Naruto © Masashi Kishimoto
Warning : Gaje, Typo, OOC.
==== Left Heart ====
.
.
.
Musim semi kali ini sama saja dengan musim semi sebelum-sebelumnya, tak ada yang berubah sejak tiga tahun lalu. Lebih tepatnya sejak Hinata meninggalkan dirinya, semuanya terasa hampa, bahkan Hinata hanya satu kali dalam sebulan membalas emailnya.
Ini terlalu menyakitkan untuk dikatakan cinta, menahan perasaan rindu yang tak berujung, semuanya memang terlalu rumit untuk dimengerti.
Tapi satu hal yang Sasuke yakin, Ia sangat mencintai Hinata, meski tak pernah bertemu dan terpisah oleh ruang dan waktu, semua itu tak membuat cintanya pudar pada Hinata.
Justru dengan kepergian Hinata ia semakin menyadari, betapa hidupnya tersiksa tanpa ada Hinata di sampingnya.
Hari demi hari berlalu, rindu yang kini menumpuk di palung hatinya kini seolah tak terbendung lagi, ia ingin melihat Senyum kecil Hinata, dan semuanya pasti akan baik-baik saja meski harus menunggu bertahun-tahun.
Sasuke yakin yang di rasakan dalam hatinya adalah cinta meskipun ada kekurangan
Meskipun menutup mata, meskipun menutup telinga,
Cinta dalam hatinya dapat merasakan Hinata.
Meskipun tak dapat menjangkaunya tak bisa menyentuhnya, Sasuke yakin Hinata pasti akan kembali padanya.
Seperti inilah dirinya, hanya merindukan Hinata di setiap detiknya. Seperti inilah ia tak bisa melakukan apapun, ia juga merindukan saat hangat bersama Hinata.
Sasuke sungguh malas membalas senyum kepada pasangan yang tengah berjalan padanya, pasangan yang sudah menjalin asmara sejak satu tahun lalu.
"Masih belum menemukan perempuan yang pas?" Gaara dengan santainya duduk di depan Sasuke.
"Kau ini, lihat para gadis di sekeliling mu, mereka menatap mu seperti oasis di padang pasir. Mereka menatap mu dengan penuh damba." Kini Ino yang kembali mengejek Sasuke.
Ck
Sasuke hanya berdecak kesal menanggapi ocehan Gaara dan Ino, ia bahkan lebih tahu dari Ino jika sejak tadi para gadis berbisik membicarakan dirinya.
Bahkan dua Lattè yang ada di atas mejanya kini adalah pemberian dari gadis-gadis, tapi jangan harap ia akan tertarik dengan para gadis yang sejak tadi berusaha mencari perhatiannya.
"Bagaimana Jika ku kenalkan dengan seorang gadis?" Lanjut Ino menggoda Sasuke dengan senyum manisnya.
Sasuke menggeleng tegas, "Tidak, terimakasih Nona Sabaku"
"Kau pasti akan menyesal jika menolaknya." Aquamarine Ino melirik Gaara sekilas, mencoba mencari dukungan atas rencananya.
"Yahh kau pasti akan menyesal jika menolaknya, lagi pula memang kau tidak lelah digosipkan homo?"
Hampir saja Sasuke melempar cangkir kosong di depannya, jika saja tidak ia punya pengendalian diri yang baik.
"Ah itu dia teman yang ku bicarakan."seru Ino saat melihat seorang gadis yang berjalan ke arah mereka, dress dengan motif bunga sakura terlihat manis di kenakannya dan rambut indigo nya kini telah memanjang tergerai indah.
Sasuke hampir saja lupa bagaimana caranya bernafas, dengan tidak elitenya tubuhnya menegang dan kaku seketika. Jantung berdetak dua kali lebih cepat, saat gadis yang berada dalam pikirannya kini tengah berjalam mendekat ke arahnya.
"Hai" Ucap Hinata kikuk, wajahnya kini merona dengan jelas saat Sasuke menatapnya begitu intens.
.
.
Yah benar apa kata Ino, Sasuke menyesal sangat menyesal malah. Gadis yang ia rindukan kini tengah berjalan di samping nya, yah Ino dan Gaara memebiarkan mereka menghabiskan waktu berdua menyelsaikan segala masalah yang sempat tertunda.
Sejak keluar dari cafè, udara yang Saduke hirup terasa manis.
Ia meyukai sinar matahari yang menyentuh kulitnya.
Ia bahkan bisa mendengar detak jantungnya berdetak tidak normal, "Kau cantik." ucap Sasuke.
Biasanya setelah lama tak berjumpa orang akan menanyakan bagaimana kabar mu? Bukannya kau cantik.
"Terimakasih."Hinata tersenyum tipis, senyum yang mampu membuat darah Sasuke berdesir.
Sasuke menuntun Hinata untuk duduk di bangku taman, keduanya duduk bersebelahan.
Musim semi telah datang ke ini
Musim semi telah datang di dalam hatinya. Sasuke terdiam lidahnya kelu.
"Kau tidak banyak berubah," Hinata mendaratkan tangan mungilnya di wajah mulus Sasuke.
"Seperti yang kau ucapkan sebelum kita berpisah, kita berjalan di jalan masing-masing. Jika pun takdir mempertemukan kita kembali di waktu yang akan datang tersenyum lah dan jangan mengingat tentang luka yang lalu" Sasuke menghela nafas. "Jadi, Hinata Hyuuga maukah kau jadi pacarku? Ah tidak kau harus mau jadi teman hidupku."
"Kau sangat percaya diri Uchiha" Hinata memukul pelan bahu Sasuke.
"Aku sangat percaya diri, karena itu kau mencintaiku" Sasuke menyeringai, Mulut Hinata membulat membentuk huruf O.
Wajah Sasuke mendekat, mengecup bibir selembut plum. Menggigita bibir bawah Hinata, dan gadis dalam dekapannya menggeram pelan.
Angin musim semi yang harum beterbangan di sekitar mereka,
Bahkan sinar matahari mendarat sempurna di pipinya menambah kehangatan yang menyeruak dalam hatinya.
Kelopak bunga Sakura yang berjatuhan seolah sedang menari, menyemarakan kebahagiaan kedua insan yang dimabuk cinta.
End
.
.
Omake
"Kaachan...!" Anak laki-laki berusia 5 tahun berlari ke arahnya.
"Jangan lari Kiseki-kun" Hinata meraih anaknya yang berlari ke pelukkannya.
"Hei jangan terlalu erat mendekap Kaachan," Sasuke menatap wajah Hinata yang memerah karena dingin. Perut buncitnya menarik perhatian Sasuke, "Bukankah sudah ku bilang untuk menunggu di dalam mobil" Sasuke mengeratkan syal yang dipakai Hinata.
Hinata hanya tersenyum, akhir-akhir ini Sasuke lebih protektif padahal kehamilannya kedua baru menginjak 8 bulan.
"Aku ingin makan soup tomat kaachan." ucap Kiseki saat sudah di dalam mobil, Hinata tersenyum mengacak surai raven anaknya.
"Touchan juga mau,"Ucap Sasuke sambil mengemudi.
"Tidak boleh" Kiseki mempoutkan bibirnya,"Touchan selalu menghabiskan semua soup tomat yang dibuat Kaachan"
Suara Uchiha Kiseki terdengar seperti merengek, Sasuke terkekeh melihat reaksi anaknya, dan Hinata mencubit pelan perut Sasuke karena suaminya itu sangat senang menggoda anaknya.
FIN
Bye bye bye bye
Terimakasih, maaf jika endingnya tak sesuai harapan...
Semoga tidak mengecewakannn.. Pendek banget... Hiks hiks hiks.. terimakasih buat yang udah Foll dan Fav, readers and reviewers yang tak bisa ku sebutkan satu persatu namanya..
Sampai jumpa di cerita selanjutnya…
