepotong sandwich ekstra tomat –karena kesukaan Sasuke-. Sasuke pun segera menyambarnya lalu menggigitnya, sambil memasang sepatu kets putihnya itu. Mikoto pun hanya menggeleng gelengkan kepala.
"tindakanmu yang seperti itu seperti bukan dirimu saja Sasuke" seru Itachi, dari belakang punggung Sasuke. Kini dia tengah menyandarkan bahu kanannya sambil bersedekap. Yang di cemooh pun tidak peduli, lalu segera menegakkan tubuhnya dan mencium pipi kanan Mikoto, dan berlalu menuju garasi mengambil mobil sport Biru donkernya, yang telah diambilnya setelah pulang dari panti Asuhan itu. sekali lagi, Mikoto pun hanya menggeleng gelengkan kepala.
"kenapa dari tadi kau tidak membangunkannya Itachi?" tanya Mikoto lembut. Itachi pun hanya tersenyum, lalu segera merangkul pundak Ibunya tersebut, dan mengajaknya masuk menuju ruang keluarga. "ahh! Biarkan saja, salahkan dirinya sendiri yang tidur larut" jawabnya ringan.
"ngomong ngomong, apa kau tidak bekerja?" tanya Mikoto. "malas" jawabnya singkat. toh itu perusahaan nya sendiri, dan jika ada masalah, maka dia bisa mengurusnya sendiri.
.
.
Setelah memarkirkan mobilnya, Sasuke pun segera berjalan dengan tenangnya menuju kelas. Dia melihat kelasnya masih ramai. 'cih, untung gurunya belum datang' batinnya ringan. Dia pun segera membuka pintu kelas, dan mendapati Neji juga Shikamaru tengah duduk tenang di bangku mereka masing masing, sekali lagi Sasuke berjalan dengan tenang tidak menghiraukan pandangan memuja dari lawan jenisnya.
"tumben telat?" tanya Neji. Sasuke hanya diam tidak menghiraukannya. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas, dan tidak mendapati seorang gadis berambut pirang yang biasanya paling berisik diantara mereka semua.
" Naruto?" tanya Sasuke, Neji dan Shikamaru hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu, Sasuke pun hanya mengernyitkan alis. Mungkin hari ini dia membolos lagi, batin Sasuke positif.
.
.
Sedangkan kini Naruto tengah berdiri di tengah kota Paris, entah di bagian mana yang jelas kota Paris. Karena Naruto paling membenci untuk menghafal kota kota luar negeri. Terlalu rumit, pikirnya. Dia tengah memakai pakaian santai dengan sebuah kaus oblong tanpa lengan berwarna merahdan memakai aksesoris gelang gelang dan juga topi hitam dan merah tak ketinggalan kacamatanya yang kini tengah bertengger dengan manis dihidungnya yang mancung itu.
Dan di pundaknya kini tengah bergantungnya sebuah tas bermerk, yang bergayakan khas anak muda. Kini dia tengah menjadi model untuk sebuah tas, dan inilah dia, berjalan dengan santai, dan bergaya layaknya bad girl .
Entah sudah berapa kali dia di foto, dan berapa kali pula dia juga mendapatkan pujian. Wajahnya tetap datar dan dingin, saat disapa dengan bahasa Prancis yang tidak dimengertinya pun dia hanya tersenyum tipis lalu mendatarakan wajahnya lagi. Tidak jauh dengan Sasori, dai juga tengah mensposori sebuah jaket laki laki terkenal dan gayanya yang bad boy, wajahnya pun sangat mirip dengan Naruto, dia men-Stoic kan wajahnya, dan jika di sapa sama halnya dengan Naruto yang hanya tersenyum tipis.
"hei,Sasori" bisik Naruto. "Hn?" gumamnya menandakan dia mendengar. "bagaimana jika kita malam ini berjalan jalan?" tanya Naruto. Membuat Sasori meliriknya sekilas. "jalan?" ulang Sasori. Naruto hanya menganggukan kepalanya mantap. "kemana?" tanya Sasori singkat. "terserah kau, aku tidak begitu hafal dengan daerah Paris, mungkin kita bisa ke menara Eiffel, sudah lama kita tidak kesitu" jawab Naruto sambil menerawang.
"baiklah" jawab Sasori singkat lagi, membuat Naruto tersenyum lebar disela istirahatnya. Dan setelah 30 menit istirahat mereka pun kembali berpose berpasangan.
.
.
Sedangkan di tempat Sasuke, menghilangnya Naruto membuatnya bingung setengah mati. Entah kenapa dia merasa ada yang hilang, dan Sasuke juga merasa ada yang salah dengan dirinya. Bagiamana tidak, jika selama ini dia selalu berharap Naruto menghilang, maka hari ini pula dia berharap Naruto datang ke sekolah dengan suaranya yang cempreng itu. Saat dia mendatangi kelas Sasori pun, Sasori juga menghilang dan saat pergi ke kelas Hidan juga Deidara, mereka hanya mengangkat bahu tidak tahu.
"Naruto?" tanya Sasuke, "hilang" jawab mereka singkat. membuat Sasuke juga kesal karena jawaban mereka yang tidak masuk akal itu dan meneriaki namanya atau julukan khasnya 'Teme'. ke-empat teman Sasuke pun hanya bisa diam melihat perubahan Sasuke, hanya karena Naruto. Gadis biang onar –menurut Ice Bloods- super berisik, tidak kalah berisik dengan Kiba, dan paling suka memanjat pohon Sakura yang ada di belakang sekolah.
"kau... kenapa?' tanya Gaara pelan. Sasuke pun hanya meliriknya sekilas lalu membuang pandangannya ke arah langit yang sedikit berawan itu. dia pun hanya menghela nafas besar lalu menopang dagunya, membuat ke-empat temannya tambah bingung dengan perubahan Sasuke. Dia sangat diam kali ini.
Oke mungkin setiap hari dia memang diam, hanya saja diam nya yang ini lebih aneh. Dan tidak seperti biasanya, kebanyakan menghela nafas besar. Dan Naruto juga sudah menghilang selama 5 hari!
"ah! Biar kutebak. Jangan bilang karena Naruto?" tanya Kiba to the point, dan tepat sasaran, membuat semua temannya menoleh ke dirinya Sasuke. "Benar bukan!" tambah Kiba lagi. Mereka pun menoleh ke arah Sasuke, dan meminta kepastian dengan jawaban Kiba yang blak blakan itu.
Gengsi dari Uchiha yang kelewat setinggi langit itu membuat Sasuke tetap diam dan memutuskan untuk beranjak dari tempat mereka berkumpul, membuat ke-empat temannya bingung lagi. "mau kemana?" tanya Shikamaru, saat melihat Sasuke pergi beranjak dari mereka.
"pulang" jawabnya singkat.
"Jika kau bingung masalah Naruto, kini dia sedang ada pemotretan di-"
Bahkan sebelum Kiba melanjutkan, Sasuke sudah menghilang di tikungan untuk ke gerbang depan sekolah mereka.
"-Paris" lanjutnya pelan.
Mereka pun hanya bisa mendesah pelan. Sepertinya dugaan Kiba benar sekali kali ini. Ditambah dengan fakta bahwa Sasuke pergi meniggalkan mereka karena menghindar dengan pertanyaan Kiba itu.
.
.
Entah setan apa yang merasuki Sasuke hingga sebingung inikah tanpa Naruto yang entah tiba tiba menghilang kemana bersama kembaran nya yang menyebalkan itu. eh ralat keduanya sama sama sangat menyebalkan pikir Sasuke. Tapi tanpa Naruto Sasuke juga bingung sendiri. Mau ngapain dia? Pikirnya bertanya tanya.
Bodohnya, dia baru menyadari kalau kenapa tidak dari tadi dia berusaha untuk menelepon ponsel Naruto, segera saja dia mengambil ponselnya yang ada di dashboard mobilnya dan segera menghubungi ponsel Naruto.
Nomor yang anda tuju sedang tidak dapat dihubungi
"Kuso!" marahnya sambil memukul setir mobilnya yang tidak bersalah. Jengkel karena ponsel Naruto tidak aktif. Entah kenapa dia juga bingung, terasa sangat jengkel jika ponsel Naruto benar benar tidak bisa dihubungi. Berkali kali dia mencobanya, tetap tidak bisa dihubungi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumah dan bermain game di rumah sampai entah, sampai kapan. Hingga dirinya benar benar bosan.
.
.
Malamnya, Naruto dan Sasori pergi berjalan jalan mengelilingi kota paris. Lampu lampu di jalan benar benar cocok dengan angin musim panas yang kini sedang terjadi di Paris. Saat mereka keluar hotel, mereka sudah mengenakan penyamaran. Seperti biasa, Naruto dan Sasori tidak akan ketinggalan dengan aksesoris favorit mereka. Naruto dengan topi nya yang berwarna hitam, dan Sasori dengan jaketnya yang berwarna abu abu. Mereka berjalan jalan layaknya sepasang kekasih yang sedang mabuk asmara. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
Naruto menunjuk nujuk sebuah lampion yang berbentuk sebuah mawar, lalu tertawa bersama Sasori. Di tangan mereka yang satunya, memegang sebuah cup coffee. Mereka benar benar seperti sepasang kekasih, ooh. Sasuke, sedangkan dirimu ber-galau ria karena hilangnya Naruto. Bahkan gadis itu tidak memikirkanmu sama sekali. #poor Sasuke.
Mereka berdua kini tengah berdiri di sebuah pinggir jalan, tepat di bawah menara Eiffel. Menara yang sangat terkenal di Prancis. Lampu kuning yang menghiasi setiap sudut di menara tersebut menambah nilai keindahan yang di miliki menara tersebut. Tanpa ragu Naruto menyodorkan sebuah kamera digital kearah Sasori, lalu tersenyum cerah.
"bisa potret aku?" tanyanya. Sasori pun mengangguk, dan segera memotret Naruto. Pakaiannya yang berwarna biru, dan celana jeans berwarna Hitam, serta perhiasan gelang gelang karet yang memiliki bandul yang kini tengah bertengger dengan manis di tangan kiri Naruto.
Lalu entah kenapa Sasori tiba tiba memberhentikan salah satu pejalan kaki yang ada disitu, dan berbicara dalam bahasa Prancis. Orang tersebut hanya mengangguk angguk, lalu segera meraih kamera digital yang disodorkan Sasori. Sasori pun segera berlari mendatangi Naruto, lalu segera mengambil pose. Wajahnya hanya tersenyum tipis sambil merangkul bahu Naruto yang lebih kecil dari dirinya. Naruto yang menyadari bahwa dirinya akan di potret segera memeluk pingang Sasori dan tersenyum cerah.
JPREET
Sebuah foto berlatar belakangkan Eiffel berhasil diambil. Dan saat itu pula Naruto merasakan kepalanya berdenyut denyut keras, dia memegang kepalanya disaat Sasori mengambil kameranya, ketika Sasori berbalik sambil tersenyum. Senyum itu lekas pudar melihat adiknya merintih kesakitan sambil memegang kepalanya itu, dari hidungnya juga tampak sebuah cairan merah. Reflek dia belari dan menghampiri Naruto yang siap terjatuh kapan saja itu.
"sebaiknya kita pulang ke rumah sakit sekarang" katanya khawatir. "ta-tapi Nii-chan.."
"tidak ada kata tapi, kau tidak sehat". Naruto yang tahu perkataan Sasori sudah tidak bisa dibantah, akhirnya menurut saja, dan mereka pun segera menuju ke tempat mobil sewaan mereka diparkiran dan segera melesat menuju RS terdekat.
.
.
"Sasuke sudah malam kau tidak ingin makan malam?" teriak Mikoto dari bawah. Sasuke hanya bisa berdecak dan segera meniggalkan komputernya yang kini tengah menyala itu. entah mengapa, dia merasakan firasat yang buruk mengenai Naruto, sejak tadi dia menunggu Naruto menghubunginya. Tapi Nihil, bahkan ponselnya tidak bergetar sedikitpun. Dia memukul tembok di sampingnya sebagai pelampiasan kekesalannya.
Ada apa dengan dirinya?
Ada apa dengan Naruto?
Apa peduliku?
Apa peduli Naruto?
Siapa diriku?
Siapa pula Naruto?
Dan yang paling mengesalkannya adalah
Kenapa aku memikirkan Naruto? Bahkan gadis itu tidak menghubungi ponselku sedikitpun!
Hampir saja dia membanting ponsel kini tengah di genggamnya, menghela nafas besar lalu meletakan ponselnya di meja komputernya. Akhirnya dia memutuskan untuk turun menuju lantai bawah dan makan malam bersama keluarganya, walau sedikit terlambat. Mereka sepertinya tidak ingin menyinggung masalah sekolahnya, karena sejak pulang cepat tadi muka Sasuke benar benar menunjukan hawa 'jangan-tanyakan-apapun-padaku'. Makan malam yang terjadi pun berlangsung sangat sunyi. Itachi yang menyadari gelagat aneh dari Sasuke hanya bisa melihatnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
Setelah selesai dengan makanannya, Sasuke segera berdiri dan pergi tanpa mengucapkan apapun. Benar benar seperti sebuah robot. Itachi pun segera berpamitan mengejar Sasuke, yang kini pasti sedang berada di ayunan taman belakang. Itu tempat favoritnya ketika dirinya dan Sasuke sedang dilanda masalah yang bagi mereka berdua cukup menyebalkan.
Dan tebakan Itachi benar. Kini Sasuke tengah berayun, sambil menengadahkan pandangannya ke langit yang malam itu cerah, terlihat bintang bertaburan di mana mana. Itachi pun berjalan dan segera menghampiri Sasuke yang sepertinya tidak sadar dengan kehadirannya.
"apa ada masalah?" tanya Itachi to the point. Sasuke pun hanya melirik nya sekilas lalu bergumam "Hn".
"kau bisa menceritakannya padaku" jelas Itachi. Tidak ada tanggapan sedikitpun dari Sasuke. Membuat Itachi mendesah kecewa. Jika sudah seperti ini maka dirinya harus menebak apa yang menyebabkan adik laki lakinya bisa sampai seperti ini.
"apa ada masalah tentang temanmu?" tanya Itachi, dan di jawab gelengan singkat Sasuke. "fansmu? Atau Haters mu?" tanya Itachi bertubi tubi, dan tetap saja dijawab gelengan oleh Sasuke. "apa ada masalah dengan taruhan mu? Apakah Naruto melanggar aturannya?" tanya Itachi lagi.
'Naruto' nama tersebut entah kenapa sekarang terdengar sangat sensitif di telinga Sang Uchiha Bungsu tersebut. Reflek Sasuke menoleh ke arah Itachi ketika mendengar nama Naruto. Membuat kedua alis Itachi naik.
"apa? Aku benar? Apa ini ada hubungannya dengan taruhanmu? Aah.. atau.. dengan Naruto hm..?" tanya Itachi dengan seringai menggodanya. Sasuke hanya mendengus lalu membuang muka ke arah langit. Membuat Itachi sedikit terkekeh. Gengsi seorang Uchiha itu sangat tinggi, sehingga ia mengerti Sasuke tidak akan bercerita sebelum dia memancingnya dulu.
"ah! Ngomong ngomong bukankah hari ini jadwalmu menjadi budaknya, dari tadi aku juga tidak melihat Naruto sama sekali berkeliling di sekitarmu saat kau pulang pagi" kata Itachi memulai.
"dia hilang"
"hilang? Apa maksudmu?" ulang Itachi.
"sejak pagi"
"jadi karena Naruto menghilang kau menjadi seperti ini?" tanya Itachi. Membuat Sasuke bungkam, tidak mengiyakan atau tidak menolak. Membuat Itachi semakin yakin dengan pertanyaan nya itu.
"ohh! Apa dia tidak mengatakan sesuatu? " tanya Itachi lagi. Sasuke tetap bungkam. Dia hanya mengeluarkan poslenya lalu melihat layarnya sekali lagi. Kosong, tidak ada pemberitahuan sedikitpun.
"ck! Tak kusangka hanya karena seorang gadis, kau bisa seperti ini? Padahal dulu dengan Sakura kau tidak sampai sebegininya" katanya sambil berdecak kesal, kagum juga sih. Tak menyangka efek Naruto sampai segini dalamnya. "sebenarnya kau itu mau apa?" tanya Sasuke datar, dan menyiratkan ketidak tertarikan dengan media pembicaraan Itachi.
Itachi hanya mengangkat Bahu cuek, lalu ikut mendongak menatap bintang dan bulan sabit yang ada dilangit. "hanya heran dengan sikapmu hari ini, itu saja. Dan kurasa kau juga tidak akan bisa membohongiku bukan?" tanyanya santai. Sasuke tahu, sangat tahu maksud dari kata 'bohong' itu apa. Dia tidak akan pernah bisa mengelak dari fakta bahwa Kakaknya lah yang paling mengerti dirinya.
"yah, kau tau.. sepertinya aku sudah mulai tertarik dengan gadis aneh itu" ucapnya datar. Itachi hanya diam tidak merespon membiarkan Sasuke mulai bercerita. "tapi entah kenapa dari tadi aku merasakan firasat buruk dengan pirang itu" lanjutnya datar.
"kenapa kau tidak menelepon Sasori?" tanya Itachi. Sasuke hanya mendengus dan tidak menjawab. Ah dari dengusan itu bukankah kau sudah tau apa jawabannya Itachi? 'tidak-akan!'
Sebenarnya Itachi tau dimana Naruto sekarang, hanya saja dia ingin adiknya merasakan bagaimana ditinggalkan oleh orang yang dicintai. Toh, Sasuke juga akan mengejar cintanya dengan caranya sendiri. Jadi ia berpikir untuk membantunya disaat genting sekali.
.
.
Kini Sasori tengah berdiri di depan UGD rumah sakit yang entah namanya apa, sejak di mobil Naruto hanya merintih kesakitan dan darah dari hidungnya semakin mengucur dengan deras. Membuat Sasori yang ada disitu semakin panik. Dengan kecepatan diatas rata rata, Sasori berhasil menemukan sebuah rumah sakit dengan jarak 150 km dalam waktu err- 10 menit. Raja jalan raya.
Dan dengan sigap dia menggendong Naruto di punggungnya, dia segera berlari kedalam rumah sakit dan berteriak emergency. Para suster ang mendengar teriakan Sasori segera berlari kearahnya dengan tergopoh gopoh. Mereka yang tidak mengenali Sasori karena ditutupi dengan tudung jaketnya hanya bisa mengernyit. Takut jika Sasori teroris.
Sasori pun menjadi geram karena pelayanan yang sangat lamban dan mereka malah melihat ke arah Sasori akhirnya membuka tudungnya dan terlihatlah bassist dari Capwave, membuat semua orang disitu terperangah. Sasori berteriak dalam bahasa inggris cukup lantang.
"please help my sister! She's sick now!"
Tentu saja teriakan tersebut membuat mereka semua terkejut. Sasori seperti Singa yang kalap, pandangan matanya sangat tajam, dan siap menerkam siapapun juga. Liar seolah Singa yang sedang mencari rusanya yang berkeliaran. Suster disitu pun segera berlari sambil membawa sebuah tempat tidur dorong, dan membawanya ke UGD. Saat mereka mendorong Naruto ke UGD, suster suster tersebut sempat terpana dengan ketampanan yang dimiliki oleh Sasori, bahkan disaat wajahnya yang panik itu. Didepan pintu UGD Sasori tidak boleh masuk kedalam. Yah, terpaksa dia menuruti kemauan para anggota medis disitu. Dan dia hanya bisa berdoa diruang tunggu untuk keselamatan kembarannya.
Disaat dia tengah serius berodoa sebuah suara membuatnya menoleh.
"Sasori.."
Suara kalem dan berat itu memanggil Sasori dan matanya membalak kaget melihatnya kini dalam balutan pakaian pasien, dan kepalanya diperban.
TBC
A/N:
Hoyya.. ayo ayo siapa yang bisa nebak yang manggil Sasori itu? cowok apa cewek hmm? #sok misterius #dibakar. Ch ini nggak begitu panjang ya.
Ah, oke deh lupakan yang diatas.. ini apdet ch 9 ya... Dan yang berharap Naruto tidak sakit keras, oke sepertinya permintaan di cancel. Tapi jangan pikir Naruto sakit macem macem deh, ch depan udah ketahuan kok Narutonya sakit apa.. mungkin sih (?) atau ch lainnya. Entahlah, ikutin aja. baiklah, tanggapan kritik dan saran flame juga boleh. Typo? Ntar kalo ada lagi maaf lagi juga. Paling labil (?) masalah itu.. ._. wkwkwkwk XD.
Riview yak!?
