A man of many companions may come to ruin, but there is a friend who sticks closer than a brother. – Proverbs 18:24.


Senso De Fukai Yujo Ga Aru

Chapter 9: Golden Week pt.1

Persona Series © Atlus

Bleach © TITE KUBO


10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2…

We are living our life…

I walk away from the soundless room~

I realize, once again…

Muncul scene pada saat Yosuke tersedak di seri sebelumnya.

Yosuke Hanamura as Himself

That the world is cheating me again!

And so, we must survive this day once again!

It's always happening…

And we'll gonna make you familiar with all of this!

Muncul scene pada saat tangan Kanji kepleset sehingga alkohol yang dia pegang jatuh ke api unggun dan membuat seluruh hutan terbakar.

Kanji Tatsumi as Himself

Rise to the sunshine!

Now all we have to do is to see the positive side of all problem happen to us!

Let's show how we can be!

Let's gone mad and…

Leave the rest of your mess to us!

Muncul scene pada saat Chie menjebak Yosuke untuk membuatnya makan steak.

Chie Satonaka as Herself

Wake up you all!

It's out time now!

There's will no second change for us!

Muncul scene pada saat Yukiko tertawa seperti orang gila.

Yukiko Amagi as Herself

So leave the rest us!

(Leave the rest to us)

Leave the rest to us!

(Leave the rest to us)

LEAVE THE REST TO US!


Yasogami: Class 2-B, Morning.

"Dengan begitu Gordon Freeman pun memimpin Resistance dengan Barney Calhoun, baiklah pelajaran hari ini sudah selesai. Jangan lupa kerjakan PR kalian…" Komamura-sensei pun pergi setelah diberi salam oleh se-isi kelas. "Baiklah, kita bisa rileks untuk sementara selagi menunggu Tamaizu melacak jejak para tahanan…" kata Yosuke di meja-nya. "Kau tahu, selama ini kita selalu menghabiskan waktu bersama, kita harus memilih jalan kita sendiri untuk sementara!" kata Kanji.

"Betul, aku mulai membenci kalian!" kata Ichigo. "Kalau begitu, loe ama gue: END!" kata Renji, mereka semua pun berpencar dengan lebay-nya. "Ada apa dengan mereka?" tanya Yukiko melihat kelakuan mereka yang bahkan lebih kenak-kanakan daripada anak TK. "Urusan remaja lelaki mungkin?" jawab Chie.

"Minggir Rise!" teriak para cowok mendorong Rise yang baru mau masuk ke kelas. "Owh! Ada apa sih dengan mereka!" tanya Rise, menghampiri Yukiko dan Chie. Mereka berdua mengangkat bahu mereka bersamaan.


Yasogami: Rooftop.

Ciung! Ke-empat cowok itu bertemu lagi!

Yosuke: "Apa kalian tak tahu artinya 'berpisah'!"

Kanji: "Ayo! Berpencar lagi!"

Mereka pun berpencar kembali dengan lebay-nya.


Yasogami: Area of Obligatory, Disicpline, and Badass.

Ciung! Mereka kembali bertemu, lagi.

Ichigo: "Ayolah! Kenapa kita tak bisa berpisah!".

Tiba-tiba munculah kepala sekolah: Genryusai Shigekuni Yamamoto, membawa raket tenis. "Halo anak-anak penerus bangsa! Tak lama lagi Golden Week! Sekolah akan diliburkan dan aku akan cuti!" kepala sekolah lalu mengeluarkan sebuah bola tenis dan memukulnya ke sebuah kaca jendela. PRANG! Kaca jendela itu pecah. "Siapapun itu, dia harus membayar semua ini!" teriak suara familiar dari dalam. "Astaga! Itu rumah King Moron! Lari!" kepala sekolah dan ke-empat murid itupun kabur.


Yasogami: Empty Classroom/School Gang's Residence.

"Baiklah, kalau kita harus berpencar kita harus mengatur rencana!" kata Yosuke duduk di sofa. "Hey, guys!" kata Tamaizu lalu melanjutkan mengetik komputer. "Sudah dapat informasi?" tanya Russ, maksudku Ichigo. "Belum, tanya lagi nanti…". "Baiklah, aku akan mengutarakan cintaku ke Saki-senpai! Dadah!" Yosuke pun pergi. "Aku akan, pergi ke kelas matematika guru favorit-ku: Miyuki!" Kanji pun pergi. "Tunggu! Kacamataku hilang! Ichigo, bantu aku mencarinya!" kata Renji. "Sori, tapi aku akan pergi bersama Rukia ke audisi film! Bye-bye!" Ichigo pun pergi.

"Apa cuma aku yang tak bisa bersenang-senang!" teriak Renji. "Aku tidak bersenang-senang…" kata Tamaizu padahal kenyataannya dia sedang main game online di komputer. "Aku akan membantumu mencari kacamata mu!" kata Tamaizu, mematikan komputernya. "Awesome!" kata Renji.


Yasogami: Rooftop.

"Hay~! Saki-senpwuai!" kata Yosuke lebay-nya. "Hey, Hana-chan!" kata Saki-senpai. "Apa kau mau pergi malam ini denganku?" tanya Yosuke, romantis. "Aku sudah punya pacar…" kata Saki, tidak berperasaan. PRANG! Bukan! Kaca jendela King Moron tidak pecah, tapi hati Yosuke yang pecah. "K-kalau begitu kenapa kita tak berteman saja?" tanya Yosuke, sedih. "Boleh juga…" kata Saki. "Jadi, apa kau suka hoki?" tanya Yosuke, sambil meminum air minuman botol Crystal Water.

"Tidak, aku tak suka hoki…" Yosuke langsung menyemburkan minumannya sambil terbatuk-batuk. "Kau tak apa-apa?" tanya Saki, bingung dengan kelakuan Yosuke. "Yeah, aku rasa…bagaimana kalau kita ke kantin?" saran Yosuke. "Boleh juga…".


Miyuki Math Tutor.

Si Kanji baru mau masuk, tapi tiba-tiba dia ditahan oleh security disitu. "Whoa, kamu mau kemana jagoan?" tanya security itu. "Aku mau kedalam…" kata Kanji. "Ini sekolah khusus wanita! Laki-laki dilarang masuk!" kata security itu sadis. "Tapi, Miyuki-sensei akan marah jika kau tak mengijinkanku!" kata Kanji. "Oh yeah?" security itu lalu mengambil sebuah gambar dengan Miyuki didalamnya. "Hey, anak laki-laki, ayo masuk!" kata security itu lalu menghantam Kanji dengan gambar itu.


Yasogami: Drama Room.

"Baiklah, Ichigo. Kau berperan sebagai penyihir jahat yang melawan Harold Potty!" kata Rukia, yang sama seperti Ichigo memakai pakaian penyihir. "Uh, okey. Jadi aku harus melakukan apa?" tanya Ichigo. "Hmm, biar aku berpikir, kau lihat cowok yang duduk disana? Bayangkan jika dia mencuri CUDA-mu! Apa yang akan kau lakukan!" kata Rukia. "Aku akan merobek kepalanya!" Ichigo lalu menghampiri pria itu.

"Hey!" kata Ichigo, pria itu lalu berdiri dan ternyata pria itu tingginya mencapai 2 meter. "Uh-oh…" kata Ichigo. "Hngghh!" pria itu lalu mengangkat Ichigo dan melemparnya, PRANG!


Yasogami: School Gang's Residence.

"Pasti kacamataku ada disekitar sini!" kata Renji, menghancurkan barang-barang. "Kita sudah mencari selama sejam, mungkin kacamata mu dicuri!" kata Tamaizu. "TIDAK~!" Renji teriak gaje dengan gambar petir di background-nya. "Bagaimana ini! Aku harus menemukannya! Apapun yang terjadi! Aku sudah menabung enam bulan untuk membelinya!" kata Renji.

"Hmm, ayo kita lihat kamera security di sekolah ini, mungkin pelaku-nya tetangkap kamera!" saran Tamaizu. "Ide bagus! Ayo!" mereka pun pergi ke kantor Ronan.


Yasogami: Honest Canteen.

Yosuke lalu datang membawa sebuah jus jeruk, "Ini untukmu!" kata Yosuke memberikannya ke Saki. "Terima kasih…" saat Saki asyik-asyikan minum tiba-tiba Yosuke mengeluarkan sedotan dan meminumnya bersamaan dengan Saki. "Pacar…" kata Saki, simpel. "Yeah, pacar!" Yosuke melempar pipet-nya dan mengenai Peter Sullivan, "Owh!".

Sementara itu, disebuah meja tak jauh dari meja Yosuke dan Saki, seseorang menatap dengan sinis.

Next issue! How our four boys enjoy their pre-Golden Week! And when Tamaizu will find info to where the captive held!

B

E

R

S

A

M

B

U

N

G