Chapter 8

BRAKK

" Ya! Apa yang kau lakukan Byun? Menggaggu saja." Chanyeol menggeram marah pada Baekhyun yang membanting kursi dan meninggalkan kelas tersebut.

PLAK

" Ya! Cadel, apa maumu?"

" Membenturkan otakmu supaya tidak korslet."

" Sial kau!" ujar chanyeol. " Jonginie, maafkan aku yang kemarin-kemarin ne,.. "

" Ne" Ujar Jongin merasa kikuk.

" Ah baiknya. Sini cium."

PLAK

Sebuah buku kembali mendarat di bibir Chanyeol.

" Apa lagi sekarang cadel?"

" Memukulmu. Apa lagi."

"YA!-

TENG-TENG

Suara bel masuk menginterupsi percakapan absurd diantara keduanya. Setelahnya Sehun dan Chanyeol segera beranjak menuju kelas mereka masing-masing. Meninggalkan Jongin.

Hari ini dilalui Jongin dengan baik. Tidak ada tatapan mengejek. Tidak ada hinaan, dan yang penting semua siswa kini bersikap baik padanya. Meski sedikit masalah tetap ada saja, siapa lagi kau bukan diva sok cantik alias Byun-pendek-Baekhyun. Uh… jika bisa rasanya ingin Jongin menyumpal mulut berisiknya dengan kaos kaki Luhan yang jarang sekali dicuci dalam sebulan. Memikirkannya membuat Jongin tertawa sendiri.

" Selain jelek, hitam, dan fake kau juga gila ya kacamata kuda?"

" Apa masalahmu pendek?"

" Oh,… tuan nerd saat ini sudah berani rupanya!" ujar baekhyun dengan nada sing a song.

" Dan tuan looser anda tetap menjadi seorang looser bukan." ujar Jongin sembari memberikan smirk terbaiknya. Oh jangan lupakan para fangirls dadakan satu hari milik Jogin yang menatapnya terkagum.

" Sial kau!" Geram baekhyun hendak melayangkan tinjunya ke arah Jongin dan tentu dengan mudah bisa ditangkap jongin.

" Kau!"

" Tuan looser kalau kau mau membuktikan kau bukan seorang looser tantang aku di arena bukan di koridor sekolah seperti ini." Ujar Jongin meninggalkan koridor.

Baekhyun megepalkan tanganya erat menahan geram dan amarah yang memuncak dihatinya. Sehun hanya melihatnya dengan pandangan datar.

" Tingkah murahanmu membuatku semakin muak padamu Byun"

" Begitu pula manusia nerd yang semakin membuat muak-

" Jongin yag kau bilang nerd bahkan jauh lebih baik darimu byun. Bahkan aku sudah muak untuk menyebut namamu."

" Manusia nerd itu tidak lebih baik dariku."

" Dia memag bukan yang terbaik tapi dia bukan slut dan peselingkuh sepertimu. Murahan." Chanyeol pergi meninggalkan baekhyun yang semakin menahan geram didadanya. Sementara siswa dan siswi lain memandang sinis dirinya. Pertama karena mengganggu Jongin mereka dan yang kedua karena perkataan Chanyeol. Meski Chanyeol adalah salah satu badboy di sekolah tapi ia tak pernah memaki orang sedingin itu. Membuktikan bahwa yang diucapkan Chanyeol adalah sebuah kebenaran.

" Sial kau nerd." Geram Baekhyun.

.

.

.

Jongin segera menuju kamar mandi. Ia merasa sangat bersalah telah berlaku seperti itu pada Baekhyun. Bukan maksudnya untuk menunjukan sisi arogansi dalam dirinya. Ia sudah berjanji pada Luhan tidak akan berbuat sesuatu yag menarik perhatian dan mencolok. Ia sudah berjanji pada sang nenek bahwa akan mejadi anak manis di Korea. Tapi karena seorang Baekhyun ia melanggarnya. Lain cerita dengan balap liar yang dilakukannya. Ada Luhan yang akan selalu melindunginya disana. Selama Luhan mengijinkan maka ia tidak akan merasa bersalah. Hanya Luhan yag ia punya saat ini.

Jongin segera merapikan penampilannya. Ia masuk ke dalam bilik kamar mandi. Ia ingin membenahi penampilan hari ini dan pulang seolah tidak terjadi apapun hari ini. Sementara itu Baekhyun memandang tajam pintu kamar mandi. Ia menumpahkan ember berisi penuh air ke atas bilik jongin dan Ia mengunci pintu luar kamar madi dan menempel tanda yang menunjukan bahw kamar mandi rusak dan tidak bisa digunakan. Sementara itu Jongin berusaha mengetuk pintu dari dalam.

Ia menggedor gedor pintu. Tidak. Ia benci keadaan ini. Ia membenci kamar mandi. Seumur hidupnya ia tak mau lagi terkunci di kamar mandi. Tubuhnya mulai menggigil kedinginan. Matanya mulai menjelajah tidak focus. Ingatan masa kecilnya muncul lagi. Tidak. Ia tidak mau ingatan menyakitkan kembali muncul. Cukup. Ia berusaha memblok pikirannya sendiri tapi tidak bisa. Suasana ini terlalu mirip. Kepalanya semakin sakit. Nafasnya mulai sesak. Airmata mulai menggenang dipelupuk matanya. tetesan air dari keran seolah meariknya kembali kemasa kelam hidupnya.

Flashback On

" Apa lagi ini Jongin?"

" Ani Oemma.."

" Ani apa? Jelas- jelas aku melihatmu membawa guntingnya dan lihat sekarang baju Taemin robel dan oh,.. apa ini kau memotog rambutnya juga?"

" Ani!"

" Kau memang benar-benar nakal Jongin."

" Ani oemma itu rambut Jongie"

" Kau rupanya selain nakal kau pintar berbohong sekarang?"

" Ani.."

" Kau harus dihukum.. Kemari."

BLAM

Nyonya kim mengunci Jongin kecil dalam kamar mandi. Dua jam lebih Jongin menangis dalam kamar mandi.

" Jongie… mianne"

Jongin mendegar suara Taemin dari luar.

" Hiks.. hikss.."

" Taemin tidak bisa membuka pintunya…. Kuncinya dibawa oemma… oemma pergi…" Taemin bicara dengan suara kecil diluar.

Tak lama setelahnya suara Taemin tidak terdengar lagi. Namun hal yang semakin buruk terjadi. Jongin takut gelap dan tiba-tiba lampu dalam kamar mandi mati. Sebenarnya lampu seluruh kompleks mati karena salah satu kabel penyalur listrik terputus. Jongin berteriak kencang ketakutan. Tapi maid dirumah itu tidak ada yang berani membuka pintu kamar madi. Ditambah kondisi gelap mereka juga tidak memiliki kunci cadangan maupun kunci kamar mandi. Mereka hanya bisa mengatakan untuk tenang padanya seorang anak kecil berumur empat tahun.

Tubuhnya menggigil ketakutan. Takut. Ia sangat takut kegelapan. Nafasnya sesak. Pandangannya memburam. Tubuhnya melemah. Tak mampu lagi berteriak minta tolong. Tubuhnya ambruk dalam bathup. Ia tak sadarkan diri, tubuh kecilnya tak sengaja mendorong keran bathub membuat air mulai mengucur memenuhi bathup. Namun karena ia hilang kesadaran ia hanya merasa dadanya sangat sesak tanpa bisa bangun. Paru-parunya serasa ingin pecah tak mampu bernafas. Tubuhnya menegang dan ia benar-benar tidak ingat apapun lagi setelahnya.

Flashback Off

Semua menjadi gelap dan ia kehilangan kesadaranya.

Taemin sedari tadi berputar-putar mencari jongin. Ini sudah lebih dari dua jam kelas mereka berakhir. Taemin memang bilang akan menjemput Jongin satu jam lebih lama karena ia ada pelajaran tambahan namun kini setelah satu jam mencari ia tetap tidak dapat menemukan Jongin. Ia sedikit panic. Kelas Jongin sudah kosong tapi tas Jongin masih ada.

Ia ingin menghubungi Luhan tapi ia ingat Luhan hari ini ada kelas hingga malam. Dan sekarang masih jam lima sore. Ia segera meuju atap sekolah tapi nihil. Ia menuju ruang dance nihil, perpustakaan nihil, taman belakang sekolah pun tak ada. Bahkan sekarang sudah mendekati jam enam sore. Menelepon Jongin pun percuma karena handphone dan tasnya ia yang membawa kini. Taemin berlari menuju lapangan basket.

" Sehun-ah, apa kau melihat Jongin?" Taemin bertanya dengan nafas memburu karena berlari.

" Eh? Tidak.."

" Ah Taemin kau semakin manis saja." Oke, suara ini sangat merusak suasana.

" Chanyeol-ah apa kau melihat Jongin?"

" Tentu saja aku melihat jongin pada dirimu, kalian kan kembar yang manis." Ujar Chanyeol semakin merusak suasana.

" Diamlah Dobi." Sehun berujar sangat dingin.

" Apa yang terjadi Tae?" kali ini sehun bertanya pada Taemin.

" Aku igin menjemput Jongin, ke kelas. Tapi kosong tasya ada di dalam, handphonenya juga, aku mencari kemana-mana tapi ia tak ada. Aku tidak tahu. Apa kalian tahu?" Taemin berujar dengan kalimat yang berantakan dan kecemasan yang semakin meninggi mengetahui bahwa kedua orang dihadapannya ini tidak mengetahui keberadaan Jongin.

Sehun dan Chanyeol mulai mengerti. Jongin hilang. Dan Taemin tidak dapat menemukannya sementara tasnya masih tertinggal di kelas saat Jongin menghilang.

" Hei teman-teman apa kalian melihat Jongin?" Chayeol bertanya pada teman klub basketnya.

" Hmm kembaran taemin bukan?" ujar seorang siswa bertanya, Hoya namanya.

" Ya.."

" Terakhir tadi setelah berdebat dengan Baekhyun ia masuk toilet latai satu dekat koridor dan tangga."

"Shit" Sehun mengumpat langsung berlari. Otaknya cepat menganalisis keadaan. Ia sempat melihat toilet tadi tertutup karena rusak. Sehun berlari diikuti Taemin. Sampai didepan pintu ia segera mendobraknya. Tak peduli ia merusak fasilitas sekolah.

"Jongin kau didalam" teriaknya. Tak ada sahutan.

Sehun melihat bilik ujung tertutup ia segera membukanya amun terkuci. Ia tidak ingin mengambil resiko mendobraknya takut jika jongin di dalam ia aka menyakitinya. sehun mengambil kursi dekat wastafel menaikinya untuk melihat keadaan dalam bilik. Matanya membulat.

Jongin ada di dalam tak sadarkan diri dengan tubuh basah kuyup. Sehun masuk ke dalam bilik lewat atas karena tak mungkin mendobrak pintu yang pasti akan melukai Jongin setelah masuk ke dalam bilik ia segera membuka kunci bilik dari dalam dan mengangkat tubuh Jongin. Ringan. Taemin yang melihatnya hanya dapat menutup mulutnya shock.

" Tae ambil kunci mobil di saku ku kita kerumah sakit"

" Ne"

Taemin segera mengambil kunci mobil disaku kemeja seragam yag dipakai Sehun. Ia segera berlari menuju parkiran mencari mobil sehun. Chanyeol yag melihatnya segera ikut berlari menuju parkiran namun ia terlambat karena Sehun segera menutup pintu mobil menyuruh Taemin menyetir dan membawa mereka ke rumah sakit terdekat.

" Byun Baekhyun" Chanyeol geram meremat tangannya hingga buku jarinya memutih.

.

.

.

Sehun menggendong Jogin menuju pintu ICU. Perawat yang ada segera tanggap dan mengambiil bed meempatkan Jongin disana dan segera membawanya masuk. Sehun dan Taemin masih menunggu diluar.

" Sehun-ah… aku pinjam mobilmu menuju ke rumah dan mengambil baju gati Jongin serta memberitahu oemma dan appa. Bisakah kau menjaga Jongin sebentar?"

" Ne… pergilah."

Tidak sampai setengah jam Jongin selesai ditangani. Ia segera dipindahkan ke ruang rawat inap tetunya Sehun tidak perlu mengurus administrasi karena rumah sakit ini adalah milik keluarganya.

Jongin masih terbarig belum sadarkan diri. Dokter bilang Jongin hanya megalami dehidrasi dan demam karena terlalu lama menggunakan baju basah. Sehun menggenggam tangan hangat Jongin. Tanpa kacamata dan riasan. Jongin tertidur dengan wajah polos yang membuatnya tampak manis dan polos pada saat yang bersamaan. Bulu matanya yang pajang membuatnya nampak cantik dan tampan sekaligus. Rumit bagi sehun untuk mendeskripsikan wajah Jongin saat ini.

.

.

.

.

" BAEKHYUN!"

TBC

Mianhamnida,... ini hanya short update...

Gomawo untuk para readers yang setia menunggu FF abal milik saya.

Maaf saya belum bisa membalas review readers satu per satu.

Tapi sejara general saya menyatakan terima kasih banyak bagi yang mereview, mengkritik dan memberi saran bagi lanjutnya FF ini.

Dan mohon maaf jika ada readers yang tidak puas dengan tulisan tangan saya ini. Anda bisa memilih untuk mengeclose atau mengabaikan FF ini. saran dan kritik sangat saya terima dengan tangan terbuka tapi untuk bashing mohon maaf. Menurut saya lebih baik anda sekalian membuat FF sesuai kehendak hati dibandingkan dengan mem'Bash' FF karya milik orang lain.

Mianhamnida, saya memang masih abal dalam menulis.

Kamsahamnida

Bow