Hari itu Mingyu sedang berada di coffee shop milik Jongin. Dia sudah memiliki janji untuk bertemu dengan Minkyeong dan Jieqiong sebelumnya. Dia ingin bertanya pada Jieqiong apa hubungannya dengan Jun.
"Mingyu"
Minkyeong berteriak sambil melambaikan tangannya ke udara. Dan hal itu dibalas lambaian juga oleh Mingyu.
"Annyeong oppa"
"Ne annyeong Jieqiong. Kemarin aku melihatmu bersama dengan seorang pria. Dia siapamu?"
Minkyeong melirik tajam kearah Mingyu, seharusnya Mingyu sedikit sopan pada temannya itu.
"Oh itu ya, Junhui oppa dia sedang dekat denganku dia juga teman dari oppaku"
"Oppamu siapa Jie?" Alis Mingyu terangkat seingatnya Minkyeong tidak pernah bercerita siapa kakak dari Jieqiong ini.
"Winwin, dia adiknya Winwin gyu"
Mingyu terkejut pasalnya Winwin adalah penerus utama dari perusahaan raksasa keluarganya. Dan Winwin tidak begitu tertarik dengan masalah bisnis karena Winwin lebih senang berkarya. Dan seingat Mingyu juga kematian orangtua Jieqiong cukup aneh.
"Kapan kau kenal dengan Junhui?"
"Sekitar dua tahun yang lalu, waktu itu ada perkumpulan kebetulan aku ikut dengan Oppa dan disana Oppa bersama dengan Junhui Oppa. Lalu kami akrab"
"Apa hubunganmu saat ini dengannya?"
"Dia tunanganku oppa"
Mata Mingyu benar-benar melebar. Dia terkejut saat ini. Bukankah Minghao dan Junhui masih berpacaran.
"Apa ini lelucon?"
Mingyu bertanya dengan nada sarkas kepada Jieqiong.
"Mingyu apa yang kau bicarakan?! Kau membuat Jieqiong tak nyaman"
"Ada apa oppa?"
"Aku yakin kau tau sesuatu Jie. Kau itu paket komplit aku yakin kau pasti melihat sesuatu"
"Wen Junhui ya? Atau ku sebut manusia brengsek? Dia yang telah menjebak Oppaku sehingga dia terkena kasus narkoba dan tindak pemerkosaan. Setelah itu dia merencanakan pembunuhan terhadap kedua orangtuaku"
"Kenapa kau tidak menceritakan hal itu padaku Jie?"
"Ini bukan lah hal yang mudah untuk dibicarakan Eonnie, lagipula Xu Minghao itu berbahaya. Aku juga sudah merasa diikuti olehnya. Aku tidak tau apa-apa tentangnya tapi aku rasa dia tidak ada hubungannya dengan kejahatan Junhui"
"Junhui adalah kekasih Minghao. Mereka jelas-jelas masih saling menyayangi"
"Aku tau Minghao itu anak yatim piatu. Aku tidak tau kenapa tapi memang benar Minghao teman SMA Wonwoo dulu. Dia hanya tumbuh menjadi seorang yang iri" Jieqiong menjelaskan data tentang Minghao dengan detail.
"Kenapa kau begitu tau tentang mereka?"
"Aku memegang kartu Asnya Oppa. Apa kau akan melakukan sesuatu pada mereka?"
"Aku hanya ingin menjauhkan mereka dari Jeon Wonwoo. Maka dari itu aku akan membantumu"
"Kalau begitu bantulah aku mencari informasi tentang Jun dari Minghao"
Mingyu mengangguk setuju lalu Jieqiong tersenyum manis padanya.
/^^/
Minghao dan Junhui kini sedang berpelukan dengan kondisi tubuh yang tanpa sehelai benang pun. Semalam mereka menghabiskan waktu dengan penuh gairah. Hal tersebut dapat dilihat dari bercak merah di leher dan dada Minghao.
"Gege bangunlah euungg"
Minghao menggeliatkan badannya lalu meremas penis Junhui dengan lembut.
"Nggghhh jangan menggodaku"
Minghao tidak bergeming, dia tetap meremas benda itu hingga benda itu mencuat dibalik selimut.
"Bertanggung jawablah"
Minghao mengangguk girang dan mulai mengoral benda itu. Dan posisi lubangnya diletakkan dihadapan muka Junhui.
/^^/
Setelah semalam bertemu dan mengakrabkan diri dengan keluarga Mingyu. Dia kini mendapatkan pekerjaan. Dia ditawari oleh Jongin dan juga Minki. Dia akan mengambil pekerjaan model jika ada tawaran saja dan sebagai pelayan di coffee shop setiap hari. Wonwoo tau ini sangat jauh berbeda dengan pekerjaanya dulu. Tapi apa boleh buat yang penting tidak menyusahkan orangtuanya lagi.
Jangan lupa sarapan hyung 10.45
Aku sudah sarapan. Kau juga ya?
Aku sudah bersarapan dengan Minkyeong. Nanti buatkan bekal lagi hyung. Aku ketagihan 10.48
Maaf tidak bisa aku sudah mulai kerja hari ini
Oh yasudah kalo begitu ganbatte ne^^ 10.53
Wonwoo segera memasukkan ponselnya kedalam sakunya setelah melihat balasan terakhir dari Mingyu pipinya rasanya memanas. Dia tidak ingin mendapat cemooh dari pegawai yang lama makanya dia segera kembali pada kegiatannya, yaitu mengelap meja-meja. Wonwoo tampak bersemangat hanya gara-gara pesan Mingyu yang terakhir.
"Wonwoo-ya"
"Wonwoo-ya bisa kau gantikan Taeyong-ah sebentar"
"YA! WONWOO-YA"
Pundak Wonwoo langsung terangkat karena terlalu kaget. Dia benar-benar tidak dengar jika Jongin memanggilnya.
"Ah mianhae hyung tadi aku terlalu fokus dan bersemangat"
"Gwaenchana Wonwoo-ya, gantikan lah Taeyong karena dia sedang sakit. Kekasihnya sudah menjemputnya tadi"
Wonwoo membungkuk kearah Jongin untuk mengucapkan terimakasih dan maaf. Dia sungguh malu tadi, tapi lebih malu jika Jongin menceritakan hal barusan kepada Mingyu.
Sebentar lagi jam istirahat untuk pegawai akan dimulai. Para pekerja Jongin sudah siap pada posisi masing-masing termasuk Wonwoo yang di Kasir karena menggantikan Taeyong.
Wonwoo sedikit gugup untuk hari pertamanya. Terlebih dia memegang kasir. Dia hanya takut berbuat salah lagi. Terlebih bosnya adalah kakak kekasihnya.
"Tenanglah Jeon Wonwoo kau pasti bisa"
Wonwoo menyamangati dirinya sendiri saat ini agar lebih tenang.
Dan benar saja semua pegawai kantor menyerbu coffee shop milik Jongin. Mereka memilih kopi dengan kadar kafein tinggi agar tidak mengantuk. Mereka sengaja tidak makan siang karena hal itu semakin membuat mengantuk. Awalnya Wonwoo kewalahan saat mereka akan membayar. Apalagi mereka diburuh waktu. Tapi hari itu berjalan lancar.
"Jeon Wonwoo ada pelanggan yang ingin kau layani"
"Siapa Seulgi Noona?"
"Entah itu orangnya" Seulgi menunjuk orang yang ia maksud.
Wonwoo berjalan mendekati orang itu dengan perasaan panik. Orang itu bahkan misterius dan ini juga hari pertama Wonwoo bekerja. Ketakutannya semakin bertambah.
"Maaf tuan ada apa?" Tanya Wonwoo sambil menunduk takut. Dia tidak berani menatap wajah pria itu.
"Kenapa tidak menatap wajahku? Tidak sopan! Mana bosmu?"
Wajah Wonwoo menjadi merah karena terlalu panik. Dia merasa bodoh saat ini. Dia tidak ingin membuat kesannya semakin jelek dimata Jongin.
"Maafkan saya tu- Kim Mingyu apa yang kau lakukan padaku"
Wonwoo segera saja mempoutkan bibirnya ketika tau jika kekasihnya mengerjainya. Tidak taukah Mingyu jika hal itu membuat Wonwoo amat sangat ketakutan saat ini.
"Hahaha kau sibuk bekerja hingga tidak tau aku mampir kesini. Duduklah makanlah hyung tapi mintalah temanmu menggantikanmu"
Wonwoo menggangguk patuh, tapi sebelum Wonwoo pergi Mingyu menyempatkan diri mencubit gemas pipi Wonwoo.
"Shua-ya bisa kau gantikan aku?"
"Ne Wonwoo-ya"
Setelahnya Wonwoo kembali ke meja Mingyu, disana Mingyu sudah memesankan dua buah kue dan dua gelas minuman.
"Makanlah nanti kau sakit"
Wonwoo mengangguk lucu. Dia dengan semangat memakan cheesecake matchanya.
"Pelan-pelan chagiya"
Seketika pipi Wonwoo merona mendapat perlakuan Mingyu itu.
"Nanti kau pulang jam berapa?"
"Sepertinya jam lima Gyu, lalu aku nanti akan diajak berjalan-jalan dengan Minki hyung"
"Padahal aku akan mengajakmu berkencan"
Wajah Wonwoo seketika menjadi murung, dia ingin berkencan dengan Mingyu tapi dia tidak enak hati apabila menolak Minki.
"Tidak papa pergilah dengan Minki hyung, aku juga ada urusan"
/^^/
"Hallo Junhui"
"Ne ada apa?"
"Barusan aku mengikuti Jieqiong dan aku melihat dia bertemu Mingyu"
"Mingyu ya? Lenyapkan saja laki-laki brengsek itu. Berani sekali dia mendekati Haoku"
"Baiklah"
/^^/
"Apa kau tau sesuatu tentang Jeon Wonwoo?" Tanya gadis itu sambil menodongkan pisau tepat didepan kerongkongan laki-laki kurus itu.
"Aku tidak mengenal Jeon Wonwoo maafkan aku"
"Kalau begitu beri tau aku siapa namamu" gadis itu menjauhkan pistolnya dari sana dia juga tersenyum remeh kehadapan laki-laki itu.
"Xu-Xu Minghao"
"Nama yang bagus untuk namja bodoh sepertimu" lalu Minghaopun pergi dari sana.
Minghao itu licik tapi dia juga bodoh, Minghao mendapatkan pesan dari orang suruhannya jika dia berhasil menculik Wonwoo. Tapi apa yang didapat? Dia justru terjebak dan nyaris dibunuh perempuan itu. Tapi herannya kenapa perempuan tadi tidak membunuh Minghao dan apa motif perempuan itu menanyakan Jeon Wonwoo.
Aku bingung mau warnain rambut apa engga ya terus enaknya warna apa
Makasih yang udah baca, review, folfav
Makasih yang udah ngasih saran aku buat ngasih tanda pemisah adegan aku lupa namanya hehe
Makasih yang udah rekomenin aku lagu nct juga^^
Review, FolFav Please ^^
