Title : buku persahabatan (xiuhan)

Disclaimer : member exo milik tuhan dan orang tua mereka

Warning : BL (shounen-ai), typho, DLDR, OCC

Sumarry : sebuah buku merubah kehidupan kim minseok, diadaptasi dari anime natsume yuujinchou


happy reading~


"disini" sehun nenunjuk kearah yang ia gunakan untuk menyelinap masuk "cepatlah" lanjutnya

"tunggu" ucap luhan, membuat yang lain menghentikan langkahnya, luhan melihat kearah tao dan dia mengangguk "mereka disini" lanjut luhan dan menarik minseok mendekat luhan

"apa maksudmu?" tanya minseok

"kim jongin ada disini" terang luhan

"tao" ucap kris

"ya"

"waspadalah, jangan sampai lengah"

"kalian tidak bisa keluar dari sini" sosok kim jongin keluar dari salah satu sudut ruangan, dan sepuluh orang telah mengepung mereka berlima

"hati-hatilah, orang bernama jongin dapat mengontrol tubuh orang lain" ucap minseok

Seringai muncul diwajah jongin "kau benar sekali, baby min"

Perempatan muncul didahi luhan "YAAA jangan seenaknya menyebut nama orang!"

"itu bukan masalah karena dia akan menjadi milikku, serang mereka"

Sehun dan minseok menghindar dari perkelahian itu, luhan berhadapan dengan lima orang sekaligus, membuatnya harus fokus pada lawan didepannya. Dengan cepat luhan dapat mengalahkan lawanya, namun tenaganya cukup terkuras dan nafasnya mulai tidak teratur. Sial, mereka cukup hebat, pikir luhan.

Jongin yang dari awal mengamati luhan, sekarang melihat luhan tengah kelelahan maka pengawasannya mulai menurun, membuatnya memfokuskan target pada luhan

Kenapa tubuhku tidak bisa aku kendalikan, pikir luhan. Dan dia mulai berbalik kearah tao, bersiap untuk menyerang tao

Jongin tersenyum.

Sedang tao melawan dua orang tidak menyadari luhan yang mendekat, luhan megarahkan cakar tajamnya

"tao!" kris berlari kearah tao, dia melihat sesuatu yang aneh pada luhan

"AAHH!" cakar tajam luhan mengenai tangan kanan tao, dan kris langsung menghadang serangan luhan selanjutnya

"kau kenapa HAH?!" ucap kris

"aku tidak tau, tubuhku bergerak sendiri" ucap luhan

luhan melompat kebelakang, dan berbalik melihat kearah minseok "tidak.." tubuhnya tidak mau mengikuti keinginannya

"lu.." ucap minseok melihat luhan menuju arahnya, ada sesuatu yang aneh pada luhan

"kris, lakukan sesuatu! Cepat!" teriak luhan, dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika melukai minseok

JLEBB

Darah segar menetes diatas lantai "trima kasih" luhan tersenyum dan menatap kris yang berdiri didepannya, dengan tangannya yang memegang pisau yang menancap di perut luhan

"LUHAN!" minseok berlari menghampiri luhan yang kini tidak sadarkan diri didekapan kris "tidak..luhan!"

"kim jongin, kau licik sekali" kris melihat kearah jongin,tatapan penuh amarah yang ditujukan pada jongin sama sekali tidak digubrisnya

"aku anggap sebagai pujian" senyuman penuh kemenangan tercetak jelas diwajahnya, tapi salah satu anak buah jongin menghampirinya, membisikkan sesuatu "kalian beruntung, hari ini kalian aku lepaskan tapi jangan harap besok kalian bisa lolos" lanjut jongin dan dia berjalan masuk kedalam kediamannya diikuti orang-orang yang tadi mengerang minseok dan lainnya.

"luhan.. buka matamu.."

"minseok tenanglah" ucap sehun, tapi ucapanya tidak didengar minseok dia hanya meperhatikan luhan

"kita harus keluar dari sini dan mengobati luka luhan dan tao"

.

.

.

.

"minumlah" ucap sehun dan meletakkan secangkir teh hijau di tangan minseok

"terimakasih" minseok tersenyum, terlihat sangat dipaksakan

"yaa, wajahmu aneh saat tersenyum seperti itu"

Minseok mempoutkan bibirnya "aku tidak aneh"

"tenang saja, sekarang kris sedang mengobati luhan"

Minseok mengangguk, dan meneguk teh hijau yang ada ditangannya

"kau benar-benar menyukai luhan?" ucap sehun

"ti-tidak" tanpa minseok sadari rona merah menyebar diwajahnya

"eh~ kau tidak bisa menyembunyikanya dariku"

Minseok mengangguk "tapi duniaku dan luhan berbeda" wajah minseok kembali murung

KLEEKK

Suara pintu di buka, kris telihat keluar dan minseok yang melihatnya langsung menghampiri kris

"bagaimana keadaan luhan?"

"keadaanya sudah setabil, tapi dia belum sadarkan diri" kris megelus surai minseok "masuklah"

Minseok masuk keruangan yang digunakan kris untuk mengobati luhan, melihat luhan yang terbaring di kasur dengan perut yang dililit perban

"lu.." minseok memegang tangan luhan. Dingin.

skip

"minseok, sudah larut sebaiknya kita pulang" ucap sehun

"tapi bagaimana dengan luhan?"

"biar dia disini, aku akan menjaganya" ucap kris "aku antar kalian pulang" lanjutnya

"tidak apa-apa, kami bisa pulang sendiri" ucap minseok,

"setidaknya biarkan tao menemani kalian sampai rumah"

"ehm.. baiklah" ucap minseok dan saat akan keluar dari rumah kris, tao telah mengunggunya di samping pintu. Minseok dapat melihat lengan tao yang diperban karena terkena serangan luhan

"aku harap kau memaafkan luhan"

"tenang saja ini hanya luka kecil dan saat luhan menyerangku itu bukan kemauannya jadi ini bukan salahnya"

"kajja" ucap sehun

.

.

.

.

"pagi" ucap baekhyun saat melihat minseok duduk ditempatnya

"ne" jawab minseok sekenanya, sekarang dalam benaknya hanya luhan yang sedang berbaring lemah di rumah kris

Baekhyun menatap chanyeol "dia kenapa?"

"molla, mungkin dia sakit?" jawab chanyeol sekenanya

"ta-.. kris.. dia benar-benar pindah di sekolah kita? Bahkan satu kelas dengan kita, benarkan channie?!" kata-kata yang ingin baekhyun katakan langsung menguap saat melihat kris masuk kekelasnya dan duduk didepan minseok

Kris melihat kearah baekhyun dan chanyeol "apa kalian teman minseok?"

"iya, kita teman minseok, kris-ssi" ucap baekhyun setenang mungkin, jika sekarang kris tidak didepannya, baekhyun pasti dia sudah melompat kegirangan karena seorang artis terkenal mengajaknya berbicara dan sekarang sekelas dengannya

"tidak usah seformal itu, kita seumuran dan kalian bisa memanggilku kris"

"baik" bisa ditebak untuk seharian ini baekhyun tidak akan berhenti tersenyum karena terlalu bahagia melihat kris, tapi berbeda dengan chanyeol yang merasa kris sebagai saingan karena baekhyun terus memperhatikan kris

PLETAAKK

PLETAAKK

"aaah~"

"YAA kalian, kembali ketempat duduk kalian, sebentar lagi guru datang" ucap suho

"ah ketua kelas kau sangat mengganggu" gerutu baekhyun

Suho tidak memperdulikan ucapan baekhyun "dan kris-ssi kau bisa duduk dibelakang dua beagal ini"

"baik" kris mengambil tasnya dan sebelum berdiri, dia sedikit menunduk dan berbicara pada minseok "luhan baik-baik saja, tao menjaganya jadi jangan terlalu dipikirkan" ucapanya lirih dan hanya dapat didengar minseok

Minseok menggangguk "ya"

"selamat pagi" ucap pak choi saat memesuki kelas

"pagi pak"

"sepertinya pindah sekolah sedang sangat digemari, karena beberapa kali ada murid pindahan kesekolah kita dan hari ini juga kelas kita kembali kedatangan murid pindahan" pak choi memanggil seseorang untuk masuk "kemarilah dan perkenalkan dirimu" lanjutnya

Seorang namja, bersurai hitam pekat dan berkulit tan, tidak tampak seperti orang korea yang pada umumnya berkulit putih, dia berjalan ketengah kelas, sedikit membungkukan badan dan tersenyum, membuat seisi kelas terpesona dengan ketampanannya tapi tidak dengan minseok dan kris. "perkenalkan aku kim jongin, semoga kita bisa berteman"

"baiklah jongin, kau bisa duduk di samping kris"

"ne" jongin berjalan menuju tempat duduknya, dan dia menyeringai saat melewati minseok

"baiklah kita lanjutkan pelajaran minggu kemarin, buka buku halaman 105" perintah pak choi

Jongin duduk di samping kris, "kau, apa sebenarnya tujuanmu" ucap kris dan jongin sama sekali tidak merasa terganggu dengan tatapan benci kris dan jongin membuka bukunya seakan tidak ada kris disampingnya

"lihat saja sendiri, dan aku sarankan kau jangan mengganggu" ucap jongin tanpa melepaskan pandangannya dari papan tulis yang mulai penuh coretan pak choi

Skip

"tugas ini harus kalian kumpulkan minggu depan" ucap pak choi mengakhiri pelajaran pertama

Jongin menutup bukunya "jadilah anak penurut dan duduk disini dengan tenang" jongin berdiri hendak melangkah kearah minseok

"ya, berengsek, tunggu" tanpa kris sadari tubuhnya terikat oleh tali yang dapat dilihat oleh orang-orang yang bisa melihat hal-hal gaib "sial sejak kapan dia mengikatku"

"hai baby min" jongin duduk disebelah minseok, tangannya merangkul pundak minseok dan berbisik "dimana pengawal kecilmu? Apa dia baik-baik saja?"

"apa pedulimu, kau yang membuat luhan terluka" ucap minseok sinis

"hahaha, benar" jongin menghentikan tawanya, wajahnya lebih serius " ikut denganku"

"tidak-" minseok berdiri badanya berjalan mengikuti perintah jongin, "kau menggunakan kekuatanmu, kau licik sekali" minseok melihat kearah kris memberikan tatapan minta tolong tapi kris hanya duduk di bangkunya

Tangan Jongin masih setia diatas pundak minseok, dia mengikuti arah pandang minseok "owh dia, hari ini dia akan menjadi anak yang penurut dengan duduk disana" jongin mendekatkan wajahnya kearah minseok "sekarang tidak akan ada yang mengganggu kita, baby min" seringai tercetak jelas diwajah jongin

.

.

.

.

"YAAA! Berhenti!"

Luhan beberapa jam yang lalu telah sadar dan dia bersikeras ingin menemui minseok, tao yang di disuruh kris untuk menjaga luhan kewalahan menghadapi sifat keras kepalanya.

"luhan, kau harus istirahat" tapi luhan tetep bangun dari tempat tidurnya, mencari baju yang bisa ia pakai

Luhan hendak keluar kamar, tapi tangannya dipegang tao "kau masih sakit"

"aku harus pergi, perasaaanku tidak enak, ini mengenai minseok" luhan menatap mata tao, berusaha meyakinkannya "kau tentu tidak akan diam saja saat kris dalam bahaya kan?, aku juga sama jika hal itu menyangkut minseok"

Tao melepaskan genggamannya "aku tau kau menyukai kris" tao hanya menundukkan kepalanya, sebenarnya dia masih ragu dengan perasaanya pada kris

"aku akan baik-baik saja,terimakasih sudah menjagaku"

"tentu," tao mengangkat tangannya menepuk pundak luhan untuk memberi semangat

"tanganmu, maafkan aku. Tanganmu terluka"

"lupakan, ini hanya luka kecil. Kau akan kesekolah kan? Aku ikut, kris juga ada disana"

Luhan tersenyum "kajja"

.

.

.

.

Tidak ada yang tahu jika luhan dan tao adalah mahluk gaib kecuali minseok, kris dan sehun. Sementara ini tao juga merubah wujudnya menjadi manusia dan mengikuti luhan kedalam sekolah.

BRAAAKKK

Suara pintu di buka dengan keras, sebagian siswa yang ada didalam kelas minseok menoleh melihat pelaku yang membuka pintu, sedangkan si pelaku –luhan sama sekali tidak memperdulikan tatapan itu, dia mencari minseok tapi dia tidak melihat minseok, dan hanya ada kris yang sedang dikelilingi oleh para fansnya. Luhan dan tao menghampiri kris "pergi kalian semua!" suara dingin yang dikeluarkan luhan membuat para fans kris kabur meninggalkan kelas dan kini hanya ada mereka bertiga

"dimana minseok!" ucap luahn tidak sabar

"kris, kau baik-baik saja?" tao yang melihat badan kris diikat dengan tali yang manusia tidak dapat melihatnya, dan tao segera melepaskan ikatan itu

"kim jongin. Dia membawa minseok" terang kris "aku tidak tau kemana dia pergi" lanjutnya

"KRISS!" sehun datang dengan nafas yang memburu, "luhan, tao kalian disini?"

"ada apa?" ucap kris

"ak-aku melihat minseok dengan seseorang yang mirip jongin, mereka kearah belakang sekolah"

"sial!" luhan langsung berlari menuju belakang sekolah

Sehun memandang kris "apa yang aku lihat benar-benar kim jongin?"

"ya. Sebaiknya kita susul luhan sebelum dia mengamuk disekolah ini" usul kris

.

.

.

.

"dimana buku itu" tangan kokoh itu perlahan mengusap surai hitam minseok. "katakan" kini tangan itu menengang dagu minseok, membuat minseok sedikit mendongak karena tinggi badan yang berbeda

"hanya dalam mimpimu" ucap minseok dingin. Ingin sekali minseok melepaskan tangan itu, tapi apa daya dia masih dalam pengaruh jongin sehingga dia tidak bisa bergerak semaunya.

Belakang sekolah yang sepi dari murid-murid bahkan saat istirahat membuat jongin bebas menggunakan kemampuannya, selama ini jongin hanya menggunkan kekuatannya saat dia bertugas menjadi pengusir mahluk gaib dan selain itu dia hanya siswa biasa bahkan cenderung tertutup dari lingkungan. Kekuatan yang dimiliki jongin, ia dapat dari bakat yang diturunkan oleh ayahnya dan didikan keluarganya yang keras.

"ah bagaimana jika kau bergabung dengan klanku, maka kau tidak akan kesepian" tawar jongin

"bukan aku yang kesepian tapi kau"

"aku? Hahaha jangan bercanda"

"aku tidak bercanda, dan aku tau karena aku dulu juga kesepian, dikucilkan karena bakatku"

Jongin menarik kerah baju minseok dan dia mulai terpancing ucapan minseok "kau ingin dihajar owh?!"

"ucapanku benarkan?" jongin semakin mengeratkan tarikan pada kerah minseok dan membuat minseok mulai terbatuk, kehilangan oksigen "hu-uk"

"kau sama sekali tidak tau tentang kehidupanku!" triak jongin

"kau hanya ingin balas dendam pada mereka yang telah membuatmu seperti ini?" cengkraman tangan jongin mulai mengendur. Tebakanku benar, pikir minseok.

Flashback on

"ya jongin, cepat kemari" beberapa anak kecil sedang bermain disalah satu rumah, hanya jongin yang masih didepan halaman rumah.

"masuklah" ucap yang lain

"tidak mau" jongin kecil bersikeras tidak mau masuk

"kau kenapa?"

"itu" tangan jongin menunjuk kearah belakang teman-temannya "aku takut, ada orang menyeramkan dirumahmu"

Mereka melihat kebelakang "tidak ada siapa-siapa"

"dasar pembohong!"

"tidak, aku tidak berbohong"

"sudah biarkan saja dia, kami tidak akan berteman dengan orang yang suka berbohong. Pergi sana!"

"tapi aku tidak bohong" sosok yang dilihat jongin berjalan mendekatinya "tidak pergi sana, jangan mendekat"

Teman-teman jongin menatapnya dengan pandangan yang aneh karena jongin tiba-tiba berteriak entah pada siapa dan berlari seperti dikejar sesuatu. Sejak saat itu, berita tentang jongin yang selalu berbicara tidak benar mulai menyebar dan membuatnya dikucilkan.

.

.

.

.

Tok..tok..tok..

"ayah" jongin kecil berdiri didepan pintu ruang kerja ayahnya "ayah didalam?" jongin tidak berani membuka pintu ruang kerja ayahnya, karena ia dilarang untuk masuk. Ayah jongin merupakan orang yang keras dan tidak segan untuk menghukum jongin jika ia melakukan kesalahan.

Srekk..srekkk...srekkk...

"ayah~ jebal jawab aku" sejak beberapa jam lalu jongin mendengar suara-suara aneh dan membuatnya terbangun ditengah malam, sedang sekarang rumahnya sepi, "ayaaahh!" suara itu semakin mendekat tapi jongin tidak melihat siapapun. Jongin memberanikan diri memegang kenop pintu dan membukanya

KLEEEKK

Tidak dikunci. Pikir jongin. Dia pun masuk dan segera menutup pintunya.

"tidak terdengar" jongin terduduk didepan pintu, berusaha menahan menstabilkan jantungnya, setelah beberapa saat jongin duduk disana, rasa kantuk mulai menghampiri dan membuatnya mulai terlelap.

Skip

"bangun!" tubuh kecil jongin diguncang cukup keras membuatnya harus membuka matanya. Didepan jongin sekarang berdiri ayahnya

"sudah kubilang jangan masuk keruangan ini"

jongin menundukan wajahnya takut melihat tatapan marah ayahnya "tapi tadi malam ada suara yang menakutkan.."

"apa yang kau dengar?!"

"ayah juga mendengarnya kan?" mata jongin kecil mulai berkaca-kaca berharap ada seseorang yang dapat memahami apa yang dia rasakan "benarkan ayah?"

Tatapan ayah jongin mulai melembut, dan berjalan mendekati jongin, berjongkok untuk menyamakan tinggi dengan jongin "sekarang mandilah dan kita akan sarapan"

"he'um" jongin mengangguk dengan semangat, ketakutan jongin akan kemarahan ayahnya telah menghilang dan dia berlari menuju kamarnya

Skip

"apa yang terjadi tadi malam" ucap ayah jongin setalah selesai sarapan, dan sekarang mereka berdua berada dalam ruang keluarga, ibu jongin telah meninggal saat berusaha melahirkan jongin, sehingga dirumah yang besar ini hanya ada jongin dan ayahnya serta beberapa orang pembantu. Tapi sering kali orang asing entah itu teman atau rekan kerja ayahnya datang dan hanya keluar masuk tempat kerja ayahnya, sempat jongin mendengar desas desus tentang pekerjaan ayahnya yang berhubungan dengan hal gaib tapi ia tepis jauh-jauh.

"aku mendengar suara aneh tapi setelah masuk keruang kerja ayah suara itu tidak terdengar lagi" jongin menatap wajah ayahnya, untuk melihat apa yang akan dikatakan ayahnya, "dan juga aku sering melihat orang-orang yang menakutkan" jongin takut jika ayahnya juga akan menjauhinya dan menganggapnya aneh seperti teman-temanya. Tidak dia tidak mau karena sekarang yang ia miliki hanya ayahnya.

Ekspesi ayah jongin sangat tenang, tidak menunjukan ia percaya atau tidak dengan ucapan jongin "apa maksudmu seperti ini?" ucap ayah jongin, dan beberapa mahluk yang dengan bentuk yang sangat menakutkan mucul dibelakang ayah jongin dan mendekati jongin

"AAAHHH!" jongin menutup matanya, badannya bergetar ketakutan "ayah mereka disini" jongin kecil mendekat dan memeluk ayahnya

"buka matamu dan hadapi ketakutanmu" ayah jongin melepas pelukan jongin, dan menyeret jongin ke gudang yang berada di belakang rumah

"ayah.. aku aku takut" tangisan jongin mulai terdengar begitu tau tujuan ayahnya dan berharap ada seseorang yang membantunya tapi para pembantu disana hanya dapat melihat tuan muda mereka menangis

BLAAAAMMM!

Pintu besar gudang tertutup dengan keras, "ayah! Buka pintunya! Aku takut!"

Gudang belakang rumahnya adalah salah satu tempat yang jongin kecil takuti, jongin sering mendengar dan melihat hal-hal aneh jika disekitar sana.

"ayah! Mereka disini! Tolong aku hiksss...hiks... aku takut!"

Ayah jongin menulikan telinganya dan berjalan masuk kedalam rumah, seakan tidak terjadi apa-apa

"ayah!"

"ayah!"

"AYAAAAHHH!"

"JANGAN MENDEKAT! PERGI KALIAN! AAAHHHH...!"

"HIKS,...HIKS,..."

.

.

.

Esok harinya ayah jongin membuka gudang itu dan menemukan jongin yang sudah tidak berteriak dan menangis, keadaanya cukup mengenaskan dengan tangan yang terluka karena berusaha membuka pintu gudang

"hadapi ketakutanmu dan kau dapat mengendalikan mereka" ayah jongin berjongkok dihadapan jongin tapi jongin tidak menjawabnya dan tatapanya kosong menerawang kedalam gudang itu

Sejak kejadian itu, jongin kecil yang ceria berubah menjadi pendiam dan selalu menghindar dari keramaian, setalah pulang sekolah ayahnya selalu membuatnya melatih bakat yang dia miliki.

Flashback off

"hentikan perbuatanmu atau kau akan semakin terjebak, aku tau yang kau rasakan, aku dapat membantumu untuk melepaskan bebanmu itu"

jongin tidak mejawab perkataan minseok, dari wajahnya terlihat seperti ia tengah memikirkan sesuatu

"kita bisa berteman dan memulainya kembali" lanjut minseok

"teman?! Aku muak dengan kata itu" jongin kembali mengeratkan cengkramannya "ah" jongin teringat sesuatu "jika kau harus memilih, mana yang akan kau pilih, buku itu atau paman dan bibimu?" ucap jongin

"YAA! Apa maksudmu?!"

"lihatlah" jongin mengeluarkan ponselnya, pada layar tampak paman dan bibi minseok terikat tak sadarkan diri

"jangan lukai mereka. Jebal..." tanpa minseok sadari airmata mulai membasahi pipi chubbynya. Paman dan bibi sangat berharga bagi minseok, hanya mereka yang peduli pada minseok saat semua kerabat minseok tidak perduli menganggap minseok aneh, minseok sampai menyembunyikan kekuatanya agar mereka tidak khawatir dan sebisa mungkin menjauhkan mereka dari bahaya.

"bagaimana?" ucap jongin, seringai kemenangan muncul diwajahnya

"buku itu-"

BRAAAAKKKK

Jongin dengan cepat melompat mundur dan menabrak tembok pembatas sekolah "mengganggu" ucapnya saat melihat luhan kini berdiri didepan minseok, serangan dadakan yang dilakukan luhan membuatnya tidak fokus sehingga pengaruhnya pada minseok terlepas.

Luhan menatap tajam kearah jongin "aku tidak akan melepaskanmu" luhan kembali menyerangnya tapi kali ini jongin berhasil menghindar

"minseok!" sehun berlari mendekati minseok dengan kris dan tao dibelakangnya

"sehun, jaga minseok, aku dan tao akan membantu luhan" ucap kris

"baik" sehun memeriksa keadaan minseok "apa kau terluka?"

Minseok menggeleng "aku baik-baik saja"

Sehun dan minseok berada cukup jauh dari perkelahian mereka. Jongin terlihat terdessak karena diserang bersama oleh luhan, dan tao. Sedang kris seperti menggambar sebuah lingkaran mantra cukup jauh dari pertarungan mereka.

Luhan menyerang jongin dengan carkar setajam pedang dari depan, tapi jongin dengan cepat menghindar, tapi ia tidak mengetahui jika tao berada dibelakangnya. Dan

BRRUKKK

Tao berhasil menghantam jongin, dan membuatnya tersungkur ditanah, darah mulai keluar dari pinggir bibir jongin. Tao langsung menghampiri jongin dan membawanya kedalam lingkaran mantra yang dibuat kris.

"kris, sekarang" triak tao memberi aba-aba pada kris

Kris yang mendengar langsung membaca mantra, dan BRROOOOMMM! Terjadi Ledakan cukup besar dari dalam lingkaran mantra

"apa berhasil?" bisik tao yang sekarang berada disamping kris

Asap mengepul cukup pekat dari lingkaran mantra membuat mereka tidak bisa melihat jongin, tapi mereka masih teteap bersiaga.

"hahaha" asap mulai berangsur-angsur menghilang "kalian pikir bisa mengalahkanku dengan cara amatiran seperti itu?!" jongin masih berdiri dalam lingkaran mantra, sepertinya ledakan tadi sama sekali tidak berpengaruh padanya

Semuanya masih tidak percanya jika jongin berhasil selamat, melihat kesempatan itu jongin segera melesat kearah minseok. Secepat kilat jongin sekarang berada di samping minseok.

"baozi!" triak luhan dan dia berlari kearah minseok

Karena terlalu cepat gerakan jongin membuat yang lain tidak dapat berkutik. Dia disini, bagaimana bisa. Pikir sehun

Jongin tersenyum sinis kearah minseok "kau ta harus kemana mencariku" setelah selesai membisikkan perkataannya pada minseok, jongin langsung lenyap entah kemana


TBC


Aaah aku tidak bisa membuat adegan berkelahi maafkan aku~

Kalian tau aku sebenarnya tidak suka dengan cerita horor tapi kenapa ceritaku malah horor -_- tapi horonya gagal karena aku gak berani ceritain detail tentang mahluk gaib disini

Btw mungkin cerita ini akan selesai dalam 1 atau 2 chapter, jadi happy ending ato sad ending?

Ehm~ jangan lupa review ya

Gumawo~