~keyakinanku, kau bisa melihat disorot mataku. Keberanianku, kau bisa melihat lewat mental diriku. Kekeras kepalaanku, kau juga bisa melihat caraku menghadapi dirimu.~

~Namun, keputus asaanku, kau tidak akan pernah melihat itu dari diriku.~

~Kuro Senju-Uchiha~

.

.

.

NARUTO : THE POWER OF YAMI RINNEGAN.

Story By : Kuro Senju-Uchiha.

Disclaimer : Naruto © Mashasi Kishimoto

Rate : T

Genre : Adventure, Fantasy, Action, Romance (maybe)

Warning : Tipo(s), Abal, Gaje, Bahasa ambruladul, OOC, OC, and many more.

..

.

-With Rebellion Army-

….

Disinilah mereka semua berada. lebih tepatnya pasukan Rebellion berada di tengah-tengah hutan yang lebat. Setelah mereka dipindah secara paksa oleh pemuda yang bernama Naruto tersebut, mereka semua harus menanggung rasa kebingungan mereka dan juga rasa khawatiran mereka.

Bingung karna pemuda tersebut memindahkan mereka secara paksa, dan juga khawatir karna mereka semua mulai mencemaskan keadaan pemuda yang bernama Naruto tersebut. Melawan 600 orang, itu bukanlah hal yang mudah. Jika saja dia dewa, itu bisa saja mudah, semudah dia membalikan telapak tangannya. Namun dia adalah manusia, bukanlah dewa. Wajar saja mereka semua cemas akan keadaan pemuda tersebut.

namun tidak bagi Zabuza, ia bingung. bingung karna pemuda yang bernama Naruto tersebut mau melancarkan serangannya. Namun seberapakah besarnya serangan itu? sampai-sampai dia memindahkan dirinya dan juga yang lain ketempat yang jauh. Apakah serangan itu sungguh besar? Jika itu benar-benar sangat besar. Ia bisa melihatnya dari sini. Namun ia tidak melihat apa-apa. Yang dilihatnya adalah pepohonan yang tumbuh dengan lebatnya.

Zabuza pun memanjat pohon dengan bantuan Chakranya. Ia mencoba melihat, sebesar apakah serangan itu. melihat Zabuza memanjat pohon, mereka semua mulai mengambil inisiatif yang sama, yaitu mengikuti Zabuza untuk memanjat pohon, dan melihat apa yang akan terjadi.

'i-itu! sungguh besar!' baru saja keluar dari pepohonan yang lebat. Zabuza, ia harus membelakan matanya ketika dilihatnya sebuah api sebesar meteor terjatuh dengan lambatnya. Membuat udara yang panas menjadi tambah panas. Keringat dingin mulai keluar dari indra perabanya. Menandakan bahwa ia sangat takut akan pemandangan yang tertera didepannya. wajar saja, jikalau kau melihat itu dengan live, maka sudah dipastikan kau akan mengeluarkan keringat dinginmu atau kau pasti akan bersembunyi dan jantungmu pasti akan berdebar-debar dengan cepatnya, mengisyaratkan betapa takutnya kau.

''astaga! Jurus apa itu, be-besar sekali!'' bukan hanya Zabuza yang merasa takut dan kaget akan pemandangan yang tertera didepannya, semua pasukan beserta Mei mulai merasakan apa itu rasa takut. Mereka takut, sekaligus kaget melihat serangan yang sebesar itu. jujur saja seumur hidup mereka semua. mereka tidak pernah melihat serangan yang sebesar itu.

''kurasa.. pemuda itu, sungguh kuat''

''bukan hanya kuat, dia juga pintar. Zabuza.. apakah kau mau mencoba bertarung dengannya ketika semua ini selesai?'' pertanyaan dari Mei membuat Zabuza harus meneguk ludahnya yang entah kenapa terasa sangat berat untuk ditelan. Apakah dirinya takut? Tentu saja takut, melawan orang yang bisa melakukan serangan yang sebesar itu, rasa takut pasti akan datang pada dirinya. namun, ia sudah pernah melawan orang yang lebih hebat dari pada dirinya. dan ia berusaha agar menang. Dirinya adalah Momochi Zabuza, salah satu Shinobi yang mendapatkan gelar Kirigakure no Kijin (iblis dari Kirigakure) dan juga ia adalah salah satu pemegang pedang legendaris dari Kirigakure, pemegang pedang resmi Kubikiribocho. Dan melawan orang yang hebat, adalah salah satu kegemarannya.

''soal itu… kau pasti tahu kan kesukaanku hmm~? Aku pasti akan melawannya'' kata Zabuza dengan mantabnya, dia tidak mudah menyerah, sehebat apapun musuhnya ia akan berusaha untuk mengalahkannya. Walaupun ia tahu dirinya tidak akan menang dari pemuda yang bernama Naruto.

''kau ini.. memang tidak pernah berubah'' Mei berkata kepada Zabuza dengan tawa kecilnya, ia menertawai kesukaan Zabuza yang menurutnya, menurut dirinya seperti halnya lelaki sejati. Tetapi, jika dilihat dari kemampuan dari Naruto yang bisa melakukan jurus seperti itu. ia ragu kalau Zabuza bisa menang dari Naruto.

''kuharap, Zabuza-sama tidak melakukan hal-hal yang bodoh''

''jangan mengkhawatirkanku, Haku. Aku tidak akan melakukan hal-hal yang bodoh seperti yang kau katakan.. tenang saja, kau tinggal menunggu dan melihat bagaimana pertarunganku dengannya'' ia mengatakan itu dengan seringai yang tertutup oleh perbannya. Rasa takut yang tadi sempat menghinggapinya, kini sudah hilang. Zabuza tidak merasa takut lagi kepada Naruto. ego bertarungnya, mengalahkan rasa takut yang dirasakan oleh dirinya. dan Zabuza pun melihat kembali serangan besar itu. dan sekarang api sebesar meteor itu hampir menyentuh tanah. Dan sudah dipastikan, pasti akan ada ledakan yang sangat besar.

'well.. ini akan menjadi ledakan yang besar'

….

XXXXXXXXXKuro Senju-UchihaXXXXXXXXX

….

-With Naruto-

….

Naruto berlutut didahan pohon yang sekarang ini menjadi pijakannya, ia mencoba mengatur nafasnya akibat mengeluarkan jurus yang sungguh luar biasa ini. Naruto mengadahkan kepalanya keatas, dan ia melihat dengan jelas api meteor itu melesat jatuh kearahnya, dan juga kearah musuhnya. tersenyum, Naruto tersenyum bangga akan jurus yang sudah ia keluarkan untuk kedua kalinya ini. waktu percobaan pertama melakukan jurus ini, dirinya harus pingsan beberapa menit karena kehabisan tenaganya. Padahal dirinya sudah ditanam segel Kinjutsu oleh Yami-sensei. namun dalam pelatihan itu bersama Yami-sensei. mengeluarkan jurus ini adalah beresiko baginya.

Beresiko karna jika mengeluarkan jurus ini dirinya pasti akan kelelahan dan akhirnya akan pingsan. Tetapi sekarang berbeda, ia sudah memperkuat ketahanan tubuhnya dengan berlatih seperti halnya di neraka. Ia tidak perduli tubuhnya tidak bisa digerakan karna latihan itu, namun pelatihan itu ternyata membuahkan hasil yang memuaskan.

'ya.. kurasa inilah hasilnya'

'Bodoh! apa kau mau bunuh diri, bagaimana caranya kau bisa menghindar dari jangkauan jurus ini' Naruto mendengar suara dipikirannya dari 9 Yami Bijuu yang menempati tubuhnya. Dan suara ini, ahh.. Yami Bola bulu, ternyata dia perhatian padanya.

'tenang saja, tidak usah khawatir' balas Naruto melalui telepati kepada 9 Yami Bijuu yang berada ditubuhnya, dan ia dapat melihat wajah penuh amarah dari Yagura. Semua pasukan Yagura mulai lari ketakutan, namun tidak bagi Yagura, ia melampiaskan kemarahannya kepada pasukannya yang mencoba kabur dari serangan ini.

'bodoh sekali mereka.. sudah jelas, jangkauan dari jurus ini sangatlah luas. Kemungkinan prensentasi keselamatan mereka adalah 0,1 persen. Namun bagi Yagura.. aku berani jamin, ia tidak mudah jatuh karna serangan ini' batin Naruto yang melihat didepan matanya sendiri, pasukan dari Yagura mencoba kabur, namun sedetik mereka hidup dengan badan utuh, dan sedetik atau kurang lebih sepuluh detik lagi mereka semua mati dengan badan terpisah karna Yagura menggunakan jurus air pemotongnya.

Sedangkan dengan Yagura, ia sudah cukup kesal karna serangan yang dilakukan oleh pemuda asing didepannya, dan dirinya harus bertambah kesal lagi ketika dilihatnya pasukan darinya lari dengan wajah ketakutannya, ia sungguh sangat kesal sekali, dengan berbekal jurus airnya. Yagura menebas mereka semua yang mencoba lari darinya dengan jurus airnya. Dan sekarang yang berada didalam pikirannya adalah 'bagaimana cara menghentikan lajuan dari meteor api itu?' itulah yang sekarang ini mengganjal dipikirannya, bahkan dengan jurus air gabungan, ia yakin meteor api tersebut akan tetap melaju kearahnya dengan dengan derasnya.

'Bodoh, kau bilang ini tenang! Memang apa yang akan kau lakukan?'

'apa yang akan aku lakukan? Kau akan mengetahuinya nanti' inilah kebiasaan dari Naruto ketika dirinya sedang berkomunikasi kepada Yami Bijuu dirinya selalu saja bercanda. Naruto mencoba berdiri dengan tegak, ia mengadahkan kepalanya keatas, mencoba menikmati pemandangan yang indah yang tertera diatasnya, rasa panas mulai menghinggapi kulitnya. Dengan perlahan Naruto menutup kedua matanya.

'Yami Isobu, bisakah kau gunakan perlindungan airmu padaku?'

'dengan senang hati aku akan melakukannya.. sekarang kau buatlah Handseal yang sama ketika kita dalam masa pelatihan waktu itu'

'he.. kalau begitu, baiklah!' dan kemudian Naruto membuat Handseal dengan kedua tangannya, setelah selesai, dari arah kulit Naruto perlahan keluarlah air dengan derasnya namun tidak membasahi pakaian yang digunakan Naruto untuk menyamar. Air itu perlahan mulai membentuk sebuah bola yang seakan mengurung Naruto didalamnya.

''Suiton : Mizu no Yoroi'' dan dengan itu air mulai mengurung Naruto, air itu membentuk sebuah bola yang besar yang terdapat Naruto didalamnya, seolah-olah air itu adalah tameng bagi Naruto. ya itulah jurus gabungan dari Yami Isobu dengan dirinya. Mizu no Yoroi adalah salah satu jurus perlindungan air yang dimiliki oleh Naruto, ia mempelajari jurus ini bersama dengan Yami Isobu ketika mau kelulusan Akademi waktu itu. dan sekarang jurus ini dapat ia gunakan dengan baik.

Dan meteor api tersebut hampir menyentuh tanah, udara semakin panas, itulah yang sekarang ini dirasakan oleh semua orang yang berada dibawahnya. Yagura, ia tidak mudah putus asa akan serangan yang akan menimpanya, suara kobaran api semakin terdengar jelas oleh indra pendengaran Yagura dan pasukannya.

Pasrah, hanya itulah yang sekarang ini harus dilakukan oleh pasukan Yagura. Mati adalah pilihan mereka semua, namun tidak bagi Yagura. Ia terlihat tersenyum, sebuah senyum seringai yang sungguh menjijikan. Api meteor itu akhirnya semakin dekat dengan tanah, udara semakin panas. Dan api sebesar meteor tersebut akhirnya menyentuh tanah dan menghancurkan semuanya yang ada.

Booooooommmmmm…

Serangan tersebut meluluh rantakan area yang terkena jangkauan jurusnya. Pohon-pohon yang tadinya masih hijau dan berdiri tegak, sekarang.. hanya tertinggal arang, semuanya lenyap menjadi abu. Asap mengepul dengan banyaknya. Getaran ditanah semakin lama semakin menurun.

Namun asap tersebut perlahan mulai tersisir oleh datangnya angin, yang dengan perlahan menghilangkan asap yang sempat mengepul dengan banyak. dan dapat terlihat semua sudah menjadi gosong. Bagaikan dibakar di api yang sangat panas.

''Goaarrrrrhhhhh''

Dari kepulan asap yang tersisa, terdengar sebuah auman yang besar yang mengakibatkan semua asap yang tadi mengepul dengan banyak kini hilang. Dan digantikan oleh sebuah sosok yang sangat besar. Ekornya yang berjumlah 3 melambai-lambai dengan santainya. Tubuh besarnya bagaikan seekor kura-kura berkarang. Dan mata merahnya, menatap Naruto dengan pandangan.. pembunuh.

''Sanbi, sudah aku duga. Kau akan berubah menjadi itu'' Naruto menatap Sanbi didepannya dengan tenang, tidak tersirat akan nada ketakutan. Dan dengan sekali hentakan kaki kanannya, pelindung air yang tadinya mengurung Naruto pecah menjadi bulir-bulir air yang jatuh ketanah.

''GOAARRHHHH'' auman yang diakibatkan oleh Sanbi, membuat Naruto harus berusaha menahan tubuhnya agar tidak terbawa angin yang ditimbulkan oleh auman ganas dari Sanbi. Setelah itu Sanbi terlihat mengadahkan kepalanya keatas.

Mulutnya perlahan terbuka, seiring dengan itu sebuah Biju Dama mulai terbentuk. Naruto yang melihat itu, hanya memandanginya dengan raut wajah senang. Dengan cepat Naruto menggigit jari tangan kanannya, dan setelah itu keluarlah darah dari arah gigitan tersebut.

Sanbi dengan cepatnya melesatkan sebuah Biju Dama dari mulutnya kearah Naruto. Biju Dama tersebut terus bergerak dengan cepatnya. Yang mengakibatkan tanah yang dilalui Biju Dama tersebut perlahan retak.

Sebelum Biju Dama tersebut mengenai Naruto. Naruto dengan cepat menghentakan tangannya ke tanah. dan dengan itu Naruto menggumamkan sebuah kata yang bertujuan untuk.. memanggil.

''Kuchiyose : Yami Isobu''

DUAARRRHHHHHH…

Ledakan besar tak terelakkan, yang mengakibatkan kepulan asap yang menjulang tinggi. Sanbi yang melihat itu hanya diam, monster Biju tersebut mulai memfokuskan pandangannya ke arah musuhnya.

''Biju Dama.. sebuah serangan yang cukup besar. Namun..'' dari arah kepulan asap, terdengar sebuah suara yang dapat dipastikan milik Naruto. dari kepulan asap tersebut dapat terlihat sedikit bayangan seekor monster yang besar.

''kita buktikan, Bijuu mana yang lebih kuat!'' dan dengan itu kepulan asap yang mengganggu penglihatan langsung hilang dengan adanya sebuah angin yang besar. Dan menampakan sebuah Yami Sanbi dengan Naruto yang berada di kepalanya.

Pertarungan antara Biju dan Yami Biju akan menjadi sebuah pertarungan yang sungguh melegendaris, karna pertarungan tersebut sudah lama tidak diperlihatkan. Yami Sanbi atau yang memiliki nama asli Isobu kini memandang kedepannya atau dirinya yang satunya dengan pandangan malas.

''hei.. Naruto, kenapa kau malah memanggilku. Aku lagi malas bertarung dengan dia'' kata Yami Sanbi dengan nada malasnya. Naruto yang mendengar itu hanya cuek, seolah tidak mendengar perkataan dari Yami Sanbi yang sekarang ini menjadi tunggangannya.

''diamlah! Bukankah itu dirimu yang satunya. Ayo kita buktikan bahwa kegelapanmu lebih mendominasi kepadanya. Yami Isobu, lakukan.. Biju Dama!'' perintah Naruto sambil mengadahkan tangan kanannya kedepan, seolah memberi petunjuk siapa yang akan terkena Biju Dama.

dengan malas Yami Isobu membuka mulutnya dan munculah sebuah aura negatif dan positif yang berkumpul menjadi satu dimulut Yami Isobu, namun karna kemalasannya Biju Dama tersebut malah meledak ditempatnya. Yang langsung mementalkan Yami Isobu beserta Naruto kebelakang, karna akibat dorongan ledakan dari Biju Dama yang belum sempurna.

Duaarrrrhhh.

''I-itte.. WOY KURA-KURA KARATAN! APA YANG KAU LAKUKAN!'' Naruto berteriak kepada Yami Isobu karna kecerobohan yang dilakukan oleh Yami Biju miliknya. Seakan tidak terima dirinya dilecehkan dan disebut 'Kura-kura karatan oleh masternya, dengan segenap keseriusan yang ada, Yami Isobu membuka dengan lebar mulutnya, dan dengan cepat sebuah Biju Dama berukuran besar terbentuk.

Sanbi milik Yagura yang melihat itu, langsung saja membuat Biju Dama yang berukuran sama dengan Biju Dama yang dibuat oleh Yami Sanbi. Dan dengan itu kedua Biju dan Yami Biju tersebut meluncurkan Biju Dama dengan cepatnya.

''BIJU DAMA!''

Teriak mereka bersamaan, dan dengan itu Biju Dama tersebut bertabrakan, saling dorong mendorong, seolah mendominasi siapa yang terkuat dan akan menjadi pemenang. Namun akibat tabrakan kedua Biju Dama tersebut yang ukurannya bisa dibilang besar mengakibatkan sebuah angin yang berhembus kencang dan dengan retakan yang terjadi ditanahnya.

DUAAAARRRRRHHH

Kedua Biju Dama tersebut akhirnya meledak dengan intesitas yang besar, sehingga kedua Biju tersebut mengurung dirinya di cangkangnya. Sedangkan Naruto harus kuat-kuat menahan chakra dikakinya agar tidak terbawa oleh hembusan angin yang sungguh gila!

''sial tadi itu hampir saja'' ucap Naruto sambil bernafas lega. Setelah itu kedua Biju tersebut keluar dari persembunyian cangkangnya. Mereka berdua bertatapan, mendominasi kekuatan mereka yang dahulunya pernah bertarung bersama.

''Yami Isobu, apa yang kau lihat?'' Naruto bertanya kepadanya partnernya, ia bingung ketika dilihatnya Yami Isobu melihat kearah Sanbi dengan pandangan serius dan matanya menajam.

''coba kau lihat dengan mata Yami Rinneganmu. Sepertinya, dia dalam pengaruh sebuah Genjutsu bertingkat tinggi'' ucap Yami Isobu kepada Naruto, yang seolah memerintahkan Naruto untuk melihat keganjilan dari Sanbi tersebut.

Naruto yang mendengar itu hanya mengangguk pelan, dan dengan mata Yami Rinnegannya ia melihat kearah Sanbi dengan pandangan serius, dan ia dapat melihat Yagura sedang diikat oleh rantai dengan Sanbi di sampingnya. Dan benar apa kata Yami Isobu mereka berdua terkena sebuah Genjutsu.

Itu terbukti ketika chakra dari Sanbi tidak beraturan. Jika memang benar dia terkena Genjutsu. Pasti yang meng Genjutsu sangat hebat, dapat dilihat dari ia meng Genjutsu sebuah Biju. Namun siapa? Setahu Naruto yang bisa meng Genjutsu sebuah Biju adalah… Uchiha Madara.

'tidak! Ini tidak mungkin. Madara sudah lama mati dipertarungan besar itu. tapi? Siapa dibalik semua ini' Naruto terlihat berpikir dengan otak jeniusnya, mencoba menganalisa keadaan yang ada. dan dengan itu Naruto melompat turun kebawah.

''Yami Isobu, lakukan sesukamu, aku akan memastikan siapa dibalik semua ini'' dan setelah mendengar ucapan dari Naruto, Yami Isobu memasukan seluruh badannya kedalam cangkangnya, dan menggelinding dengan cepat kearah Sanbi.

Sanbi yang melihat itu, langsung saja menirunya, ia menggelinding dengan cepat seperti halnya sebuah roda. Mereka berdua pun saling bertabrakan. Terus menerus seperti itu, hingga mengakibatkan sebuah percikan api yang besar, dan dengan tanah yang seperti lintasan cacing raksasa.

Naruto yang melihat itu hanya diam. Dan setelah itu Naruto melesat pergi mencari dimana keberadaan orang yang mengontrol.. Yagura. Dengan sensor yang ia miliki, Naruto dengan cepat menemukan siapa musuh dibalik semua ini.

'ketemu! Jadi dia orangnya, heh chakra yang lumayan kuat, namun..' dan setelah itu Naruto pergi dengan meninggalkan seberkas cahaya hitam. Sementara dengan kedua Biju dan Yami Biju tersebut terus-terusan saling menyerang satu sama lain.

Yami Isobu, terlihat dengan menyabetkan ekornya, dan dengan cangkang yang dipunyai oleh Sanbi, dengan tenang Sanbi menangkis sabetan ekor dari Yami Isobu dengan cangkangnya. Mereka berdua, berusaha untuk menjadi pemenang diduel mereka.

….

'dua Sanbi? Menarik.. ini akan menjadi tontonan yang bagus' sebuah figur terlihat sedang berdiri dengan tegak sambil memandang kedepannya yang terlihat Yami Isobu dan Sanbi sedang bertarung. Topengnya yang berwarna orange kini dapat terlihat dengan lobang satu dimata kanannya yang menampilkan sebuah mata merah dengan Tomoe yang sudah berjumlah tiga.

Jubah hitamnya berkibar seiring datangnya angin yang berhembus. Dibalik topeng yang menutupi wajahnya, sebuah seringai tercipta disana.

''ohh, ada tamu ternyata'' orang tersebut menyipitkan matanya yang merah kearah belakang, dimana ada seseorang yang sedang melihatnya. Dan dia adalah Naruto, dengan masih menggunakan hengenya, rambut jabrik hitamnya bergoyang-goyang.

''jadi.. kau yang mengontrol dia, selama ini. siapa kau!'' tanya Naruto dengan mata yang semakin menajam, seperti halnya seekor elang yang sedang menemukan mangsanya. Orang yang ditanyai Naruto langsung berbalik dan menghadap kearah Naruto. dan ketika ia melihat kedua mata dari Naruto sosok tersebut tidak bisa meredam kekagetannya. 'Rinnegan!'

''kenapa? Terkejut dengan apa yang kau lihat.'' Yami Rinnegan yang tadinya tidak ada Tomoenya, kini satu persatu mulai tumbuh Tonoe disetiap garisannya. Dan itu membuat orang bertopeng tersebut kaget, namun kekagetannya yang ini dapat ia tutupi dengan topeng yang ia kenakan.

''tidak juga. Kau memiliki sesuatu yang menggiurkan, aku akan mengambilnya''

''benarkah? Kalau kau bisa merebutnya'' mata Yami Rinnegan Naruto kini berputar dengan sangat cepat, dan keluarlah darah yang banyak dikedua matanya, dan darah tersebut jatuh kebawah.

''siapa kau!'' tanya Naruto selagi darahnya yang terus mengalir dikedua matanya.

''aku? Aku adalah hantu dari Uchiha.. Uchiha Madara'' jawabnya disertai mata Sharingannya yang menyala. Namun Naruto tidak percaya bahwa yang didepannya adalah Uchiha Madara. Bagaimanapun juga Madara telah lama mati.

''jangan bercanda! Atau kau akan merasakan keganasan dari jurusku ini'' Naruto mencoba menginstrogasi musuhnya dengan memberikan sebuah ancaman, namun ancaman yang diberikan Naruto bukanlah sebuah hal ketakutan bagi orang bertopeng tersebut.

''keganasan jurusmu? Aku ingin melihatnya lagi, selain api meteor itu''

''bisa saja, asalkan kau tidak lari'' darah mengalir semakin banyak dari kedua mata Naruto, darah yang berada ditanah semakin banyak dan menggenang. Entah Naruto tidak mengalami anemia atau kekurangan darah, namun kulitnya tidak pucat yang menandakan tidak terjadi apa-apa.

Orang bertopeng tersebut memerhatikan apa yang aka dilakukan pemuda didepannya, namun ia samar-samar merasakan chakra dari Kyuubi. Ia juga samar-samar merasakan keberadaan semua Biju ditubuh pemuda didepannya.

'apakah dia seorang… jinchuriki? Ya pasti dia seorang Jinchuriki tidak salah lagi, chakra ini, adalah chakra dari Kyuubi' batin orang bertopeng tersebut.

Dan dengan hentakan kaki kanannya diatas genangan darahnya, Naruto dengan gumaman pelan menyebutkan jutsunya.

''Sakusei : Gisou Yami Rikkudou Sennin'' dan setelah itu dari darah yang diinjak kaki Naruto, perlahan membentuk sebuah replika sosok tubuh manusia yang belum sempurna. Dan tak berapa lama kemudian sosok tersebut akhirnya menunjukan jati dirinya yang berpenampilan Rikkudou.

Orang bertopeng kini mulai merasakan rasa kekagetan yang besar. Bagaimana pun juga, ia bukan tandingan seorang Rikkudou Sennin. Dan apa yang tadi pemuda itu katakan 'Yami Rikkudou Sennin? Itu berarti sosok tersebut adalah kegelapan dari Rikkudou sennin. Dan kenapa ia bisa mengundang Yami Rikkudou Sennin, itu cukup mustahil.

'siapa dia! Ini diluar dugaanku, dia cukup kuat!' setelah meredam rasa kagetnya, ia pun perlahan mundur menjauh dari sosok Yami Rikkudou Sennin. Naruto yang melihat orang bertopeng tersebut mundur mulai memerintahkan sosok Yami Rikkudou Sennin untuk mengejar dan melawan orang bertopeng tersebut atau bisa disebut tobi.

Setelah menerima perintah yang dilakukan oleh Naruto, kedua mata yang merupakan Yami Rinnegan kini terbuka, jubah Rikkudou yang berwarna gelap kini berkibar, tongkatnya ia pegang dengan tangan kanannya. Dan dengan sekian detik sosok yang merupakan tiruan dari Yami Rikkudou Sennin melesat dengan cepat kearah orang bertopeng tersebut.

'dia cepat, tidak ada cara lain selain melawannya' orang bertopeng tersebut atau bisa disebut tobi menghentikan langkah larinya, dan diam-diam mengatifkan Mangekyou Sharingannya di mata kanannya. Dan tak lama kemudian Yami Rikkudou Sennin datang dan langsung menyabetkan tongkatnya kearah tubuh Tobi, namun halnya seperti hantu, sabetan tongkat dari Rikkudou hanya menembusnya, tidak memberikan sebuah luka.

Melihat ada celah, Tobi mengulurkan tangan kanannya untuk menjangkau Yami Rikkudou Sennin dan bermaksud untuk mengirimnya kedimensi Kamui miliknya.

''Rasenringu''

Namun sepertinya dewi fortuna tidak dipihak tobi, ketika ia akan menyentuh tubuh Yami Rikkudou Sennin dari arah atasnya, ia terkena serangan Rasenringu milik Naruto yang entah kapan sudah ada diatasnya.

'ukhh.. sial jurusnya berakibat fatal' tobi mengumpat didalam hatinya ketika dirinya terkena serangan fatal tersebut. Dan dari punggungnya, dapat terlihat sebuah luka seperti pusaran bersarang dipunggung tobi. Seperti tidak membuat ampun padanya, Yami Rikkudou Sennin menancapkan tongkatnya kearah tubuh tobi yang sekarang ini tergeletak ditanah.

''hmm.. mengesankan, aku ingin tahu dari mana kau bisa mengundang Yami Rikkudou Sennin? Dan matamu, seperti sebuah Rinnegan tetapi itu berbeda'' Tobi dengan tenang bicara kepada Naruto sambil berdiri, dan berkat Kamuinya ia dapat menembus segala serangan fisik dari luar. Dan setelah itu Tobi melompat mundur kearah pohon yang sekarang ini tersisa akibat terkena serangan api meteor milik Naruto.

Naruto yang melihat itu hanya diam, ia tidak melakukan apa pun. ''ini adalah Doujutsu kegelapan dari Rinnegan, yaitu Yami Rinnegan. dan jika kau ingin mengerti bagaimana aku bisa mengundang sosok kegelapan dari Rikkudou Sennin. itu..'' ia memberi jeda pada ucapanya, dan setelah itu kurang dari sekian detik Naruto menghilang dan muncul kembali didepan tobi dengan seberkas cahaya hitam dan bermaksud untuk memukul tobi dengan Rasenringu miliknya lagi.

''..kau tidak akan pernah mengetahuinya!''

Seakan tidak ingin terkena jurus yang sama, serangan milik Naruto akhirnya menembus kepalanya, mungkin Naruto bermaksud untuk memecahkan topeng yang ia kenakan. Dan tobi pun melompat mundur, namun ia melihat sebuah senyuman puas terpatri diwajah Naruto. 'ada apa? Kenapa dia tersenyum puas?'

Seakan menjawab kebingungan dihatinya Tobi, sosok Yami Rikkudou Sennin datang dari arah belakang dengan membawa sebuah Gudou dama dengan jumlah delapang dimasing-masing tangannya. Tobi yang melihat itu langsung saja kembali mengatifkan Kamuinya, dan alhasil serangan itu hanya menembusnya.

Tap..

Naruto mendarat didaratan luas, bersama dengan Yami Rikkudou Sennin disampinya. 'ia bisa membuat tubuhnya seolah tembus dengan segala serangan, pasti ia meiliki interfal waktunya' itulah yang sekarang ini ada dihati Naruto. namun berkat penggunaan Sakusei, Jigen Kūkan menjadi kembali kewaktu yang sama seperti halnya didunia nyata, dan sekarang mungkin Naruko yang berada di dimensi Jigen Kūkan tidak akan sadar untuk beberapa menit kedepan.

'sepertinya aku harus pergi, Sanbi telah kalah. Aku harus cepat menuju kesana' batin Tobi ketika ia melihat Sanbi tergeletak tak berdaya dengan Yami Isobu yang sekarang ini berteriak dengan kencang, seolah merasa senang akan kemenangannya. Begitu pula dengan Naruto yang melihat itu. ia cukup bangga dengan Yami Biju yang sekarang ini menjadi miliknya.

Sepertinya ia tidak perlu meragukan lagi kekuatan dari semua Yami Biju yang ada. 'ternyata dia menang, kerja bagus Yami Isobu. Sekarang kembalilah' dan dengan perintah dari hati Naruto, Yami Isobu yang sedang berteriak dengan keras menghilang dengan meninggalkan kepulan asap.

''kurasa waktunya bagiku untuk pergi!'' setelah mengucapkan itu, dari arah lubang mata kanannya keluarlah sebuah pusaran dimensi dan menyedot habis tubuh Tobi kedalamnya.

''tidak akan aku biarkan, Yami Shurado : Rēzā Kōgeki'' dan dari arah tangan Naruto mulailah terbentuk sebuah tangan mekanik dan tangannya berubah menjadi senjata laser, dan langsung menembakan sebuah laser dengan warna hitam yang meluncur dengan cepatnya kearah pusaran yang kini semakin kecil.

Duarrrhhh

laser tersebut akhirnya meledak di pohon, tidak mengenai orang bertopeng tersebut atau tobi. Naruto berdecih tidak suka, ketika musuhnya berhasil lolos dari jeratan dirinya. Dan ketika melihat kearah tubuh Sanbi yang masih tergelatak kini menghilang dengan kepulan asap, dan Naruto yakin pasti orang tadilah yang membawa Sanbi pergi.

''Naruto.. orang itu adalah orang yang mengendalikanku waktu itu'' Naruto yang mendengar perkataan Kurama dipikirannya langsung membelakan matanya, kaget. Tentu saja dirinya kaget, ternyata orang itulah yang dahulunya pernah mengendalikan Kyuubi dan berhasil membunuh kedua orang tuanya.

Tangannya terkepal dengan erat, aura hitam mulai mengelilingi tubuh Naruto, matanya kian menajam bagaikan elang. Dan dengan mengatur nafasnya, Naruto mencoba meredam kemarahannya. Jika dirinya marah maka kekuatannya yang ia segel pasti akan keluar dan mengakibatkan kecurigaan dari organisasi Akatsuki.

'kenapa kau baru bilang sekarang, jika kau bilang dari tadi, aku tidak akan membiarkan dia lolos sebelum terkena serangan terhebatku' dengan nada amarah, Naruto menelepati balik kearah Kurama yang berbeda kandang dari 9 Yami Biju.

''Urusai, aku juga baru bangun tidur, jadi jangan salahkan aku Baka''

'apa katamu! Baru bangun tidur, dasar Rubah pemalas'

''dari pada kau maniak Ramen!'' adu cocotpun mulai terjadi antara Naruto dan Kurama ditelepati mereka berdua, ya bisa dibilang inilah keseharian mereka berdua ketika beradu mulut.

'kau Bola bulu, beraninya kau sebut aku maniak Ramen! Tapi super maniak ramen!'

''lihat! Kau mengakuinya kalau kau super maniak Ramen, bahkan namamu juga sama halnya seperti bumbu ramen''

'Diam kau! Ini adalah nama pemberian orang tuaku! Dasar bola bulu berjalan!'

''apa katamu! Bola bulu berjalan! Dari pada kau, Dasar tai berjalan!'' perdebatan mereka memang tidak ada mutunya, tetapi ini merupakan kesenangan tersendiri bagi kedua belah pihak yang sedang berseteru.

'KAU!... Lupakan, sebaiknya aku akan pergi dulu kedimensi Jigen Kūkan, apakah Naruko-chan sudah sadar atau belum' ucap Naruto ditelepatinya dan tanpa sadar mengucapkan Naruko dengan tambahan suffic-Chan, dan Kurama yang mendengar itu hanya bisa tersenyum penuh arti dibalik jeruji kandangnya.

''sepertinya ada yang sedang jatuh cinta disini~''

'diam! Aku bukan jatuh cinta, aku sudah menganggap dia sebagai adikku sendiri tau!' Naruto mencoba mengelak perkataan dari Kurama kepadanya, namun wajahnya tidak bisa disembunyikan lagi, rona merah tipis terhias dengan jelas dikedua pipinya. Dan setelah itu Naruto memutuskan untuk menyudahi Hengenya. Dan kembali lagi ke asal semula.

Dan dengan cepat Naruto memutuskan telepatinya pada Kurama secara paksa, Dan sekarang yang ia pikirkan adalah Naruko, untungnya dirinya sempat membuat waktu di dimensi Jigen Kūkan agar sama seperti waktu dirinya didunia nyata. 'hah~ aku ingin tahu, siapa sebenarnya dia. Apakah dia.. Madara. Ah, tidak! Jelas sekali bukan Madara. Aku harus menyelidiki kasus ini' dan setelah itu ia pun pergi kedalam dimensi Jigen Kūkan dan meninggalkan sosok Yami Rikkudou Sennin yang sekarang ini sudah mencair menjadi darah.

.

.

.

.

To be continued..

A/N : maafkan Kuro atas keterlambatannya Minna, dan sesuai janji saya saya akan mengapdate fic ini sebulan kemudian atau sudah melewati ya? Dan jika kalian ingin tahu kenapa updatenya lama, karna urusan dunia nyata. Jika kalian ingin melihat gambar Akuma seperti apa, kalian bisa melihatnya di Fb ku. Jangan lupa untuk like dan commen ya? Biar Kuro tau siapa saja yang melihat gambaran kuro.

Dan mungkin updatenya akan lama untuk kedepannya, soalnya Kuro sangat sibuk akan tugas pelajar. Ya, kalian pasti tau sendirikan tugas seorang pelajar seperti apa? dan balasan Review, maaf Kuro kali ini tidak bisa membalas semua Review dari kalian semua. chapter depan pasti akan saya jawab semuanya! Dan chapter depan akan Kuro Time skip sampai pada waktunya ujian Chuunin tahap 3.

dan bagaimana pendapat kalian mengenai chapter terbaru dari naruto. kalau menurutku sudah malas melihatnya. perkembangan ninjanya sangat ancur.

Dan di fiction ini, saya akan membuat Naruto membuat fariasi Rasengan tidak secara instan seperti apa yang dilakukan oleh Naruto pada Madara, ia bisa dengan mudahnya menggunakan Jiton Rasengan dan Youton Rasengan.

Dan disini Naruto belum bisa menggunakan Rasengan. Yang ia bisa adalah Dai Rasenringu dan Rasenringu Shuriken.

Silahkan Review, tuliskan kesalahanku, atau apa itu, saran, kritik, dan dll. Dan jika ada yang tidak mereview tidak apa-apa, hanya saja terima kasih banyak sudah membaca Fiction ini.

Salam hangat,

Kuro Senju-Uchiha Out…

Tipe your review.. here

VVVVVVVVV

VVVVVV

VVV

VVVVVVVVVVVVVVV

VVVVVVVVVVV

VVVVVVV

VVV

V