warnings for sehun's dirty talk


"Jadi, Edward sudah resmi menjadi salah satu dari bajingan itu?"

Jasper LeRedoff Denommee menyesap teh dari pinggir cangkirnya. Matanya menatap lurus pada istri keduanya, Oh Inhwa, menantikan jawaban perempuan itu. Inhwa mengangguk dengan senyum lebar. "Luhan-ku berhasil menjalankan tugasnya. Setelah ini, kita akan mendapatkan akses penuh terhadap informasi rahasia para bajingan Rusia itu. Lalu, kita akan menggunakannya untuk menghancurkan mereka. Kemenangan ada di tangan kita, yeobo,"

Walaupun, usianya sudah memasuki kepala lima. Senyum Inhwa tetaplah menawan seperti pertama kali mereka bertemu. Jasper terpaku menatap istri keduanya yang terlihat menikmati kemenangan yang tinggal selangkah lagi mereka raih. Jasper ingin tersenyum bersamanya atau bahkan memeluknya. Namun, ia tidak bisa. "Dia.. ada gunanya juga," Jasper memuji Luhan secara tersirat.

Senyum di bibir Inhwa semaking mengembang. "Ya, Luhan-ku memang sangat berjasa bagi keluarga kita. Ada baiknya kalau ia-"

Jasper tahu kemana arah percakapannya. Ia mengangkat tangannya sebagai tanda ia tidak ingin membahas topik ini. Sebelum, ia membuat Inhwa terisak karena fakta bahwa ia masih mencintai istri pertamanya serta tidak pernah sekalipun berhenti mencari anak serta pewaris utama Denommee yang sudah lama hilang. "Edward tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Frans," ujar Jasper menekankan setiap perkataannya.

Inhwa melipat tangan di depan dadanya. Wajahnya berubah berang menunjukkan kekecewaan yang selama ini dipendamnya bertahun-tahun. Ternyata, sampai kapanpun ia tidak akan pernah bisa memenangkan hati Jasper. Padahal, ia sudah memberikan segalanya yang ia punya pada pria itu. Tapi, mengapa Jasper masih belum bisa mencintainya? "Bagaimana dengan Sehun? Dia bisa menjadi pewaris Denommee," sahut Inhwa terdengar lebih tenang daripada raut wajahnya.

Jasper terdiam sejenak, memikirkan apa yang baru saja Inhwa katakan. "Well, Xavier adalah leader yang bijaksana. Ia bisa menjadi cadangan jika Frans masih belum ditemukan," itu adalah keputusan akhir Jasper. Dan Inhwa nyaris membalik meja yang membatasi mereka berdua karena anaknya, Oh Sehun, lebih dari sekedar cadangan!

"Kau tahu, Omega tidak bisa memimpin-"

"Shut your mouth!" bentak Jasper membuat Inhwa langsung mengatupkan bibirnya rapat. Pria itu bangkit berdiri lalu berjalan pergi tanpa sepatah kata pun. Tiga orang bodyguard yang merupakan pengikutnya mengekor di belakangnya, keluar dari dalam ruangan meninggalkan Inhwa dengan dua orang tangan kanannya.

"Minho," Inhwa memanggil salah satu dari mereka dan pria itu langsung mendekat, berdiri di sampingnya. "find that Omega bitch and kill him,"

.

.

Aroma di dalam kamar bercampur antara gairah serta gelisah. Jongin, dengan wajah bersih tanpa setetes pun sperma Sehun di pipinya, duduk bersandar pada kepala ranjang. Di tangannya ada segelas teh hangat yang Sehun sengaja buatkan untuknya secara diam-diam. Omega itu terlihat masih shock atas apa yang setengah jam lalu terjadi. Sehun yang mencoba untuk tetap tenang di sampingnya justru terlihat lebih shock. Sisi pria Alpha-nya yang mengintimidasi tiba-tiba saja lenyap. Jongin baru pertama kali ini melihat Sehun gugup serta berulang kali menghindari kontak mata dengannya.

"Kau tahu," Jongin menoleh ke arahnya dengan senyum lemah. "aku tidak marah padamu. Hal ini memang biasa terjadi apabila Omega sudah terlalu lama tidak terlibat dalam- umm, sexual intercourse."

Sehun menatapnya balik seolah meminta penjelasan lebih. Jongin menggeram rendah karena, sungguh, ia tidak pernah pandai dalam menjelaskan anatomi tubuh seorang Omega. "Sistem tubuh Omega tidak seperti Alpha atau Beta, oke? Alpha atau Beta bisa saja tidak berhubungan seksual selama bertahun-tahun. Sementara, Omega tidak bisa," itulah mengapa Omega selalu disebut sebagai pelacur yang menuntut sentuhan para Alpha atau Beta. Namun, tentu saja Jongin tidak mengatakan itu pada Sehun. "semakin lama tubuh Omega tidak disentuh oleh Alpha atau Beta. Omega tersebut akan semakin lemah dan masa in-heat akan menjadi seratus kali lebih menyiksa,"

Sehun menganggukkan kepala, sekalipun masih ada beberapa hal yang mengganjal dalam pikirannya. "Jadi, mengapa kau pingsan?" pertanyaan itu terlontar dari mulutnya sebelum bisa menyaringnya terlebih dahulu. Mata Jongin terbelalak begitu mendengarnya, begitupun dengan Sehun sendiri yang langsung mengutuki dirinya sendiri.

"Umm," Jongin menghindari matanya dengan wajah merah. Pria itu menggigit bibir lalu menjawabnya, "I got overwhelmed, okay? Ini adalah pertama kalinya seorang Alpha menyentuhku seintim itu selama beberapa tahun terakhir ini. Biasanya, aku bisa menahan diri. Tapi, tadi aku tidak bisa, oke? Aku membiarkan Omega di dalam diriku mengambil alih. Maka dari itu, saat aku menyadari apa yang baru saja kulakukan. Aku merasa this is too much."

Kali ini, barulah Sehun mengerti. Alpha itu memejamkan matanya dan kata-kata Jongin menggema di dalam pikirannya. Entah mengapa, ada sebagian dari dirinya yang merasa puas saat mengetahui kalau dirinyalah Alpha pertama yang menyentuh Jongin selama beberapa tahun ini. Sisi Alpha di dalam diri Sehun berbisik pada dirinya sendiri, mine.

"Sehun," Jongin memanggilnya. Sehun membuka mata dan beralih menatapnya. Dengan kepala tertunduk serta senyum malu, Jongin mendekatkan diri padanya. "can I hug you?"

Sehun mengedipkan kedua matanya lalu mengangguk berulang kali seperti idiot. Jongin melingkarkan tangan pada tubuhnya erat dengan kepala bersandar pada dadanya. Sehun pernah mendengar dari Luhan kalau Omega cenderung needy dan selalu ingin berdekatan dengan patnernya setelah berhubungan seks. Kalau patnernya menolak, maka biasanya Omega itu akan merasa tidak layak atau tidak diinginkan. Dan Sehun tidak ingin Jongin merasakan perasaan itu. Karena Jongin layak untuk dicintai dan ia amat menginginkan Omega itu sekarang.

Fuck! Dia mengingkan Jongin? Sejak kapan?

Jongin mendongakkan kepalanya, menatap lurus pada Sehun yang tampak tersesat dalam pikirannya sendiri. "Sehun, besok pagi aku akan kembali ke apartemenku. Aku tidak bisa berlama-lama di sini. Aku harus-"

"Ya, ya, terserah," gumam Sehun lalu membuang muka. Pria itu tidak bisa menatap Jongin lagi setelah ia menyadari apa yang dirinya inginkan sekarang. Jongin pantas mendapatkan Alpha yang lebihbaik darinya. Alpha yang tidak pernah membunuh demi uang serta kekuasaan. Alpha yang tidak akan pernah membahayakan nyawanya. Alpha yang–tentunya bukan Oh Sehun.

"Sehun," Jongin tahu ada yang mengganggu pikiran pria itu. "apa aku sudah melewati batas?"

Jongin kemudian melepaskan pelukannya dari Sehun. Omega itu berusaha menjauhkan dirinya, sekalipun di dalam hatinya ia menjerit tidak mau. Sehun dengan refleks menarik Jongin kembali ke dalam dekapannya, tidak ingin membiarkan Omega itu menjauh darinya. Jongin dapat mendengar detak jantung Sehun yang terasa begitu dekat dengannya. Ia dapat mendengar tarikan nafas Sehun yang mengelitik telinganya. Ia dapat merasakan ikatan yang terjalin di antara mereka. Benang-benang tidak terlihat yang mengikat mereka menjadi satu–yang kini membuat semuanya menjadi jelas bagi Jongin.

"Alpha,"

Sehun nyaris kehilangan kendali atas dirinya begitu mendengar panggilan itu. Ia memberanikan diri untuk menatap mata Jongin yang kini berbalik menatapnya. Jarak di antara mereka begitu dekat. Hidung mereka nyaris bersentuhan dan Sehun tidak bisa menahan diri begitu matanya terpaku pada bibir Jongin.

"Cium aku," Jongin tidak terdengar seperti memerintah Sehun Omega itu–his Omega–memohon padanya.

Sehun menuruti kemauannya dengan senang hati. Ia menangkup pipi Jongin, sementara Omega itu sudah memejamkan matanya. Ketika, bibir mereka bertemu dan bergerak saling memagut satu sama lain. Apa yang Jongin takutkan menjadi kenyataan. Tubuhnya memanas, nafasnya menyesak serta selangkangannya mulai terasa basah. Namun, bukan itu yang menjadi masalahnya. Disela ciumannya dengan Sehun, Jongin berbisik padanya. Begitu rendah sampai Sehun tidak dapat mendengarnya. "My mate. My Alpha,"

Ya, Oh Sehun adalah mate-nya. Dari jutaan orang di dunia ini, Sehun lah orang yang dipilih untuk menjadi mate–menjadi soulmate-nya. Sehun mendorong tubuh Jongin lalu menindihnya. Jongin yang tidak bisa melawannya, apalagi setelah mengetahui pria itu adalah mate-nya, membiarkan Sehun mendominasi ciuman mereka dan melilitkan lidahnya pada lidah Jongin. Sementara itu, Sehun mulai menggesekkan penisnya dengan penis Jongin yang masih tertutup oleh celana mereka.

"Sei bella, mia omega," bisik Sehun disela ciuman mereka. Jongin meremas pelan rambut Sehun, menikmati setiap momen yang dilewatinya sebelum ini semua berakhir. Dan ia kembali menghadapi kenyataan bahwa dirinya bukanlah Omega yang Sehun inginkan.

Jongin mengaitkan kedua kakinya pada pinggang Sehun. Ia sengaja menekankan penisnya pada penis Sehun yang berulang kali bertumbukan. Tubuh Jongin memanas saat ciuman Sehun berpindah turun pada dagu lalu lehernya. Ia seperti akan meledak begitu mulut Sehun menghisap kulit lehernya lalu meninggalkan jejak sebagai tanda kalau Jongin adalah miliknya.

"Mia Omega," bisik Sehun lagi. Alpha itu mengendus aroma Omega di bawahnya yang tercium seperti vanila dan seks. Satu tangan Sehun menyusup masuk ke dalam celana serta boxer Jongin.

Sehun menyeringai begitu tangannya terasa basah oleh cairan serta pre-cum Jongin. "Kau sangat basah, Jongin," katanya berhasil membuat Omega itu memerah serta menghindari matanya.

Sehun menyipitkan matanya lalu mencengkram penis Jongin membuat tubuh pria itu menggelinjang kaget. "Lihat aku," perintahnya dan Jongin beralih menatapnya. "don't do that again, okay? Aku ingin melihat wajahmu saat aku memijat penismu pelan seperti ini."

Sehun mulai memijat penis Jongin dan tidak memindahkan matanya sama sekali dari Omega itu. "I want to see your face too when I fuck your hole with my two or three fingers. Aku akan membawamu menuju orgasme lagi dan lagi sampai kau berbaring lemah, memohon diriku untuk berhenti. Do you like it, mai Omega?"

Nafas Jongin tertahan serta tubuhnya berada di luar kendalinya. Tanpa dirinya sadari ia mulai menggesekkan penisnya sendiri pada tangan Sehun yang berhenti menyentuhnya. Seringai Sehun semakin melebar. Alpha itu membelai lembut pipi Sehun dengan tangannya yang lain. Jongin menatap lurus padanya, hanya pada dirinya, seolah memohon meminta pria itu menyentuhnya lagi dengan tangannya. "Beg for it. Gunakan mulutmu untuk bicara,"

"Please, Alpha. Please, please," Jongin dapat merasakan cairan dari hole-nya yang tidak berhenti mengalir dan membasahi boxernya yang telah lengket.

"Please, what?"

Jongin memejamkan matanya saat bibir Sehun mulai bermain kembali pada lehernya. Menggigit kulit lehernya lalu menghisapnya lembut. "Please, touch me," bisik Jongin.

"As you wish, baby,"

Sehun mulai mengocok penis Jongin dengan tempo cepat. Matanya fokus menatap Jongin yang menggeliat serta mendesah di bawah sentuhannya. Tidak sampai sepuluh menit, Jongin menyemburkan cum-nya di tangan Sehun sambil membisikkan nama Alpha itu, sebelum Sehun menutup jarak di antara mereka dengan satu ciuman intens yang membuat Jongin semakin mabuk akan sentuhannya. "Hanya sepuluh menit, Jongin. Dan aku bahkan belum menyentuh hole-mu sama sekali," Sehun menggigit bibirnya lembut lalu melanjutkan, "such a slut for me. I like it."

Jongin tersenyum lemah. Ya, tentu saja setelah apa yang mereka lalui bersama ini. Pada akhirnya, Sehun hanya akan menganggap dirinya sebagai whore, slut, atau seseorang yang begitu mudah menyerahkan dirinya pada sentuhan Alpha itu. Jongin menghela nafas, menatap langit-langit kamar dengan mata berkaca. Alpha cenderung tidak sepeka Omega dalam hal mengetahui mate-nya. Mungkin, karena itulah banyak Alpa-Omega yang seharusnya menjadi mate malah tidak berakhir bersama. Semua itu karena kebodohan para Alpha yang menganggap semua Omega hanyalah patner seks yang bisa mereka pakai semaunya.

Dan Jongin yakin Oh Sehun adalah tipe Alpha yang termasuk ke dalam tipe Alpha bodoh itu.

Ketika, Sehun berjalan keluar dari kamar mandi dengan tangan bersih. Jongin bangkit berdiri dengan wajah letih serta perasaan kacau. Ia kembali menghindari mata Sehun, sekalipun ia tahu kalau Alpha itu tidak menyukai tindakannya. Namun, fuck him, Sehun bukan Alpha-nya (secara resmi). Jadi, pria itu tidak memiliki hak untuk memerintahnya dan ia tidak memiliki kewajiban untuk menurutinya.

"Kau mau kem-"

"Thanks for the sex, bro," gurau Jongin sambil menepuk bahu Sehun.

Sehun menatapnya dengan aneh. Alpha itu benar-benar tidak tahu apa maksud dari perkataan Jongin dan mengapa Omega itu terlihat memalsukan senyumnya. "Jongin," Sehun memanggil namanya sebagai peringatan.

"Aku harus pergi," gumam Jongin lalu berjalan melewatinya.

Sebelum, Omega itu dapat melangkah lebih jauh darinya. Sehun menarik lengan Jongin membuat langkahnya terhenti dan ia menoleh ke belakang, menatap Sehun dengan tatapan terluka. Please, don't go. "What the fuck is wrong with you?" bentak Sehun.

Karena, sungguh, ia tidak mengerti dengan Jongin, dengan dirinya sendiri atau dengan apa yang terjadi di antara mereka. Sehun bersumpah kalau seks tidak pernah terasa seintim ini dengan Omega, Beta atau bahkan Alpha lainnya. Ada sesuatu yang membuat sentuhan serta ciuman Jongin terasa berbeda. Jongin menatapnya dengan mata kosong serta wajah kaku. "Aku ingin pulang ke apartemen, oke? Aku punya kehidupan di luar rumah ini. Kau pikir aku mau terjebak di dalam rumah ini bersamamu sam-"

Sehun melepaskannya. Bibir Jongin langsung mengatup rapat dan tangannya mengepal erat. Sehun tidak bicara padanya atau meminta padanya untuk tinggal. Tidak, pria itu hanya menatapnya seolah ia sama sekali tidak peduli akan Jongin. Lihat, Kim Jongin hanyalah mainan yang Sehun pakai kemudian buang seenak Alpha itu saja. Sehun tidak benar-benar menginginkannya. Jongin tersenyum getir lalu berbisik, "Selamat tinggal, Sehun."

Ia kemudian berjalan keluar dari kamar Sehun, meninggalkan Alpha itu yang membeku di tempatnya merasa dirinya sangatlah bodoh karena ia tidak bisa menahan Jongin untuk tetap tinggal bersamanya. Sehun masih berdiri menatap nanar pintu kamarnya yang tertutup rapat. Tiba-tiba saja, ia kembali merasa seperti bocah kecil yang tidak diinginkan oleh ayah ataupun ibunya. Sehun menggigit bibir, menahan air mata yang berada di ujung matanya.

Lihat, pada akhirnya tidak ada seorang pun yang menginginkan dirinyaOh Sehun kembali sendirian.

.

.


Rin's note :

short update cause i've been busy.. di minggu-minggu ini aku sibuk sama olshop aku dan party sweet seventeen teman-temanku yang berentet hiks

soooo, dunno why i always love dominant but broken!sehun.. it's just beautiful and sad at the same time. tbh smutt (can i call it smutt?) chap ini bisa dibilang lazy smutt karena aku menekankannya sama dirty talk sehun lol and YEAY THEY ARE FCKIN MATEEE.. let's hope guys next chapter sehun bakal sadar dan confident enough to win nini's heart

*sei bella, mia omega : you are beautiful, my omega

p.s if u want to talk to me just PM or ask me on askfm (ferineee)

p.s.s a bit story here.. so, beberapa hari yang lalu aku download the conjuring 2 around jam 12 malam terus pas selesai nonton aku tidur.. you know what, i dont have nightmare or some shit like that.. tapi tiba-tiba aja pas aku bangun paginya... LINE AKU KE RESET SENDIRI OMFG aku keluar dari semua grup yang ada di line ku, friend list aku hilang, pokoknya semua kosong.. AND TBH INI LEBIH SEREM DARI APAPUN OMFG