Sudah Chapter 9~Enjoy!

Disclaimer:

BLEACH © Kubo Tite

TRUE COLOURS © Mae Otsuka

Main Pair: RukiaxIchigo

Adventure-Romance xD

RnR please: D !


"…..nyam…UMOIIIII~!" seru semua shinigami di sana menyantap mi udon.

"Benarkah? Terima kasih banyak~" kata Yuzu malu-malu. "Ini juga berkat bantuan Byakuya-san dan Matsumoto-san kok. Nee?"

"Tidak kok, kami hanya membantu sedikit saja. Lagipula Byakuya-taicho tidak memasak sama sekali." Goda Matsumoto.

"Aku memang tidak memasak, tapi paling tidak membantu memotong, kau bahkan tidak tahu bagaimana cara memotong dengan benar. keberatan dengan itu, Matsumoto-san?" tanya Byakuya kesal.

"Huh!" keluh Matsumoto. "Ichigo, tolong ambilkan garam di dekatmu itu dong!" pintanya. Tapi tangan Ichigo tidak berkutik sama sekali. Lebih tepatnya ia melamun sambil memainkan mi udonnya.

"Ichigo? Hei? Kenapa? Tidak enak ya?" tanya Matsumoto. Semua mata tertuju pada Ichigo. "Ichigo!"

"Hah! Apa?"

"Kamu kenapa sih?" tanya Renji. "Rangiku-san mau garam di sampingmu itu."

"Oh, ini." Ichigo menyuguhkan merica itu pada Matsumoto. Dan semua masih memandangnya aneh "….kenapa? Aku hanya… "

Ichigo dan Rukia saling bertatapan mata. Cepat-cepat, Ichigo menundukan kepalanya seakan sengaja membuang muka. Sedang Rukia malah mengerutkan dahinya.


"YAK!" seru Isshin sambil membawa tumpukan mangkuk kotor. "Sekarang yang mendapat bagian cuci piring adalah… Karin!"

"Hah? Enak saja! Bukan kok!" seru Karin. Tapi, Karin tiba-tiba bersemu merah saat Hitsugaya meliriknya. Sepertinya lupa ada sosok Hitsugaya di sana. Ia lalu mendunduk dan berbisik, "Ba..baiklah.."

"Bukan, sekarang giliranku kok." Kata Rukia dan mengambil tumpukan mangkuk itu dari tangan Karin. Semua Shinigami di situ mendongakkan kepalanya dan sama-sama berkata,

"Ha?"

"Kenapa? Memang giliranku kok." Kata Rukia dan berjalan kearah dapur.

"Giliran bagaimana, Kurosaki-san?" tanya Hinamori.

"Dia kan menginap di sini, makan malam juga bersama kami. Tentu saja ia sudah seperti keluarga sendiri kan?" jelas Isshin dengan gaya khasnya tertawa-tertawa sendiri. Dengan jawaban singkat itu, HInamori mulai mengerti kedekatan Ichigo dan Rukia. Betapa mereka hampir selalu menghabiskan waktu bersama. Dan mendalami arti, 'salah satu orang terpenting' dalam hidup Rukia. Ia lalu tersenyum manis dan berkata,

"Kurosaki-san, anda beruntung sekali ya."

"…..ha?" tanya Ichigo hanya melirik Hinamori yang memang duduk di hadapannya.

"Hidup bersama dengan seseorang yang baik hati dan perduli pada anda. Anda beruntung sekali." Senyumnya manis. Ichigopun mengangguk. Tersenyum datar mengerti maksud Hinamori.


Keesokan harinya, Rukia, Renji, Byakuya, Hitsugaya, Hinamori, dan Matsumoto berpamitan untuk kembali ke Soul Society.

"Terima kasih untuk semuanya ya Ichigo," kata Renji sambil menepuk pundak Ichigo. "Jangan lemas begitu dong… kenapa sih?"

"Tidak... hahaha... "

"Pintunya sudah terbuka, ayo." ajak Byakuya. Rukia pun melambaikan tangannya pelan ke Ichigo.

"hei, Kumako" panggil Ichigo. Ia tersenyum manis, "Kita akan bertemu lagi kan?"

"Tentu saja mikan-head," jawab Rukia, "Apa maksud dari perkataanmu?"

"Karena kau mendapatkan pekerjaan yang sangat penting, Rukia. " jawab Ichigo, "Dan kurasa kita tidak akan bertemu sesering biasanya."

"Aku akan sering-sering kemari, kau juga luangkan waktumu ke Soul society ya."

"Tentu." kata Ichigo.

"AYYOOOO…" panggil Renji. "Kau pikir pintu ini akan selamanya terbuka?"

"Lalu, ee… Rukia," lanjut Ichigo "Aku… hahaha, Aku akan merindukanmu," kata Ichigo sambil menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal.

"Hah?" tanya Renji. "Dia tidak akan pergi ke mana-mana, bodoh."

"Maksudku—"

"Ya, aku… juga." Jawab Rukia singkat. Ia tersenyum dan kembali melambaikan tangannya pelan.

Pintu gerbang menuju Soul Society tertutup. Ichigo menghela nafasnya dan menggaruk telinganya. Tertawa-tertawa sendiri.

"hhhh… dia pergi lagi… Aku memang bodoh ya?" Ucap Ichigo sendiri. Mengingat kemarin malam ia bertanya pada Rukia,

~Situasi Flashback~

"hhh… Besok aku dan Asano kawan-kawan akan pergi ke pantai. Dan aku kebagian membeli semangka,Sial! kau besok yang bawa ya! Berat sih" kata Ichigo tertawa.

"Besok aku yang bawa?... mm..Ichigo," Rukia terdiam sejenak. Memandang mata Ichigo lekat. "Aku... aku akan kembali ke Soul Society besok."

"…ha?"

"Maksudku… tentu saja aku harus kembali bukan? Aku—"

"Hahahaha! Benar juga," kata Ichigo seraya mengacak-acak rambut Rukia "Kau sekarang seorang kapten ya! Aku lupa,"

"Tapi, aku akan usahakan ikut jika kau pergi-pergi lagi dengan yang lain."kata Rukia sambil masih membalut perban di kaki Ichigo.

"…" Ichigo menghela nafas mendengar jawaban Rukia. Ia tersenyum. kembali mengacak-acak rambut Rukia, "tidak usah repot-repot. Pentingkan dirimu dulu."

Dan Rukia hanya termenung mendengar kalimat Ichigo.

If this world makes your crazy

And you've taken all you can bear,

Just call me up,

Because you know I'll be there

And I see your true colours shining through

Sesampai di Seireitei, para taicho langsung bergerak ke ruang divisi 1 dan menjalani rapat. Mereka saling membicarakan apa yang sebenarnya terjadi pada kota Karakura. Di mana Aizen dan Gin menampakkan dirinya, dan di mana Grimmjow mati terbunuh oleh bankai Rukia.

"Mereka pasti akan melakukan rencana yang jahat… kau bilang, projek selanjutnya?" tanya Yamamoto-taicho.

"Benar, Yamamoto-taicho. Kami juga tidak bisa menjelaskan secara pasti apa dan kapan. Dan sungguh kesalahan besar kami tidak bisa membunuh Aizen dan Gin saat itu juga." Jelas Byakuya.

"Dan, Grimmjow berkata, Ulquiorra yang akan muncul di dalam projek Aizen selanjutnya. Ulquiorra jelas jauh lebih kuat dari pada Grimmjow, Yamamoto-taicho." Kata Rukia.

"Tapi, serahkan tugas ini pada kami. Kami yang akan menyelesaikannya." Kata Hitsugaya penuh percaya diri.

Matahari terbenam terlihat dari beranda ruang tengah kamar Rukia. Di situ Hinamori sedang menyiapkan teh untuk Rukia. Ia terdiam mengingat sebentar tentang Hitsugaya yang sudah menjadi kawan sejak kecilnya itu menanggapi Rukia berbeda. Ia tersentak melihat Hitsugaya tidak mengelak sama sekali saat Rukia memanggilnya dengan panggilan 'Hitsugaya' di mana ia sangat sensitif untuk dipanggil dengan nama kecil, atau nama marga tanpa embel-embel –taicho, -kun, -san, dan semacamnya.

'mungkin, Hitsugaya-kun suka dengan Kuchiki-taicho…' pikirnya. "AAA! Apa ygn kau pikirkan sih Hinamori?" tanyanya sambil memukul-mukul kepalanya. Ia bergumam lagi, "Tapi mungkin benar… Kuchiki-taicho benar-benar baik dan keren. Dia cantik dan cerdas, hhh… kuharap aku bisa jadi sepertinya nanti... hhh…Kuchiki-taicho.."

"Hm?"

"WAAAAAAAAAA!" teriak Hinamori saat meliht sosok Rukia yang berdiri di depan pintu geser. "KENAPA TAICHO-TAICHO SELALU BERJALAN TANPA MENGELUARKAN SUARA SEDIKIT PUN SIH?"

"A… itu, aku sendiri juga tidak tahu. Omong-omong, ini dokumen yang harus kukirimkan ke Soifon-taicho besok." Kata Rukia sambil menaruh tumpukan kertas itu di atas Kotatsu (special thanks to Thanatos-san~) "capek sekali mengurusi kertas-kertas ini, besok libur sebentar ya! Hihi " tawa Rukia. Tapi tawa barusan sangat berbeda dengan tawa Rukia yang biasanya. Terlihat dari garis mata dan alisnya. Dan Hinamori menyadari itu. Rukia terlihat sedih walau ia berusaha menyembunyikannya.

"Kuchiki-taicho, apa—anda baik-baik saja?" tanya Hinamori.

"Hm? Ya tentu. Kenapa?" tanya Rukia

"Kau terlihat tidak enak badan. Apa ada sesuatu yang mengganjal?"

"Tidaaak… tidak ada apa-apa." Jawab Rukia singkat.

"... tapi—"

"Kamu mau pai apel?" tanya Rukia sambil membuka pintu geser yang membuka jalan antara ruang tengah dan beranda. Ia lalu mengambil beberapa buah apel dari pohon di dekat beranda itu. "Sewaktu aku masih menetap di Karakura, aku hampir selalu membuat pai apel. Penampakannya kurang bagus memang, tapi rasanya lumayan enak. Kau mau?"

"….eh..i—iya," jawab Hinamori pelan.

Lalu, mereka berjalan keluar dari kamar Rukia menuju pusat dapur(?) divisi 5.


"Selesai!" seru Rukia.

"Penampakan kurang bagus apa,Taicho… ini bagus sekali. Dan baunya sedap." Kesan Hinamori.

"Kalau begitu kau coba," kata Rukia seraya mencuci tangan.

"Bolehkah?"

"Ya tentu saja. Tujuannya kan memang untukmu."

"hm…" Hinamori menggigit potongan pai apel itu dan berseru, "Enaaakk!"

"Benarkah? Maksudku, benar kan! Aku memang berbakat, hahaha." Kata Rukia memuji dirinya sendiri. "Kau mau kuajari?"

"Eh? Ba—baiklah,"

"Pertama-tama—"

Hinamori melamun, melihat Rukia yang cuap-cuap tentang cara membuat pai apel. Hinamori kembali berkata dalam hati, 'Dia bahkan bisa memasak… keren sekali,'

"—sejauh ini mengerti?" tanya Rukia. "Hei, Hinamori?"

"Ah! Ma—maaf!" seru Hinamori baru sadar dari lamunannya. "Saya—"

"Oke, langsung praktek saja ya, jauh lebih mudah begitu." Kata Rukia. Ia tersenyum. Tapi garis matanya masih seperti yang tadi. Ia sedang bersedih.

"Kuchiki-taicho," panggil Hinamori. "Maaf jika saya berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi… apa anda baik-baik saja? Maksud saya, wajah anda terlihat tidak sedang bahagia... jadi—" Rukia hanya diam mendengar Hinamori bertanya. "Ma—Maaf! Lupakan saja kata-kata saya tadi! Maaf!" kata Hinamori. Pipinya memerah.

"Aku… aku hanya khawatir pada Ichigo," kata Rukia. "Tujuan awal Ulquiorra kan hendak mencari Ichigo, aku khawatir dengan projek Aizen selanjutnya."

"Oh, anda…anda suka pada Kurosaki-san kan?" tanya Hinamori langsung ke topik utama.

"Hah? Tidak. Kami kan teman baik. Aku tidak ingin dia menyelamatkanku lagi seperti dulu, aku juga tidak ingin ia gegabah selagi Ulquiorra merencakan sesuaut untuk membunuhnya. Aku hanya cemas. Selain itu—" Rukia mengingat kalimat Ichigo yang berkata, 'aku akan merindukanmu.' "hhh… dia bodoh sekali."

"Oh..begitu," kata Hinamori. Ia lalu tersentak. Ia tersenyum pasi dan berkata, "Apa anda tahu? Saya tidak bisa berkata ini benar atau salah, tapi… saya rasa ada seseorang yang menyukai anda sekarang. Anda tahu kan?"

"ee..tidak? aku tidak tahu."

"Dia—"

"Kau tahu? Sejujurnya, aku tidak terlalu berduli dengan itu, hahaha " kata Rukia tertawa. " Sekarang kembali ke pai apelnya—"

"Tapi saya yakin dia sangat menyukaimu, Taicho!" seru Hinamori. Wajahnya serius tiba-tiba.

"Tadi kau bilang—"

"Tidak tahu benar atau salah kan? Tapi saya rasa—"

"hmm…kau aneh sekali hari ini, bagaimana kalau besok saja membuat painya? Santai..HInamori." Kata Rukia sambil menepuk-nepuk punggung Hinamori. "Kau istirahat saja ya, sudah malam. Sampai besok."

"I—Iya, maafkan saya. Sampai besok…selamat malam Kuchiki-taicho," kata Hinamori. Ia keluar dari dapur itu dengan lemas, begitu pula Rukia.


Beberapa hari kemudian,

Ichigo mengucak-ucak matanya tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat di bulletin board. Ia adalah salah satu siswa yang harus mengikuti remedial untuk pelajaran Fisika yang diadakan seminggu dari sekarang.

"Sial… " keluhnya.

"Ini pertama kalinya kau ikut kelas remidi kan, Ichigo?" tanya Kojima dengan tampang heran. "Tidak biasanya,"

"Gara-gara kau sering melamun di kelas sih…" ejek Asano. "Kemarin saja kau harus dilempari kapur dulu baru bisa sadar."

"Aku tidak melamun kok, aku kan memang tidak pernah suka fisika." Jelas Ichigo mencari alasan. "Tapi kau benar, ini memang pertama kalinya aku ikut kelas remidi. Sial… aku harus pulang lebih sore dari biasanya, AAARRR! Mana fisika sulit sekali pula!" teriak Ichigo sambil mengacak-acak rambutnya kembali ke tempat duduknya.

"Kalau kau mau, kau belajar bersama Kojima atau Uryuu-san yang pintar-pintar itu saja." Kata Asano sambil menunjuk kawannya, Kojima.

"Yah mungkin kau benar," kata Ichigo memukulkan dagunya di meja.

"ano, Kurosaki-kun… " Inoue berdiri di depan Ichigo yang melemas. Tersenyum manis dengan nadanya yang malu-malu itu. "Jika kau mau, kau bisa belajar bersamaku nanti di rumah. Maksudku! Dengan Tatsuki juga tentunya! Atau kita bisa mengajak Sado-san dan Ishida-kun!"

Inoue terlihat malu sekali saat mencoba bicara dengan Ichigo. Ichigo hanya tersenyum, dan menjawab,

"Oke, nanti pulang sekolah ya."

"Eh?" pipi Inoue memerah. "Iya!"


Sepulang sekolah, Ichigo, Uryuu dan Chad mencari ke mana Inoue, gadis yang akan Ichigo kunjungi rumahnya.

"Mana Inoue?" tanya Ichigo pada Tatsuki yang baru saja keluar dari gedung sekolah.

"Pulang duluan. Katanya mau membereskan rumah." Jelas Tatsuki, "Kau jangan aneh-aneh sama dia ya nanti!"

"Enak saja kau bicara,"

"Dia tegang sekali kau datang ke rumahnya. Dia bahkan tidak percaya apa yang ia lakukan padamu tadi siang yaitu mengajakmu datang ke rumahnya."

"Tegang kenapa?" tanya Ichigo

"Masak kau tidak tahu?" tanya Tatsuki. "Sudahlah, kau memang bodoh sih."

"Hah? Aku tidak mengerti." kata Ichigo.

"Perempuan menang susah ditebak ya, Sado." Kata Uryuu.

"Aku juga tidak mengerti." Kata Chad.


"Selamat datang!" seru Inoue sambil membukakan pintu. "Silahkan masuk,"

"Wah, rapi sekali ya." Puji Uryuu.

"Iya benar." Kata Ichigo.

"Eh! Benarkah!" lagi lagi Inoue salah tingkah. "Kalau begitu silahkan duduk."

"Aku siapkan minum ya, Orihime." Kata Tatsuki. "santai..santai.."

"Oh, terima kasih! Hahaha!" tawanya tegang. "Jadi, kita mulai dari mana?"

"Terserah kau, tapi kurasa kita harus mulai dari bab awal. Aku sama sekali tidak mengerti." Kata Ichigo.

"Apa? Dari bab pertama?" tanya Uryuu. "Pikiranmu pergi ke mana sih selagi pelajaran? pantat?"

"Sialan. Kau kan tahu aku sama sekali tidak bagus dalam pelajaran Fisika, dan Asano benar… aku memang sering melamun akhir-akhir ini."

"Kau melamunkan apa?" tanya Inoue dengan wajah ingin tahu.

"Ee… KON? akhir-akhir ini dia semakin membuatku tidak bisa tidur. Ia selalu berisik tentang kenapa aku tidak memaksa Rukia untuk menetap di Karakura, padahal mau bagaimana lagi bukan?"

"Oh kau benar, dia menjabat sebagai taicho ya sekarang? Gila... keren sekali." Puji Uryuu.

"Keren sih keren... tapi dia jadi jarang main kemari." Kata Tatsuki kembali dengan minuman di tangannya. "Seperti kapan lalu kita ke pantai? Sebelumnya ia selalu ikut, kemarin jadi tidak ikut bersama kita. "

"Benar juga," kata Inoue.

"Sudah lupakan saja tentang Rukia, kepalaku makin sakit jika sering memikirkan dia. Ayo, kita mulai dari percepatan(percepatan dari hongkong) " ajak Ichigo. Tanpa sengaja tangan Ichigo menyentuh tangan Inoue yang berhasil membuatnya salah tingkah lagi. (Inoue lebay! Yg nulis jadi ikut lebay! hahaha)

"Oh, sori." Kata Ichigo.

"Oh, hahahaha, tidak apa, " tawa Inoue masih bersemu merah. Ichigo-pun tersenyum melihat tingkah Inoue.


Hinamori mengedor-gedor pintu keser kamar Rukia. Di mana Rukia belum bangun-bangun juga. Jam sudah menunjukkan pukul 8. Terlalu siang untuk seorang kapten harus bangun. Dan yang lebih utama, semua kapten akan berkumpul di ruang divisi 1 untuk rapat pagi.

"Kuchiki-taicho! Kuchiki-taicho!" seru Hinamori dengan masih mengedor-gedor pintu geser kamar Rukia. "Kuchiki-taicho! Anda tidak sedang tidur kan? Kuchiki-taicho! Haddeeh…" Hinamori mengeluarkan shikainya. Shikai yang bisa menembus tembok seperti yang pernah Inoue lakukan sebelumnya. Ia membuka pintu geser pemisah ruang tengah dan kamar tidur Rukia itu dan berseru, "KUCHIKI-TAICHO!"

"Ha?" kata Rukia masih setengah tidur.

"Kuchiki-taicho! Anda harus bisa membiasakan diri untuk bangun lebih pagi! Setiap pagi anda akan ada rapat di ruang divisi 1, anda tidak bisa selamanya seperti ini!" seru Hinamori sambil membereskan futon Rukia tidak perduli Rukia masih tergeletak di situ atau tidak.

"Hm... sekarang pukul berapa?" tanya Rukia seraya bangkit dari tidurnya malas-malasan.

"Pukul 8! Tepat! Cepatlah! Bergegas!"

"Aku mau gosok gigi dulu." Kata Rukia sambil menggaruk-garuk rambut nanasnya itu.

"Astaga… cepat!" seru Hinamori sudah jenuh dengan kelakukan Rukia. Tapi lama-lama ia terbiasa juga, Hinamori langsung terkikik dengan tingkah Rukia itu (ga jelas)

"HOYY! RUKIAAA!" seru Renji yang tiba-tiba membuka jendela kamar Rukia dari luar.

"UWAA! ABARAI-KUN!" teriak Hinamori histeris.

"Pagi Hinamori, mana kaptenmu?" tanya Renji

"Yo. Pagi Renji." Sapa Rukia baru keluar dari kamar mandi.

"APA YANG KAMU LAKUKAN DI SITU GOBLOG! (makin lama bahasanya makin tak terkendali nih) RAPATMU SUDAH MULAI DARI TADI TAHU!"

"Ee...Renji, sejujurnya, aku akan sangat senang jika kau mau memanggilku Kuchiki taicho." Kata Rukia pelan sambil mengucak-ucak matanya.

"hooo… jadi kau mau dipanggil 'taicho' ya?" goda Renji.

"Iya. kau keberatan, muka babon?"

"Apa yang kalian lakukan sih?" tanya Hitsugaya yang juga tiba-tiba muncul di balik punggung Renji. "Cepat Kuchiki, kau sudah terlambat."

"Dan apa yang kau lakukan di sini jika kau tahu sekarang sudah terlambat?" tanya Rukia sengaja membuat Hitsugaya kesal.

"Grr... Aku di sini untuk menjemputmu Kuchiki. Kau selalu saja terlambat datang ke rapat. dan jika kau terlambat, Yamamoto-taicho akan marah besar padamu tahu!" Jelas Hitsugaya sukses dibuatnya kesal.

"Oh, kenapa tidak bicara jujur saja sih kau khawatir padaku?" goda Rukia dengan nadanya yang datar masih setengah tidur. Nyawanya belum terkumpul semua rupanya.

"Aku—enak saja kau bicara! Jika kau dimarahi, kita juga terpaksa mendengar amarahnya itu tahu! "

"Alesan... Aku mau mengambil barang-barang dulu," kata Rukia sambil menguap.

"Si—Sial…" keluh Hitsugaya.

"Sudah… sudah… kalau dia belum sepenuhnya sadar dari tidur memang suka nglantur begitu kok," kata Renji. "Tapi kelamaan dia memang makin mirip denganmu ya, bocah jenius."

Hitsugaya yang masih belum lepas dari kekesalannya barusan menarik zanpakutonya sedikit memandang Renji dengan pandangan iblis.

"Apa katamu barusan?...kau mau dibunuh ya..?" lengkap dengan senyum sinisnya.

"A—Ma—Maksudku—"

"APA MAKSUDMU MEMANGGILKU DENGAN PANGGILAN ITU MANUSIA TAK BEROTAK!"

"MAAFKAN AKU HITSUGAYA-TAICHO! JANGAN BUNUH! JANGAN BUNUH!" seru Renji berusaha menenangkan Hitsugaya. Adegan barusan jika orang tidak mengerti maksud pertengkaran, bisa berpikir negatif (ngaco nih)

Hinamori langsung shock melihat HItsugaya yang baru kali ini ia lihat marah-marah pada seseorang selain Matsumoto.

"HOOAAAM...Aku duluan." Kata Rukia keluar dari jendela kamarnya melewati Renji dan Hitsugaya yang masih asik bertengkar.

"Sekali lagi kau panggil aku begitu, maka akhir hayatmu akan berada di penjara." Pesan hitsugaya pada Renji kejam.

"A—Aku hanya bercandaaa!"

"Ayo cepat, dungu." Panggil Rukia.

"Dan siapa yang kau panggil dungu itu?" tanya Hitsugaya emosi.

"Renji." Jawab Rukia santai.

"Bagus,"

"Dan kau." Lanjut Rukia masih dengan nada yang datar.

"KU—KURANG AJAR! BUKAN BERARTI SEKARANG KAU KAPTEN, KAU JADI BISA MENGEJEKKU SEENAKNYA TAHU!" teriak Hitsugaya.

"hehehehe…" tawa Rukia usil dan meluncur jauh meninggalkan Hitsugaya dan Renji yang marah-marah itu di belakang.


Hinamori masih membereskan tumpukan kertas di kamarnya untuk Rukia kerjakan hari ini. Suara ketukan terdengar dari pintu gesernya, ia membuka dan menyapa,

"Tunggu sebentar ya Kira-kun." kata Hinamori manis. Kira-pun ikut tersenyum. "Aku sedang mengurus dokumen-dokumen ini, Kuchiki-taicho memang susah untuk diajak kerja seperti ini. Hihihi, aneh ya? Tadi saja ia bangun terlambat... "

"Kuchiki-taicho orang yang seperti itu ya?" tanya Kira

"Aku juga baru tahu, lucu sekali bukan? Tapi kalau sudah serius dia susah ditebak, dalam sehari tumpukan kertas ini bisa selesai dalam sekejap." Kata Hinamori. "Aku benar-benar menikmati hari-hariku dengan Kuchiki-taicho. Menurutku dia hebat. Sumber inspirasi terbaik."

"Benarkah? Aku ingat saat kau bicara hal yang serupa tentang Aizen-taicho padaku dulu," kata Kira. Perkataan Kira barusan membuat Hinamori terdiam. "Ma—maaf, aku—aku tiba-tiba ingat saja, maaf."

"Tidak apa-apa kok, aku tahu. Tapi kurasa, aku percaya dengan Kuchiki-taicho. Kuchiki-taicho tidak akan mungkin membohongiku." Kata Hinamori, "Bagaimana kalau kau tunggu di ruang fuku-taicho duluan, nanti aku menyusul. Aku harus mengambil beberapa surat lagi."

"Eee… aku tunggu di luar kamarmu saja.." Kata Kira masih dengan tampang merasa bersalah.

Hinamori kembali ke kamarnya dan mengambil beberapa surat di laci-lacinya. Ia bersenandung ria, hingga ia tidak sadar jika lubang hitam berjeriji muncul tiba-tiba di balik punggungnya. Seseorang itu menghipnotis Hinamori untuk ikut dengannya. Tanpa teriakan, Hinamori langsung masuk begitu saja ke dalam lubang hitam itu. Lubang hitam itu tertutup lagi tanpa mengeluarkan jejak apapun. Maupun suara apapun. Kejadian barusan berjalan begitu cepat. Tapi reiatsu itu terasa begitu kuat bagi Kira yang sedang menunggu Hinamori di luar ruangan.

"Hi—Hinamori-kun?" tanya Kira memasuki kamar Hinamori berlahan "Tadi... barusan ada reiatsu aneh kan? Reiatsu itu dari —eh?"

Tidak ada seorang pun di dalam, Kira-pun berteriak dan langsung berlari seakan mengerti apa yang barusan terjadi.

TO BE CONTINUE


Bagaimana? Bagaimana? Hohohoho, omong-omong hari ini itu hari yg paling sy tunggu2. yaitu gangguin bocah2 kelas 10! MUAHAHAHA! Urat malu tadi lepas Cuma buat treak2 di depan bocah2 itu! Buahahahahahaha! (titisan balsebub) - (tawa gaya ala don kanonji)

Maaf kalau ga penting. Sudah kebiasaan. Berikut balasan review ~

Untuk Yanz ichiruki-chan, iya, dia mati dengan mudahnya sama bankai Rukia :D ( kreatip bangt banget ga tuh? Hahaha maaf, sy emang ga bakat bikin action2) untuk masalah Hitsu ada prasaan, sy ga bisa ngomong ya atau nggak. Lebih tepatnya nggak sih (ga jelas) Wahahaha! Stay tune saja! (kyk nnton tipi) makasih udah review~ ditunggu reviewnya lagi ya Yan~!

Untuk So-Chand 'Luph Plend', keren memang (ngaku2 sendiri) dan iya! Mestinya om tite bikin bankai buat Rukia! Trus makasih udah review ya~! Keep reading~! Ditunggu loh review slanjutnya hehe

Untuk Aizawa Ayumu, kita senasip! kita harus berjuang untuk kelas 12 ini ya Ai! (mae on fire) Sy kmarin2 ngurusi mos itu lo jadi ngrasa udah masuk pdhl belum (siapa juga yg tanya!) Aizen makai Rukia untuk projeknya itu? Ikuti saja critanya~! Hahaha, ditunggu lo review slanjutnya~

Untuk Jee-ya Zettyra, hehe :D muakasih ya jee-ya-san ~ keep reading, sm sy tunggu loh reviewnya ntar hehe~

Untuk Ruki Yagami, Hohoho, Hitsu memang dasarnya baik kok (sindrom sok tahu) Ichigo cuma ngrasa aneh saja kok knapa Rukia ga ngasi tau dia cepet2. pdhl kan mereka bersahabat! (membara) hehehe, sanyuu Ruki-san~ reviewnya ntar ditunggu lagi ya~

Untuk aRaRaNcHa, tepat! Mestinya om tite bikin bankai buat si Rukia. om tite juga ga bikin bankai buat si hinamori, gimana itu…ckckck. Hehe, makasih ya Cha, ntar review lagi ya~

Dan Untuk yuuna hihara, hehehehehe,(ketawa ga jelas gara2 critanya dibilang bagus) untuk adegan ichiruki ditunggu sja ya! pasti ntar ada kok! :D HOHOHO! hehe, sankyuu ya udah review, ntar review lagi ya~!