Momo berjalan dengan memapah Rukia yang memang tak bisa berjalan karena lukanya, tak ada yang berani membuka suara masing-masing, Momo terlalu takut untuk memulai pembicaraan dengan gadis di sampingnya, takut-takut jika ucapannya malah menyinggung perasaan sahabatnya ini yang sedang dalam kondisi sangat rapuh dan sekali sentuh saja mungkin hatinya bisa hancur lagi, prihatin memang melihat sahabatnya yang selalu ceria dan hangat sekarang menjadi pribadi yang murung.

Mereka telah sampai di depan sebuah rumah megah milik sahabatnya ini, dengan hati-hati ia melepaskan genggaman tangannya di pundaknya membuat sahabatnya ini mendongak ke arahnya, hanya senyum manis yang ia tampilkan padanya.

"Masuklah, berharaplah hari esok akan lebih cerah,"ucapnya pada Rukia.

Rukia hanya menganggukkan kepalanya, air matanya masih mengalir dan luka di lutunya pun belum ia obati karena Momo tak membawa P3K di dalam tasnya.

"Apa yang sudah terjadi padamu Rukia?"tanya orang dari balik pintu yang sekarang sudah tepat berada di depan tubuh mungil Rukia.

Sontak kedua pasang mata berbeda warna dari orang yang berbeda itu melihat tak percaya pada orang yang tengah berdiri angkuh di depan Rukia.

.

.

.

.

Remorse For You

.

.

.

.

Remorse For You

Disclimer : Om Tite Kubo

Author : Hanna Hoshiko

Rated : T

Genre : Romance/Hurt/Comfort

Cerita Abal, gak jelas, banyak typo,OOC (banget), tidak memenuhi kaidah EYD...

.

.

.

.

Warning :

Maaf kalau fic ini tidak memuaskan karena saya tergolong Author pemula..!

Maaf kalau ceritanya gak bisa bikin nangis...

Mohon RnR yaa minna..!

Kalo gak suka boleh gak dibaca kok..

.

.

.

.

Remorse For You

.

.

.

Ichigo mengakhiri ciumannya dengan Inoue meski hanya bibirnya menempel pada bibir Inoue. kemudian memandang datar wajah bersemu Inoue, rasanya tak ada yang istimewa kali ini tak ada perasaan bahagia yang meluap-luap dari dalam hatinya, ini memang aneh bibirnya mengatakan suka pada gadis di depannya tapi hatinya terasa hambar ketika mereka hanya berdua seperti ini.

"Ayo, Kuantarkan pulang,"ucap Ichigo datar.

Dan tanpa menjawab Inoue menggandeng lengan Ichigo dengan mesra, meski itu tak terasa nyaman bagi Ichigo tapi dia harus mencobanya dulu dan menjalani semua yang ia mulai beberapa menit lalu, saat mereka hampir mencapai luar hutan. Mata hazel Ichigo tak sengaja melihat gadis mungil bercepol tengah berlari tergesa-gesa pada seorang gadis mungil berambut kelam sebahu yang tengah terjatuh dan berusaha untuk berlari kembali tapi saat ia kembali berdiri tubuhnya kembali lagi terjatuh ke tanah dan terus saja begitu.

Dan sepertinya ia tak menghiraukan darah yang terus dan bertambah banyak mengalir dari kedua lututnya, Ichigo sempat bertanya siapa gerangan gadis mungil itu tubuh mungilnya seperti Rukia. Dan setelah melihat lebih detail sontak mata hazel kebanggaan Ichigo melebar karena kaget. Gadis mungil itu adalah...

Rukia.

Ini pasti karenanya, dan ulahnya. Tak mungkin gadis seperti Rukia akan melakukan seperti itu kalau bukan ada yang salah pada dirinya, Ichigo menghentikan langkahnya dan itu membuat gadis di sebelahnya mendongak ke arahnya dan mulai mengikuti arah mandang matanya, sama halnya dengannya gadis di sampingnya juga terperangah tak percaya melihat kejadian di depannya.

Ingin Ichigo berlari menghentikan Rukia agar tak menyakiti dirinya seperti itu, kali ini bukan rasa iba atau kasihan tapi rasa yang ia kira telah menghilang dari dalam hatinya untuk gadis mungil itu, apa dirinya terlambat untuk memperbaiki semuanya, kenapa ia mulai merasa muak dengan gadis di samping bukannya beberapa hari lalu ia masih begitu terpesona pada gadis di sampingnya.

"Gomenasai, Rukia!"gumam Ichigo lirih.

"Berhenti menatapnya, Kurosaki-kun!"seru Inoue kesal pada Ichigo.

"Hn."ucap Ichigo ambigu.

Ichigo memilih untuk diam dan melihat kejadian yang sedang di depannya, kemudian dirinya melirik kepada gadis di sampingnya, gadis itu tengah melihat dengan padangan menusuk ke arah Rukia, apakah sosok gadis ini yang beberapa hari lalu membuatnya terpesona?. Mata hazelnya beralih pandang ke arah Rukia dirinya merasa lega karena kekasih Toushiro Hitsugaya itu akhirnya berhasil menghentikan perbuatan Rukia yang akan menyakiti dirinya lebih parah lagi.

Kedua gadis mungil itu saling berpelukan, Ichigo hanya tersenyum miris melihat Rukia yang menangis di pelukan Momo ketimbang dirinya mungkin itu adalah air mata untuknya, dan sekarang rasa itu kembali mungkin ini adalah karma baginya, bagaimana caranya mengembalikan Rukia kembali ke sisinya lagi seperti dulu dan kembali berjalan bersama di sampingnya dan ia berjanji takkan menyembunyikan hubunganya lagi dengan Rukia, biar mereka tahu bahwa gadis mungil bermarga Kuchiki itu adalah miliknya selamanya.

Terlihat ke dua gadis mungil itu telah pergi dengan Momo memapah tubuh Rukia yang tidak bisa berjalan karena lukanya yang parah, mungkin hanya tinggal menunggu waktu yang akan menentukan gadis mungil itu pasti akan kembali padanya, ia pastikan itu.

"Ayo, kita pulang,"ucap Ichigo datar.

"Ha'i,"

Mereka berjalan tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut masing-masing kedua insan yang sedang berjalan ini, Inoue yang sibuk memikirkan rencana untuk hubungannya dengan Ichigo bukan! mungkin memamerkan hubungannya ke seluruh penjuru sekolah mereka. Tapi pikiran Ichigo melayang jauh tepatnya pada gadis mungil bermata Amethyst itu.

Ia juga kadang merasa amat bersalah, tapi dari semua rasa bersalah yang pernah ia alami hanya ada rasa penyesalan yang amat di hatinya, mengingat Rukia tersenyum tulus padanya saat ia memilih mengakhiri semua diantara mereka membuatnya amat menyesal kenapa Rukia menunjukkan senyuman itu padanya. kenapa bukan kata-kata kasar yang ia tunjukkan padanya agar dirinya takkan di liputi rasa penyesalaan seperti ini.

.

.

.

^^ Hanna ^^

.

.

.

"Nii-Nii-san?"ucap Rukia gugup.

"Kenapa dengan kakimu Rukia?"tanya Byakuya dingin.

"Nanti akan ku jelaskan! bisakah Nii-san ke dalam dulu, aku ingin bicara berdua dengan Momo."pinta Rukia pada Byakuya.

Tanpa mengatakan apapun Byakuya meninggalkan Rukia berdua dengan Momo, Nii-sannya begitu pengertian padanya meski tak bisa menunjukkannya secara nyata padanya.

"Gomenasai,"ucap Momo dengan nada kecewa.

"Berhentilah meminta maaf padaku, cinta tak harus memiliki dengan melihatnya tersenyum saja aku sudah senang meski bukan bersamaku, aku tak ingin melihatnya bersedih hanya karena aku tak mau hubungan kami berakhir. Lebih baik aku yang tersakiti,"ucap Rukia sendu.

"Rukia-chan..."ucap Momo tak menyangka Rukia yang biasa bersikap manja menjadi pribadi yang dewasa.

"Arigatou Gozaimasu, Momo."ucap Rukia dan memeluk Momo.

"Doita, Rukia-chan,"ucap Momo membalas pelukan Rukia.

"Kalau begitu aku pulang dulu, jaa ne."ucap Momo.

"Mata Ashita."ucap Rukia dengan menyangga tubuhnya dengan menyandar ke gerbang Rumahnya.

"Perlu bantuan?"tanya Nii-sannya dari belakang.

"Arigatou Nii,"ucap Rukia.

.

^^ Hanna ^^

.

Karena luka-lukanya menyebabkan dirinya tak bisa berjalan, Nii-sannya sudah melarangnya untuk masuk sekolah hari ini, tapi dirinya lebih keras kepala dari Nii-sannya dan membuat Nii-sannya harus mengalah untuk adik semata wayangnya. Dengan menggunakan alat bantu untuk berjalan ia keluar dari mobil Nii-sannya itu harus di bantu dengan Nii-sannya, tak sering gadis-gadis yang melewati mereka menjerit kecil karena melihat wajah rupawan kakaknya ini sedangkan Byakuya hanya mendengus kesal mendengarnya.

"Jaa ne, Rukia,"

"Jaa ne, Nii,"ucap Rukia dengan melambaikan tangannya pada Nii-sannya.

Rukia berjalan ke dalam sekolah menggunakan bantuan alat untuk menyangga tubuhnya untuk berjalan meskipun masih tertatih ia berusaha untuk tetap berjalan seperti biasa tak menghiraukan tatapan heran dari murid-murid yang sedang berada di sana, ia hanya bisa mendesah berat melihatnya seburuk itukah dirinya sehingga harus begini nasibnya.

Rukia terkesiap saat lengannya yang di pegang erat oleh orang lain, dengan berat hati ia menolehkan kepalanya ke belakang dan hanya ada mata hazel yang tengah memandangnya penuh arti, haruskah orang ini yang menghentikannya sepagi ini tapi ia harus kuat ini demi kebahagiaanya.

"Nani, Ichigo?"dengan senyuman palsu di wajahnya tertata rapi.

"Naik, aku akan mengantarmu"ucap Ichigo datar tapi masih ada khawatir di dalamnya.

"Tidak usah, aku bisa berjalan sendiri,"alasan Rukia pada Ichigo.

"Aku tidak menerima alasan apapun darimu."ucap Ichigo dingin.

Sekarang Ichigo berjongkok di hadapannya membuat para gadis mendelik sebal padanya, meski ragu Rukia menerima tawaran Ichigo lagi pula dirinya juga agak kesusahan menggunakan alat ini untuk membantunya berjalan, Ichigo tersenyum senang di dalam hatinya ketika Rukia mau naik kepunggungnya mungkin ini bisa sebagai balasan untuk apa yang ia lakukan pada Rukia meski tak setimpal dan juga perlahan membuat gadis di gendongannya ini nyaman kembali di sampingnya.

Mata onix Inoue memincing tajam ke arah gerbang sekolahnya, pertama ia tak mengenali gadis yang tengah di gendong kekasihnya sekarang tapi ketika wajah gadis itu terangkat untuk melihat Ichigo barulah ia menyadari bahwa kekasihnya sekarang tengah menggendong mantan kekasihnya sendiri, sesak rasanya hatinya melihat apa yang ia lihat sekarang ini masih pagi kenapa harus ini yang ia lihat, terkadang ia berharap pada tuhan kenapa ia tidak bisa menjadi gadis berhati baik dan mendapatkan pemuda yang hanya untuknya dengan cara yang bisa di bilang baik-baik bukan seperti ini.

Kaien melihat ke arah teriakkan kesal dari gadis-gadis ternyata ia melihat tetangganya tengah memperlihatkan hal mesra pada halayak umum di sekolah, karena kesibukannya mengurus kepengurusan OSIS yang baru ia tidak bisa menjaga Rukia dengan maksimal, dan kenapa di tangan Ichigo ada alat bantu untuk berjalan?, apa karena itu Rukia di gendong oleh Ichigo?, sebenarnya apa yang telah ia lewatkan selama ini?. tak memusingkan masalah itu karena pekerjaannya masih banyak, Kaien memilih untuk berlalu dengan hanya memandang datar, tak ada yang harus ia khawatirkan Rukia sudah ada yang menjaga selain dirinya.

"Kau bisa menurunkan aku disini, Ichigo,"ucap Rukia dengan tangan mungilnya menarik-narik jas almamater Ichigo dari belakang.

"Baiklah,"ucap Ichigo datar.

Ichigo menurunkan Rukia perlahan dengan hati-hati, setelah ia merasa Rukia sudah bisa berdiri sendiri kini dirinya mengambil posisi tegak, ia mencoba melihat ke dalam mata Rukia yang selalu membuatnya tenggelam di dalamnya, tapi kini mata itu tengah menatapnya datar hampir mendekati dingin. Ah... mungkin itu salahnya sehingga tatapan mata itu berubah padanya.

"Arigatou Gozoimasu, Ichigo."ucap Rukia sambil berojigi.

Rukia berjalan tertatih ke dalam kelasnya ia sudah tak mampu lagi untuk bertatapan dengan Ichigo, kalau mungkin ia lebih lama lagi bersama Ichigo air matanya pasti sudah menetes, ia melihat Momo yang kaget pada sosok Ichigo yang masih setia berdiri di depan pintu kelasnya dan Rangiku yang melihatnya khawatir mungkin lebih tepatnya pada kakinya.

Ichigo terus berdiri di depan kelas Rukia dengan matanya yang masih setia menatap gadis yang sedang berjalan tertatih ke arah bangkunya, sebenarnya ia benci di acuhkan tapi ia sendirilah yang memilih untuk di acuhkan dan kenapa ia harus marah pada gadis mungil itu bila ia harus di acuhkan olehnya, cukup lama dirinya terus memerhatikan gadis mungil itu dari luar. Akan teruskah seperti ini, dirinya juga tak mau.

Hanya ada kata penyesalan dalam hatinya, kenapa dirinya memilih harus berakhir dengan Rukia tanpa pemikiran yang matang, ini semua atas desakan Inoue yang saat itu sempat membuatnya terpesona. Cukup dirinya harus mengakhiri semua ini, pasti gadis Kuchiki itu akan kembali ke sampingnya selamanya bukan bersama siapa pun termasuk Shiba Kaien.

"Kenapa kau bisa di antar oleh Ichigo?"tanya Momo penasaran.

Rukia hanya tersenyum lembut, "Dia menawarkan untuk menggendongku tadi, dan aku menerimanya karena aku juga kesusahan berjalan dengan alat ini,"ucap Rukia dengan cengiran tiga jarinya.

Momo hanya tersenyum lembut melihat senyuman Rukia yng dulu telah kembali lagi pada dirinya, hanya ini yang ia bisa berikan pada sahabatnya menopang semua beban bersama dan tersenyum bersama pula.

"Kakimu kenapa?"tanya Rangiku penasaran.

"Uhm... hanya tersandung batu karena kecerobohanku,"ucap Rukia dengan menaruh alat bantunya di bawah agar tidak membuat orang yang lewat tersandung.

"Kau yakin baik-baik saja?, kau tampak tak baik-baik saja Rukia-chan dan apa kalian balikan?"tanya Rangiku pensaran.

"Kami sekarang hanya teman Ran, apa tidak boleh seorang teman membantu temannya yang sedang kesusahan?"tanya Rukia balik pada Rangiku.

"Ah... ya, hanya seorang teman ya!"ucap Rangiku kecewa.

Sebenarnya ia lebih ingin Rukia masih berpacaran dengan Ichigo. menurutya gadis mungil ini lebih cocok daripada gadis yang sekarang menjadi pacar Ichigo, tapi meski mereka sekarang berpisah tapi bila mereka memang di takdirkan untuk bersama maka semua penghalang pasti akan menyingkir, Tuhan memang ajaib pikir Rangiku.

.

.

.

^^ Hanna ^^

.

.

.

Setelah puas melihat Rukia, Ichigo berjalan santai ke arah kelasnya tapi matanya menyipit melihat gadis yang berstatus sebagai pacarnya itu memandang tajam padanya dan benar saja gadis itu sekarang tengah melangkah ke arahnya, matanya masih memancar tajam ke arahnya. Sedangkan Ichigo hanya memandangnya dengan datar tak mengerti harus apa.

"Kenapa kau tadi menawarkan gendong pada gadis Kuchiki itu?"tanya Inoue dengan nada marah.

Ichigo hanya mengumpat pelan di dalam hatinya inikah sifat asli kekasihnya sekarang, ia berbeda ketika mereka hanya berstatuskan teman dia sangatlah manis padanya tapi sekarang ia seperti budaknya yang bisa seenaknya ia marahi dan harus menurut padanya kenapa dirinya bisa tertipu dengan seorang Inoue Orihime, pasti ini adalah karma baginya dari Rukia.

"Aku hanya menawarkannya sebagai teman,"ucap Ichigo datar.

"Tapi belum tentu dia menganggapnya hanya sebagai teman,"ucap Inoue yang masih tersulut amarah.

"Ck, terserah."gumam Ichigo dengan nada dingin menandakan bawa dirinya tengah kesal.

Inoue yang menerima berlakuan dingin dari Ichigo hanya menggerutu dan ikut melangkah masuk ke dalam kelasnya. Terlihat pemuda berkacamata tengah melihatnya dengan intens, dia adalah anak terpintar sekaligus merangkap sebagai ketua kelas di kelasnya. mata hitamnya selalu memerhatikan dengan diam gerak-gerik seorang Inoue Orihime sejak pertama kali gadis itu memperkenalkan dirinya di hadapan kelas sebagai murid pindahan juga sebagai murid baru di kelasnya.

Dirinya begitu tertarik pada gadis bermarga Inoue itu, bisa dikatakan gadis itu telah mencuri perhatiannya yang biasanya akan ia berikan pada semua buku-buku yang ada, tapi ternyata gadis itu lebih memilih terus berdekatan dengan Ichigo yang notabene sudah memiliki kekasih. Tapi sepertinya gadis itu rela mengorbankan siapa pun sampai tujuannya berhasil ia dapatkan. Ia tahu bahwa gadis itu mengarang cerita pada Ichigo tentang kekasihnya tapi memang bukan sepenuhnya mengarang cerita hanya ada tambahan yang mungkin membuat orang yang medengarnya salah mengartikannya.

Meski hatinya terasa ngilu saat pertama kali mendengar Inoue berpacaran dengan Ichigo tapi berbeda apa yang ia lihat sekarang sepertinya Ichigo masih begitu mencintai Rukia tapi mungkin Ichigo sempat terlena akan pesona gadis bertubuh sintal itu seperti halnya dirinya sekarang.

Entah sihir apa yang gadis itu gunakan padanya sehingga dirinya bisa terpesona akan kepribadian dan apapun yang terkait dengan gadis itu kecuali Ichigo tentunya, tapi meski gadis mungil itu telah memiliki kekasih tapi yang terlihat mereka seperti bukanlah sepasang kekasih. Dirinya hanya menampikkan senyum tipis di bibirnya dan masih terus melihat gadis yang sibuk menggerutu tak jelas pada kekasihnya yang sepertinya tak begitu peduli padanya.

"Cukup kami hanya teman!"sentak Ichigo pada Inoue yang sejak dari tadi menggerutu padanya.

Semua mata memandang Ichigo kaget sama halnya dengan Inoue yang memandang Ichigo tak percaya tapi ia berusaha untuk tak menangis, beginikah sikap Ichigo ketika dulu masih berpacaran dengan Rukia, apakah ketika Rukia cemburu padanya apakah ia akan membentaknya seperti ini?, Inoue memilih memalingkan mukanya.

.

^^ Hanna ^^

.

.

Rukia terus menggoreskan tinta penanya di atas buku pelajarannya terus menuliskan tiap-tiap huruf tapi ketika perasaan bosan tengah menderanya ia akan membalik bukunya sampai halaman belakang dan mulai menggambar chappy sampai dirinya merasa persaan bosannya menghilang dalam dirinya, dan kakinya tambah menambah rasa bosannya hari ini karena dirinya harus berada di kelas dari tadi, untung saja Momo mau menemaninya makan di kelas dan rela tidak pertemu dengan pacarnya.

Tapi itu tak menghilangkan rasa bosan di hatinya, ingin sekali dirinya keluar dan membolos jam perlajaran dan mungkin akan kembali saat jam pembelajaran usai, meski dirinya seorang Kuchiki tapi sak penuhnya ia mirip dengan pribadi kakaknya yang sangat mematuhi aturan dan itulah yang membuat dirinya sangat di sayang kakaknya dan kakeknya yang sekarang berada di Amerika.

"Sampai jumpa lain waktu Minna-san."ucap Ochi-sensei mengakhiri pertemuannya hari ini.

Rukia menguap lebar dan bergumam senang, kini ia berjalan dengan tertatih-tatih menuju gerbang sekolah untuk menunggu mobil kakaknya yang bersikeras untuk menjemputnya tadi, bukan hanya kakaknya yang bersikeras untuk mengantarkannya pulang tapi Momo dan Rangiku tapi Rukia mengerti pacar-pacar mereka pasti akan menunggu mereka jadi lebih baik Rukia di jemput oleh Nii-sannya saja daripada harus merepotkan siapapun.

Dengan bersenandung kecil Rukia menunggu Nii-sannya yang pasti akan segera menjemputnya kemari, sesekali ia mengecek I-phonenya untuk mengganti lagu yang berputar memilih lagu yang ia sukai. Hari semakin sore dan sekolahnya juga semakin sepi, penjaga gerbang sekolahnya pun sudah pergi dari tadi. Ia juga tak mungkin berpikir Nii-sannya tidak akan menjemputnya.

"Boleh aku menemanimu?"

.

.

.

.

.

.

To be Continued.

Pojok Author Talk :

Yee... Capther selanjutnya udah apdate nih kayaknya disini bakalan banyak scan kebersamaan IchiRuki, di nikmati aja yaa...!

Pojok Balasan Review :

Eigar Alinafiah : Hehehe... mungkin ini gak bakalan Hiatus lagi, dan sekarang bagaimana Ichigo menyesal hahahaha *ketawa horror*

Shin Key Can : Gpp, yang penting bisa Review cerita aku^^

Azura Kuchiki : Ini udah Apdate.

Natsumi Kyoko : Ini udah Apdate.

Bleachaholic Yuuka-chan : Yuuka-chan nunggunya udah berakhir karena udah apdate ceritanya^^

Eun Chae : ya, kasihan T^T. Tapi ini udah apdate^^

15 Hendrik Widyawati : mau buka toko jus jeruk sampek mau blender Ichigo?

Mulberry RedBlack : hahaha iya^^