You know I love you
Genre: Drama,Romance
Rating: Nc 17
Cast : Jung Yunho,Kim Jaejoong,Jung Jinwoon,Kim Haneul,Han Hyunjung
Warning: ini bukan ff angst. Kalaupun ada part yg sedih tp itu bukan angst. Yah paling hurt gitu lah ;-)
Chapter 8 : Holiday
Bruk
Yunho jatuh di samping ranjangnya,bola matanya bergerak gelisah. Saat ini perasaannya campur jadi satu,antara takut,bimbang dan bingung. Semua yang ia takutkan selama ini telah terjadi. Ia tahu dari awal kalau cepat atau lambat ini akan terjadi.
Drrt...drrt
Yunho menoleh pada ponsel miliknya yang bergetar di atas tempat tidur. Dengan tak berminat ia mengambil ponsel itu,berkedip dua kali untuk melihat nama yang tercantum di layar.
My lovely boo...
"Yeoboseyo"
"Yunho,temani aku belanja!" Suruh Jaejoong dengan tegas,bermaksud agar Yunho tidak menolak. Yunho terdiam membuat Jaejoong bingung.
"Yun ah,kau tidur?"
"Aniyo~"
"Jae,ayo kita berlibur"
.
.
.
Jaejoong menatap layar ponselnya,untuk meyakinkan kalau yang ia telepon adalah Yunho.
"Maksudmu?"
"Aku mengajakmu berlibur,Jae. Kemanapun kau mau,aku akan mengiyakannya" Kata Yunho. Jaejoong sebenarnya senang,hanya saja ia masih tidak yakin kalau yang berbicara adalah Yunho.
"Kemanapun?" Jaejoong membeo. Otaknya sedang memilih tempat-tempat romantis yang bisa mereka datangi.
"Bagaimana kalau ke jepang?" Tanya Jaejoong sambil tersenyum.
"Tidak,itu terlalu jauh"
"Kalau ke Hawai?"
"Itu lebih jauh,Jae"
Jaejoong memajukan bibirnya, "Sebenarnya kau niat tidak sih mengajakku?"
"Bagaimana kalau ke jeju?" Usul Yunho. Jaejoong berdecak.
"Itu sih aku bisa pergi sendirian kesana"
Yunho tersenyum. Hal sepele seperti ini cukup membuatnya senang. Tapi ia tetap harus memastikan sesuatu.
.
.
.
Yunho hampir terjatuh ketika menabrak sebuah koper di depan pintu rumah Jaejoong. Tapi bukan itu yang membuatnya kaget,ada 3 buah koper lain disana. Ia menggeleng bingung.
"Kau sudah datang?"
Jaejoong tersenyum senang melihat Yunho yang datang tepat waktu. Memakai kaos lengan pendek berwarna biru muda dan celana jeans berwarna putih.
"Kau ingin melarikan diri,Jae?" Tanya Yunho heran. Jaejoong menatap ketiga kopernya lalu tertawa.
"Haha,ini semua berisi keperluanku selama berlibur"
"Tapi kita hanya pergi selama 2 hari,Jae. Bukan sebulan" Kata Yunho. Jaejoong melihat kebelakang Yunho lalu di sekitar Yunho.
"Kau tidak membawa koper?" Yunho menggeleng.
"Untuk apa? Aku hanya butuh beberapa helai pakaian dan celana dalam" Kata Yunho cuek. Jaejoong berdecak.
"Seharusnya kau tidak memakai apa-apa" Kata Jaejoong, "Ayo angkat koper-koperku!" Lanjutnya membuat Yunho terkejut.
"He-hei"
Meski terus menggerutu,Yunho tetap menjalankan perintah Jaejoong. Sedangkan Jaejoong duduk manis di kursi penumpang di mobil Yunho.
Setelah selesai,Yunho masuk kedalam mobil. Menghela nafas sambil mengelap keringatnya dengan tisu.
"Nih" Jaejoong menyerahkan botol air mineral. Yunho meliriknya membuat Jaejoong tertawa.
"Itu tidak ada obat perangsangnya" Kata Jaejoong, "Lagipula kau sudah tak memerlukan itu" Lanjutnya cuek lalu memainkan ponselnya.
Yunho mulai menjalankan mobilnya dengan pelan, "Ibumu tak ada di rumah,Jae?"
"Tidak. Dia sibuk menyiapkan pernikahannya"
"Apa kau menyetujui hubungan mereka?"
"Tidak. Walaupun aku tak setuju,mereka akan tetap menikah" Kata Jaejoong, "Kau tahu 'kan ibuku itu sudah tua,tapi masih saja ingin menikah"
"Kalau kau?" Tanya Yunho. Jaejoong menoleh.
"Apakah kau ingin menikah?"Lanjut Yunho. Jaejoong tersenyum sambil memainkan ponselnya.
"Tentu saja. Aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai,suatu hari nanti" Kata Jaejoong menerawang.
"Apa kau sangat mencintai Aboji?" Tanya Yunho. Jaejoong terdiam.
"Kami berpacaran,jadi..."
"Bukan karena fakta kalian sepasang kekasih,tapi apa kau mencintainya?" Potong Yunho agak cepat membuat Jaejoong bingung.
"Ke-kenapa kau bertanya?"
Yunho hampir tak bisa mengendalikan emosinya, "Tidak" Katanya.
Setelah itu tak ada pembicaraan lain diantara mereka,hingga Jaejoong jatuh tertidur.
Sepanjang perjalanan Yunho hanya diam,memikirkan berbagai cara tapi tak ada satupun yang pas. Ia lalu menoleh kearah Jaejoong. Pria itu sangat sempurna di matanya. Dulu ia mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk menyatakan cinta pada Jaejoong,tapi ketika pria manis itu menolaknya,semangat hidupnya menurun drastis.
Pertemuan mereka untuk pertama kali setelah 3 tahun di gala dinner,bagai takdir baru yang harus ia jalani. Yunho sama sekali tak menyangka,ia senang. Tapi setelah tahu kenyataan lain bahwa Jaejoong adalah kekasih ayahnya,ia bagai di pukul dua kali di bagian dada.
Bagaimana mungkin kau dan ayahmu mencintai pria yang sama?
Semalam,sebelum Jaejoong menelepon,Yunho mendengar pembicaraan pria itu dengan ayahnya. Mereka telah berjanji di suatu tempat dan pastinya Yunho tahu untuk apa itu semua. ayahnya akan melamar Jaejoong.
.
.
.
.
Jinwoon,Hyunjung dan Haneul duduk di dalam sebuah cafe,mereka saling bercerita tentang masa lalu dan tertawa bersama untuk itu.
"Dulu Jinwoon sangat culun dan aku senang sekali menggodanya" Kata Hyunjung. Haneul tertawa.
"Benar. Aku tak menyangka penampilanmu berubah"
"Sejak aku kuliah di jepang,aku mulai melirik majalah mode" Kata Jinwoon tak tahan dengan ledekan teman-temannya.
"Haha. Tapi dengan begitu,kau bisa menjerat wanita dan sekarang anakku" Kata Haneul. Hyunjung terdiam ketika mendengar itu.
"Ah bicara tentang Jaejoong,aku bermaksud melamarnya besok"Kata Jinwoon langsung tanpa basa-basi. Hyunjung dan Haneul saling menatap.
"Apa kau serius?" Tanya Haneul.
"Tentu saja. Aku selalu serius"
"Ta-tapi..."
Jinwoon mendelik, "Apa kalian meragukanku?"
"Bukan. Jaejoong masih kecil dan kau seumuran dengan ayahnya" Jawab Haneul,menoleh pada Hyunjung.
Jinwoon menghela nafasnya, "Sudah ku katakan berulang kali,kami saling mencintai jadi..."
"Apa kau yakin Jaejoong mencintaimu?" Tanya Hyunjung yang dari tadi diam.
"Ya...aku rasa.."
"Kau saja tak Yakin dengan itu. Bagaimana kalau ternyata ia malah mencintai anakmu" Kata Hyunjung. Jinwoon terdiam,mencoba meresapi kata-kata sahabatnya.
"Mereka hanya berteman,sama seperti kita" Tolak Jinwoon. Ia menyangkal semua kata-kata Hyunjung,tapi jauh di dalam hatinya ia pun ragu dengan semua perkataannya.
"Dulu Hyunjung tak menyukaiku,tapi sekarang kita saling mencintai. Apalagi Jaejoong dan Yunho yang memang berteman"
Brak!
"Kenapa kalian dan Yunho tak mendukungku untuk ini? Aku akan melamar Jaejoong dengan atau tanpa persetujuan kalian. Dan aku yakin Jaejoong akan menerimaku" Kata Jinwoon. Ia berjalan keluar cafe tanpa berpamitan dulu. Ia sangat kesal pada orang-orang itu.
"Yunho kau dimana?" Tanya Jinwoon pada anaknya di telepon. Yunho sedang sibuk mengeluarkan koper-koper Jaejoong.
"Aku mengunjungi temanku di Busan" Bohong Yunho.
"Oh,baiklah" Jinwoon menyudahi pembicaraan dengan Yunho,lalu menghubungi Jaejoong.
Cukup lama Jaejoong tak mengangkatnya.
"Yeoboseyo" Jinwoon mendengar suara berisik di tempat Jaejoong sebelum suara kekasihnya terdengar.
"Baby,kau dimana?"
"Aku-sedang bersama Junsu" Suara Jaejoong timbul tenggelam. Sesaat kemudian sambungan telepon terputus. Jinwoon merasakan sesuatu tapi ia tidak tahu apa itu.
Sedang di lain tempat Jaejoong tersenyum penuh kemenangan karena telah berhasil membohongi Jinwoon.
"Aku tahu wajah licik mu itu" Jaejoong menoleh mendengar suara Yunho. Ia tersenyum lalu mengapit lengan Yunho.
"Waktunya bersenang-senang,Tuan Jung" Katanya lalu menarik Yunho masuk ke dalam hotel.
.
.
.
.
'Omoni,aku pergi berlibur dengan Junsu. Ingat,jangan terlalu dekat dengan pria itu' Begitulah isi surat yang di tulis Jaejoong. Haneul menggeleng,anak itu tak pernah berubah selalu semaunya sendiri,bahkan ia menyebut ayahnya dengan sebutan 'pria itu'.
"Surat apa itu?" Tanya Hyunjung yang datang dari belakang. Haneul tersenyum.
"Jaejoong. Dia bahkan pamit dengan menulis surat"
"Kemana dia?"
"Berlibur dengan Junsu"
"Ya yak,Chunnie!" Junsu kesusahan dengan benang pancing yang sudah di jerat oleh ikan besar. Yoochun berdiri di belakangnya,membantu pria itu,menarik pancingan agar bisa mengeluarkan ikan tangkapan mereka dari dalam laut.
"Woaah berhasil" Pekik Junsu. Mereka tersenyum puas melihat ikan tangkapan mereka yang besar.
Yoochun dan Junsu pergi memancing dengan kapal sewaan Jaejoong. Mereka membuat kesepakatan yang tentu saja semua poinnya Jaejoong yang menentukan.
1. Bilang kalau Junsu pergi berlibur bersamaku,
2. Jangan katakan pada siapapun kebenarannya,
3. Jangan rusak kapal sewaanku,
4. Jangan bertanya aku pergi kemana dan bersama siapa.
Untuk poin yang terakhir,tentu saja mereka penasaran tapi sesuai yang tertulis disana mereka tetap tak bisa bertanya dan mereka sudah menanda tangani surat yang di buat oleh Jaejoong itu
"Pasti dia pergi bersama Yunho Hyung" Kata Junsu dengan polosnya.
"Kenapa kau tau?"
"Jae Hyung pernah bilang padaku kalau dia jatuh cinta pada Yunho Hyung" Cerocos Junsu dengan polosnya. Yoochun terdiam,mencerna semuanya satu persatu,dan ia tersentak ketika menyadari sesuatu.
'Jaejoong-Jung Ahjussi-Yunho. Mereka bertiga...'
"Oh My~" Yoochun menepuk dahinya membuat Junsu bingung.
.
.
.
"Hahh...Hahhh...Hah" Keduanya terengah-engah,Jaejoong tersenyum kearah Yunho yang juga sedang melihatnya. Mereka baru saja melewati fase yang mengasikkan.
"Yun,kita jadi belanja kan?" Tanya Jaejoong dengan imutnya. Yunho tersenyum.
"Apa di otakmu hanya ada belanja?"
Jaejoong menggeleng, "Tentu saja lebih banyak kamu"
"Gombal" Kata Yunho dengan pandangan meledek. Jaejoong menatap langit-langit kamar hotel sambil tersenyum.
'Aku serius,bodoh!" Katanya dalam hati.
.
.
.
"Yunho,aku mau yang ini...yang ini juga...itu juga..itu dan itu" Jaejoong menunjuk semua barang yang ada di dalam toko souvenir,dari miniatur gajah hingga sepatu boot,Yunho hanya menatap datar kearahnya tanpa niat melayani kemauan Jaejoong itu.
"Seharusnya kau mengambil kartu kredit Aboji!" Kata Yunho kesal.
"Kalau memang sempat,aku tak akan mengambil 1 tapi 5" Jaejoong mengitung jarinya satu persatu lalu terkikik.
"Sudah jangan cerewet!" Jaejoong menarik tangan Yunho untuk masuk kedalam dunianya. Belanja.
.
.
.
Huft,
Yunho terperosot di sofa kamar hotel dengan nafas terengah-engah,bagaimana tidak? Ia baru saja membawa kantung belanjaan yang berjumlah sepuluh. Haa~ Tampaknya ia menyesali keputusan mengajak Jaejoong berlibur.
"Kau payah!" Seru Jaejoong yang berdiri di depan Yunho dengan tangan terlipat di dada. Yunho mendelik.
Pria itu menarik tangan Jaejoong hingga terjatuh di sampingnya. Yunho langsung menyerang Jaejoong dengan ciuman. Dua kali hisapan,Yunho melepaskan tautan bibir mereka lalu memandang Jaejoong yang terkejut.
"Pesankan aku jus jeruk!" Kata Yunho sambil menekan kening Jaejoong dengan jari,lalu bangun dari duduk dan berjalan ke kamar mandi.
Jaejoong terpaku di tempatnya lalu tersenyum.
.
.
.
.
Yunho keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya,melihat pada Jaejoong yang tidur telungkup sambil melihat majalah fashion.
Bruk
"Yunhooo~" Keluh Jaejoong panjang ketika berat tubuh Yunho membebaninya. Yunho tetap diam sambil terus menciumi pundak Jaejoong.
"Layani aku,Jae"
Mereka pun bergelut diatas ranjang hingga beberapa ronde kedepan.
.
.
.
Jinwoon menatap pantulan dirinya di cermin,ia sudah rapih memakai tuxedo yang di pesan khusus untuk malam penting seperti sekarang. Otaknya menyusun rencana-rencana indah yang akan ia ciptakan bersama Jaejoong. Makan malam romantis di restoran mewah yang ia booking,di temani oleh nyanyian merdu yang berasal dari beberapa pemain musik berpengalaman. Jinwoon melihat pada cincin manis yang ada di atas nakas,lalu tersenyum padanya.
Sebentar lagi,cincin itu akan melingkar manis di jari kekasihnya. Ya,malam ini ia akan melamar Jaejoong.
.
.
.
.
"Yun" Panggil Jaejoong,Yunho hanya bergumam karena saat ini mulutnya tengah mengemut sesuatu di atas dada Jaejoong.
"Kau liar sekali malam ini" Pipi Jaejoong bersemu merah ketika mengatakannya.
"Kau suka?" Jaejoong mengangguk.
"Yun,dari kemarin kau bertingkah aneh,mengajakku berlibur dan membelikanku banyak barang. Kau-tidak mencoba untuk menyuapku kan?" Tanya Jaejoong. Yunho mendongkak,melihat wajah Jaejoong yang berantakan.
"Aku ingin bersamamu lebih lama lagi,Jaejoongie" Kata Yunho yang kembali mengemut benda kecil di dada Jaejoong. Jaejoong menyeringai. Ia tidak peduli lagi dengan kebingungannya tentang sikap Yunho hari ini. Yang pasti ia sangat bahagia.
"OMO! AKU ADA JANJI DENGAN JINWOON" teriak Jaejoong tiba-tiba hingga tanpa sadar menendang Yunho sampai pria itu terguling-guling dengan indahnya dilantai yang dingin.
"Kau tega sekali!" Yunho menepuk pantatnya yang sakit. Jaejoong membelalakan matanya,ia benar-benar tak sengaja tadi.
"Mi-mian,Yun" Jaejoong melihat jam di meja nakas yang menunjukkan pukul 9 malam.
"Jinwoon pasti menungguku,bagaimana ini?" Jaejoong panik,berlari ke kamar mandi tanpa pakaian.
Yunho masih terduduk di lantai,tersenyum kecut. Wajahnya ia tenggelamkan di atas kasur.
'Aku...kalah'
.
.
Jaejoong keluar dari kamar mandi,tak menemukan Yunho di tempatnya tapi ia segera mendesah lega ketika menemukan Yunho yang berdiri di balkon. Ia membiarkan Yunho disana sedangkan ia mencari-cari ponselnya.
"Yun,dimana ponselku?" Jaejoong ingat tidak mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya,tapi sekarang ia tidak menemukannya dimana pun.
"Yunho!" Yunho hanya menoleh sedikit.
"Untuk apa? Kau ingin menelepon Aboji?"
"Tentu saja,aku ada janji dengannya"
"Kalau begitu lupakan saja ponselmu itu"
"Maksudmu?" Jaejoong berjalan mendekati Yunho.
"Aku sudah melemparnya kesana" Dengan santai Yunho menunjuk kearah yang tak terjangkau mata.
"MWO?" Jaejoong melebarkan matanya,ia lalu berjalan lebih mendekat pada Yunho.
"Apa yang kau lakukan hah?! Kenapa kau membuang ponselku? KENAPA YUN?!" Jaejoong mencengkram kerah bathrope yang Yunho pakai. Yunho hanya memandang datar kearahnya.
"APA KAU TAHU KENAPA ABOJI MENGAJAKMU BERTEMU?" Kata Yunho dengan nada tinggi. Cengkraman Jaejoong terlepas.
"Ia ingin melamarmu menjadi istrinya"
Jaejoong mundur satu langkah, "Jadi Jinwoon serius?" Gumam Jaejoong.
"Aku tak akan membiarkannya" Jaejoong melihat Yunho ketika mendengar itu.
"Aku tidak ingin Aboji menikah denganmu,Jae" Entah kenapa ada perasaan sakit di hati Jaejoong setelah Yunho mengatakan semua itu. Ia memang tak pantas menikah dengan Jinwoon,dari awal pun ia memang tak mengharapkan itu. Jaejoong adalah manusia bebas,yang bergerak atas kemauannya sendiri. Dengan Jinwoon pun hanya sekedar saling membutuhkan,bukan menjalani hubungan yang serius.
Ia jadi bertanya-tanya,perasaan seperti apa yang ia punya untuk Yunho,apakah sama seperti dengan Jinwoon?
TBC
Huwaaaa ceritanya jadi aneh,gak tau bakal sampai chap berapa. Chap ini pendek yah (always),kalau pada penasaran silahkan di tunggu chapter-chapter berikutnya. Aku akan tetap update tiap minggu jika review melebihi 20 dan semakin cepat jika reviewnya banyak. Hehe.
Jadi silahkan di review ^_^
