Complicated Love
Genre : Romance, Friendship, Hurts
Rate : T
Cast : Lee Sungmin (yeoja), Cho Kyuhyun (namja), Soyou SISTAR (yeoja), Lee Donghae (namja), Kim Ryeowook (yeoja), Yesung (namja), Shim Changmin (namja), Victoria Song (yeoja), Leeteuk (yeoja), Kangin (namja), etc.
Pairing : KyuMin, HaeMin, ChangToria, YeWook, KangTeuk, KyuYou etc.
Part : 9
Warning : Genderswitch, GJ, Tidak sesuai EYD, OOC, TYPOs
Disclaimer : KyuMin is destiny and belong to each other.
.
..
Kyuhyun memandang punggung Sungmin yang semakin jauh darinya. Dia mematung, seperti kehilangan tenaga untuk sekedar melangkahkan kakinya. Membiarkan hujan yang turun semakin deras menyamarkan air matanya yang mulai turun perlahan.
.
.
Cklek..
Sungmin menutup pintu kamarnya dengan lemas. Bahkan dia tidak mengerti apa yang dia rasakan saat ini.
Harusnya dia bahagia karena akhirnya Kyuhyun membalas perasaannya. Dia bisa saja langsung mengatakan bahwa dia juga mencintai Kyuhyun.
Tapi, bagaimana dengan Donghae?
Donghae sudah sangat baik. Selalu ada di sisinya saat Kyuhyun sibuk bersama Soyou, selalu menghiburnya saat dia sedih. Sungmin sangat tahu bagaimana rasanya memiliki cinta yang bertepuk sebelah tangan, itu sangat menyakitkan, dan dia tidak tega jika Donghae harus merasakan hal yang sama setelah Donghae begitu baik padanya.
Tidak. Sungmin tidak boleh egois. Bagaimana pun dia sudah berjalan sejauh ini dengan Donghae. Dia yakin, pasti dia bisa menbalas perasaan Donghae suatu saat nanti.
Tapi, bagaimana dengan Kyuhyun? Apa benar pria itu mencintainya? Jika itu memang benar, lalu bagaimana dengan Soyou?
Semua pertanyaan itu berkecamuk di pikiran Sungmin. Semua ini terlalu membingungkan baginya.
Sungmin berjalan gontai ke kamar mandi. Sepertinya mandi dengan air hangat akan sedikit mengurangi rasa penat yang sedang ia rasakan.
.
_ComplicatedLove_
.
Sungmin terbangun dari tidurnya, kepalanya sedikit pusing karena terkena hujan semalam. Sebenarnya dia ingin melanjutkan tidur, tapi hari ini adalah hari pertama dia masuk sekolah karena liburan sudah berakhir.
Sungmin mengambil ponselnya saat mendengar bunyi tanda pesan masuk.
From : Donghae
Sayang aku akan menjemputmu jam 06.30 ya? Sampai jumpa nanti. Saranghae.
Setelah mengetikkan balasan untuk Donghae, Sungmin segera mandi dan bersiap - siap. Seperti yang dijanjikan Donghae, pukul 06.30 mobil pria itu sudah terpakir di depan rumah Sungmin.
"Selamat pagi sayang." Sapa Donghae saat Sungmin masuk ke dalam mobilnya.
Sungmin tersenyum kecil. "Pagi, Hae."
"Hei, kau kenapa? Sepertinya sedang tidak bersemangat? Terjadi sesuatu?" Tanya Donghae saat melihat raut sedih di wajah Sungmin.
"Eum?" Sungmin menggeleng pelan. "Aku baik - baik saja. Sudah jalankan mobilnya, nanti kita bisa terlambat."
"Baik tuan putri." Seru Donghae sambil mengacak rambut Sungmin dengan sayang.
Sepuluh menit kemudian, mobil itu mulai memasuki pintu gerbang sekolah mereka. Perasaan Sungmin semakin campur aduk.
Apa yang harus ia lakukan saat bertemu dengan Kyuhyun nanti?
Apa dia harus menghindari Kyuhyun?
Atau bersikap seolah semalam tidak terjadi apa - apa?
"Ming. Kau melamun?"
Sungmin segera tersadar saat suara Donghae menyapanya.
"Ah. Tidak hae."
Donghae tersenyum memaklumi. "Kau ini. Selalu tidak mau mengaku kalau sedang melamun. Melamunkan apa eoh?"
"Sudah kubilang aku tidak melamun, Hae."
Donghae terkekeh kecil. "Baiklah - baiklah. Ayo turun sayang, kita sudah sampai."
Sungmin mengangguk kecil. "Eum"
.
.
Setibanya di kelas, Sungmin bersyukur Kyuhyun belum datang. Karena jujur saja, dia belum siap bertemu dengan pria itu. Dari tadi detak jantungnya tidak bisa dikontrol. Berdetak dengan sangat cepat.
"Hai Ming." Sapa Ryeowook saat Sungmin duduk di sebelahnya.
"Hai Wookie."
Ryeowook yang mendengar suara lirih Sungmin mengerutkan dahinya. "Hei, kau baik - baik saja?"
"Ya. Memangnya kenapa?"
"Kau terlihat sangat lemas. Ada masalah?"
Sungmin menggeleng pelan. "Mungkin aku hanya kelelahan."
Ryeowook memegang dahi Sungmin. Hangat. "Seharusnya kau istirahat saja di rumah kalau kau sakit Ming."
"Aku baik - baik saja Wookie."
"Aish kau ini. Selalu saja keras kepala. Ngomong - ngomong, dimana Kyuhyun Min? Sebentar lagi bel masuk tapi dia belum juga datang."
Mendengar nama Kyuhyun, Sungmin seketika menjadi gugup. "Ah.. Eum, aku tidak tahu Wook, mungkin masih di jalan."
"Hmm ya, mungkin saja." Ryeowook mengangguk beberapa kali.
.
.
Perasaan lega Sungmin berubah menjadi khawatir saat Kyuhyun tak kunjung datang. Padahal pelajaran sudah dimulai sejak beberapa jam yang lalu. Bahkan ini sudah hampir jam istirahat. Ada apa dengan pria itu? Apa Kyuhyun sengaja tidak masuk untuk menghindarinya?
Teteeeett..
Terdengar bunyi bel tanda istirahat.
"Baik, pelajaran hari ini cukup sampai di sini. Jangan lupa tugas kalian. Selamat pagi." Ucap Hwang Seongsaengnim.
"Selamat pagi Seongsaengnim." Jawab murid - murid serempak.
"Min, Kyuhyun tidak masuk? Kenapa?" Tanya Ryeowook lagi.
"Aku tidak tahu Wook."
"Apakah dia tidak menghubungimu? Bukankah kalian sudah baikan."
Sungmin mengangguk. "Ya kami sudah baikan dan ya, dia tidak menghubungiku. Jadi aku tidak tahu kenapa dia tidak masuk."
"Hah. Sebenarnya ada apa lagi diantara kalian?"
"Memangnya kenapa?"
"Aish sudahlah. Aku mau ke kantin dulu. Yesung oppa sudah menungguku." Lalu Ryeowook pergi begitu saja.
"Hei. Kenapa?"
Sungmin mengedikkan bahu. "Entahlah. Wookie memang kadang - kadang cepat sekali marah."
Donghae tekekeh. "Mau ke kantin?"
"Eum." Sungmin mengangguk.
.
.
Sungmin sedang meminum jus jeruknya saat seseorang menepuk pundaknya.
"Eonni."
Sungmin menoleh. "Ah, Soyou."
"Boleh aku duduk di sini?" Tanya Soyou pada Sungmin dan Donghae.
"Boleh saja." Jawab Sungmin. Donghae mengangguk mengiyakan.
"Eonni apa kau tahu Kyuhyun oppa sedang sakit?"
Deg. Tiba - tiba saja perasaan khawatir Sungmin menyeruak lagi.
"K-Kyuhun sakit?"
Soyou mengangguk.
"Aku tadi mendapat pesan darinya kalau dia tidak masuk sekolah hari ini karena dia sakit. Aku pikir eonni sudah tahu."
Sungmin menggeleng kecil. "Belum."
"Pulang sekolah nanti aku akan menjenguknya. Apa eonni mau ikut?"
Sungmin melirik ke arah Donghae sekilas. Ingin mengiyakan ajakan Soyou, tapi jujur dia merasa tidak enak dengan Donghae. Lalu dia menggeleng pelan. "Kau saja yang menjenguknya. Salamkan padanya semoga dia cepat sembuh ya."
"Ah baiklah kalau begitu. Kalau begitu aku kembali ke kelas dulu ya, eonni, sunbae. Annyeong." Pamit Soyou pada Sungmin dan Donghae.
"Ne, annyeong Soyou-ah." Jawab Sungmin dan Donghae bersamaan.
.
_ComplicatedLove_
.
"Sayang. Kau yakin tidak mau menjenguk Kyuhyun?" Tanya Donghae saat mobilnya sudah berhenti di depan rumah Sungmin.
Sungmin sedikit tersentak. Dia memang sedang melamun dan memikirkan Kyuhyun."Hmm?"
"Kau yakin tidak ingin menjenguk Kyuhyun? Aku bisa mengantarmu kalau kau mau." Tawarnya.
Sungmin menggeleng kecil. "Tidak perlu Hae."
"Yakin?" Tanya Donghae sekali lagi.
Sungmin tersenyum. "Ya. Lagipula sudah ada Soyou."
Donghae mengangguk mengerti. "Baiklah."
"Kalau begitu aku turun dulu Hae. Kau tidak mampir?"
"Mungkin lain kali sayang."
"Hmm. Annyeong Hae."
"Annyeong. Sampai besok."
"Hmm." Lalu Sungmin turun dari mobil itu. Menunggu mobil Donghae berjalan, lalu masuk ke rumahnya.
.
.
Sungmin menghempaskan tubuhnya di hamparan kasur miliknya. Bohong jika dia tidak ingin menjenguk Kyuhyun. Sejujurnya dia sangat khawatir. Dulu, biasanya saat Kyuhyun sakit, dia yang akan merawatnya. Ya, karena orang tua Kyuhyun sama sibuknya dengan orang tuanya.
"Haaaah. Apa yang harus aku lakukan?" Sungmin mengacak rambutnya frustasi.
"Aku sangat khawatir dengan Kyunnie. Apakah aku harus ke rumahnya?"
"Ah, tapi bukankah sudah ada Soyou? Lalu aku harus bagaimana?"
Sungmin terus saja bermonolog.
Drrtt drrtt..
Merogoh ponsel yang ada di sakunya dan ternyata panggilan dari Soyou. Sungmin segera menekan tombol hijau di ponselnya.
"Yeoboseyo."
"Yeoboseyo. Eonni, apa kau sedang sibuk?"
"Tidak Soyou-ah. Wae?"
"Begini. Aku tidak bisa berlama - lama menjenguk Kyuhyun oppa karena aku ada urusan. Bisakah kau kemari? Kyuhyun oppa tidak mau dirawat oleh Shin Ahjumma."
"Ne?"
"Jebal eonni. Kasihan Kyuhyun oppa."
Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Sungmin mengiyakan tawaran Soyou.
"Baiklah Soyou-ah. Sebentar lagi aku akan ke sana."
Soyou tersenyum di seberang sana. Sebenarnya dia sedang tidak ada urusan apa pun. Dia hanya ingin Sungmin menemani Kyuhyun. "Goamwo eonni."
"Ne Soyou-ah."
.
_ComplicatedLove_
.
Sungmin menekan bel rumah itu dengan ragu. Tidak lama kemudian seseorang membuka pintu.
"Ah, nona Sungmin."
"Ye Shin Ahjumma." Sungmin membungkuk hormat pada Shin Ahjumma.
"Silahkan masuk nona. Tuan Kyuhyun sedang sakit."
"Ye ahjumma."
"Nona langsung saja ke kamar Tuan Kyuhyun. Ah nona, apa saya boleh meminta bantuan?"
"Ye?"
"Saya sudah meletakkan bubur di nakas, dari tadi saya sudah membujuk tuan untuk makan, tapi dia tidak mau. Saya khawatir kondisinya akan semakin buruk kalau dia tidak mau makan dan minum obatnya. Tolong bujuk tuan untuk makan dan meminum obatnya nona."
"Ah. Ne ahjumma" Sungmin mengangguk. "Akan saya coba." Lanjutnya sambil tersenyum.
"Terimakasih nona."
"Sama - sama ahjumma."
Setelah itu Sungmin segera menuju ke lantai atas, kamar Kyuhyun ada di lantai dua.
Sungmin berhenti di pintu bercat putih itu sebentar, sebelum akhirnya memberanikan diri untuk masuk, meski pun perasaannya sangat gugup. Sungmin berjalan dengan pelan. Lalu mendudukkan diri di pinggiran kasur bersprei biru muda itu.
Kyuhyun sedang tidur.
Sungmin memandang wajah tampan itu dengan sendu. Tangannya secara refleks bergerak menuju dahi Kyuhyun.
Panas.
Setelah itu tangan Sungmin turun ke pipi Kyuhyun, mengelusnya perlahan. Oh Tuhan, sungguh dia sangat menyayangi pria ini. Andai saja Kyuhyun menyatakan perasaannya sebelum Donghae, pasti semua ini akan mudah untuk mereka.
"Kyuhyun." Lirih Sungmin.
Tidak ada respon.
"Kyuhyun." Sekali lagi Sungmin memanggil pria itu. Dan kelopak mata Kyuhyun bergerak perlahan.
"S-sungmin."
Sungmin mengangguk. "Hmm, ini aku."
"Kau datang?" Kyuhyun sepertinya masih tidak percaya bahwa Sungmin akan menjenguknya.
"Iya, Kyuhyun." Sungmin tersenyum. Lalu menarik tangannya dari pipi tirus itu.
Mengambil mangkuk bubur yang ada di atas nakas. "Kau belum makan kan? Aku suapi ya?"
Kyuhyun tentu saja tidak ingin menyia - nyiakan kesempatan itu. "Ya, Ming."
Sungmin tersenyum, lalu dengan telaten membantu Kyuhyun untuk duduk bersandar dan segera menyuapi Kyuhyun dengan bubur buatan Shin ahjumma itu.
"Sekarang minum obatnya." Sungmin menyodorkan obat dan segelas air putih pada Kyuhyun.
Kyuhyun menurut, dengan segera meminum obat itu.
"Tidur lagi ya?" Ucap Sungmin setelah Kyuhyun meminum obatnya.
Tapi Kyuhyun menggeleng pelan. "Tidak Min."
"Waeyo?"
"Aku tidak mau kau pergi setelah aku tertidur."
Sungmin tersenyum kecil. "Tidak, aku berjanji aku akan tetap di sini sampai kau bangun nanti."
"Janji?"
Sungmin menatap Kyuhyun, lalu mengangguk.
Kyuhyun sangat bahagia mendapat anggukan dari Sungmin. Dengan perlahan ia merebahkan tubuhnya lagi. Tapi tidak langsung memejamkan matanya.
"Min?"
"Hm?"
"Kau belum menjawab pernyataanku kemarin."
Sungmin terdiam mendengar perkataan Kyuhyun. "Jangan bahas itu dulu. Kau sedang sakit Kyu."
"Tapi min.."
"Tidak Kyu. Kau harus istirahat sekarang."
Kyuhyun mendengus kecil. "Baiklah. Tapi tolong temani aku tidur min."
"Eoh?"
"Berbaringlah di sebelahku."
"Ne?"
"Aku ingin menggenggam tanganmu."
"Tapi Kyu.."
"Jebal?" Mata Kyuhyun menatap Sungmin dengan sendu, sarat dengan permohonan yang dalam.
Sungmin mengalah, berjalan ke sisi lain tempat tidur Kyuhyun lalu duduk bersandar di sebelah Kyuhyun.
"Kemarikan tanganmu."
Kyuhyun tersenyum, dengan senang hati memberikan tangannya untuk digenggam oleh Sungmin. Kyuhyun merubah posisi tidurnya menyamping, lalu menautkan jari - jari mereka.
"Kau yakin tidak ingin berbaring?"
Sungmin menggeleng. "Begini saja Kyu. Sudah kau tidurlah."
Kyuhyun mengangguk. "Jangan kemana - mana ya?"
"Hmm"
Lalu setelah itu Kyuhyun segera memejamkan matanya. Dia sangat bahagia, apalagi saat merasakan jemari Sungmin yang bebas sedang mengelus rambutnya dengan sayang.
.
.
.
TBC
.
.
Maaf ya chingudeuls kalo baru bisa update huhuu..
Semoga masih ada yang mau baca FF ini.
Yuk langsung comment aja kalo mau ada yang dikomentari, dkritik atau dikasih saran juga boleh. hehe^^
~Gomawo~
