Loving You

Author :

Anisaaa

Rate :

M

Category :

Yaoi/BL, family, lil angst, Smut, drama, Childish!Grumpy!Min

Cast :

- Lee Sungmin

- Cho Kyuhyun

- Other cast

Summary:

Sungmin terjebak dalam pernikahan yang tidak diinginkan bersama seseorang bersama Cho Kyuhyun. Namja kaku yang menurutnya sangat-sangat pabbo. Sangat-sangat menyesal mengapa ia berakhir dengan suami bodoh seperti Kyuhyun yang bahkan tidak bisa mengelap kaca.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

DISLIKE? GO AWAY!

ENJOY~

.

.

"Cho Kyuhyun!"

"YA! CHO KYUHYUN!"

Namja tinggi yang berjalan beberapa meter di depan namja bertubuh berisi itu bergeming. Mengabaikan panggilan―teriakan―dari sosok namja yang kesusahan menyamai langkahnya. Bertemu dengan musuh sekaligus orang yang telah menorehkan cerita pahit di masa lalunya membuat suasana hati Kyuhyun benar-benar memburuk untuk malam ini.

"Cho Kyuhyun!" kali ini tidak dengan teriakan, hanya dengan nada tajam dan menusuk. "Berhenti kubilang!"

Seketika langkah Kyuhyun terhenti, menoleh ke belakang memandang sosok istrinya yang menatapnya penuh kebencian. Tak membutuhkan waktu lama hingga namja bergigi kelinci itu berdiri tepat di depannya.

"Wae?" tanya Kyuhyun dengan nada dan raut muka yang datar.

"Mwo? Kau bilang kenapa? Tsk!" Sungmin menghela napas panjang. Menahan hasrat untuk mendorong namja di depannya hingga kepalanya terbentur tiang teras rumah mereka.

Suasana menjadi hening. Hanya terdengar suara deru napas masing-masing. Kyuhyun jengah, ia membalikkan badannya dan hendak berlalu dari pandangan sang istri yang suasana hatinya sama buruknya dengannya.

GREP

Sungmin mencengkram siku suaminya, menahan langkah namja tinggi itu lalu membalikkan badannya agar berhadapan dengannya dengan kasar.

"Beraninya kau…!" desisnya tajam disertai tatapan nyalang dari kedua foxy eyesnya.

DUAGH

"ARGH!"

Pukulan telak diterima Kyuhyun di tulang kering miliknya. Sungguh, bohong jika ia bilang ini rasanya tidak sakit. Jangan lupakan bahwa istrinya itu jago bela diri di balik image fanboy, manja, dan kekanakkannya.

Sementara itu yang menjadi tersangka pemukulan tersenyum puas karena aksinya sukses menumbangkan lawan. Melihat Kyuhyun mengaduh kesakitan seraya memegangi tulang keringnya dan dengan wajah tak berdaya seperti ini adalah kebahagia tersendiri untuknya. Namun senyumnya dibalas dengan tatapan―sok―mengerikan oleh Kyuhyun.

"Mehroooong~" ledeknya puas dan berlalu bergitu saja dari hadapan sang suami yang dalam keadaan mengenaskan.

"AHAHAHAHAHAHA"

Sungmin tertawa terpingkal-pingkal, berguling-guling di atas karpet bulu yang digelar di depan tivi, mengabaikan kemejanya yang makin kusut. Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan sebelum tragedi tendangan tadi dan di mobil saat perjalanan pulang menemui Siwon. Ah iya, Siwon. Memikirkan Siwon membuatnya kembali mengingat Kibum. Namja salju dengan pipi yang minta dicubit.

"Lee Sungmin…"

Sungmin menghentikan tawanya dan menoleh ke arah namja yang baru saja menyebut namanya. Wajahnya dingin dan datar. Ia sebisa mungkin menyembunyikan rasa gugup dan takutnya dengan balas menatap namja itu tajam.

Sungmin bangun dari tidurnya. "Wae? Mau kupukul lagi, hah?" tantangnya.

"Kau―"

"Apa?" selanya―sok―berani. Kini dengan tubuh yang berdiri angkuh di hadapan suaminya. Kepalanya sedikit mendongak karena Kyuhyun memang lebih tinggi darinya.

"Kenapa sulit sekali mengaturmu, hm?"

Sungmin mengerenyit bingung.

"Membiarkanmu memuja Siwon bukan berarti aku akan diam saja ketika kau ikut-ikutan memuja kekasihnya" ucap Kyuhyun dingin.

"Ya! Tuan Cho Kyuhyun yang terhormat. Sadarlah… memang kau siapa?" balasnya sengit.

"Aku? Aku suamimu, Lee Sungmin. Kau lupa, hm?"

Sungmin sedikit gelagapan. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Menghela napas gugup sambil mencari balasan yang setimpal dari ucapan Kyuhyun barusan. Kalah dalam perang mulut dengan namja seperti Kyuhyun tidak ada dalam kamus seorang Lee Sungmin.

"Itu―Itu bukan urusanmu! Tuan Presdir yang terhormat, apa kau sadar kalau kau sudah melanggar kesepakatan, hm? Hanya sekedar mengingatkan… mencampuri urusanku, itu kesalahan fatal" Sungmin menyeringai. Hatinya loncat-loncat kegirangan karena yakin kalau ia akan menang telak.

Rahang Kyuhyun mengeras. Ia mencengkram lengan kiri Sungmin kuat, bahkan ia bisa melihat jika istrinya itu mati-matian menahan rasa sakit di cengkramannya. Namja keras kepala seperti istrinya itu pasti tidak mau dianggap lemah dan kalah dalam hal seperti ini.

SRET

Sungmin melepas paksa cengkraman kuat suaminya. Kedua matanya mulai memanas, namun sebisa mungkin ia tahan. Ia harus menang kali ini, itu obsesinya. Menghela napas panjang untuk melepaskan rasa aneh yang tiba-tiba bersarang di dadanya dan mulai melanjutkan perang mereka.

"Berhenti mencampuri urusanku, Cho!"

"DAN BERHENTI MEMBUATKU CEMBURU, LEE SUNGMIN!"

Sungmin terkesiap. Jujur, ia agak terkejut. "Persetan dengan cemburumu itu! Pergi sana, urusi saja yeoja bodohmu itu!" balasnya.

Dan kini gentian Kyuhyun yang terkejut. Ia menatap Sungmin penuh tanda tanya. "Yeoja?" tanyanya bingung.

"IYA! Pergi sana ke Kanada! Jemput yeoja bodohmu itu! Menikahlah dengannya! Dan biarkan aku mencintai StepUp!"

"Maksudmu―Seohyun?" tanya Kyuhyun ragu.

DUAGH

―satu pukulan di lengan kiri

"IYA! PERGI SANA!"

DUAGH

―satu pukulan di dada

"JANGAN PEDULIKAN AKU!"

DUAGH

―satu pukulan di lengan kanan

"AMBIL SEOHYUNMU!

Kyuhyun terpaku. Mengabaikan rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya akibat pukulan 'expert' istrinya. Jadi…. selama ini? Sejurus kemudian, ekspresi bingung itu berganti dengan seringai mengerikan.

"Aa… jadi kau cemburu?" pertanyaan telak. Sungmin berhasil bungkam.

Namja kelinci itu menolehkan wajahnya ke sana kemari dengan tatapan mata yang gugup. Mirip anak sekolah yang ketahuan mencuri di supermarket. "Jangan mengalihkan pembicaraan, Cho!" ucapnya dingin.

Kyuhyun menghela napas lelah lalu memegang kedua pundak istrinya. "Sungmin-ah, dengar… kau boleh menyukai siapapun asal bukan Kim Kibum"

"Wae? Kalian punya masa lalu yang 'menyenangkan'?" selidik Sungmin.

"A-ah. A-a-ani!"

"Jadi begitu ya… kalian mantan kekasih. Baiklah, aku mengerti"

"YA! DENGARKAN AKU DULU!"

Sungmin terperanjat. Ia menyipitkan kedua matanya, menatap namja yang berdiri di hadapannya tajam. "Kau membentakku? Aku kan meninggikan suaraku, Cho!"

"Ya―ya. Baiklah, maafkan aku okay? Aku dan Kibum―"

"Aish, aku sudah mengerti. Kalian mantan kekasih, itu tertulis di matamu"

"Bukan, maksudku kamu―"

"Ck..ck. ternyata kau ini playboy juga ya, Cho. Jadi… siapa saja yang pernah menjadi kekasihmu, hm? 20 orang? 50 orang? Atau 100 orang?"

"Sungmin-ah, tidak seperti it―"

"Sekarang aku mengerti kenapa yeoja bodoh itu meninggalkanmu ke Kanada. Ah, kalau hal yang tidak menyenangkan itu terjadi, aku harus pergi ke mana? New York? Austria? Ah Belanda sepertinya cukup bagus"

"Stop! Sekarang dengarkan aku" Kyuhyun menghentikan ocehan panjang istrinya. Menatap dalam kedua mata namja yang lebih pendek darinya. "Aku akan menjelaskan semuanya suatu saat nanti, jadi berhentilah membuat spekulasi sendiri, arrachi?"

Sungmin tersenyum merendahkan seraya melepas pegangan Kyuhyun di pundaknya. "Eunhyuk benar, kau memang brengsek, Cho!" dan berlalu dari hadapan namja yang memasang ekspresi kaget.

.

.

Flashback

Kibum tersenyum menang, memandang sosok di hadapannya dengan wajah yang mengejek. Namja itu, Cho Kyuhyun, dengan wajah menyedihkannya tak berdaya membalas ekspresi mengejek dari saingan terberatnya yang hampir dalam segala bidang.

"Cho Kyuhyun. 3-1. Pewaris Daenim Group. Putera kebanggaan Presdir Cho yang namanya tidak pernah absen dari surat kabar ekonomi itu kini terlihat sangat sangat… menyedihkan"

"…."

"Ini yang terakhir kalinya. Menyerahlah, Cho"

"…"

"Kau sudah memiliki segalanya. Jadi kini dan nanti, relakanlah kemenanganmu untukku. Tidakkah itu mudah? Kenapa kau serakah sekali, Cho Kyuhyun"

Kibum berlalu. Menyisakan sosok Cho Kyuhyun yang nyaris memiliki segalanya―kalau saja beberapa di antaranya tidak direbut oleh Kim Kibum―terpaku di koridor deretan kelas dua yang terasa sepi, karena sekolah memang sudah bubar satu jam yang lalu. Memandang sendu punggung sempit namja berkulit seputih salju yang berjalan menjauh darinya.

Namja yang menarik perhatiannya sejak kedatangannya setahun yang lalu. Memperkenalkan diri sebagai murid pindahan dan memamerkan senyum dingin yang memikat seorang Cho Kyuhyun yang terkenal jenius itu. Namja yang selalu berhasil mengalahkannya. Tidak peduli seberapa keras Kyuhyun mengejarnya.

"Kyuhyun-ah…"

Suara Changmin, teman karibnya yang sama jeniusnya dengannya, membuatnya kembali ke dunia nyata. Hanya Changmin yang mengerti hal yang sebenarnya. Hanya Changmin yang mengerti mengapa ia begitu terobsesi merebut kembali kemenangannya dan mengalahkan Kibum. Hanya Changmin yang mengerti.

"Ayo, pulang. Kau butuh istirahat" ajak Changmin lembut.

Shim Changmin. Satu-satunya teman Kyuhyun yang mengerti mengapa Kyuhyun terlihat begitu gugup ketika berdekatan dengan Kibum. Satu-satunya teman yang mengerti mengapa Kyuhyun menjadi pihak yang resesif setiap bekerja sama dengan Kibum. Satu-satunya teman yang tahu mengapa Kyuhyun paling anti berbicara dengan Kibum. Dan satu-satunya teman yang tahu bahwa Kibum… cinta dalam keheningan milik sahabatnya, Cho Kyuhyun.

"Changmin-ah, harapanku… pupus sudah"

"Hey.. Hey, jangan melankolis begini, Kyu. Kau bisa mengejarnya lagi di Universitas nanti" Changmin menepuk-nepuk punggung sahabatnya.

"Kenapa sulit sekali? Taruhan ujian kelulusan ini, aku hanya memintanya menjadi kekasihku selama satu hari. Kenapa harus dia yang menang, Min"

"…."

"Dia menempati juara pertama. Itu artinya dia menang. Apa kau lupa, waktu itu dia bilang jika dia yang menang maka aku harus menghilang dari hidupnya selama 5 tahun. Itu artinya, aku tidak mungkin bisa satu universitas dengannya"

"Aku mengerti. Aku mengerti, Kyu" balas Changmin. "Mencintai orang seperti Kibum memang tidak mudah. Aku paham itu… tapi setidaknya selama 5 tahun itu bisa kau pergunakan untuk memperbaiki diri"

Kyuhyun tersentak kaget. "Maksudmu aku masih kurang sempurna?"

"Tentu saja. Mungkin, Kibum menolakmu―"

"Dia tidak menolakku, Min. tidak sama sekali" ralat Kyuhyun

"Maksudku, menolak secara langsung. Mungkin itu karena kau selalu bertingkah bodoh di depannya"

Kyuhyun bingung. Bodoh?

"Ya, bodoh. Ketika berbicara dengannya, kau tiba-tiba menjadi gagap. Garakanmu jadi kaku sekali. Kau tahu, kau terlalu terlihat salah tingkah di depannya. Dan mungkin itu hal yang memalukan untuknya"

"…"

"Sekalinya kau bersikap normal, itu ketika kau marah-marah dengannya. Namja manis mana yang mau punya pacar pemarah, hm?"

"Tapi aku tampan, kaya. Aku nyaris sempurna" bela Kyuhyun

"Nah, yang barusan ini menambah nilai minusmu di mata Kim Kibum. Sombong" tandas Changmin dan Kyuhyun bungkam.

Flashback end

.

.

Kyuhyun tersenyum miring mengingat masa-masa SMAnya. Ia masih berbaring di tempat tidurnya dengan Sungmin yang bergelung nyaman di balik guling yang menjadi pembatas sejak mereka tidur seranjang.

Di kepalanya, ia terbayang-bayang akan wajah Kibum semalam. Namja itu tidak banyak berubah. Kulit salju, bibir, pipi, dan senyumnya masih sama. hanya saja sekarang Kibum terlihat lebih trendy dengan balutan pakian bermerk sebagai penunjang image kekasih Siwon, salah satu dari 5 monyet-monyet pujaan istrinya.

Ia berguling ke samping, menyingkirkan guling yang menghalangi pemandangan paginya. Wajah manis istrinya. Mendekatkan tubuhnya dan mengeliminasi jarak di antara mereka.

CHU

Bibir tebal itu sukses menyentuh bibir kissable milik namja kelinci yang masih terbenam nyaman di alam mimpunya. Sedikit melumatnya pelan, sebisa mungkin mengontrol intensitas gerakannya. Ia tidak ingin berakhir dengan selangkangan ngilu hasil korban matrial arts milik istrinya.

Merebahkan tubuh istrinya menjadi telentang di bawahnya, masih dengan kedua bibir yang saling bertaut. Puas dengan bibir, beralih pada leher mulus tanpa cacat seorang Lee Sungmin dengan aroma bayi yang menguar kuat dari sana. Menggoda Kyuhyun untuk mencium dan memberikan jejaknya di sana.

"Engh" Sungmin mengerang pelan. Tidurnya agak terganggu dengan sesuatu yang lunak dan basah menyapu permukaan lehernya.

Kyuhyun melancarkan aksinya dengan tangan yang kini mulai merayap di balik piyama milik Sungmin. Mencoba mencari-cari sesuatu―nipple―yang selama ini membuatnya penasaran akan rasanya. Perlahan, namja tampan itu membuka satu demi satu kancing piyama hingga bagian dada milik istrinya tersingkap. Memperlihatkan tonjolan mungil berwarna merah muda dan sedikit kecoklatan yang menggoda iman. Oh astaga, sesuatu di kakinya mulai menegang sepertinya.

"Nghh"

Sungmin lagi-lagi melenguh pelan dengan kedua mata yang masih terpejam yang lunak tadi kini menjilati dan menghisap pucuk dadanya. Memberikan sensasi aneh sekaligus geli yang membuat tidurnya terasa semakin tidak nyenyak.

"Anghh"

Manik foxy itu mengatup erat merasakan gelombang kenikmatan yang tiba-tiba ketika sesuatu menggenggam miliknya di bawah sana. Sungmin sudah sadar dari tidurnya, namun ia masih enggan membuka matanya. Dalam kepalanya, namja kelinci itu masih berpikir apa yang terjadi dengan tubuhnya saat ini.

Dan ketika sesuatu yang mirip seperti tonjolan dengan tekstur yang keras digesekkan dengan pelan pada miliknya, sontak kedua mata yang semula mengatup erat itu terbuka lebar diiringi dengan lenguhan nikmat dari bibir kissable Sungmin.

Onyx dan foxy bertemu. Masing-masing hanya mengerjapkan matanya bingung dan kaget. Kyuhyun menghentikan aktifitasnya dan Sungmin mematung di bawah kuasa suaminya. Otaknya masih memproses tentang sesuatu yang baru saja terjadi.

"OMO!"

BRUGH

Punggung dan bokong sang namja tampan sukses mencium keras dan dinginnya lantai marmer kamar itu. Sungmin tidak sempat menghardik Kyuhyun yang baru saja melakukan pelecehan seksual terhadapnya. Namja kelinci itu buru-buru masuk ke kamar mandi. Meninggalkan debuman keras dan Kyuhyun yang mengaduh sakit.

.

.

.

"Cho Kyuhyun sialan! Brengsek! Mesum!"

Sungmin mengumpat heboh untuk namja yang kini sedang berada di kantornya. Tenggelam dalam tumpukan berkas-berkas yang harus ia pelajari. Sementara itu dua orang di depannya menatapnya penuh kebingungan.

"Aish, Min! Berhenti mengumpat, kau membuat nafsu makanku hilang" Ucap Eunhyuk.

PRANG

Sungmin membanting sumpitnya. Tidak memedulikan pengunjung cafe yang kini menatap aneh ke arahnya. "Lee Eunhyuk, kalau kau tahu yang sebenarnya aku yakin kau akan melakukan hal yang sama. atau mungkin kau malah akan membunuh si brengsek itu!" terangnya berapi-api.

"Memangnya apa yang dilakukan playboy itu padamu, Minnie-ya?" tanya Eunhyuk santai. Kembali sibuk menyuapi kekasih ikannya yang duduk berdempetan dengannya.

"Aku menjadi korbannya!"

"Korban apa, Min?" tanya Eunhyuk malas.

"PELECEHAN SEKSUAL!"

Dan kini semua mata benar-benar tertuju ke arah Sungmin. Donghae yang merasa malu langsung membungkukkan badannya untuk meminta maaf pada pengunjung café. Sementara itu Eunhyuk terperangah tak percaya.

"Setelah marah-marah karena aku terhipnotis keimutan Kibum, pagi harinya ia melakukan yang tidak-tidak kepadaku saat aku masih tidur. Dasar Cho sialan!"

"Eh, apa? Kibum?" Donghae menyahut.

Sungmin mengangguk semangat. Ia tersenyum senang ketika menyebut Kibum. "Iya, Kibum. Kekasihnya Siwon-ku. Kalian tahu, ternyata dia sangat imut. Ah seandainya saja Sungjin bisa semanis Kibum"

"Kim Kibum, maksudmu?" tanya Donghae memastikan.

"Um! Wae? Kau mengenalnya?" selidik Sungmin.

"Jangan bilang kalau Kibum itu mantan kekasih Kyuhyun?" tebak Eunhyuk yang membuat dada Sungmin entah mengapa menjadi berdebar keras.

"Ah, bukan" jawab Donghae. Sungmin menghela napas lega. "Saat SMA aku tidak dekat dengan Kyuhyun. Yang aku tahu mereka rival"

"Rival?" tanya Sungmin bingung.

"Ya, saingan. Dalam hal apapun, termasuk prestasi" jawab Donghae lalu menyeruput espressonya, "Kalau dari isu yang beredar sih, katanya Kyuhyun sempat jatuh cinta pada Kibum" sambungnya

DEG

Tubuh namja kelinci itu menegang dan pandangannya seketika menjadi buram. Jatuh cinta? Seorang Cho Kyuhyun pernah jatuh cinta sebelumnya? Apa Donghae ini bercanda. Dari awal pertemuan mereka, Sungmin mengira Kyuhyun sosok yang kuat, dingin, dan tidak mengerti tentang cinta sebelum bersamanya. Jadi, dia bukan yang pertama? Loh, kenapa dadanya sesak? Kenapa ia merasa sedikit… kecewa? Kenapa?

.

.

TBC

.

.

Maaf pendek.

Jadi udah ngerti kan kenapa Kyu dulu gagap gituu. nah sembuhnya itu karena dia sempet ikut terapi psikologi pas di Denmark. Yah pokoknya kayak gitulah haha :D

Kenapa yang kemarin-kemarin nggak dimasukkin ke rate T? jawabannya adalah karena saya nggak nyaman aja kalo pindah-pindah rating.

Kyuminnya udah banyak belum? Semoga nggak kecewa yaaa :)

Thanks for reading and keep review pleaseeeee :3

November 23, 2013